cover
Contact Name
Muh. Nurjati Hidayat
Contact Email
jurnalpengairan@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anggara.wws@ub.ac.id
Editorial Address
Jurnal Teknik Pengairan Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20861761     EISSN : 24776068     DOI : 10.21776
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Pengairan is a scientific journal published regularly twice per year by Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Arjuna Subject : -
Articles 374 Documents
STUDI KELAYAKAN EKONOMI SISTEM JARINGAN AIR BERSIH HIPAM KELURAHAN DADAPREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU Sutikno, Sutikno; Rispiningtati, Rispiningtati; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.329 KB)

Abstract

ABSTRAK  Dengan adanya program pemerintah kota Batu pada tahun 2014 dianggarkan pipanisasi dari sumber ke Tandon, berikut tandon penampungan sementara yang ada di jalan Dr. Sutomo yang berkapasitas 72 meter kubik, studi ini dilakukan  dengan metode survey untuk mencari data primer yang diperlukan dan dilanjutkan pengolahan data. Bertujuan agar semua masyarakat di Kelurahan Dadaprejo terlayani oleh sumber air yang ada.  Studi Kelayakan ekonomi dengan bunga bank 9 % dan  dipilih jaringan dengan material pipa galvanis, perbandingan biaya dan pendapatan (B/C) = 1,01  pendapatan sebesar  Rp.2.756.400.00,dengan pembiayaan senialai Rp. 2.720.445.130 maka didapatkan  keuntungan  9,5% pertahun dan kembali modal 5,99 tahun. Kata Kunci : kelayakan, ekonomi, material pipa ABSTRACT  With the goverment of the Batu city in 2014,  budgeted used source to tandon, the following tandon temporary shelter who are in the way of Dr. Sutomo with a capacity of 72 meters cubic, the study was conducted with the methods survey to find primary data needed and continued data processing. Aims to get all community at the Dadaprejo Distrik served by the water. A feasibility study economy  with, bank interest 9 % by network with a pipa galvanized material, benefit cost ratio (B/C = 1,01) net present value (NPV)  IDR 2.756.400.000 and present value IDR 2.720.445.130 the internal rate of return (IRR) = 9.5 %, the break even point  (pay back period)  5.99 years Keyword:  feasibility , economic , pipe material
ANALISA PENGARUH PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN TERHADAP DEBIT SUNGAI SUB DAS METRO DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ARCSWAT Harifa, Ayisya Cindy; Sholichin, Moh.; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.349 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.01

Abstract

ABSTRAK: DAS memiliki karakteristik yang spesifik sebagai daerah hidrologi, berkaitan dengan unsur utamanya seperti jenis tanah, tata guna lahan, topografi, kemiringan dan panjang lereng. Analisa karakteristik tersebut dilakukan dengan menggunakan pemodelan Soil Water Assesment Tool (SWAT). Tujuan penelitian ini adalah, mengidentifikasi kondisi eksisting tahun 2014, mengetahui pola perubahan lahan tahun 2002, 2006, 2009, dan 2014, mengetahui dampak perubahan terhadap Curve Number, limpasan permukaan dan sedimen, menilai kondisi DAS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan penutupan lahan menyebabkan nilai CN, limpasan dan debit sungai semakin besar. Nilai CN berada di kisaran 11 – 96, debit rata-rata tahunan berkisar antara 1.923 – 3.591 m3/dt, dan besarnya limpasan yang terjadi sebesar 3.03 – 1914.28 mm. Berdasarkan hasil kalibrasi, hasil menunjukkan p-factor sebesar 0.85, dan p-factor hasil validasi sebesar 0.83, sehingga simulasi dianggap valid. Penilaian kinerja DAS menunjukkan bahwa di wilayah studi dalam kategori kinerja yang buruk. Keyword: Penutupan Lahan, Limpasan, SWAT ABSTRACT: Watershed as hydrologic area, characterized by specific element such as soil, land cover, topographic, land slope and length of slope. Soil Water Assessment Test (SWAT) is a suitable hydrologic modeling system to analyze many character in watershed. The aim of this study are to identified land cover in 2014, to determine the pattern of land cover changes in 2002, 2006, 2009 and 2014, determine the impact of land cover changes related to curve number, surface runoff, and sedimentation, assess the watershed condition. Simulation result showed that land cover changes have resulted in corresponding increase in curve number, surface runoff, and stream flow. Curve number was about 11 – 96, yearly discharge was about 1.923 – 3.591 m3/s, and surface runoff was about 3.03 – 1914.28 mm. Calibration result showed that p-factor value is 0.85, and validation result showed that p-factor value of 0.83, it means that simulation was valid. Base on watershed assessment, concordance of land cover and surface runoff in the bad category. Keyword: Land Cover, Surface Runoff, SWAT
Studi Optimasi Distribusi Air Irigasi pada Daerah Irigasi Tengoro Kabupaten Banyuwangi dengan Program Dinamik Stokastik nalurita, sari; Limantara, Lily Montarcih; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.194 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.07

