cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
PENGEMBANGAN PAKET TES GEOMETRI BANGUN DATAR UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP Handariyatul Masruroh; Susanto Susanto; Nurcholif Diah Sri Lestari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.824 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6729

Abstract

Tes merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk mengukur ketercapaian pembelajaran matematika. Dengan adanya pengembangan paket tes geometri, guru dapat mengukur kemampuan penalaran matematis siswa sehingga guru akan lebih mudah dalam merancang pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan penalaran matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan paket tes geometri pokok bahasan bangun datar untuk mengukur kemampuan penalaran matematis siswa SMP yang valid, praktis, dan efektif, serta untuk mendeskripsikan profil kemampuan penalaran matematis siswa SMP dalam menyelesaikan paket tes geometri bangun datar. Penelitian ini mengkombinasikan penelitian pengembangan dan penelitian kualitatif. Model penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah formative evaluation yang terdiri dari enam tahap, yaitu: preliminary, self evaluation, expert review, one-to-one, small group dan field test. Setelah paket tes geometri yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif dilakukan penelitian kualitatif untuk mengetahui profil kemampuan penalaran matematis siswa. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar validasi, tes geometri, angket respon siswa, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paket tes geometri yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif. Analisis kemampuan penalaran matematis siswa SMP menunjukkan siswa berkemampuan penalaran matematis tinggi mampu memenuhi enam aspek penalaran matematis yaitu analisis. menyatukan/sintesis, generalisasi, membenarkan, menarik kesimpulan, dan mengevaluasi. Siswa berkemampuan penalaran matematis sedang mampu memenuhi empat aspek penalaran yaitu analisis, menyatukan/sintesis, generalisasi, dan membenarkan. Siswa berkemampuan penalaran matematis rendah tidak mampu memenuhi aspek penalaran atau hanya mampu memenuhi satu aspek penalaran yaitu analisis
ANALYSIS OF STUDENT'S MISCONCEPTIONS IN SOLVING MATHEMATIC LOGIC PROBLEMS Nurul Astuty Yensy; Agus Susanta; Dina Apryani; Hidayatulloh Hidayatulloh
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.237 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6831

Abstract

AbstrakKarakter matematika bersifat hirarkis yaitu adanya keterkaitan antar satu konsep dengan konsep lainnya, sehingga akan sangat fatal jika mengalami miskonsepsi seperti keliru membuat sebuah generalisasi pada materi Logika Matematika dalam mata kuliah Matematika Dasar, sehingga jika terjadi miskonsepsi terus-menerus dapat menimbulkan kegagalan pemahaman konsep pada mata kuliah selanjutnya seperti Kalkulus dan Matematika Diskrit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi miskonsepsi pada peserta mata kuliah Matematika Dasar di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Bengkulu pada tahun akademik 2021/2022 saat pembelajaran materi Logika Matematika. Metode yang digunakan yaitu pemberian tes diagnostik berbentuk essay, dan tingkat keyakinan dalam menjawab dengan menggunakan Certainty Response Index. Instrumen tes berupa tes diagnostik. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar tes. Analisis data dilakukan terhadap uraian jawaban serta tingkat keyakinan dalam memberikan jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Logika Matematika memberikan dampak miskonsepsi pada peserta mata kuliah Matematika Dasar berkisar 4 - 43% dengan identifikasi miskonsepsi tertinggi terjadi pada pokok bahasan tentang penyimpulan suatu pernyataan dan uji validitas argumen menggunakan hukum premis. Tingkat  miskonsepsi terendah terjadi pada uji argumen menggunakan tabel kebenaran. Rata-rata persentase tingkat miskonsepsi mahasiswa sebesar 21%. AbstractIt will be disastrous if there is a failure to comprehend the concepts or experience a misperception because mathematics has a hierarchical nature, so there is a relationship between one notion and another. One of the common errors making students in Mathematical Logic courses for Basic Mathematics is concluding or making erroneous generalizations. The University of Bengkulu's study program in mathematics education requires the completion of this course. Continuous misconceptions may make it difficult to understand the concept in later studies, including calculus and discrete mathematics.During the 2021–2022 academic year, participants in the Basic Mathematics course at Bengkulu University's Mathematics Education Study Program had misconceptions about the information they were learning about mathematical logic. A diagnostic test in the form of an essay is administered, and the Certainty Response Index is used to gauge the respondent's level of confidence. Test equipment in the form of a diagnostic test was the tool employed in this study. To collect data, test sheets that were distributed to students during the final semester exams were used. On the description of the answers and the degree of confidence in providing answers, data analysis was done. The findings indicated that learning mathematical logic had an impact on participants in the Basic Mathematics course in terms of misconceptions ranging from 4 to 43%, with the highest identification of misconceptions occurring on the topics of concluding a statement and determining the veracity of arguments using premise law. The argument test employing the truth table has the lowest level of misinterpretation. There were 21% average misconceptions among students.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KOLABORASI SISWA Anggun Nurlita; Jailani Jailani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.654 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6436

