cover
Contact Name
Muh. Nurjati Hidayat
Contact Email
jurnalpengairan@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anggara.wws@ub.ac.id
Editorial Address
Jurnal Teknik Pengairan Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20861761     EISSN : 24776068     DOI : 10.21776
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Pengairan is a scientific journal published regularly twice per year by Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Arjuna Subject : -
Articles 374 Documents
Pengaruh Hujan Pada Stabilitas Lereng Di Jalan Tol Gempol – Pandaan Atikah, Dewi; Juwono, Pitojo Tri; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.211 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.08

Abstract

Jalan tol Gempol - Pandaan sta 6+275 – 6+375 hasil pengeprasan bukit mengalami kelongsoran pada  tanggal 3 Februari 2015 dengan didahului oleh hujan. Studi ini bertujuan mengetahui pengaruh hujan pada stabilitas lereng di jalan tol Gempol – Pandaan. Intensitas hujan sebagai input Geostudio Seep/W, hasil analisisnya menjadi input Slope/W. Hasilnya angka keamanan saat terjadi longsor adalah 1.10595 (Bishop), 1.060512 (Fellenius), dan 1.100788 (Morgenstern-Price). Berdasarkan data hujan selama 10 tahun, intensitas 0.0077 m/jam, merupakan nilai maksimal karena setelah nilai ini tercapai, angka keamanannya tidak bisa berkurang lagi.  Alternatif perkuatan soil nailing mempunyai angka keamanan 1.555921, lebih tinggi dari bored pile dan anggaran biaya lebih kecil sebesar Rp. 1.938.804.000,00 lebih kecil dari bored pile. Ambang batas hujan yang dapat memicu longsor adalah kombinasi hujan 60 mm dan hujan 100 mm selama 30 hari yang menghasilkan total hujan sebesar 960 mm.Kata kunci: stabilitas lereng, intensitas hujan, Seep/W, Slope/W, ambang batas hujanABSTRACT: Gempol - Pandaan toll road at sta 6 + 275 - 6 + 375 is formed by cutting hill. On February 3th, 2015 this location suffered landslide that was preceded by rainfall. This study aims to determine the effect of rainfall on slope stability in Gempol - Pandaan toll road. Rainfall intensity was apllied as input in Geostudio Seep / W and the results of Seep/W analysis became input in Slope / W. As a result, factor of safety when landslide occured was 1.10595 (Bishop), 1.060512 (Fellenius), and 1.100788 (Morgenstern-Price). Based on rainfall data for 10 years, rainfall intensity 0.0077 m / h was the maximum value. After this value was reached, the factor of safety cannot be reduced again. Factor of safety from soil nailing reinforcement increases up to 1.555921, higher than bored pile application and the cost budget of soil nailing (Rp. 1,938,804,000.00) is cheaper than bored pile. The rainfall threshold value to initiate landslide is a combination of 60 mm rainfall and 100 mm rainfall for 30 days that produce total amount of 960 mm of rain. Keywords: slope stability, rainfall intensity, Seep/W, Slope/W, rain threshold
KONSENTRASI SEDIMEN SUSPENSI RATA-RATA KEDALAMAN PADA SALURAN MENIKUNG muharis, chairul
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.408 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.14

Abstract

Akibat adanya gaya sentrifugal di tikungan saluran maka kecepatan aliran arah transversal akan meningkat di outer bank. Fenomena ini tentu akan mempengaruhi distribusi konsentrasi sedimen suspensi rata-rata kedalaman. Perubahan distribusi konsentrasi sedimen suspensi.hanya akan dapat diketahui dengan melakukan penelitian secara langsung pada alran menikung di lapangan atau di laboratorium.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil distribusi konsentrasi sedmen suspensi dari pengukuran di lapangan, kemudian dibandingkan dengan profil distribusi konsentrasi sedmen suspensi prediksi berdasarkan persamaan Rouse.Penelitian dilakukan di Saluran Irigasi Mataram Yogyakarta. Saluran yang diteliti berpenampang segi empat dengan kedalaman rata-rata 1.50 meter dan lebar 4.22 meter serta sudut tikungan 570. Terbuat dari pasangan batu, sedangkan dasar saluran terdiri dari tanah, pasir dan batuan. Pengukuran konsentrasi sedimen suspensi menggunakan Opcon Probe. Prediksi konsentrasi sedimen suspensi menggunakan persamaan Rouse.Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat perubahan kecepatan aliran di tikungan maka konsentrasi sedimen suspensi rata-rata kedalaman  juga mengalami perubahan. Secara umum konsentrasi sedimen suspensi rata-rata tampang ke arah sisi luar tikungan mengalami pengurangan dan sebaliknya ke arah sisi dalam tikungan semakin meningkat. Konsentrasi sedimen suspensi rata-rata tampang dapat diwakili berdasarkan pengambilan sampelnya pada jarak z =0,46 B atau 0,46 lebar saluran diukur dari inner bank.Persamaan Rouse masih dapat digunakan untuk memprediksi distribusi konsentrasi sedimen suspensi dengan baik. Kecepatan yang rendah di sisi dalam saluran menyebabkan butiran sedimen yang lebih besar mengendap dan berpotensi terjadi pendangkalan. Kata kunci: Distribusi konsentrasi, Sedimen suspensi dan, Arah transversal
EVALUASI SISTEM PEMBERIAN AIR DAERAH IRIGASI KEDUNG PUTRI GUNA MENINGKATKAN INTENSITAS TANAM PADI Isna Dinul Muiz; Donny Harisuseno; Runi Asmaranto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.616 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2017.008.02.5

