cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
PENGEMBANGAN INSTRUMEN UJI KOMPETENSI UNTUK CALON GURU MATEMATIKA Made Subawo; Akbar Nasrum
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.721 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3951

Abstract

Institusi pendidikan akan menjadi berkualitas manakala didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang paling berpengaruh dalam satuan pendidikan tidak lain adalah guru. Untuk menghadirkan sosok guru yang berkualitas harus dimulai dari satuan pendidikan yang menghasilkan guru. Dari sana seharusnya sudah bisa tersaring mana yang bisa jadi guru professional mana yang tidak. Untuk itu perlu adanya filter yang dapat memisahkan antara calon guru berkualitas baik dan yang tidak. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu aplikasi  yang berguna untuk menguji kompetensi calon guru matematika. Dengan aplikasi ini diharapkan dapat membantu dosen dalam menilai calon guru apakah pantas untuk diluluskan atau masih perlu ditempa. Untuk menghasilkan suatu aplikasi yang dapat diimplementasikan dibutuhkan empat tahapan yaitu: investigasi awal, tahap desain, tahap konstruksi/realisasi dan terakhir adalah evaluasi dan revisi. Tahap investigasi awal menentukan butir soal seperti apa yang ingin dimasukkan kedalam aplikasi. Pada tahap desain merancang tampilan soal dalam aplikasi seperti apa yang baik untuk para calon guru. Dalam tahap konstruksi/realisasi yaitu membuat aplikasi berdasarkan tahapan pertama dan kedua. Tahapan terakhir mengevaluasi dan merevisi kekurangan yang terdapat pada aplikasi yang telah dibuat. Hasil akhir diperoleh sebuah aplikasi ujian berbasis web yang telah teruji dan dinyatakan layak digunakan untuk menguji komptetensi calon guru matematika di Universitas Sembilanbelas November Kolaka.Educational institutions will be of high quality if they are supported by quality human resources. The most influential resource in an educational unit is none other than the teacher. To present a qualified teacher, it must start from the education unit that produces teachers. From there, you should be able to filter out which ones can be professional teachers and which are not. For this reason, it is necessary to have a filter that can separate good quality teacher candidates and those who are not. The purpose of this study is to make an application that is useful for testing the competence of prospective mathematics teachers. With this application, it is hoped that it can help lecturers in assessing prospective teachers whether they are appropriate for graduation or still need to be forged. To produce an application that can be implemented, four stages are needed, namely: the initial investigation, the design stage, the construction/realization stage, and last is evaluation and revision. The initial investigation stage determines what items you want to include in the application. At the design stage, designing the appearance of questions in what kind of application is good for prospective teachers. In the construction/realization stage, namely making applications based on the first and second stages. The last stage is to evaluate and revise the shortcomings contained in the application that has been made. The results of the material evaluation and media evaluation from the two validation teams showed numbers in the good category. The final result is a web-based exam application that has been tested and declared suitable to be used to test the competence of prospective mathematics teachers at the University of Sembilanbelas November Kolaka.
DISPOSISI MATEMATIS MAHASISWA PGSD/PGMI, SEPERTI APAKAH DI ERA PANDEMI COVID-19? Wanda Tri Utami; Marsigit Marsigit; Heri Retnawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.451 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3852

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengupas bagaimanakah disposisi matematis mahasiswa PGSD/PGMI di era pandemic covid-19 yang menjadikan mahasiswa harus melakukan perkuliahan secara daring. Penelitian ini merupakan kuantitatif survei jenis cross-sectional dengan analisis deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket secara online menggunakan google form dengan adaptasi instrumen dan disebarkan pada partisipan mahasiswa PGSD/PGMI. Adapun subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 22 universitas negeri dan swasta dengan 165 mahasiswa. Untuk melihat hasil dari penelitian tersebut peneliti melakukan konversi data agar dapat mengklasifikasikan hasil dari penelitian. Pembagian klasifikasi terbagi atas 5 bagian yaitu sangat baik, baik, cukup baik, kurang, dan sangat kurang. Berdasarkan dari hasil analisis data diperoleh hasil penelitian yang menunjukan bahwa disposisi matematis mahasiswa PGSD/PGMI Indonesia secara keseluruhan adalah sebagai berikut: 23,64% sangat baik (A), 30,91% baik (B), 44,85% cukup baik (C), 0,6% kurang (D), dan 0% sangat kurang (E). Hal ini dikarenakan indikator tentang emosi dan perilaku mempengaruhi hasil akhir dengan kriteria cukup baik (C) dengan masing-masing persentase 60,61% dan 56,36%. Sehingga, kesimpulan dari analisis data tersebut bahwa disposisi matematis secara keseluruhan mahasiswa PGSD/PGMI di era pandemi covid-19 tergolong dalam kriteria cukup rendah yaitu 44,85% yang termasuk dalam kategori cukup baik (C).
IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES IN STATISTICS FOR RESEARCH EDUCATION COURSES USING MOODLE PLATFORM DURING PANDEMIC Tanti Listiani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.83 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.4032

Abstract

Currently, the education system is experiencing a situation that requires teachers to be able to master distance learning media, especially during this Covid-19 pandemic outbreak. The distance education system is one of the solutions to overcome difficulties in face-to-face learning with the existence of social distancing rules considering the problems of time, location, distance, and cost which are major obstacles at this time. Moodle is a platform that can be used for distance learning. This study aims to see whether there is an increase in student learning outcomes in studying educational research statistics using the Moodle platform. The type of research is classroom action research with the Pelton model. This research sample is 42 students who take education research statistics courses. The sample data was processed using descriptive statistics taken from student learning outcomes. The results showed that student learning outcomes in studying educational research statistics have increased. The Moodle platform can help students get more learning outcomes, and it is effectively used as a solution in distance lectures. Suggestions for further research are the need for improvisation in using the Moodle platform to maximize its use
Lapisan Pemahaman Konsep Mahasiswa Calon Guru Matematika dalam Menyelesaikan Soal Logaritma Imanuel Gery Donuata; Fika Widya Pratama
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.26 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lapisan pemahaman konsep mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan soal logaritma. Teori yang digunakan dalam mendeskripsikan lapisan pemahaman konsep adalah teori Pirie & Kieren yang terdiri dari delapan lapisan, antara lain primitive knowing, image making, image having, property noticing, formalizing, observing, structuring, inventising. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sehingga terpilih 3 mahasiswa aktif dengan IPK tertinggi pada angkatan 2018, 2019 dan 2020 program studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama dan instrumen pendukung berupa soal tes dan pedoman wawancara. Metode tes berupa soal persamaan logaritma dan metode wawancara digunakan untuk memperoleh data penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek 1 dan subjek 2 telah mencapai lapisan kedelapan, yaitu inventising. Sedangkan subjek 3 mencapai lapisan ketujuh, yaitu structuring. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa calon guru matematika telah mencapai lapisan kedelapan, yaitu inventising.
PENGEMBANGAN FLIPPED CLASSROOM PADA MATA KULIAH KALKULUS INTEGRAL Anderson Leonardo Palinussa; Marlin Blandy Mananggel
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.704 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.4070

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran flipped classroom dan perangkat pembelajaran berupa buku ajar dan video pembelajaran pada mata kuliah kalkulus integral. Penelitian pengembangan mengacu pada model pengembangan Plomp yang terdiri atas fase kajian awal, desain, realisasi, tes dan evaluasi, revisi serta implementasi. Perangkat yang dikembangkan adalah rencana pembelajaran mengikuti sintaks pembelajaran flipped classroom, bahan ajar serta video pembelajaran. Sumber data adalah mahasiswa pendidikan matematika yang menawarkan mata kuliah Kalkulus Integral sebanyak 70 orang dan sebelum model ini dikembangkan di validasi oleh dua ahli pembelajaran matematika dari Universitas Pattimura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran flipped classroom dan perangkat pembelajaran berupa buku ajar dan video pembelajaran layak untuk digunakan.This study aims to develop a flipped classroom learning model and learning tools in the form of textbooks and learning videos in integral calculus courses. Development research refers to the Plomp development model which consists of the initial study phase, design, realization, test and evaluation, revision and implementation. The tools developed are lesson plans following the flipped classroom learning syntax, teaching materials and learning videos. The data source is mathematics education students who offer 70 Integral Calculus courses and before this model was developed it was validated by two mathematics learning experts from Pattimura University. The results showed that the flipped classroom learning model and learning tools in the form of textbooks and learning videos were feasible to use. 
KECEMASAN MENGAJAR MATEMATIKA PADA PEMBELAJARAN ONLINE DAN DAMPAKNYA PADA METODE PENGAJARAN GURU Wulantina, Endah; Ikashaum, Fertilia; Mustika, Juitaning; Rahmawati, Nur Indah; Kurniawan, Angga
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.792 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3745

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan 1) tingkat  kecemasan guru matematika di sekolah  terhadap pembelajaran online; 2) faktor-faktor kecemasan mengajar matematika pada pembelajaran online, 3) dampak dari kecemasan mengajar matematika terhadap metode mengajar guru pada pembelajaran online. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan pada 31 guru matematika yang mengajar pada pembelajaran online. Data dikumpulkan melalui kuesioner Mathematics Teaching Anxiety Scale (MTAS) sebanyak 19 item. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa level kecemasan mengajar matematika guru pada pembelajaran online sebanyak 7 orang (22,6%) kategori tingkat kecemasan tinggi, sebanyak 14 orang (58%) kategori tingkat kecemasan sedang dan sebanyak 6 orang (19,4%) kategori tingkat kecemasan rendah. Kecemasan mengajar matematika yang paling banyak dirasakan adalah terkait siswa yang tidak dapat berpartisipasi secara aktif dalam pelajaran matematika online serta siswa yang tidak mampu memahami materi yang disampaikan oleh guru. Tingkatan kecemasan mengajar matematika memberikan dampak berbeda terhadap metode yang dipakai guru pada pembelajaran online. Responden dengan tingkat kecemasan mengajar tinggi secara umum menggunakan media whatsapp, mengajar dengan mengirimkan video pembelajaran yang diunduh dari youtube kemudian menjelaskan materi berdasarkan video dan buku paket. Responden dengan  tingkat kecemasan mengajar matematika sedang menggunakan media pembelajaran seperti video dari youtube, membuat kuis sebelum dan sesudah pembelajaran serta menyiapkan rencana pembelajaran sebelum jadwal pembelajaran berlangsung. Responden dengan  tingkat kecemasan mengajar matematika rendah menggunakan metode pemecahan masalah, metode kooperatif serta diskusi tanya jawab melalui google meet maupun google classroom.
ANALISIS KESALAHAN KONSEPTUAL DAN PROSEDURAL SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGGENERALISASI POLA BILANGAN Mega Selvia Ayu Devi; Mohammad Faizal Amir
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.54 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3713

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan konseptual dan prosedural siswa sekolah dasar dalam menggeneralisasi pola bilangan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Juwet Kenongo Porong. Teknik typical sampling digunakan untuk memilih tiga subjek dari 24 siswa. Kategori pemilihan subjek didasarkan pada satu siswa yang memiliki tingkat pemecahan masalah paling tinggi, satu siswa yang memiliki tingkat pemecahan masalah sedang, dan satu siswa yang memiliki tingkat pemecahan masalah paling rendah. Metode pengumpulan data menggunakan tes generalisasi pola bilangan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat pemecahan masalah rendah dan sedang cenderung melakukan kesalahan konseptual. Sedangkan, siswa dengan tingkat pemecahan masalah tinggi cenderung hanya melakukan kesalahan prosedural. Hasil peneltian ini memberikan keyakinan bahwa siswa sekolah dasar mampu melakukan generalisasi pola bilangan dengan pendekatan pola figural atau gambar, meskipun dengan beberapa bentuk kesalahan konseptual maupun prosedural. Hal ini berimplikasi pada para pendidik atau akademisi untuk dapat meminimalisir kesalahan siswa sekolah dasar dalam menggeneralisasi pola, melalui stimulisasi pengajaran berbasis masalah yang tidak hanya bersifat pengetahuan prosedural, namun lebih bersifat pengetahuan konseptual.
PROFIL BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH GEOMETRI DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT DAN LEARNING STYLE Agustina Mei; Sofia Sa'o; Finsensius Yesekiel Naja
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.584 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3882

Abstract

Each individual can think critically in solving problems according to the differences in their adversity quotient and learning style. This study aims to describe the critical thinking profile of mathematics students who have visual, auditory, kinesthetic learning styles and adversity quotient climbers in solving geometry problems. This research is a descriptive study using a qualitative approach. The research subjects were students of mathematics education at the University of Flores. The instruments in this study were the researchers themselves, adversity quotient questionnaires, learning style questionnaires, and Problem Solving Tests. The results obtained are that 1) Subjects with visual learning style and adversity quotient climbers in solving problems can understand the problems at hand, can plan and can carry out the completion process well, and re-examine the work. 2) Subjects with auditory learning style and adversity quotient climbers can understand the problem given, do not plan so that the implementation is not detailed, re-examine the work. 3) Subjects with kinesthetic learning style and adversity quotient climbers can understand the problem, plan but the subject solves it directly, does not re-examine what has been done. It was concluded that each individual has a different way of understanding and solving problems.
KONFLIK INTRAPERSONAL SISWA DALAM BELAJAR MATEMATIKA SECARA DARING SYNCHRONOUS Kiki Henra; Ika Nirmala Masliah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.779 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3801

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang konflik intrapersonal siswa yang terjadi saat belajar matematika secara daring synchronous. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian ini di SMA Negeri 3 Wajo pada siswa kelas XI sebanyak 44 orang yang melaksanakan pembelajaran secara daring menggunakan Zoom. Proses pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner, lembar observasi, dan wawancara. Menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman pada penelitian ini menunjukkan hasil bahwa konflik intrapersonal masih tetap terjadi pada siswa ketika belajar matematika secara daring synchronous, berdasarkan hasil wawancara siswa mengalami Approach-approach, Avoidance-avoidance, dan Approach-avoidance mereka mengalami kondisi tegang, cemas, takut, dan kebingungan ketika diberikan soal atau pertanyaan. Penyebab utama dari konflik intrapersonal yang dialami oleh siswa tersebut dikarenakan pemikiran bahwa belajar matematika itu menakutkan, ada 77,3% siswa merasa takut ketika disuruh menjawab soal matematika oleh guru, terlebih materi pembelajaran yang dilakukan secara daring yang tidak mampu dipahami dengan baik karena kendala teknis jaringan. Berdasarkan hasil kuesioner, terdapat 72,2% siswa mengalami kendala jaringan saat belajar matematika secara daring synchronous.Kata Kunci: Konflik intrapersonal; Pembelajaran matematika; Synchronous AbstractThe purpose of this study is to provide an overview of the intrapersonal conflicts students that occurred while learning mathematics online synchronously. This research uses descriptive methods with a qualitative approach. The implementation of this research at SMA Negeri 3 Wajo in grade XI students as many as 44 people who conducted online learning using Zoom. The data collection process is conducted using questionnaire instruments, observation sheets, and interviews. Using data analysis techniques from the Miles and Huberman models in this study, the results show that intrapersonal conflicts still occur in students when learning mathematics online synchronously, based on the results of interviews, students experience Approach-approach, Avoidance-avoidance, and Approach-avoidance they experience tense conditions, anxiety, fear, and confusion when given a question or question. The main cause of intrapersonal conflict experienced by the student is because of the thought that learning mathematics is scary. 77.3% of students feel afraid when told to answer math problems by teachers, especially learning materials conducted online that are not able to be understood properly because of network technical constraints.  Based on the results of the questionnaire, 72.2% of students experienced network problems while learning math online synchronously.Keywords: Intrapersonal Conflict; Math Learning; Synchronous
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS MIND MAPPING BERORIENTASI PADA HIGHER ORDER THINKING SKILLS Reny Wahyuni; Efuansyah Efuansyah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.11 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS Berbasis Mind Mapping yang berorientasi pada berpikir Tingkat Tinggi siswa kelas VIII yang valid dan praktis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research & Development (R&D). Perancangan pengembangan LKS ini menggunakan model pengembangan 4-D yaitu Tahap Define yang terdiri dari analisis masalah, analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep, dan analisis tujuan pembelajaran. Tahap Desain yang meliputi persiapan instrumen, pemilihan format, dan desain awal produk. Pengembangan terdiri dari validasi LKS, One to One, Small Group, dan Field Test. Menyebarkan. Dari hasil penelitian dan analisis data,diketahui bahwa LKS Berbasis Mind Mapping berorientasi pada Higher Order Thinking Skills berada pada kategori Valid dengan skor rata-rata 3,92. Dimana untuk aspek tampilan skor rata-rata 4,75 dan berada pada kategori praktis, pada aspek penyajian materi skor rata-rata 4,14 dan berada pada kategori praktis, sedangkan untuk aspek manfaat skor rata-rata 4,21 dan termasuk dalam kategori praktis Secara keseluruhan, Terkunci bahwa LKPD berbasis Mind Mapping yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skills yang dikembangkan sangat praktis dengan skor rata-rata 4,37. Sehingga produk akhir yang dikembangkan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika.pada aspek penyajian materi nilai rata-rata 4,14 dan termasuk dalam kategori praktis, sedangkan untuk aspek manfaat nilai rata-rata 4,21 dan berada pada kategori praktis. Secara keseluruhan, disimpulkan bahwa LKPD berbasis Mind Mapping berorientasi pada Higher Order Thinking Skills yang dikembangkan sangat praktis dengan skor rata-rata 4,37. Sehingga produk akhir yang dikembangkan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika. pada aspek penyajian materi nilai rata-rata 4,14 dan termasuk dalam kategori praktis, sedangkan untuk aspek manfaat nilai rata-rata 4,21 dan berada pada kategori praktis. Secara keseluruhan, Terkunci bahwa LKPD berbasis Mind Mapping yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skills yang dikembangkan sangat praktis dengan skor rata-rata 4,37. Sehingga produk akhir yang dikembangkan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika.

Page 54 of 153 | Total Record : 1528