cover
Contact Name
Muh. Nurjati Hidayat
Contact Email
jurnalpengairan@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anggara.wws@ub.ac.id
Editorial Address
Jurnal Teknik Pengairan Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20861761     EISSN : 24776068     DOI : 10.21776
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Pengairan is a scientific journal published regularly twice per year by Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Arjuna Subject : -
Articles 374 Documents
ANALISIS PENANGANAN GENANGAN PADA WILAYAH KOTA BANJARMASIN SOLIKIN, SOLIKIN; Suhartanto, Ery; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1159.759 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.02

Abstract

ABSTRAK: Hujan seringkali mengakibatkan genangan di wilayah Banjarmasin. Hujan 30 Maret 2016, mengakibatkan genangan (tinggi ±8-60 cm) di Satuan Wilayah Penanganan Genangan (SWPG) Sudi Mampir. Tujuan penelitian ini mengkaji kapasitas drainase eksisting dan pengaruh pasang Sungai Martapura. Hujan rancangan dihitung dengan Log Pearson III. Debit banjir saluran drainase dihitung dengan Metode Rasional. Perhitungan debit banjir Sungai Martapura digunakan Metode HSS Nakayasu. Pemodelan profil aliran sungai dengan HEC-RAS v5.01. Perhitungan back water pada S. Telawang dengan Metode Tahapan Langsung. Hasil analisis, hujan yang terjadi sebesar 138 mm setara R32tahun. Terdapat 35 saluran tidak memadai di SWPG. Volume genangan akibat hujan di SWPG sebesar 54.470,07 m3, dengan tinggi rerata di lahan 10.3 cm dan 47 cm di jalan. Debit Sungai Martapura saat kejadian setara Q2tahun (566.54 m3/dtk). Volume dan luas genangan akibat luapan sungai di SWPG 2.216,68 m3 dan 11.093,26 m2. Tinggi rerata genangan di kawasan sekitar sungai ±20 cm.Kata kunci: Drainase, Genangan, Back Water, Pasang Surut, PolderABSTRACT: The rainfall often cause inundation in the area of Banjarmasin. Rainfall on March 30, 2016, cause inundation (high ± 8-60 cm) in SWPG Sudi Mampir. The purpose of this study to examine the capacity of the existing drainage and tidal influence of Martapura River. Maximum Rainfall with certain return period calculated by Log Pearson III. Maximum Discharge in drainage channels are calculated with Rational Method. Martapura River flood discharge calculation used Nakayasu HSS Method. Modeling of river flow profile with HEC-RAS v5.01. Calculation of back water in Telawang River used Direct Step Method. The results of the analysis, the rainfall that occurred at 138 mm equivalent R32tahun. There are 35 channels in SWPG inadequate. Volume of inundation rainfall in SWPG is 54470.07 m3, with a mean height in the land 10.3 cm and 47 cm on the roads. Discharge of Martapura river at the time equivalent Q2tahun (566.54 m3/sec). Volume and area of inundation due overflow of Martapura Rivers in SWPG is 2216.68 m3 and 11093.26 m2. High average inundation in the area around the Martapura River is ± 20 cm.Key words: Drainage, Inundation, Back Water, Tidal, Polder
PENANGANAN KEBUTUHAN AIR DAN KERACUNAN PIRIT DI DAERAH IRIGASI RAWA KECAMATAN JEJANGKIT KABUPATEN BARITO KUALA DENGAN MEMPERGUNAKAN MODEL DUFLOW Yudianto, Engelbertus Fajar; Andawayanti, Ussy; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.98 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.09