Abstract

Pada musim kemarau DI. Kedungputri mengalami kekeringan terutama pada daerah bagian hilir. Intensitas tanam pada kondisi eksistingpun kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi intensitas tanam serta kebutuhn air irigasi di DI. Kedungputri. Dari hasil evaluasi, membuat rencana pola tanam dengan meningkatkan intensitas tanam padi serta menghitung kebutuhan air. Pada kajian ini menggunakan metode SCH (Stagnant Constant Head) dan metode SRI (Sytem of Rice Intensification). Intensitas tanam rerata padi gadu tidak ijin mencapai 73,05% pada tahun 2009-2014. Metode SRI lebih hemat air 68,55 % - 75,45% dibandingkan metode SCH. Apabila menggunakan metode SCH, pemberian air secara gilir mencapai 83,33%. Metode SRI dapat meningkatkan pendapatan petani dari hasil produksi gabah kering yaitu 180,52%.    
SIMULASI INDEKS PENGGUNAAN AIR (IPA) GUNA PENGHEMATAN AIR IRIGASI DI D.I. SONOSARI DAN D.I. PAKIS KABUPATEN MALANG Rini Wahyu Sayekti; Endang Purwati; M Janu Ismoyo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.435 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2017.008.02.10

Abstract

Daerah Irigasi Sonosari memiliki 12 petak tersier dengan luas total baku sawah total 801 ha serta saluran sekunder dengan panjang 12 km. Sedangkan Daerah Irigasi Pakis memiliki total luas baku sawah sebesar 726 ha. Dengan total luas baku sawah yang cukup besar serta tidak sesuainya antara kebutuhan air irigasi dengan pemberian air irigasi menyebabkan sering terjadi kekurangan pada musim kemarau. Berdasarkan permasalahan diatas, perlu adanya evaluasi sistem pemberian air irigasi di daerah tersebut dan salah satu caranya adalah dengan metode indeks penggunaan air (IPA) guna mendapatkan nilai debit yang efisien serta nilai FPR yang sesuai dengan jenis tanah. Dari hasil simulasi IPA didapatkan bahwa dengan mencoba-coba nilai IPA = 0,7 (kategori sedang) memiliki hasil terbesar yaitu 194,389 lt/dtk (Musim Hujan), 213,956 lt/dtk (Musim Kemarau I) dan 116,606 lt/dtk (Musim Kemarau II) pada intake. Untuk penghematan pemberian air irigasi dengan mencoba-coba nilai FPR didapatkan bahwa FPR = 0,12 memiliki hasil terbesar yaitu 363,009 lt/dtk (Musim Hujan), 500,620 lt/dtk (Musim Kemarau I) dan 275,346 lt/dtk (Musim Kemarau II) pada intake. Sementara di D.I. Pakis untuk penghematan pemberian air irigasi yang paling besar, yaitu pada efisiensi 55% di musim kemarau I sebesar 540,45 lt/dt dengan nilai IPA = 0,55 yang termasuk kategori sedang. Sementara untuk penghematan pemberian air irigasi dengan nilai IPA dan efisiensi yang sama pada musim hujan didapatkan debit sebesar 486,45 lt/dt dan musim kemarau II sebesar 412,20 lt/dt.
ANALISA TINGKAT EFISIENSI ALOKASI AIR IRIGASI D.I. KEDUNGKANDANG MALANG Dian Dwi Ernawati; Widandi Soetopo; Moch. Sholichin
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.797 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2018.009.01.4

Abstract

Kebutuhan pengalokasian air di lahan pada setiap wilayah sangatlah berbeda. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan perbedaan ini adalah kebiasaan petani di masing-masing daerah dalam mengairi sawahnya. Studi ini difokuskan pada efisiensi pengalokasian air irigasi antara kebutuhan penggenangan dan ketersediaan air pada Daerah Irigasi (DI) Kedungkandang Malang dengan membandingkan antara kebutuhan air yang dihitung berdasarkan metode Faktor Palawija Relatif (FPR) yang biasa diterapkan di Jawa Timur, kebiasaan masyarakat di masing-masing lokasi dalam mengenangi sawahnya di setiap fase pertumbuhan tanaman,dengan pengalokasian debit air pada sawah yang tercatat pada Dinas Sumberdaya Air Provinsi Jawa Timur yang bertanggung jawab atas Tugas Pembantuan Operasi dan Pemeliharaan (TPOP) DI Kedungkandang Malang.Nilai efisiensi rata-rata tiap musim tanam sebesar MT I = 1,20 (kriteria berlebihan), MT II = 1,19 (kriteria berlebihan), MT III = 1,28 (Kriteria berlebihan). Setelah direncanakan operasi pengendalian pintu maka efisiensi berubah menjadi MT I = 1,051 ≈ 1 (kriteria cukup), MT II = 1,075 ≈ 1 (kriteria cukup), MT III = 1,090 ≈ (kriteria cukup).
STUDI EVALUASI & PERBAIKAN SISTEM DRAINASE DI POLDER JATI PINGGIR KANAL BANJIR BARAT DKI JAKARTA Sudjatmiko, Henny; Bisri, M.; Yuliani, Emma
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.115 KB)

Abstract

Abstrak : Polder Jati Pinggir sebagian besar terletak di Kelurahan Petamburan yang merupakan pemukiman padat. Disamping permasalahan sampah, banjir tersebut juga disebabkan oleh sistem drainase yang mengalami penurunan fungsi dan kondisi fisik bangunan, seperti adanya penutupan saluran drainase di beberapa lokasi. Maksud dari studi ini adalah untuk mencari alternatif penanganan banjir yang terbaik melalui pendekatan parameter hidrologi dan hidrolika di Polder Jati Pinggir. Tahapan penelitian pada studi ini adalah Pembentukan Zona, Pembentukan Sistem Pengaliran, Evaluasi Kapasitas Saluran, Penentuan Kebutuhan Perbaikan, Alternatif Penambahan Kapasitas Pompa, Alternatif Sumur Resapan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas eksisting di beberapa ruas saluran tidak dapat menampung debit rencana sehingga perlu dilakukan penanganan banjir dengan peningkatan kapasitas saluran dan penambahan kapasitas pompa. Kata kunci: banjir, drainasi, pompa Abstract : Part of Jati Pinggir Polder is located in Petamburan Village where is as a crowded resident. Flooded every year is caused by the condition of garbage which is piled in drainage channel. In addition, the flood is caused by the decreasing of drainage system function and structure physical condition such as the sedimentation and there are some covering of drainage channel in some locations. This study intends to find the alternative of accurate flood handling therough the approach of hydrologic and hydraulic parameter in Jati Pinggir Polder. The steps of research are as follow: zona forming, flow system forming, evaluation of channel capacity, determination of imoprovement demand, alternative of adding the pump capacity and penetration well. Results shows that some sections of drainage channel have the existing capacity under planned capacity and increase pump capacity. Keywords: flood, drainage, pump
EFEKTIVITAS KEGIATAN PENGERUKAN SEDIMEN WADUK BILI-BILI DITINJAU DARI NILAI EKONOMI sejati, wahyu; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.713 KB)

Abstract

Abstrak : Waduk Bili-Bili direncanakan dengan usia guna efektif 50 tahun. Saat ini masih tersisa umur efektif 31 tahun berdasarkan kapasitas tampungan mati. Pada studi ini dilakukan beberapa analisis, yaitu analisis sedimentasi waduk, analisis penanganan sedimen, analisis manfaat ekonomi air waduk yang berupa manfaat dari air baku, PLTA, dan irigasi, analisis ekonomi serta analisis efektifitas kegiatan pengerukan berdasarkan empat simulasi alternatif waktu pengerukan sedimen dan peggunaan kapal keruk yang direncanakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif eksisting dapat meningkatkan usia guna 5 tahun menjadi 36 tahun, dengan nilai IRR 12,460 sedangkan alternatif 1 dapat meningkatan usia guna 6 tahun menjadi 37 tahun dengan nilai IRR 11,667, sedangkan alternatif 2 dapat meningkatkan usia guna 10 tahun menjadi 41 tahun dengan nilai IRR 9,836 sedangkan alternatif 3 dapat meningkatkan usia guna 15 tahun menjadi 46 tahun dengan nilai IRR sebesar 9,236%. Kata Kunci : Waduk Bili-Bili, Sedimentasi Waduk, Pengerukan Sedimen, Analisis Ekonomi. Abstract: Bili-Bili reservoirs was planned effective life design for 50 years. In this study made several analysis, that are the analysis of reservoir sedimentation, sediment handling, economic benefits of water reservoirs, benefits from hydropower, irrigation, and the effectiveness of dredging. The activities of dredging was planned simulation time and dredger addition. The analysis showed that the existing alternative can increase the life desgin of reservoir up to 5 years being 36 years and it’s have 12,460 IRR value , the first alternative can increase the useful life of reservoir up to 6 years being 37 years and it’s have 11,667 IRR value, the second alternative can increase the useful life of reservoir up to 10 years being 41 years and it’s have 9,836 IRR value, the third alternative can increase the useful life of reservoir up to 15 years being 46 years and it’s have 9,236 IRR value. Keywords: Bili-Bili Reservoir, Sedimentation of Reservoir, Dredging Sediment, Reservoir economic analysis.
STUDI PENANGANAN BANJIR SUNGAI BILA KABUPATEN SIDRAP Qadri S, Wahyuddin; Sholichin, Moh.; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1292.8 KB)

Abstract

ABSTRAK: Pengembangan kawasan di DAS Bila untuk pemenuhan berbagai kebutuhan sarana dan prasarana yang semakin meningkat setiap tahun menyebabkan menurunnya kualitas DAS sehingga terjadinya banjir di sekitar Sungai Bila. Metode yang digunakan dalam studi adalah aplikasi AVSWAT 2000 dan HEC-RAS 4.1.0. Berdasarkan hasil simulasi pemodelan AVSWAT 2000 menunjukan terjadi peningkatan debit banjir maksimum tahunan dari debit 1156 m3/detik menjadi 1161 m3/detik. Debit Banjir rencana yang digunakan adalah debit kala ulang 50 tahun dengan menggunakan metode distribusi Log Pearson tipe III. Sistem pengendalian banjir yang diusulkan berdasarkan hasil analisis aplikasi HEC-RAS 4.1.0 adalah normalisasi Sungai Bila dengan lebar rencana dasar sungai 75 m dan 100 m, dan pembuatan tanggul dengan lebar puncak 4,00 m dan tinggi 1,00 m - 3,00 m. Kata Kunci: Pengendalian Banjir, Normalisasi, Tanggul, AVSWAT 2000, HEC-RAS 4.1.0 ABSTRACT: Developing of the area in the Bila watershed for the fulfillment of various facilities and infrastructure needs increase every year causing declining quality of the watershed leads flooding around the Bila River. The method used in the study was AVSWAT 2000 and HEC-RAS 4.1.0. Based on the results of simulation modeling AVSWAT 2000 showed an increase in the annual maximum flood discharge from 1156 m3/s to 1161 m3/s. The flood discharge was 50-year return period using the Log Pearson Type III distribution. The proposed flood control system based on the results of the HEC-RAS 4.1.0 analysis is Bila River normalization, the width of riverbed plan 75 m and 100 m, and the embankment with a crest width of 4,00 m and a height of 1,00 m - 3,00 m. Keywords: Flood control, Normalization, Embankment, AVSWAT 2000, HEC-RAS 4.1.0.
Sistem Pengendalian Genangan di Kecamatan Sampang Anis, Mizun Bariroh; Suhardjono, Suhardjono; Andawayanti, Ussy
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.468 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.04

