cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
Hubungan Penilaian Morfologi Ambing Dengan Produksi Susu Sapi Perah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat Pratama, Septian Ade; Sembada, Pria
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2026.027.01.7

Abstract

Proses seleksi ternak yang tepat sangat penting bagi keberhasilan program impor sapi perah. Oleh karena itu, sebelum sapi didatangkan ke Indonesia, diperlukan parameter penilaian untuk mengukur kemungkinan produksi susu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana morfologi ambing sapi perah Friesian Holstein dan produksi susunya berkorelasi satu sama lain. Penelitian ini dilakukan di salah satu perusahaan peternakan sapi perah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan 31 ekor sapi perah pada laktasi kedua, dengan durasi penelitian selama 6 bulan. Data morfologi ambing, termasuk tinggi, lebar, panjang, volume, dan lingkar ambing, serta panjang dan lingkar puting, diperoleh melalui pengukuran dan observasi langsung. Sementara itu, produksi susu diperoleh dari catatan harian perusahaan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi linier sederhana serta regresi linier berganda. Temuan utama menunjukkan bahwa lingkar ambing memiliki korelasi paling kuat dengan produksi susu, dengan r = 0,396, R² = 0,157, serta p-value < 0,05. Morfologi ambing secara keseluruhan memberikan kontribusi kecil terhadap variasi produksi susu harian. Sebagian besar variasi produksi susu dipengaruhi oleh faktor eksternal lain yang perlu diuji lebih lanjut dalam penelitian selanjutnya, seperti kualitas pakan, manajemen pemeliharaan, kondisi lingkungan, dan lain-lain. Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya morfologi ambing sebagai salah satu indikator untuk memprediksi produktivitas sapi perah, namun juga penting untuk mengoptimalkan faktor-faktor lainnya agar memperoleh hasil yang optimal.
Proyeksi Produksi Daging Unggas dan Implikasinya Terhadap Capaian Angka Kecukupan Protein Hewani di Nusa Tenggara Timur Sihombing, Dewi; I Kadek Yoga Kertiyasas; Bastari Sabtu; Heri Armadianto; Eve Ida Malau
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2026.027.01.8

Abstract

Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi tantangan serius terkait stunting dan wasting pada balita, sehingga pemenuhan Angka Kecukupan Protein (AKP) hewani menjadi indikator krusial pembangunan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis proyeksi ketersediaan daging unggas pada periode 2026-2030 dan implikasi kontribusinya terhadap capaian AKP bagi penduduk NTT. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari BPS diolah menggunakan model regresi linear untuk peramalan. Ketepatan model diukur melalui MAPE, MAD, dan MSD, dengan perhitungan kontribusi protein menggunakan standar AKP 57 gram/hari. Hasil analisa menunjukkan adanya transformasi sektor peternakan menuju sistem intensif. Produksi ayam pedaging diproyeksikan meningkat drastis mencapai 31.055.297 kg pada 2030, dengan kontribusi terhadap AKP naik menjadi 3,621%. Sebaliknya, produksi ayam kampung dan itik diprediksi menurun drastis, menyebabkan kontribusi protein masing-masing menyusut menjadi 0,33% dan mendekati nol pada 2030. Di sisi lain, ayam petelur menunjukkan tren peningkatan produksi positif dengan kontribusi sebesar 0,060%. Kesimpulan dari penelitian ini, transformasi peternakan didominasi oleh ayam pedaging yang berfungsi sebagai sumber protein hewani bagi masyarakat urban dan semi-urban, sementara komoditas tradisional seperti ayam kampung dan itik semakin terpinggirkan dalam lanskap produksi daerah.
Ketepatan Aplikasi Estrous Detector dan Pengamatan Visual Estrus Pada Sapi Friesian Holstein Pramudhita, Anggita Dian; Turawan, Carles; Rachmawati, Achadiah; Utami, Putri; Susilawati, Trinil; Yekti, Aulia Puspita Anugra
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2026.027.01.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi dan efektivitas deteksi estrus pada sapi Friesian Holstein (FH) menggunakan metode pengamatan visual dan estrous detector. Penelitian dilaksanakan di Peternakan Esa Jaya Farm, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, dengan menggunakan 10 ekor sapi betina FH sebagai materi penelitian. Sampel dipilih dari sapi yang menggunakan alat pendeteksi estrus Datamars Livestock, dengan kriteria memiliki Body Condition Score (BCS) 2,5–4, berumur lebih dari 1,5 tahun, sehat, dan menunjukkan tanda-tanda estrus. Variabel yang diamati meliputi keberhasilan deteksi estrus, Non-Return Rate 1 (NRR1), Non-Return Rate 2 (NRR2), dan Conception Rate (CR). Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deteksi estrus menggunakan estrous detector memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi, yaitu 88%, dibandingkan metode visual sebesar 56%. Pada parameter NRR, penggunaan aplikasi estrous detector juga menunjukkan hasil yang lebih baik, dengan NRR1 sebesar 82% dan NRR2 sebesar 73%, sedangkan metode visual menghasilkan NRR1 sebesar 79% dan NRR2 sebesar 71%. Namun demikian, nilai CR pada kedua metode sama, yaitu sebesar 10%. Rendahnya nilai CR mengindikasikan bahwa keberhasilan kebuntingan tidak hanya ditentukan oleh akurasi deteksi estrus, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti defisit energi, tingginya produksi susu, dan manajemen reproduksi yang belum optimal. Selain itu, selama fase estrus diamati perubahan perilaku pada sapi, berupa penurunan aktivitas ruminasi, makan, dan istirahat pada kedua metode pengamatan. Disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi estrous detector cenderung meningkatkan akurasi deteksi estrus dan memberikan perbaikan pada nilai NRR, tetapi belum meningkatkan CR. Oleh karena itu, penerapan aplikasi estrous detector perlu didukung oleh perbaikan manajemen reproduksi untuk mengoptimalkan keberhasilan inseminasi buatan.
Milk Production, Lactation Curve and Persistency of Friesian Holstein Cows in Smallholder Dairy Farms Ridhowi, Aswah; Djoharjani, Trianti; Maylinda, Sucik
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2026.027.01.10

Abstract

This study aimed to evaluate milk production, lactation curve characteristics, and lactation persistency of Friesian Holstein cows reared under tropical smallholder dairy farming conditions. Milk production data were collected from 164 lactating cows across five lactation periods during a 305-day lactation. Cows were milked twice daily, and weekly average milk yields were used to describe lactation curves and persistency patterns. The results showed that milk production increased progressively from the first to the third lactation and declined during the fourth and fifth lactations. The highest total milk production was observed in the third lactation (5539.6 L), while the first lactation showed the lowest yield (3649.1 L). All lactation groups exhibited a typical lactation curve pattern, characterized by rapid milk yield increase after calving, peak production during weeks 4 – 7, and gradual decline thereafter. Lactation persistency was better in first- and second-lactation cows less than 8%, with lower monthly production declines compared to older cows. Milk production decline accelerated 9.25% after five months of gestation, indicating reduced persistency during late pregnancy. Incorporating lactation period and gestation stage into nutritional and reproductive management programs may help optimize milk production and lactation persistency. Such strategies can contribute to improved productivity and economic efficiency in tropical smallholder dairy farms.

Filter by Year

2007 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue