cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 73 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2022)" : 73 Documents clear
DESAIN PEMBELAJARAN LIMAS BERKONTEKS ATAP MASJID AGUNG JAWA TENGAH BERBANTUAN VIDEO El Vania Fitriyana; Farida Nursyahidah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3599.229 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4272

Abstract

Materi bangun ruang sisi datar merupakan salah satu materi yang masih dirasa sulit dalam pembelajaran geometri. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep luas permukaan dan volume bangun-bangun tersebut, termasuk limas. Oleh karena itu, perlu dirancang aktivitas pembelajaran siswa yang menekankan pada pemahaman konsep dengan menggunakan pendekatan dan media yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang lintasan pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami konsep luas permukaan dan volume limas dengan memanfaatkan konteks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di kelas VIII. Penelitian ini menggunakan metode design research yang terdiri dari tiga tahap yaitu desain pendahuluan, desain eksperimen, dan analisis retrospektif. Penelitian ini terutama membahas hasil pilot experiment pada tahap percobaan desain. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Islam Moga sebanyak 6 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui rekaman video pembelajaran, observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Jalur pembelajaran ini terdiri dari 4 kegiatan yaitu: mengamati video interaktif Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk menemukan sifat-sifat limas, menemukan konsep luas permukaan limas dengan jaring-jaring kardus, menemukan ide volume limas dengan bantuan kubus berongga, dan pemecahan masalah kontekstual yang berkaitan dengan limas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lintasan belajar yang diperoleh dapat membantu siswa memahami luas permukaan dan volume limas dengan lebih mudah dan bermakna.
MATHEMATICS LEARNING DIFFICULTIES OF SLOW LEARNER STUDENTS IN TERMS OF REFLEKTIF ABSTRACTION MEASUREMENT Risnina Wafiqoh; Said Akhmad Maulana; Surya Amami Pramuditya
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.38 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4770

Abstract

Slow learner students cannot be seen physically, because there is no difference between slow learner students and normal students. Slow learner students must get special attention, especially if the student is a prospective teacher. Slow learner students have difficulties in the process, but the learning difficulties are not in accordance with the facts. This article aims to determine the learning difficulties of slow learners in terms of students' reflective abstractions. The research was conducted using qualitative methods with phenomenological methods. The study involved 8 slow learner students who were given a test to measure their reflective abstraction ability. Followed by interviews based on the results of the written test. The results of the research conducted were analyzed qualitatively. The results of tests and interviews, it is known that students' learning difficulties based on reflective abstraction measurements, are difficulties in remembering mathematical concepts, difficulties in mathematical reasoning, difficulties in providing mathematical explanations, difficulties based on mathematical problem solving strategies, time management difficulties, mathematical technical difficulties, and difficulties in understanding mathematical problems.Siswa slow learner tidak dapat dilihat secara fisik, karena tidak ada perbedaan siswa slow learner degan siswa yang normal. Siswa slow learner tentunya harus mendapatkan perhatian yang khusus, terutama jika siswa tersebut merupakan calon guru. Siswa slow learner memiliki keuslitan-kesulitan dalam proses pembelajaran matematis, namun kesulitan tersebut belum teridentifikasi sesuai dengan fakta di lapangan. Artikel bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa slow learner ditinjau dari abstraksi reflektif siswa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan metode fenomenology. Penelitian melibatkan 8 orang siswa slow learner yang diberikan tes untuk mengukur kemampuan abstraksi reflektif mereka. Dilanjutkan dengan wawancara berdasarkan hasil tes tertulis tersebut. Hasil penelitian dilakukan analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil tes dan wawancara, diketahui kesulitan belajar siswa ditinjau dari pengukuran abstraksi reflektif, adalah kesulitan mengingat konsep matematis, kesulitan bernalar matematis, kesulitan memberikan penjelasan matematis, kesulitan mengatur strategi penyelesaian masalah matematis, kesulitan manajemen waktu, kesulitan teknis matematis, dan kesulitan memahami masalah matematis.
KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KONTEKS SOSIAL BUDAYA PADA TOPIK GEOMETRI JENJANG SMP Maskanur Rezky; Erry Hidayanto; I Nengah Parta
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1323.737 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4879

