cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 4: Desember 2017" : 15 Documents clear
Logika Fuzzy pada Robot Inverted Pendulum Beroda Dua Fahmizal, Fahmizal; Setyawan, Galih; Arrofiq, Muhammad; Mayub, Afrizal
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 4: Desember 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.278 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201744484

Abstract

AbstrakRobot inverted pendulum  beroda dua (IPBD) merupakan sistem yang tidak stabil dan bersifat non-linear. Motor DC sebagai penggerak robot yang terletak pada masing-masing roda kiri dan kanan memberikan variabel gaya untuk mempertahankan kestabilan robot. Oleh karena itu diperlukan suatu kendali yang dapat menjaga keseimbangan dari robot. Makalah ini memaparkan kendali logika fuzzy dalam hal pengendali keseimbangan robot. Pada perancangan robot ini, penulis menggunakan senor inertia measurement unit (IMU) versi MPU 6050 sebagai sensor pendeteksi keseimbangan robot. Nilai setpoint sudut robot yang diberikan adalah sudut elevasi robot terhadap sumbu horizontal atau pada sumbu pitch. Selanjutnya, nilai keluaran sensor IMU dibandingkan dengan setpoint. Lebih lanjut, nilai kesalahan (error) dan nilai perubahan kesalahan (delta errror) yang dihasilkan akan digunakan sebagai masukan logika fuzzy. Hubungan relasi masukan fuzzy diselesaikan dengan aturan Mamdani. Keluaran dari logika fuzzy diselesaikan dengan perhitungan weight average (WA). Hasil keluaran logika fuzzy berupa nilai putaran motor kiri dan kanan yang dikendalikan dengan cara mengatur lebar pulsa sinyal pulse with modulation (PWM). Dari hasil pengujian diperoleh bahwa kendali logika fuzzy yang diaplikasikan pada robot IPBD dapat menjaga keseimbangan robot dengan osilasi pada sudut -2 hingga 2 derajat.Kata kunci: Logika Fuzzy, Inverted Pendulum, IMU  AbstractInverted robot pendulum two (IPBD) is an unstable system that is naturally and non-linear. The DC motor as a robot drive located on each of the left and right wheels provides a force variable to maintain the robot's stability. Therefore we need a control that can maintain the balance of the robot. This paper presents fuzzy logic control in terms of robot balance control. In designing this robot, the author uses inertia measurement unit senator (IMU) MPU 6050 version as a robot balance detection sensor. The given set of corner robot values is the robot's elevation angle to the horizontal axis or on the pitch axis. Furthermore, the value of the IMU sensor output is compared with the setpoint. Furthermore, the error value and the resulting error change value (delta errror) will be used as fuzzy logic input. The relation of fuzzy input relation is solved with Mamdani rule. The output of fuzzy logic is solved by calculating the weight average (WA). The result of fuzzy logic output is left and right motor rotation controlled by adjusting pulse signal of pulse with modulation (PWM). The experiment results obtained that fuzzy logic control applied to the robot IPBD can maintain the robot balance by having oscillations at an angle of -2 to 2 degrees.Keywords: Fuzzy Logic, Inverted Pendulum, IMU 
Rekayasa Aplikasi Kriptografi dengan Penerapan Kombinasi Algoritma Knapsack Merkle Hellman dan Affine Cipher Fadlan, Muhammad; Hadriansa, Hadriansa
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 4: Desember 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.044 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201744468