Abstract

Keterampilan abad 21 sangat penting dipelajari bagi siswa seperti berpikir kreatif dan kolaborasi siswa. Model pembelajaran merupakan salah satu solusi agar dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan kolaborasi siswa yaitu model kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui pengaruh pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) terhadap hasil belajar 2) Melihat pengaruh pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kolaborasi siswa. Pada penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental yang dimana penelitian Pre-Eksperimental  hanya melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen dan perlakuan. Subjek pada penelitian ini adalah siswa SMP kelas VIII SMP N 1 Tanah Putih yang terdiri dari 23 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes yang terdiri dari instrumen tes dan instrumen angket. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah one sample t-test. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan kemampuuan kreatif dan kolaborasi siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan pembelajaran kontekstual. Kesimpulan penelitian ini bahwa pembelajaran kontekstual efektif untuk meningkatkan kemampuan kemampuan berpikir kreatif dan kolaborasi siswa.21st century skills are very important to learn for students such as creative thinking and student collaboration. The learning model is one of the solutions in order to develop students' creative thinking skills and collaboration, namely the contextual model. The aims of this study were to: 1) Know the effect of learning mathematics using a contextual approach (Contextual Teaching and Learning) on learning outcomes 2) Seeing the effect of a contextual approach (Contextual Teaching and Learning) can improve students' creative thinking skills and collaboration. In this study using Pre-Experimental where Pre-Experimental research only involved one class as the experimental and treatment class. The subjects in this study were Grade VIII students of SMP N 1 Tanah Putih which consisted of 23 students. Data collection techniques in this study used a test consisting of a test instrument and a questionnaire instrument. The data analysis technique in this study was the one sample t-test. The results of the study show that there are significant differences in students' creative and collaborative abilities before and after learning with contextual learning. The conclusion of this study is that contextual learning is effective for increasing students' creative thinking skills and collaboration. 
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK BERBASIS TEORI BELAJAR BRUNER UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SMP Ratih Mauliandri; Sehatta Saragih; Kartini Kartini
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.557 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6538

Abstract

Kemampuan Pemahaman Matematis (KPM) sangat penting dan menjadi tujuan pembelajaran matematika. Namun fakta menunjukkan KPM siswa masih rendah khususnya pada materi segiempat dan segitiga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi KPM siswa adalah dengan memberikan kesempatan belajar tanpa batas waktu dan tempat melalui bahan ajar elektronik berupa aplikasi android yang ditata berdasarkan Teori Bruner. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar elektronik yang valid dan praktis guna memfasilitasi KPM siswa. Bentuk penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Borg and Gall. Subjek penelitiannya yakni 15 siswa kelas VII SMPN 34 Pekanbaru, sedangkan objek penelitiannya yakni bahan ajar elektronik. Instrumen penelitiannya berupa daftar wawancara, angket validasi dan angket respon siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan cara menganalisis data hasil validasi dan data hasil angket respon siswa. Hasil analisis data diperoleh bahwa bahan ajar elektronik telah memenuhi kriteria kevalidan dengan persentase rata-rata sebesar 88,55% dengan kategori sangat valid, dan juga telah memenuhi kriteria kepraktisan dengan persentase rata-rata sebesar 89,9% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa bahan ajar elektronik yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis, sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran matematika.
KEMAMPUAN PENALARAN IMITATIF DAN KREATIF MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS Fardatil Aini Agusti; Tatang Herman; Afifah Zafirah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.574 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.7042

Abstract

Kemampuan penalaran matematis merupakan kunci untuk mengembangkan pemahaman matematis siswa. Oleh karena itu, kemampuan ini dijadikan sebagai salah satu tujuan pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan menengah di Indonesia. Salah satu jenis penalaran matematis tersebut adalah penalaran kreatif matematis. Fakta menunjukkan bahwa siswa cenderung menggunakan penalaran imitatif daripada penalaran kreatif matematis. Oleh karena itu, penalaran kreatif siswa perlu diperhatikan guru agar mereka dapat mengkonstruksi pengetahuan dengan baik khususnya pada materi persamaan garis lurus. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penalaran imitatif dan kreatif matematis siswa pada materi persamaan garis lurus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMP di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Subjek penelitian adalah 3 (tiga) orang siswa kelas VIII  yang telah mempelajari materi persamaan garis lurus dan dipilih berdasarkan pertimbangan guru. Instrumen utama pada penelitian ini adalah peneliti sendiri dan instrumen penunjang berupa soal tes kemampuan penalaran kreatif matematis serta pedoman wawancara. Berdasarkan analisis hasil penelitian, ditemukan bahwa siswa belum memiliki kemampuan penalaran kreatif  yang baik. Siswa masih cenderung menggunakan penalaran imitatif bahkan belum mampu melakukan penalaran dengan tepat. Sebagai kesimpulan, kemampuan penalaran imitatif masih mendominasi dibandingkan penalaran kreatif matematis siswa pada materi persamaan garis lurus.Mathematical reasoning ability is the key to developing students' mathematical understanding. Therefore, this ability is used as one of the objectives of learning mathematics in secondary education in Indonesia. Mathematical creative reasoning is one type of mathematical reasoning. The facts show that students use imitative rather than creative mathematical reasoning. Therefore, students' creative reasoning needs to be considered by the teacher so they can construct their knowledge properly, especially in straight-line equations. This study aims to reveal mathematical students' imitative and creative reasoning in the material of straight-line equations. This study uses a qualitative approach with a case study design. This research was conducted in one of the junior high schools in Lima Puluh Kota, West Sumatra. The research subjects were 3 (three) grade VIII students who had studied straight-line equations and were selected based on the teacher's considerations. The main instrument in this study was the researcher herself. The supporting instruments were mathematical creative reasoning ability tests and interview guidelines. Based on the result of research analysis, it was found that students did not have good creative reasoning abilities. Students still tend to use imitative reasoning and have not even been able to do reasoning properly. In conclusion, imitative reasoning ability still dominates compared to students' creative mathematical reasoning in straight-line equation material.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR GEOMETRI ANALITIK BERBASIS COGNITIVE LOAD THEORY UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIK MAHASISWA Eka Senjayawati; Elenne Rhizkita Akbar; Herlina Fauziyyah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.353 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6663

Abstract

Geometri analitik merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh olah mahasiswa pendidikan matematika, namun mahasiswa masih kesulitan dalam menguasai konsep-konsep yang ada di dalamnya. Diperlukan modul ajar yang memperhatikan psikologi kognitif untuk membantu mahasiswa dalam mempelajari konsep-konsep yang ada.Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul ajar geometri analitik berbasis cognitive load theory untuk meningkatkan berpikir reflektif matematik mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian research and development (R&D) dengan menggunakan model Thiagarajan 4D dimana terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Subjek penelitiannya adalah mahasiswa angkatan 2021 IKIP Siliwangi dengan jumlah 20 orang yang mengikuti perkuliahan geometri analitik. Pengumpulan data diperoleh dari tes kemampuan berpikir reflektif matematik (TBRM) dalam bentuk 5 soal uraian terkait materi geometri analitik. Modul ajar geometri analitik dilihat kevalidan, kepraktisan, dan  keefektifannya. Hasil dari dari penelitian ini diperoleh persentase kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan berturut-turut 87,42%, 79,05%, dan 70%. Kemudian bahwa rata-rata skor pretes TBRM adalah 43 dan postes TBRM adalah 71,25 terjadi peningkatan atau perbaikan skor rata-rata nilai sebelum dan sesudah diberikannya modul ajar geometri analitik sebesar 28,25.Kata kunci: Cognitive load theory ; modul geometri analitik; reflektif matematik  Analytical geometry is one of the subjects that must be taken by mathematics education students, but students still have difficulty mastering the concepts in it. Teaching modules are needed that pay attention to cognitive psychology to help students learn existing concept. The purpose of this research is to develop an analytic geometry teaching module based on cognitive load theory to improve students' mathematical reflective thinking. This type of research is research and development (R&D) using the Thiagarajan 4D model which consists of 4 stages, namely the define, design, develop and disseminate stages. The research subjects were students of the 2021 IKIP Siliwangi class with a total of 20 students taking analytical geometry courses. Data collection was obtained from the mathematical reflective thinking ability (TBRM) test in the form of 5 description questions related to analytical geometry material. The analytical geometry teaching module is seen for its validity, practicality, and effectiveness. The results of this study obtained the percentage of validity, practicality, and effectiveness of 87.42%, 79.05% and 70%, respectively. Then that the average TBRM pretest score was 43 and the TBRM posttest was 71.25, there was an increase or improvement in the average score before and after the analytic geometry teaching module was given by 28.25.Keywords: Cognitive load theory; analytical geometry module; reflective mathematics
RESILIENSI MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA DI PTKIN TERHADAP HIGH ORDER THINKING SKILLS Rivdya Eliza; Nita Putri Utami; Selvi Warahmah; Betri Wendra
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.478 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.7246

Abstract

Resiliensi menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pada jenjang perkuliahan.  Hal ini disebabkan adanya pengaruh resiliensi terhadap kemampuan matematis diantaranya HOTS, sehingga sangat perlu dilakukan analisis, apakah mahasiswa Tadris Matematika di PTKIN memiliki resiliensi yang baik sehingga mampu menyelesaikan soal HOTS dengan baik, begitu juga sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi mahasiswa Tadris Matematika PTKIN Se-Sumatera Tengah. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi yakni calon guru matematika yaitu mahasiswa tadris matematika semester 7 di PTKIN Sumatera Bagian Tengah.  Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling diperoleh  310 mahasiswa yang berasal dari enam perguruan tinggi; UIN Imam Bonjol, IAIN Batusangkar, IAIN Bukittinggi, UIN Sutan Syarif Kasim Riau, UIN Suthan Thaha Saifudin Jambi, dan IAIN Kerinci. Instrumen yang digunakan adalah angket resiliensi.  Data angket dianalisis menggunakan program Excel serta melakukan uji statistik yang diperlukan dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata angket resiliensi mahasiswa Tadris Matematika PTKIN Se- Sumatera Bagian Tengah tergolong sedang dengan nilai 72.17, artinya  mahasiswa sudah mulai terbiasa dan percaya diri dalam mengerjakan soal High Order Thinking Skills (HOTS) yang tentunya akan berpengaruh terhadap nilai HOTS.Resilience is one of the factors that determine success at the lecture level.  This is due to the influence of resilience on mathematical abilities including HOTS, so it is very necessary to analyze whether Tadris Mathematics students at PTKIN have good resilience so that they are able to solve HOTS problems well, and vice versa. This study aims to describe the resilience of PTKIN Mathematics Tadris students throughout Central Sumatra. The type of research conducted is quantitative descriptive research with a population, namely prospective mathematics teachers, namely 7th semester mathematics tadris students at PTKIN Central Sumatra.  Sampling was carried out by cluster random sampling obtained by 310 students from six universities; UIN Imam Bonjol, IAIN Batusangkar, IAIN Bukittinggi, UIN Sutan Syarif Kasim Riau, UIN Suthan Thaha Saifudin Jambi, and IAIN Kerinci. The instrument used is a resilience questionnaire. The questionnaire data is analyzed using the Excel program and performs the necessary statistical tests and is presented descriptively. The results showed that the average questionnaire for the resilience of Tadris Mathematics PTKIN Se- Central Sumatra students is classified as moderate with a score of 72.17, meaning that students have begun to get used to and confident in doing High Order Thinking Skills (HOTS) questions which will certainly affect the HOTS score.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS TERTULIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PENERAPAN INKLUSI-EKSKLUSI DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Nurma Wahyu Utami; Lathiful Anwar; Makbul Muksar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.802 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6412

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis tertulis mahasiswa dalam menyelesaikan soal penerapan prinsip inklusi-eksklusi ditinjau dari perbedaan gender. Aspek komunikasi matematis tertulis yang digunakan pada penelitian ini antara lain: menulis (writing), menggambar (drawing) dan ekspresi matematika (mathematical expression). Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dimana data yang digunakan berupa jawaban tertulis siswa dan transkrip wawancara. Subyek penelitian terdiri dari satu mahasiswa laki-laki dan satu mahasiswa perempuan yang dipilih berdasarkan kelengkapan jawaban tertulis, kemampuan komunikasi dan kesediaan terlibat dalam penelitian. Kemampuan komunikasi matematis subyek dideskripsikan mengikuti tahap penyelesaian masalah yang dikaitkan dengan aspek komunikasi matematis yang terlibat pada setiap tahap. Mahasiswa laki-laki melibatkan tiga aspek komunikasi matematis tertulis yaitu menulis, menggambar, dan ekspresi matematika. Namun, mahasiswa perempuan hanya memunculkan aspek menulis dan ekspresi matematika. Dibandingkan dengan mahasiswa laki-laki, mahasiswa perempuan lebih detail dalam menuliskan informasi yang diberikan dalam masalah dan mengunakan representasi visual untuk menuliskan ide atau kesimpulannya.
Pembelajaran Era New Normal: Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP Ika Akmalia Herva Herdianti; Muntazhimah Muntazhimah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.098 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6772

Abstract

ABSTRAKPenyesuaian diri terhadap perubahan pelaksanaan proses pembelajaran era new normal memiliki tujuan utama yaitu memperkuat segala aspek self regulated learning serta kemampuan siswa dalam berpikir kreatif. Namun, kemampuan siswa yang dilihat dari aspek SRL dalam berpikir kreatif masih terbilang minim. Untuk memastikan adakah pengaruh self regulated learning yang dimiliki siswa terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis di masa pembelajaran saat ini merupakan tujuan dari penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif berbasis survei. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel dari siswa kelas VII SMPN 19 Jakarta tahun ajaran 2021-2022 sebanyak 71 siswa kelas VII yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan dari penelitian berupa hasil pengujian angket self-regulated learning sejumlah 20 item pernyataan dan tes kemampuan berpikir kreatif matematis berisikan 4 butir pertanyaan. Hasil penelitian ini ditemukan adanya pengaruh positif self regulated learning terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis sebesar 21,6% serta78,4% dipengaruhi variabel lain diluar SRL ABSTRACTSelf-adjustment to changes in the implementation of the learning process in the new normal era has the main goal of strengthening all aspects of self-regulated learning and students' ability to think creatively. However, the ability of students seen from the SRL aspect in creative thinking is still minimal. To ascertain whether there is an influence of students' self-regulated learning on the ability to think creatively mathematically in the current learning period is the goal of this research. The method used in this research is survey-based quantitative. This research was conducted using a sample of VII grade students at SMPN 19 Jakarta for the 2021-2022 school year, with a total of 71 VII grade students selected using a purposive sampling technique. The data collected from the study were in the form of the results of a self-regulated learning questionnaire consisting of 20 statement items and a mathematical creative thinking ability test containing 4 questions. The results of this study found that there was a positive effect of self-regulated learning on the ability to think creatively mathematically by 21.6% and 78.4% was influenced by other variables outside of SRL.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA KONTEKS PRIBADI: APAKAH SISWA REFLEKTIF LEBIH UNGGUL DARI IMPULSIF? Ika zuwaida fatma; suwarno suwarno
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.106 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.7007

Abstract

Dalam dunia pendidikan, tuntutan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik sangat tinggi. Salah satu indeks yang mengukur kompetensi siswa adalah Program for Internasional Student Assessment (PISA). PISA mengukur kompetensi siswa dalam mengerjakan soal-soal berbasis konteks pribadi. Pada konteks ini, pengambilan keputusan adalah bagian penting karena keberhasilan menyelesaikan soal PISA bergantung pada pengambilan keputusan. Perbedaan gaya kogntif setiap siswa berpengaruh dalam menentuan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengambilan keputusan siswa SMP yang memiliki kognitif reflektif dan impulsif dalam menyelesaikan soal PISA konteks pribadi. Bentuk penelitian yang dipilih termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif  dengan mengumpulkan data menggunakan tes tertulis dan wawancara yang melibatkan 4 subjek yaitu 2 siswa reflektif dan 2 siswa impulsif. Pemilihan keempat subjek ini didasarkan pada hasil tes MFFT (Matching Familiar Figure Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa impulsif hanya mampu memenuhi 3 indikator pengambilan keputusan yaitu mampu mendefinisikan keputusan, memahami konteks dan memprioritaskan pilihan, sedangkan siswa reflektif mampu memenuhi seluruh indikator pengambilan keputusan. Dapat disimpulkan bahwa siswa reflektif lebih unggul daripada siswa impulsif. Kurangnya pemahaman yang dimiliki subjek impulsif dalam menyelesaikan masalah menjadi penyebab ketidak mampuannya untuk mengambil keputusan dengan tepat