cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
PENENTUAN PARAMETER JARAK ANTAR VEKTOR UNGGULAN PADA MODIFIKASI SPECIES-BASED DIFFERENTIAL EVOLUTION UNTUK OPTIMASI FUNGSI MULTIMODAL Al Idrus, Said Iskandar
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 13, No 1 (2013): MARET 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini optimasi mempunyai peranan penting dalam berbagaibidang penelitian operasional, indueiri, keuangan dan manajemen. DifferentialEvolution (DE), merupakan teknik pencarian acak menggunakan vektor sebagaialternatif penyelesaian dalam pencarian optimasi. DE bekerja sangat baik padaopiimasi sebuah fungsi unimodal, pada fungsi multimodal dilakukan pembagian wilayah fitness dengan dengan menggunakan niching method untuk mencari lokaloptimum. Species-based adalah salon satu metode niching yang digunakan dalamoptimasi multimodal. Metode ini membentuk banyak populasi dalam area Jungsidengan mempertahankan jarak (euclidean distance) dalam penempaian titikpusatnya atau disebut juga dengan species-seed. Setiap populasi memiliki jari-jari · (r) antara vektor-vektor dan titik pusat populasi. Pada iulisan ini dijelaskanmodifikasi untuk pengembangan Species-based yang telah ada untuk menentukanspecies-seed sebagai vektor unggulan yang disebar diseluruh area fungsi dengan meneniukan jarak ideal, hal ini bermanfaat untuk menghindari mencari species-seedsecara berulang-ulang dan dapat meneniukan jumlah indioidu dalam satu populasidengan jumlah ideal yang sama. Dari hasil test fungsi sangat baik dan dengan hasi!yang diperoleh dari paper sebelumnya dengan species-based yang belumdimodifikasi. Uniuk fungsi saiu dimensi dan dua dimensi hasil dapat di gambarkandalam bentuk gambar grafik fungsi.
IMPLEMENTASI DATA MINING CLASSIFICATION DENGAN METODE DECISION TREE (MENGGUNAKAN ALGORITMA ID3 DAN C.45) Dalimunthe, Amirhud
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 1 (2011): MARET 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data  mining merupakan  proses  analisis data  dengan  menggunakan  perangkat  lunak untuk menemukan suatu  pola dan  aturan  dalam himpunan data.  Data  mining mampu menganalisa data  yang besar menjadi informasi  berupa  pola  yang  mempunyai  arti  bagi  pendukung  keputusan.  Salah  satu  teknik  yang  ada pada  data  mining  adalah  classification  yaitu  proses  untuk  menemukan  model  atau  fungsi  yang menjelaskan  atau  membedakan  konsep  atau  kelas  data,  dengan  tujuan  untuk  dapat  memperkirakan kelas  dari  suatu objek  yang  labelnya tidak diketahui.  Dalam penelitian  ini  dilakukan  suatu  analisis data yang  mengimplementasikan  salah  satu  metode  dalam  classification  yaitu  decision  tree  dengan algoritma  ID3  dan  C.45.  Pengujian  data  dilakukan  dengan  menggunakan  software  data  mining, yaitu Sipina_W©  V.25,  dimana  output  yang  dihasilkan  berupa  data  diskrit.  Analisis  yang  dilakukan  oleh software  ini  menggunakan  metode  decision  tree  dan  didalam  melakukan  analisis  software  ini rnenggunakan algoritma ID3  dan  algoritma C4.5. Hal  ini sesuai  dengan  metode  analisis dan  algoritma yang  ditentukan oleh penulis, Beberapa methode analisis yang tersedia  didalam software  ini antara  lain adalah  ID3, C.45, CART ( Classification and  Regression Tree), dan  lain-lain Anonims., (2000), Standart Kompon ASTM 3A, http://www.astm.org/Anonims., (2007), Asam Format, http://wikipedia.org/wiki/asam-format, Diakses Tanggal 20 Deseember 2009Anonims., (2007), Asam Sitrat, http://wikipedia.org/wiki/asam-sitrat, Diakses Tanggal 