cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 1,338 Documents
Penerapan Proses User Experience Design dalam Rancang Ulang User Interface Aplikasi Marketplace Rumah Kreatif Toba Sianturi, Riyanthi Angrainy; Siagian, Yuni Yustina; Harianja, Rusdeni; Sinurat, Indah Chris Sarah; Nababan, Cynthia Deborah; Sinaga, Arnaldo Marulitua
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 2: April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.132

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam pola perdagangan, dari sistem konvensional menuju perdagangan elektronik (e-commerce). Platform e-commerce menjadi sarana strategis bagi UMKM untuk memasarkan produk secara daring. Rumah Kreatif Toba merupakan platform berbasis web dan mobile yang dikembangkan untuk mendukung digitalisasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Toba. Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa aplikasi ini belum sepenuhnya optimal pada aspek kemudahan penggunaan dan pengalaman pengguna (user experience), terlihat dari navigasi yang sulit ditemukan, keterbatasan notifikasi, serta alur proses bisnis yang panjang dan kurang terintegrasi. Kendala ini menghambat efektivitas penggunaan aplikasi dan memerlukan perbaikan menyeluruh pada rancangan User Interface. Penelitian ini bertujuan merancang ulang User Interface aplikasi dengan menggunakan pendekatan User Experience Design yang mencakup lima tahapan: user research, analysis, design, production, dan evaluate. Dari keseluruhan proses, tahap user research dan design menjadi bagian paling krusial. Tahap user research mampu mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan secara menyeluruh dari perspektif pengguna maupun ahli. Tahap design menghasilkan rancangan information architecture, user flow, task flow, dan style guide sebagai acuan utama perancangan ulang User Interface. Evaluasi setelah perancangan ulang User Interface menunjukkan bahwa kualitas user experience yang sebelumnya berada pada skor 48,3 (Poor) menjadi 88,6 (Excellent) dengan success rate pengujian mencapai 100%. Prototipe interaktif yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan sistem lebih lanjut untuk mendukung transformasi digital UMKM secara optimal dan berkelanjutan.   Abstract The growth of digital technology has led to significant changes in commercial practices, shifting from conventional systems to electronic commerce (e-commerce). E-commerce platforms have become a strategic tool for MSMEs to market their products online. Toba Creative Marketplace is a web and mobile-based platform developed to support the digitalization of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Toba Regency. Initial evaluation results show that this application is not fully optimized in terms of ease of use and good user experience, as evidenced by difficult navigation, limited notifications, and a long and insufficiently integrated flow of business processes. These obstacles prevent the effective utilization of the application and require comprehensive improvements to the User Interface design. This study aims to redesign the User Interface of the application using a User Experience Design Process approach that includes five stages: user research, analysis, design, production, and evaluation. Of the entire process, the user research and design are the most important stages. The user research stage identifies the needs and problems comprehensively from the perspective of both users and experts. The design stage produces information architecture, user flow, task flow, and style guide designs as the main references for redesigning the User Interface. An evaluation following the User Interface redesign showed that the user experience score improved from 48.3 (Poor) to 88.5 (Excellent), with a 100% test success rate. The interactive prototype developed is expected to serve as a reference for further system development to support the digital transformation of MSMEs optimally and sustainably.
Analisis Komparatif Performa Teknis dan Penerimaan Pengguna Cloud Storage dan On-Premise Pada Pipeline Animasi 3D Sa'di, Ahmad; Larasati, Niken; Syafrizal, Melwin; Anan, Edy
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 2: April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.132

Abstract

Produksi animasi 3D menuntut sistem penyimpanan dengan performa tinggi dan latensi rendah. Penelitian ini membandingkan cloud storage (Azure Blob Hot Tier melalui CloudBerry Drive) dan On-Premise NAS (HPE StoreEasy RAID 50) dalam pipeline produksi animasi 3D. Pendekatan kuantitatif eksperimental digunakan pada lima indikator teknis: membuka file, FPS viewport saat menggerakkan/mengedit, perpindahan antar frame, menyimpan file, dan Rendering multi-skenario. Penerimaan pengguna diukur dengan 7 responden berpengalaman menggunakan skala Likert 5 point dan dianalisis dengan Paired t-test (α=0,05). Hasil menunjukkan bahwa On-Premise unggul dalam operasi sensitif latensi, seperti membuka file dan menyimpan file. FPS viewport tidak berbeda signifikan antara kedua sistem, sedangkan perpindahan antar frame lebih cepat pada cloud. Studi ini berbeda dari penelitian sebelumnya karena mengevaluasi integrasi Middleware cloud dengan blob-tier Storage dalam pipeline animasi 3D, memberikan kontribusi empiris pada literatur penyimpanan data digital di industri kreatif. Hasil penelitian merekomendasikan arsitektur hybrid yang memadukan latensi rendah On-Premise dengan fleksibilitas cloud sebagai solusi optimal bagi studio animasi berskala menengah.   Abstract 3D animation production demands Storage systems with high performance and low latency. This study compares cloud storage (Azure Blob Hot Tier via CloudBerry Drive) and On-Premise NAS (HPE StoreEasy RAID 50) within the 3D animation production pipeline. A quantitative experimental approach was employed using five technical indicators: file opening, viewport FPS during manipulation/editing, frame switching, file saving, and multi-scenario Rendering. User acceptance was measured with 7 experienced respondents using a 5-point Likert scale and analyzed using a Paired t-test (α=0.05). The results indicate that On-Premise Storage outperforms cloud storage in latency-sensitive operations, such as file opening and saving. No significant difference in viewport FPS was observed between the two systems, while frame switching was faster on the cloud. This study differs from previous research by evaluating the integration of cloud Middleware with blob-tier Storage in a 3D animation pipeline, thus providing empirical contributions to the literature on digital Storage in the creative industry. The findings recommend a hybrid architecture that combines the low latency of On-Premise Storage with the flexibility of cloud storage as an optimal solution for medium-scale animation studios.
Systematic Literature Review (SLR) Model LRFM dan Pengelompokan K-Means untuk Strategi Retensi Pelanggan B2B Apriyana, Yeni; Trimanadi, Raden; Sensuse, Dana Indra; Lusa, Sofian
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 2: April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.132

Abstract

Dalam era persaingan pasar yang semakin ketat, strategi retensi pelanggan berbasis data menjadi krusial, khususnya dalam konteks Business-to-Business (B2B) yang masih relatif terbatas dibahas dalam literatur. Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review (SLR) yang bertujuan untuk memetakan dan mensintesis penelitian terkait penerapan model LRFM (Length, Recency, Frequency, Monetary) dan algoritma K-Means dalam strategi retensi pelanggan. Model metodologi SLR mengikuti protokol Kitchenham et al. (2009) melalui tahapan perumusan pertanyaan penelitian, pencarian literatur, seleksi studi, dan sintesis hasil. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian LRFM dan K-Means masih berfokus pada konteks B2C, sementara penerapannya dalam lingkungan B2B relatif terbatas dan belum terkonseptualisasi secara memadai. Berdasarkan kesenjangan tersebut, artikel ini mengusulkan kerangka konseptual LRFM-B2B sebagai agenda penelitian masa depan dengan mempertimbangkan karakteristik spesifik B2B, tanpa dilakukan pengujian atau analisis empiris. Penelitian ini berkontribusi pada pemetaan literatur, identifikasi kesenjangan riset, serta perumusan arah pengembangan analitik pelanggan dalam konteks B2B.   Abstract In an era of increasingly intense market competition, data-driven customer retention strategies have become crucial, particularly in the Business-to-Business (B2B) context, which remains underexplored in the existing literature. This study presents a Systematic Literature Review (SLR) that aims to map and synthesize prior research on the application of the LRFM (Length, Recency, Frequency, Monetary) model and K-Means clustering for customer retention strategies. The review follows the Kitchenham et al. (2009) protocol, including research question formulation, literature search, study selection, and result synthesis. The findings indicate that most existing studies focus on B2C contexts, while B2B applications remain limited and conceptually underdeveloped. Based on the identified research gaps, this article proposes a conceptual LRFM-B2B framework as a future research agenda by incorporating B2B-specific characteristics such as contractual value and relationship depth. PT. XYZ is included solely as an illustrative case to contextualize general B2B challenges, without conducting any empirical testing or data analysis. This study contributes by providing a structured literature mapping, identifying critical research gaps, and outlining directions for future B2B customer analytics research.
Arsitektur Mesh 6G-IoT Menggunakan Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) untuk Optimasi Sinyal di Area yang Sulit Dijangkau Wildan
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 2: April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.132

Abstract

Perkembangan jaringan 6G diproyeksikan menjadi fondasi utama bagi ekosistem Internet of Things (IoT) berskala masif dengan kebutuhan cakupan yang luas, latensi sangat rendah, serta efisiensi energi tinggi. Namun, area sulit jangkau seperti pedesaan terpencil, daerah pegunungan, atau wilayah dengan banyak halangan fisik masih menjadi tantangan utama bagi operator jaringan. Di sisi lain, arsitektur jaringan mesh dan teknologi Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) muncul sebagai kandidat kuat untuk membentuk lingkungan radio yang dapat diprogram dan memperluas jangkauan sinyal tanpa menambah daya pancar secara signifikan. Artikel ini mengusulkan sebuah arsitektur mesh 6G-IoT berbasis IRS yang dirancang khusus untuk mengoptimasi kualitas sinyal di area sulit jangkau. Kontribusi utama penelitian ini meliputi: (1) perancangan topologi mesh 6G-IoT yang memanfaatkan node IoT sebagai relay adaptif; (2) integrasi IRS sebagai “reflektor cerdas” pada titik-titik bayangan sinyal (non-line-of-sight); dan (3) formulasi model optimasi gabungan pemilihan rute mesh dan konfigurasi fase IRS untuk memaksimalkan Signal-to-Interference-plus-Noise Ratio (SINR) dan probabilitas cakupan. Hasil simulasi konseptual menunjukkan bahwa arsitektur yang diusulkan mampu meningkatkan SINR rata-rata hingga sekitar 35% dan cakupan area hingga 30% dibandingkan skema mesh tanpa IRS, serta lebih efisien energi dibandingkan pendekatan penambahan base station konvensional. Penelitian ini mengindikasikan bahwa kombinasi mesh 6G-IoT + IRS berpotensi menjadi solusi praktis untuk memperkecil kesenjangan digital di area sulit dijangkau.   Abstract The development of 6G networks is projected to become a fundamental foundation for massive-scale Internet of Things (IoT) ecosystems, characterized by wide coverage requirements, ultra-low latency, and high energy efficiency. However, hard-to-reach areas such as remote rural regions, mountainous terrains, and environments with significant physical obstructions remain major challenges for network operators. Meanwhile, mesh network architectures and Intelligent Reflecting Surfaces (IRS) have emerged as strong candidates for creating programmable radio environments and extending signal coverage without significantly increasing transmit power. This article proposes an IRS-assisted 6G-IoT mesh architecture specifically designed to optimize signal quality in hard-to-reach areas. The main contributions of this study include: (1) the design of a 6G-IoT mesh topology that leverages IoT nodes as adaptive relays; (2) the integration of IRS as “intelligent reflectors” deployed at signal shadowing (non-line-of-sight) locations; and (3) the formulation of a joint optimization model for mesh route selection and IRS phase configuration to maximize the Signal-to-Interference-plus-Noise Ratio (SINR) and coverage probability. Conceptual simulation results demonstrate that the proposed architecture can improve average SINR by approximately 35% and area coverage by up to 30% compared to conventional mesh schemes without IRS, while also achieving higher energy efficiency than traditional base station densification approaches. These findings indicate that the combination of 6G-IoT mesh networks and IRS has strong potential as a practical solution to reduce the digital divide in hard-to-reach areas.
Analisis Faktor Hambatan Pelaku UMK Menjadi Penyedia Barang/Jasa Melalui Aplikasi E-Katalog Erviana, Astri; Baga, Lukman Mohammad; Mulatsih, Sri
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 2: April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.132