Abstract

ABSTRAK: Daerah irigasi Tengoro merupakan salah satu lokasi yang mengalami kendala dalam distribusi air irigasinya sehingga dilakukan upaya optimasi untuk mengkaji ulang agar tidak terjadi kekurangan air yaitu dengan menggunakan program dinamik stokastik. Sebelum optimasi, luas lahan yang dapat ditanami belum maksimal, dengan adanya optimasi maka luas lahan yang terairi meningkat untuk MH sebesar 20,84% dan untuk MK 1 meningkat 0,85%. Hal ini berdampak pula pada perolehan keuntungan dari hasil produksi dengan persentase peningkatan yang sama yaitu pada MH sebesar Rp 9.329.487.956,68 dan pada MK 1 sebesar Rp 8.143.711.211,34. Dari segi distribusi airnya, terjadi peningkatan efisiensi secara keseluruhan dari sebelum optimasi sebesar 86,52% menjadi sebesar 97,27%. Kata kunci: optimasi, irigasi, DI. Tengoro, program dinamik, stokastik ABSTRACT: Tengoro irrigation area is one of the locations that have problems in the distribution of irrigation water due to  the optimization efforts are to avoid water shortage by using stochastic dynamic program. Before optimization, extensive arable land is not maximized, with the optimization of the irrigated land area increased by 20,84% on  rainy season and during the first dry season increased to 0,85%. This impacted on profitability of production by the same percentage increase that is at raiby season Rp 9.329.487.956,68 and at first dry season Rp 8.143.711.211,34. In terms of the distribution of water, an increase overall efficiency before optimization is 86,52% into 97,27%. Keywords: optimization, irrigation, Tengoro, dynamic program, stochastic
IbM Pompa Hydram (Hydraulic Ram) Desa Gunung Ronggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Asmaranto, Runi; Widhiyanuriyawan, Denny; Anwar, M. Ruslin
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.534 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.12