Abstract

ABSTRAK, Semakin  meningkatnya kebutuhan akan pangan, maka diperlukan rekomendasi dalam meningkatkan  produksi pangan khususnya padi. Salah satunya dengan melakukan perluasan areal pertanaian ke lahan sub optimal (lahan pasang surut). Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan rekomendasi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada lahan rawa pasang surut Kecamatan Jejangkit dengan menggunakan program Duflow. Hasil simulasi program menunjukkan tata air yang ada tidak mampu mensuplai air pada lahan dan  resiko terjadinyaoksidasi  pirit pada lahan juga dapat terjadi.  sehingga direkomendasikan menggunakan pompa yang di letakkan pada muara primer dan muara tersier, dengan debit 1 m3/detik pada muara primer  dan  0,1 m3/detik di muara tersier. Dengan  pompa maka kebutuhan air untuk penanaman  padi akan tercukupi dan dapat mencegah terjadinya oksidasi pirit.           Kata kunci : rawa, pasang surut, pompa, genangan, pirit  ABSTRACT, The increasing requirements for food, its make the recommendations to improve food production its necessary needed, especially rice. One of  them is to expansion in sub-optimal land (tidal land). This study aims to provide recommendations to resolve  problems that occurred in the District of jejangkit tidal land using Duflow program.  Simulation results show  the water management  not capable to supplying water to the farm land and the risk for pyrite to oxidation on land can also occur. so it is recommended to use a pump that is  placed at the mouth of the primary and tertiary estuary, with  1 m3/ sec discharge at the mouth of the primary and 0.1          m3 / sec discharge at the mouth of the tertiary. By using a pump the water requirements for rice cultivation will be fulfilled and can prevent the oxidation of pyrite           Keywords: swamp, tidal, pumps, puddle, pyrite
SIMULASI NUMERIS PERUBAHAN MORFOLOGI DASAR LAUT PADA DESAIN PELABUHAN DI KABUPATEN GRESIK, INDONESIA Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis; Suharyanto, Agus; Pujiraharjo, Alwafi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.996 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.13

Abstract

ABSTRAK Pengembangan konstruksi Indonesia yang cepat akhir-akhir ini salah satunya dipicu dengan kebijakan tol laut dengan cara pembangunan pelabuhan baru. Salah satunya adalah di Kabupaten Gresik sebagai bongkar barang curah cair dan curah padat. Dibangunnya pelabuhan ini adalah mengurangi beban dan lama tunggu bongkar muat di Tanjung Perak sebagai pelabuhan utama. Besaran lahan reklamasi untuk pelabuhan dan panjang dermaga yang direncanakan akan berhubungan terhadap perubahan morfologi dasar laut. Untuk memahami kondisi tersebut studi dilakukan dengan menggunakan model numeris 2D Coastal Modeling System-Flow (CMS Flow). CMS-Flow menyelesaikannya dengan depth-integrated continuity dan persamaan momentum menggunakan metode volume-hingga. Formula transpor sedimen unified, van Rijn, dan formula transpor non-equilibrium (NET). Pemodelan jangka menengah dijalankan dengan waktu simulasi tiga bulan dengan 5 macam alternatif. Besaran sedimentasi yang minimum di dalam kolam pelabuhan adalah inti dari peninjauan studi. Alternatif yang ketiga dengan desain lolos air memberikan nilai erosi-sedimentasi yang paling kecil, sehingga membuat arus pasang surut dan sungai lebih stabil. Pengembangan dari reklamasi pelabuhan di masa depan disarankan maksimum pada jarak 2700m atau kurang dari garis pantai untuk mencegah turbulensi lebih lanjut. Key words: Perubahan morfologi, analsis hidrodinamik, alternatif pelabuhan, USACE CMS-Flow ABSTRACT The rapid development of Indonesia leads to Sea Toll Policy by Indonesian government. One of the potential locations is in Gresik Regency as solid and liquid bulk cargo. Purpose of the new harbor is to reduce dwelling time in Tanjung Perak harbor. The amount of land reclamation and the size of the port is strictly related with local sea bed morphological change. This study is conducted using the Coastal Modeling System-Flow (CMS-Flow) 2D numerical model. The unified sediment transport formula, the van Rijn, and a non-equilibrium transport formula (NET) were applied for the computation of sediment transport and morphology change. 5 alternatives medium-term CMS-Flow runs, with simulated times of three months. Minimum sedimentation rate inside harbor is key of the assessment. The chosen alternative model 3 with permeable design gives the lowest rate of erosion and sedimentation that makes tidal and river current are more stable. Development of port reclamation is suggested maximum 2700 m from the shoreline or less to prevent further turbulences. Key words: Morphological changes, hydrodynamic analysis, harbor alternatives, USACE CMS-Flow
KAJIAN ALIRAN PADA INLET SUDETAN SUNGAI CILIWUNG KE KANAL BANJIR TIMUR UNTUK PENGENDALIAN BANJIR JAKARTA Rica Yunita; Mohammad Sholichin; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.009 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2017.008.02.2

Abstract

Sudetan Sungai Ciiwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) merupakan salah satu cara untuk mengurangi banjir pada Sungai Ciliwung. Bangunan ini diharapkan mampu mengalihkan debit banjir sungai Sungai Ciliwung ke KBT sebesar 60 m3/detik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil model fisik dengan melakukan perbandingan aliran pada model fisik terhadap perhitungan secara teoritis dan analisa satu dimensi menggunakan HEC-RAS. Perhitungan teoritis dilakukan dengan metode De Marchi, side weir, percabangan anak sungai dan aliran melalui pulau. Perhitungan melalui 4 metode dan hasil simulasi HEC-RAS didapatkan beberapa perbedaan terhadap debit, kecepatan dan tinggi muka air pada inlet floodway (sudetan) Sungai Ciliwung ke KBT namun tidak terlalu signifikan. Baik hasil uji model fisik maupun perhitungan teoritis dan simulasi HEC-RAS debit 60 m3/detik dapat terjadi apabila elevasi muka air di Sungai Ciliwung diatas +12,342 m.  
ANALISA POTENSI SEDIMEN DEBRIS DI DAS KONTO PASCA ERUPSI GUNUNG KELUD 2014 Nita Rahayu; Very Dermawan; Dian Sisinggih
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.157 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2017.008.02.9

Abstract

Kali Konto merupakan salah satu anak sungai yang berhulu di lereng Gunung Kelud yang terkena dampak banjir lahar dingin akibat erupsi Gunung Kelud yang terjadi pada 13 Pebruari 2014. Banjir lahar dingin merupakan bencana sedimen dan tipe aliran debris yang mempunyai daya rusak yang cukup besar sehingga diperlukan upaya konservasi salah satunya dengan menerapkan bangunan pengendali sedimen (sabodam). Penelitian potensi sedimen debris dilakukan pada tiga titik outlet dari checkdam Siman sampai checkdam Damarwulan. Ruang lingkup kajian penelitian ini yaitu menganalisa besarnya potensi sedimen, menganalisa kemampuan daya tampung bangunan sabodam eksisting serta melakukan simulasi tata letak terhadap beberapa alternatif bangunan sabodam yang baru. Besarnya volume sedimen total (sedimen yield) di DAS Konto diperoleh dari analisa volume sedimen debris sekali banjir pada kala ulang 100 tahun, sedimentasi material bedload sungai, serta dari hasil pendugaan erosi lahan yang diestimasi menggunakan metode USLE dengan analisa spasial. Estimasi terhadap hasil produksi sedimen dibandingkan dengan kejadian banjir debris yang terjadi sebelumnya. Dari hasil analisa diperoleh volume sedimen yaitu titik outlet Siman sebesar 997.737,13 m3, titik outlet Lemurung sebesar 1.052.645,33 m3 dan titik outlet Damarwulan sebesar 1.255.616,35 m3. Sedangkan kemampuan bangunan sabodam eksisting secara sekeluruhan saat ini hanya mampu menampung dan mereduksi sedimen sebesar 306.090,79 m3 sehingga diperlukan bangunan sabodam baru untuk mengelola sisa potensi sedimen yang ada. Rekomendasi bangunan sabodam (BPS) baru yang terpilih dari hasil simulasi adalah Lokasi bangunan sabodam (BPS) alternatif 3 dengan volume daya tampung yaitu 231.070,60 m3.  
KAJIAN OPTIMASI ENERGI PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO KANZY I DI KABUPATEN PASURUAN Riska Karunia Ellanda; Pitojo Tri Juwono; Runi Asmaranto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.106 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2018.009.01.3

