cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
Effects of Hatching Eggs Storage at Room Temperature on Hatching Performance and Day Old Chick Quality of Arab Chickens Andri, Faizal; Fajriah, Putri; Tasya, Silvi Annas; Marwi, Filoza; Nurwahyuni, Eka; Yulianti, Dyah Lestari; Prayogi, Heni Setyo; Sudjarwo, Edhy
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.7

Abstract

This study evaluated the effect of hatching egg storage at room temperature on hatching performance and day old chick quality of Arab chickens. Two hundreds hatching eggs were obtained at the same day from 55-weeks-old Arab chicken flocks. Hatching eggs were then randomly distributed into four treatments, including 1 day storage (1DS), 4 days storage (4DS), 7 days storage (7DS), and 10 days storage (10DS). Each of those treatment using five replicates and each of replicate consisted of 10 hatching eggs. Temperature and relative humidity in the storage room were 27.9 ± 0.55 °C and 55.4 ± 4.84%, respectively. At the end of each storage duration, hatching eggs were incubated at temperature and relative humidity of 37.8 ± 0.08 °C and 58.94 ± 5.66%, respectively, for 516 hours. Result showed that egg storage duration for up to 10 days did not affect (P > 0.05) fertility. However, 4DS treatment had a higher (P < 0.05) hatchability of set eggs and hatchability of fertile eggs. Embryonic mortality was also lower (P < 0.05) in 4DS than the other treatments. Egg storage duration had no effect (P > 0.05) on chick length, hatch yield, and Pasgar score. Whereas, chick weight in 1DS and D4S was higher (P < 0.05) than 7DS and 10DS. Furthermore, saleable chicks in 4DS also higher (P < 0.05) than the other treatments. It could be concluded that hatching egg storage at room temperature for 4 days provides optimum hatching performance and day old chick quality of Arab chickens.
Effect of Harvesting Age on Walking Ability, Pododermatitis, Carcass Percentage, Abdominal Fat Percentage, And Revenue/Cost Ratio of Broiler Chickens Nursita, Ita Wahju; Putra, Donisius Adonara
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.9

Abstract

This study was conducted to evaluate the effect of harvesting age on walking ability, pododermatitis, carcass percentage, abdominal fat percentage, and revenue/cost (R/C) ratio in broiler chickens. Three groups of five thousand Cobb chickens were reared until slaughter at ages 21 days (T1), 28 days (T2), and 35 days (T3), specifically for animal welfare and carcass quality variables using a sample of 15 chickens. The different harvesting ages did not show a different effect on the ability to walk broiler chickens which was marked by the acquisition of a score of 0, namely the chickens walked normally without detectable abnormalities in all treatments. Different harvesting ages had a highly significant effect (P < 0.01) on pododermatitis, carcass percentage, and abdominal fat percentage of broiler chickens. Pododermatitis score of T1, T2, and T3 was 1.00 ± 0.00, 1.20 ± 0.45, and 2.40 ± 0.55, respectively. Carcass percentage of T1, T2, and T3 was 65.26 ± 3.30%, 71.30 ± 17.00%, and 76.54 ± 3.00%, respectively. Abdominal percentage of T1, T2, and T3 was 1.34 ± 0.05%, 1.58 ± 0.22%, and 2.18 ± 0.08%, respectively. As for the R/C ratio obtained by each treatment sequentially 1.06, 1.16, and 1,09 for T1, T2, and T3, respectively. It could be concluded that harvesting ages have an impact on several factors such as pododermatitis, carcass percentage, abdominal fat percentage, and R/C ratio, but have no impact on the walking ability of broiler. The highest score of R/C ratio is obtained by T2 which shows that the greatest profit is obtained in harvesting chickens aged 28 days.
Korelasi dan Regresi Bobot Badan dan Morfometrik Tubuh Sapi Madura Kerapan Pada Kelompok Umur Berbeda Mubarak Z, Sultan; Maylinda, Sucik; Ciptadi, Gatot
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.6

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara bobot badan dan morfometrik tubuh berupa tinggi gumba (TG), lingkar dada (LD) dan panjang badan (PB) pada sapi Madura Kerapan. Terdapat 24 ekor sapi Madura Kerapan dengan rentang umur 6 sampai dengan 36 bulan sebagai sampel dari beberapa kecamatan di Sumenep. Data dianalisis menggunakan klasifikasi satu arah dan kemudian diikuti oleh analisis korelasi dan regresi untuk mengetahui hubungan setiap variabel yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertumbuhan bobot badan dan morfometrik tubuh. Laju pertumbuhan menurun pada saat ternak mencapai umur 18 bulan. Pendugaan bobot badan sapi Madura Kerapan terbaik menggunakan persamaan regresi YÌ‚ = -57,361+1,6444X, dengan X adalah lingkar dada. Kesimpulan pada penelitian ini adalah lingkar dada merupakan objek terbaik untuk memprediksi bobot badan sapi Madura Kerapan
Karakteristik Sapi Madura Betina Yang Digunakan Dalam Kontes Sapi Sonok Herviyanto, Doni; Kuswati, Kuswati
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.8

