cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 206 Documents
PERAN PENELITI DALAM PERENCANAAN KOTA DI INDONESIA PASCA REFORMASI Panjaitan, Tigor Wilfritz Soaduon
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2019.011.02.3

Abstract

Sejak otonomi daerah diterapkan pasca reformasi tahun 1998, pemerintah daerah di Indonesia memiliki kewenangan untuk menyusun perencanaan tata ruang di daerahnya masing-masing. Menyusun sebuah rencana tata ruang yang kontekstual menjadi salah satu agenda utama desentralisasi kewenangan tersebut. Namun, melalui penelitian yang menggunakan pendekatan fenomenologis diketahui bahwa cita-cita reformasi tersebut tidak serta merta dapat terwujud. Intervensi kepentingan, keterbatasan anggaran dan waktu, keterbatasan data, kompleksitas birokrasi dan lemahnya kualitas aparatur pemerintah, menjadi tantangan yang harus dihadapi. Seorang perencana kota tidak saja dituntut menguasai prinsip-prinsip perencanaan tata ruang yang baik, tapi mereka juga harus memiliki kemampuan bernegosiasi dan mengedukasi para pemangku kebijakan di daerah.  Penelitian ini menunjukkan bahwa seorang peneliti dapat berperan lebih baik sebagai perencana kota dibanding perencana profesional dalam merumuskan rencana kota yang lebih kontekstual.
Pengaruh Toko Modern Terhadap Toko Usaha Kecil Skala Lingkungan (Studi Kasus : Minimarket Kecamatan Blimbing, Kota Malang) Iffah, Melita; Sutikno, Fauzul Rizal; Sari, Nindya
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan toko modern jenis minimarket di Indonesia belakangan ini telah berkembang hingga ke wilayah, termasuk Kota Malang. Jarak antara toko usaha kecil dan lokasi minimarket yang berada dalam satu jangkauan pelayanan juga akan sangat berpengaruh pada preferensi masyarakat dalam menentukan tempat berbelanja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik minimarket dan karakteristik toko usaha kecil, mengetahui persepsi dan preferensi masyarakat terhadap toko usaha kecil dan minimarket, dan mengetahui pengaruh dari keberadaan minimarket terhadap toko usaha kecil skala lingkungan berkaitan dengan jangkauan pelayanannya. Metode yang digunakan adalah IPA, crosstab, analisis pengaruh minimarket,dan overlay jangkauan pelayanan. Masing-masing fasilitas perdagangan, baik toko usaha kecil maupun minimarket memiliki kelebihan dan kekurangan berdasarkan variabel-variabel yang dinilai oleh konsumen pengunjung. Terdapat perubahan kecenderungan pada preferensi pemilihan tujuan berbelanja sebelum dan sesudah berdirinya minimarket di kawasan Kecamatan Blimbing. Berdasarkan jangkauan pelayanan, dapat diketahui bahwa semakin besar jangkauan minimarket, maka akan semakin banyak toko yang terfriksi dengan jangkauan pelayanannya . Satu minimarket berdampak terhadap 4 toko usaha kecil, dengan rata-rata friksi sebesar 57.29%. Berdasarkan penelitian, semakin jauh toko usaha kecil terhadap minimarket, pengaruh yang ditimbulkan akan semakin kecil. Namun, semakin dekat toko usaha kecil dengan minimarket, maka pengaruh yang sangat besar terjadi pada jumlah konsumen yang datang setiap harinya.Kata kunci: Pengaruh, Toko usaha kecil, Minimarket, Jangkauan pelayanan
Identification of Urban Farming in The Green Kampong Yogyakarta Pasha, Riza Fadholi; Widyaningsih, Sheily; Rijanta, R.