Abstract

Keterbatasan jumlah pembangkit ternyata tidak dapat mengimbangi pertumbuhan industri maupun tingkat sosial ekonomi masyarakat. Dalam rangka mewujudkan ketahanan energi nasional dan menurunkan tingkat karbondioksida (CO2), pemanfaatan sumber energi baru terbaharukan untuk kepentingan ketenagalistrikan naisonal harus diutamakan. Dalam studi optimasi PLTMH Kanzy I ini bertujuan untuk melihat bagaimana debit aliran di tahun kering, normal dan basah sehingga potensi daya disetiap kondisi dapat terlihat. Pada PLTMH Kanzy I memakai aliran Sungai Welang dengan menggunakan debit andalan Q32 pada tahun basah (tahun 2010) sebesar 22,75 m3/dt dan energi tahunan yang dihasilkan sebesar 21.681.469,97 kWh. Pada debit andalan Q56 pada tahun normal (tahun 1987) sebesar 4,63 m3/dt dan energi tahunan yang dihasilkan sebesar 8.167.878,92 kWh. Dan pada debit andalan Q80 pada tahun kering (tahun 2007) sebesar 0,022 m3/dt dan energi tahunan yang dihasilkan sebesar 59.211,41 kWh.
MITIGASI BENCANA BANJIR AKIBAT KERUNTUHAN BENDUNGAN BERDASARKAN DAMBREAK ANALYSIS PADA BENDUNGAN BENEL DI KABUPATEN JEMBRANA Murdhianti, Ari; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.578 KB)

Abstract

Abstrak : Mitigasi bencana banjir akibat keruntuhan Bendungan Benel dimaksudkan untuk mengurangi dampak resiko bencana yang terjadi dari aspek teknis maupun non teknis. Analisa keruntuhan Bendungan Benel dilakukan dengan menggunakan program BOSS DAMBRK. Program BOSS DAMBRK yang digunakan dapat membuat hidrograf banjir, kedalaman banjir, kecepatan banjir serta peta daerah genangan banjir yang nantinya akan dijadikan acuan dalam merencanakan daerah evakuasi. Dari studi ini diperoleh hasil Bendungan Benel termasuk kategori bendungan dengan Tingkat Klasifikasi Bahaya 3 atau Klasifikasi Bahaya Agak Tinggi. Luas daerah genangan akibat banjir kedalaman 0 m~0,60 m adalah 664.507 ha, kedalaman 0,60~1,50 m adalah 1305.056 ha dan kedalaman >1,50 m adalah 2233.773 ha. Sistem mitigasi banjir yang dilaksanakan mencakup tiga tahap yaitu sebelum terjadi banjir, saat terjadi banjir dan setelah terjadi banjir. Kata Kunci :        Analisa Keruntuhan Bendungan, Bendungan Benel, mitigasi banjir, Program BOSS DAMBRK Abstract : Mitigation of floods due to the collapse of the Benel dam is intended to reduce the impact of disasters the risk of technical and non-technical aspects. Benel Dam collapse analysis were performed using the BOSS DAMBRK. BOSS DAMBRK program can create flood hydrograph, flood depth, speed of floods and flood inundation maps that will be used as a reference in planning the evacuation area. From this research, its known that the category Benel Dam is Level 3 of Hazard Classification Danger High Bit. The area of inundation depth of 0 m~0,60 m is 664 507 ha, depth 0,60 m~1,50 m is 1305,056 ha and a depth of >1.50 m is 2233,773 ha. System of flood mitigation undertaken includes three stages, before the flood, during and after the floods. Kata Kunci :        The collapse of the Benel dam, Benel dam, Mitigation of floods, BOSS DAMBRK program
STUDI PERUBAHAN VOLUME WADUK CACABAN DENGAN SURVEI PEMERUMAN WADUK WWS, Anggara; Sundary, Nuny
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.973 KB)

