cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
EFFECT OF ON MELT GRAFTING OF GLYCIDYL METHACRYLATE ONTO NATURAL RUBBER IN THE PRESENCE OF ORGANIC PEROXIDES ., Eddiyanto
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 1 (2011): MARET 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main aim of this work was to study of melt grafting glycidyl methacrylate (OMA) on naturalrubber (NR) using reactive processing methods. Four different peroxides benzoyl peroxide (8PO),dicumyl peroxide (DCP), 2,5-dimethyl-2,5-bis-(tert-butyl peroxy) hexane (T-101 ), and 1, 1-di(tert­butylperoxy)-3,3,5-trimethyl cyclohexane (T-29890) were examined as free radical initiators. An appropriate methodology was established and chemical composition and reactive processingparameters were examined and optimised. Procedures for purification of the reaction products weredeveloped so that the extent of monomer grafting on the rubber can be characterised accurately, usingmainly FTIR technique. The reaction mechanism of the functionalisation was also examined. It wasfound that the grafting degree of GMA increased with increasing of GMAs concentration. It was alsofound that T-101 was a suitable peroxide to initiate the grafting reaction of these monomers on NR.
ANALISIS KAND UN GAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DAN KADMIUM (CD) PADA AIR SUMUR GALI DISEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH Nst, Hafni Indriati
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ana!isis kandungan logam berat timbal dan cadmium pada air sumur gali disekitar tempatpembuangan akhir sampah telah dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember 2004, tujuan penelitianadalah untuk mengetahui kadar logam berat Pb, Cd, dan nilai pH pada sumur gali penduduk disekitarTPA. Pengaruhjarak sumur gali penduduk dengan lokasi TPA terhadap kandungan logam Pb, Cd, dan pH,sampel air sumur dari sumur desa lain yang telah du uji kadar Pb dan Cd. (yang telah memenuhi syaratkwalitas air minum PERMENKES RI) Sebagai perbandingan, sempel air sumur kandungan logam beratditentukan dengan alat atomic absorption spectrophotometer. Kualitas air sumur gali penduduk disekitar TPA, telah melampaui ambang batas maksimum yang diperbolehkan menurut peraturan menteri kesehatanRI tentang persyaratan kwalitas air minum semangkin jauh jarak sumur gali penduduk dengan lokasi TPAmaka akan semakin berkurang kadar Pb, Cd, dan pH dalam air sumur.
PENENTUAN INDEKS BANJIR SEBAGAI PERINGATAN SIAGA BERDASARKAN ANALISIS DEBIT P ADA SUNGA! ASAHAN Harahap, Rumilla
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 13, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir yang sering tetjadi di sungai Asahan merupakan salahsatu kejadian hidrologi, Penelitian ini dilakukan melalui data primer dandata sekunder. Data primer mencakupi survei sekitar sungai Asahan danpeninjauan lapangan terhadap karakteristik sungai Asahan. Datasekunder meliputi data dari instansi terkait seperti data curah hujan, datadebit, kemudian dianalisa. Selanjutnya perhitungan debit banjirmenggunakan metode Rasional, Nakayasu, dan perhitungan muka banjirdi hilir juga menggunakan kombinasi dari metode HEC-RAS. Adapunjudul penelitian ini adalah "Penentuan Indeks Banjir Sebagai PeringatanSiaga Berdasarkan Analisis Debit Pada sungai Asahan ". Tujuanpenelitian adalah dapat mengetahui indeks banjir pada sungai Asahan,dapat mengetahui analisa hujan untuk pemanfaatan sungai Asahan yangberkelanjutan. Mengetahui indeks banjir sebagai peringatan siagaberdasarkan analisis debit . Asahan tengah maka debit ba:njir kala ulang2 tahunan A = 51,03 km2 adalah 30,348 m3/dt jam ke 4 dan Asahan hilirmaka debit banjir kala ulang 2 tahunan A = 34,22 km2adalah sebesar20,351 m3/dt jam ke 4. indeks luas genangan di hilir rerata didapat sebesar 1,01 dan indeks banjir di hilir rerata didapat sebesar 0.33.Perhitungan Debit Banjir Rancangan Periode Ulang 2 Tahunan A = 178,51km2,L=49 km pada daerah hilir debit banjir maksimum terdapatpada jam ke 8 sebesar 401,968 rn3/dtk sedangkan mulai kenaikan padajam ke 2 sebesar 13,226 rn3/dt. Dengan banjir tersebut dapat ditentukansebagai peringatan Siaga. Dengan Penentuan Indeks Banjir SebagaiPeringatan Siaga rnaka dapat dipetakan -jika di wilayah tersebut terjadibanjir.
EFEK SIFAT SUPERKONDUKTOR (SMEU)1BA2CU307-o AKIBAT PENAMBAHAN FASA 211 DENGAN METODE MTG Harahap, Mukhti
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 1 (2011): MARET 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam  eksperimen  ini  telah  dilakukan  sintesis  (SmEu)IBa2Cu307-o + xo/o  211 dengan  variasi  x  dari 0%,  5%,  I 0%,  15%,  20%  dan  25%  menggunakan  proses  Melt  Textured  growth  (MTG)  yang dilengkapi  dengan  aniling  oksigen  pada  suhu  325  oC  untuk  lama  waktu  yang  berbeda.  Dari  hasil pengukuran  R-T  tampak  bahwa  sampel  dengan  x  yang  paling  kecil  memiliki  suhu  kritis  (Tc)  yang paling  besar.  Selain  itu,  semakin  lama  waktu  aniling  (ta)  secara  umum  meningkatkan  suhu  krtis. Sampel  dengan  x=  0%  dan  ta  24  jam  memiliki suhu  kritis tertinggi  yaitu  95.88 K.  Dari  pola  spektrum X-RD,  tampak  bahwa  sampel  yang  sama  :nemiliki  fraksi  volume  fasa  123 yang  paling  besar  (98.7%) yang  menjelaskan  Tc  tertinggi  diperoleh  pada  sampel  ini.  Tetapi  sampel  dengan  x =  25%  dan  tanpa aniling oksigen  rnerniliki fraksi  volume 211 yang paling besar (25.11 %)
HIDRORENGKAH MINYAK LAKA MENJADI FRAKSI BARAN BAKAR CAIR MENGGUNAKAN KATALIS ZEOLITALAM Pulungan, Ahmad Nasir; Sihombing, Junifa Layla; Trisunaryantr, Wega; ., Triyono
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit biji mete sebagai hasil samping pengolaban biji mete mengandung minyak laka yang tidak dapatdigunakan sebagai bahan pangan, memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai renewable resources.Hidrorengkah minyak laka menjadi fraksi bahan bakar cair menggunakan katalis Zeolit alam telahdilakukan. Zeolit alam diperoleh dari klaten, diaktivasi dengan rnetode pengasaman. Aktivasi zeolitalam (ZA) dilakukan dengan refluks HCl 3M pada suhu 90°C selarna 30 menit, dilanjutkan kalsinasidengan metode microwave dengan daya 450 watt selama I 0 menit, kemudian dioksidasi padaternperatur 500°C selama 2 jam dengan aliran gas 02 (diperoleh Katalis ZAA). Karakterisasi katalisrneliputi penentuan jumlah situs asam total dengan metode gravimetric dengan adsorpsi uap NH3 danpiridin, Spektroskopi fR, dan kristanilitas katalis dengan X-ray diffraction (XRD). Hidrorengkahminyak laka secara katalitik dan termal dilakukan dengan menggunakan reaktor sistem.flow jenisfixedbed, pada temperatur 400°C dan 450°C selama 1 jam dengan rasio berat katalis:umpan 0,17, 0,25, dan0,50 (bib). Produk cair hasil hidrorengkah dianalisis dengan GC. Produk yang dihasilkan darihidrorengkah minyak ]aka berupa cairan, kokas dan gas. Konversi produk cair optimum diperoleh padarasio katalis/umpan 0,25 dengan temperatur 450°C, yaitu sebesar 46,80% (bib) dengan selektivitasterhadap fraksi bensin, diesel, dan minyak berat masing-masing sebesar 39,19%, 18,57%, dan 42,24%.
PENINGKATAN KERAGAMAN SOMAKLONAL MELALUI KULTUR IN VITRO DAN IRADIASI SINAR GAMMA KE ARAH KETENGGANGAN TERHADAP ALUMINIUM DAN PH RENDAH PADA TANAMAN PADI (VARIETAS NIAS-1) ., Herkules; Edi, Syahmi; ., Lazuardi
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitia:n ini adalah mendapatkan beberapa genotipe planlet (tanaman) padi ladang asalKepulauan Nias tenggang Al dan pH rendah hasil pengujian kultur in vitro. Untuk mencapai tujuanpenelitian ini digunakan metode: 1) metode peningkatan keragaman somaklonal melalui kultur kalusiradiasi sinar gamma (Edi, 2004), 2) uji pada kultur in vitro menggunakan komposisi media MS yangdimodifikasi (Van Sint Jan et al., 1997). Basil pembahasan diperoleh: (I) Kultur kalus dan iradiasisinar gamma dapat meningkatkan keragaman penampilan kalus yang terlihat dari wama kalus (mulaidari warna kuning, kuning keputihan, putih kekuningan, bening atau tidak), struktur kalus (kompak,kompak tidak merata, friable, nodul jelas atau tidak); (2) kalus dengan penampilan putih kekuningan,bening, friabel dan nodul yangjelas akan memberikan kalus bertunas lebih banyak; dan (3) didapat 23genotipa tanaman padi tenggang dari varietas Nias-L
PENGELOLAAN PRASARANA JEMBATAN MELALUI SISTEM INFORMASI JEMBA TAN Solahuddin, Ahmad Andi
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 1 (2011): MARET 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaa:n prasarana jembatan diperlukan untuk menjaga agar masa layan jembatan sesuai denganumur rencana dengan mengupayakan agar kondisi jembatan mampu melayani fungsi secara aman,nyaman dan ekonomis. Sistem informasi dan Analisis Jembatan adalah suatu perangkat lunak yangdibangun dengan Delphi versi 7. Kondisi existing jembatan merupakan informasi yang harus adadidalam suatu system informasi, diharapkan pengelola jembatan akan dapat menetapkan keputusanberdasarkan gambaran kondisi tersebut. Kondisi jembatan dilakukan dengan penilaian DER rating,yaitu menilai secara visual kerusakan dengan menggunakan konsep pengurang nilai. Elemen dan sub­item jembatan yang baik bemilai I 00 dan kerusakan yang terjadi dianggap sebagai pengurang.Kerusakan sub­item jembatan dinilai berdasarkan degree (jenis), extent (luas) dan relevancy(relevansi)nya, kemudian di rata­rata dan dikalikan weight factor (bobot faktor) dari tiap­tiapelemennya dan akhirnya menghasilkan condition index jembatan yang mencerminkan kondisi darijembatan. Penentuan prioritas penariganan dilakukan pada nilai condition index jembatan tersebut.Informasi penundaan waktu penanganan didapat dari perkiraan waktu layan jembatan denganmenggunakan asumsi yang digunakan dari IBMS (Interurban Bridge Management System). Padapenelitian ini wilayah penelitian dilakukan pada 5 jembatan yang pengelolaannya di bawahDepartment Pekerjaan Um urn Kabupaten Sragenyaitu Jembatan Gawan Baru, Jembatan Gawan Lama,Jembatan Ganefo, Jembatan Nyala dan Jernbatan Slendro. Dari hasil penelitian, Jernbatan Ganefomenempati prioritas penanganan tertinggi yaitu dengan condition index jembatan = 66,451 % denganusulan penanganan adalah rehabilitasi. Prioritas paling rendah adalah jembatan Gawan Baru dengan condition index = 89~227 % dengan usu Ian pemeliharaan. Apabila estimasi waktu rencana jembatanGanefo adalah 50 tahun maka 16 tahun kedepan jembatan akan mengalami perubahan usulanpenanganan dari rehabilitasi menjadi penggantian dan pada saat 23 tahun kedepan jembatan tidak akanberfungsi.
SISTEM PENJADWALAN KULIAH DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Simamora, Purwanto; ., Tulus; Batubara, Fakhruddin R
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 13, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Course scheduling is process of placing courses into availabletime-and classroom slots. As number of course activities andrequirement needed increase, the solution to scheduling problembecome more complicated. In order to get a good course scheduling,there are some important components such as lecturer, subject, student,curriculum, classroom and time. The limitation of rooms and time isoften become a problem in making the course scheduling. The additionnumber of the students and the subjects due to the application of thenew curriculum, and the other activity in university give the effects theusing of times and rooms. Course scheduling systems which isadaptable in every. changing that happened. The course schedulingmust be able to overcome the limitation of each component such as thenumber of the lecturer, times and rooms. This research uses twomethods in making the course scheduling which are by using thescheduling algorithm and without using the scheduling algorithm.These two methods will be combined into the genetic algorithm inorder to get a course scheduling which can reduce the problem in theavailability of rooms and times. The research result shows withoutusing the schedule algorithm these are 2 faults appear in the timeschedule and the minimum number of room which used is 9 rooms andconverged in the 1271h generation. But, by using the schedule algorithmthe number of the fault is no longer appear, the using of the roombecomes 8 rooms and converget in the 851h generation. It is concludedthat making the course scheduling by combining the schedulealgorithm and genetic algorithm is a right method in reducing the time fault and minimizing the using of the room.