Abstract

Sapi Madura merupakan sapi lokal yang berasal dari Pulau Madura sebagai ternak sapi asli Indonesia. Sapi Madura telah memiliki standar dan persyaratan mutu penilaian bibit sapi Madura. Kontes sapi Sonok merupakan kegiatan budaya yang menggunakan sapi Madura betina sebagai obyek kegiatan. Pemilihan bibit sapi Madura yang dijadikan sebagai sapi Sonok memiliki persyaratan kualitatif dan kuantitatif. Persyaratan karakteristik yang disyaratkan untuk sapi Sonok dapat digunakan sebagai pelestari bibit sapi Madura dengan mengacu pada SNI bibit sapi Madura No. 7651.2 tahun 2020. Penelitian dilakukan di pusat pembibitan Kecamatan Pasean, Pakong, Batumarmar dan Waru di Kabupaten Pamekasan. Metode penelitian menggunakan metode survei, penentuan lokasi berdasarkan purposive sampling dengan teknik pengambilan data secara purposive sampling. Materi penelitian mengunakan 74 ekor sapi Madura tipe Sonok. Variabel yang diamati adalah karakter kualitatif dan kuantitatif sapi Sonok. Analisa data menggunakan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan karakter kualitatif dan data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan ANOVA satu arah (one way anova). Hasil penelitian menunjukan karakteristik kualitatif telah sesuai dengan SNI No. 7651- 2:2020. Sapi Sonok ukuran tubuhnya yang masuk ke dalam persyaratan bibit SNI sebanyak 86% (PI0) dan 100% (PI2). Dengan hasil tersebut sapi Sonok selain digunakan sebagai kontes sapi untuk kebanggaan masyarakat Madura juga dapat juga digunakan untuk menjaga eksistensi pelestarian bibit sapi supaya tidak terjadi kepunahan plasma nutfah sapi asli Indonesia.
Pengaruh Pemberian Feed Additive Ekstrak Nano Cair Jahe, Kunyit, Daun Jati dan Probiotik Terhadap Persentase Karkas dan Kualitas Fisik Daging Ayam Broiler Nuningtyas, Yuli Frita; Natsir, Muhammad Halim; Hermanto, Feri Eko; Marwi, Filoza; Fionita, Rina Aqila
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.10

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ekstrak jahe, kunyit dan daun jati dalam bentuk nano cair yang ditambahkan dengan probiotik pada pakan terhadap persentase karkas dan kualitas fisik daging ayam pedaging. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah persentase karkas dan kualitas fisik daging yang meliputi kadar air, WHC (Water Holding Capacity), susut masak, keempukan, dan warna (L*, a*, b*). Penelitian dilakukan selama 35 hari secara in vivo. Penelitian ini menggunakan 200 ekor DOC ayam pedaging strain Lohmann dengan berat rata-rata 43,42 g ± 2,82 dan koefisien keragaman 6,48 %. Pakan dan minuman diberikan secara ad libitum. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 level perlakuan feed additive (0 %, 0,2 %, 0,4 %, 0,6 % dan 0,8 %) dimana setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varians (ANOVA) dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian bahwa pemberian feed additive ekstrak jahe, kunyit daun jati dan probiotik bentuk cair menunjukkan persentase karkas pada P4 sebesar 80,52 %, kadar air pada P4 68,17 %, WHC pada P3 45,33 %, susut masak pada P3 26,63 % keempukan pada P0 5,95 kg/cm2, warna L pada P2 51,93, a* pada P4 1,01 dan b* pada P4 6,90. Penambahan feed additive berupa ekstraksi jahe, kunyit, daun jati berbentuk nano cair dan probiotik level 0,4 – 0,8 % optimal dalam meningkatkan persentase karkas dan kualitas fisik daging (WHC, cooking loss, warna dan keempukan) pada ayam pedaging.
Jumlah Bakteri Asam Laktat Pada Sekum Dan Performa Ayam Broiler Model Kolitis Dameanti, Fidi Nur Aini; Kurniawan, Septian Bestart; Amri, Indah Amalia; Permata, Fajar Shodiq; Haryo, Albiruni; Noviatri, Aldila; Paramanandi, Dini Agusti
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.02.1

Abstract

Kolitis merupakan sub tipe inflamatory bowel disease yang ditandai adanya segmen inflamasi dan ulserasi pada usus. Gejala khas yang ditimbulkan adalah diare berdarah. Ayam broiler sebagai hewan model kolitis dengan induksi Dextran Sodium Sulfate (DSS). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh DSS terhadap performa ayam broiler meliputi pertambahan bobot badan harian, FCR, dan indeks performa serta jumlah total BAL dalam sekum ayam broiler. Ayam berjumlah 32 ekor umur 15 hari dibagi menjadi delapan ekor per kelompok yaitu kontrol negatif (P0), dan kelompok perlakuan yang diinduksi DSS dengan konsentrasi 0,75%(P1); 0,5%(P2); 2,25%(P3) per hari selama enam hari dengan dicampurkan air minum. Bobot badan ayam ditimbang setiap tiga hari sekali dan pakan ditimbang setiap hari untuk perhitungan FCR. Ayam dieuthanasia umur 21 hari dan swab sekum dikultur pada media MRSA serta jumlah koloni dihitung dengan metode TPC. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA. Uji lanjutan post hoc tukey dengan tingkat kepercayaan 95%. Perhitungan Bakteri Asam Laktat menunjukkan adanya perbedaan signfikan (p<0,05) terhadap kontrol dan kelompok perlakuan mulai dari konsentrasi 0,75%. Induksi DSS dengan konsentrasi 2,25% berpengaruh terhadap PBBH secara signifikan (p<0,05), dan menurunkan indeks performa ayam broiler. Induksi DSS tidak berpengaruh signifikan (p>0,05) terhadap nilai FCR ayam broiler. Dapat disimpulkan bahwa induksi DSS pada berbagai tingkat dosis dapat menurunkan jumlah bakteri asam laktat dan induksi DSS konsentrasi 2,25% dapat menurunkan performa ayam broiler.
Detection of Antibiotic Residues in Beef and Beef Liver in Gorontalo City Taha, Siswatiana Rahim; Datau, Fahria; Rokhayati, Umbang Arif; Unggango, Yenti
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.02.4

Abstract

This study aims to determine the presence of antibiotic residues in beef and beef liver sold at the slaughterhouse (TPH) in Gorontalo City. The total of the samples are 34 samples, there are 20 samples of beef and 14 samples of beef liver in Gorontalo City. Testing of beef and beef liver samples using agar diffusion method. The presence of antibiotic residues can be seen from the formation of an inhibitory zones around the disc paper. The results of the study found that in sampling from the slaughterhouses in Gorontalo City, samples of beef liver from TPH Andalas gave a diameter of inhibitory zones about 11.37 mm. Beef liver samples from Padebuolo TPH gave an inhibitory zones about 8.12 mm, while beef liver samples taken from TPH Moudu gave a diameter of inhibitory zones about 15.39 mm and 10.99 mm. Then the second sample, the samples of beef from TPH Andalas gave a diameter of inhibitory zones about 12.68 mm and 9.95 mm. Beef samples from Padebuolo TPH gave inhibitory zones about 9.12 mm and 12.44 mm, while beef samples taken from TPH Moudu gave a diameter of inhibitory zones about 11.69 mm and 8.42 mm. As for TPH Biau, beef samples gave inhibitory zones about 9.86 mm and 8.11 mm. The results at each time of collecting the samples showed that most of the samples contained antibiotic residues with a weak category with the average diameter about 12.3 mm. The conclusion from the laboratory tests on 26 samples, they are 14 samples of beef and 12 samples of beef liver which were analyzed qualitatively using methanol solution showed that some of the samples were identified as antibotic residues, which were shown by the formation of inhibitory zones in each sample.
Perkembangan Embrio Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) Dengan In-Ovo Feeding Menggunakan L-Arginin Pranatasari, Dewi; Zakariya, Abu Zaenal
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.02.2

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan embrio ayam KUB dengan in-ovo feeding menggunakan L-Arginin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2023 di CV Sanjaya Desa Trasan, Kecamatan Bandongan dan di Laboratorium Unggas dan Aneka Ternak, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima pengulangan dengan per kelompok perlakuan lima butir telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA). Apabila perlakuan memperlihatkan pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range test (DMRT).  Penelitian ini menggunakan 300 butir telur fertil ayam KUB dengan perlakuan injeksi L-Arginin yaitu P0- sebagai kontrol negatif (tanpa injeksi), P0+ sebagai kontrol positif (injeksi NaCl Fisiologis 0,9%), P1 pemberian L-Arginin 1,5% (1,5 gram per 100 ml NaCl Fisiologis 0,9%), P2 pemberian L-Arginin 2% (2 gram per 100 ml NaCl Fisiologis 0,9%), dan P3 pemberian L- Arginin 2,5% (2,5 gram per 100 ml NaCl Fisiologis 0,9%). Injeksi dilakukan pada hari ke 10 inkubasi dengan diinjeksi 0,5 ml larutan in-ovo feeding.  Variabel dalam penelitian ini adalah penyusutan bobot telur, bobot embrio, panjang sayap, panjang kaki, dan lingkar dada. Penelitian ini memberikan hasil yang signifikan (P<0,05) terhadap bobot embrio tetapi tidak signifikan (P>0,05) pada penyusutan bobot telur, panjang sayap, panjang kaki, dan lingkar dada. Kesimpulan dalam penelitian adalah injeksi L-Arginin sebanyak 2,5% dapat meningkatkan bobot embrio.
Produksi dan Kualitas Susu Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) di KUD Giri Tani Cisarua Bogor Selviana, Luluk Lifa; Hakim, Annisa; Rayani, Tera Fit; Resti, Yuni; Halimah, Binti Nur
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.02.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produksi susu pada tingkat laktasi yang berbeda dan kandungan nutrien pada berbagai jenis susu. Penelitian diawali dengan menghitung produksi susu pada pagi dan sore hari saat pemerahan dari hari pertama laktasi hingga 13 minggu. Selain itu, dilakukan pengujian kualitas nutrisi susu menggunakan milk analyzer. Variabel yang dianalisa adalah produksi susu dilihat dari perbedaan laktasi dan kualitas susu pada berbagai jenis susu (kolostrum, susu transisi, dan susu penuh) meliputi total solid (TS), berat jenis, lemak (Fat), Bahan Kering Tanpa Lemak (Solid Non Fat), laktosa, dan protein pada susu. Analisis data dilakukan menggunakan uji T pada produksi susu dan Analysis of varience pada kualitas nutrisi susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat laktasi tidak berpengaruh terhadap produksi susu (P>0,05) antara laktasi kedua dan ketiga. Hasil rataan kualitas susu nutrisi menunjukkan berbeda nyata (P<0,05) adalah berat jenis (kolostrum 1,05%; susu transisi 0,48%; susu penuh 0,39%), TS (kolostrum 22,75%; susu transisi 12,89%; susu penuh 11,05%), BKTL (kolostrum 18,38%; susu transisi 9,21%; susu penuh 7,72%), protein (kolostrum 6,63%; susu transisi 3,06%; susu penuh 2,71%), dan laktosa (kolostrum 9,94%; susu transisi 4,90%; susu penuh 4,08%). Rataan kualitas susu yang menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05) adalah kadar lemak susu (kolostrum 4,37%; susu transisi 3,67%; susu penuh 3,34%). Kesimpulan penelitian ini adalah produksi susu di peternakan rakyat KUD Giri Tani fluktuaktif dilihat dari laktasi kedua maupun laktasi ketiga dan secara umum kolostrum memiliki nilai kualitas nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kualitas pada susu transisi dan susu penuh.  
Pengaruh Kepadatan Kandang Terhadap Presentase Lemak Abdominal, Perilaku Istirahat, dan Kelainan Kaki Broiler Di Kandang Terbuka Maulana, Muhammad Ridhwan; Nursita, Ita Wahju
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.02.6

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepadatan kandang terhadap persentase lemak perut, perilaku istirahat, dan kelainan kaki pada ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 180 ekor ayam pedaging strain Cobb dengan tingkat kepadatan kandang berbeda yaitu (P1) 6 ekor ayam pedaging/m², (P2) 8 ekor ayam pedaging/m², (P3) 10 ekor ayam pedaging/m², dan (P4) 12 ekor ayam pedaging/m². Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisis ragam (Analysis of Variance) dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase lemak abdominal, perilaku istirahat dan kelainan kaki pada ayam broiler. Rata-rata persentase lemak perut pada P1 (0,86%), P2 (0,74%), P3 (1,14%), dan P4 (0,58%). Rata-rata perilaku istirahat adalah (P1) 0,77 kali/ekor/jam, (P2) 0,75 kali/ekor/jam, (P3) 0,81 kali/ekor/jam, dan (P4) 0,84 kali/ekor/jam pengamatan dan kelainan kaki pada ayam pedaging menunjukkan skor rata-rata pada P1 (3,8), P2 (1,8), P3 (2,8), dan P4 (4,2). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepadatan kandang yang terbaik adalah 8 ekor/m2 berdasarkan persentase lemak perut, perilaku istirahat dan kelainan kaki. Disarankan bagai peternak yang akan memelihara broiler dengan sistem terbuka maka dapat digunakan kepadatan kandang 8 ekor/m2.  Penelitian sejenis dapat dilanjutkan pada sistem kandang tertutup.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue