cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 423 Documents
Pengaruh Suhu dan Waktu Pre-Heating pada Kualitas Fisik, Total Mikroba dan Organoleptik Susu Kolagen Sapi yang Dipasteurisasi Menggunakan Pulsed Electric Field Anugerah Dany Priyanto; Luqman Agung Wicaksono; Angky Wahyu Putranto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.02.05

Abstract

Susu merupakan bahan pangan yang mudah rusak pada kualitas nutrisi dan mikrobiologi disebabkan karena penanganan yang kurang tepat. Saat ini minuman berkolagen menjadi produk komersial yang sedang berkembang. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pre-heating terhadap kualitas fisik, mikrobiologi dan organoleptik susu yang diperkaya dengan hidrolisat kolagen sapi serta menentukan perlakuan terbaiknya. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan sebagai desain percobaan dengan variabel suhu (35, 45, 55 dan 65oC) dan waktu pre-heating (10, 20, 30 dan 40 menit). Penelitian menunjukkan terjadi interaksi (P<0.05) antara kedua variabel terhadap parameter total plate count (TPC) dan organoleptik, akan tetapi tidak berpengaruh pada parameter viskositas dan stabilitas emulsi. Perlakuan terbaik diperoleh pada kondisi pre-heating dengan suhu 55oC dan waktu 30 menit. Beberapa karakteristik tersebut diantaranya viskotas 4.48 ± 0.08 cP, stabilitas emulsi 12.33 ± 1.73%, TPC 3.299 ± 0.003 log cfu/ml dan nilai sensorinya meliputi rasa 4.33 ± 0.25, aroma 4.15 ± 0.35, mouthfeel 3.85 ± 0.63 serta warna 4.56 ± 0.05. Harapannya dengan adanya penelitian ini menjadi sebuah inovasi dalam mengolah susu secara non-thermal yang diperkaya dengan hidrolisat kolagen sapi yang aman dan terjaga nutrisinya serta dapat diterima sensorinya.
Analisis Ergonomika Lingkungan Fisik Ruang Produksi Tahu Terhadap Tingkat Keamanan dan Kenyamanan Pekerja Di Kelurahan Abian Tubuh Kota Mataram Muanah Muanah; Ahmad Akromul Huda; Suwati Suwati
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.02.10

Abstract

Proses pembuatan tahu terdiri dari beberapa rangkaian kerja sehingga perlu pemetaan yang baik dan benar dengan beberapa pertimbangan lingkungan fisik yang ergonomi. Lingkungan fisik yang tidak ergonomi atau dengan kata lain berada di bawah atau di atas Nilai Ambang Batas (NAB) dapat menjadi beban tambahan selama bekerja. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengkaji kondisi ruang produksi pembuatan tahu berdasarkan aspek ergonomi terhadap mengetahui tingkat keamanan dan kenyamanan pekerja. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengukuran langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan berada di bawah NAB, sedangkan suhu berada di atas NAB. Hal ini terjadi karena pencahayaan pada ruang produksi menggunakan penerangan sinar matahari tanpa ada bantuan penyinaran lampu yang lain serta udara panas ruang produksi bersumber pada tungku pembakaran dan pemindahan pada proses berikunya dalam keadaan panas. Hasil yang lainnya pada tingkat kebisingan dan getaran mekanis ditemukan bahwa tidak semua berada di atas NAB melainkanpada 8 titik terakhi pada kebsingan dan 5stasiun terakhir sudah berada pada NAB. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ruang produksi pembuatan tahu perlu penataan kembali fasilitas ruang produksi untuk kemanan dan kenyamanan selama bekerja.
Rancang Bangun Alat Pengangkut Telur Ayam Skala UKM dengan Menggunakan Sistem Peredam dan Pendekatan Aspek Ergonomika Zunanik Mufidah; Risky Wiradinata; Sabar Sabar; Duwi Hariyanto; Kisna Pertiwi; Madi Madi; Khoirun Naimah; Rudi Setiawan; Budi Priyonggo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.02.01

Abstract

Telur mempunyai sifat mudah rusak (perishable) yang disebabkan karena penurunan kualitas telur ayam. Pecahnya kulit telur juga dapat disebabkan karena kesalahan proses pengambilan, pengangkutan dan penyimpanan telur. Proses pengangkutan telur ayam pada skala UKM (Usaha Kecil Menengah) dilakukan secara manual yaitu diangkut oleh manusia dari kandang menuju tempat penyimpanan. Permasalahan lain yang timbul pada proses pengangkutan secara manual adalah tenaga yang besar dan waktu yang lama, sehingga membutuhkan tenaga kerja khusus. Efek lain dari pengangkutan manual adalah dapat menimbulkan kelelahan dan penurunan fungsi fisik. Sehingga dibutuhkan alternatif alat pengangkut telur. Kondisi lingkungan kandang ayam yang sempit dan bergelomang perlu diperhatikan dalam proses perancangan alat. Rancang bangun alat menggunakan sistem peredam getaran dan memperhatikan aspek ergonomi dengan analisis Rapid Upper Limb Assessment (RULA) menjadi solusi yang ditawarkan agar tetap nyaman digunakan. Pengujian pada lahan yang berbeda yaitu beton dan tanah yang memiliki permukaan yang bergelombang. Hasil rancangan desain alat pengangkut telur memiliki kemampuan meredam hingga 2742.43 Ns/m, kapasitas rata-rata angkut 49.74 kg/menit atau setara mengalami peningkatan 22.44%, jumlah pekerja dapat ditekan 50%, biaya pengangkutan dapat ditekan sebesar 28% jika dibandingkan dengan cara manual. Analisis RULA menunjukkan pengangkutan secara manual memiliki skor 6 artinya resiko aktivitas tinggi dan perlu dilakukan perbaikan, sedangkan pengangkutan menggunakan alat memiliki skor 4 artinya desain alat dapat diterima.
Kajian Tingkat Bahaya Erosi dan Kekritisan Pada DAS Krueng Raya, Provinsi Aceh Menggunakan Sistem Informasi Geografis Fachruddin Fachruddin; Sudirman Sirait; Alimuddin Alimuddin; Ichwana Ramli
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.02.06

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat bahaya erosi dan kekritisan DAS Krueng Raya menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Pengukuran tingkat bahaya erosi menggunakan metode universal soil loss equation (USLE), sedangkan pengukuran lahan kritis menggunakan Panduan Peraturan Menteri Kehutanan No. 32. Selanjutnya, integrasi beberapa parameter dapat dilakukan dengan tool overlay dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas Tingkat Bahaya Erosi (TBE) di DAS Krueng Raya yang paling luas adalah kelas agak kritis dengan luas mencapai 9 319.4 ha atau 73.25%. Selanjutnya, kelas kritis dengan luas 1 361.80 ha atau 10.70%, berikutnya kelas sangat kritis 340.4 ha atau 2.68% dan kelas tidak kritis 879.7 ha atau 6.91%. Sedangkan klasifikasi tingkat kekritisan DAS yang paling luas termasuk tingkat agak kritis dengan luas mencapai 9 319.4 Ha atau 73.25%, selanjutnya kelas kritis dengan luas 1 361.80 ha atau 10.70%. Selanjutnya, kelas sangat kritis 340.4 ha atau 2.68% dan kelas tidak kritis dengan luas 879.7 ha atau 6.91%. Bila tingkat bahaya erosi berat/tinggi maka pengaruhnya terhadap kelas lahan kritis akan tinggi (kritis, agak kritis dan sangat kritis) dengan persentase luas secara keseluruhan mencapai 98.7%. Sebaliknya, jika tingkat bahaya erosi berada pada kelas ringan maka kelas lahan kritis secara umum akan berada kelas rendah atau pada kelas tidak kritis (79.4%) atau agak kritis (19.3%). Arahan pengelolaan DAS Krueng Raya harus menerapkan konservasi tanah dan air secara berkelanjutan/terpadu pada setiap kawasan.
Analisis Teknoekonomi Agrobisnis Taoge di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa Barat Febi Febriansyah; Rizky Mulya Samporno; Ahmad Thoriq; Sophia Dwiratna Nur Perwitasari
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.03.05

Abstract

Taoge merupakan kecambah dari kacang hijau yang banyak diminati sebagian besar masyarakat Indonesia karena manfaatnya bagi kesehatan. Permintaan taoge yang tinggi menyebabkan tumbuhnya agrobisnis taoge di beberapa wilayah Indonesia. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis teknoekonomi agrobisnis taoge di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui pengamatan, dokumentasi dan wawancara langsung. Analisis aspek teknis dan teknologi meliputi kapasitas produksi, teknologi proses, dan peralatan yang digunakan dalam memproduksi taoge sedangkan aspek finansial yang dianalisis meliputi harga pokok produksi, titik impas, keuntungan usaha, Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP). Hasil penelitian menunjukkan secara teknis dan teknologi, proses produksi taoge masih dilakukan secara tradisional dengan tahapan yang terdiri atas perendaman pertama, pencucian, pemisahan, perendam kedua, pemindahan, penyiraman, pemberian pupuk cair untuk tanaman taoge, panen, pengemasan, dan pengiriman taoge. Tahapan proses tersebut dilakukan dengan siklus selama empat hari dengan kapasitas input kacang hijau sebesar 6 000 kg/bulan dan dihasilkan taoge sebesar 30 000 kg taoge perbulan. Hasil analisis finansial diperoleh besarnya biaya produksi sebesar Rp 204 728 649.00 perbulan, harga pokok produksi taoge sebesar Rp 6 824 perkg. Taoge hasil produksi terjual 90% dengan harga Rp 8 000/kg. Pada analisis menggunakan suku bunga 12% pertahun dan umur proyek 10 tahun akan diperoleh NPV sebesar Rp 783 106 745, BCR sebesar 1.055 dan IRR sebesar 45.13% dan modal akan kembali pada bulan ketiga.
Rancang Bangun Fermentor Yogurt Susu Kambing Etawa dengan Sistem Kontrol Sensor pH 4502C dan Suhu DS18B20 Berbasis Arduino UNO R3 Purwandaru, Kresna; Faturrohman, Denisya Eka; Putri, Anima Rahmatika; Maghfiroh, Rashieka Putri; Ridhollah, Muhammad Rifqi; Dewi, Luthfi Kurnia
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.03.10

Abstract

Yogurt merupakan produk pangan fermentasi yang terbuat dari susu probiotik, seperti susu kambing etawa yang umumnya menggunakan peran bakteri asam laktat Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Salah satu produsen yogurt yang menggunakan bahan susu kambing etawa yakni Goatzilla Farm and Café di Kabupaten Lumajang. Proses pembuatannya masih terhambat oleh fermentor yang sangat sederhana, kurang higenis, serta kondisi suhu dan pH fermentasi yang tidak stabil, sehingga dibutuhkan alternatif fermentor yang lebih optimal. Rancang bangun fermentor yogurt berkapasitas 18L dengan sistem kontrol pH 4502C dan suhu DS18B20 berbasis Arduino UNO R3 menjadi solusi yang ditawarkan, serta bertujuan agar proses fermentasi dan kualitas yogurt yang dihasilkan menjadi lebih baik. Arduino UNO R3 berfungsi sebagai pengendali utama dan pengendali komponen elektronika lainnya. Sensor suhu DS18B20 dan pH 4502C mengirim data tegangan secara real time dan otomatis kepada Arduino UNO R3 untuk diubah menjadi angka digital dan ditampilkan pada LCD 16x2. Hasil percobaan fermentor selama 2-8 jam menggunakan sensor suhu DS18B20 menunjukkan profil suhu stabil rentang 35oC-45oC, rata-rata %error 6.1%, dan menunjukkan performa kerja sensor suhu DS18B20 dapat bekerja dengan baik untuk mengukur suhu selama proses fermentasi yogurt. Sedangkan hasil percobaan menggunakan sensor pH 4502C menunjukkan profil nilai pH beragam pada rentang 5.1-6.8, rata-rata %error 12.6%, dan menunjukkan performa kerja sensor pH 4502C kurang baik apabila digunakan untuk mengukur pH yogurt. Nilai pH tersebut menunjukkan yogurt yang dihasilkan masih belum sesuai dengan standar SNI 2981-2009 yogurt dan perlakuan sensor pH perlu dioptimasi kembali.
Uji Efektivitas Produksi Pupuk Cair Dari Limbah / Sampah Organik Rumah Tangga Suryadi, Kresna; Supriyo, Edy
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.03.01

Abstract

Produksi pupuk organik cair dari limbah sampah rumah tangga berfungsi untuk mengurangi penggunaan pupuk an-organik secara berlebihan yang mengakibatkan tanah menjadi mengeras, hal ini disebabkan sisa kandungan sulfat dan karbonat, sehingga petani sulit untuk menggemburkan tanah. Pembuatan pupuk dengan menambahkan limbah sampah rumah tangga, dimasukan ke dalam tong komposter dan disemprotkan EM-4. Hasil sampel analisa pupuk organik cair terhadap uji laboratorium berstandar SNI yaitu kadar C Organik sebesar 6.0%, C/N Rasio sebesar 18.6, N-Total sebesar 4.0%, dan pH sebesar 6.9. Hasil sampel uji efektivitas pada tanaman bayam adalah pupuk organik cair setinggi 28 cm, pupuk urea setinggi 35 cm, dan tanpa diberi pupuk setinggi 20 cm, jumlah daun tanaman bayam yang diberi pupuk organik cair sebanyak 20 helai, pupuk urea sebanyak 24 helai, dan tanpa diberi pupuk sebanyak 15 helai. Sehingga dapat disimpulkan, penggunaan pupuk organik cair baik digunakan untuk tanaman bayam namun diperhatikan agar hasil yang didapat lebih maksimal sehingga tidak terjadi penyakit yaitu daun bayam yang berlubang.
Desain dan Pabrikasi Mesin Ekstraksi Santan Menggunakan Dongkrak Elektrik Sandra, Sandra; Yusri, Yusri
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.03.06

Abstract

Santan meduduki tempat keduan setelah kopra, dalam hal pemafaatan kelapa sebagai bahan pangan. Santan diambil dari proses ekstraksi daging buah kelapa segar dengan cara diperas, baik manual maupun mekanis, keuntungan pemerasan santan secara mekanis adalah waktu lebih cepat dan santan yang dihasilkan lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk merancang mesin peras santan sistem pres menggunakan dongkrak elektrik dan membandingkannya dengan pemerasan santan secara manual. Metode penelitian ini dimulai dengan tahap perancangan, perakitan mesin ekstraksi dan pengujian mesin. Mesin yang dirancang dengan kapasitas 3 kg. dari perhitungan diperlukan volume sebesar 9.04liter, maka dirancang diameter (d) 24 cm dan tinggi (t) 20 cm sedangkan silinder luar yang berfungsi untuk menampung santan hasil perasan dimensinya d × t adalah 30 × 22 cm. Hasil pengujian mesin didapat waktu yang dibutuhkan setengah dari pemerasan secara manual (25 : 12) dan santan yang diperoleh lebih dari dua kali lipatnya manual (497 : 208). Pengujian dengan penambahan air maka santan yang dihasilakan lebih banyak dari pada dengan cara manual. Efisiensi pemerasan menggunakan mesin lebih tinggi bila dibandingkan dengan manual, kesimpulannya santan yang dihasilkan lebih banyak bila menggunakan mesin dengan waktu yang lebih efisien bila dibandingkan manual.
Identifikasi Kualitas Benih Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Varietas Lokal Tuban Menggunakan Uji Tetrazolium dan Uji Daya Berkecambah Ayu Oshin Yap Sinaga; Mimi Lindayanti; Sintia Li Aunila; David Septian Sumanto Marpaung
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.03.02

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogea L.) merupakan komoditas kacang-kacangan utama di Indonesia karena memiliki sumber protein nabati dan nilai gizi yang tinggi. Namun pada tahun 2018 produksi kacang tanah mengalami penurunan. Salah satu faktor yang menghambat upaya peningkatan produksi kacang tanah yaitu minimnya benih yang bermutu tinggi yang dapat dipengaruhi oleh lama penyimpanan benih. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi rendahnya mutu suatu benih yaitu melakukan pengujian dini mutu benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas benih kacang tanah varietas tuban dengan menggunakan uji tetrazolium dan daya berkecambah pada penyimpanan benih yang lama. Pengujian ini dilakukan dengan 2 metode yaitu uji tetrazolium dan uji daya berkecambah. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan viabilitas benih kacang tanah yang disimpan selama 1 tahun, dari 86% turun mencapai 34%, dengan kondisi kadar air meningkat dari 6.8% menjadi 7.4%. Selain itu, hasil uji daya berkecambah benih kacang tanah ditemukan sebanyak 34% normal, 45% kecambah abnormal dan 21% kecambah mati. Berdasarkan uji tetrazolium, ditemukan bahwa benih yang viabel sebesar 79% dan benih non viabel sebesar 21%. Hasil ini menunjukkan bahwa perlu adanya upaya peningkatan viabilitas dan daya berkecambah benih kacang tanah varietas tuban. Identifikasi awal kualitas benih merupakan hal yang penting bagi para pelaku usaha tani agar terhindar dari kegagalan panen.
Rancang Bangun Alat Monitoring Otomatis Berbasis Web pada Budidaya Stroberi Syauqi Hisyam Shafiyullah; Ahmad Thoriq
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.03.07

Abstract

Stroberi (Fragaria sp.) menjadi salah satu komoditas buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta banyak manfaat dan digemari masyarakat. Budidaya stroberi memerlukan perhatian terhadap faktor-faktor yang memengaruhi tumbuh kembang tanaman seperti pH tanah, suhu udara, dan kelembapan udara. Para petani masih banyak yang mengukur faktor-faktor tersebut secara manual. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengefesiensikan pekerjaan petani dalam pengukuran faktor-faktor yang memengaruhi tumbuh kembang tanaman stroberi. Penelitian ini menggunakan metode Rekayasa Teknik. Alat diaktifkan dengan mikrokontroler ESP-32 yang dapat terhubung dengan internet. Pembacaan yang dapat dilakukan yaitu 3.5-8 pH tanah, 0-100% RH, dan -40 – 80°C suhu udara.