cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA Sri Ayu; Sekar Dwi Ardianti; Savitri Wanabuliandari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.079 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3824

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar matematika dan faktor penyebab kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa kelas IV MI Mambaul Ulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu guru kelas, dan tujuh siswa kelas IV yang teridentifikasi mengalami kesulitan belajar matematika. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kesulitan belajar matematika yang siswa kelas IV MI Mambaul Ulum alami yaitu kesulitan memahami konsep pada bilangan pecahan, kesulitan keterampilan berhitung pada materi perkalian dan pembagian, serta kesulitan memecahkan masalah dalam bentuk soal cerita. 2) Faktor penyebab kesulitan belajar matematika terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya adalah kesehatan tubuh yang tidak optimal, cacat tubuh yaitu penglihatan yang lemah atau mata minus dan pendengaran yang kurang, kecerdasan yang rendah, minat siswa pada pelajaran matematika masih rendah, serta motivasi siswa dalam pembelajaran matematika juga rendah. Sedangkan faktor eksternalnya adalah faktor lingkungan sekolah yaitu penggunaan media pembelajaran matematika yang kurang inovatif, faktor lingkungan keluarga adalah orang tua kurang memperhatikan kegiatan belajar matematika siswa, suasana dirumah kurang baik saat siswa belajar matematika, kegiatan dalam masyarakat yaitu siswa yang terlalu banyak aktivitas sehingga kegiatan belajar siswa menjadi terbengkalai, dan faktor media massa yaitu pengaruh penggunaan gadget dan TV.  Kata kunci: Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Matematika; Kesulitan Belajar Matematika AbstractThis study aims to describe the difficulties in learning mathematics in learning mathematics and the factors causing the difficulty in learning mathematics experienced by students in grade IV MI Mambaul Ulum.  This research uses a qualitative approach with a case study design. The subject of  this research is the class teacher, and seven grade IV students who were identified as having difficulty learning mathematics. Data collection techniques in this study are observation, interviews, documentation, and field notes. Data analysis tchniques used in this study are dta reduction, data presentation, and conclusions/verification. The results showed that 1) The difficulty in learning mathematics that the IV grader MI Mambaul Ulum experienced, namely the difficulty in understanding the concept of fractions, difficulty in numeracy skills in the material of multiplication and division, and difficulty solving problems in the form of story problems. 2) Factors that cause difficulty in learning mathematics consist of internal factors and exsternal factors. Internal factors are body health that is not optimal, body defects, namely weak eyesight or minus eyes and poor hearing, low intelligence, student interest in mathematics is still low,  and students motivation in learning mathematics is also low. While the external factor is the school environment factor, namely the use of less innovative mathematics learning media, family environmental factors, are parents pay less attention to students mathematics learning activities, the atmosphere at home is not good when students study math, activities in the community namely students who have too much activity so that students learning activities become neglected, and mass media factors, namely the influence of the use of gadgets and television.  Keywords: Difficulty learning math; Factors that cause difficulty in learning mathematics
IMPROVING STUDENT’S LEARNING OUTCOMES BY USING MICROSOFT EXCEL AND STATISTICAL PROGRAM OF SOCIAL SCIENCE Herlina Herlina
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.049 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3888