Abstract

AbstrakKerahasiaan sebuah data merupakan hal yang sangat penting untuk dijaga. Tetapi masalah yang terkadang muncul adalah adanya data rahasia yang bocor atau dicuri oleh pihak-pihak tertentu yang tidak berwewenang. Hal ini dikarenakan tidak adanya pengamanan untuk data tersebut dan diperkuat lagi dengan semakin sering dan mudahnya data untuk didistribusikan melalui sebuah pesan elektronik. Ketika pesan itu diretas, maka data rahasia yang belum diamankan dapat dengan mudah diketahui oleh pihak yang tidak berwewenang. Kriptografi mampu menjadi salah satu cara untuk mengamankan sebuah data. Pada penelitian ini akan dilakukan kombinasi Metode Affine Cipher dan Knapsack Merkle Hellman untuk melakukan enkripsi dan dekripsi data teks. Awalnya data akan dienkripsi terlebih dahulu dengan menggunakan affine cipher, hasil enkripsi dari affine cipher kemudian akan dienkripsi lagi dengan menggunakan merkle hellman. Sedangkan, untuk tahap dekripsi, data akan didekripsi terlebih dahulu menggunakan merkle hellman, kemudian dilanjutkan dengan affine cipher. Kombinasi metode dilakukan untuk lebih memperkuat pengamanan terhadap sebuah data. Hasilnya, kriptografi dengan menggunakan kombinasi metode Affine Cipher dan Knapsack Merkle Hellman dapat dilakukan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi terhadap sebuah data. Dengan adanya pengamanan terhadap data tersebut, maka akan menyulitkan dan memperkecil kemungkinan pihak-pihak yang tidak berkepentingan untuk mengetahui suatu data rahasia.Kata kunci: affine, dekripsi, enkripsi, knapsack merkle hellman, kriptografi, kerahasiaanAbstractConfidentiality of data is very important to be maintained. But the problem that sometimes arises is the existence of secret data that is leaked or stolen by certain unauthorized parties. This is because there is no security for the data and is reinforced by the more frequent and easy data to be distributed via an electronic message. When the message is hacked, the secret data that has not been secured can easily be known by unauthorized parties. Cryptography can be one way to secure a data. In this research will be a combination of Affine Cipher Method and Knapsack Merkle Hellman to encrypt and decrypt text data. Initially the data will be encrypted first by using affine cipher, the encryption of the affine cipher will then be encrypted again using merkle hellman. Meanwhile, for the decryption stage, the data will be decrypted first using merkle hellman, then continued with affine cipher. Combination methods are done to further strengthen the security of a data. The result, cryptography by using a combination of Affine Cipher and Knapsack Merkle Hellman methods successfully done to perform encryption and decryption of a data. With the security of the data, it will complicate and minimize the possibility of parties who are not interested to know a secret data.Keywords: affine, decryption, encryption, knapsack merkle hellman, cryptography, confidentiality
Optimasi Suffix Tree Clustering dengan Wordnet dan Named Entity Recognition untuk Pengelompokan Dokumen Wijoyo, Satrio Hadi; Herlambang, Admaja Dwi; Rozi, Fahrur; Isanta, Septiyan Andika
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 4: Desember 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.179 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201744400

Abstract

AbstrakSemakin meningkatnya jumlah dokumen teks di dunia digital mempengaruhi banyaknya jumlah informasi  dan menyebabkan kesulitan dalam proses temu kembali informasi (information retreival). Clustering dokumen merupakan suatu bidang text mining yang penting dan dapat digunakan untuk mengefisienkan dalam pengelolaan teks serta peringkasan teks. Namun beberapa permasalahan muncul dalam clustering dokumen teks terutama dalam dokumen berita seperti ambiguitas dalam content, overlapping cluster, dan struktur unik yang terdapat dalam dokumen berita. Penelitian ini mengusulkan metode baru yaitu optimasi Suffix Tree Clustering (STC) dengan WordNet dan Named Entity Recognition (NER) untuk pengelompokan dokumen. Metode ini memiliki beberapa tahap, yaitu prepocessing dokumen dengan mengekstraksi named entity serta melakukan deteksi sinonim berdasarkan WordNet. Tahap kedua adalah pembobotan term dengan tfidf dan nerfidf. Tahap ketiga adalah melakukan clustering dokumen dengan menggunakan Suffix Tree Clustering. Berdasarkan pengujian didapatkan rata-rata nilai precision sebesar 79.83%, recall 77.25%, dan f-measure78.30 %.Kata kunci: Clustering dokumen, Named Entity Recognition, Suffix Tree Clustering, WordNetAbstractThe increasingnumber oftext documentsin the internet, influence on the number of information and lead to difficulties in the process of information retrieval. Documents clustering is main field of text mining and can be used to stream line the management of text and summarization of text. However, some problems a risein documents clustering, especially in news documents such as ambiguity in the content, overlapping clusters, and theuniquestructure ofthe news thatcontained inthe document. Inthisresearch, we proposea newmethodfor documents clustering, optimization Suffix Tree Clustering (STC) with WordNet and Named Entity Recognition (NER). In this method there are several step, step one is prepocessing documents with named entity extraction and synonym detection based on WordNet. Step two is term weighting with tfidf and nerfidf. For the last step is document clustering using Suffix Tree Clustering. Based on testingwe obtained 79.83% for precision, 77.25% for recall, and78.30% for F-measureKeywords: Documents Clustering, Named Entity Recognition, Suffix Tree Clustering, WordNet
Analisis Kinerja Sistem Informasi dan Teknologi Informasi untuk Menunjang Kinerja Karyawan Menggunakan Framework IT Balanced Scorecard (Studi Kasus pada Wi-Fi Universitas Kristen Satya Wacana) Molly, Bertho; Tanaamah, Andeka Rocky; Sitokdana, Melkior Nikolar Ngalumsine
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 4: Desember 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.653 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201744499

Abstract

AbstrakWi-Fi UKSW merupakan fasilitas jaringan internet yang dibangun untuk memfasilitasi dan mendukung kebutuhan civitas UKSW dalam proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengukuran bagaimana tingkat pemanfaatan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi berdasarkan kinerja karyawan Wi-Fi UKSW. Penelitian ini menggunakan metode IT Balanced Scorecard sebagai sarana pengukuran yang jelas, memantau dan mengoptimalkan realisasi dari nilai atau manfaat bisnis dan manfaat Teknologi Informasi dimana IT Balanced Scorecard mempunyai 4 perspektif (Perspektif Kontribusi Perusahaan, Perspektif Orientasi Pengguna, Perspektif Penyempurnaan Operasional, dan Perspektif Orientasi Masa Depan). Penelitian ini dimulai dari tahapan perencanaan, tahapan studi kelayakan awal dan studi literature, tahapan wawancara dan observasi, tahapan analisis data, serta tahapan membuat dan menyusun laporan serta rekomendasi menggunakan IT Balanced Scorecard. Adapun beberapa hal yang ditemukan dalam penelitian ini dan harus ditangani yaitu, dibutuhkannya penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membantu kinerja Wi-Fi UKSW baik dalam hal penanganan complain maupun penyelesaian proyek mengingat Wi-Fi UKSW selalu dibutuhkan dan digunakan oleh semua civitas UKSW serta perlu adanya evaluasi dan upgrade terhadap sistem aplikasi monitoring Wi-Fi. Karena sebagai sarana penyedia layanan jaringan internet yang mana semua yang dilakukan karyawan Wi-Fi UKSW berhubungan erat dengan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi dan hasilnya, yang kehadirannya memberikan nilai manfaat yang baik khususnya bagi kemajuan kinerja karyawan Wi-Fi UKSW.Kata kunci: Kinerja SI dan TI, IT Balanced Scorecard, Wi-Fi UKSWAbstractWi-Fi SWCU is an internet network facility built to facilitate and support the needs of SWCU civities in teaching and learning. The purpose of this research is take measurements of what is the level the use of Information Systems and Information Technology based on of employee performance Wi-Fi SWCU. This study uses the Balanced Scorecard as a method of measurement as well as monitoring and optimizing business value, and the benefit of Information Technology. IT Balanced Scorecard has four perspectives such as, Perspective of Corporate Contributions, User Orientation Perspective, Operational Improvement Perspective, and Percent Orientation Performance Front. This research starts from planning stage, initial feasibility study, literature study, interview and observation, data analysis, making reports and recommendations use IT Balanced Scorecard. But some things found in this study and to work on that, needed the addition of Human Resources (HR) to assist the performance of SWCU Wi-Fi both in the handling of complaints and project completion and Wi-Fi SWCU needs an evaluation and upgrade for Wi-Fi monitoring application system. Because as a means of the internet network providers which all done employees Wi-Fi SWCU closely related to Information Systems and Information Technology and as a result, the presence of Information Systems and Information Technology give the value of the benefit a good especially for progress of employee performance Wi-Fi SWCU. Keywords: Performance IS and IT, IT Balanced Scorecard, Wi-Fi SWCU
Rekomendasi Solusi pada Computer Maintenance Management System Menggunakan Association Rule, Fisher Exact Test One Side P-value dan Double One Side P-Value Sukmana, Farid; Rozi, Fahrur
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 4: Desember 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.096 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201744368

