cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
KESALAHAN MAHASISWA SEMESTER PERTAMA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH FUNGSI TRIGONOMETRI SUDUT TIDAK LANCIP Yayan Eryk Setiawan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.527 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3458

Abstract

Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa mahasiswa semester pertama masih banyak mengalami kesalahan dalam menyelesaikan masalah fungsi trigonometri sudut tidak lancip. Kesalahan-kesalahan ini perlu diteliti lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa semester pertama dalam menyelesaikan masalah fungsi trigonometri sudut tidak lancip beserta faktor-faktor penyebabnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap mahasiswa semester pertama yang mengalami kesalahan dalam menyelesaikan masalah fungsi trigonometri sudut tidak lancip. Subjek penelitian ini terdiri dari 7 mahasiswa program studi pendidikan matematika di salah satu perguruan tinggi di kota Malang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu hasil pekerjaan subjek dan transkrip hasil wawancara dengan subjek. Analisis hasil pekerjaan subjek dilakukan secara deskriptif yang bertujuan untuk mengategorikan kesalahan subjek. Sedangkan analisis transkrip hasil wawancara dilakukan dengan pengkodean yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesalahan subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 38 mahasiswa yang mengalami kesalahan diperoleh: 53% mengalami kesalahan konsep, 31% mengalami kesalahan hitung, dan 16% mengalami kesalahan fakta. Kesalahan konsep disebabkan karena kesalahpahaman terhadap konsep sudut referensi dan tidak memperhatikan kuadran. Kesalahan hitung disebabkan kesalahpahaman terhadap operasi hitung dan kurang teliti. Kesalahan fakta disebabkan kurang memperhatikan informasi dalam soal. The results of preliminary research show that the first semester students still experience many errors in solving the problem of non-acute angle trigonometric functions. These errors need further investigation. Therefore, this study aims to describe the errors of the first semester students in solving the problem of non-acute angle trigonometric functions and their causes. This type of research is a qualitative descriptive study with a case study approach to first semester students who experience errors in solving the problem of non-acute angle trigonometric functions. The subjects of this research consisted of 7 students of the mathematics education study program at one of the universities in Malang. The data collected in this study are the results of the subject's work and transcripts of interviews with the subject. Analysis of the results of the subject's work is done descriptively which aims to categorize the subject's errors. While the transcript analysis of the interview results was carried out by coding which aims to determine the factors causing the subject's errors. The results showed that of the 38 students who had errors obtained: 53% had misconceptions, 31% had miscalculations, and 16% had factual errors. Misconceptions are caused due to misunderstanding of the concept of the reference angle and not paying attention to quadrants. Miscalculations are caused by a misunderstanding of arithmetic operations and less thoroughness. Factual errors are caused by not paying attention to the information in the questions.
THE REWARD OF WORSHIP IN RAMADHAN DURING COVID-19 PANDEMIC: A MATHEMATICAL ANALYSIS Akhsanul Inam; Maya Rayungsari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.823 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3065

Abstract

This research aims at analyzing the rewards obtained from carrying out worship in Ramadhan during the Covid-19 Pandemic Period. The research approach applied was qualitative with the type of library research.  The objects of the research were prayer, reading Al Qur’an and Al-Hadith. The Covid-19 pandemic period, according to the regulation issued by the government of Indonesia in the form of social distancing, gave great impacts on the implementation of worship during Ramadhan. The data were analyzed based on the stipulations and guidelines of implementing the worship, especially during Ramadhan, which had been analyzed using mathematical calculations. The research results showed that the reward of implementing worship during the Covid-19 pandemic period was tremendous either in quantitative or qualitative calculations. In addition, it focused on the quality, so that the results of this research can be utilized as a basis for improving the quality of worship. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat yang diperoleh dari melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan selama Periode Pandemi Covid-19. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Objek penelitiannya adalah shalat, membaca Al-Qur'an dan Al-Hadits. Masa pandemi Covid-19, menurut aturan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia berupa social distancing, berdampak besar pada penyelenggaraan ibadah selama Ramadhan. Data dianalisis berdasarkan ketentuan dan pedoman pelaksanaan ibadah khususnya pada bulan Ramadhan yang dianalisis menggunakan perhitungan matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pahala melaksanakan ibadah selama periode pandemi Covid-19 sangat besar baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Selain itu juga menitikberatkan pada kualitas, sehingga hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk peningkatan kualitas ibadah. 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL BLENDED LEARNING BERBASIS MOODLE Indah Riezky Pratiwi; Parulian Silalahi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.205 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i1.3240