Abstract

Pemerintah Indonesia telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendorong partisipasi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah (PBJP), termasuk mendorong pemerintah daerah untuk melaksanakan pengadaan melalui metode e-purchasing menggunakan aplikasi e-katalog. Namun, implementasinya di Pemerintah Kota Tangerang Selatan masih belum optimal. Pada tahun 2022, dari total belanja e-katalog sebesar Rp508 miliar, hanya Rp406 miliar atau sekitar 21,17 persen dari anggaran yang dialokasikan bagi UMK yang terserap oleh UMK lokal. Kondisi ini mencerminkan masih terbatasnya partisipasi UMK lokal akibat persaingan dengan UMK dari wilayah lain di luar Kota Tangerang Selatan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memetakan permasalahan yang menghambat dan mengidentifikasi faktor-faktor utama yang menghambat partisipasi pelaku UMK ikut serta dalam PBJP melalui e-katalog. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan kuesioner berskala Likert, yang dianalisis menggunakan metode Importance-Performance Analysist (IPA). Berdasarkan hasil penelitian, teridentifikasi sebelas faktor permasalahan dengan dua faktor utama yang memerlukan tindakan koreksi. Kedua faktor tersebut adalah kecenderungan memprioritaskan memilih penyedia dengan harga terendah dibandingkan pelaku UMK yang menawar harga yang lebih tinggi dalam kategori e-katalog yang diperuntukkan untuk usaha kecil, serta proses pelaksanaan Kontrak di e-katalog belum mempermudah pelaku UMK. Implikasi dari temuan ini menunjukkan perlunya prioritas strategi yang berfokus pada peningkatan pembinaan sumber daya manusia di bidang pengadaan, termasuk Auditor atau APH guna menjaga kinerja yang profesional, akuntabel, dan terbebas dari intervensi pihak lain.   Abstract The Indonesian government has implemented various policies to encourage the participation of micro and small enterprises (MSEs) in public procurement of goods and services (PGS), including promoting the use of e-purchasing through the e-Catalog application by regional governments. However, its implementation within the South Tangerang City Government remains suboptimal. In 2022, of the total e-Catalog expenditure amounting to IDR 508 billion, only IDR 406 billion, or approximately 21.17 percent of the budget allocated for MSEs, was absorbed by local MSEs. This condition reflects the limited participation of local MSEs due to competition with MSEs from other regions outside South Tangerang City. Therefore, further research is required to map the existing constraints and identify the key factors that hinder the participation of small enterprises in PGS through the e-Catalog. This study employs a quantitative approach using a Likert-scale questionnaire, with data analyzed using the Importance–Performance Analysis (IPA) method. The findings identify eleven constraining factors, of which two main factors require corrective action. These factors are the tendency to prioritize vendors offering the lowest prices over small enterprises proposing higher prices within e-katalog categories designated for small enterprises, and the e-Catalog contract implementation process, which has not sufficiently facilitated small enterprise participation. The practical implication of these findings highlights the need for priority strategies focused on strengthening human resource capacity in procurement, including auditors and law enforcement officials, to ensure professional, accountable performance free from external interference.
Pemanfaatan AI dan Hasil Analisis Swot untuk Perancangan Program Pengembangan Profesi Bagi Guru Vokasi di Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya Kwartama, Agung; Rakesh Paul; Dorcas Folasade Oyebode; Abdal Ahmed
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 2: April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.132

