cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,552 Documents
BAGAIMANA SISWA YANG MEMILIKI KEMAMPUAN MATEMATIKA BERBEDA MEMECAHKAN MASALAH CERITA KOMBINASI Ishaq Nuriadin; Fitria Cahya Ningrum; Slamet Slamet
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3447.481 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4220

Abstract

Pemecahan masalah matematika telah menjadi suatu elemen penting dalam proses pembelajaran matematika yang harus terus ditingkatkan. Eksplorasi bagaimana tahapan memecahkan masalah matematika menjadi faktor fundamental sebelum mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Tujuan dari penelitian ini ingin mengeksplorasi bagaimana cara siswa dengan kemampuan matematika berbeda memecahkan masalah kombinasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif  dengan menggunakan tes matematika dan mewawancarai secara mendalam terkait dengan hasil pekerjaan siswa. Data yang sudah didapatkan dianalisis data dengan cara mereduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh subjek 1 dapat memecahkan masalah pada kategori baik, subjek 2 dapat memecahkan masalah pada kategori cukup dan subjek 3 memecahkan masalah pada kategori kurang. Kontribusi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadikan gambaran data serta memberikan wawasan serta pengalaman penelitian untuk penelitian selanjutnya.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE Rohani Rohani; Marzuki Ahmad; Ilham Sahdi Lubis; Dwi Putria Nasution
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.875 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4408

Abstract

This study aims to describe the improvement of students' Mathematical Critical Thinking Ability (MCTA) through the Think Pair Share (TPS) Cooperative learning model. This type of research is a quasi-experimental with Nonequivalent Control Group Design. The population in this study were students of class X SMA Negeri 2 Padangsidimpuan. Through purposive sampling, research samples were taken from class X IIS 2 as the experimental group and class X IIS 1 as the control group. The research instrument includes an observation sheet on learning activities and student MCTA tests which include pretest and posttest questions. Data analysis using N-gain score, t-test. Analysis of the observational data showed the average value of learning management with a score of 4.48. Obtaining N-Gain with t-test on student MCTA data obtained a significance of <0.05. The average acquisition of the N-gain MCTA index of students in the experimental class was 0.42 and in the control class was 0.29. Through two-way ANOVA at the gender level with a learning model to improve students' MCTA, a significance of 0.736>0.05 was obtained. It was concluded that the application of TPS-type cooperative learning in improving students' MCTA was good. The TPS-type cooperative learning model's improvement was better than the regular MCTA of students.
PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN PENILAIAN AUTENTIK BERBASIS LITERASI MATEMATIKA SELAMA PANDEMI COVID-19 Sumardi Sumardi; Naufal Ishartono; Zahiyah Asla Salsabila
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4059.773 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4634

Abstract

ABSTRAKPenilaian autentik memberikan gambaran yang detail bagi guru dalam melihat kemampuan siswa, kususnya dalam pembelajaran matematika. Namun, masih sedikit hasil penelitian yang mengkaji integrasi konsep literasi matematika terhadap penilaian autentik kususnya dalam pembelajaran matematika secara daring selama Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan hambatan pembelajaran matematika dengan blended learning menggunakan penilaian autentik berbasis literasi matematika pada siswa SMP. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan terhadap 6 siswa dengan kategori kemampuan matematika awal tinggi, sedang, dan rendah kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Kartasura. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes, dokumentasi, dan wawancara dengan keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan yang harus dilakukan sebelum pelaksanaan yaitu mempersiapkan perangkat pembelajaran, bentuk penilaian autentik, dan instrumen penilaian. Pelaksanaan penilaian dilakukan dalam dua kali pembelajaran yaitu daring dan luring berbasis literasi matematika dengan fokus materi statistika. Selama proses pembelajaran dilakukan pengumpulan nilai dari aktivitas dan hasil pekerjaan siswa. Kemampuan literasi matematika siswa dalam mengerjakan soal statistika serupa PISA pada level dibawah lima sudah bisa sedangkan untuk level lima siswa masih kurang. Hambatan yang dihadapi selama pembelajaran yaitu keterbatasan waktu, proporsi jumlah guru dan siswa yang tidak sepadan, komunikasi yang sulit, kurangnya kesadaran dan tanggung jawab siswa, dan berkurangnya berpikir kritis siswa. ABSTRACTAuthentic assessment provides a detailed picture for teachers in seeing the ability of students, especially in mathematics learning. However, there are still few research results that examine the integration of mathematical literacy concepts to authentic assessments of kususnya in online mathematics learning during Covid-19. This research aims to describe the planning, implementation, and obstacles of mathematical learning by blended learning using authentic assessment based on math literacy in middle school students. This type of research is qualitative research. This research was conducted on 6 students with the category of high, medium, and low initial math skills of Muhammadiyah 1 Kartasura Junior High School. The data collection techniques used in this study are tests, documentation, and interviews with the validity of the data using the triangulation of sources and techniques. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and conclusion withdrawal. The results of this study show that the planning that must be done before implementation is to prepare learning tools, authentic forms of assessment, and assessment instruments. The assessment is carried out in two learnings, namely online and offline based on mathematical literacy with a focus on statistical material. During the learning process, the collection of values from the activities and results of student work. Students' math literacy skills in doing statistics similar to PISA at levels below five can be done while for level five students are still lacking. Obstacles encountered during learning are time constraints, the proportion of non-commensurate numbers of teachers and students, difficult communication, lack of student awareness and responsibility, and reduced student critical thinking.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA ARSITEKTUR RUMOH ACEH Eri Saputra; Rinaldi Mirsa; Puji Dama Yanti; Wulandari Wulandari; Asmaul Husna
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.035 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4751

Abstract

Konsep matematika digunakan untuk mengimplementasikan pembelajaran matematika dalam budaya khususnya pada kebudayaan Rumoh Aceh. Seiring perkembangan zaman, kebudayaan semakin terlupakan khususnya pada rancang bangun Rumoh Aceh yang memiliki makna dan filosofinya tersendiri. Sebagian besar masyarakat sering tidak menyadari bahwa mereka telah menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Mereka memandang bahwa matematika hanyalah suatu mata pelajaran yang cuma dipelajari di bangku sekolah saja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengimplementasikan etnomatematika yang terdapat di Rumoh Aceh pada pembelajaran matematika. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan pendekatan etnografi, sedangkan sumber diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Alat bantu yang digunakan berupa pedoman wawancara, hasil observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu analisis data selama dilapangan dan setelah data terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Bagian Rumoh Aceh memiliki makna dan filosofinya tersendiri terkait dengan kehidupan masyarakat baik hubungan dengan manusia maupun sang pencipta. 2) Konsep matematika pada Rumoh Aceh dilihat dari etnomatematika dapat ditemukan pada Rumoh Aceh yaitu bangun datar, bangun ruang, dan geometri dimensi satu (garis dan sudut), 3) Keterkaitan dengan etnomatematika pada Rumoh Aceh yaitu mengukur, rancang bangun, dan beberapa pembelajaran matematika serta implementasi pembelajarannya. AbstractThe concept of mathematics is used to implement mathematics learning in culture, especially in Rumoh Aceh. Over time, this culture is in danger of extinction especially in the design of Rumoh Aceh that has its own meaning and philosophy. Most people often do not realize that they have applied mathematical concepts in everyday life. They view mathematics as a subject that is only learned in school. This study aims to describe and implement ethnomathematics in Rumoh Aceh in learning mathematics. The data obtained were qualitative and an ethnographic approach data obtained from observations, interviews, and documentation. The research tools used include interview guidelines, observation and documentation results. Data analysis in this study was carried out in two stages: data analysis during the research in the field and after the data was collected. The results of the study show that: 1) The Rumoh Aceh has its own meaning and philosophy related to people's lives, both relationships with humans and God. 2) Mathematical concepts in Rumoh Aceh seen from ethnomathematics are flat shapes, space shapes, and one-dimensional geometry (lines and angles), 3) The relationship with ethnomathematics found in Rumoh Aceh is in measuring, designing, and some mathematics lessons and implementation of learning
DEVELOPMENT OF HIGHER-ORDER THINKING SKILL (HOTS) TEST ON MATHEMATICS IN SECONDARY SCHOOL Ega Gradini; Cut Khairunnisak; Julia Noviani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.825 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4649

Abstract

Assessing students' higher-order thinking skills are still challenging for mathematics teachers in Indonesia. This paper aims to develop a valid, reliable, practical, and effective test to assess students' higher-order thinking skills in mathematics learning. The Plomp’s developmental model, Generic Model for Educational Design, was deployed to develop the test. The method consisted of 4 phases; (1) Problem analysis, (2) Design, (3) Realization, and (4) Evaluation and Implementation. The quality of the developed test was examined by using Plomp’s product quality criteria; (1) Validity, (2) Reliability, (3) Practicality/usability, and (4) Effectiveness. The instruments in this study were validation sheets and practical response questionnaires.  The test was validated by expert validation involving two experts on HOTs in mathematics and a trial involving 35 grade 7 secondary school students. The practicality/usability of the test was examined by 25 mathematics teachers from different secondary schools. The effectiveness was measured by trial on three secondary schools. The validity and reliability were measured using Gregory's Expert Agreement Index (EAI). The rubric's practicality was analyzed using practicality product criteria, and the effectivity of the test was analyzed using a two-tailed t-test. The research shows that the validity of the test is 0.88 (high validity), and the reliability is 0.93 (reliable). The practicality of the test is 75.33 (practical). The trial on the lower-index, middle-index, and higher-index schools revealed that the test effectively assessed students' higher-order thinking skills. In conclusion, the HOTs test is valid, reliable, practical, and effective to measure students' higher-order thinking skills in mathematics learning. Menilai keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa masih menjadi tantangan bagi guru matematika di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tes yang valid, reliabel, praktis, dan efektif untuk menilai kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam pembelajaran matematika. Model pengembangan Plomp, the Generic Model for Educational Design, digunakan untuk mengembangkan tes. Metode Plomp terdiri dari 4 fase; (1) Analisis masalah, (2) Perancangan, (3) Realisasi, dan (4) Evaluasi dan Implementasi. Kualitas produk yang dikembangkan diperiksa dengan menggunakan kriteria kualitas produk dari Plomp; (1) Validitas, (2) Reliabilitas, (3) Kepraktisan/kegunaan, dan (4) Efektivitas. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar validasi dan angket respon praktikalitas. Produk tes HOTs divalidasi melalui; (1) validasi ahlI yang melibatkan dua validator ahli HOTs matematika dan (2) uji coba yang melibatkan 35 siswa SMP kelas VIII. Praktikalitas tes diuji oleh 25 guru matematika dari SMP yang berbeda. Efektivitas diukur dengan uji coba di tiga SMP/MTs. Validitas dan reliabilitas diukur dengan menggunakan Gregory's Expert Agreement Index (EAI). Kepraktisan rubrik dianalisis menggunakan kriteria produk kepraktisan, dan keefektifan produk dianalisis menggunakan uji-t two-tailed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas tes adalah 0,88 (validitas tinggi), dan reliabilitas 0,93 (reliable). Kepraktisan tes mencapai 75,33 (Praktis). Uji coba di sekolah ber-indeks kompetensi rendah, menengah, dan tinggi menemukan bahwa tes HOTs yang dikembangkan efektif untuk mengukur HOTs siswa. Kesimpulannya, tes HOTs yang dikembangkan pada penelitian ini valid, reliabel, praktis, dan efektif dalam mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam pembelajaran matematika.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS Chyndia Bella Noor Rayyani; Budi Murtiyasa
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.079 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa pada soal cerita matematika pada pemilihan materi persamaan dan fungsi kuadrat. Jenis penilitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang pertama dilakukan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan tiga kegiatan yaitu mereduksi data, penyajikan data, dan menarik kesimpulan yang selanjutnya keabsahan data menggunakan triangulasi. Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas XI Seni Lukis. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar dalam soal cerita persamaan dan fungsi kuadrat. Siswa kesulitan dalam pemahaman konsep yaitu mengidentifikasi persamaan kuadrat dengan presentase 45 %, kemudian mencari akar-akar persamaan kudrat dengan presentase 80 %, kemudian pada tahap analisis yaitu saat menentukan persamaan kuadrat baru dengan presentase 90%, dan membuat persamaan grafik fungsi kuadrat yang disajikan dalam soal cerita. Kesulitan terbesar siswa yaitu membuat grafik fungsi kuadrat karena kurangnya pemahaman terhadap konsep pembelajaran matematika pada materi persamaan dan fungsi kuadrat. Faktor-faktor lain yang menyebabkan siswa kesulitan belajar matematika dalam mengerjakan soal cerita adalah kurangnya berlatih soal, sering lupa rumus, kurangnya kemampuan berhitung cepat dan kurangnya minat untuk belajar metematika.This study aims to identify students' learning difficulties in mathematical story problems in the selection of equations and quadratic functions. This type of research used in this research is descriptive qualitative research. The first data collection techniques performed were tests, interviews, and documentation. Analysis of the data in this study with three activities, namely reducing data, presenting data, and drawing conclusions which then validation of the data using triangulation. The subjects of this study were 20 students of class XI Painting. The results of the study can be concluded that students have difficulty learning in the matter of story equations and quadratic functions. Students have difficulty in understanding the concept of identifying quadratic equations with a percentage of 45%, then looking for the roots of the equations with 80% percentage, then at the analysis stage which is when determining a new quadratic equation with a percentage of 90%, and making a graph of quadratic functions presented in a matter of story. The biggest difficulty of students is to graph quadratic functions due to lack of understanding of the concept of learning mathematics in the material equation and quadratic functions. Other factors that cause students difficulty learning mathematics in working on equations and quadratic functions are lack of practicing problems, often forgetting formulas, lack of ability to count quickly and lack of interest in learning mathematics.
THE DEVELOPMENT OF STUDENTS WORKSHEET STEM BASED ON MIKiR Elsa Yulisra; Jesi Alexander Alim; Eddy Noviana; Neni Hermita; Tomi Tanu Wijaya; Zetra Hainul Putra; Jerito Pareira
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.014 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan terhadap Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)  dengan model STEM berbasis MIKiR untuk tema 2 “Selalu Berhemat Energi” pada kelas IV Sekolah Dasar dengan menggunakan model Plomp (2013). Tahapan pengembangan yang dilakukan dengan tiga fase:  Preliminary Research Phase, Prototyping Phase, dan Assessment Phase. Data penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan angket. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara analisis kuantitatif deskriptif dan kualitatif deskritif. LKPD yang telah dikembangkan divalidasi oleh tiga orang ahli yang terdiri dari ahli media dan ahli materi dan memperoleh persentase skor validasri rata-rata 93,52%. Sedangkan kepraktisan dilihat dari angket respon guru dengan persentase skor rata-rata sebesar 85,99%. Maka dapat disimpulkan LKPD STEM Berbasis MIKiR yang dikembangkan valid dan praktis dan dapat digunakan dalam pembelajaran. This study aims to Development the Student Worksheet with the STEM based on MIKiR for theme 2 “Always Save Energy” in grade 4 Elementary School using the Plomp model (2013). The development stage is carried out in three stages: Preliminary Research Stage, Prototyping Stage, and Assessment Phase. The research data were collected using observation, interviews, and questionnaires. Data processing in this study was carried out using quantitative decriptive and qualitative decriptive analysis. The worksheets that were developed are validated by three experts consisting of media experts and material experts , with an avarage skore percentage is 93,52%. Meanwhile, practicality can be seen from the questionnaire responses of teachers, with an avarage skore percentage is 85,99%. In conclusion, the Student worksheet STEM based on MIKiR developed is valid and practical and can be used in learning.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI PECAHAN DITINJAU DARI TEORI KONSTRUKTIVISME Alfiana Nurussama; Hermanto Hermanto
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1957.158 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan miskonsepsi siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan ditinjau dari teori konstruktivisme. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa kelas V B SD Negeri 2 Bawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Miskonsepsi yang dialami oleh siswa, yaitu 1) belum bisa mengerjakan dengan langkah yang tepat, 2) tidak menyamakan penyebut  melalui KPK, 3) tidak menyetarakan pembilang, 4) langsung menjumlahkan antar pembilang dan antar penyebut. Sedangkan faktor yang menyebabkan miskonsepsi siswa, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal miskonsepsi siswa, antara lain 1) motivasi belajar rendah, 2) siswa kurang belajar, 3) kurangnya minat pada matematika, 4) siswa tidak menguasai konsep sebelumnya, 5) siswa tidak berkonsultasi dengan guru, 6) pengetahuan awal siswa kurang, 7) siswa tidak percaya diri, dan 8) siswa tidak memperhatikan penjelasan guru. Sedangkan faktor eksternal miskonsepsi siswa, antara lain 1) kurangnya pendampingan orang tua, 2) lingkungan kelas kurang kondusif, dan 3) kurangnya siswa dalam mengerjakan soal latihan. This study aims to describe students' misconceptions and find out the factors that cause students' misconceptions about the addition and subtraction of fractions in terms of constructivism theory. The type of research used is descriptive qualitative. The subjects of this study were three grade V B students of SD Negeri 2 Bawang. Data collection techniques used are tests, observations, interviews, and documentation. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The validity of the data using triangulation techniques. The misconceptions experienced by students are 1) not being able to work with the right steps, 2) not equating the denominators through the KPK, 3) not equating the numerators, 4) directly adding up between numerators and between denominators. While the factors that cause student misconceptions, namely internal factors and external factors. The internal factors of students' misconceptions include 1) low learning motivation, 2) students lack of learning, 3) lack of interest in mathematics, 4) students do not master previous concepts, 5) students do not consult with teachers, 6) students lack prior knowledge, 7 ) students are not confident, and 8) students do not pay attention to the teacher's explanation. Meanwhile, the external factors of students' misconceptions include 1) lack of parental assistance, 2) the class environment is not conducive, and 3) the lack of students in doing practice questions.
ANALISIS KREATIVITAS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED DITINJAU DARI KEMAMPUAN METAKOGNITIF Arif Hidayatul Khusna; Baiduri Baiduri; Aditya Pratama
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.293 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan kreativitas siswa dalam menyelesaikan soal open ended ditinjau dari kemampuan metakognitif siswa . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII dengan kemampuan metakognisi sangat kurang, kurang, cukup, baik, baik sekali. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kesadaran metakognisi siswa, tes kemampuan kreativitas siswa berupa soal open-ended, dan rubrik penskoran kreativitas siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan 3 tahapan yaitu : reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa dengan tingkat metakognisi kurang sekali memenuhi aspek orisinalitas, keluwesan dan kerincian, namun berlaku pada satu soal saja. Siswa dengan tingkat metakognisi kurang hanya memenuhi aspek orisinalitas dan kerincian namun bisa menyelesaikan semua soal. Siswa dengan tingkat metakognisi cukup memenuhi aspek semua aspek namun pada soal yang berbeda. Siswa dengan metakognisi baik memenuhi aspek kelancaran dan keluwesan, kurang memenuhi aspek orisinalitas, dan tidak memnuhi aspek kerincian. Siswa dengan tingkat metakognisi baik sekali memenuhi semua aspek kreativitas.
PENALARAN MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN FUNGSI KUADRAT MENGGUNAKAN PMRI DAN COLLABORATIVE LEARNING BERBANTU MEDIA VIDEO Suci Rahmawati; Ratu Ilma Indra Putri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.648 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4622

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa setelah dilakukannya kegiatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan PMRI dan collaborative learning berbantuan media video dengan materi pokok fungsi kuadrat. Selama proses pembelajaran peneliti menggunakan media video yang berisikan permasalahan sharing task  dan jumping task guna memunculkan ide-ide kreatif siswa dan meningkatkan daya tarik siswa dalam belajar.Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX.4 SMP Negeri 1 Palembang yang berjumlah 22 dari 33 siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes tertulis dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Setelah dilakukannya penelitian di kelas IX.4 SMP Negeri 1 Palembang pada materi fungsi kuadrat dengan menggunakan media video melalui pendekatan PMRI dan collaborative leaning, diperoleh hasil bahwa kemampuan penalaran matematis siswa tergolong dalam kategori baik dengan rata-rata 61,41 dengan indikator yang paling sering muncul adalah manipulasi matematika dan indikator yang paling jarang muncul adalah indikator memeriksa keshahihan suatu argumen.  Kata Kunci: Collaborative Learning; Fungsi Kuadrat; Kemampuan Penalaran Matematis; Media Video; PMRI.

Page 69 of 156 | Total Record : 1552