Abstract

Rendahnya ketersediaan media pembelajaran Matematika yang interaktif menjadi salah satu penyebab rendahkan prestasi mahasiswa dalam bidang Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk Menghasilkan media pembelajaran dengan model Blended Learning berbasis MOODLE yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) dengan model ICCEE (Identification, Choose, Create, Engagement, Evaluation). Subjek dalam penelitian ini ada 55 orang mahasiswa Teknik Mesin di Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli dan angket uji coba kepraktisanan media. Hasil penilaian dari 2 orang validator, menyatakan bahwa media valid dan siap diujicobakan. Berdasarkan uji coba kelompok kecil yang dilakukan terhadap 13 mahasiswa , diperoleh rata-rata skor 78,20 , sedangkan uji coba kelompok besar yang dilakukan terhadap 55 mahasiswa memperoleh hasil 78,89. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan tergolong praktis. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Matematika model Blended Learning berbasis MOODLE tergolong valid dan praktis. Dengan demikian media pembelajaran Matematika model Blended Learning berbasis MOODLE siap digunakan untuk penerapan pembelajaran Matematika di Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung.Kata kunci: Blended Learning; Media; Pembelajaran Matematika; praktisAbstractThe low availability of interactive Mathematics learning media is one of the reasons for the lowering of student achievement in the field of Mathematics. This study aims to produce learning media with a MOODLE-based Blended Learning model that meets valid and practical criteria. The method used in this research is the Research and Development (R&D) method with the ICCEE model (Identification, Choose, Create, Engagement, Evaluation). The subjects in this study were 55 Mechanical Engineering students at the Bangka Belitung State Manufacturing Polytechnic. Data collection techniques used in this study were expert validation sheets and media practicality trial questionnaires. The results of the assessment of 2 validators stated that the media was valid and ready to be tested. Based on small group trials conducted on 13 students, an average score of 78.20 was obtained, while large group trials conducted on 55 students obtained a result of 78.89. This concludes that the learning media developed are practical. Based on the data obtained, it can be concluded that the learning media of the MOODLE-based Blended Learning model of Mathematics are classified as valid and practical. Thus, the learning media of the MOODLE-based Blended Learning model of mathematics are ready to be used for the application of Mathematics learning at the Bangka Belitung State Manufacturing Polytechnic.Keywords: Blended Learning; Mathematics Learning Media; practical; valid
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI PEMBELAJARAN BANGUN RUANG SISI DATAR BERORIENTASI PADA KEMAMPUAN SPASIAL Shelly Lubis; Sri Andayani; Habibullah Habibullah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.11 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i3.3017