20 Februari 2010Anonims., (2009), Sehat bersama jeruk nipis, http://www.jogjamedianet.com/, Diakses Tanggal 22 Maret 2010 Anonims., (2009), Sehat Bersama Jeruk Nipis, http://www.solusisehat.com Diakses Tanggal 22 Maret 2010Balai Penelitian Sembawa, (1996), Sapta Bina Usaha Tani Karet Rakyat (edisi ke-2), Pusat Penelitian Karet, Balai Penelitian Sembawa , PalembangBalai Penelitian Sembawa, (2005), Pengelolaan Bahan Tanaman Karet, Pusat Penelitian Karet, Balai Penelitian Sembawa , PalembangChairil.A.,(2001), Manajemen dan Teknologi Budidaya Karet, http://www.manajemen-dan-teknologi-budidaya-karet.pdf, Diakses Tanggal 20 Januari 2010De. Boer., (1952), Komposisi Lateks Segar Pada Perkebunan Karet Alam. Penerbit: Kanisius, Yogyakarta Hutabarat. Rapolo., (2003), Agribinis dan budidaya tanaman jeruk. Penerbit: Swadaya. Jakarta.Island. Boerhendhy., dan Dwi. Agustina., (2006), Potensi Pemanfaatan Kayu Karet Untuk Mendukung Peremajaan Perkebunan Karet Rakyat, balai Penelitian Sembawa, Pusat Penelitian Karet, PalembangM. Solichin. dan A. Anwar., (2006), Deorub K Pembeku Lateks dan Pencegah Timbulnya Bau Busuk Karet. Tabloid Sinar Tani. Pusat Penelitian Karet LRPIMariani. L., (2001), Pengaruh Limba Cair Cacau dengan Kelapa Sawit sebagai pengumpalan Karet, Universitas Sumatera Utara, MedanMorton. M, (1973), Ilmu Bahan dan Struktur Bahan. Fisika Universitas jilid 2. Jakarta Nazaruddin. dan Paimin. B. Fary., (1999), Buah Komersil. Penebaran swadaya. JakartaOmpusunggu. M dan R. Dalimunthe., (1995), Teknik Pengolahan Karet Alami Indonesia. Prosiding Seminar Ilmiah Lustrum VI FMIPA USU MEDAN.Ompusunggu. et al., (1995), Informasi Curerate dalam bentuk Rheograph sebagai standar non mandatory. Pusat Penelitian Karet Tanjung Morawa MedanOmpusunggu. M. (2001), Pedoman Teknis Penanganan Bahan Baku dan proses pengolahan Lateks Pekat, RSS/ ADS dan Karet Remah. Pusat Penelitian Karet Tanjung Morawa MedanPatricia. Dian. I., Hanik. Murjayanah., dan Sri. Kismiati., (2008), Pemanfaatan Jeruk nipis (Citrus aurantifolia,swingle) sebagai Bahan Dasar Pembuatan Sirup, Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK), Universitas Negeri SemarangParhusip. A. Bahar., (2008), Potret Karet Alam Indonesia, http://www.potret karet-alam-Indonesia.pdf, Diakses Tanggal 10 Maret 2010 Roberts. A. P., (1998), Studi Energi Pengaktifan, Sifat Vulkanisasi dan Fisika Caampuran Karet Alam dan Sintetik. Konferensi Karet AlamSetyamidjaja. D., (1993), Budidaya dan Pengolahan Karet. Penerbit kanisius. Yogyakarta.Sipayung. M., dkk., (2004), Statistik Terapan, Penerbit UNIMED Press, Medan.Sirait, M., dkk, (2005), Pengujian Sifat Mekanik Karet SIR-20 Terhadap Konsentrasi Bahan Pengisi, FMIPA Unimed.Soewarti. Soesono., (1979), Pedoman Pengujian Sifat Barang Jadi Karet. Pabrik Menara Perkebunan Karet.Spillane. James. j., (1989). Komoditi Karet: Perananya Perekonomian di Indonesia. Penerbit Kanisius. YogyakartaSurya. Indra., (2006), Buku Ajar Teknologi Karet (TKK-413). Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU. Medanhttp://www.nal.usda.gov/finic/foodcomp/cgi-bin/list_nut_edit.pl Diakses Tanggal 20 Februari 2010
PEMBENTUKAN HIDRIDA PADA TEKNIK TANDEM KROMATOGRAFI PASANGAN ION FASA TERBALIK-HG FAAS UNTUK SPESIASI SENYAWA ORGANOTIN ., Herlinawati; ., Buchari; Amran, M.Bachri
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reaksi pembentukan hidrida pada penggunaan teknik tandem kromatografi pasangan ion - fasaterbalik-HG-FAAS (Reversed Phase - Ion Pair Chromatografphy-Hydride Generation-Flame AtomicAbsorption Spectrometry) untuk spesiasi senyawa organotin telah dilakukan. Fasa gerak dekanasulfonat/asam asetat/metanol (23:2:75) dan fasa diam silika C18 mampu memisahkan senyawatributiltin (TBT) dan dibutiltin (DBT). Hasil pernisahan senyawa DBT dan TBT pada kondisipemisahan diatas memberikan kinerja pemisahan memadai yang ditunjukkan oleh nilai besaran-besaran dasar kromatografi yang baik. Beberapa parameter yang berpengaruh pada pembentukanhidrida adalah jenis dan konsentrasi asam, laju alir NaBR. dan HCI, dan konsentrasi NaBH4 telahdilakukan untuk memperoleh kinerja pemisahan senyawa DBT dan TBT yang baik. Maka dari basilpenelitian diperoleh kondisi optimum pembentukan hidrida untuk memperoleh pemisahan senyawadibutin (DBT) dan tributiltin (TBT) yang terbaik adalah menggunakan HCl 2 M, laju alir NaBH4-HCI2,35 mL/menit, dan konsentrasi NaBH4 0,6%.
GROWTH AND CHARACTERIZATION OF ZnS NANOPARTICLE Sirait, Motlan; Sirait, Makmur
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 13, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ZnS nanoparticle has been syntesized from zinc asetat andthiorea 0.2 M using copresipitation method. The structure of the ZnSnanoparticle are wurtzite with hexagonal and blende (sphalerit) withcubic shape with average size of 39.56 nm. The elements of the ZnSmeasuring using EDS it was found that Zn has a mass of sebesar52.20% with disperse energy of 8.630 keV and S element of 18.92%with disperse energy of 2.307 keV.
PERUBAHAN FASA BAJA MANGAN (FE-MN) HADFIELD 3401 PADAPROSES PEMANASAN DAN PERLAKUAN PENDINGINAN CEPAT (WATER QUENCHING) DAN PENDINGINAN MEDIA UDARA (AIR COOLING) Fadhila, Reza; Siregar, Riski Elpari
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 1 (2011): MARET 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja Hadfield diteliti dengan proses pemanasan pada temperatur 1000 °C-1090 °C kemudiandidinginkan cepat (water quenching). Bahan yang telah didinginkan cepat (water quenching) kemudianditeliti perkembangan mikrostrukturnya setelah pemanasan kembali dengan temperatur yang berbeda(500 °C, 550 °C dan 600 °C) dengan dua kali waktu penahanan yaitu 30 menit dan 60 menit, padapendinginan lambat (air cooling) dan pendinginan cepat (water quenching). Efek dari pendinginancepat menghasilkan migrasi ferrite dari butir kebatas butir pada fasa austenit. Berbeda dengan kondisidiatas, pada pendinginan lambat akan menghasilkan beberapa fasa. Untuk memastikan, mikrostruktur kemudian diuji morfologi dengan menggunakan scanning electron microscopy (SEM) dan untukmemastikan analisa unsur dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan juga X-Rayfluorescence spectroscopy (XRF). Seluruh bentuk keadaan mikrostruktur pada temperatur pemanasanini ditunjukkan dengan perbedaan peta morpologi. Hasil pemetaan morpologi menunjukkan pengintianpresifitasi terjadi pada proses pendinginan cepat. Pada pendinginan lambat ikatan permukaan ferriteparalel yang diintikan pada permukaan butir austenit kurang jelas kelihatannya.Pada temperatur tinggiproses pendinginan lambat fasa baru terbentuk diikuti dengan pengisian struktur ferrite dengan karbidamangan yang kemudian diamati dengan X- Ray Diffraction (XRD) pada daerah indeks Miller (hkl) . yang dipastikan sebagai fasa pearl it. . . · ·
KOPOLIMERISASI CANGKOK POLISTIRENA DARI GUGUS MONOMER ASAM ADIPAT DENGAN INISIATOR BENZOIL PEROKSIDA (BPO) Dewi, Ratna Sari
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode untuk memodifikasi molekul dalam suatu polimer dapatdilakukan dengan cara pencangkokan. Dalam penelitian ini telah dilakukanpencangkokan dari gugus reaktif asam adipat pada polistirena dengan inisiatorbenzoil (BPO). Proses pencangkokan dimulai terbentuknya radikal dari polistirenadan memvariasikan monomer asam adipat 0, 1- 0,6 g. Hasil yang diperolehmenunjukkan telah terjadinya kopolimerisasi cangkok dengan uji termalDifferential Thermal Analysis memberikan suhu transisi glas(Tg) kopoimer90,92°C dan suhu dekomposisi sebesar 169,89°C menunjukkan telah terjadikopolimerisasi cangkok dari gugusCOOH dari asam adipat pada polistirenadengan perubahan kalor kopolimerisasi dengan puncak endoterm,
PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata) SEBAGAI IMMUNOSTIMULAN TERHADAP TITER ANTIBODI DAN LEUKOSIT PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Restuati, Martina; Gultom, Endang Sulistyarini
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 13, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuaq untuk mengetahui pengaruh ekstrakdaun sirsak (Annona muricata) terhadap jumlah hitung dan jenis leukositserta kadar imunoglobulin M pada tikus putih (Rattus norvegicus).), dengansampel yang digunakan sebanyak 24 ekor Rancangan Acak Lengkap (RAL)non faktorial dengan empat perlakuan masing-masing diberi enam ulangan.Perlakuan yang dilakukan pada tikus putih adalah kelompok Ao sebagaikontrol diberi 0,5 ml aquadest per oral tiap hari. Kelompok A1 250 mgekstrak etanol daun sirsak /kg BB tanpa SRBC, kelompok A2 250 mg ekstraketanol daun sirsak/kg BB + 0,1 SRBC dan kelompok A3 0,1 ml SRBC.Dilakukan selama 30 hari dan pemberian SRBC dilakukan pada hari ke 8dan ke 15. Parameter yang diamati adalah hitung jenis leukosit dan titerantibodi. Selanjutnya dianalisis dengan Anava dan dilanjutkan dengan ujiBNT. Ekstrak etanol sirsak memberikan pengaruh nyata terhadappeningkatan jumlah agranulosit leukosit jenis limfosit pada tikus putih.Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan ANA VA satu jalurdiperoleh F hitung = 4,3 lebih besar dari F tabel (0,05) =3,10 dan lebih kecildari F tabel (0,01) = 4,94. Hal ini menunjukkan ekstrak etanol daun sirsakberpengaruh dalam peningkatan imunostimulan dan hitung jenis leukositserta dapat meningkatkan imunitas humoral melalui peningkatan kadar titer antibodi. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan ANA VAsatu jalur diperoleh F hitung = 3,20 lebih b.esar dari F tabel (0,05) .=3,10 danlebih kecil dari F tabel (0,01) = 4,94. Hal ini menunjukkan bahwa adapengaruh pemberian ekstrak etanol sirsak terhadap peningkatan jumlahgranulosit Genis leukosit lainnya) pada tikus putih.
TEKNIK PENELUSURAN INFO MELALUI OPAC STUDI KASUS PERPUSTAKAAN USU Simahate, Tessa
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 1 (2011): MARET 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan program CDS/ISIS dalamtemubalik in:o.rma�i _bagi pengguna �al�m memenuhi kebutuhan informasi. Metode yang digunakandalam penelitian int metode deskriptif Jumlah populasi sebanyak 24 ribu 89 orang. Teknikp�n.�umpulan data dilak�kan dengan cara menvebarkan angket kepada seluruh responden yang telahd1uJ1 coba angket terlebih dahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya respondenmengunjungi perpustakaan 2-3 kali seminggu dan menggunakan OPAC seminggu 2-3 kah, ini berartirata-rata m�reka menggunakan OPAC setiap berkunjung ke perpustakaan. Seluruh (100%) respondenrnengetahui prosedur penelusuran OPAC, terutama penggunaan teknik Boolean AND(*) sebanyak 95%. OR(+) se�anyak 2, 1 :o,. dan NOT(") sebanyak 1, 1 %, Berta menggunakannya dengan tepat.Sedangkan tekmk kamus istilah sebanyak 0%, pemotongan istilah 0%, danpenelusuran bebas teknik ANY 1 %, 0%.
PENGARUH V ARIASI PEMASANGAN HEAT EXCHANGERSPADAREFRIGERATORTERHADAP KAPASIT AS PENDINGINAN DAN LAJU ALIRAN MASSA REFRIGERAN Berman, Ega Taqwali
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to compare the effect of variations in the refrigerator heat exchanger installation ofcooling capacity and refrigerant mass flow rate. Tests performed on the test section consists of twotypes of heat exchangers, Suction-Liquid Heat Exchanger (SLHX) and Tube in Tube Heat Exchanger(TiTHX). Test data measured at the temperature of the cooling load temperature of 60C to - 60C andthe working fluid is used as a cooling medium is a refrigerant 12. As a result, it was obtained that inthis research was cooling capacity by a refrigeration system that uses TiTHX 0.6% greater than therefrigeration system that uses SLHX. This is due to there is little difference between the temperature ofevaporation and temperature liquid refrigerant that will go into the expansion device on a system thatuses TiTHX than refrigeration systems that use SLHX. The amount of refrigerant is circulated 0.6%less on a system that uses TiTHX than systems that use SLHX.
KONVERSI MEFA DEDAK PADI MENJADI BIOGASOLINE MELALUI PROSES CATALYTIC CRACKING DENGAN KATALIS ZEOLIT ALAM TEREMBANKAN LOGAM Ni Sihombing, Junifa Layla; ., Asmidi; ., Nurrnalis; Pulungan, Ahmad Nasir
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 13, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dedak Padi sebagai hasil samping penggilangan gabah padimengandung minyak yang tidak dapat digunakan sebagai bahanpangan, memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai renewableresources.Konversi minyak dedak padi menjadi biogasolinedilakukan melalui reaksi Catalytic CrcakingMEFA dedak padi dengan katalis zeolit.Zeolit alam diperoleh dari Sarulla, diaktivasi dengan metode pengasaman. Aktivasi zeolit alam (ZS) dilakukan dengan refluks HCI 3Mpada suhu 90°C selama 30 menit, dilanjutkan kalsinasi dengan metodealiran gas Nitrogen selama 2 jampada temperatur 500°C (diperolehKatalis ZAS). Impregnasi logam Ni pada ZAS dengan metode refluks,dilanjutkan proses kalsinasi dan oksidasi dengan aliran gas 02 padatemperatur 5oooc selama . 2 jam (diperoleh katalis NiO/ZAS,).Karakterisasi katalis rneliputi Spektroskopi IR, X-ray diffraction (XRD)dan luas permukaan spesifik katalis dengan BET. Uji aktivitas katalispada proses catalyticcracking MEFA dedak padi, dilakukan denganmenggunakan reaktor sistem flow jenis fixed bed, pada variasitemperatur35ooc, 4oooc, dan 450°C selama 1 jam, konsentrasi katalisyang digunakan 1% (b/b). Produk bahan bakar cair yang diperolehdianalisis dengan GC.Hasil penelitian yang telah dilakukanmenunjukkan bahwa aktivasi zeolit alam dengan pengasaman HCImenyebabkan terjadinya dealuminasi dan peningkatan kristanilitas padakatalis ZAS. Impregnasi oksida logam Ni secara umum menurunkanintensitas puncak pita utama (kristanilitas) pada katalis NiO/ZAS. HasilKarakterisasi menunjukkan, sampel ZAS,. NiO/ZAS, memiliki luaspermukaan berturut-turut 14,845 m2 /g dan 12,273 m2 /g. Konversiproduk cair katalis ZAS sebesar 68,18% dan NiO/ZAS sebesar 69,17% masing-masing pada temperatur 450°C. Selektivitas tertinggi terdapatpada katalis NiO/ZAS sebesar 49,45 % terhadap fraksi bensin dan50,05%fraksi diesel,sedangkan katalis ZAS sebesar 38,58 % fraksi bensindan fraksi Diesel 60,73%.

Page 8 of 15 | Total Record : 146