cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
PREPARASI DAN KARAKTERISASI LAPISAN TIPIS TI02 P ADA PERMUKAAN LOG AM DAN KACA MENGGUNAKAN METODE SOL-GEL Siregar, Alkhafi Maas; Harahap, Mukti Hamjah; Ritonga, Winsyahputra
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

enelitian preparasi dan karakterisasi lapisan tipis Ti02 pada permukaan logam dan kaca bertujuanuntuk melindungi permukaan bahan tersebut dari proses korosi dan memperbesar sudut kontak agartidak mudah basah. Metodologi yang digunakan untuk pelapisan ini adalah metode Sol-Gel denganharapan dapat menghasilkan lapisan yang sangat tipis. Suhu pembakaran (firing) pada lapisan kaca dan logam yang terbentuk divariasikan 11 OOC, l 500C, 2000C. Karakterisasi lapisan yang terbentukdilakukan dengan XRD, SEM, perhitungan sudut kontak dan laju korosi. Sudut kontak rata-rata padakaca yang dihasilkan dari ketiga variasi suhu tersebut 97,330, 112,330, 1300. Sedangkan laju korosipada logam untuk masing-masing suhu berturut adalah 2,641 cm/tahun; 3, 100 cm/tahun dan3,402cm/tahun.
KAJIAN KERAGAMAN JENIS DAN LAJU PERTUMBUHAN KAPANG DALAM ACAR LIMAU KASTURI (CITROFORTUNELLA MICROCARPA) MARANAN MASY ARAKAT MELAYU nasution, Muhammad Yusuf; Hasairirr, Ashar; Harsono, Tri
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to study the diversity of species, growth rate and colony number of mold growth inMusk Lime Pickle in various storage time. The research method is Non Factorial Experiment,complete random sampling (RAL) .. The results indicated that in Musk Lime Pickle, there are 6 moldssuch as: Aspergillus fumigatus, Aspergillus niger, Aspergillus tamari, Fusarium solani, Mucor mucedo,and Penicillium digitatum. The duration of storage decreased the growth rate of mold, and the diversityof mold is not increase. The mold that growth more is Aspergillus fumigatus and Penicillium digitatum, while the least is Mucor mucedo and Fusarium solani. The species of mold found in morenumber in the storage of one week and the few number without treatment.
PENGEMBANGAN MODEL KONSTRUKSI BANGUNAN TRADISIONAL DI SUMATERA UTARA SEBAGAI PANDUAN PERANCANGAN RUMAH TINGGAL BERBASIS ETNIS SUMATERA UTARA A. Luthan, Putri Lynn; Nasution, Irma Novrianty; Alvan, Syahreza
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 13, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya keinginan masyarakat untuk mendirikan rumah tinggal berbasisetnis dalam bentuk dan cara yang lebih baru merupakan faktor yang menjadi prioritas utama dalam kelangsungan pelestarian kebudayaan tradisional. Permasalahan yangditemui adalah a) banyak ditemui bangunan ditingkat daerah yang menggunakan unsur-unsur etnis, namun rancangan bangunan yang dibuat tanpa panduan yang baku,b)banyak ditemui rumah tinggal yang masih mempertahankan nilai-nilai budaya etnisdengan alasan tertentu, namun dikhawatirkan pengembangannya akan semakin tidakterarah. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan membuatpeta konsep bangunan tradisional etnis Mandailing dan Melayu yang akandipergunakan dalam membuat model perancangan konstruksi rumah tinggal berbasisetnis. Hasil penelitian yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan observasilangsung bahwa,a) bentuk bangunan tradisional etnis Mandailing dan Melayu adalahrumah panggung, b) bentuk denah dan pola susunan ruang persegi dengan orientasikanan-kiri atau depan-belakang,c) ditemui ruang-ruang tambahan yang permanensebagai kebutuhan baru dalam berhuni,d) bangunan terdiri dari susunan tiang-tiang tinggi jauh diatas muka tanah, dan perpaduan sistem konstruksi tradisional dankekinian,e) bentuk ragam hias pada elemen-elemen bangunan terdapat pada tiang, atap,pagar serambi, pintu dan jendela.f) pernilihan material - bersifat alami dan kayudikombinasikan dengan material yang praktis dan mudah diperoleh pada saat ini, demikelangsungan bangunan,g) sistem teknologi pada pondasi, tiang-balok, dan sambungan-sambungan atap adalah perpaduan teknik rnernbangun secara tradisional dankekinian.h) pola hidup dan kebutuhan masyarakat petani memiliki kebutuhan yangberbeda dengan masyarakat pelaut, di Mandailing dijumpai rumah dilengkapi lumbungpadi dan balai adat, tidak demikian dengan Melayu, i) lokasi, orientasi rumah, danbentuk atap merupakan pemahaman masyarakat etnis terhadap iklim, cuaca, tanggapan terhadap bencana, dan sosial masyarakatnya,j) ukuran dan besaran yang digunakandalam parameter tradisional bersifat magis dan ditentukan secara bersama-sama dalam suatu upacara yang sakral
PENGARUH CAMPURAN SARI JERUK NIPIS DAN ASAM FORMAT SEBAGAI BAHAN PENGGUMPAL LATEKS TERHADAP SIFAT VUKANISASI KARET Sirait, Makmur