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi yang valid, praktis dan efektif. Subjek penelitian ini adalah 34 orang siswa yang terdiri dari 12 orang siswa laki-laki dan 22 orang siswa perempuan dari salah satu SMP Negeri di Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket penilaian kepraktisan media oleh guru dan siswa, serta tes kemampuan spasial yang terdiri dari 12 butir soal pilihan ganda untuk menguji masing-masing komponen kemampuan spasial yaitu spatial visualization, spatial orientation, dan spatial relation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian yang diperoleh dari ahli materi dan ahli media menyatakan media yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, sedangkan hasil penilaian yang diberikan oleh guru dan siswa menyatakan media memenuhi kriteria praktis. Media tersebut juga dinyatakan efektif jika ditinjau dari kemampuan spasial karena sebanyak 75,9% siswa berhasil memperoleh skor ketuntasan. Kemampuan spasial sangat penting dimiliki oleh siswa karena banyak penelitian yang menyatakan bahwa kemampuan spasial berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang di bidang Science, Technology, Engineering dan Mathematics (STEM), serta terhadap prestasi matematika siswa. This research is a development research which aims to develop a valid, practical and effective animated learning video. The subjects involved were 34 students consisting of 12 male and 22 female students from one of the state junior high schools in Yogyakarta. Data collection were carried out with a questionnaire assessment of the practicality of the media by teachers and students, as well as a spatial ability test consisting of 12 multiple choice questions to test each component of spatial ability, namely spatial visualization, spatial orientation, and spatial relations. The results showed that the assessment obtained from material experts and media experts stated that the developed media met valid criteria, while the assessment results given by teachers and students stated that the media met practical criteria. The media was also effective when viewed from spatial ability because 75.9% of students achieved mastery level scores. Spatial ability is very important for students as reported by many studies stating that spatial ability influences a person's success in the fields of Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) and related to students’ mathematics achievement
PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU GOOGLE CALSSROOM TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS Sofri Rizka Amalia; Dian Puwaningsih; Wikan Budi Utami
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.064 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajarkan dengan model problem based learning berbantu google classroom lebih baik dari kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang yang diajar dengan whatsapp group.  Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain postest only control design.  Populasi dalam penelitian ini adalah siswa jurusan IPA SMA Negeri 5 Tegal yang terdiri dari 5 kelas. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah X IPA 3 sejumlah 35 siswa sebagai kelas yang diajar PBL berbantu google classroom, dan X IPA 1 sebagai kelas yang diajar dengan whatsapp group sejumlah 35 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan dokumentasi. Teknik analisisi data dalam penelitian ini adalah uji indepentent t test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajarkan dengan model problem based learning berbantu google classroom lebih baik dari kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang yang diajar dengan whatsapp group.This study aims to determine the understanding of students' mathematical concepts taught with the google class problem-based learning model is better than the ability of students to understand mathematical concepts taught by the WhatsApp group. This research is an experimental study with a posttest only control design. The population in this study were students majoring in science at SMA Negeri 5 Tegal which consisted of 5 classes. Whereas the sample used in this study was X IPA 3 with a total of 35 students as a class that was taught by PBL assisted by google classroom, and X IPA 1 as a class that was taught by whatsapp group of 35 students. Collecting data in research using tests and documentation. The data analysis technique in this study was the independent t test with the help of SPSS. The result of this research is that the understanding of the concept of students who are taught with the google class problem-based learning model is better than the ability to understand the mathematical concepts of students taught by the WhatsApp group.
ANALISIS KESULITAN DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK BERDASARKAN LANGKAH POLYA Yulia Haryono; Ratulani Juwita; Shinta Vioni
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.653 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3510

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesulitan belajar dalam memecahkan masalah yang ditinjau dari minat dan apa saja faktor penyebab peserta didik mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah tersebut ditinjau dari minat belajar. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dipilih secara purposive sampling yaitu membuka 6 orang, 2 orang minat belajar tinggi, 2 orang minat belajar sedang dan 2 orang minat belajar. Instrumen yang digunakan adalah angket minat belajar, soal tes pemecahan masalah dan wawancara.Angket minat belajar dianalisis berdasarkan pengelompokan minat belajar, tes pemecahan masalah berdasarkan indikator kesulitan dalam memecahkan masalah dan analisis secara kualitatif menurut Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan minat belajar, peserta didik mengalami kesulitan dalam menyusun rencana, peserta didik dengan minat belajar sedang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan rencana, serta peserta didik mengalami kesulitan dalam menyusun rencana, menyelesaikan rencana, dan menyelesaikan menyelesaikan kembali.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA PISA PADA KONTEN CHANGE AND RELATIONSHIP Dede Pranitasari; Novisita Ratu
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.319 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.2685