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The most visible of the city development defined by the physical aspect such as the growth of the built-up area. The continuity of built-up area’s growth will decrease the carrying capacity of the region. In term of urban planning is worth considering the provision of green open space which is has the function of environmental protection. One of urban green open space named agriculture. Farming the urban area now is popular with Urban Farming. The benefits of urban farming are (1) increasing the income level of city; (2) building up the job opportunity; and (3) optimizing the urban space. This research takes place in Yogyakarta to inventory and to describe the urgency of urban farming. This research uses qualitative descriptive method by analyzing secondary data and surveying in sample spots of Urban Farming been done. Sample spots are decided by purposive sampling in kampong hijau (the green kampong) Yogyakarta. The result is in green kampong are mostly planted by consumption plants and ornamental plants. It is being urgent alternative to be done in limited area where women and people are not only competitive again for working but also help them fulfilling the daily consumption on farming products and environmental preservation.Keywords: Urban Farming, Green Kampong, Yogyakarta, Identification, Urgency
Perkembangan Fisik Kota Lhokseumawe: Tinjauan Terhadap Penataan Ruang Kawasan Pusat Kota Muhyi, Abdul
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Dynamic of Lhokseumawe is interesting to study for its role as atransit town as well as the capital of Lhokseumawe municipality implicating in the intensity and kinds of urban sosio-economic activities and seen from the exsisting patterns of intensity and development of urban land use, movement orientation, road network, and other urban facilities. This study aims to examining the mechanism of urban natural physica development and the patterns and direction of 1992-2012 physical development of Banda Sakti, one of the sub-disstricts of Lhoksemawe, and learning the elements of urban physical changes and the mechanism of their spstial and sectoral movement describing the real development of the fungtions of urban spaces in detail to be used in planning the future development of Lhokseumawe. Primary data for this study were collected through an interview while the secondary data were obtained from related institutions and then reanalyzed by using the rationalistic-quantitative approach to examine several aspects used in studying the town of Lhokseumawe with gradual emphasis in 1992, 2002 and 2012. The physical development of Lhokseumawe tends of follow the pattern of linier area development on both sides of existing road that empty spaces are found between the areas developed. In addition, the physical development of the town of lhokseumawe is very much influenced by an impetus such as the expansive land price downtown while the downtown itself has asignificant attraction because of the exsistence of hausing facilities, local markets, local transportation terminal, office facilities, two states universities which are close to regional road.Keywords: urban development, urban physic, spatial plan.
Perkembangan Pemukiman Pinggiran Kota pada Koridor Jalan Kaliurang, Kabupaten Sleman Warsono, Agus; Soetomo, Sugiono; Wahyono, Hadi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan permukiman pinggiran kota pada Koridor Jalan Kaliurang dapat memberikan tekanan pada kemampuan ruang sehubungan untuk menampung kegiatan bermukim, yang ditengarai oleh tipologi perkembangan kelompok permukiman perkampungan yang tidak teratur. Tujuan dari penelitian ini yakni, untuk mengkaji hubungan berpengaruh perkembangan permukiman pinggiran kota, dengan tipologi perkembangan kelompok-kelompok permukiman, yang akan dicapai melalui sasaran penelitian meliputi: mengkaji tipologi perkembangan kelompok permukiman dan mengkaji faktor berpengaruh aspek perkembangan permukiman pinggiran kota, serta menganalisa hubungan tergantung tipologi perkembangan kelompok permukiman dengan faktor perkembangan permukiman pinggiran kota pada koridor Jalan Kaliurang kabupaten Sleman. Metode yang digunakan yaitu metode survei untuk mengetahui sikap masyarakat pada perkembangan permukiman pinggiran kota, yang memperlihatkan tipologi perkembangan kelompok permukiman yang teratur dan tidak teratur. Hasil studi menunjukkan bahwa pada perkembangan permukiman pinggiran kota terjadi penurunan dayadukung ruang lingkungan perumahan sebesar 25,89%, yang diperlihatkan oleh tipologi perkembangan kelompok permukiman yang tidak teratur. Faktor-faktor yang mempengaruhi tipologi pekembangan kelompok permukiman yang teratur adalah: a) faktor pertumbuhan penduduk, b) faktor hak-hak pemilikan lahan. Sedangkan faktor yang mempengaruhi tipologi perkembangan kelompok permukiman yang tidak teratur, yaitu: c) faktor persaingan memperoleh lahan.Kata kunci: perkembangan, pinggiran, kota, tipologi, kelompok, permukiman
Penataan Reklame pada Koridor Jalan Utama Kota Maratam Juniarko, Oky; Surjono, Surjono; Usman, Fadly
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reklame ruang luar merupakan media dengan berbagai macam bentuk dan corak yang banyak digunakan untuk tujuan komersial. Keberadaan reklame ruang luar di Kota Mataram muncul sebagai dampak aktivitas perekonomian yang menuntut kemudahan penyampaian informasi kepada masyarakat luas. Identifikasi terhadap keberadaan reklame ruang luar di koridor jalan utama kota bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kondisi eksisting reklame terpasang dengan karakteristik koridor jalan (streetscape) yang meliputi, penempatan reklame, ukuran, pencahayaan dan bentuk konstruksi reklame. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif-evaluatif dengan menggambarkan kondisi eksisting reklame terpasang dan menilai apakah kondisi eksisting reklame terpasang telah sesuai dengan kebijakan dan standar penataan reklame. Hasil evaluasi diperkuat dengan analisis penilaian pihak-pihak terkait penyelenggaraan reklame dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) meliputi aspek keefektifan dalam penyampaian informasi, keindahan dan keamanan pemasangan. Hasil menunjukkan bahwa penyelenggaraan reklame belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip dasar penataan reklame terutama terkait penempatan dan konstruksi pemasangan. Hal ini juga terlihat dari tidak adanya keserasian pemasangan reklame dengan elemen fisik koridor jalan (penggunaan lahan, sirkulasi, kondisi bangunan, ruang terbuka dan jalur pedestrian). Dengan demikian, penataan reklame kemudian dikelompokkan menjadi beberapa tema sesuai dengan kesamaan karakter elemen–elemen pendukung koridor jalan, yaitu boulevard corridor, gateway commercial corridor, highway commercial corridor, parkway corridor, dan residenway corridor.Kata kunci: Reklama ruang luas, Koridor jalan utama, Penataan reklame
Biaya Kemacetan Dan Polusi Karbon Monoksida Pada Lalu Lintas Akibat Adanya Pembangunan Fly –Over (Studi Kasus: Fly-Over Simpang Jalan Ahmad Yani–Gatot Subroto Kota Banjarmasin) Hayati, Fatia Mufieda; Wicaksono, Achmad; Sutikno, Fauzul Rizal
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traffic congestion is one problem in Banjarmasin. Congestion in Banjarmasin. Congestion in Banjarmasin also supported by a 38% increase in the number of vehicles within the last 5 years.This encourage the government of Banjarmasin to plan a strategy to reduce congestion level in Banjarmasin. One of the solution from the goverment is fly over construction. The located of fly over construction in Ahmad Yani-Gatot Subroto street. The aim this study to identify disadvantage congestion cost and carbon monoxide air pollution cost in traffic when there is fly over contruction. This study can be used to consider the next traffic management. So, it can minimize the congestion impact. This research is using Tzedakis,1980. By calculation component is traffic volume, vehicle speed, vehicle operating costs, and vehicle queuing time.method to calculate congestion cost. The result of calculation congestion cost is Rp. 332.925.803/day. Moreover this research using litmann method, asif faiz method, and world bank method to calculate carbon monoxide air pollution cost. this study compare between the third method and existing air test, to get air pollution result exactly. Asif faiz Method is the best to apply in this research. The result of calculate disadvantage to air polution cost is Rp. 907,588,348/day. enhancement to congestion cost when fly over construction on process is 76% and air pollution cost is 67%.Keywords: Congestion Cost, Air Pollution Cost
Analisis Kemancetan Pada Simpang Jawa Di Kota Madiun Widhi, Ganang Nugroho; Wicaksono, Achmad; Anwar, M. Ruslin