Abstract

AbstrakPerkembangan pengambilan keputusan telah semakin cepat dan metode yang digunakan beragam. Sehingga perlu adanya pengambilan keputusan yang tidak hanya cepat tapi juga tepat. Salah satunya yaitu penerapan sistem pendukung keputusan pada Computer Maintenance Management System (CMMS). Penelitian ini melakukan uji data dengan menggunakan Association Rule, Fisher Exact One Side P-Value dan double one side p-value dalam satu permasalahan yang sama pada Computer Maintenance Management System (CMMS). Dengan tujuan mencari pola hubungan antara gejala dan akar permasalahan, untuk membuktikan adanya hubungan kedua variabel. Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya (Sukmana, Bulaili) tentang Association Rule dan Pearson Chi-Square pada CMMS menunjukkan adanya beberapa rule yang tereliminasi karena adanya beberapa rule yang tidak masuk dalam kriteria untuk penerapan pada Chi-Square. Sehingga dalam penelitian ini bertujuan menggunakan metode Chi-Square lain dengan maksud membuktikan dan memperkuat adanya hubungan atau relasi antara gejala dan akar permasalahan dalam CMMS. Dan diharapkan pembuktian ini akan menunjukkan hasil lebih baik dalam hal hubungan antara gejala dan akar permasalahannya memiliki korelasi.Kata kunci: Association Rule, Fisher Exact TestAbstractDecision-making has been growth rapidly and many methods can used. Thus, how to apply that methode not only fast but also right. One of implementation decision making is decision support system in Computer Maintenance Management System (CMMS). This research using data test with Association Rule and Fisher Exact One Side P-Value from same problems in Computer Maintenance Management System (CMMS). Object from this research to get pattern of association between symptom and root cause, to prove relation those variable. Previous research (Sukmana, Bulaili) about Association Rule and Pearson Chi-Square in CMMS show some rule was elimanated from calculation, becaise that is rule out of way from criteria in Chi-Square. So this research has objective to use another methode to observe and get strength evidence about correlation between symptom and root cause in CMMS. And hope with this result of test can make strength hypothesis about relation between symptom and root cause.          Keywords: Association Rule, Fisher Exact Test
K-Modes Clustering untuk Mengetahui Jenis Masakan Daerah yang Populer pada Website Resep Online (Studi Kasus: Masakan Banjar di cookpad.com) Indriani, Fatma; Budiman, Irwan
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 4: Desember 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1144.909 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201744548

Abstract

AbstrakPada makalah ini dipaparkan clustering pada data resep masakan daerah Banjar untuk mengetahui jenis makanan yang paling banyak di-post secara online oleh pengguna website recipe sharing. Pertama-tama data resep sebanyak 355 dikumpulkan dari suatu website resep, untuk selanjutnya dilakukan ekstraksi data bahan dan pembersihan. Metode clustering yang dipilih adalah k-modes karena cocok digunakan pada data kategorikal. Berdasar metode Elbow, jumlah cluster yang ideal adalah k=4 dan k=8. Jumlah cluster k=4 menghasilkan kelompok yang lebih umum, sedangkan k=8 menghasilkan kelompok yang lebih spesifik. Adapun kelompok yang berhasil diidentifikasi untuk k=4 adalah sayur asam, soto banjar, masakan gurih lain-lain, kue dan bubur manis. Sedangkan kelompok dengan jumlah cluster k=8 adalah sayur asam, soto banjar, kue basah, masakan gurih lain-lain, masak habang, bubur manis, kuah ketupat, dan masakan gurih asam. Evaluasi nilai purity menunjukkan nilai masing-masing 0,825 untuk k=4 dan 0,831 untuk k=8.Kata kunci: data mining, clustering, k-modes, resep masakan, bahanAbstractIn this paper, we cluster user-submitted recipes of Banjar regional cuisine to find out which type of cuisine are popular according to its ingredients. 355 recipes are collected from a recipe sharing website, then the ingredients extracted and cleaned. The clustering method chosen is k-modes because it is suitable for categorical data. Based on the Elbow method, the ideal number of clusters is k = 4 and k = 8. The number of clusters k = 4 produces more general cuisines group, whereas k = 8 produces more specific groups. The groups identified for k = 4 are (1) “sayur asam” (sour soup), (2)“soto banjar” (Banjar chicken soup), (3) savory dishes, and (4) sweet dishes. While the group with the number of clusters k = 8 consists of (1)“sayur asam” (sour soup)  (2) “soto banjar”, (3) Banjar sweet puddings, (4) various savory dishes, (5) “masak habang” (Banjar sweet chili dishes), (6) sweet porridge, (7) “kuah ketupat” (spicy coconut soup) and (8) various savory sour dishes. The purity of clusters are shown to be 0.825 for k=4 and 0.831 for k=8.Keywords: clustering, k-modes, data mining, recipe, ingredient
Analisis QoS Differentiated Service pada Jaringan MPLS Menggunakan Algoritma Threshold Saputra, Laufi Dian Deodo; Sulistyo, Wiwin
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 4: Desember 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.024 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201744427

Abstract

AbstrakSeiring perkembangan layanan komunikasi data seperti voice (VoIP) dan video streaming pada jaringan yang memiliki buffer space dan bandwidth terbatas menyebabkan terjadinya beban traffic. Hal tersebut membuat pengguna VoIP dan video streaming membutuhkan suatu jaringan yang dapat memberikan Quality of Service (QoS) dalam memenuhi kebutuhan pengguna. IETF (Internet Engineering Task Force) mempunyai standar mekanisme layanan untuk memenuhi permintaan QoS diantaranya adalah penggabungan teknologi MPLS Diffserv yang mampu mengklasifikasi paket sesuai kebutuhan, tetapi ketika penumpukan terjadi akibat proses QoS ini, paket yang menumpuk tersebut akan di-drop, maka solusi untuk mengantisipasi dropping digunakanlah algortima threshold pada WRED. Penambahan WRED sebagai algoritma threshold pada jaringan MPLS Diffserv memberikan pengaruh yang signifikan, dari hasil parameter QoS untuk layanan VoIP mampu mengurangi packet loss 43,1%, delay 0,005%, memaksimalkan throughput 1,26% dan mengurangi jitter 48,56%, untuk layanan video streaming mengurangi packet loss 15,93% dan memaksimalkan throughput 1,6% dibandingkan sebelum menerapkan algoritma threshold.Kata kunci: QoS, Diffserv, MPLS, threshold, VoIP, video streamingAbstractThe development of data communication services like voice (VoIP) and video streaming, causing traffic load on networks which has limited buffer space and bandwidth. This condition makes VoIP and video streaming users need a network which can provide Quality of Service (QoS) to fill user needs. The IETF (Internet Engineering Task Force) has a standard service mechanism to fill QoS requests such as Incorporation of MPLS Diffserv technology which  able to classify the package as needed but when the buildup occurs due to this QoS process, the packet will be dropped, Then the solution to anticipate dropping is used threshold algorithm on WRED. Added WRED as threshold algorithm on the MPLS-Diffserv network give a significant effect, from the results of QoS parameters for VoIP service is able to reduce packet loss 43.1%, delay 0.005%, maximize of throughput 1.26% and reduce jitter 48.56%, for streaming video services reduce packet loss 15.93% and maximize the troughput 1,6% than before applying the threshold algorithm.Keywords: QoS, Diffserv, MPLS, threshold, VoIP, video streaming
Registrasi Citra Dental Menggunakan Feature From Accelerated Segment Test dan Local Gabor Texture For Iterative Point Correspondence Supianto, Ahmad Afif; Setiawan, Budi Darma
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 4: Desember 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.536 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201744503

Abstract

AbstrakRegistrasi citra di bidang periodontal telah dikembangkan untuk melakukan evaluasi terhadap tulang alveolar. Masalah yang disebabkan oleh kesalahan saat ekstraksi fitur atau oleh degradasi gambar bisa timbul pada proses pencocokan fitur. Selain itu, teknik registrasi citra yang didasarkan pada fitur seperti titik, identifikasi tepian (edges), kontur, atau fitur yang lain yang biasa digunakan untuk membandingkan gambar dan kemudian memetakannya merupakan teknik yang sangat sensitif terhadap keakuratan pada tahap ekstraksi fitur. Dari kedua argumen ini, maka diperlukan teknik ekstraksi fitur yang tangguh untuk mencegah terjadinya kesalahan pada proses pencocokan fitur sehingga mendapatkan hasil registrasi citra yang akurat. Pada penelitian ini, diusulkan metode baru untuk registrasi citra. Metode yang diusulkan menggunakan metode ekstraksi fitur yang efektif terhadap akurasi dan efisien terhadap waktu komputasi dengan menerapkan Learning Features, yaitu Feature from Accelerated Segment Test (FAST) sebagai metode ekstraksi fitur. Selain itu, akan dilakukan pengembangan terhadap proses pencocokan fitur dengan menerapkan Local Gabor Texture (LGT) pada algoritma Iterative Point Correspondence (IPC) untuk melakukan registrasi pada citra dental periapikal. Uji coba dilakukan terhadap 8 citra grayscale dental periapikal dan berhasil melakukan registrasi citra  pada citra dental periapikal dengan nilai akurasi rata-rata diatas 93% dengan jumlah iterasi minimal mulai dari 400 iterasi.Kata kunci: registrasi citra, learning feature, local gabor texture, iterative point correspondence, citra dental periapikalAbstractImage registration in the periodontal field has been developed to evaluate alveolar bones. Problems caused by errors during feature extraction or by image degradation can arise in feature matching process. In addition, image registration techniques that are based on features such as points, identification of edges, contours, or other features commonly used to compare images and map them are very sensitive techniques for accuracy at the feature extraction stage. From both of these arguments, a robust feature extraction technique is needed to prevent mistakes in the feature matching process to get image registration results accurately. In this study, a new method for image registration is proposed. The proposed method uses an effective feature extraction method for accuracy and efficient computing time by applying learning features, which is Feature from Accelerated Segment Test (FAST) as a feature extraction method. In addition, a feature-matching process will be developed by applying Local Gabor Texture (LGT) to the Iterative Point Correspondence (IPC) algorithm to register on the periapical dental images. The experiments were conducted on 8 grayscale dental periapical images and successfully registered the image in periapical dental image with an average accuracy more than 93% with a minimum iteration count starting from 400 iterations.Keywords: image registration, learning feature, local gabor texture, iterative point correspondence, dental periapical images
Kumpulan Model Maturity E-Government: Sebuah Ulasan Sistematis Muftikhali, Qilbaaini Effendi; Susanto, Tony Dwi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 4: Desember 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.172 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201744367