Abstract

Keberhasilan siswa yang kurang optimal terhadap literasi matematika dalam PISA tentunya dikarenakan siswa mengalami kesulitan sehingga menyebabkan kesalahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa SMA dalam menyelesaikan soal matematika PISA pada konten change and relationship. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 3 siswa kelas X MIPA 3 SMA Negeri 1 Tuntang dengan jenis kesalahan terbanyak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kesalahan yang dilakukan oleh ketiga subjek dalam menyelesaikan soal matematika PISA pada konten change and relationship berdasarkan NEA (Newman’s Error Analysis) pada soal nomor 1, 2, dan 3 adalah kesalahan dalam memahami soal (comprehension), kesalahan dalam mengubah permasalahan pada soal ke bentuk matematika (transformation), dan kesalahan dalam menuliskan atau menyimpulkan hasil akhir (encoding). Kesalahan tersebut terjadi dikarenakan untuk menyelesaikan soal membutuhkan penalaran yang tinggi sehingga subjek mengalami kesulitan, kebingungan, dan kurang berminat baik dalam menyaring informasi atau menyelesaikan soal sesuai dengn prosedur matematika yang relevan.The success of the non-optimal students toward mathematics literacy in PISA is absolutely caused by the difficulties they had in which provoked failures and mistakes. Hence, this study investigated the types of mistakes that were done by senior high school students in doing PISA’s mathematics questions, especially in ‘change and relationship’ content. It is a descriptive qualitative study. The participants of the study were students from X Math and Science 3 of SMA Negeri 1 Tuntang with the most plenteous types of mistakes. The data were collected from tests and interview sessions. The results of this study showed that the mistakes which were done by three subjects in doing PISA’s mathematics questions written in ‘change and relationship’ content based on NEA (Newman’s Error Analysis) number 1, 2, 3 were generally the failure in comprehending questions (comprehension), the failure in changing problems mentioned in the questions into mathematic format (transformation), and the failure in writing or concluding the final results (encoding). These errors occur because solving problems requires high reasoning so that the subject experience difficulty, confusion, and is not interested in both filtering information or solving problems in accordance with relevan mathematical prosedures.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PEMBELAJARAN BERDASARKAN RECCE-MODEL UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KOGNITIF MAHASISWA PADA MATERI GEOMETRI TRANSFORMASI Arif Hidayatul Khusna; Aprilia Kholivatul Annisa
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.06 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i1.3444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen pembelajaran matematika berdasarkan RECCE-MODEL yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif mahasiswa pada materi transformasi geometri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian R&D. Tahapan pengembangan menggunakan model penelitian ADDIE yaitu analisis, desain, pengembangan, penerapan dan evaluasi. Produk dari pengembangan ini adalah instrument pembelajaran berupa Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) dan Tes yang berisi materi geometri transformasi dengan dasar RECCE-MODEL. Kedua instrumen ini digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif mahasiswa. Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi, angket respon dosen dan mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi dan penyebaran angket respon dosen dan mahasiswa. Teknik analisis data menggunakan skala likert dan SPSS untuk menentukan reliabilitas tes. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tingkat kevalidan LKM 79%, tingkat kepraktisan 85%. Tes memperoleh 75% untuk kevalidan, 0,748 untuk reliabilitas dan 81% untuk kepraktisan. Keefektifan untuk keduanya dikatakan efektif dengan hasil persentase pekerjaan mahasiswa yang memenuhi kemampuan kognitif berdasarkan tahapan RECCE-MODEL sebesar 97,5 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen pembelajaran dapat mengukur kemampuan kognitif pada materi geometri transformasi..
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF KALKULUS DENGAN WOLFRAM CDF PLAYER PADA KELAS SEMU SCHOOLOGY Adi Nurcahyo; Naufal Ishartono; Nugroho Arif Sudibyo
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.418 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3137

Abstract

Penggunaan teknologi dengan menerapkan e-learning merupakan hal yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat hasil dari implementasi pembelajaran kalkulus dengan Wolfram CDF ke dalam kelas semu Schoology. Metode perancangan sistem yang digunakan yaitu RAD (Rapid Application Development). Tahapan yang dilakukan meliputi 1) Requirement planning (perencanaan kebutuhan), 2) User design (desain pengguna), 3) Construction (pembangunan sistem), dan 4) Cut over (evaluasi). Teknik pengambilan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan angket. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa semester satu Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMS tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 120 mahasiswa. Hasil dari penelitian ini berupa suatu media pembelajaran interaktif kalkulus dengan kelas semu Schoology. Penerapan teknologi yang dilakukan dengan Wolfram CDF dan Schoology membantu dalam kegiatan pembelajaran. Sebanyak 87 mahasiswa menyatakan media pembelajaran tergolong sangat baik dan 33 mahasiswa menyatakan media pembelajaran tergolong baik. Dengan adanya pembelajaran kelas semu yang digunakan, mahasiswa juga mendapatkan beberapa manfaat lain dalam pembelajaran kelas online diantaranya pemahaman tentang kemampuan informasi dan teknologi. Abstract The use of technology by implementing e-learning is what is needed in learning. The purpose of this study is to see the results of the implementation of calculus learning with Wolfram CDF in the Schoology pseudo-class. The system design method used is RAD (Rapid Application Development). The stages carried out include 1) Requirement planning, 2) User design, 3) Construction and 4) Cutover. The data collection techniques used were observation, interviews, and questionnaires. The subjects of this research were 120 students in the first semester of the Mathematics Education Study Program FKIP UMS academic year 2018/2019. The results of this study were in the form of a calculus interactive learning media with Schoology pseudo-class. The application of technology with Wolfram CDF and Schoology helps in learning activities. A total of 87 students stated that the learning media was very good and 33 students stated that the learning media was good. With the pseudo classroom learning used, students also get several other benefits in online classroom learning including an understanding of information and technology skills.
EFFECTIVENESS OF SCHEMATIC REPRESENTATION IN SOLVING WORD PROBLEM Rahmad Bustanul Anwar; Dwi Rahmawati; Sri Endang Supriyatun
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.618 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i1.3379