Abstract

Abstrak: Pemeruman waduk dengan alat echo sounder merupakan suatu metode yang saat ini digunakan untuk melakukan survey bathimetri permukaan waduk. Survey dilakukan dengan melakukan pengukuran bathimetri waduk berdasarkan rute pemeruman yang pernah dilakukan pada studi yang telah dilakukan pada tahun 2012 sehingga diharapkan akan didapatkan hasil yang tepat dalam memperkirakan laju sedimentasi waduk yang terjadi selama kurun waktu 2012-2016.dari hasil survey didapatkan bahwa telah terjadi penurunan volume kapasitas waduk sebesar 668.244,50 m3 selama kurun waktu tersebut. Volume waduk Cacaban yang ada saat ini  adalah sebesar 55.681.748, 50 m3 dari volume awal waduk di tahun 1958 adalah sebesar 90 juta m3 pada saat muka air normal. Kata kunci: Bendungan Cacaban, Sedimentasi Waduk, Survei Pemeruman Waduk.  Abstract: Echo sounder Reservoir bathymetric survey is a currently method used to survey the surface of reservoir bathymetry. The reservoir bathymetry survey was conducted by measuring route based that ever conducted on studies that have been done in 2012 so hopefully it will get the right result in estimates of reservoir sedimentation rate that occurred during the period 2012-2016. From the survey results showed that there has been a 668,244.50 m3reservoir volume capacity reducing during this period. Cacaban reservoir volume recently is equal to 55,681,748, 50 m3compared with the initial volume of the reservoir in 1958 that amount to 90 million m3in the reservoir normal water level. Keywords: Cacaban Dam, Reservoir Sedimentation, Reservoir Bathymetric Survey.
KAJIAN PENANGANAN SEDIMENTASI DANAU TONDANO Sorey, Teddy Dolfie; Bisri, Mohammad; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1502.682 KB)

Abstract

Abstrak : Pengelolaan DAS yang tidak tepat dapat mengakibatkan masalah erosi dan sedimentasi seperti yang terjadi di Danau Tondano, Provinsi Sulawesi Utara yang mengalami pendangkalan, sehingga mengancam masyarakat sebagai pemanfaat danau dan kelestarian danau itu sendiri. Penyebab utama pendangkalan adalah masuknya sedimen terutama berasal dari Sub DAS Panasen dan Ranoweleng akibat perubahan tataguna lahan. Hasil penelitian tahun 2010 menunjukkan 74% luas DAS Danau Tondano masuk klasifikasi ringan sampai sedang, sedangkan 26% kritis. Hal ini mengindikasikan bahwa karakteristik lahan tersebut sebagian besar cukup kebal terhadap potensi erosi. Hasil penelitian saat ini didapat laju erosi 17,88 ton/hektar/tahun, debit inflow 3,55 m3/det, inflow sedimen 72.409 m3/tahun. Penanganan dilakukan secara vegetatif  dengan menetapkan jenis tanaman dan manajemen kawasan penyangga serta secara mekanik dengan membangun cekdam baru. Kata Kunci : Sub DAS, Erosi, Sedimentasi, Pendangkalan Danau, Konsep Penanganan Abstract :Improper watershed management can lead to problems such as erosion and sedimentation that occurred in Lake of Tondano, North Sulawesi Province which is currently experiencing silting up, thus threatening the society as the lake users and the preservation of the lake itself. The main cause of silting is the influx of sediment which primarily derived from Panasen Sub-watershed and Ranoweleng as a result of changes in land use. The results of the study in 2010 showed that 74% of Tondano Lake watershed area is classified as small to medium, while the rest 26 % categorized as critical. This indicates that the characteristics of the land is mostly quite resistant to the erosion potential. The results of the current study obtained erosion rate 17,88tonnes / ha / year, the discharge inflow 3,55 m3/s and the sediment inflow 72.409 m3/year. The handling is conducted vegetatively by determining the type of plant and management of buffer zones as well as mechanically by building new checkdam. Keywords : Sub Watershed, Erosion, Sedimentation, Silting Up of lake, Handling Concept
PEMANFAATAN SISTEM PEMANENAN AIR HUJAN (RAINWATER HARVESTING SYSTEM) DI PERUMAHAN BONE BIRU INDAH PERMAI KOTA WATAMPONE DALAM RANGKA PENERAPAN SISTEM DRAINASE BERKELANJUTAN Ali, Ilham; Suhardjono, Suhardjono; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.629 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.03

Abstract

ABSTRAK:  Perumahan Bone Biru Indah Permai Kota Watampone terletak di Kabupaten Bone Propinsi Sulawesi Selatan.  Permasalahan sumber daya air yang terjadi di perumahan ini, adalah; di musim hujan, luapan aliran drainase seringkali mengakibatkan terjadinya genangan pada jalan-jalan perumahan dan rumah-rumah penduduk, sementara di musim kemarau, terjadi kelangkaan air bersih.  Penelitian ini mengkaji penerapan sistem drainase berkelanjutan dengan teknik pemanenan air hujan (PAH), dengan tujuan untuk mengetahui besaran potensi curah hujan yang dapat dipanen dan sisa limpasan yang harus di-manage oleh sistem drainase eksisting, serta untuk menentukan besaran kapasitas sarana PAH yang dibutuhkan dalam memenuhi keperluan suplai air bersih penduduk.  Potensi air hujan dihitung dengan menggunakan tinggi hujan harian rata-rata bulanan yang diperoleh dari Metode Rata-rata Aritmetik.  Kapasitas sarana PAH ditentukan dengan Metode Simulasi Tampungan Bulanan.  Limpasan permukaan rencana dihitung dengan Metode Rasional.  Dari  hasil kajian diperoleh; potensi curah hujan yang dapat dipanen dari permukaan atap sebesar 147.009,86 m3 per tahun, sisa limpasan hujan yang bersumber dari atap sebesar 25.829,86 m3 per tahun dan  total kapasitas tampungan sarana PAH yang dibutuhkan sebesar 4.743,20 m3.  Dengan penerapan sistem PAH, mampu mereduksi jumlah limpasan drainase yang  terjadi sekaligus juga dapat mengefektifkan fungsi saluran-saluran dan gorong-gorong drainase eksisting yang ada di perumahan ini.  Kata kunci: sistem pemanenan air hujan, sistem drainase berkelanjutan. ABSTRACT: Bone Biru Indah Permai Residence City of Watampone lied in Bone Regency, Province of South Sulawesi.  Problems of water resources that happened in this residence, were; in rainy seasons, overflow of drainage caused inundation on resindence's roads surfaces and inhabitants houses alwaysly, in the other side, in dry seasons, fresh water scarecity was occured.  This research studying the implementation of sustainable drainage system by using rainwater harvesting system, with aims; to know how much potency of rainfall  that can be harvested and remaining runoff must be managed by existing drainage system, and also to determine how big capacity of rainwater harvesting storage that needed to fulfill residence's inhabitant fresh water supply needs.  Potency of rainwater was calculated by using monthly average rainfall height that obtained from height of monthly average daily-rainfall which was determined with Arithmatic Average Method. Capacity of the rainwwater harvesting storages was designed by using Monthly Storage Simulation Method. Design surface runoff was calculated by using Rational Method. Result of study showed that; there were 147.009,85 m3 in a year potency of rainwater that could be harvested from rooftop surfaces, 25.829,86 m3 rooftops-runoff which still remained in every year and 4.743,20 m3 the total of capacity of rainwater harvesting storage that needed. With the implementation of rainwater harvesting system, can reduce the total drainage run-off  and in the same time can make the functions of the channels and culverts in this residence to be more efectively too.Keywords: rainwter harvesting system, sustainable drainage system