Abstract

ABSTRAKDesa Gunungronggo terletak di Kecamatan Tajinan dimana desa ini berjarak sekitar 15 KM arah timur Kota Malang. Wilayah ini berada di lereng Gunung Buring, secara topografi wilayah desa ini didominasi oleh perbukitan dengan kelerangan yang curam dengan curah hujan yang relatif tinggi sehingga punya potensi sumber air yang cukup besar dan terawat yaitu Sumber Jenon. Keberadaan debit mata air Sumber Jenon cukup besar sekitar 300 liter/detik, namun belum menjamin penduduk Desa Gunungronggo khususnya Dusun Argomulyo 2 dan Argomulyo 3 untuk mendapatkan air bersih dari Sumber Jenon, meskipun secara geografis letaknya berdekatan. Hal ini karena kondisi dilokasi dekat sumber, jauh dari jaringan utilitas listrik dan belum ada pengelola HIPPAM, sehingga hanya penduduk yang mampu secara ekonomi bisa mengambil air dengan menggunakan pompa secara individu dengan menarik kabel listrik membentang jauh yang cukup membahayakan.Salah satu solusi terhadap permasalahan yang ada di Dusun Argomulyo tersebut adalah membuat Pompa Hydram (hydraulic ram) untuk mengisi air ke tandon agar murah dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan. Keberadaan pompa hydram sangat diperlukan khususnya untuk mengatasi permasalahan air bersih pedesaan seperti Dusun Argomulyo Desa Gunung Ronggo Kecamatan Tajinan. Kondisi masyarakat yang tidak mampu sangat sulit untuk mengembangkan jenis pompa centrifugal atau pompa lain yang mengandalkan bahan bakar solar maupun listrik. Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya operasi dan pemeliharaan yang lebih mahal akan sulit untuk mengembangkan pengelolaan air bersih, sehingga pembangunan pompa hydram (hydraulic ram) ini menjadi solusi yang tepat.Pompa hydram yang sudah terbangun berjumlah 2 unit yang disebut sebagai twin hydram dimana masing-masing berkapasitas @15 liter/menit, namun karena kondisi kontur lokasi yang cukup datar sehingga kinerja pompa maksimal hanya sekitar @10 liter/menit. Peningkatan kapasitas pompa ini bisa dilakukan dengan menambah pipa drainasi berukuran 4” sepanjang 100 m ke arah hilir untuk membuang dengan cepat limpahan air yang terbuang dari pompa hydram sehingga tidak mengganggu kerja klep pompa yang terendam air. Kegiatan ini mendapatkan dukungan baik oleh warga maupun aparat desa, terbukti dalam pelaksanaannya beberapa item pekerjaan dilakukan secara gotong-royong. Kata Kunci : Hydraulic Ram, Katup Limbah, Pipa Drive, Pipa Delivery ABSTRACTThe village Gunungronggo is located in the Tajinan district where is about 15 kilometers east of Malang. The area is located on the slopes Buring, which consists of 1933 heads of families consisting of 8000 inhabitants. in the topography of the village is dominated by hills with steep slopes with relatively high rainfall that has the potential sources of water and is a Jenon Spring maintained.  The existence of eye discharge water source large enough Jenon about 300 liters/sec, but not guarantee the residents in the village of Gunungronggo particularly both Argomulyo 2 and Argomulyo 3 to get clean water from Jenon spring, although geographically adjacent. This is because the conditions in the location near the source, far from the utility grid electricity and no manager HIPPAM (Drinking Water Association business), so that only people who are economically able to take up water using a pump individually by pulling the power cord stretches far enough harm.One solution to the problems of water supply is built Hydram pumps (hydraulic ram) to fill water into the reservoir in order to cost in the implementation of the Operation and Maintenance. The existence hydrant pump is indispensable in addressing the problems of rural clean water as Hamlet Village of Mount Ronggo Argomulyo subdistrict Tajinan. The condition of poor people very hard to develop this type of centrifugal pump or other pumps that rely on diesel fuel and electricity. Public awareness to bear the costs of operation and maintenance of the more expensive it will be difficult to develop water management, so development hydram pump (hydraulic ram) became the appropriate solution. Keywords: Hydraulic Ram, Waste Valves, Pipes Drive, Pipe Delivery 
PENGENDALIAN BANJIR DI SUB DAS JEROAN KABUPATEN MADIUN vindha bagus devianto; Donny Harisuseno; Runi Asmaranto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.317 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2017.008.02.4

Abstract

Banjir merupakan peristiwa alam yang dapat menimbulkan kerugian harta benda penduduk serta korban jiwa. Kondisi tersebut terjadi di sub DAS Jeroan di Kabupaten Madiun, dimana berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa selama 12 tahun terakhir, banjir terbesar terjadi pada tahun 2007. Kajian ini bertujuan untuk menganalisa upaya pengendalian banjir di sub DAS Jeroan. AVSWAT 2000 digunakan untuk menghitung debit puncak banjir akibat pengaruh perubahan tataguna lahan, sedangkan debit banjir rancangan digunakan HSS Nakayasu dengan verifikasi dilakukan berdasarkan data debit banjir historis AWLR Jeroan. Untuk mengetahui kapasitas tampungan sungai Jeroan dilakukan analisis profil muka air dengan bantuan HEC-RAS 5.0.1. Hasil kajian simulasi pemodelan AVSWAT 2000 menunjukkan terjadi fluktuasi debit puncak banjir berdasarkan perubahan tataguna lahan tahun 2006, 2009, 2012 dan 2015. Debit kala ulang banjir yang mendekati debit historis (AWLR) adalah debit kala ulang 25 tahun sebesar 296,967 m3/dt. Dengan simulasi HEC-RAS 5.0.1 kapasitas sungai Jeroan tidak dapat menampung debit kala ulang 25 tahun di beberapa patok yang mengakibatkan genangan di lahan sebesar 5.169.952 m3. Pengendalian banjir dilakukan dengan pembuatan bendungan di 2 (dua) lokasi di hulu sub DAS Jeroan dan normalisasi sungai serta pembuatan tanggul sungai di hilir Sub DAS Jeroan.  
ANALISA KERUNTUHAN BENDUNGAN TUGU KABUPATEN TRENGGALEK Pradoko Indra Purwanto; Pitojo Tri Juwono; Runi Asmaranto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1402.027 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2017.008.02.8

Abstract

Bendungan Tugu yang termasuk dalam sistem pengaliran sungai Keser dan berlokasi di Kabupaten Trenggalek, Propinsi Jawa Timur telah disimulasikan runtuh dengan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 5.0.1. Sebaran banjir yang terjadi akibat keruntuhan Bendungan Tugu dengan skenario overtopping memiliki dampak yang lebih besar daripada skenario akibat piping atas. Pada skenario piping atas karakteristik banjir di lokasi terpilih yang paling parah adalah Desa Nglinggis pada jarak 500 meter dengan kedalaman banjir 7.26 meter, kecepatan aliran banjir 12.44 meter/detik, dan waktu tiba banjir 40 detik sedangkan pada skenario overtopping karakteristik banjir di lokasi terpilih yang paling parah adalah Desa Nglinggis pada jarak 500 meter dengan kedalaman banjir 7.94 meter, kecepatan aliran banjir 12.44 meter/detik, dan waktu tiba banjir 40 detik. Sehingga dalam analisa sebaran banjir digunakan skenario keruntuhan bendungan akibat overtopping yang secara administratif mencakup 14 Desa, 4 Kecamatan di Wilayah Kabupaten Trenggalek dengan jumlah penduduk yang terkena resiko diperkirakan mencapai 59.925 jiwa. Berdasarkan SK Dirjen SDA PU, tahun 2011 Bendungan Tugu diklasifikasikan Bahaya Sangat Tinggi. Keruntuhan bendungan mempunyai dampak yang sangat besar, sehingga diperlukan upaya pencegahan keruntuhan bendungan. Dari hasil analisa, Bendungan Tugu mempunyai potensi overtopping sehingga dapat memicu keruntuhan bendungan. Rekomendasi pencegahan dengan cara teknis yaitu dengan membuat emergency spillway sebesar 6 meter atau meninggikan tubuh bendungan sebesar 1 meter. Sedangkan keruntuhan bendungan akibat piping dapat dicegah dengan cara menurunkan muka air waduk dibawah elevasi kerusakan bendungan.
EVALUASI DAN PENGEMBANGAN JARINGAN IRIGASI RAWA PASANG SURUT TERHADAP POLA OPERASI PINTU AIR D.I.R PEMATANG LIMAU KABUPATEN SERUYAN hairin noor; Suhardjono Suhardjono; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.425 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2018.009.01.2