Abstract

Pengembangan profesional guru maritim merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta menjaga keterkaitan yang erat antara pendidikan vokasi dan industri maritim yang terus mengalami perubahan. Namun demikian, program pengembangan profesional (professional development/PD) yang ada cenderung bersifat umum dan sering kali tidak relevan dengan kebutuhan pengembangan nyata para guru. Penelitian ini bertujuan untuk merancang program pengembangan profesional berbasis data bagi guru vokasi maritim dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran berurutan eksplanatori (sequential explanatory mixed-methods), yang mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada guru dan taruna, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru, manajemen institusi, serta perwakilan industri, yang dilengkapi dengan observasi pembelajaran di kelas. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode dengan cara memverifikasi temuan yang diperoleh dari kuesioner, wawancara, dan observasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan pemodelan provocado struktural, sementara data kualitatif dianalisis melalui analisis tematik yang didukung oleh pemanfaatan alat berbasis kecerdasan buatan, seperti analisis sentimen dan pengelompokan teks (text clustering). Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis SWOT efektif dalam mengidentifikasi dan menyaring aspek-aspek yang bernilai tambah (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats) dalam konteks pengembangan profesional. Namun demikian, kecerdasan buatan memberikan kontribusi tambahan yang signifikan dalam hal pemeringkatan prioritas dan personalisasi kebutuhan pengembangan. Integrasi antara AI dan analisis SWOT menghasilkan rancangan program pengembangan profesional guru yang adaptif, berbasis bukti, fleksibel secara kelembagaan, selaras dengan kebutuhan industri, serta mampu mendukung keberlanjutan pemeliharaan kompetensi profesional guru vokasi maritim.   Abstract The maritime teachers' professional development is a key factor in enhancing the quality of instruction and maintaining a close connection between vocational education and an ever-changing maritime industry. But those PD programs are generic and often not at all related to teachers’ real areas for need of development. The Purpose of the Study This study designs a data-driven professional development program for maritime vocational teachers by leveraging AI and SWOT analysis. The study was a sequential explanatory mixed method research using both quantitative and qualitative data. This data was gathered using questionnaires administered to both the teachers and the cadets, while qualitative data was collected through semi-structured interviews with added with teachers, the institution management and industry representatives as well as in-classroom observations. Source and method triangulation were used to achieve data validity by verifying findings from questionnaires, interviews and observations. The quantitative data were analysed by means of descriptive statistics and structural modelling, while the qualitative data were interpreted through thematic analysis complemented with AI-based tools such as sentiment analysis and text clustering. The findings show that SWOT 's strength is to weed out the value adding (S, W, O and T) of the context but AC further supplements on prioritization and personalization of development need. AI and SWOT analysis have been integrated so that the result is an adaptable, evidence-based design for teacher professional development program which is institutionally flexible and industry-appropriate, as well as being able to sustain maintenance of maritime VET teachers’ professional competencies.
Digital Cockpit Multiplatform Modular dari Human Digital Twin Zein, Herman; Zein, Wahid Alfaridsi Achmad; Fadlil, Abdul
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 2: April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.132

Abstract

Teknologi Digital Twin (DT) telah diadaptasi menjadi Human Digital Twin (HDT) untuk pemantauan kesehatan secara real-time. Namun, sistem pemantauan kesehatan berbasis HDT saat ini terkendala masalah skalabilitas, fleksibilitas antarmuka, dan ketergantungan pada koneksi internet. Arsitektur monolitik konvensional menghambat integrasi fitur dan adaptasi platform, sementara kebutuhan akan layanan berkelanjutan seringkali tidak terpenuhi. Untuk mengatasi kesenjangan penelitian ini, studi ini mengusulkan solusi dengan merancang dan mengimplementasikan Digital Cockpit (DC) Multiplatform Modular untuk HDT kardiovaskular. Penelitian ini menerapkan arsitektur modular untuk memisahkan lapisan antarmuka depan dan antarmuka belakang. Struktur ini mempermudah integrasi layanan masa depan seperti AI dan LLM. Antarmuka depan diimplementasikan sebagai Progressive Web Application (PWA) untuk memastikan kompatibilitas lintas platform dan memberikan kemampuan offline penting menggunakan Service Worker untuk caching dan pengambilan data. Kami memvalidasi sistem melalui Blackbox Testing dan Compatibility Testing di lingkungan Laptop, iOS, dan Android. Pengujian Blackbox menunjukkan keberhasilan 100% pada seluruh fungsi inti, termasuk sinkronisasi data real-time dan caching offline. Penggunaan basis kode tunggal pada PWA secara signifikan mengurangi kompleksitas pengembangan antar platform dengan tetap mempertahankan skor kompatibilitas sebesar 89,58% di berbagai perangkat. Sistem DC berbasis PWA ini memberikan solusi yang terukur dengan menggabungkan fleksibilitas web dan kinerja aplikasi native bagi sistem pemantauan kesehatan digital.   Abstract Digital Twin (DT) technology has been adapted into Human Digital Twin (HDT) for real-time health monitoring. However, current HDT-based health monitoring systems are hampered by issues of scalability, interface flexibility, and dependence on internet connection. Conventional monolithic architecture hinders feature integration and platform adaptation, while the need for continuous service is often unmet. To address this research gap, this study proposes a solution by designing and implementing a Modular Multiplatform Digital Cockpit (DC) for cardiovascular HDT. This study applies a modular architecture to separate the front-end and back-end layers. This structure facilitates the integration of future services such as AI and LLM. The front-end is implemented as a Progressive Web Application (PWA) to ensure cross-platform compatibility and provides essential offline capabilities using Service Workers for data caching and retrieval. The system was validated through Blackbox Testing and Compatibility Testing on Laptop, iOS, and Android environments. Blackbox testing demonstrated 100% success across all core functions, including real-time data synchronization and offline caching. The use of a single codebase in PWAs significantly reduces cross-platform development complexity while maintaining a compatibility score of 89.58% across devices. This PWA-based DC system provides a scalable solution for digital health monitoring systems, combining the flexibility of the web with the performance of native apps.
Pengembangan Desain UI Aplikasi Mobile dengan Teknologi Lora Untuk Monitoring Kesiapan Lahan Pertanian Annisa, Lolanda Hamim; Abid, Awaludin
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 2: April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.132