OPTIMASI SUHU WAKTU DAN JUMLAH DEHIDRATOR P20s UNTUK MEDEHIDRASI RISINOLEAT CASTOR OIL MENJADI ASAM LINOLEAT TERKONJUGASI Sitorus, Marham; Sutiani, Ani
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 13, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan optimasi suhu,waktu dan jumlah dehidratorP20s optimal untuk mendehidrasi castor oil menjadi Asam LinoleatTerkonjugasi. Reaksi dilakukan dengan cara refluks dengan memvariasisalah satu faktor dengan dua faktor yang lain tetap. Analisis hasil dilakukandengan kombinasi alat GC dan GC-MS yang dibandingkan dengan standarmaka kondisi optimal adalah: suhu 200°C, waktu 4 jam dan 3%(b/b) P20s.Konversi (yield) yang diperoleh pada suhu optimal adalah 97,94% ...
POLA PENENTUAN PARAMETER KERUSAKAN TERUMBU KARANG DI DAERAH SIBOLGA Juliani, Rita; ., Rahmatsyah
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 1 (2011): MARET 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekhasan  perairan  Sibolga tidak  terlepas  dari  biota  laut  yang  kaya  akan  terumbu  karang,  merupakan tempat  hidup  ikan-ikan  laut.  Namun  terumbu  karang  dalam  bencana  karena  terumbu  karang  di  dunia terancam  punah  oleh  overfishing,  polusi  dan  perubahan  iklim.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk menentukan  pola  DO.  pola  konduktivitas,  pola  suhu  dan  pola  pH  air  laut  di  pesisir  pantai Sibolga.Sampel  penelitian diambil sebanyak  I 1  titik  yang  menyebar di  pesisir pantai  Sibolga.  Sampel yang  diambil  kernudian  diuji  dan  dianalisis kemudian  dibandingkan  dengan  baku  mutu  air  laut  untuk wisata  bahari  tahun  2004.  Pengujian  sampel  dilaksanakan  di  Laboratorium  Fisika  dan  laboratorium BTKLPPM.  Hasil  pola  pengukuran  DO  yang  diperoleh  6,0  -  15,1  mg/I  dengan  rata-rata  10  mg/I dengan  nilai  baku  rnutu  air laut  untuk  wisata  bahari  >  5  mg/I  .  DO  berbanding terbalik  dengan  BOD nya.  Konduktivitas  ber  ni lai  36,50  - 43,90  mS/cm,  dengan  rata-rata  41,84  mS/cm.  Salinitas  berkisar 19, I - 40,6 0/00  dengan  rata-rata  23,3  0/00  .  Perairan  Indonesia memi liki salinitas 30 - 35 0/00, untuk karang  salinitas  bernilai  25  -  45  0/00  .  Secara  keseluruhan  salinitas  pesisir  pantai  Sibolga  rendah sehingga  baik  untuk  kehidupan  terumbu  karang.Suhu  pesisir  pantai  Sibolga  berkisar.28,9  - 29,9  OC atau  rata-rata  29.5  OC.  Menurut  standar  baku  mutu  air  laut  untuk  biota  laut  adalah  35  OC.  Air  laut  di pesisir pantai  Sibolga masih  di  bawah  baku  mutu air  laut untuk  biota.  pH  daerah  pesisir pantai  Sibolga diperoleh  8,6 - 8.8 dengan  rata-rata  8,7. Nilai pH  baku  mutu  air  laut untuk wisata bahari  berkisar 7,0 - 8,5.  Untuk perikanan  pH  berkisar 6 - 8,5. pH  di  suatu  perairan  normal  berkisar 6,0- 9,0.  Pantai  pesisir Sibolga  terkategori  diatas  nilai  ambang  batas  tapi  masih  tennasuk  dalarn  kategori  perairan  normal. Nilai  kecerahan  berkisar  97  -  183  cm  dengan  rata-rata  131,6 cm  dan  tidak  terlihat  tarnpak  dasar terumbu  karang  hidup. Nilai baku  mutu  air laut untuk wisata  bahari  adalah  > 6 m,  sehingga  air laut di pesisir  pantai  Sibolga  termasuk  daerah  yang  tercemar.  Air  laut  pesisir  Sibolga  hampir  setengah beraroma bau terutama di  grid 2. 3, 8, 9 dan  10 sedangkan  lapisan minyak ada  pada  grid 6 dan  grid 7.

Page 9 of 15 | Total Record : 146