cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA SMP DALAM MENGERJAKAN SOAL PISA UNCERTAINTY AND DATA CONTENT Sumarni Sumarni; Nuranita Adiastuty; Mohamad Riyadi; Dania Khaerun Nisa; Alfin Mohamad Restu; Imeldrif Tri Lestari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.116 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6426

Abstract

 Asesmen PISA menjadi perhatian khusus bagi siswa Indonesia. Kemampuan literasi matematis (KLM)  merupakan kemampuan yang penting dalam proses penyelesaian soal PISA. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan KLM siswa dalam mengerjakan soal PISA uncertainty and data content. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data berasal dari hasil jawaban tes KLM siswa dan wawancara. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi, pemberian tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa tes KLM soal PISA konten uncertainty and data sebanyak 6 soal yang terdiri level 1 sampai level 6 dan lembar wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal KLM yang terdiri atas kemampuan komunikasi, representasi, matematisasi, menyusun strategi pemecahan masalah, kemampuan penalaran dan argumentasi.The PISA assessment is of particular concern to Indonesian students. Mathematical literacy ability (MLA) is an important ability in the process of solving PISA questions. This study aims to describe students' MLA in solving PISA questions with uncertainty and data content. This research uses descriptive research with a qualitative approach. The data were obtained from the results of the students' MLA test answers and interviews. Data collect methods used in this study are documentation, giving tests and interviews. The instrument used was the MLA test, PISA questions with uncertainty and data content, consisting of 6 questions consisting of levels 1 to level 6 and interview sheets. Based on the results of data analysis, the results obtained were that students had difficulty solving MLA questions which consisted of communication skills, representation, mathematization, developing problem solving strategies, reasoning and argumentation skills.
KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIS TERBUKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Fanisa Dina Amalia Dewi Umbara; Tatang Herman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.712 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6807

Abstract

Salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang berperan penting dalam pemecahan masalah adalah berpikir reflektif. Berpikir reflektif membantu siswa berpikir mengenai apa yang dilakukan dan mengapa melakukannya. Faktanya, kemampuan ini masih berada pada kategori rendah. Setiap siswa mempunyai gaya belajar berbeda yang berkaitan dengan cara seseorang dalam mengasimilasi dan mengolah informasi yang diterima, sehingga mengakibatkan terjadinya perbedaan dalam cara berpikir. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan secara komprehensif kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan masalah matematis terbuka ditinjau dari gaya belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini yaitu tiga siswa kelas X pada salah satu SMA di Provinsi Banten yang terdiri dari satu siswa dengan gaya visual, satu siswa dengan gaya auditorial, dan satu siswa dengan gaya kinestetik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hanya siswa auditorial yang mampu menyelesaikan masalah setelah mengidentifikasi data relevan dan tidak relevan, ketiga siswa mampu menyelesaikan masalah setelah menginterpretasikan kasus berdasarkan konsep matematis yang terlibat, dan ketiga siswa belum mampu memeriksa kebenaran dari rangkaian pernyataan matematis.Kata kunci: Gaya Belajar; Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis; Masalah Matematis Terbuka.One of the higher order thinking skills which has an essential role in the problem-solving process is reflective thinking. Reflective thinking helps students to think about what they are doing and why they are doing it. In fact, this ability is still in the low category. As a matter of fact, every student has their learning style associated with the way they assimilate and process information received, resulting in the difference in their way of thinking. This research aims to comprehensively describe students’ mathematical reflective thinking ability in solving open-ended mathematical problems viewed from their learning style. The method used in this research is qualitative with a phenomenological approach. The subjects were three students in grade X at one of the senior high schools in Banten Province, consisting of one student with visual style, one with auditory style, and one with kinesthetic style. The results of this research show that only auditory student is able to solve problems after identifying relevant and irrelevant data, all three students are able to solve problems after interpreting cases based on the mathematical concepts, and all three students have not been able to check the correctness of a series of mathematical statements. Keywords: Learning Style; Mathematical Reflective Thinking Ability; Open-Ended Mathematical Problem.  
Menguatkan Resiliensi Matematis dan Literasi Numerasi Siswa Sekolah Dasar melalui Inovasi Pembelajaran Kontekstual dan Konstruktif Arbain Arbain; La Ode Sirad
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.585 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6548

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menguji keefektifan inovasi pembelajaran kontekstual dan konstruktif dalam menguatkan resiliensi matematis dan literasi numerasi siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Penelitian bertempat di SD Negeri 15 Mawasangka. Sampel peneltian adalah siswa kelas V dengan jumlah siswa 22 orang, yang terdiri atas 11 orang kelompok eksperimen dan 11 orang kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diterapkan inovasi pembelajaran konstekstual dan konstruktif, sedangkan kelompok kontrol diterapkan pembelajaran konvensional. Data yang diperoleh dari pretest dan posttest dianalisi secara deskripif menggunakan gain ternormalisasi (N-gain) dan secara inferensial menggunakan paired sample t test dan independent sample t test. Hasil uji N-gain menunjukkan adanya peningkatan resiliensi matematis dan literasi numerasi kategori sedang baik pada kelompok eksperimen maupun pada kelompok kontrol. Hasil uji t menunjukkan siswa pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan resiliensi matematis dan literasi numerasi lebih tinggi dan signifikan dibandingkan dengan siswa pada kelompok kontrol. Dengan pembelajaran kontekstual dan konstruktif, siswa mampu mengetahui keterkaitan materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata, mampu mengetahui betapa bermanfaatnya matematika bagi kehidupan sehari-hari, terlatih untuk berperilaku tangguh dan bertanggung jawab, dan terlatih menggunakan konsep matematika untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan,  sehingga timbul semangat, motivasi, dan ketangguhan siswa untuk belajar matematika yang akhirnya meningkatkan resiliensi matematis dan literasi numerasi siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SERUPA PISA SISWA DENGAN GAYA BELAJAR VISUAL BERDASARKAN LANGKAH KRULIK-RUDNICK Muhammad Wildan Fadilah; Sri Subanti; Budi Usodo
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.635 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.5372

Abstract

The purpose of this study was to describe the mathematical problem-solving ability of Pisa-like level 1 and level 2 students with a visual learning style based on the Krulik-Rudnick step. This research is a qualitative research conducted at Baki 2 Junior High School in the Odd Semester of the Academic Year 2021/2022. The research subjects were three grade VIII students with visual learning styles selected using purposive sampling technique. Data collection techniques using questionnaires, written test and interviews. Questionnaires are used to determine students’ learning styles, meanwhile the written test and interviews were used to determine students' problem-solving abilities. Method triangulation is used to measure the validity of the data between the written test and interviews. The data obtained is then analyzed with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that at level 1, students can fulfill the indicators at all stages of the Krulik-Rudnick step. While at level 2, students can only fulfill the indicators at the Read and Think and Explore and Plan stages.
Kesulitan Guru Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar Materi Matematika Di Sekolah Menegah Pertama (SMP) Jitu Halomoan Lumbantoruan; Melda Rumia Rosmery Simorangkir
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.674 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.7082

Abstract

Survei tahun 2021, hasil belajar siswa pelajaran Matematika rendah, dengan luaran 60, 47 dan tuntas hanya 50%. Fakta lain, hasil evaluasi semester genap 2021/2022, rata-rata hasil belajar 58, 22. Dari 35 ada 20 siswa rata-rata 16,5 dan 5 siswa rata-rata 49, artinya 25 dari 35 orang bermasalah. Rendahnya hasil belajar ini perlu segera diketahui letak hambatan dan kesulitan guru. Tujuan penelitian mengetahui kesulitan guru saat implementasi matematika kurikulum merdeka belajar. Keberhasilan tidak terlepas dari 1) guru mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, 2) kemampuan mengajar, 3) Cara Menilai. 4) Perubahan Perilaku. 5) Evaluasi. Metode penelitian dengan Mixed method. Subjek adalah guru. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, pengamatan, wawancara, dokumentasi dan instrumen. Teknik Analisis, 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi Data, 3) Data Display, 4) Data Verification. Hasil, rencana pelaksanaan pembelajaran tidak lengkap, indikator penilaian siswa kurang jelas. Guru Tidak menyusun materi. Rencana pelaksanaan pembelajaran dinilai 59, 86% sesuai dan 40, 14% tidak sesuai. Kemampuan guru mengajar 58, 63% setuju dan 41, 37% tidak setuju. Cara penilaian 55, 10% setuju dan 44, 90% tidak setuju dan evaluasi 62, 20%. Kesimpulan, rendahnya hasil belajar dikarenakan kurang lengkap rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), materi dan model tidak dirancang sesuai kemampuan dasar siswa.
METAKOGNISI MATEMATIS SISWA BERDASARKAN INTELLEGENCE QUOTIENT (IQ) ratna rustina; ipah muzdalipah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.873 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6671