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa SMP kelas IX pada topik geometri dengan soal berkonteks sosial budaya berdasarkan kemampuan matematis siswa. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Subjek yang dipilih sebanyak enam orang dari 37 siswa dengan masing-masing dua siswa yang memiliki kemampuan matematis rendah, sedang dan tinggi di kelas IX. 1 SMP Negeri 138 Jakarta tahun ajaran 2021-2022. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ialah soal geometri yang dikaitkan dengan konteks sosial budaya dari beberapa daerah di Indonesia dan pedoman wawancara terhadap subjek penelitian. Teknik analisa yang digunakan ialah dengan memeriksa hasil pekerjaan siswa berdasarkan indikator yang ditetapkan didukung oleh hasil wawancara subjek penelitian dan selanutnya dibuat narasi deskriptif untuk menggambarkan kemampuan subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek dengan kemampuan rendah masih belum bisa memahami makna masalah yang disajikan berakibat belum memenuhi capaian indiaktor dalam kemampuan literasi numerasi sedangkan subjek dengan kemampuan sedang masih terdapat beberapa indikator kemampuan literasi numerasi yang tidak dipenuhi seperti kemampuan representasi dan penggunaan simbol dan bahasa dan subjek dengan kemampuan tinggi mampu mengimplementasikan pemahaman matematisnya untuk menyelesaikan soal sehingga telah memenuhi capaian indikator kemampuan literasi numerasi.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN MATEMATIKA BERBASIS HOTS PADA CALON GURU SEKOLAH DASAR Novia Dwi Rahmawati; Komarudin Komarudin; Suherman Suherman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3202.021 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian matematika berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) yang valid, reliabel, dan memiliki daya beda dan tingkat kesukaran yang baik. Pengembangan soal mengacu pada model Borg dan Gall. Pengambilan data dilakukan dengan teknik angket dan tes. Instrumen penelitian terdiri dari angket kebutuhan dan tes soal matematika berbasis HOTS. Penelitian ini melibatkan 15 calon guru SD. Hasil analisis data menunjukkan bahwa instrumen penilaian matematika berbasis HOTS memperoleh skor validitas sebesar (kriteria valid), skor reliabelitas sebesar  (kriteri valid), skor uji daya beda sebesar  (kriteria DB yang baik), dan skor uji tingkat kesukaran sebesar  (kriteria tingkat kesukaran sedang). Sehingga telah memenuhi semua kriteria uji instrument tes baik, yaitu valid, reliabel, daya beda yang baik dan tingkat kesukaran sedang. Implikasi hasil penelitian terhadap pembelajaran matematika calon guru sekolah dasar yaitu menjadi salah satu reverensi pedoman dalam mengembangkan instrument penilaian matematika dan dalam mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi caloh guru sekolah dasar.This study aims to develop a mathematical assessment instrument based on higher order thinking skills (HOTS) that is valid, reliable, and has good distinguishing power and difficulty level. The development of questions refers to the Borg and Gall models. Data collection was done by using questionnaires and tests. The research instrument consisted of a needs questionnaire and a HOTS-based math test. This study involved 15 prospective elementary school teachers. The results of data analysis showed that the HOTS-based mathematical assessment instrument obtained a validity score of  (valid criterion), reliability score of  (valid criterion), difference power test score of  (good discrimination criteria), and the difficulty level test score is  (medium difficulty criteria). So that it has met all the criteria for a good test instrument test, namely valid, reliable, good discriminating power and moderate level of difficulty. The implications of the research results on the mathematics learning of elementary school teacher candidates is to become one of the reference guidelines in developing mathematics assessment instruments and in developing high-level thinking skills for elementary school teachers.
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK KONSEP DASAR BILANGAN BERBASIS FLIPPED CLASSROOM BAGI MAHASISWA PGSD Ety Septiati; Misdalina Misdalina; Rohana Rohana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.134 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4976

