cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
PENGEMBANGAN MODUL BAHAN AJAR ARITMATIKA SEKOLAH DASAR BERBASIS CASE METHODE Linda Astriani; Venni Herli Sundi; Ismah Ismah; Tri Uswatun Hasanah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.147 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6361

Abstract

Bahan ajar masih belum optimal penggunaannya dalam pembelajaran di perguruan tinggi. Mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam memahami materi, berinteraksi dengan dosen, dan lingkungan belajar saat mengikuti kelas online. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk pembelajaran berupa modul bahan ajar berbasis case method pada mahasiswa dengan menggunakan Research and Development (R&D) model Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE). Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 2 pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Jakarta dan dosen sebagai praktisi. Produk divalidasi oleh ahli terkait media, materi dan bahasa dengan masing-masing ahli yaitu 1 orang, sedangkan kepraktisan dapat dilihat dari hasil angket uji coba praktikalitas mahasiswa (uji coba kelompok kecil, dan kelompok besar) dan dosen. Validitas ahli bahasa dengan skor 83,15% sangat valid, validitas ahli media dengan skor 80,56% kategori sangat valid, validitas ahli materi dengan skor 81,9% kategori sangat valid, praktikalitas dosen dengan skor 75% kategori praktis, praktikalitas uji coba kelompok kecil dengan skor 80% kategori praktis, dan praktikalitas uji coba kelompok besar mendapat skor 79,41% kategori praktis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul bahan ajar tersebut sangat valid dan praktis untuk digunakan pada mahasiswa.
INSTRUMEN TES KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI BERBASIS BUDAYA LOKAL KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT Sumarni Sumarni; Anggar Titis Prayitno; Rahayu Syafari; Mochamad Abdul Basir; Devi Febrianti; Adinda Putri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.545 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6439

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh instrumen tes kemampuan literasi numerasi berbasis budaya Kabupaten Kuningan yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan desain research model Plomp yang terdiri tiga fase yaitu: 1) Fase Pendahuluan; 2) Fase Pembuatan Prototype; 3) Fase Penilaian. Instrumen yang dikembangkan diujicobakan pada siswa kelas VIII sebanyak 32 siswa di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Kuningan. Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi, soal instrumen tes yang ditembangkan. Teknik pengambilan data diantaranya validasi ahli, uji coba instrumen soal tes. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif yaitu mendeskripsikan hasil perhitungan validitas ahli, data uji coba instrumen tes menggunakan bantuan microsoft excel. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa (1) penelitian ini telah menghasilkan suatu produk soal instrumen kemampuan lietrasi numerasi berbasis budaya lokal Kab. Kuningan  untuk siswa kelas VIII SMP yang valid dan praktis berdasarkan penilaian validator. Selain itu kevalidan juga tergambar setelah dilakukan analisis validasi butir soal pada siswa small group. kepraktisan tergambar dari hasil uji coba small group dimana sebagian besar siswa dapat menyelesaikan soal instrumen kemampuan literasi numerasi berbasis budaya lokal Kabupaten Kuningan yang diberikan. (2) prototype soal instrumen kemampuan lietrasi numerasi berbasis budaya lokal Kabupaten Kuningan yang dikembangkan memilki efek potensial yang positif terhadap kemampuan literasi numerasi siswa.This study aims to obtain numeracy litercy ability test instrument based on the culture of Kuningan Regency which is valid and practical. This study used the Plomp research model design which consists of three phases, namely: 1) Preliminary Phase; 2) Prototype Phase; 3) Assessment Phase. The developed instrument was tested on 32 students in class VIII at one of the Junior High Schools in Kuningan Regency. The research instrument uses a validation sheet, a matter of the developed test instrument. Data collection techniques include expert validation, testing of test items. The data analysis technique used descriptive quantitative data analysis, namely describing the results of expert validity calculations, test instrument trial data using the help of Microsoft Excel. The results of the data analysis concluded that (1) this research has produced a product of numeracy litercy ability test instrument based on the culture of Kuningan Regency for grade VIII students of junior high school that is valid and practical based on the validator's assessment. In addition, the validity was also illustrated after the item validation analysis was carried out on small group students. The practicality of this is illustrated by the results of the small group trial where most students were able to complete the questions on the numeracy litercy ability test instrument based on the culture of Kuningan Regency. (2) the developed numeracy litercy ability test instrument based on the culture of Kuningan Regency instrument prototype has a positive potential effect on students' numeracy abilities.
"ANIMATED VIDEO MEDIA": IMPROVED CONCEPTUAL UNDERSTANDING AND SOLVING MATHEMATICAL PROBLEMS Mariam Nasution; Helmi Lailia
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.01 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6892

Abstract

Abstract:  Today's educational requirements for entering society 5.0 include requirements for being able to change with the times. The availability of technology plays a significant role and can act as a bridge for educators and students to develop cognitive abilities including conceptual understanding and quantitative problem-solving in the classroom. The study's objectives are to evaluate (1) the ADDIE model's application to the development of animated video media, and (2) the impact of this media on students' conceptual comprehension and capacity for mathematical problem-solving. The method used in the form of Research and Development (R&D) with data collection techniques in the form of observations, interviews, tests and questionnaires with the research population is class VIII-A students with a total of 24 students. Meanwhile, the analysis used inferential statistics in the form of t-test and NGain and descriptive statistics in the form of percentages. Meanwhile, the population of VIII MTs Negeri 6 Mandailing Natal school for the 2020/2021 school year in class VIII-A is 24 students. (1) The study's invention, an ADDIE model with reliable and applicable test results, is one of its findings;(2) The effectiveness of anismation video media may be said to be effective (70.32) for resolving student issues and has a significant impact with a value of (0.00 0.05). However, it can be argued that it is effective (78.4) for helping students learn concepts. The findings of the research and development study on animated videos are significant for enhancing concept comprehension and helping students in the classroom solve mathematical issues. Abstrak: Dewasa ini, memasuki society 5.0 dunia pendidikan memiliki tuntutan berderet untuk dapat beradaptasi perkembangan zaman. Eksistensi teknologi menjadi peranan penting dan dapat menjadi perantara pendidik dan terdidik untuk meningkatkan keterampilan berpikir seperti pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematis di kelas. Tujuan penelitian untuk menganalisis (1) Pengembangan media video animasi dengan model ADDIE; (2) Efektivitas media video anismasi terhadap pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematis peserta didik. Metode yang digunakan berupa Research and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, tes dan angket dengan populasi penelitian adalah siswa kelas VIII-A dengan jumlah 24 siswa. Adapun, analisis yang digunakan statistik inferensial berupa t-test dan NGain serta statistik deskriptif berupa persentase. Adapun, populasi VIII MTs Negeri 6 Mandailing Natal school tahun ajaran 2020/2021 pada kelas VIII-A yang berjumlah 24 siswa. Hasil penelitian meliputi (1) Pengembangan yang digunakan berupa model ADDIE dengan hasil pengujian valid dan praktis; (2) Efektivitas media video anismasi dapat dikatakan efektif (78,4)untuk pemahaman konsep peserta didik dan berpengaruh secara signifikan dengan nilai (0,00 <0,05) Sedangkan efektivitas media video anismasi dapat dikatakan efektif (70,32) untuk pemecahan masalah peserta didik dan berpengaruh secara signifikan dengan nilai (0,00 < 0,05). Simpulan pada studi penelitian dan pengembangan video animasi memiliki signifikansi terhadap peningkatan pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematis peserta didik di kelas
PEMBELAJARAN BERBASIS MATHEMATICAL PROBLEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR MATEMATIS SISWA SMP Marwati Abdul Malik; B Mas&#039;ud
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.612 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6468

Abstract

Berpikir merupakan suatu proses penguatan hubungan antara stimulus dan proses, sebagai kegiatan kognitif tingkat tinggi, dan atau sebagai aktivitas psikis intensional. Berpikir dapat dikembangkan menjadi berpikir matematis dan lain-lain. Pembelajaran matematika merupakan suatu mata pelajaran yang dapat merangsang peserta didik untuk melakukan proses berpikir matematis. Matematika memiliki banyak masalah, untuk menyelesaiakan masalah diperlukan kemampuan untuk berpikir matematis. Untuk menyelesaikan masalah matematika di perlukan  pembelajaran berbasis mathematical problem. Pada dasarnya semua siswa memiliki kemampuan berpikir matematis, namun permasalahan utama pada penelitian ini adalah kemampuan berpikir matematis siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kemampuan matematis siswa dan aktivitasnya menggunakan pembelajaran berbasis mathematical problem. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan pre eksperimen the one group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII.2 berjumlah 26 orang. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data berupa lembar tes kemampuan berpikir matematis dan lembar observasi untuk aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) nilai rata-rata hasil pretest kemampuan berpikir matematis 53,58 sedangkan nilai rata-rata hasil posttest kemampuan berpikir matematis 87,12 dari skor ideal 100. (2) pembelajaran berbasis mathematical problem meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa pada taraf signifikansi α = 5%The main problem of this study is that students' mathematical thinking ability is still very low. This study seeks to understand whether students' mathematical skills can be improved through mathematical problem-based learning. This study is an experimental study using a pre-experimental design and a set of pretest-posttests. The sample of this study is the students of class VIII.2, a total of 26 sudents. Samples were obtained using cluster random sampling techniques. Data collection techniques included mathematical reasoning test sheets and observation sheets of student learning activities. The findings concluded that students' math skills improved after learning based on math problems for SMP students. Therefore, if problem-based mathematics learning is repeated in the classroom, students' mathematical thinking skills will of course improve, which in turn will lead to improvements in HOTS skills, critical thinking and problem-solving skills, and students' creative and innovative skills , also gain improvement.
Desain Pembelajaran Trigonometri Berbasis Contextual Teaching and Learning Bernuansa Etnomatematika Melayu Riau Armiati Armiati; Isra Hidayati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.801 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6289

Abstract

Abstrak Trigonometri merupakan salah satu topik dalam matematika yang dipandang sulit oleh siswa SMA. Salah satu penyebab kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika adalah kecemasan matematis siswa yang masih cukup tinggi. Untuk itu dibutuhkan sebuah desain pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan desain pembelajaran trigonometri berbasis contextual teaching and learning bernuansa etnomatematika Melayu Riau terhadap kecemasan matematis siswa. Desain pembelajaran dikembangkan dengan menggabungkan dua jenis penelitian desain, yaitu model Plomp dan model Gravemeijer dan Cobb. Berdasarkan kombinasi kedua model tersebut, tahapan penelitian ini terdiri dari : (1) tahap investigasi awal, (2) tahap pengembangan atau prototyping, dan (3) tahap penilaian. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Rumbio Jaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk melihat keefektifan adalah angket kecemasan matematis. Hasilnya adalah desain pembelajaran trigonometri berbasis contextual teaching and learning yang dikembangkan berdampak positif terhadap kecemasan matematis siswa. Kecemasan matematis siswa menurun dari rata-rata skor 72,85 atau berada pada kategori berat menjadi 62,91 atau berada pada kategori sedang setelah menggunakan desain pembelajaran trigonometri berbasis contextual teaching and learning bernuansa etnomatematika Melayu Riau.Abstract Trigonometry is a topic in mathematics that is considered difficult by high school students. One of the causes of students' difficulties in learning mathematics is students' mathematical anxiety which is still quite high. For that we need a learning design that can overcome these problems. This study aims to determine the effectiveness of trigonometric learning designs based on contextual teaching and learning with Riau Malay ethnomathematics nuances on students' mathematical anxiety. The learning design was developed by combining two types of design research, namely the Plomp model and the Gravemeijer and Cobb model. Based on the combination of the two models, the stages of this research consist of: (1) the initial investigation stage, (2) the development or prototyping stage, and (3) the assessment stage. The subjects of this study were students of class X SMAN 1 Rumbio Jaya. The data collection technique used to see the effectiveness is a mathematical anxiety questionnaire. The result is a trigonometric learning design based on contextual teaching and learning that has been developed has a positive impact on students' mathematical anxiety. Students' mathematical anxiety decreased from an average score of 72.85 or in the heavy category to 62.91 or in the moderate category after using a trigonometric learning design based on contextual teaching and learning with Riau Malay ethnomathematics. 
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED COOPERATIVE LEARNING DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Dinar Aulia Wahyuningtyas; Sunardi Sunardi; Erfan Yudianto; Susanto Susanto; Abi Suwito
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.605 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6733

Abstract

AbstrakPenelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dalam penelitian ini untuk mengembangkan model pembelajaran Problem Based Cooperative Learning (PBCL) beserta perangkatnya yang terdiri dari RPP, LKS, dan THB yang valid, praktis, dan efektif kemudian menguji pengaruhnya terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP. PBCL adalah hasil modifikasi sintaks PBL dan Cooperative Learning. Adapun sintaks model pembelajaran PBCL adalah mengorientasikan siswa pada masalah, mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar, mengorganisasikan siswa untuk belajar, membimbing kelompok bekerja dan belajar, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, dan memberi penghargaan. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dan dilanjutkan dengan penelitian eksperimen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi aktivitas siswa, observasi keterlaksanaan model dan perangkat pembelajaran, angket respon siswa, dan tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran PBCL beserta perangkatnya memenuhi kriteria sangat valid, praktis, dan efektif. Kepraktisan diperoleh dari hasil observasi keterlaksanaan model dan perangkat pembelajaran. Berdasarkan dari uji t-test diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran PBCL materi persamaan garis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.  AbstractThis study is based on the lack of students ability in solving mathematical problem. According to that background, this study is aimed to develop a learning model of Problem Based Cooperative Learning (PBCL) along with the learning kits, RPP, LKS, and THB, in a valid, practical, and effective problem solving format, and to examine its effectiveness towards junior high school students’ ability to solve mathemathical problmes. PBCL is a syntax modification result of PBL and Cooperative learning, itself is orienting students on problem, organizing students into learning groups, organizing students for learning, guiding for working and learning group, analyzing and evaluating problem solving process, and giving appreciation. This study used developing research continued by experiment research. The data collection techniques were an interview, student activity observation, the implementation of a learning model and kit observation, a student response form, and a problem solving ability test. The result of this study showed that the learning model and kits of PBCL fulfill the criteria of being very valid, practical, and effective. According to the T-test experiment, it can be concluded that there is a significant influence of the PBCL learning model on students’ ability to solve mathematical problems.
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA DI SMP Erwin Saputra; Maison Maison; Nizlel Huda
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.052 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6427

Abstract

Pelajar yang berbeda memiliki kapasitas yang berbeda-beda untuk menghubungkan ide-ide kuantitatif. Untuk mengerjakan soal-soal matematika yang berkaitan dengan bentuk geometri bersisi bengkok, riset ini akan menguji kemampuan mata rantai matematis siswa kelas IX SMP dengan metode pembelajaran visual, auditorial, dan physical. Riset kualitatif deskriptif adalah riset ini. Dengan pemberian penilaian gaya belajar kepada 23 siswa kelas IX B SMP IT Ash-Shiddiiqi, riset ini dilaksanakan. memilih subjek yang memenuhi parameter yang telah ditetapkan untuk mengidentifikasi topik menggunakan metode pemilihan acak. Enam murid terdiri dari peserta studi, dua di antaranya mewakili setiap jenis metode pembelajaran. Menggunakan penilaian gaya belajar, prosedur pengujian, dan percakapan, taktik pengumpulan data digunakan. Minimisasi data, tampilan, dan tahap kesimpulan semuanya termasuk dalam proses analisis data. Hasil riset menampilkan yaitu subjek yang bergaya belajar visual 1 terpenuhi seluruh parameter kemampuan koneksi matematis serta seluruh parameter kemampuan pemecahan masalah, sedangkan subjek dengan gaya belajar visual 2, gaya belajar auditori 1, dan gaya belajar auditori 2 hanya memenuhi dua indikator. kemampuan koneksi matematis, dan subjek dengan gaya belajar kinestetik 1 dan 2 hanya memenuhi satu indikator kemampuan koneksi matematis. Dibandingkan dengan subjek dengan gaya belajar auditorial dan kinestetik,, subjek dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan koneksi matematis yang lebih baik.  Different learners have varying capacities for connecting quantitative ideas. In order to solve mathematical issues involving curvilinear side space, this research will examine the mathematical link skills of junior high school students in grade IX with visual, auditorial, and physical learning methods. Descriptive qualitative research is what this study is. By administering a learning style assessment to 23 pupils in class IXB SMPIT Ash-Shiddiiqi, this study was carried out. choosing subjects that fit the established parameters in order to determine the issue using the random selection method. Six students participated in the study, two from each learning style per participant. Learning style surveys, testing procedures, and conversations were used to gather the research's data. Data minimization, display, and concluding stages were all included in the data analysis process. The findings indicated that subjects with visual learning style 1 satisfied all mathematical connection ability indicators as well as all problem-solving ability indicators, while subjects with visual learning style 2, auditory learning style 1, and auditory learning style 2, only satisfied two indicators of mathematical connection ability, and subjects with kinesthetic learning style 1 and 2 only satisfied one indicator of mathematical connection ability. Compared to subjects with auditorial and kinesthetic learning styles, subjects with visual learning styles have better mathematical connection ability.
PENGEMBANGAN MODUL MERDEKA BELAJAR MATEMATIKA BERFORMAT FLIPBOOK UNTUK MENINGKATKAN PENALARAN KRITIS DAN KEMANDIRIAN SISWA SMP Nelly Fitriani; Samsul Maarif
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.124 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6820

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengembangkan modul merdeka belajar matematika berformat flipbook  dan menelaah pencapaian penalaran kritis dan kemandirian siswa sebagai tolak ukur efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan disain ADDIE. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar validasi dan praktikalisasi, soal tes penalaran kritis juga angket kemandirian. Pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan mengolah data validitas modul dan juga kepraktisannya, selain itu juga dilakukan analisis statistika inferensial untuj uji dua sampel independen. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu 1) Modul merdeka belajar matematika berformat Flipbook (e-modul) ini Valid dan Praktis untuk digunakan; 2) Penalaran kritis dan kemandirian belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan modul merdeka belajar matematika berformat Flipbook (e-modul) lebih baik daripada yang menggunakan pembelajaran biasa, sehingga dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan efektif. The purpose of this study was to develop an independent learning mathematics module in flipbook format and to examine the achievement of critical reasoning and the independence of students as a measure of its effectiveness. This study used the development research method with the ADDIE design. The instruments used in this study were validation and practicalization sheets, critical reasoning test questions as well as an independence questionnaire. The data processing used in this study is by processing the validity of the module data and also its practicality, besides that, inferential statistical analysis is also carried out to test two independent samples. The research results obtained are 1) The independent learning mathematics module in Flipbook format (e-module) is valid and practical to use; 2) Critical reasoning and independent learning of students whose learning uses the independent learning mathematics module in Flipbook format (e-module) is better than those using ordinary learning, so it can be concluded that the developed module is effective.
PROFIL KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Son, Aloisius Loka; Talan, Maria Rosalinda; Mone, Ferdinandus; Jelahu, Ronaldus Ariyanto
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.284 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6569

Abstract

Berbagai hasil survei menunjukan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di Indonesia masih  rendah. Padahal kemampuan literasi dan numerasi siswa merupakan dua kompetensi yang sangat urgen dan menjadi prioritas perhatian saat ini. Karena itu, dilakukan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah menengah pertama (SMP). Untuk menjawab tujuan penelitian dilakukan penelitian deskriptif kualitatif pada siswa kelas VIII SMP se-Kecmatan Kota Kefamenanu. Partisipan penelitian ini sebanyak 116 siswa kelas VIII dengan perincian 29 siswa dari sekolah A, 22 siswa dari sekolah B, 22 siswa dari sekolah C, 27 siswa dari sekolah D, dan 16 siswa dari sekolah E. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi data yaitu melalui instrumen tes kemampuan literasi dan numerasi, serta wawancara. Teknik analisis data mengadopsi model Miles, Huberman dan Saldana yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil kemampuan literasi dan numerasi siswa SMP se-Kecamatan Kota Kefamenanu berada pada kategori sedang. Temuan dalam penelitian adalah semakin tinggi indikator pengukurannya maka kemampuan literasi dan numerasi siswa semakin rendah, dan sebaliknya semakin rendah indikator pengukurannya maka kemampuan literasi dan numerasi siswa semakin tinggi.
PENGARUH MODEL DISKURSIS MULTI REPRESENTASI DENGAN PENDEKATAN CBSA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MATEMATIS SISWA KELAS VI Sri Handayani; Ali Mustadi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.345 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6275

Abstract

Model Diskursis Multi Representasi mengimplementasikan pembelajaran secara berkelompok dalam membangun kemampuan representasi siswa. Pembelajaran matematika yang masih berfokus pada guru, mengakibatkan kurangnya kemampuan representasi siswa dalam membangun pengetahuannya dan berdampak pada kemampuan kognitif matematis siswa rendah. Penelitian dengan model DMR ini bertujuan agar mampu meningkatkan kemampuan kognitif matematis siswa dengan bantuan pendekatan CBSA. Pendekatan CBSA dilakukan agar siswa dapat mengeksplor pengetahuan secara aktif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen berjenis pre-eksperimen dengan desain pretets-postest 1 group. Penelitian ini menggunakan sampel kelas VI sebanyak 29 siswa dengan teknik sampling jenuh. Berdasarkan hasil T hitung yaitu 12,339 > t tabel (2,051), serta dengan nilai Sig. sebesar 0,000 > α (0,05). Dapat diambil kesimpulan bahwa model DMR dengan pendekatan CBSA mampu meningkatkan kemampuan kognitif matematis siswa kelas VI.