Abstract

AbstrakKemajuan pesat dalam perkembangan teknologi informasi berpengaruh secara global yang dampaknya meluas hampir ke seluruh lini masyarakat. Salah satu bentuk dampak positif dari perkembangan TIK adalah munculya sistem digitalisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang dikenal sebagai Electronic Government (e- Government). Fenomena e-Government dapat didefinisikan yang mencakup semua penggunaan teknologi informasi oleh instansi pemerintah (seperti WAN, Internet, dan mobile computing) yang memiliki kemampuan untuk mengubah kondisi hubungan dengan warga, bisnis, dan pihak lain. E-Government pada saat ini masih sampai pada tahap pengembangan belum pada tahap evaluasi/penilaian e-government itu sendiri, sedangkan e-Government dapat dilihat mampu memberikan manfaat yang optimal ketika dalam kondisi mature, yaitu kondisi matang atau sempurna. Tujuan dari jurnal adalah membahas  model pengembangan  model maturity dari E-Government sesuai dengan 5 kategori Capability Maturity Models, the governmental models, the holistic appoarch models,  evolutionary e-government model maturity , dan related special purpose model serta kekurangan, kelebihan dari setiap kategorinya.Kata kunci: E-Government,model maturity, model maturity e-Government .AbstractRapid advances in information technology are globally influential whose impact extends almost to the entire community. One of the positive impacts of ICT development is the emergence of a digitalization system in government administration known as Electronic Government or e-Government. The phenomenon of e-Government can be defined that includes all the use of information technology by government agencies (such as Wide Area Network, Internet, and mobile computing) that have the ability to change condition relationships with citizens, businesses and other parties. E-Government is still at the stage of development not yet at the stage of evaluation / assessment of e-government itself, while e-Government can be seen able to provide optimal benefits when in mature conditions, ie conditions mature or perfect. The purpose of the journal is to discuss the maturity development model of E-Government according to the five categories of Capability Maturity Models, the governmental models, the holistic appoarch models, the evolutionary e-government maturity model, and related special purpose models and the shortcomings, advantages of each category.Keywords: E-Government,model maturity, model maturity e-Government
Perancangan Software Bimbingan dan Pengembangan Karir Siswa dalam Pengambilan Keputusan dan Konsultasi Irwan, Irwan; Gustientiedina, Gustientiedina; Sunarti, Sunarti; Desnelita, Yenny
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 4: Desember 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.379 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201744464

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini mengemukakan pengembangan model sebuah perangkat lunak konseling siswa untuk melengkapi sebuah media sistem konsultasi bimbingan karir siswa. Perancangan software ini untuk mengkaji diri, mengenal diri sendiri, minat, bakat, kemampuan, pemilihan, penyesuaian sehingga siswa berupaya untuk mempersiapkan diri dengan meningkatkan kemampuan spiritual, pendidikan dan pelatihan, ketrampilan intelektual, ketrampilan berkomunikasi dan inter atau intra personal skill demi kehidupan di masa depan yang berupa alat penelusuran minat bakat berupa bimbingan dan pengembangan karir siswa. Penerapan metode certainty factor dapat merealisasikan jumlah kepercayaan dalam keputusan karir yang diambil dimana faktor kepastian dapat digunakan dengan berbagai kondisi. Dalam penelitian ini harus mengumpulkan nilai certainty factor keseluruhan kondisi yang ada. Penggunaan metode Certainty Factor (CF) dapat menunjukan tingkat kebenaran, keakuratan dari kemungkinan dalam pemilihan karir. Perancangan software bimbingan dan pengembangan karir dapat membantu konselor dalam  pemilihan karir yang diminati dengan terlebih dahulu menjawab pertanyaan pada user interface software.Kata kunci: Model Software, Certainty Factor,  Bimbingan, Pengembangan Karir, Pengambilan Keputusan AbstractThe purpose of this study suggests the development of a model student counseling software to complement a media student career guidance consulting system. The design of this software to assess themselves, know themselves, interests, talents, abilities, selection, adjustment so that students try to prepare themselves by improving spiritual skills, education and training, intellectual skills, communication skills and inter or intra personal skill for life in front in the form of talent interest search tools in the form of guidance and career development of students. The application of the certainty factor method can realize the amount of confidence in the career decision taken where the certainty factor can be used under various conditions. In this research must collect the value of certainty factor overall condition. The use of the Certainty Factor (CF) method can show the degree of truth, the accuracy of the possibilities in career selection. The design of software guidance and career development can help counselors in the selection of careers in interest by first answering questions on the user interface software.Keywords: Application Model, Conseling, Career Development, Decision Maker, Certainty Factor

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue