cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
SELF-EFFICACY OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN ONLINE LEARNING Sri Ningsih; Sugiman Sugiman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.771 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3561

Abstract

The purpose of this study was to see how self-efficacy of students towards the learning process online amid the Covid-19 outbreak. This research is a descriptive study that describes self-efficacy based on the dimensions that exist in self-efficacy and is summarized and used as a measurement tool or instrument, namely the level (magnitude) associated with task difficulties, strength related to the effort made by students, and energy-related to space. the scope of student beliefs. The instrument used was a non-test in the form of a questionnaire self-efficacy consisting of 30 statements with 4 choices and 616 respondents. The result is that the dimensions of the level of Indonesian SMP / MTs students are in the medium category with a percentage of 55.04%, which means that when students are faced with difficult tasks during learning online, students can overcome them. The dimension strength is in the medium category with a percentage of 56.82%, this shows that the efforts and resilience of Indonesian SMP / MTs students in doing assignments in learning are online quite persistent and do not give up easily. The dimension generality is in the medium category with a percentage of 45.94%, which means that Indonesian SMP / MTs students' confidence in completing different tasks is quite good. In general, the self-efficacy of Indonesian SMP / MTs students in learning online is quite good.
MODEL PEMBELAJARAN VIRTUAL FLIPPED CLASSROOM: EFEK PADA MOTIVASI DAN KINERJA KALKULUS MAHASISWA Arbain Arbain; Fitriyani Hali
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.868 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dari penerapan model pembelajaran Virtual Flipped Classroom (VFC) ditinjau dari motivasi dan kinerja kalkulus mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest design.  Penelitian ini dilakukan di Prodi Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa yang memprogram mata kuliah kalkulus I sebanyak 28 orang. Untuk mengitahui kefektifan model VFC terhadap kinerja kalkulus mahasiswa menggunakan uji paired sample t-test. Sedangkan untuk mengetahui keefektifan motivasi menggunakan uji MANOVA satu arah. Uji normalitas data menggunakan Shapiro Wilk dan uji homogenitas data menggunakan Lavene Test turut disertakan sebagai uji asumsi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi mengalami peningkatan yang signifikan setelah penerapan model VFC. Demikian pula dengan variabel kinerja kalkulus mahasiswa, hasil uji t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor kinerja kalkulus mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan model VFC. Model pembelajaran VFC efektif terhadap motivasi dan kinerja kalkulus mahasiswa.
PENGEMBANGAN BUKU DIGITAL PADA MATERI PERSAMAAN GARIS SINGGUNG LINGKARAN Linda Rosmery Tambunan; Elvira Sundari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.46 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3084