Abstract

Kecamatan Sampang seringkali dilanda banjir sehingga menggenangi wilayah permukiman dan persawahan yang ada. Tujuan kajian ini yaitu menganalisa kapasitas tampungan saluran drainase dan kolam tampungan eksisiting, pengaruh pasang surut air laut dan upaya penanggulangannya. Hasil kajian ini diperoleh 8 saluran kala ulang 5 tahun dan 13 saluran kala ulang 10 tahun yang tidak mampu menampung debit banjir rencana sehingga dilakukan perubahan dimensi dengan meningkatkan kapasitas saluran. Pengaruh pasang surut air laut terhadap genangan dari sungai Kamoning dari hilir menuju hulu sejauh 537 m adalah 0.6 m. Upaya penanggulangan genangan ada 6 buah kolam tampungan yang direncanakan yaitu di desa Pliyang dengan volume tampungan efektifnya sebesar 52.966 m3, di Jl. Manggis A dengan volume tampungan efektifnya sebesar 6.402 m3, di Jl. Manggis B dengan volume tampungan efektifnya sebesar 6.168 m3, di Jl. Manggis C dengan volume tampungan efektifnya sebesar 8.370 m3, di desa Paseyan dengan volume tampungan efektifnya sebesar 17.188 m3, dan di Jl. Imam Bonjol dengan volume tampungan efektifnya sebesar 56.594 m3. Hasil analisis efektifitas bahwa kolam tampungan mampu mereduksi sebesar 100 %.   Kata-kata kunci: drainase, back water, kolam tampungan, debit banjir, curah hujan ABSTRACT: Subdistrict Sampang often hit by floods that inundated residential areas and paddy fields there. The purpose of this study is to analyze the storage capacity of the drainage channels and ponds eksisiting, the influence of the tide and preventive efforts. The study results were obtained when the 8 channels and 13 channels 5-year return period of 10 years who are not able to accommodate the flood discharge plan so that a dimensional change by changing the height and width dimensions. The influence of the tide against the inundation of the river Kamoning on peg 28 on the downstream toward the upstream channel B12 as far as 537 m is 0.6 m. Prevention efforts have 6 pieces planned pond is in the village Pliyang with the storage effective volume of 52.966 m3, at Manggis street pond with the effective volume of 6.402 m3, at Manggis street B with the storage effective volume of 6.168 m3, at Manggis street C with effective volume of 8.370 m3 effective pond, in the village Paseyan with the storage volume amounting to 17.188 m3 effective, and on Imam Bonjol street with the storage volume amounting to 56.594 m3 effective. The volume of the resulting flood of inflow into the storage pool with a return period of 5 years and 10 years for rain four hours on each pond can reduce of 100%. Key words: drainage, back water, Storage, discharge, rainfall
ANALISA BANJIR PADA D.I SENGKALING KANAN YANG DISEBABKAN ALIH FUNGSI SALURAN IRIGASI MENJADI SALURAN DRAINASE Arfiyanti, Anandini Fatma; Suhardjono, Suhardjono; Limantara, Lily Montarcih
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.725 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.10

Abstract

ABSTRAK Perubahan secara cepat pada tata guna lahan menuntut adanya usaha penanganan sistem pembawa air yang tepat pada lahan. Sebab dengan adanya perubahan tata guna lahan tersebut, dapat berakibat terjadinya perubahan fungsi saluran irigasi menjadi saluran drainase. Studi ini dipusatkan pada DTA Intake Sengkaling Kanan, karena daerah ini mempunyai banyak titik yang mempunyai permasalahan genangan di saat musim hujan datang setiap tahunnya. Sebagai contoh pada saat musim hujan tinggi tahun 2012 genangan yang terjadi mencapai 1,5 meter. Hal ini menyebabkan terganggunya aktifitas penduduk di lokasi tersebut karena daerah ini merupakan pusat pertokoan, pemukiman, dan pemerintahan/ perkantoran. Dari permasalahan tersebut  direncanakan 2 pelimpah samping 1 diletakkan pada Sub DAS 3 mengalirkan debit sejumlah 5,47 m3/dt dan pelimpah samping 2 diletakkan pada Sub DAS 8 mengalirkan debit sejumlah 5,58 m3/dt. Kata Kunci: Banjir, Drainase, Irigasi, Saluran, Tata Guna Lahan ABSTRACT Rapid changes in land-use business management system requires proper water carrier on the land. Because with the change in the land use, may result in changes in the function of the irrigation channel into the drainage channel. This study focused on DTA Intake Sengkaling Right, because this area has a lot of points that have problems inundation during the rainy season comes every year. For example during the rainy season high inundation occurred in 2012 reached 1.5 meters. This causes disruption of activity of the population in these locations because this area is a shopping center, residential, and government / offices. From the problems of planned 2 1 put on the spillway side subzone 3 drain discharge amount of 5.47 m3 / s and 2 is placed on the side spillway subzone 8 drain discharge amount of 5.58 m3 / sec. Keywords: Flood, Drainage, Irrigation, Channels, Land Use