Abstract

AbstractOne of the factors causing the low score of student learning outcomes Statistics and Probability on midterm exams is that during practice or studying on their own, students feel the complexity of solving questions about data analysis in Statistics and Probability courses and the difficulty of obtaining confirmation of correct answers. This encourages to find alternative solutions. One of them is using Excel and Statistical Program of Social Science (SPSS) software in Statistics and Probability learning. The purpose of this research is to improve the learning outcomes of Statistics and Probability using Excel and SPSS software. The method used in this research is the One-Group Pretest-Posttest Design. Samples were selected using the Cluster Random Sampling technique. To see if there is an increase in learning outcomes, it is done by comparing the average learning outcomes of the midterm exams (before using Excel and SPSS software) and final semester exams (after using Excel and SPSS software). The results of the Wicoxon test showed Asymp. Sig. (2-tailed) 0.000 less than 0.05, so it can be concluded that the pretest and posttest means are significantly different. This shows that there is an increase in learning outcomes before and after learning using Excel and SPSS software, so it is concluded that student learning outcomes in Statistics and Probability courses can be improved through learning by using Excel and SPSS software. Keywords: excel; learning outcomes; software; SPSS Abstrak Salah satu faktor penyebab rendahnya nilai hasil belajar Statistik dan Probabilitas mahasiswa pada ujian tengah semester disebabkan pada saat latihan atau belajar sendiri. Mahasiswa merasakan rumitnya penyelesaian soal tentang analisis data pada mata kuliah Statistik dan Probabilitas dan sulitnya memperoleh konfirmasi jawaban benar. Hal ini mendorong untuk menemukan alternatif solusi. Salah satu alternative solusi adalah memanfaatkan software Excel dan Statistical Program of Social Science(SPSS) dalam pembelajaran Statistik dan Probabilitas.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Statistik dan Probabilitas menggunakan software Excel dan SPSS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel dipilih dengan teknik Cluster random Sampling. Untuk melihat apakah ada peningkatan hasil belajar, dilakukan dengan membandingkan rata-rata hasil belajar ujian tengah semester (sebelum memanfaatkan software Excel dan SPSS) dan ujian akhir semester (setelah memanfaatkan software Excel dan SPSS). Hasil uji Wicoxon menunjukkan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 kurang dari 0,05 sehingga disimpulkan bahwa rata-rata pretest dan posttest berbeda  secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah pembelajaran memanfaatkan software Excel dan SPSS, sehingga disimpulkan bahwa hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Statistik dan Probabilitas dapat ditingkatkan melalui pembelajaran dengan memanfaatkan software Excel dan SPSS.Kata kunci: excel; hasil belajar; software; SPSS. 
DISAIN PEMBELAJARAN PROGRAM LINEAR BERBASIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) Armiati Armiati; Sutiaharni Sutiaharni
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.346 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan disain pembelajaran matematika topik program linear berbasis Realistic Mathematics Education pada program keahlian akuntansi dan keuangan kelas X SMK. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan Model pengembangan yang digunakan adalah model Plomp, yang memuat tiga tahapan yaitu tahap prelimenary, tahap disain dan tahap assessment. Namun, pada artikel ini hanya membahas efektivitas disain pembelajaran topik program linear terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang termasuk pada tahap assessment.  Sebagai subjek dalam tahap ini adalah siswa SMK kelas X, dengan instrumen berupaa tes kemampuan pemecahan masalah yang dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pada tahap one-to-one evaluation disain pembelajaran topik program linear belum memiliki dampak yang berarti untuk siswa kemampuan rendah. Namun berpotensi untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang berkemampuan sedang dan tinggi. Pada tahap small group evaluation disain pembelajaran topik program linear sudah efektif, karena jumlah siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) melebih 60% yaitu 5 dari 6 orang. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan disain pembelajaran topik program linear ini memberikan dampak positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dengan rata-rata untuk keseluruhan indikator adalah 81,85%. 
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOMETRI BERBASIS SCIENCE TECHNOLOGY ENGINEERING AND MATHEMATICS (STEM) UNTUK MENDUKUNG KEMAMPUAN SPASIAL RIZKY OKTAVIANA EKO PUTRI; FERIYANTO FERIYANTO
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.738 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3141

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar geometri berbasis STEM untuk mahasiswa S1 jurusan pendidikan matematika. Terdapat tiga langkah utama yaitu Fase Pendahuluan, yaitu menganalisis masalah yang dihadapi mahasiswa dalam pembelajaran mata kuliah geometri. Pada tahap ini akan diperoleh permasalahan pokok yang dihadapi dan kebutuhan siswa dalam pembelajaran geometri. Fase Pengembangan merupakan tahap kedua dimana mengembangkan prototipe atau desain awal bahan ajar geometri berbasis materi STEM. Tahap terakhir yaitu Fase Penilaian atau tahap validasi dimana harus menganalisis apakah kualitas produk bahan ajar yang telah disiapkan memenuhi kriteria. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa bahan ajar geometri berbasis STEM layak digunakan dan efektif digunakan dalam pembelajaran untuk mendukung kemampuan spasial mahasiswa. Namun demi tercapainya hasil yang lebih memuaskan maka disarankan untuk membiasakan mahasiswa dalam pembelajaran berbasis STEM.The aim of this study was developing geometry learning material integrated by STEM principals for undergraduate students in mathematics education program. There were three main steps, Preliminary Research, analyzed the problems faced by students in learning geometry courses. At this stage it will be obtained the main problems encountered and the needs of students in learning geometry. Development Phase was the second step where researchers developed a prototype or the initial design of teaching materials based geometry STEM subjects. The last steps was Assessment Phase or validation phase where researchers should analyze whether the product quality teaching materials that have been prepared meet the criteria. Based on the data analysis can be concluded that STEM integrated geometry learning material is feasible and effective to be used in learning to support students' spatial abilities. However, in order to achieve more satisfying results, it is suggested to familiarize students with STEM-based learning.
PENGEMBANGAN E-MODUL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Ihwatul Islahiyah; Heni Pujiastuti; Anwar Mutaqin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2502.818 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.3908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul matematika dengan model pembelajaran berbasis masalah yang valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research & Development) yang mengacu pada model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari lembar validasi ahli, lembar penilaian kepraktisan siswa, dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) e-modul yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran matematika berdasarkan persentase keseluruhan ahli media 79%, ahli materi 78%, ahli bahasa 77%, dan respon siswa 87% dengan kriteria valid, b) berdasarkan pada tes evaluasi hasil, e-modul efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan persentase 80% siswa mencapai ketuntasan klasikal. Hasil pengembangan adalah e-modul dengan model pembelajaran berbasis masalah yang valid, praktis dan efektif digunakan dalam pembelajaran matematika kelas XI SMA.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PENDEKATAN RME PADA MATERI SEGIEMPAT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Venty Emma Chahyanti; Kamid Kamid; Evita Anggereini
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.601 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada materi segiempat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa.  Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), pelaksanaan (implementation), dan evaluasi (evaluation). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Swasta Islam Terpadu Trio Batanghari tahun ajaran 2021/2022. Dalam penelitian ini, dilakukan uji coba perorangan yaitu dengan satu orang guru, uji coba produk pada kelompok kecil yang terdiri dari 8 orang siswa dan uji coba kelompok besar terdiri dari 22 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket validasi ahli dan angket uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar serta tes kemampuan berpikir kreatif siswa. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu sebuah LKPD berbasis pendekatan RME pada materi segiempat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, penilaian isi materi dan desain LKPD oleh ahli materi dan ahli desain LKPD, penilaian dan respon siswa terhadap LKPD yang telah dibuat, dan kemampuan berpikir kreatif siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis pendekatan RME  pada materi segiempat dengan memberikan post test.Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif, LKPD, Pendekatan RME This study aims to develop and determine the feasibility of the Student Worksheet based on the Realistic Mathematics Education (RME) approach on rectangular material to improve students' creative thinking skills. This research is research and development that uses the ADDIE model which consists of 5 stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects of this study were 7th grade students of the SMP Swasta Islam Terpadu Trio Batanghari in the 2021/2022 academic year. In this study, individual trials were conducted with one teacher, product trials in small groups consisting of 8 students and large group trials consisting of 22 students. The instruments used in this study were expert validation questionnaires and individual test questionnaires, small group trials and large group trials and tests of students' creative thinking skills. The data analysis of this research was conducted using descriptive statistics. The results of this study are an student worksheet based on the RME approach on rectangular material to improve students' creative thinking skills, assessment of material content and student worksheet design by material experts and student worksheet design experts, student assessments and responses to student worksheet that have been made, and students' creative thinking ability to use student worksheet based on the RME approach on rectangular material by providing a post test.Keywords: Creative Thinking Skills, RME, Student Worksheet
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA MADRASAH ALIYAH Anggi Anggraini; Muntazhimah Muntazhimah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.385 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4223

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sebuah instrumen kemampuan berpikir reflektif matematis siswa Madrasah Aliyah yang valid dan reliabel. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian pengembangan (Research & Development) dengan model pengembangan 4D Thiagarajan dengan tahapan define, design, development, dan dissemination. Data yang diperoleh pada penelitian ini merupakan data kualitatif berupa komentar atau saran perbaikan dari expert , dan data kuantitatif berupa skor yang diperoleh siswa pada saat uji coba instrumen tes ini. Uji coba penelitianya dilakukan kepada 60 siswa kelas 10 MAN 12 Jakarta untuk mengetahui validitas, reliabilitas dan tingkat kesukaran instrumen. Analisis hasil uji coba dilakukan dengan pendekatan model Rasch dibantu oleh software Winsteps. Penelitian ini menghasilkan 5 butir soal uraian valid, reliabel, dan tingkat kesukaran yang baik. Uji validitas menggunakan tabel item dimensionality dan tabel item fit order dimana Undimensionality berdasarkan nilai raw variance by measure dan kesesuaian butir soal sesuai salah satu kriteria, yakni 0,50 < MNSQ < 1,5; -2,0 < ZSTD < +2,0 dan 0,4 < Pt Mean Car < 0,85. Uji reliabilitasnya berdasarkan tabel summary statistic pada nilai person dan item reliability sebesar 0,73 dan 0,76 yang berkriteria cukup dan nilai alpha Cronbach sebesar 0,92 yang berkriteria bagus sekali. Lalu tingkat kesukaran instrumen terbagi tiga tingkatan, yaitu sulit, sedang dan mudah dengan menggunakan tabel item measure. Berdasarkan hal tersebut, maka instrumen tes ini layak digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir reflektif matematis siswa Madrasah Aliyah. The purpose of this study was to obtain a valid and reliable instrument of mathematical reflective thinking ability of Madrasah Aliyah students. This research is a development research (Research & Development) with a 4D Thiagarajan development model with the stages of define, design, development, and dissemination. The data obtained in this study are qualitative data in the form of comments or suggestions for improvement from experts, and quantitative data in the form of scores obtained by students when testing this test instrument. The research trial was conducted on 60 10th grade students of MAN 12 Jakarta to determine the validity, reliability and level of difficulty of the instrument. The analysis of the test results was carried out using the Rasch model approach assisted by the Winsteps software. This study resulted in 5 items of valid, reliable, and good level of difficulty. The validity test uses the item dimensionality table and the item fit order table where Undimensionality is based on the raw variance by measure value and the suitability of the items according to one of the criteria, namely 0.50 < MNSQ < 1.5; -2.0 < ZSTD < +2.0 and 0.4 < Pt Mean Car < 0.85. The reliability test is based on the statistical summary table on the person and item reliability values of 0.73 and 0.76 which have sufficient criteria and Cronbach's alpha value of 0.92 which has excellent criteria. Then the instrument difficulty level is divided into three levels, namely difficult, medium and easy using the item measure table. Based on this, this test instrument is suitable to be used to measure the mathematical reflective thinking ability of Madrasah Aliyah students.
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Ully Hidayati; Jahring Jahring
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.7 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4417