Abstract

Perkembangan teknologi semakin canggih dengan bukti adanya perkembangan era revolusi industri 4.0. Perkembangan ini berpengaruh pada bidang pendidikan, yang mana pembelajaran menuntut memanfaatkan alat teknologi, sesuai dengan kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan buku digital pada materi persamaan garis singgung lingkaran kelas XI SMA yang valid. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi. Data dianalisis dengan statistika deskriptif untuk mencari persentase skor rata-rata dengan bantuam msi. Hasil yang diperoleh adalah buku digital memenuhi kategori yang valid dari aspek materi dan aspek media dengan hasil persentase 64,7%. Jadi, buku digital pada materi persamaan garis singgung lingkaran kelas XI SMA yang dikembangkan dinyatakan valid.The development of technology is increasingly sophisticated with evidence of the development of the industrial revolution era 4.0. This development has an effect on the field of education, where learning requires the use of technological tools, in accordance with the 2013 curriculum. The purpose of this study is to develop a digital book on the material tangent to circle class XI SMA which is valid. This research is a development research with the ADDIE model. The data collection technique used was a questionnaire. The research instrument used was a validation sheet. Data were analyzed using descriptive statistics to find the average score percentage with msi assistance. The results obtained are digital books that meet valid categories in terms of material aspects and media aspects with a percentage of 64.7%. So, the digital book on the material for the tangent equations to circle class XI SMA that was developed is declared valid.  
DESKRIPSI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS Ida Yuliani; Tri Atmojo Kusmayadi; Farida Nurhasanah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.073 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari disposisi matematis. Penelitian dilakukan di kelas VIII B SMP Takhassus Al Qur'an Pekuncen. Subjek penelitian adalah enam siswa yang diambil dari kategori disposisi matematika tinggi, sedang, dan rendah. Data diambil dari hasil angket disposisi matematis, hasil tes dan hasil wawancara kemampuan pemecahan masalah. Hasil dari penelitian ini adalah siswa dengan kemampuan disposisi matematis tinggi memiliki kemampuan yang baik dalam memahami masalah terbukti dari hasil wawancara, menuliskan hal yang diketahui dan ditanyakan dengan bahasanya sendiri tetapi belum menuliskannya secara lengkap. Tepat dalam merencanakan penyelesaian, perhitungan dan pelaksanaan rencana sehingga memperoleh hasil yang benar. Tahap memeriksa kembali tidak dilaksanakan oleh siswa dengan kemampuan disposisi tinggi kecuali merasa ada keganjalan pada solusi yang diperoleh. Siswa dengan kemampuan disposisi matematis rendah sudah berusaha menuliskan data yang diperoleh dalam bahasanya sendiri tetapi membutuhkan stimulus pertanyaan pada saat wawancara, kurang tepat dalam merencanakan solusinya, perhitungan dan memanfaatkan data sehingga menghambat tahap melaksanakan rencana. Siswa dengan kemampuan disposisi matematis rendah memerlukan perhatian khusus dari guru karena masih kesulitan memahami masalah sehingga tidak dapat melewati empat tahapan pemecahan masalah. Siswa dengan kemampuan disposisi matematis sedang dan rendah tidak melaksanakan tahap memeriksa kembali.
SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) MATEMATIKA PADA BUKU TEMATIK TERPADU KURIKULUM 2013 Norma Dewi Shalikhah; Arif Wiyat Purnanto; Irham Nugroho
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.652 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3442

Abstract

Low ability of students solving the problems can be overcome by accustomed to work on Higher Order Thinking Skills (HOTS) which include analyzing (C4), evaluating (C5) and creating (C6). This study aims to find the distribution of Mathematics questions based on HOTS in integrated thematic textbooks in the 2013 curriculum. Its importance is to give an overview to the government, especially teachers about the quality of these books which are used by schools until 2021. This research is a content analysis with a qualitative approach. Data sources in this study are integrated thematic textbooks of Curriculum 2013 revised edition 2018 for grades I to III SD / MI. The data analysis technique uses  percentage analysis. The results showed that the cognitive level of HOTS class I in C4 at 22%, C5 at 4%, C6 at 11%. Class II, C4 at 28%, C5 at 1%, C6 at 6%. Meanwhile, class III, C4 at 29%, C5 at 3%, C6 at 6%. In conclusion, HOTS mathematics questions on cognitive level C4, C5, and C6 in the thematic books of the 2013 curriculum for classes I, II, and III have not reached the criteria for good questions because the percentage of good questions for each cognitive level is C4 40%, C5 30% , and C6 by 30%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA Dwi Oktaviana; Rahman Haryadi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.479 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3069

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dengan model Problem Based Learning (PBL) lebih baik dari pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester V kelas A dan B IKIP PGRI Pontianak dengan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes kemampuan pemecahan masalah pada mata kuliah matematika diskrit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah dimana pengujian hipotesis dengan menggunakan uji Mann-Whitney diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka rata-rata kemampuan pemecahan masalah dengan menggunakan model PBL lebih besar daripada rata-rata kemampuan pemecahan masalah dengan menggunakan pembelajaran langsung. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang pembelajarannya menerapkan pembelajaran dengan model PBL peningkatan kemampuan pemecahan masalah secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran langsung. The purpose of this study was to determine whether the increase in student problem solving abilities with the Problem Based Learning (PBL) model was better than direct learning. This research is a quasi experimental study with a pretest-posttest control group design. The sample in this study were the fifth semester students of class A and B IKIP PGRI Pontianak with cluster random sampling technique. The research instrument used was a test problem solving ability in discrete mathematics courses. The results showed that there was an increase in problem solving abilities where hypothesis testing using the Mann-Whitney test obtained Asymp. Sig. (2-tailed) of 0,000 less than 0,05, the average problem solving ability using the PBL model is greater than the average problem solving ability using direct learning. From the results of the study, it can be concluded thet students whose learning applies PBL model increase their problem solving abilities significantly better than students whose learning used direct learning.
DISCOVERY AND CORE LEARNING MODEL TOWARD CREATIVE THINKING VIEWED FROM LOGICAL MATHEMATICAL INTELLIGENCE Veronika Yusnita Andriani Prastika; Riyadi Riyadi; Siswanto Siswanto
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.843 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i1.3429

Abstract

This research aims to 1) which learning model that supports students’ creative thinking ability whether discovery, CORE, or conventional learning model, 2) which model that supports creative thinking ability the most to high, moderate, and low level students, 3) know if there is interaction between learning model and students’ logical mathematical intelligence, and creative thinking ability. This is a quasi-experimental research with the population of eighth graders of junior high schools in Madiun Regency. The research design used a group pretest-posttest control design. The sample was determined using stratified cluster random sampling. This research uses two-way unequal ANOVA. This research concluded that 1) students’ creative thinking skill is developed better using Discovery than CORE and conventional learning model, 2) students with high logical mathematical intelligence have higher creative thinking ability than those with moderate and low logical mathematical intelligence,3) there is no interaction between learning model and logical mathematical intelligence with creative thinking ability.Keywords: Creative Thinking; Learning Model; Logical Mathematical Intelligence. AbstrakTujuan dari penelitan ini untuk mengetahui 1) model pembelajaran manakah yang memberikan kemampuan berpikir kreatif yang lebih  antara model pembelajaran discovery learning, CORE atau konvensional, 2) manakah yang memberikan kemampuan berpikir kreatif yang lebih baik siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis tinggi, sedang, atau rendah, 3) apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dan keceredasan logis matematis dengan kemampuan berpikir kreatif siswa. Metode yang digunakan pada penelitian adalah eksperimen semu, dengan populasi siswa kelas VIII SMP N Se-Kabupaten Madiun. Desain penelitian menggunakan group pretest-posttest control design Pemilihan sampel dengan menggunakan stratified cluster random sampling. Teknik analisis penelitian ini menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama. Kesimpulan pada penelitian ini 1) kemampuan berpikir kreatif siswa yang kenai model discovery learning lebih baik daripada model pembelajaran CORE dan konvensional, 2) Kemampuan berpikir kreatif siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis sedang dan rendah, , 3) tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan logis matematis dengan kemampuan berpikir kreatif.Kata kunci: Berpikir kreatif; kecerdasan logis matematis; model pembelajaran.
PENGARUH MODEL RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI GENDER DAN LEVEL SEKOLAH Feby Rendani; I Made Arnawa
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.537 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i3.2882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan mendeskripsikan pengaruh model Reciprocal Teaching terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari gender dan level sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain the randomized control group only design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN Kabupaten Kampar Tahun Ajaran 2019/2020. Sampel dipilih secara random berdasarkan level sekolah yang ditentukan dari hasil Ujian Nasional. Kemampuan komunikasi matematis siswa diukur menggunakan tes akhir. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik parametrik dan non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang diajar dengan model reciprocal teaching dan pembelajaran konvensional pada level sekolah tinggi, sedang dan rendah. 2) Terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa laki-laki yang diajar dengan model reciprocal teaching dan pembelajaran konvensional pada level sekolah tinggi, sedang dan rendah. 3) Terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa perempuan yang diajar dengan model reciprocal teaching dan pembelajaran konvensional pada level sekolah tinggi dan sedang. 4) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gender dalam mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis siswa di level sekolah tinggi, sedang dan rendah. The aim of this research was to investigate and describe the influence of reciprocal teaching models toward students’ mathematical communication ability based on gender and school level. The research employed quasi experiment using the randomized control group only design. The population of the research was the students at grade VIII MTsN Kampar Regency in the academic year 2019/2020. The sample was chosen randomly based on school level that results of the National Examination. Students’ mathematical communication ability was measured by using posttest. Data of research were analysed using parametric and non-parametric statistics. The results of the research show that: 1) The ability of students’ mathematical communication who taught by using reciprocal teaching models was better than students taught by conventional teaching on high, medium and low school level. 2) Mathematical communication ability of male students who taught by using reciprocal teaching models was better than students taught by conventional teaching on high, medium and low school level. 3) Mathematical communication ability of female students who taught by using reciprocal teaching models was better than students taught by conventional teaching on high and medium school level. 4) There is no interaction between learning models and gender to mathematical communication ability of students.
BELAJAR BERSAMA COVID-19:REVIEW IMPELEMENTASI, TANTANGAN DAN SOLUSI PEMBELAJARAN DARING PADA GURU-GURU SMP Ratni Purwasih; Dewi Safitri Elshap
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.234 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3545

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran dalam jaringan (daring) serta tantangan apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat guru dalam proses pembelajaran daring untuk guru sekolah menengah pertama dan solusinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terstruktur. Subjek penelitian ini adalah 28 guru matematika yang mengajar di berbagai sekolah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Metode penelitian yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian ini adalah wawancara dan kuisioner melalui google form.  Teknik pengumpulan data  yang digunakan dalam  penelitian  ini  berupa  angket  terbuka,  wawancara terstruktur dan  dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi  pengumpulan data,  reduksi data, penyajian data dan  penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru matematika dalam implementasi  pembelajaran menggunakan  berbagai flatform media sebagai alat bantu pembelajaran daring seperti google meet, google classroom dan E-learning;, respon siswa terhadap pembelajaran daring yaitu postif  serta pembelajaran daring memiliki tantangan/kendala, baik dari aspek sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan teknis implementasinya.
HANDBOOK ARITMATIKA SOSIAL DENGAN PENDEKATAN NILAI-NILAI ISLAM Septi Hardiyanti; Nurul Farida; Nurain Suryadinata
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.763 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i1.2140

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian  ini adalah mengembangkan bahan ajar yang layak (valid dan praktis) berbentuk handbook dengan menggunakan pendekatan nilai-nilai islam pada materi aritmatika sosial. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan langkah-langkah: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, produk masal. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar angket validasi, lembar angket respon siswa dan lembar angket respon guru. Berdasarkan hasil validasi dengan persentase penilaian dari aspek materi dan bahasa 84,2% dikategorikan sangat valid, aspek agama 81,8% dikategorikan sangat valid, dan aspek desain 78,8% dikategorikan valid, dan rata-rata penilaian validator adalah 81,4% dengan kategori sangat valid. Sedangkan dari hasil uji coba pemakaian diperoleh rata-rata angket respon yang diberikan oleh 1 guru dan 18 peserta didik sebesar 84,3% dikategorikan sangat layak. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka bahan ajar berbentuk handbook dengan menggunakan pendekatan nilai-nilai islam pada materi aritmatika sosial yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan praktis, menurut validator dan peserta didik. Kata kunci: Aritmatika sosial; bahan ajar; handbook; nilai-nilai Islam. AbstractThe purpose of this research is to develop appropriate (valid and practical) teaching materials in the form of a handbook using the Islamic values approach to social arithmetic material. The type of research is research and development (R & D) with steps to use are research and information collecting, planning, develop preliminary from the product, preliminary field testing, main product revision, main field testing, operational product revision, operational field testing, final product revision, and dissemination and implementation. Based on the results of the validation with the percentage of assessment from the material and language aspects 84.2% were categorized as very valid, 81.8% religious aspects were categorized as very valid, and 78.8% design aspects were categorized as valid, and the average validator assessment was 81.4% with very valid categories. Whereas from the results of the trial use, the average response questionnaire given by 1 teacher and 18 students at 84.3% was categorized as very feasible. Based on the established criteria, the teaching material in the form of a handbook using the Islamic values approach to social arithmetic material developed meets valid and practical criteria, according to the validator and students. Keywords: Social arithmetics; teaching material; handbook; Islamic values.

Page 34 of 153 | Total Record : 1528