cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 423 Documents
Klasifikasi Penyakit Pada Daun Stroberi Menggunakan K-Means Clustering dan Jaringan Syaraf Tiruan Efrilla, Alif V.; Sulistyo, Susanto B.; Wijaya, Krissandi; Kuncoro, Purwoko H.; Sudarmaji, Arief
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.02.06

Abstract

Identifikasi penyakit pada tanaman stroberi sangat diperlukan untuk mengetahui penyakit lebih awal, sehingga dapat dilakukan pencegahan dini menyebarnya penyakit-penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengembangkan algoritma untuk mendeteksi penyakit pada daun stroberi berbasis pengolahan citra menggunakan metode k-means clustering. 2) Mengembangkan jaringan syaraf tiruan (JST) untuk mengklasifikasikan penyakit pada daun stroberi. 3) Menentukan parameter visual yang tepat digunakan untuk klasifikasi penyakit pada daun stroberi. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter visual yang tepat dari pengolahan citra penyakit daun stroberi menggunakan 12 parameter yaitu mean R, mean G, mean B, contrast, correlation, energy, entrophy, homogeneity, area, perimeter, eccentrycity, dan metric. Aplikasi pengolahan citra dan JST untuk klasifikasi penyakit pada daun stroberi menunjukan hasil yang baik yaitu dengan segmentasi k-means clustering model warna L*a*b*, JST menggunakan 2 hidden layer dengan nilai rata-rata JST latih sebesar 90,2% dan JST uji sebesar 70%.
Ekstraksi Oleoresin dari Kulit Mangga Kuweni (Mangifera Odorata. Griff) dengan Ultrasound Assisted Extraction (UAE) Bertingkat Rachma, Dannisa Fathiya; Widyasanti, Asri; Harnesa, Selly
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.01.03

Abstract

Kulit mangga kuweni yang tergolong agak tebal, masih belum dimanfaatkan dengan baik sehingga sering kali terbuang dan tidak terpakai. Limbah kulit mangga yang tidak terpakai dapat mencemari lingkungan karena nilai BOD dan COD yang cukup tinggi yaitu 720 dan 815 mg/L. Bentuk pemanfaatan limbah salah satunya dengan mengekstraksi kandungan oleoresin didalamnya. Oleoresin merupakan campuran antara minyak atsiri dan resin yang diperoleh dari hasil ekstraksi. Oleoresin diharapkan mampu menjadi alternatif bentuk penyimpanan senyawa volatil yang terdapat pada kulit mangga kuweni. Penelitian ini menggunakan Ultrasound Assisted Extraction (UAE) bertingkat, dimana ekstraksi pertama dilakukan menggunakan pelarut n-heksana untuk mengambil komponen nonpolar dan ekstraksi kedua menggunakan pelarut etanol 96% untuk mengambil komponen polar. Perbandingan jumlah bahan dengan pelarut yang digunakan yaitu 1:25, dengan berat bahan baku 10 gram. UAE dilakukan selama 40 menit, amplitudo 50%, 500 W, dan 20 kHz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil ekstraksi pertama menggunakan pelarut n-heksana sebesar 0.25 gram dan hasil ekstraksi kedua menggunakan pelarut etanol dengan rasio sebesar 2.24 gram.
Analisis Fisikokimia Chip dan Tepung Talas (Colocasia esculenta) pada Perlakuan Kadar Air dan Kecepatan Penggilingan Indriani, Dina Wahyu; Sugiarto, Yusron; Hawa, La Choviya
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.03.02

Abstract

Colocasia esculenta (Umbi talas) memiliki kandungan serat yang tinggi apabila dibandingkan dengan umbi ketela rambat yaitu sekitar 0,6-0,8 g/100g, dan protein sekitar 2-6g/100g yang mana kandungan ini dapat dimanfaatkan oleh tubuh manusia sebagai sumber protein dan serat yangbaik bagi tubuh manusia. Akan tetapi dengan nilai serat dan protein yang terdapat pada umbi tersebut dapat mengalami kerusakan yang dikarenakan kandungan kadar air yang tinggi, serangan mikroba dan kerusakan lain ketika pemanenan dan penyimpanan sehingga dilakukan alternatif lain yakni diolah menjadi tepung talas. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan tepung dengan menggunakan disc mill yang bertujuan meningkatkan keseragaman ukuran butiran tepung talas yang dihasilkan serta mampu mengoptimasi produk hasil olahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan dua faktorial yaitu kadar air chip talas (10, 15, dan 20%) dan kecepatan penggilingan tipe disc mill (1000, 2000, dan 3000 rpm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa chips talas dengan kadar air 10, 15 dan 20% didapatkan dalam rentang waktu 100, 85 dan 75 menit. Dengan nilai karakteristik pada perlakuan tepung talas 20% diperoleh kadar protein sebesar 4,19%, kadar lemak 0,46%, kadar abu 4,01% dan kadar karbohidrat sebesar 82,35%. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kadar air chip berpengaruh terhadap karakteristik kimia dalam pembuatan tepung talas.
Kinerja dan Karakteristik Konsumsi Energi, Air, dan Nutrisi pada Sawi Pagoda (Brassica narinosa) Menggunakan Sistem Fertigasi Deep Flow Technique (DFT) Hidayah, Aidah Luthfi; Dwiratna, Sophia; Prawiranegara, Boy Macklin Pareira; Amaru, Kharistya
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.02.02

Abstract

Hidroponik dapat membantu tanaman untuk tumbuh. Keberhasilan penggunaannya dapat ditinjau dari kinerja yang dihasilkan serta mengetahui karakteristik konsumsi yang dibutuhkan selama satu kali masa tanam sawi pagoda. Penelitian ini dilaksanakan di rooftop gedung Departemen Teknologi Industri Pangan Universitas Padjadjaran. Fertigasi hidroponik yang digunakan pada penelitian ini adalah Deep Flow Technique (DFT) dengan parameter yang diukur adalah jumlah penggunaan air konsumtif, jumlah penambahan pekatan nutrisi dan jumlah energi listrik yang digunakan serta keseragaman dari hasil pertumbuhan tanaman dan hasil panen. Hasil penelitian menunjukkan kinerja pertumbuhan ditinjau dari keseragaman masuk dalam kategori cukup hingga sangat baik dengan hasil rata-rata tinggi 17,95 cm, jumlah daun 26,71 lembar, diameter tajuk 23,26 cm, bobot 79,11 gram, dan panjang akar 72,82 cm yang mampu dicapai dalam waktu yang lebih cepat dibanding budidaya secara konvensional yaitu hanya 28 hari. Efisiensi penggunaan air yang dihasilkan sebesar 50,441 Kg/m3 dan produktivitas lahan sebesar 1,736 Kg/m2 ditunjang dengan konsumsi energi listrik 38,57 MJ/m2, konsumsi air 1,57 liter/tanaman dan konsumsi nutrisi 12,17 ml/tanaman yang terhitung lebih kecil dibanding dengan budidaya secara konvensional.
Sistem Penyemaian Otomatis menggunakan Teknik Computer Numerical Control Pada Budidaya Tanaman Selada Wulandari, Wulandari; Rifaldi, Thio
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.02.02

Abstract

Langkah pertama dalam budidaya tanaman selada yaitu proses penyemaian benih. Tantangan yang dihadapi petani saat melakukan penyemaian selada yaitu jumlah benih yang berbeda-beda pada setiap lubang tanam. Penyemaian secara konvensional memakan banyak waktu dan kurang efisien. Ukuran benih selada yang sangat kecil menyebabkan pembenihan secara ideal sulit dilakukan. Salah satu metode alternatif yang dapat dilakukan untuk meminimalisir resiko tersebut yaitu menggunakan alat penyemaian secara otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem computer numerical control (CNC) sebagai alat penyemaian alternatif untuk benih selada. Sistem ini diharapkan dapat membantu manusia dalam melakukan penyemaian benih secara cepat. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, sistem CNC dapat diterapkan sebagai alat penyemaian alternatif untuk benih. Sistem ini mampu membantu manusia dalam melakukan penyemaian benih 4 kali lebih cepat dibandingkan dengan penanaman secara manual. Sistem dilengkapi dengan konveyor yang digunakan untuk menggerakkan wadah semai dan sensor ultrasonik yang digunakan sebagai alat pendeteksi keberadaan wadah semai pada konveyor. Sensor ultrasonik berhasil mendeteksi keberadaan wadah dengan baik pada setiap pengujian yang dilakukan. Sistem penghisapan benih menggunakan vacuum pump berhasil bergerak sesuai dengan algoritma penanaman. Sistem ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut agar benih dapat dihisap dengan maksimal. Hal tersebut dimungkinkan karena kurangnya daya penghisapan dari vacuum pump yang terhubung melalui selang menuju needle.
Analisis Kadar Air, Abu, Serat dan Lemak Pada Minuman Sirop Jeruk Siam (Citrus nobilis var. microcarpa) Kiki Kristiandi; Rozana Rozana; Junardi Junardi; Andi Maryam
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.02.07

Abstract

Kandungan vitamin C berperan sebagai zat antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas hasil oksidasi lemak. Olahan yang sering dibuat pada jeruk siam adalah berbagai jenis minuman, manisan dan produk lainnya. Produk minuman yang umum menjadi olahan berbahan baku jeruk siam diantaranya yaitu jus, sirop dan minuman lainnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar air, abu, serat dan lemak pada minuman sirop. Adapun pengujian dalam penelitian ini adalah dengan metode SNI 19-2891-1992. Pengambilan sampel jeruk siam berada di Kabupaten Sambas yang selanjutnya dilakukan penyaringan untuk mendapatkan sarinya. Dan pengujian bahan tersebut dilakukan di Sucofindo. Berdasarkan hasil analisis tersebut didapatkan bahwa untuk kadar air untuk orang sebesar 46.04% dan kuning 43.98%, sedangkan untuk kadar abu sebesar 0.03% orange dan kuning 0.04% dan serat 0.39% orange dan kuning 0.30% serta lemak memiliki nilai yang sama yaitu 0.02%. Berdasarkan hasil data, minuman sirop jeruk siam dapat dikatakan sesuai dengan standar nasional Indonesia untuk minuman sirop, karena acuan ambang batas minuman adalah SNI 01-3544-1994.
Sistem Otomasi Ekstraksi Radiocessium pada Pengambilan dan Preparasi sampel untuk Menentukan Kualitas Air Sabar Sabar; Mohamad Nur Yahya; Zunanik Mufidah; Sastra Kusuma Wijaya; Duwi Hariyanto; Kisna Pertiwi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.02.03

Abstract

Telah dilakukan pembuatan sistem otomasi untuk ekstraksi radiocessium pada filter preparasi dan filter pengambilan sampel dalam menentukan kualitas air. Sistem otomasi dilakukan dengan cara mengintegrasikan antara pompa, flowmeter dan sensor pendeteksi cairan mengunakan perangkat keras Arduino Uno. Struktur pemrograman yang ditanamkan pada perangkat Arduino menggunakan bahasa pemrograman C dan dikomunikasikan secara serial dengan komputer menggunakan bahasa pemrograman LabVIEW. Validasi sistem otomasi pada mode sampling dilakukan dengan membandingkan antara volume set poin dengan volume yang dihasilkan serta membandingkan tingkat kejernihan cairan. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan preparasi pada filter ekstraksi dilakukan pengambilan data pada cairan yang digunakan sebagai media ekstraksi. Data hasil rekaman flowmeter diperoleh persamaan y = 2601.3????-31.183 dengan linearitas sebesar 0.9788. Karakteristik ADC pada cairan ekstraksi berkisar antara 30 – 60. nilai tersebut digunakan sebagai referensi pada mode preparasi media ekstraksi filter radiocesium. Hasil validasi sistem otomasi tersebut menampilkan kesesuaian antara parameter yang di input dengan yang dihasilkan serta kestabilan pada pembacaan parameter.
Trichoderma Indigenous Maluku: Karakteristik Morfologi dan Antagonismenya Terhadap Patogen Tanaman Jogeneis Patty; Costanza Uruilal
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.02.08

Abstract

Penelitian tentang Trichoderma indigenous Maluku bertujuan untuk menemukan karakteristik morfologi 12 isolat lokal Trichoderma dan menkaji daya antagonismenya terhadap 3 patogen tanaman, Phytohpthora palmivora sebagai patogen busuk buah dan kanker batang kakao, Colletotrichum gloeosporioides sebagai patogen antraknosa pada buah dan daun kakao, serta Rhizoctonia solani patogen busuk pelepah daun jagung. Karakterisitik 12 isolat lokal Trichoderma spp. asal rizosfer tanaman memiliki karakteristik yang agak berbeda, baik bentuk dan warna koloninya, tetapi juga pertumbuhannya, serta karakteristik morfologinya yang dibedakan berdasarkan ukuran panjang konidiofor, Panjang fialid dan diameter konidia. Dua belas isolat Trichoderma spp. memiliki daya antagonisme secara in vitro terhadap 3 patogen tanaman. Enam isolat memiliki daya antagonis terhadap patogen P. palmivora dan C. gloeosporioides yakni TrichoRKT1, TrichoRKlT2, TrichoRPBS2, TrichoRKlS1, TrichoRKA2 dan TrichoRPKl2), sedangkan enam isolat lainnya memiliki daya antagonis terhadap patogen R. solani, yaitu TrichoRKlN2, TrichoRKlW1, TrichoRPR1, TrichoRKR1, TrichoRKN2, dan TrichoRKlBB1. Presentase antagonisme terbesar terjadi pada isolat TrichoRKN2 (96.25%) dan TrichoRKR1 (93.64%) terhadap R. solani, keduannya tergolong antagonisme kelas 1 dan tergolong aktifitas antagonisme sangat tinggi. Presentase antagonisme terbesar juga terjadi pada isolat TRichoRKT1 (78.98%) dan TrichoRPKT1 (77.67%) terhadap C. gloeosporioides, keduanya tergolong antagonis kelas 2 atau aktifitas antagonis tinggi. Trichoderma spp. ditemukan memiliki mekanisme antagonisme kompetisi terhadap P. palmivora, C. gloeosporioides, dan R. solani, sedangkan memiliki mekanisme mikoparasitisme terhadap R. solani.
Pengujian Cone Index pada Tanah Kering dengan Menggunakan Digital Penetrometer Budi Priyonggo; Zunanik Mufidah
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.02.04

Abstract

Persiapan lahan pada budidaya pertanian merupakan salah satu faktor penting pendukung produktivitas pertanian. Tahanan penetrasi tanah dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi ketahanan tanah terhadap penetrasi akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar air tanah dengan CI menggunakan penetrometer digital. Pengujian penetrasi tanah yang dilakukan pada lahan kering tanpa pengolahan tanah dengan kedalaman 0 – 60 cm. Tekstur tanah yang diuji berdasarkan standar Japanese Soil Physics adalah Loam. Penetrometer yang digunakan termasuk kedalam penetrometer kerucut tipe laju konstan. Terdapat keeratan yang kuat antara CI dan KA, z pada pengujian penetrasi tanah di lahan kering tanpa pengolahan dengan nilai Multiple R sebesar 0.9688. Berdasarkan hasil pengujian ANOVA didapatkan pengaruh KA terhadap CI secara signifikan dan positif.
Pengembangan Alat Pengupas Kulit Nanas (Ananas comosus) Semi Mekanis Putri, Renny Eka; Maulana, Dwipa Islam; Hasan, Ashadi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.02.09

Abstract

Nanas merupakan salah satu komoditas buah-buahan tropis yang potensial dikembangkan karena dalam budidaya dan pemeliharaannya yang cukup mudah. Penanganan pascapanen buah nanas pada pengupasan kulit di tingkat petani umumnya masih dilakukan secara manual yakni menggunakan pisau. Pengupasan dengan menggunakan alat dapat mengupas kulit nanas dengan waktu pengupasan yang relatif cepat, menghasilkan kupasan yang lebih rapi dan mengurangi tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan alat pengupas kulit nanas semi mekanis. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mempermudah dan mempercepat proses pengupasan kulit nanas dengan hasil potongan yang ukurannya merata. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan dua perlakuan yaitu buah nanas matang 50% dan Buah nanas matang 100%. Kapasitas alat pengupas kulit nanas semi mekanis pada sampel matang 50% dan matang 100% secara berturut-turut 14.275 kg/jam dan 23.2299 kg/jam, kapasitas pembuangan mata pada matang 50% dan matang 100% secara berturut-turut sebesar 11.4292 kg/jam dan 12.7573 kg/jam, kapasitas input alat pengupas pada matang 50% dan matang 100% berturut-turut sebesar 18.8405 kg/jam dan 31.2702 kg/jam dan daya operator pada matang 50% dan matang 100% secara berturut-turut sebesar 28.3560 Watt dan 28.7640 Watt. Alat pengupas kulit nanas semi mekanis ini memliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan secara manual pada parameter kapasitas Kerja, ketebalan kulit, dan pembuangan mata.