Abstract

Konsep Dasar Bilangan adalah salah satu topik pada  mata kuliah Konsep Dasar Matematika SD yang harus ditempuh oleh mahasiswa PGSD. Materi yang padat namun waktu belajar mengajar di kelas yang terbatas mengakibatkan  tidak  semua materi bisa dikaji secara maksimal. Solusinya adalah model pembelajaran flipped classroom . Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan waktu belajar secara mandiri di luar jam perkuliahan dengan menggunakan e-modul. Tujuan penelitian adalah menghasilkan e-modul konsep dasar bilangan berorientasi Flipped Classroom untuk mahasiswa PGSD yang valid, praktis dan efektif. Penelitian menggunakan metode pengembangan dengan desain ADDIE, dimana tahapan evaluasi yaitu uji validasi oleh pakar, uji praktis melalui small group, dan uji efektif melalui field test. Subjek penelitian adalah mahasiswa PGSD semester 1 Tahun akademik 2021/2022 berjumlah 32 orang. Data dikumpulkan melalui tes, angket dan dokumentasi serta dianalisis secara kuantitatif.  Hasil pengembangan e-modul konsep dasar bilangan berorientasi Flipped Classroom untuk mahasiswa PGSD valid, praktis dan efektif. Temuan dalam penelitian ini adalah perkuliahan menjadi lebih efektif dan bermakna sehingga menjadi tantangan bagi peneliti untuk mengembangkan e-modul selanjutnya.  One of the topics in the Elementary Mathematics Basic Concepts course that PGSD students are required to learn is the Basic Concept of Numbers. Although the content is thick, there isn't enough time for teaching and learning in the classroom for all of it to be properly examined. Applying the flipped classroom learning model is one option. Students are expected to be able to utilize e-modules during their free time for independent study outside of class. The goal of this study is to create a reliable, usable, and efficient e-module on the fundamentals of Flipped Classroom-oriented numbers for PGSD students. This study employed the development research methodology. The steps of evaluation in ADDIE's research design with evaluation stages of validation tests by experts, practical tests through small groups, and effective tests through field tests. The research subjects were PGSD students in semester 1 of the 2021/2022 academic year totaling 32 people. Data were collected through tests, questionnaires and documentation and were analyzed quantitatively. The results of the development of the Flipped Classroom-oriented number basic concept e-module for PGSD students are valid, practical and effective. The findings in this study are lectures become more effective and meaningful and challenges for researchers to develop further e-module.
DEVELOPING VIDEO OF SET MATERIALS USING BANDICAM AS LEARNING MEDIA AMID PANDEMIC Siti Khoiriyah; Nihayati Nihayati; Rahmatika Kayyis
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.338 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4943

Abstract

Students have difficulty in understanding Mathematical concepts because the instructional media are difficult to understand. It is necessary to have instructional media that is attractive, comprehensive and supports online learning. Bandicam software offers a chance for teachers to create an interesting instructional video that supports online learning.  Based on the aim, Research and Development (R&D) with a 4-D development is used. The sample was the seventh grade of SMP Muhammadiyah Ambarawa that learned about Set Material.  The results showed that instructional video using Bandicam software was identified as feasible as an online instructional media. The results of the expert's assessment found that the average score from the set material expert was 82.33%, and from the media, the expert was 85.09%. The results of the trial stated that the students’ average using the instructional video was 82.61%. Based on the expert and student's assessment, it can be concluded that instructional video using Bandicam software is suitable as an online instructional media.  
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBANTUAAN GEOGEBRA UNTUK MENDUKUNG KETERAMPILAN COLLABORATION, PROBLEM SOLVING, DAN COMMUNICATION Dwi Susanti; Jailani Jailani; Latif Irfan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.928 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan Geogebra dalam meningkatkan kompetensi siswa sebelum dan sesudah diperlakukan pembelajaran, (2) menganalisis pengaruh pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan Geogebra dalam mendukung keterampilan collaboration, problem solving, dan communication. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, alat dan analisis statistik yang sesuai, sehingga temuan yang diperoleh tidak berbeda dengan keadaan yang sebenarnya. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA YPPI Belitang. Sampel penelitian dipilih dengan metode purposive sampling, yaitu kelas X IPA. Instumen penelitian yang digunakan yaitu tes pengetahuan Kompetensi Dasar siswa, tes keterampilan problem solving dan communication, dan angket keterampilan collaboration. Pengujian hipotesis penelitian yaitu menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran matematika berbantuan Geogebra dengan model kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari Sistem Pertidaksamaan Dua Variabel. (2) Pembelajaran matematika berbantuan Geogebra dengan model kooperatif tipe group investigation dapat mendukung kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah siswa. Selain itu, model kooperatif yang didukung Geogebra dapat digunakan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa abad ke-21. Pembelajaran matematika harus diatur untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi, pemecahan masalah, dan komunikasi siswa. Keterampilan tersebut sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menghadapi masalah yang lebih kompleks. This study aims to: (1) analyze the effect of Geogebra-assisted group investigation cooperative learning in improving student competence before and after learning treatment, (2) analyze the effect of Geogebra-assisted group investigation cooperative learning in supporting collaboration, problem solving, and communication skills. This study uses a quantitative approach, appropriate statistical tools and analysis, so that the findings obtained do not differ from the actual situation. The population of this study were all students of class X SMA YPPI Belitang. The research sample was selected by purposive sampling method, namely class X IPA. The research instruments used were students' Basic Competency knowledge tests, problem solving and communication skills tests, and collaboration skills questionnaires. Testing the research hypothesis is using the Paired Sample T-Test. The results of the study show that: (1) Geogebra-assisted mathematics learning with a cooperative model of group investigation type can improve students' abilities in studying the Two Variable Inequality System. (2) Geogebra-assisted mathematics learning with a group investigation type cooperative model can support students' communication, collaboration, and problem solving skills. In addition, the cooperative model supported by Geogebra can be used by teachers in improving the abilities and skills of 21st century students. Mathematics learning should be organized to improve students' collaboration, problem solving, and communication skills. These skills greatly affect students' ability to deal with more complex problems.
PENGEMBANGAN EMOMETRI (E-MODUL TRIGONOMETRI) DENGAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS STEAM Arum Dwi Jayanti; Tri Nova Hasti Yunianta
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.725 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4881

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran trigonometri. Media pembelajaran yang dikembangkan ialah Emometri ankronim dari E-modul Trigonometri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yaitu R & D dengan model ADDIE dengan 5 tahap yakni 1) analisis, 2) desain, 3) pengembangan, 4) implementasi, dan 5) evaluasi. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini adalah media e-modul dengan model Project Based Learning berbasis pendekatan STEAM pada peserta didik kelas X. Berdasarkan uji pakar media dan uji pakar materi, media dinyatakan valid dengan rata-rata 89,32% yang berkategori sangat baik. Media pembelajaran dinyatakan praktis berdasarkan uji kepraktisan oleh validator dengan rata-rata 90% yang berkategori sangat baik. Emometri dinyatakan efektif berdasarkan hasil Uji Wilcoxon Pretest dan Posttest peserta didik. Emometri terbukti valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran pada materi trigonometri.The purpose of this research and development is to develop a valid, practical, and effective trigonometry learning media. The learning media developed is the acronym Emometri of the E-module Trigonometry. This study uses a research method that is R & D with the ADDIE model with 5 stages namely 1) analysis, 2) design, 3) development, 4) implementation, and 5) evaluation. The results of this research and development are e-module media with a Project Based Learning based on the STEAM approach to class X students. The subjects of this research are 25 students of class XI BDP 1 SMK Diponegoro Salatiga. The instruments used are validity sheets, practicality sheets, effectiveness sheets obtained from the results of the pretest and posttest with the Wilcoxon test, and student response sheets. Based on the media expert test and the material expert test, the media was declared valid with an average of 89.32% which was categorized as very good. The learning media is declared practical based on the practicality test by the validator with an average of 90% which is categorized as very good. Emometry was declared effective based on the results of the Wilcoxon Pretest and Posttest of students. Emometry is proven to be valid, practical, and effective for use in learning trigonometry material.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KOLABORATIF SISWA MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN ETHNO-STEAM PROJECT KONTEKS PESAPEAN Nur Qomaria; Ana Yuniasti Retno Wulandari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1668.225 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4586

Abstract

Penggunaan permainan tradisional Madura pesapean sebagai proyek berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dalam pembelajaran matematika belum pernah diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan kolaboratif siswa yang dikembangkan melalui pendekatan pembelajaran ethno-STEAM project. Penelitian pre-eksperimental dengan desain one shot case study ini melibatkan subjek penelitian yang  terdiri dari 26 siswa Kelas VII. Data keterampilan kolaboratif siswa diperoleh melalui angket self-report siswa dan diperkuat dengan lembar observasi aktivitas kolaboratif. Analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa total skor dan persentase rata-rata setiap aspek. Hasil pelaksanaan pembelajaran  dengan pendekatan ethno-STEAM Project dengan konteks pesapean terdapat 53,8% siswa memiliki keterampilan kolaboratif pada kategori tinggi, 38,5% termasuk pada kategori sedang, dan 7,7% termasuk pada kategori rendah. Aspek keterampilan kolaboratif dengan kategori tinggi meliputi kontribusi, motivasi, manajemen waktu, pemecahan masalah, dinamika kelompok, interaksi dengan anggota kelompok, sedangkan aspek  yang perlu dikembangkan lagi meliputi kualitas kerja, dukungan pada kelompok, kesiapan, peran, dan refleksi. Penerapan pendekatan ethno-STEAM melalui proyek pesapean dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengembangkan keterampilan kolaboratif siswa. The use of the traditional game Madura pesapean as a STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) project  in mathematics learning has never been implemented. This study aims to describe students' collaborative skills developed through the ethno-STEAM project based learning. This pre-experimental research with one shot case study design involves 26 subjects of Class VII students. Data on students' collaborative skills were obtained through student self-reports questionnaires  and collaborative activity observation sheets. Data were analyzed by descriptive statistics in the form of total score and average percentage of each aspect. The results of the implementation of learning with the ethno-STEAM Project approach with the context of pesapean  were 53.8% of students have collaborative skills in the high category, 38.5% were in the medium category, and 7.7% were in the low category. Aspects of collaborative skills with high categories include contribution, motivation, time management, problem solving, team dynamics, interaction with group members, while aspects that need to be further developed include work quality, team support, preparedness, roles, and reflection. The implementation of the ethno-STEAM approach through the pesapean project can be an alternative to develop students' collaborative skills.   
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI BANGUN DATAR DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Rachmat Wasqita; Rustanto Rahardi; Makbul Muksar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.239 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.5029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi bangun datar ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Subjek penelitian sebanyak 8 dengan masing-masing dua siswa dari visual, auditori, kinestetik dan visual-auditori. Data penelitian diambil dari kuesioner gaya belajar, lembar tes siswa, dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data kuesioner dilakukan untuk menentukan kecendrungan gaya belajar siswa, sedangkan lembar tes untuk mengetahui kemampuan berpikir krtitis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada masing-masing gaya belajar memiliki tingkatan yang berbeda. Siswa dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori cukup kritis, siswa dengan gaya belajar auditorial memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori kurang kritis, siswa dengan gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori cukup kritis, sedangkan siswa dengan gaya belajar visual-auditori memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori kritis. Dari 3 gaya belajar tersebut didapatkan bahwa gaya belajar visual memiliki kemampuan berpikir kritis lebih baik dari auditori dan kinestetik. This study aims to describe students' critical thinking ability on two-dimentional figure material in terms of learning styles. This type of research is descriptive qualitative. The research subjects were students of class VIII SMPN 1 Jereweh, West Sumbawa Regency. The research subjects were 8 with two students each from visual, auditory, kinesthetic and visual-auditory. The research data were taken from learning style questionnaires, student test sheets, and interviews. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Questionnaire data was conducted to determine the tendency of students' learning styles, while the test sheet was to determine students' critical thinking ability. The results showed that students' critical thinking ability in each learning style had different levels. Students with visual learning styles have critical thinking ability in the moderately critical category, students with auditory learning styles have critical thinking ability in the less critical category, students with kinesthetic learning styles have critical thinking ability in the moderately critical category, while students with visual-auditory learning styles have the ability to think critically in the critical category. From the 3 learning styles, it was found that the visual learning style has better critical thinking ability than auditory and kinesthetic.