Abstract

Schematic representation is very important for students to solve problems in solving word problems. There are two types of schematic representation namely pure schematic representation and mixed schematic representation. The process of forming a pure schematic representation tends to be more concise than the process of forming a mixed schematic representation. So it is necessary to investigate in more detail and in-depth which is more effective between pure schematic representation or mixed schematic representation in helping students to solve word problems. This study aims to determine the effectiveness of pure schematic representation and mixed schematic representation in solving word problems. The effectiveness mentioned in this study is the accuracy and precision of the schematic representation formed by the students when solving word problems. This study uses a qualitative approach involving students from grade IX in Metro City, Lampung, Inonesia as research subjects. The students involved in this study were 60 students. Of the 60 students, two were selected as research subjects representing pure schematic representation and mixed schematic representation. Both subjects were chosen considering the possibility of forming a schematic representation and having good communication skills. The results of this study indicate that students who form pure schematic representation present information and schematic drawings formed in a more concise, precise and accurate manner. While students who form a mixed schematic representation by presenting less structured information, the schematic drawings formed are longer. So it can be concluded that a pure schematic representation is more effective than a mixed schematic representation for solving word problems.Keywords: Representations; mixed schematic representations; pure schematic representations; word problem.  AbstrakRepresentasi skematis sangat penting bagi siswa untuk mengurai masalah dalam menyelesaikan word problem. Terdapat dua jenis representasi skematis yaitu representasi skematis murni dan representasi skematis campuran. Proses terbentuknya representasi skematis murni cenderung lebih ringkas (pendek) dibandingkan dengan proses terbentuknya representasi skematis campuran. Maka perlu diselidiki lebih detail dan mendalam manakah yang lebih efektif antara representasi skematis murni atau representasi skematis campuran dalam membantu siswa selama menyelesaikan word problem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antara representasi skematis murni dan representasi skematis campuran dalam pemecahan word problem. Efektivitas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ketepatan dan keakuratan representasi skematis yang dibentuk siswa selama menyelesaikan word problem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif yang melibatkan siswa kelas IX di Kota Metro, Lampung, Indonesia sebagai subjek penelitian. Siswa yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 60 siswa. Dari 60 siswa dipilih dua siswa sebagai subjek penelitian yang mewakili representasi skematis murni dan representasi skematis campuran. Dua subjek tersebut dipilih melalui pertimbangan mampu membentuk representasi skematis dengan baik, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sebuah tes diberikan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membentuk representasi skematis. Hasil pekerjaan siswa yang terkumpul dianalisis dan digunakan sebagai bahan dalam wawancara untuk menggali informasi bagaimana siswa membentuk representasi skematis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang membentuk representasi skematis murni menyajikan informasi-informasi dan gambar skema yang dibentuk lebih ringkas, tepat dan akurat. Sedangkan siswa yang membentuk reprsentasi skematis campuran dalam menyajikan informasi-informasi kurang terstruktur, dan gambar skema yang dibentuk lebih panjang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa representasi skematis murni lebih efektif daripada representasi skematis campuran selama menyelesaikan word problem.Kata kunci: Representasi; representasi skematis campuran; representasi skematis murni; word problem.

Page 35 of 153 | Total Record : 1528