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 1 (2011): MARET 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manfaat karet dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak digunakan antara lain sebagai bahan dasar pembuatan ban, konveyer, sepatu dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh campuran sari jeruk nipis dan asam format sebagai bahan penggumpal lateks terhadap sifat vulkanisasi karet. Metode dalam penelitian ini adalah sari jeruk nipis dan asam format dicampur dengan variasi yang berbeda. Adapun sifat vulkasnisasi yang diamati adalah berupa nilai Plastisitas awal (Po) yaitu berkisar (36,33-44,33) Nm-2 dan nilai terbesar ada pada fraksi asam format dan sari jeruk nipis (0,100) % sebesar 44 Nm-2. Nilai Plastisitas Retention Indeks (PRI) yaitu berkisar (54,54-75,50) Nm-2 dan nilai terbesar ada pada fraksi asam format dan sari jeruk nipis (30,70)% sebesar 75,50 Nm-2. Nilai waktu penundaan (ST) yaitu berkisar (0,57-0,77) menit, nilai waktu masak optimum (OCT) yaitu berkisar (1,43-2,05) menit, nilai kecepatan masak (CT) yaitu berkisar (1,17-1,37) menit. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa campuran sari jeruk nipis dan asam format dapat digunakan sebagai bahan penggumpal lateks. Nilai Plastisitas Awal dan Plastisitas Retention Indeks telah memenuhi Standar Indonesia Rubber.
PENGARUH FILLER ORAGANO-CLAY TERHADAP SIFAT MEKANIK MATERIAL NANOCOMPOSIT BERMATRIX EPOXY Salam, Haipan
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to study the influence of the organoclay contents to the mechanicalproperties of nanocomposites materials. In situ polymerization used to synthesize nanocompositesepoxy-organo clay materials. Tensile test and compressive test were conducted based on ASTMstandards. The nanocomposite properties were compared to epoxy matrix polymer. The amount oforganoclay contained influence to mechanical properties of nanocomposite materials. The addition of10.5 wt.% organoclay improved the tensile modulus about 185%. These decreases in the strength maybe attributed to the fact that agglomerates and voids were formed. The compression test result showedthat the addition of 3 .1 wt.% organoclay demonstrated a I 02% increase in compression strength and a93% increase in load maximum compare to epoxy resin. An addition of 7.3 wt. % organoclaydemonstrated an increase of modulus of the epoxy resin by 93%. Meanwhile, the addition of 10.5 wt.% organoclay caused the decreasing in yield compression up to 31 %.
SINTESIS IONOFOR SEBAGAI BARAN AKTIF ION SELEKTIF ELEKTRODA (ISE) UNTUK ANALISIS PENENTUAN ION LOGAM BERAT DI DALAM SAMPEL LINGKUNGAN Purba, Jamalum; Sibuea, Gorat Viktor; Tarigan, Miska Likasina; Fonica, Arini; Situmorang, Manihar
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 13, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis senyawa ionofor turunan azacrown untuk mendapatkan senyawaaktif yang yang dapat dipergunakan sebagai komponen sensor dalam ion selektifelektroda (ISE) dijelaskan · dalam . tulisan ini. Penelitian bertujuan untukmendapatkan ionofor 7,16-Dithenoyl- l,4, 10, 13-tetraoxa-7,16-diazacyclooctadecane(DTODC) yang menjadi komponen aktif di dalam membran elektroda ion selektifpenentuan merkuri sebagai langkah untuk menghasilkan instrumen analisis yangmemiliki daya analisis akurat; cepat, selektif, sedehana untuk penentuan ionmerkuri. Sintesis DTODC dilakukan melalui reaksi adisi terhadap senyawa dasarsenyawa 1,4,10,13-tetraoksa-7,16 diazosiklooktadecana (DC). Dari sebanyak 0,2406·gram DC diperoleh sebanyak 0,456 gram DTODC berwarna putih, dengan rendemen 93,63%, Mernbran PVC mengandung DTODC. terlah berhasil dicetakmenjadi membr~e ISE berwama bening dan kenyal dan dibuat menjadi membran elektroda ion selektif penentuan merkuri (ISE-Hg) ..
MICROSTRUCTURAL MAPPING OF THE AUSTENITIC MANGANESE STEEL-3401 IN RAPID COOLING PROCESS Siregar, Riski Elpari; Fadhila, Reza
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadfields austenitic manganese steel which contained approximately 1.2% carbon and 12 tol4% Mn is still commonly used for railroad components such as frogs and crossings and also for rock-handlingmaterials. This paper presents the microstructural development of the austenitic manganese steel-340 Idue to different heating regimes followed by rapid cooling process. The material is heated to l 050°Cfollowed by a rapid cooling process which caused the solid solution of the carbides to be precipitatedin the grain of the pure austenite phase. The tempering temperature is set between 400°C to 600°C at50° C interval. The microstructural examination of the samples showed that the formation of austenitebegins by precipitation of iron and manganese carbides at the grain boundaries, progressively followed by the appearance of a new constituent which later extended to the interior of the grains. The newphase formation increased with increasing temperature, showing temperature dependence of formation.
PENG AR UH JENIS MINY AK SA WIT , W AKTU DAN SUHU TERHADAP KUALITAS KERIPIK KENTANG Damanik, Marini
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 11, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keripik kentang termasukjenis makanan ringan yang palingpopuler di seluruh dunia. Secara komersialpembuatan keripik kentang biasanya menggunakan penggorengan dengan sistem deep fryer. Penelitianini bertujuan untuk mendapatkan produk keripik kentang yang mempunyai kualitas yang menyamaiproduk yang beredar di pasaran. Penentuan kondisi optimum pada penggorengan deep fryer untuk beberapa jenis minyak sawitseperti olein dan RBDPO telah dilakukan yaitu dengan variasi suhu (l70°C, 180°C, 190°C) dan waktu ( 2,5 menit, 5 menit, 7,5 menit untuk keripik kentang).Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dan dibandingkan terhadap produk pasar keripik kentang bermerk dagang Chitato maka diperoleh : Kondisi optimum penggorengan keripik kentangadalahsuhu 1 70°C, waktu 7 ,5 menit dengan kadar air, kadar min yak, dan kadar asam lemak bebasberturut-turut adalah : 1,89%; 0,041 %, 0, 102%
RANCANG BANGUN SENSOR KIMIA SEBAGAI INSTRUMEN ANALISIS DALAM DETEKSI SPEKTROFOTOMETRI UNTUK PENENTUAN PEN GA WET NITRIT Sinaga, Marudut; Sihombing, Kawan; Saputra, Agam; Hakim, Lukman; Situmorang, Manihar
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 13, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian rancang bangun sensor kimia sebagai instrumenanalisis dalam deteksi spektrofotometri untuk penentuan pengawetnitrit bertujuan untuk mendapatkan instrumen analisis yangmemiliki daya analisis akurat, selektif, sensitif, cepat dan sederhanauntuk penentuan pengawet nitrit. Penelitian dilakukan terdiri ataspembuatan matriks polityramin pada permukaan plastik transparan,mengimobilasi senyawa aktif asam sulfanilat di dalam polymersehingga menjadi bahan aktif sensor, dan diintegrasikan pada detektorspektrofotometer UV-Vis. Hasil peneiiiian menunjukkan bahwalangkah awal pembuatan sensor kimia untuk penentuan senyawanitrit telah berhasil dilakukan. Polityramin berbentuk polimer yang transparan dan dapat dipergunakan untuk mengikat senyawa aktifyang memberi respon pada nitrit diintegrasikan dengan deteksispektrofotometri UV-Vis. Sensor kimia menunjukkan linearitas yangcukup baik, yaitu berada pada skala konsentrasi 0,1-10 ppm, dan batasdeteksi berada pada 0,1 ppm niirit.
PEMANFAATAN MINYAK BIJI KARET (HAVEA BRASILIENSIS MUELL. ARG) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN Yuniarti, Rafita; Daulay, Anny Sartika; Syahputra, Ricky Andi; Pasaribu, Mesi Willia Afrima
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 17, No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji karet (Havea brasiliensis) selama ini tidak memiliki nilai ekonomis, hanya dijadikan benih generatif pohon karet dan selebihnya terbuang menjadi limbah berserakan di sekitar pohon karet. Biji karet mengandung minyak nabati yang dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan sabun. Pengambilan minyak dari biji karet dilakukan dengan metode ekstraksi sokletasi lalu pemisahan dari pelarutnya menggunakan alat rotary evaporator. Selanjutnya dilakukan analisa kandungan minyak biji karet menggunakan GC-MS dan metode pembuatan sabun mengikuti formula Hambali dengan melakukan pengujian terhadap sabun yang sesuai dengan persyaratan Standart Nasional Indonesia (SNI) 06-3532-1994, meliputi: pengujian organoleptis, kadar air, pH, minyak mineral, tinggi busa, alkali bebas, dan uji iritasi. Hasil ekstraksi biji karet didapat rata-rata minyak 3,36 g dengan kadar minyak 14,12%, analisa GC-MS menunjukan bahwa biji karet mengandung asam palmiat, stearat, linoleat. Berdasarkan hasil pengujian organoleptis, sabun yang dihasilkan transparan, pengujian kadar air: F1, F2, F3 memiliki kadar air lebih sedikit yaitu 5%. Pada uji pH: semua formula memenuhi syarat SNI yaitu pada pH 8-11, minyak mineral: semua formula memenuhi syarat SNI yaitu negatif, tinggi busa: kestabilan tertinggi pada F7, alkali bebas: F1, F2 lebih kecil yaitu 0,039%, dan pada hasil uji iritasi: semua formulasi menunjukan hasil negatif. Secara keseluruhan sabun transparan yang dihasilkan memenuhi persyaratan SNI.

Page 10 of 15 | Total Record : 146