cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2021)" : 76 Documents clear
CAN BLENDED LEARNING HELP IMPROVE STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS? Syaiful Anwar; Wahyu Setyaningrum
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.317 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3455

Abstract

The flow of information is currently spreading very quickly, and massively, so critical thinking skills are needed to obtain valid information. Based on the 2015-2019 Ministry of Education and Culture Strategic Plan, learning activities in Indonesia have not yet facilitated the development of students' critical thinking skills. One of the lessons that are thought to be able to improve student's critical thinking skills is blended learning (BL). Therefore, this experimental study aims to determine the effectiveness of BL in terms of students' critical thinking skills. Data were collected through written tests and interviews. This study involved 68 eighth-grade junior high school students. The main instrument in this study is a mathematics test (pre-test and post-test) which consists of five essay questions. The independent sample t-test was used to compare the difference in average scores between the experimental class and the control class, followed by using the normalized gain (n-gain) score from the pretest and posttest to test the effectiveness of BL in terms of students' critical thinking skills. Based on the independent sample t-test, there is a significant difference in the average value of critical thinking skills between the BL class and the conventional class. The average n-gain score for the experimental class (BL) is categorized as less effective. The average n-gain score for the control class (conventional) is included in the ineffective category. So in conclusion, the application of BL in mathematics learning is categorized as less effective in terms of critical thinking skills.
THE ANALYSIS OF STUDENTS’ CREATIVE THINKING SKILLS IN SOLVING OPEN ENDED QUESTIONS IN TERMS OF GENDER Hana Shohwatul Islam; Budiyono Budiyono; Siswanto Siswanto
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.932 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3660

Abstract

Berpikir kreatif merupakan kemampuan yang harus dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal open ended ditinjau dari gender. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP N 3 Surakarta. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes soal open ended dengan indikator berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada aspek kefasihan (fluency), siswa perempuan lebih baik dibandingkan siswa laki laki dalam memproduksi suatu gagasan, pada aspek fleksibilitas (flexibility) siswa perempuan dan siswa laki laki mampu mencapai aspek fleksibilitas dengan baik dengan memberikan pemecahan masalah yang bervariasi, dan pada aspek kebaruan (novelty) siswa perempuan dan laki laki dapat mencapai aspek kebaruan dengan baik yaitu memberikan jawaban yang berbeda beda.
PENGARUH MODEL FLIPPED LEARNING BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKRI KRITIS DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA Putu Mahendra Adi; Sariyasa Sariyasa; I Made Ardana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.648 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Flipped Learning berbantuan geogebra terhadap  kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang menggunakan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 380 siswa dan terbagi menjadi sebelas kelas. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah sebanyak 66 siswa yang terbagi menjadi dua kelas (kelas eksperimen dan kontrol). Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket motivasi belajar dan tes kemampuan berpikir kritis matematika. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji MANOVA dengan nilai F = 3861.636 dan sig. = 0,000 ( ρ < 0,05) Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif model Flipped Learning berbantuan geogebra terhadap kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar matematika siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SAAT PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Ngaenun Nangim; Kana Hidayati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.389 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3593

Abstract

The ability of mathematical representation becomes a student bridge to connect abstract ideas with logical thinking in order to understand mathematical problems. This qualitative descriptive study aims to analyze the mathematical representation abilities of class XI.IPA students of SMA Ali Maksum Yogyakarta in the online learning during the Covid-19 pandemic. The instrument used was a mathematical representation ability test and written interview guidelines via google form. The data analysis technique used is interactive analysis with the stages of data reduction, data presentation, and making overall conclusions. Analysis of test result data is used to determine the level of mathematical representation ability of students, while the results of interviews are to strengthen test results and determine student learning constraints. The results of this study indicate that the level of students' mathematical representation skills in verbal forms is included in the high category, while visual and symbolic forms are included in the medium category. Constraints that arise when learning online, such as limited learning time, signal stability, difficulty understanding the material, and lack of freedom to ask questions have an effect on the test results obtained.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis: Dampak Model Open Ended dan Adversity Quotient (AQ) Komarudin Komarudin; Yulia Monica; Achi Rinaldi; Novia Dwi Rahmawati; Mutia Mutia
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.411 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Open Ended terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, ditinjau dari Adversity Quotient (AQ). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen, dan siswa kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimental Design dengan teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes dan angket. Tes berupa soal uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif matematis, dan angket untuk mengukur skor AQ. Angket yang digunakan adalah Adversity Response Profile (ARP). Uji hipotesis menggunakan uji anava dua jalan (Two Way Analysis Of Variance) dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, tidak terdapat pengaruh tipe AQ terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, dan tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan AQ terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATRIKS BERBANTUAN APLIKASI GEOGEBRA Orin Asdarina; Husnul Khatimah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.091 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3515

Abstract

Kesulitan siswa dalam mempelajari materi matriks yaitu kesulitan dalam menentukan invers dan determinan matriks ordo 3x3. Kesulitan tersebut dikarenakan siswa belajar hanya  fokus pada buku paket yang disediakan dari sekolah dan tidak tersedianya modul pembelajaran yang menarik dan memudahkan siswa dalam mempelajari materi matriks. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran matriks berbantuan aplikasi Geogebra yang valid, praktis, dan efektif di SMA Negeri Unggul Harapan Persada. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengacu pada model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri Unggul Harapan Persada tahun ajaran 2020/2021. Hasil validasi oleh team expert maka modul pembelajaran matriks berbantuan aplikasi GeoGebra masuk dalam kategori valid dengan skor rata-rata 4.5 (Sangat Baik). Berdasarkan  hasil ujicoba lapangan, respon yang diberikan siswa diperoleh persentase rata-rata 82,6% dengan klasifikasi sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran matriks berbantuan GeoGebra membantu dan memudahkan siswa dalam memahami materi matriks. Kemudian hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran yang diberikan oleh observer diperoleh persentase rata-rata 83,33% dengan kategori praktis. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan praktis digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan tes hasil belajar siswa, siswa yang tuntas sebanyak 85,7% yang artinya hasil dari penerapan modul pembelajaran matriks berbantuan aplikasi Geogebra efektif untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas.
E-MODUL MATEMATIKA BERBASIS SANTUN BERBAHASA BAGI SISWA SLOW LEARNER Savitri Wanabuliandari; Ristiyani Ristiyani; Nuning Kurniasih
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.941 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3574

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis kelayakan e-modul matematika berbasis santun berbahasa dari ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan menggunakan desain dari Borg dan Gall. Saat ini penelitian berada pada tahap validasi ahli. Modul divalidasi oleh tiga validator yaitu ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media pembelajaran. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen penilaian produk oleh para ahli. Instrumen yang dipakai menggunakan lembar penilaian produk yang berisi lembar penilaian dan saran para ahli. Penilaian dari ahli materi terdiri dari tiga aspek yaitu aspek kelayakan Isi, aspek kelayakan penyajian dan aspek penilaian kontekstual. Penilaian dari ahli bahasa terdiri dari dua aspek yaitu aspek kelayakan kebahasaan, dan  aspek santun berbahasa. Penilaian dari ahli media pembelajaran terdiri dari tiga aspek yaitu aspek kelayakan kegrafisan Modul, aspek perangkat lunak, dan aspek komunikasi visual. Hasil validasi yang didapatkan adalah ahli materi pada kategori sangat layak, ahli bahasa pada kategori sangat layak, dan ahli media pembelajaran pada kategori layak. Jadi E-modul Matematika Berbasis Santun Berbahasa layak untuk digunakan ke tahap berikutnya.Kata kunci: e-modul matematika, santun berbahasa, slow learner, validasi ahli AbstractThe objectives of this research are (1) to analyze the e-module mathematics based on the language skills of the material experts, linguists, and media experts learning. This type of research used in this research is development research. The development model uses designs from Borg and Gall. Currently the research is at the expert validation stage. The module was validated by three validators, namely material experts, linguists, and learning media experts. Data collection techniques using product assessment instruments by experts. The instrument used is a product assessment sheet which contains an assessment sheet and expert advice. The material expert's assessment consists of three aspects, namely content feasibility aspects, presentation feasibility aspects and contextual assessment aspects. The assessment of the linguist consists of two aspects, namely the aspect of linguistic feasibility, and the polite aspect of language. The assessment of learning media experts consists of three aspects, namely aspects of the feasibility of the module's graphics, software aspects, and aspects of visual communication. The validation results obtained are material experts in the very feasible category, language experts in the very feasible category, and learning media experts in the appropriate category. So the E-module of Mathematics Based on Polite Language is worthy to be used to the next stage. Keywords: expert validation, math e-module; polite language, slow learner
PENGEMBANGAN MODUL GEOMETRI ANALITIK BIDANG DAN RUANG MATERI KONIKOIDA BERDASARKAN TEORI VAN HIELE Sulhijrah Mustabil; Nursalam Nursalam; A. Sriyanti; Suharti Suharti; Fitriani Nur
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.88 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3438

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan maksud mengembangkan modul geometri analitik bidang dan ruang materi konikoida berdasarkan Teori Van Hiele yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri atas empat fase, yaitu: fase investigasi awal, fase desain, fase realisasi, dan fase tes, evaluasi, dan revisi. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respon mahasiswa, angket respon dosen, lembar observasi aktivitas mahasiswa, lembar observasi kemampuan dosen mengelola pembelajaran, dan tes pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan modul yang dihasilkan valid, praktis dan efektif, dengan rata-rata kevalidan untuk bahan ajar dan semua instrumen penelitian adalah 4,5. Praktis, dengan rata-rata lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran 1,56, rata-rata persentase angket respon mahasiswa 82,68 dengan kategori positif dan rata-rata persentase angket respon dosen adalah 86,94. Efektif, rata-rata persentase aktivitas mahasiswa adalah 80,125, rata-rata persentase kemampuan dosen mengelola pembelajaran adalah 4,00, dan persentase ketuntasan belajar mahasiswa adalah 75%. AbstractThis research form development that refers to development geometrical module analytics field and matter conicoid materials based on Van Hiele Theories which is valid, practical and effective. This research used development of Plomp models that consists of four phases : Investigation phase, design phase, realization phase, and test phase, evaluation and revision. Instrument that used are paper of validation, paper of observation characteristic of learning, questionnaire response of students, questionnaire response of lecture, observation papers activity of students, observation papers the ability of lecture to manage the subject and comprehension test of the concept, result of research show module that valid. Practically and effective. Dengan rata-rata  the validation to substance of teaching and all the instrument of research is 4,5 practically. With range observation of papers the characteristic of learning 1,56, range of questionnaire presentation of students response 82,68 for the positive of category and range questionnaire presentation of lecture response is 86,94. Effective, range presentation activity of students is 80,125, range the ability the presentation of lecture to manage the subject is 4,00, and completeness presentation student learning is 75%.   
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ALJABAR LINEAR BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Ira Vahlia; Dwi Rahmawati; Mustika Mustika; Tina Yunarti; Nurhanurawati Nurhanurawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.306 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3671

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan ajar aljabar linear yang perlu dikembangkan bagi mahasiswa pendidikan matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika yang menempuh matakuliah aljabar linear tahun ajaran 2020/2019 di Universitas Muhammadiyah Metro. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan lembar angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar pada perkuliahan aljabar linear masih menggunakan satu buah bahan ajar lama, mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang mudah dipahami dan dapat digunakan secara mandiri, mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang  menuntun mahasiswa menemukan pengetahuan melalui pertanyaan-pertanyaan maupun langkah-langkah, serta mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang mendukung dalam pembelajaran daring. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa perlu dikembangkan bahan ajar Aljabar linear sesuai karakteristik mahasiswa dan perkembangan teknologi yang ada. Bahan ajar berupa e-modul berbasis Socrates merupakan salah satu alternatif bahan ajar aljabar linear yang diperlukan dalam memmfasititasi pembelajaran daring. Selain itu, dengan modul berbasis Socrates yang berisi pertanyaan yang dapat menuntun mahasiswa dalam menemukan pengetahuan secara mandiri.
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS MATERI PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Rohana Rohana; Eka Fitri Puspa Sari; Siti Nurfeti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.712 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3365

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori kemampuan representasi matematis peserta didik. Metode yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IX.2 SMP Negeri 16 Palembang Tahun Ajaran 2019/2020 sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara dan dokumentasi. Instrumen tes berupa 4 soal uraian materi sistem persamaan linear dua variabel. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada representasi visual memiliki persentase rata-rata sebesar 43,33 dengan sebagian besar peserta didik belum mampu menentukan titik potong dan menggambarkan titik potong pada koordinat kartesius. Indikator representasi ekpresi matematis sebesar 80,37 menunjukkan bahwa peserta didik mampu menyelesaikan permasalahan menggunakan representasi ekpresi matematis tetapi sebagian besar peserta didik keliru dalam menentukan solusi terakhir. Indikator representasi kata-kata atau teks tertulis sebesar 28,89 dengan sebagian besar peserta didik belum mampu menyatakan strategi penyelesaian menggunakan kata-kata atau teks tertulis. Secara keseluruhan didapat persentase rata-rata kemampuan representasi peserta didik sebesar 62,66 dengan kategori sedang.Kata kunci: Analisis deskriptif; kemampuan representasi matematis; sistem persamaan linear dua variabel. AbstractThe purpose of this study were to determine the category of mathematical representation ability of students. The method used is descriptive analysis method. The subjects of this study were 30 students of class IX.2 SMP Negeri 16 Palembang on 2019/2020 academic year. Data collection techniques used are tests, interviews and documentation. The test instrument consists of 4 questions about the material description of a two-variable linear equation system. The data analysis technique in this study used descriptive statistics. The results showed that the visual representation had an average percentage of 43.33 with most of the students not being able to determine the intersection point and describe the intersection point at the Cartesian coordinates. The mathematical expression representation indicator of 80.37 shows that students are able to solve problems using mathematical expression representations but most of the students are wrong in determining the final solution. The indicator for the representation of words or written text is 28.89 with most of the students not being able to state the settlement strategy using written words or text. Relativity, student’s representation ability was 62.66 in the moderate category.Keywords: Descriptive analysis; mathematical representation ability; two variable linear equation system. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori kemampuan representasi matematis peserta didik. Metode yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IX.2 SMP Negeri 16 Palembang Tahun Ajaran 2019/2020 sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara dan dokumentasi. Instrumen tes berupa 4 soal uraian materi sistem persamaan linear dua variabel. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada representasi visual memiliki persentase rata-rata sebesar 43,33 dengan sebagian besar peserta didik belum mampu menentukan titik potong dan menggambarkan titik potong pada koordinat kartesius. Indikator representasi ekpresi matematis sebesar 80,37 menunjukkan bahwa peserta didik mampu menyelesaikan permasalahan menggunakan representasi ekpresi matematis tetapi sebagian besar peserta didik keliru dalam menentukan solusi terakhir. Indikator representasi kata-kata atau teks tertulis sebesar 28,89 dengan sebagian besar peserta didik belum mampu menyatakan strategi penyelesaian menggunakan kata-kata atau teks tertulis. Secara keseluruhan didapat persentase rata-rata kemampuan representasi peserta didik sebesar 62,66 dengan kategori sedang. Kata kunci:   Analisis deskriptif; kemampuan representasi matematis; sistem persamaan linear dua variabel. AbstractThe purpose of this study were to determine the category of mathematical representation ability of students. The method used is descriptive analysis method. The subjects of this study were 30 students of class IX.2 SMP Negeri 16 Palembang on 2019/2020 academic year. Data collection techniques used are tests, interviews and documentation. The test instrument consists of 4 questions about the material description of a two-variable linear equation system. The data analysis technique in this study used descriptive statistics. The results showed that the visual representation had an average percentage of 43.33 with most of the students not being able to determine the intersection point and describe the intersection point at the Cartesian coordinates. The mathematical expression representation indicator of 80.37 shows that students are able to solve problems using mathematical expression representations but most of the students are wrong in determining the final solution. The indicator for the representation of words or written text is 28.89 with most of the students not being able to state the settlement strategy using written words or text. Relativity, student’s representation ability was 62.66 in the moderate category. Keywords: Descriptive analysis; mathematical representation ability; two variable linear equation system.