Abstract

Koneksi matematis adalah salah satu kemampuan tingkat tinggi yang harus dimiliki siswa. Namun, setiap siswa memiliki kemampuan koneksi matematis yang berbeda tergantung pada kesesuaian model pembelajaran dengan gaya belajar siswa. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis ditinjau dari gaya belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tanggetada. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari 33 siswa. Instrumen penelitian ini adalah tes kemampuan koneksi matematis dan questioner baku VARK edisi 8.01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dari 33 siswa terdapat siswa dengan gaya belajar auditory (A) sebanyak 5 siswa, read/write (R) sebanyak 5 siswa, kinestetic (K) sebanyak 6 siswa, quadmodal yaitu V-A-R-K  sebanyak 3 siswa, gaya belajar trimodal terdiri dari A-R-K sebanyak 2 siswa dan V-A-K sebanyak 2 siswa, dan gaya belajar bimodal terdiri dari A-K sebanyak 8 siswa dan V-K sebanyak 2 siswa; (2) Kemampuan koneksi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tanggetada berada pada kategori kurang; (3) Rata-rata kemampuan koneksi matematis siswa dengan gaya belajar Auditory (A), Read/write (R) dan Kinestetic (K) berada pada kategori kurang, kemampuan koneksi matematis siswa dengan gaya belajar bimodal tipe A-K dan V-K berada pada kategori kurang, kemampuan koneksi matematis siswa dengan gaya belajar trimodal tipe A-R-K berada pada kategori kurang dan tipe V-A-K berada pada kategori  cukup, dan kemampuan koneksi matematis siswa dengan gaya belajar quadmodal yaitu V-A-R-K berada pada kategori kurang. Terlihat bahwa kemampuan koneksi matematis pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tanggetada masih berada pada kategori kurang.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MENGGUNAKAN INSTRUMEN HOTS BERBASIS TWO TIER DIAGNOSTIC TEST Sundari Sundari; Muhammad Syahrul Kahar; Evitari Galu Erwinda
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.497 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4260

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa cenderung rendah, sehingga berdampak pada kemampuan dalam menerjemahkan substansi pembelajaran yang diberikan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa menggunakan instrumen soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) berbasis Two Tier Diagnostic Test. Adapun Pendekatan yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Teknik pengumpulan data meliputi instrumen tes. Tahapan analisis data mencakup analisis skor tes, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini pada uji normalitas memperoleh taraf signifikansi 0,086 sehingga dinyatakan berdistribusi normal dan uji homogenitas dengan taraf signifikansi 0,566 sehingga data dinyatakan homogen. Selanjutnya pada uji regresi linier sederhana diperoleh nilai thitung -1,054 dengan taraf signifikansi 0,303>0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat di jelaskan bahwa penggunaan instrumen HOTS belum mampu mendorong mahasiswa untuk menelaah informasi yang didapatkan, hal ini terlihat pada rata-rata hasil uji anova menjelaskan bahwa tingkat intrepretasi mahasiswa masih rendah dalam menerjemahkan soal yang diberikan. Oleh karena itu, diperlukan adanya integrasikan pembelajaran yang berkelanjutan.  AbstractStudents' high-level thinking skills tend to be low, thus impacting the ability to translate the substance of learning provided. The purpose of this study was to find out the high-level thinking skills of students using higher order thinking skills (HOTS) based on the Two Tier Diagnostic Test. The approach taken using a quantitative approach with data collection techniques includes test instruments. The data analysis stages include test score analysis, normality test, homogeneity test, and hypothesis test. The results obtained in this study on the normality test obtained a significance level of 0.086 so that it is declared normal distribution and test homogeneity with a significance level of 0.566 so that the data is declared homogeneous. Furthermore, in the simple linear regression test obtained a value of -1.054 with a significance level of 0.303>0.05. Based on these results, it can be explained that the use of HOTS instruments has not been able to encourage students to review the information obtained, this is seen in the average results of the anova test explaining that the level of student interpretation is still low in translating the given problem. Therefore, there is a need for continuous integration of learning.
KETERAMPILAN BERPIKIR MATEMATIS TINGKAT TINGGI SISWA MADRASAH ALIYAH DITINJAU DARI GENDER DAN STATUS SEKOLAH Ibrahim Ibrahim
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.263 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4171

Abstract

This study examines higher order mathematical thinking skills in terms of differences in school status (public and private) and gender differences (male and female). All madrasah aliyah students in the city of Yogyakarta became the subject of this research population. The sample subjects of this study were 83 students from one public school and four private schools which were selected using a stratified sampling technique. The Higher Order Mathematical Thinking Skills Test became the instrument in this study. Two-way analysis of variance is the technical data analysis used in this study. This study concludes that students' high order mathematical thinking skills are still low. This study also concluded that there was no difference between the higher order mathematical thinking skills of public madrasah aliyah students and private madrasah aliyah students and there was no difference between the higher order mathematical thinking skills of female and male students. Another conclusion is that there is no interaction between school status and student gender on higher order mathematical thinking skills.

Page 56 of 153 | Total Record : 1528