Abstract

Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sektor pertanian semakin berkembang, terutama dalam upaya meningkatkan efisiensi dan ketepatan pengambilan keputusan berbasis data. Pertanian modern menuntut sistem monitoring yang efisien, real-time, dan hemat energi guna meningkatkan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain antarmuka pengguna (User Interface/UI) dari aplikasi mobile berbasis teknologi LoRa (Long Range) yang digunakan untuk monitoring kondisi kesiapan lahan pertanian. Sistem ini dirancang agar mampu menyajikan data sensor secara real-time, seperti tingkat kelembaban tanah, suhu, dan ketinggian air, dengan antarmuka yang intuitif dan responsif bagi pengguna di lapangan. Proses pengembangan menggunakan pendekatan DevOps guna memastikan integrasi berkelanjutan antara tim pengembang dan operasional, serta mempercepat siklus iterasi perangkat lunak. Tahapan penelitian mencakup analisis kebutuhan pengguna, perancangan UI menggunakan prinsip user-centered design, serta integrasi prototipe dengan perangkat LoRa untuk pengujian fungsionalitas. Pengujian dilakukan menggunakan metode Black-Box Testing untuk mengevaluasi fungsi utama aplikasi, seperti registrasi dan login, pemilihan sensor, pengaturan notifikasi, manajemen lahan, hingga kalibrasi sensor. Setiap fitur diuji berdasarkan masukan (input) dan keluaran (output) yang dihasilkan, sehingga dapat dipastikan kesesuaian rancangan UI dengan kebutuhan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan DevOps mendukung efisiensi dalam siklus pengembangan UI, sementara teknologi LoRa memberikan keandalan transmisi data dengan jangkauan luas dan konsumsi daya rendah. Desain UI yang dihasilkan memiliki tampilan responsif, intuitif, serta telah tervalidasi secara fungsional, sehingga sesuai dengan kebutuhan petani dalam melakukan pemantauan lahan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan solusi IoT pertanian yang terjangkau, adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia, dan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data.   Abstract The utilization of Internet of Things (IoT) technology in the agricultural sector is rapidly evolving, particularly in efforts to enhance efficiency and data-driven decision-making. Modern agriculture requires an efficient, real-time, and energy-saving monitoring system to improve land productivity. This study aims to develop the user interface (UI) design of a mobile application based on LoRa (Long Range) technology for monitoring agricultural land readiness. The system is designed to present real-time sensor data, such as soil moisture, temperature, and water level, through an intuitive and responsive interface for field users. The development process adopts the DevOps approach to ensure continuous integration between development and operations teams while accelerating the software iteration cycle. The research stages include user needs analysis, UI design using user-centered design principles, and prototype integration with LoRa devices for functionality testing. Testing was carried out using the Black-Box Testing method to evaluate the main application features, including registration and login, sensor selection, notification settings, land management, and sensor calibration. Each feature was tested based on the input provided and the output produced to ensure the UI design aligns with user requirements. The results show that DevOps supports efficiency in the UI development cycle, while LoRa technology provides reliable data transmission with wide coverage and low power consumption. The resulting UI design is responsive, intuitive, and has been functionally validated, making it suitable for farmers in monitoring land conditions. This research contributes to the development of affordable and adaptable agricultural IoT solutions for Indonesia’s diverse geographical conditions and supports data-driven decision-making.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2: April 2026 Vol 13 No 1: Februari 2026 Vol 12 No 6: Desember 2025 Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2 No 1: April 2015 Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue