cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 206 Documents
Pengendalian Kawasan Terbangun Perkotaan Dengan Optimalisasi Fungsi Hijau Di Kota Depok Nara, Boghie; Anggraeni, Mustika; Yudono, Adipandang
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, order sytems in urban development planning, particularly for the environmental aspects of climate system, is still a static element. There are nearly no considerations to the fact that land cover changes will contribute greatly to the climate systems and its amendments. The Depok climate problem resulted from the land shifts caused by land developments, reduced vegetation density, and the scale of community adaptions. Thus, our research goals include the following:1)Identify the characteristics of land cover changes, land developments, vegetation density and temperature change. 2) Analyze the changing patterns of waking, temperature, density of vegetation and the local community perception of the temperature rise, due to the changes in the land cover. 3.)Develop controls to reduce the rising temperatures. The method of analysis consists of spatial analysis, with remote sensing, to see the development of land, analysis of temperature and density of vegetation, land development pattern analysis, the analysis of overlay areas experiencing an increase in temperature, and analysis of public perception of local climate change and patterns. Analysis is then followed by attempts to control in the direction of lowering the temperature increase.Based on the results of analysis of the land cover, temperature distribution, and vegetation density, it is revealed that the rising temperatures began in the 1990s, and still persists today. Furthermore, our analysis also revealed that the region not only experienced an increase temperature but also an increase in the area of rising temperature since the 1990s. The resulted shift from land waking, along with decreased vegetation density, caused the symptoms of the so called Urban Heat Island (UHI). Our direction is to increase participation in maintaining or adding Green Open Spaces (GOS), which may include green functions, green corridors, and green roofs or canopies.Keywords: Climate, Land Cover, Vegetation, Public Perception
Pendekatan Visual Absorption Capability Untuk Pelestarian Kawasan Bangunan Kuno Di Kota Pasuruan Dewi, Oktavia Altika; Antariksa, Antariksa; Sari, Kartika Eka
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah menganalisis dan menentukan rekomendasi berupa zonasi kawasan yang sesuai untuk pelestarian kawasan dan pengelompokan jenis pelestarian bangunan kuno di Kota Pasuruan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif berupa analisis Visual Absorption Capability (VAC). Analisis VAC dilakukan dengan cara menilai bangunan kuno sesuai dengan karakter fisik yang ditentukan. Penilaian tersebut berupa skoring yang dibagi menjadi empat penilaian dengan dasar pemilihannya disesuaikan dengan karakter bangunan kuno di Kota Pasuruan dan menghasilkan golongan zona. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona kawasan bangunan kuno yang dapat diterapkan di Kota Pasuruan adalah zona inti dengan jumlah 4 kawasan, zona penyangga dengan jumlah 2 kawasan, zona pengembanganan dengan jumlah 2 kawasan dan zona penunjang dengan jumlah 4 kawasan. Untuk jenis pelestarian yang dapat diterapkan adalah preservasi (5 bangunan), restorasi (12 bangunan), rehabilitasi (2 bangunan)/ rekonstruksi (3 bangunan), revitalisasi (12 bangunan) /adaptasi (2 bangunan) dan demolisi (2 bangunan).Kata Kunci : Zonasi, pelestarian bangunan, kawasan, Pasuruan
TINGKAT KEBERLANJUTAN PENGEMBANGAN DESA WISATA GUNUNGSARI KOTA BATU Esa, Francisca; Meidiana, Christia; Sari, Nindya
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Batu merupakan kota di Jawa Timur yang berkembang dari sektor pariwisata dan pertanian. Perkembangan wisata buatan yang massif memberikan dampak secara ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat Kota Batu. Pembangunan pariwisata di Kota Batu sudah sepatutnya menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan salah satu konsep yang dapat diterapkan yaitu ekowisata. Ekowisata merupakan pengembangan wisata yang dapat diterapkan di daerah konservatif dan pedesaan. Sejak tahun 2011 pemerintah Kota Batu mengembangkan 7 desa wisata sebagai salah satu upaya mengurangi dampak negatif wisata masal, salah satunya Desa Gunungsari. Pada akhir tahun 2015 jumlah kunjungan wisata di Kota Batu yaitu 3.961.021 wisatawan, 40% diantaranya berkunjung ke objek wisata non komersial, dan 0.068% dari kunjungan ke objek wisata non komersial berkunjung ke Desa Wisata Gunungsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberlanjutan pengembangan Desa Wisata Gunungsari. Metode yang digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian yaitu analytical hierarchy process (AHP) dengan mengajukan kuesioner kepada stakeholder dan ahli untuk mengetahui prioritas kriteria dan indikator keberlanjutan wisata pedesaan serta skoring untuk menilai tingkat keberlanjutan pengembangan wisata pedesaan di Desa Gunungsari termasuk tingkat keberlanjutan tinggi (TBT), tingkat keberlanjutan sedang (TBS), atau tingkat keberlanjutan rendah (TBR). Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh hasil bahwa kriteria sosial-masyarakat dan kriteria sarana-prasarana termasuk dalam tingkat keberlanjutan tinggi, sedangkan kriteria pengelolaan-pengembangan termasuk dalam tingkat keberlanjutan rendah
Pemilihan Objek Utama Citra Kawasan Cagar Budaya Jalan Rajawali Kota Surabaya Nurubiatmoko, Adelita Virenza; Rukmi, Wara Indira; Sari, Kartika Eka
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2020.012.01.4

Abstract

Kawasan Jalan Rajawali merupakan salah satu kawasan cagar budaya yang berkembang menjadi pusat kegiatan komersial. Karakterisitik Jalan Rajawali sebagai pusat kegiatan komersial terlihat dari adanya 27 bangunan cagar budaya yang dimanfaatkan sebagai perkantoran dan perdagangan. Namun seiring berjalannya waktu, kondisi fisik bangunan tersebut yang mengalami kerusakan bahkan hilang dan diganti dengan bangunan baru. Hal tersebut merupakan dampak dari perkembangan kegiatan komersial, yang menyebabkan penurunan nilai budaya dan identitas yang membentuk citra kawasan Jalan Rajawali sebagai kawasan bersejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui objek utama dari masing-masing elemen citra kawasan Jalan Rajawali, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan yang memperkuat karakter kawasan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah multi criteria analysis (MCA) dengan menggunakan kriteria organisasi visual pembentuk citra kawasan berdasarkan Teori Gestalt. Hasil mental map menunjukkan bahwa terdapat 5 path, 2 edge, 3 district, 3 node, dan 8 landmark di Kawasan Jalan Rajawali. Hasil MCA menunjukkan bahwa Jalan Rajawali objek utama path, Sungai Kalimas objek utama edge, kawasan cagar budaya objek utama district, Taman Sejarah Jayengrono objek utama node, dan Jembatan Merah objek utama landmark.
Kesesuaian Substansi Perda Rtrw Kabupaten di Provinsi Lampung Abdullah, Mira Setiawati; Surjono, Surjono; Rachmawati, Turniningtyas Ayu
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper begins with a mandate of law (UUPR 26/2007) on the approval of the technical substance by holding ministerial affairs in the field of spatial planning before the local draft regulation (raperda) on Spatial Planning (RTRW) set to local regulations (perda). The necessity was contained in the Ministry Law (Permen PU N0. 11/ 2009). This rule is a guideline in determining the substance of the agreement on draft of Regency Spatial Planning (RTRW-Kab/Kota) and Province Spatial Planning (RTRWP). Conformity substance intended for government regulation of National Spatial Planning (PP RTRWN), local regulation (perda) RTRWP and perda RTRW-Kab/Kota established in accordance with the technical rules of the field of spatial planning to realize an integrated spatial plans and complementary to the spatial hierarchy of planning. The purpose of this research is to measure the level of substance compliance of perda RTRW-Kab againts perda RTRWP Lampung, PP RTRWN and Permen PU No.11/2009. Overall, the analysis was performed by using the comparative method, comparing substance of perda RTRW-Kab with the substance contained in perda RTRWP Lampung, and PP RTRWN as well as to compare the content of perda RTRW-Kab fit in writing systematic of Permen PU No.11/2009 to find conformity-nonconformity. The analysis technique used is content analysis or study of the content. The study shows that the level of perda RTRW-Kab conformity in Lampung province average is very high at 92.1%. Conformity with the substance of perda RTRWP Lampung and PP RTRWN is 92%, and the content according Permen PU No.11/2009 is 93%..Keywords: Level of conformity, Substance, Regency Spatial Planning.
Pertumbuhan Pembangunan Real Estate Terhadap Perkembangan Urban Sprawl Di Kecamatan Tembalang Shofarini, Dian Indah; Asnawi, Asnawi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urban sprawl is driven by population growth and need of land. Setioko (2009) and REI of Central Java (2012) says that urban development of Semarang City is sprawling through south and east of Semarang. Tembalang is one distric in Semarang who had the highest landuse changing which many center of activities with positive and negative effect. The aim of this research is to find out how real estate development growth influence the urban sprawl development in Tembalang. The approach of this research using a mixed method with housing growth analysis, housing market analysis, city-shape analysis and urban sprawl analysis. Real estate development for last 5 years affect the development of urban sprawl in Tembalang based on real estate development and people accessibility. Over the last 5 years, real estate development had contributed 0.34% to cover the backlog as many as 29% of the 26,131 houses until 2019. Housing and settlement planning need a grand design to accommodate the synchronization among urban planning, transportation and housing development  in Semarang in order to minimize the sporadic and disorganized development. Keywords: real estate development, urban sprawl
Rekomendasi Penentuan Titik Tempat Penampungan Sampah Sementara Di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang Pratiwi, Eka Zuli; Meidiana, Christia; Wijayanti, Wawargita Permata
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2018.010.01.3

Abstract

A waste management that supports 100-0-100 program of Ministry of Public Works and Housing (2015-2019) is one of main concerns of Malang city government. The community of Kedungkandang District has not been served fully by the waste management service. Only 37% of the Kedungkandang District Community which is served by waste management service or only 152,2 m 3 / day from the total volume of waste production which is 412,3 m 3 / day. This is not appropriate with the target of waste service in Malang City (100%). This target aimed to support the program of Public Work and Housing Ministry which is 100-0-100 that means 100% access to safe drinking water, 0% slum settlement and 100% access to sanitation service in 2015-2019. This research discusses the improvement the waste service area in Kedungkandang district by adding new transfer points and increasing the capacity of transfer points. The analyzes used in this study are the analysis of transfer point and waste collection tools conformity, overlay analysis, network analysis, operational waste transport analysis. The criteria needed to increase the waste service area in Kedungkandang District, and to determine the recommendation that will be applied. The criteria used is based on the regulation of Malang City no (10) 2010, PERMEN PU No (3) 2013 about the waste management infrastructure and Masterplan of Waste Management 2016, SNI 3242-2008 about the procedure of waste management in the settlement. The result of this research shows that the transfer points’ capacity which need to be expanded such as Cemorokandang transfer point, Kedungkandang transfer point, Lesanpuro transfer point, Arjowinangun transfer point, Danau Bratan transfer point, while the establishment of the new transfer points will be in Bumiayu Village, Tlogowaru Village, Kedungkandang Village, Cemorokandang Village, Wonokoyo Village.Keywords: Service area, transfer points, waste transport.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Lahan di Kawasan Khusus Kota Baru Berbasis Industri dan Pusat Kota Samarinda Mayasari, Karina; Surjono, Surjono; Hariyani, Septiana
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengertian nilai lahan atau land value, ialah pengukuran nilai lahan yang didasarkan kepada kemampuan lahan secara ekonomis dalam hubungannya dengan produktivitas dan strategi ekonomis. Sedangkan harga lahan adalah penilaian atas lahan yang diukur berdasarkan harga nominal dalam satuan uang untuk satu satuan luas tertentu. Perbedaan harga lahan yang ada di pasaran Kota Samarinda saat inilah yang melatarbelakangi penelitian ini, khususnya pada Kecamatan Palaran (kawasan khusus kota baru berbasis industri) dan Kecamatan Samarinda Ilir (kawasan pusat kota Samarinda). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi harga lahan pasaran di wilayah studi dan bagaimana faktor-faktor tersebut dalam pembentukan pemodelan harga lahan dan NJOP di kedua kecamatan yang memiliki karakteristik yang berbeda ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif untuk mengetahui karakteristik harga lahan berdasarkan variabel yang mempengaruhi harga lahan di wilayah studi dengan menggunakan analisis crosstabs dan uji test chisquare pada crosstabs. Hasil analisis menunjukkan bahwa diketahui variabel yang memiliki hubungan dengan harga lahan secara signifkan di Kecamatan Samarinda Ilir adalah jenis guna lahan, status kepemilikan lahan, jarak ke pusat kota, kelas jalan, tipe perkerasan jalan, dan jumlah rute angkutan umum yang lewat. Dan variabel yang memiliki hubungan dengan harga lahan secara signifkan di Kecamatan Palaran adalah luas lahan, jenis guna lahan, status kepemilikan lahan, jarak ke pusat kota, kelas jalan, tipe perkerasan jalan, dan jumlah rute angkutan umum yang lewat.Kata kunci : harga lahan, NJOP, pemodelan harga lahan, Kota Samarinda.
TIPOLOGI DAN KUALITAS PENGGUNAAN RUANG PUBLIK PERMUKIMAN KAMPUNG KOTA MALANG Purnamasari, Wulan Dwi; Rudinanda, Oktavia Indah; Wijaya, I Nyoman Suluh
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2019.011.01.5

Abstract

Kampung kota adalah kelompok perumahan yang merupakan bagian kota dengan kepadatan tinggi dan mengandung arti perumahan yg dibangun secara tidak formal. Penyediaan ruang interaksi sosial masyarakat permukiman kampung berupa ruang publik sebagai sebuah keharusan menjadi sulit terlaksana. Ruang “ambigu” dengan fungsi ganda pun bermunculan seperti jalan untuk ruang bermain, teras untuk ruang interaksi, dst. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan melihat kualitas ruang publik yang terdapat di permukiman kampung baik pusat dan pinggiran kota dan bagaimana persepsi pengguna terhadap kualitas ruang tersebut. Metode peneltian ini berupa analisa penilaian kualitas ruang publik menggunakan Good Public Space Index (GPSI) dan persepsi pengguna ruang publik. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar ruang publik yang terdapat di kampung pusat dan pinggiran kota memiliki kualitas ‘sangat baik’ dan ‘baik’. Pada penilaian berdasarkan persepsi pengguna ruang publik, terdapat ruang-ruang yang memiliki kualitas ‘baik’ tetapi memiliki beberapa indikator yang ‘buruk’ sehingga berpengaruh terhadap penilaian kualitas berdasarkan GPSI.
Strategi Penerapan Sumur Resapan sebagai Teknologi Ekkodrainase di Kota Malang (Studi Kasus : Sub DAS Metro) Wahyuningtyas, Ayu; Hariyani, Septiana; Sutikno, Fauzul Rizal
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan sistem drainase yang selama ini diterapkan (konvensional), yaitu sistem pematusan kawasan dari genangan air dengan secepatnya membuang ke sungai telah dinilai kurang tepat. Hal ini dikarenakan sungai akan menerima beban yang melampaui kapasitasnya dan akan menurunkan kesempatan bagi air untukmeresap ke dalam tanah. Perencanaan drainase seharusnya memperhatikan fungsinya sebagai prasarana yang berlandaskan konsep pembangunan berwawasan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan adanya penanganan baru berupa konsep ekodrainase yang berkaitan dengan usaha konservasi smber daya air, dengan prinsip mengendalikan air hujan supaya lebih banyak yang meresap ke dalam tanah. Sub DAS Metro dipilih sebagai wilayah studi dikarenakan memiliki jumlah permasalahan terkait sistem drainase, yaitu sebesar 45% lebih besar dibandingkan dengan Sub DAS-Sub DAS lain di Kota Malang. Adanya penelitian Strategi Penerapan Sumur Resapan sebagai Teknologi Ekodrainase di Kota Malang (Studi Kasus: Sub Das Metro) bertujuan untukmengembangkan konsep ekodrainase dengan mengevaluasi sistem drainase Sub Das Metro melalui perbandingan dengan dan tanpa (with and without) konsep ekodrainase dengan mensimulasikan teknologi sumur resapan. Metode yang digunakan dalam analisis drainase ini adalah metode rasiional termodifikasi, sedangkan untuk analisis sumur resapan menggunakan formula Sunjoto. Hasil dari analisis terssebut berupa perbandingan keefektifan antara kedua sistem drainase di Sub DAS Metro. Berdasarkan hasil pemodelan, diketahui bahwa sumur resapan telah mampu meresapkan air yang ditandai dengan debit pengaliran yang masuk ke dalam saluran menjadi berkurang. Hal ini menandakan bahwa sumur resapan dinilai efektif untuk diterapkan. Hasil dari penelitian ini adalah arahan pengembangan dan perencanaan drainase yang ramah lingkungan dengan dasar pembangunan berwawasan lingkungan untuk diterapkan di Kota Malang, khususnya Sub DAS Metro.Kata kunci: Sistem drainase, Ekodrainase, Sub DAS Metro

Page 2 of 21 | Total Record : 206