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Kota Madiun mempunyai luas 33,23 Km² terbagi menjadi 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Manguharjo, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Kartoharjo. Dengan luas masing-masing Kecamatan Manguharjo 12,54 Km², Kecamatan Taman 13,46 Km², dan Kecamatan Kartoharjo 11,73 Km². Masing-masing kecamatan tersebut terdiri atas 9 kelurahan sehingga semuanya terdapat 27 kelurahan di Kota Madiun. Simpang yang dianalisa pada penelitian ini adalah di simpang bersinyal tiga lengan yaitu simpang Jawa Kota Madiun. Kondisi simpang tersebut menunjang terjadinya kemacetan lalu lintas karena kawasan tersebut merupakan akses jalan menuju pusat perekonomian, pusat perkantoran, pendidikan, alun-alun dan wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara Diskriptif Analitis. Diskriptif berarti penelitian memusatkan pada masalah-masalah yang ada pada saat sekarang. Keadaan lalulintas di daerah penelitian dapat diperoleh data yang akurat dan cermat, sedangkan Analitis berarti data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan kemudian dianalisis. Pada bulan oktober 2013 telah dilakukan survey terhadap simpang bersinyal Jawa. Dari pengolahan data yang ada dengan perhitungan MKJI diperoleh tundaan sebesar 17,072 det/smp. Menurut “PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 14 TAHUN 2006 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS DI JALAN”, kondisi tersebut diklasifikasikan pada tingkat pelayanan level C.Kata Kunci : analisis, simpang bersinyal, metode, tundaan
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PLPBK (PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS) DI RW 04, KELURAHAN POLEHAN, KOTA MALANG Haryani, Efma; Rukmi, Wara Indira; Setyono, Deni Agus
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2019.011.01.1

Abstract

Pemerintah Kota Malang menetapkan RW 04 sebagai salah satu kawasan prioritas dalam penanganan permukiman kumuh di Kota Malang. Penetapan RW 04 sebagai kawasan prioritas tersebut disebabkan oleh kondisi lingkungan permukimannya yang tidak layak huni dan cukup padat sehingga membuat Pemerintah Kota Malang melakukan berbagai upaya pengentasan dan penanganan kawasan tersebut yang juga sebagai bagian dari strategi pemenuhan capaian Program 100-0-100. Upaya yang dilakukan pemerintah salah satunya adalah Program PLPBK (Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas). Pelaksanaan PLBPK ini pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat melalui BKM dan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) serta masyarakat umum. Namun partisipasi masyarakat hanya terfokus pada pembangunan fisik sehingga menjadikan masyarakat cenderung untuk mengandalkan KSM apabila terjadi kerusakan fisik pada saat tahap pasca pelaksanaan program. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi partisipasi masyarakat dalam PLPBK di RW 04 dengan analisis SNA (social network analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat hanya mengikuti 1-2 kegiatan dari total 22 kegiatan. Keterlibatan tersebut menggambarkan kerapatan rendah disebabkan kurang terhubung atau tidak bertemunya antar aktor pada kegiatan yang sama sehingga perlu aktor sentral sebagai jembatan antar aktor yang akan berdampak pada perpindahan informasi yang berpindah secara lambat sehingga masyarakat cenderung mengandalkan KSM. Hasil tersebut menggambarkan belum adanya keberlanjutan dalam Program PLPBK di RW 04.
Kajian Disparitas Sebagai Solusi dalam Penentuan Pemilihan Kecamatan Baru Kota Pasuruan Kurniati, Ayu Candra; Suharso, Tunjung Wijayanto; Surjono, Surjono
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan program penambahan kecamatan di Kota Pasuruan dilatar belakangi oleh pemusatan pembangunan di wilayah pusat kota. Kondisi tersebut mempengaruhi efektivitas dan efisiensi pelayanan dan kurang optimalnya pembangunan. Tujuan dari studi ini adalah: (1) mengevaluasi tingkat kesenjangan perkembangan masing-masing kecamatan di Kota Pasuruan sehingga dapat diketahui kemerataan pembangunan di Kota Pasuruan, (2) menentukan pilihan terbaik dari tiga alternatif kecamatan-kecamatan baru di Kota Pasuruan, sehingga dapat tercipta suatu kota dengan tingkat kesenjangan rendah dan tingkat pembangunan tinggi, yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik. Hasil yang diperoleh dari studi ini adalah: (1) Kota Pasuruan memiliki tingkat kesenjangan perkembangan yang tidak terlalu besar, dengan nilai IoD 18,41. Sehingga tahapan selanjutnya yang dapat dilakukan pemerintah adalah memeratakan dan mengoptimalkan pembangunan. Hasil ini diperoleh dari analisis tingkat perkembangan, dengan variabel kepadatan penduduk, rasio tenaga kerja non-pertanian, dan rasio luas lahan terbangun; (2) alternatif yang dipergunakan untuk penambahan kecamatan baru adalah alternatif III, yang memiliki 4 kecamatan, terdiri dari 9, 9, 5, dan 11 kelurahan. Alternatif ini memiliki rata-rata nilai indeks sentralitas terkecil yaitu 60,66 serta nilai IoD (Indeks of Dissimilarty) terkecil, yaitu sebesar 11,03. Nilai tersebut diperoleh dari analisis tingkat perkembangan, analisis indeks sentralitas, dan analisis gravitasi. Variabel yang dipergunakan adalah kepadatan penduduk, rasio tenaga kerja non-pertanian, rasio luas lahan terbanguan, jenis dan jumlah sarana, serta jarak antar kelurahan.Kata kunci: Disparitas, Tingkat perkembangan, Indeks sentralitas, Gravitasi, Iod

Page 4 of 21 | Total Record : 206