Abstract

Metakognisi memiliki peran penting pada proses pembelajaran matematika terutama pada pemecahan masalah, siswa dapat menyadari kemampuan berpikirnya dan mengevaluasi dirinya sendiri terhadap hasil kemampuan berpikirnya. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengetahui metakognisi siswa dalam suatu pembelajaran matematika.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan metakognisi siswa berdasarkan Intellegence Quotient (IQ).  Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes Intellegence Quotient(IQ), tes kemampuan metakognisi, dan wawancara tidak terstruktur. Subjek dalam penelitian ini berdasarkan tes Intellegence Quotient (IQ yaitu tiga peserta didik dari setiap kategori tingkatan Intellegence Quotient (IQ) tinggi, sedang, dan rendah. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Kemampuan met.akognisi siswa dengan kategori tingkat Intellegence Quotient (IQ) tinggi memiliki kemampuan metakognisi yang baik pada tahap perencanaan, pemantauan, dan penilaian. serta memiliki kemampuan metakognisi pada tingkat Reflective Use. (2) Kemampuan metakognisi siswa dengan kategori tingkat Intellegence Quotient (IQ) sedang, memiliki kemampuan metakognisi yang baik pada tahap perencanaan dan pemantauan. Serta memiliki kemampuan metakognisi pada tingkat Strategic Use. (3) Kemampuan metakognisi siswa dengan kategori tingkat Intellegence Quotient (IQ) rendah, tidak memiliki kemampuan metakognisi yang baik pada tahap perencanaan, pemantauan, maupun penilaian, serta memiliki kemampuan metakognisi tingkat Tacit Use. Metacognition ability has an important role in the process of learning mathematics, especially in problem solving, students will be aware of the results of their thinking abilities and evaluate themselves against the results of their thinking abilities. Therefore, it is important for teachers to know students' metacognition abilities in a mathematics lesson. This study aims to analyze students' metacognitive abilities based on Intelligence Quotient (IQ). The type of research used is qualitative with descriptive research methods. Data collection techniques in this study used Intelligence Quotient (IQ) tests, metacognition ability tests, and unstructured interviews. The subjects in this study were based on the Intelligence Quotient (IQ) test, namely three students from each category of high, medium, and low Intelligence Quotient (IQ) levels. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and verification. The results showed that ( 1) The cognitive abilities of students in the high Intelligence Quotient (IQ) level category have good metacognitive abilities at the planning, monitoring, and assessment stages and have the metacognitive abilities at the Reflective Use level (2) The metacognitive abilities of students in the Intelligence Quotient level category (IQ) is moderate, has good metacognitive abilities at the planning and monitoring stages and has metacognitive abilities at the Strategic Use level (3) Metacognitive abilities of students in the low Intelligence Quotient (IQ) level category, do not have good metacognitive abilities at the planning stage , monitoring, and assessment, as well as having a capability female tacit use metacognition level
META-ANALISIS: PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA Neni Ferli Yanti; Ariyadi Wijaya
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.921 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6750

Abstract

AbstrakSampai saat ini, ada banyak penelitian tentang kemampaun berpikir kritis matematis siswa yang disajikan dalam bentuk literatur dengan menggunakan model Problem-Based Learning (PBL). Ada banyak laporan dalam literatur dengan hasil yang berbeda. Penelitian   ini bertujuan untuk   menganalisis   penelitian yang telah  ada dan di publikasi   sehingga mendapatkan sebuah rangkuman terkait keberhasilan penelitian model pembelajaran problem-based learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode meta-analisis. Proses pengumpulan data dilakukan dengan dengan memberikan kode terhadap 18 artikel jurnal untuk mencari besar pengaruh (effect size). Berdasarkan hasil analisis effect size diperoleh (1) model PBL secara keseluruhan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dengan nilai effect size untuk artikel jurnal jenjang SMP adalah sebesar 1,25 yang termasuk dalam kategori efek tinggi. (2) model pembelajaran secara keseluruhan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dengan nilai besar pengaruh effect size untuk artikel jurnal jenjang SMA adalah 1,2 yang termasuk dalam kategori efek tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran problem based learning memberikan pengaruh yang lebih besar dan perlu diterapkan untuk meningkatkan kemampuan bepikir kritis dalam pembelajaran matematika pada jenjang SMP dan SMA AbstractUntil now, there has been much research on student’s mathematical critical thinking skills presented in the form of literature using the Problem-Based Learning (PBL) model. There are many reports in the literature with different results. This research aimed to analyze previous research that have been published to get a summary relates to the success of research on problem-based learning models on mathematical critical thinking skills. This research used meta  analysis techniques. This research conducted by collecting the data in coding 18 journal articlesto seek thegreat influence (effect size). According to the coding of the data sheet, it obtained: (1)  the whole of the learning models are able to improve the ability to think critically mathematicallywith the great value influence of effect size for  junior high school’s journal articles was 1.25which  included in the high effect category. (2) the whole of learning models are able to improve the ability to think critically mathematically with the great value influence effect size for  article journal of High School level to show that learning model of problem-based learning give the bigger influence and need to apply to improve the ability to think critically in mathematics learning in Junior and Senior High School level.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMADI (KOMIK MATEMATIKA DIGITAL) BERBASIS ETNOMATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI DI SEKOLAH DASAR Fira Handayani; Gustimal Witri; Syahrilfuddin Syahrilfuddin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1240.9 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6504

Abstract

Penggunaan media pembelajaran matematika yang berbasis budaya dapat membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran karena berkaitan dengan budaya yang ada di lingkungan sekitar sehingga dapat meningkatkan minat siswa. Pembelajaran matematika yang memasukkan unsur budaya disebut Etnomatematika. Untuk itu, perlu dilakukan inovasi yaitu dengan mengembangkan media pembelajaran yang berbasis etnomatematika di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang valid dan praktis. Media yang dikembangkan yaitu komadi (Komik matematika digital) berbasis etnomatematika pada materi geometri di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau R&D dengan menggunakan model pengembangan ADDIE, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media pembelajaran komadi (komik matematika digital) berbasis etnomatematika pada materi geometri valid dan praktis dengan hasil uji validitas 91,66% dengan kategori sangat valid, uji praktikalitas siswa 92,27% dengan kategori sangat praktis dan pada uji praktikalitas guru 94,44% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran komadi (komik matematika digital) berbasis etnomatematika dapat dikembangkan dan layak untuk digunakan pada proses pembelajaran materi geometri dikelas V Sekolah Dasar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Yossi Lucky; Eva Julyanti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.755 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.7012

Abstract

Kemampuan seorang siswa dalam memecahkan masalah matamatis amat sangat rendah karena dalam menyelesaikan masalah matematika, dikarenakan dalam proses pembelajaran tidak membiasakan siswa untuk berpikir dengan lebih kreatif. Hal tersebut dikarenakan proses pembelajaran dikelas guru masih menerapkan metode konvensional, dan membuat peserta didik yang ada di kelas belum mencapai nilai di atas KKM. Penelitian ini bertujuan untuk melihat model pembelajaran Creative Problem Solving sebagai suatu rangkaian pembelajaran dalam penyelesaian dan pemecahan masalah secara sistematis berdasarkan kreativitas yang dimiliki siswa untuk menghasilkan solusi yang efektif. Penelitian ini adalah penelitian menggunakan metode quasi eksperimen menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Rantau Utara tahun pelajaran 2022/2023. Sampel dalam penelitian ini ada dua kelas, yaitu satu kelas XIPA-3 sebanyak 35 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan satu kelas XIPA-2 sebanyak 36 peserta didik sebagai kelas kontrol. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk tes kemampuan pemecahan masalah matematika dalam bentuk tes tertulis, tes hasil dan lembar pengamatan keterlaksanaan proses pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai ????ℎ???????????????????? =  4.925 > ???????????????????????? = 1.666, dengan demikian Ho ditolak, yang berarti bahwa terdapat pengaruh pembelajaran creative problem solving  terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas X SMAN 1 Rantau Utara.The ability of a student to solve eye problems is very low because in solving math problems, because the learning process does not make students think more creatively. This is because the learning process in the teacher's class still applies conventional methods, and makes students in the class not yet achieve a score above the KKM. This study aims to look at the Creative Problem Solving learning model as a series of learning in solving and solving problems systematically based on students' creativity to produce effective solutions. This research is a research that uses a quasi-experimental method using a purposive sampling technique. The population in this study were class X students of SMAN 1 Rantau Utara for the 2022/2023 academic year. The sample in this study were two classes, namely one class as the experimental class and one class as the control class. The instruments used in this study were tests of mathematical problem solving abilities in the form of written tests, result tests and observation sheets of the implementation of the learning process. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. Based on the results of data processing, the value of ????ℎ???????????????????? = 4.925 > ???????????????????????? = 1.666, thus Ho is rejected, which means that there is an effect of creative problem solving learning on the ability to lose math problems in class X students of SMAN 1 Rantau Utara.
STUDENTS' ERROR IN SOLVING HOTS-CATEGORY MATHEMATICS PROBLEMS VIEWED FROM DIDACTIC TRIANGLE Teddy Septian R; Suhendra Suhendra; Yaya Sukjaya Kusumah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.17 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6643

Abstract

Student errors in solving Higher-Order Thinking Skills (HOTS) category math problems can be caused by the learning process experienced by them. In the learning process, there are three interrelated components, namely students, teachers, and materials which can be described in a didactic triangle, namely Didactic Relationship, Pedagogical Relationship, and Didactic-Pedagogical Anticipation Relationship. This study aims to describe students' error in solving HOTS-category math problems and the causes of these errors viewed from the didactical triangle. This study used a case study method with a qualitative approach conducted at one of the senior high schools in Bengkulu Province, involving three 10th-grade students as research subjects. Data were collected by using test, interview, and document study techniques. The results of this research show that errors appeared in the completion of each HOTS-category math problem, consisting of errors in using concepts, calculations, and failing to solve the problem. Viewed from the didactic triangle, these errors occur when students do not learn through the resources provided, learning activities tend to be monotonous, passive-student responses during the learning process, and teacher only focuses on conventional learning. Thus, the learning process experienced by students is unable to encourage them to think at the HOTS level.