Abstract

Kabupaten Seruyan Propinsi Kalimantan Tengah secara umum memiliki lahan dan air yang cukup tersedia. Daerah Irigasi Rawa (D.I.R) Pematang Limau dipengaruhi oleh muka air pasang surut yang terjadi pada Sungai Seruyan. Pada musim hujan, muka air meningkat akibat air pasang dan curah hujan. Sementara di musim kemarau lahan menjadi kering. Untuk itu perlu dilakukan pengaturan pola operasi pintu air. Untuk mengetahui profil aliran di saluran primer digunakan software HEC-RAS 5.0.1 pada kondisi kering. Simulasi dilakukan dengan: (1) simulasi debit air pasang tanpa pintu air, (2) simulasi pintu air (existing), (3) simulasi dengan merubah lebar pintu air saluran primer dari 1 m menjadi 1,5 m dan (4) merubah koefisien Manning dari 0,027 menjadi 0,018. Dari beberapa simulasi yang dibuat, simulasi kedua menunjukkan elevasi muka air tertinggi pada cross section 1-12, namun tidak mampu menggenangi lahan yang berada di kanan atau kiri cross section 10-12. Langkah penanganan selanjutnya dengan menutup pintu air pada saluran primer ketika puncak debit pasang. Berdasarkan hasil perhitungan, kedalaman genangan pada lahan sebesar 0,001 m atau 1 mm jika secara bersamaan, sedangkan jika dilakukan secara bergilir 0,015 m atau 1,5 cm. Hasil perhitungan genangan yang terjadi akibat hujan 0,061 m atau 6,1 cm, sedangkan hasil perhitungan di saat pasang dan bersamaan terjadinya hujan diperoleh 0,062 m atau 6,2 cm. Alternatif terakhir untuk mengatasi kekeringan adalah dengan sistem pompanisasi. Hasil perhitungan dengan lama operasi pompa 10 jam/hari selama 6 hari, untuk kedalaman genangan (y) 5 cm, maka kebutuhan unit pompa sebesar 12 buah.
PEMODELAN NUMERIK PELIMPAH SAMPING WADUK TELAGAWAJA BALI KABUPATEN KARANGASEM DENGAN ANALISA KOMPUTASI FLUIDA DINAMIS Wibowo, Anggara Cahyo; Dermawan, Very; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.801 KB)

Abstract

ABSTRAK Pembangunan bendungan Telagawaja merupakan suatu alternatif untuk mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan air, baik domestik maupun non domestik sebagai suatu upaya konservasi sumber daya air. Bendungan terdiri dari bangunan pelimpah, saluran peluncur dan kolam olak. Tujuannya adalah memberikan gambaran tentang pola hidrolika pada pelimpah samping (side channel spillway) yang terjadi pada model test. Dasar dari hasil kalibrasi CFD (Computational Fluid Dynamic) adalah data hasil pengukuran model test. Hasil kalibrasi yang didapat untuk parameter kecepatan memenuhi kriteria yaitu kesalahan relatifnya dibawah 10%. Namun ada beberapa section yang tidak memenuhi standar KR, yaitu hasil parameter tekanan serta parameter tinggi muka air. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, hasil pemodelan hidraulika bisa menjadi lebih berkembang dalam penentuan sebuah alternatif desain spillway dan mempermudah dalam proses perencanaannya. Kata Kunci: CFD, Skala Model, Model Fisik, Hidrolika, Pelimpah ABSTRACT Construction of Telagawaja dams is an alternative to resolve the problem of fulfillment the water needs for both domestic and non-domestic in the area as the conservation of water resources. Dams consist of spillway, chute, and stilling basin. The aim of this study is to describe a detail of the hydraulics patterns of side channel spillway in model tests. Basic criteria of CFD (Computational Fluid Dynamic) calibrations is measurement data from model test. The calibration results for velocity parameter of relative error less than 10%. However, there are several sections that cannot be accepted by the standards relative error, such as the result of pressure parameters and the parameters of the water level. Expected the results of the hydraulics modeling could be more improved in the determination of an alternative spillway design and simplify the planning process. Keywords: CFD, Scale Modelling, Physical Model, hydraulics, Spillway
KAJIAN SISTEM PEMBERIAN AIR IRIGASI METODE KONVENSIONAL DAN METODE SRI (SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION) PADA DAERAH IRIGASI PAKIS KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG Puteriana, Shintya Agustien; Harisuseno, Donny; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.092 KB)

Abstract

ABSTRAK Daerah Irigasi (D.I) Pakis memiliki luas area baku sawah sebesar 721 Ha. Pola tanam pada Daerah Irigasi (D.I) Pakis membutuhkan pelayanan pembagian air irigasi yang tepat baik dalam segi waktu maupun jumlah untuk menghasilkan produksi tanam yang optimal. Intensitas tanam pada pola tanam eksisting adalah sebesar 279,31 % dengan sistem pembagian air irigasi metode konvensional. Rencana tata tanam dilakukan peningkatan intensitas tanam sebesar 300 % dengan sistem pemberian air irigasi metode SRI (System of Rice Intensification). Metode ini memiliki tingkat penghematan sebesar 88,65 % jika dibandingkan dengan metode konvensional. Faktor penghambat dalam penerapan budidaya SRI (System of Rice Intensification) pada lokasi terbagi menjadi 3 (tiga) faktor yaitu faktor teknis, faktor sosial dan faktor ekonomi. Kata Kunci: Intensitas Tanam, Metode Konvensional, Metode SRI (System of Rice Intensification), Faktor Penghambat ABSTRACT The total area of Pakis Irrigation is about 721 Ha. The cropping in Pakis Irrigation Area needs appropriate system to supply of irrigation water both in terms of time and quantity. This system implied to improve optimal production. Cropping intensity of existing condition using conventional method is 279,31 %. The cropping plan that using SRI (System of Rice Intensification) method increases cropping intensity into 300%. This method has the percentage of saving water irrigation about 88.65% if it is compared to the conventional method. Inhibiting factor in the application of  SRI (System of Rice Intensification) methods is divided into three (3) factors: technical factor, social factor and economic factor. Keywords:  Cropping intensity, Konventional Method, SRI (System of Rice Intensification) Method, Inhibiting factor
STUDI PENERAPAN ECODRAIN PADA SISTEM DRAINASE PERKOTAAN (Studi Kasus : Perumahan Sawojajar Kota Malang)) Ardiyana, Mita; Bisri, Mohammad; Sumiadi, Sumiadi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.803 KB)

Abstract

ABSTRAK: Ekodrainase merupakan konsep pengelolaan air hujan dan limpasannya pada sistem drainase perkotaan. Pada musim hujan, Sawojajar sebagai kawasan padat bangunan dan penduduk, menjadi salah satu daerah genangan di Kota Malang.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas saluran drainase eksisting, serta mengetahui prosentase reduksi debit limpasan hujan dengan penerapan ekodrainase di kawasan Perumahan Sawojajar. Untuk menganalisanya, dilakukan pemodelan limpasan hujan kala ulang 5 tahun menggunakan instrumen Storm Water Management Model (SWMM) dengan membandingkan kondisi jaringan drainase sebelum dan sesudah penerapan sumur resapan, bioretensi dan perkerasan permeabel. Untuk simulasi hujan rancangan, menggunakan data curah hujan jam-jaman yang diperoleh dari stasiun penakar Kedungkandang selama 10 tahun (2006 – 2015). Perhitungan intensitas hujan menggunakan metode Sherman, diperoleh intensitas hujan durasi 2 jam dengan kala ulang 5 tahun sebesar 22.67 mm/jam. Untuk kalibrasi model, data curah hujan dan debit outlet menggunakan hasil pengamatan pada tanggal 02 April, 14 April  dan 20 Oktober 2016. Hasil kalibrasi model menunjukkan nilai Root Mean Square Error (RMSE) antara debit pemodelan dengan debit terukur sebesar 3.1%, sedangkan nilai RMSE hasil validasi dan verifikasi masing-masing sebesar 4.70% dan 4.43%. Hasil simulasi menunjukkan kapasitas saluran drainase eksisting tidak mampu menampung hujan kala ulang 5 tahun, mengakibatkan genangan di 25 titik. Prosentase reduksi debit limpasan lahan dan saluran dengan penerapan sumur resapan, bioretensi dan perkerasan permeabel berkisar antara 14.49%-92.26%, sedangkan reduksi debit banjir di outlet akhir mencapai 37.55%. Sumur resapan mereduksi 23.41% debit limpasan, perkerasan permeabel 14.02% sedangkan bioretensi 0.1%.Kata kunci: ekodrainase, debit limpasan hujan, pemodelan, kalibrasi, SWMM