cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
Prediction of Milk Yield and Lactation Curve from Early-Stage Milk Recording Data: A Comparative Analysis of Three Mathematical Models in Tropical Smallholder Dairies Ridhowi, Aswah; Djoharjani, Trianti; Maylinda, Sucik
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.01.9

Abstract

Accurate milk yield prediction is essential for effective dairy herd management, particularly in smallholder dairy where daily milk recording is often limited. Predictive models that can estimate total milk yield during one lactation period using early-stage recording data offer a practical solution to support decision-making in such environments. This study aimed to evaluate the predictive performance of three mathematical models, i.e incomplete gamma function model , orthogonal polynomial contrast model , and non-linear regression model for estimating total milk production during lactation in dairy cows. Milk yield data were obtained from 164 Holstein-Friesian cows across five lactation parities at a dairy cooperative in East Java, Indonesia. Milk production records over the first three months (13  weeks) of lactation were used to estimate total 305-day (44 weeks) milk yield using three predictive mathematical models, each fitted with parity-specific constants (a, b, c). Model performance was evaluated by comparing predicted and actual milk yields, using absolute and percentage errors as accuracy metrics. All models demonstrated acceptable predictive ability under weekly data conditions, with average percentage errors below 10%. The incomplete gamma function model showed the highest predictive accuracy and stability with lowest deviation (average deviation: 274.67 L; 6.17%), followed by orthogonal polynomial contrast model (324.43 L; 7.29%) and non-linear regression model (346.27 L; 7.78%). Those mathematical model exhibited stronger alignment with biological lactation patterns, and more sensitive to variation across parities. Frequent data collection enhances the accuracy of milk yield predictions. The incomplete gamma function model is recommended for initial milk yield prediction in smallholder dairy systems, offering an optimal balance between flexibility and biological plausibility. These findings support the integration of predictive modeling into routine herd management practices to improve productivity and sustainability.
Pengaruh Stimulasi Termal Pada Umur Embrio Berbeda Terhadap Bobot dan Persentase Organ Dalam Day Old Chicks Ayam Persilangan Andri, Faizal; Irsanti, Edriana Izzah; Sudjarwo, Edhy; Hamiyanti, Adelina Ari
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.01.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh stimulasi termal pada umur embrio yang berbeda terhadap bobot dan persentase organ dalam Day Old Chicks (DOC) ayam persilangan. Penelitian ini menggunakan 200 butir telur tetas fertil dari hasil persilangan antara ayam Bangkok jantan dan ayam ras petelur betina strain Lohmann. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu: P0: penetasan standar tanpa stimulasi termal, P1: penetasan dengan stimulasi termal pada umur embrio 10–18 hari, P2: penetasan dengan stimulasi termal pada umur embrio 12–18 hari, dan P3: penetasan dengan stimulasi termal pada umur embrio 14–18 hari. Setiap perlakuan menggunakan lima ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 10 butir telur tetas fertil. Penetasan standar dilakukan pada suhu 37,50°C dan kelembaban relatif 55,00%. Perlakuan stimulasi termal dilakukan dengan menaikkan suhu menjadi 39,50°C dan kelembaban relatif 65,00% selama 6 jam per hari. Data dianalisis menggunakan analisis ragam satu arah dengan nilai P < 0,05 sebagai kriteria untuk menunjukkan perbedaan yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulasi termal pada umur embrio yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata (P > 0,05) terhadap bobot dan persentase organ dalam (jantung, hati, dan ampela) DOC ayam persilangan. Rentang bobot jantung, persentase jantung, bobot hati, persentase hati, bobot ampela, dan persentase ampela dalam penelitian ini masing-masing adalah 0,35–0,42 g, 0,09–1,03%, 1,04–1,08 g, 2,61–2,71%, 2,18–2,38 g, dan 5,61–5,95%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa stimulasi termal pada umur embrio yang berbeda dapat dilakukan dengan aman tanpa memengaruhi bobot dan persentase organ dalam (jantung, hati, dan ampela) DOC ayam persilangan.
Indikasi Penambahan Air Dalam Susu Segar Peternakan Sapi Perah Rakyat Berdasarkan Titik Beku dan Berat Jenis : Studi Kasus Peternakan Rakyat di Kabupaten Kediri Muarifah, Hanum; Winarti, Atik; Helmi, Muhammad; Ardilla, Yohana Nanita Nansy; Rizkiyah, Sinta Asri; Setiawan, Abim; Fikri, Hidayatulla; Meirantika, R.; Tadzkirah, Laila; Ghozali, Kanaya
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.01.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemungkinan penambahan air dalam susu sapi perah rakyat di Kabupaten Kediri berdasarkan analisis titik beku dan berat jenis. Materi penelitian yang digunakan adalah susu segar sebanyak 32 sampel yang diambil secara acak dari peternak sapi perah, dan dianalisis menggunakan laktodensimeter untuk berat jenis dan  milk analyzer untuk titik beku serta kadar air tambahan. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat jenis susu sebesar 1,027±0,008 g/ cm3 dengan nilai rata-rata titik beku -0,444 ± 0,133°C. Rata-rata penambahan air mencapai 11,05%, dengan nilai maksimum 93% yang mengindikasikan adanya sampel yang hampir seluruhnya adalah air. Sebanyak 14 sampel (43,75%) terindikasi mengalami pemalsuan melalui penambahan air. Praktik ini berpotensi menurunkan kualitas gizi dan meningkatkan kontaminasi mikroba susu. Temuan ini menyoroti urgensi pengawasan mutu di tingkat peternak dan edukasi tentang dampak negatif adulterasi. Penelitian ini diharapkan berkontribusi ilmiah sebagai dasar penguatan sistem kontrol mutu susu rakyat dan menjadi acuan bagi pihak terkait dalam menjaga integritas rantai pasok susu segar.
Analisis Produktivitas Induk Sapi Bali Berdasarkan Parameter Natural Increase dan Calf Crop Pada Berbagai Sistem Pemeliharaan di Kecamatan Woja dan Manggelewa Kabupaten Dompu Septian, Wike Andre; Rofidaa, Asta; Saputra, Muhammad Rizky; Kuswati, Kuswati
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.01.7

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi produktivitas induk Sapi Bali melalui parameter calf crop dan natural increase pada tiga sistem pemeliharaan di Kecamatan Woja dan Manggelewa, Kabupaten Dompu. Pedekatan penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif menggunakan metode purposive sampling terhadap 1.642 ekor (Manggelewa) dan 274 ekor (Woja). Variabel yang diamati meliputi struktur populasi, tingkat kelahiran, mortalitas pedet, serta ukuran tubuh betina. Data dikumpulkan melalui observasi lapang, wawancara terstruktur, dan data Dinas Peternakan. Calf crop dihitung sebagai persentase pedet lahir hidup per jumlah induk, sedangkan natural increase merupakan selisih kelahiran–kematian relatif terhadap populasi total; analisis dilakukan secara deskriptif dan ditabulasikan menurut sistem pemeliharaan. Hasil gabungan menunjukkan rasio jantan : betina 1 : 2,45, calf crop 81,96%, natural increase 28,45%, dan mortalitas pedet 0,85%, masih di bawah ambang 5 %. Sistem ekstensif Woja menampilkan calf crop tertinggi 65,49% dan natural increase 29,02%, sedangkan ekstensif Manggelewa memiliki nilai terendah 58,00% dan 25,45%. Semi-intensif Woja menunjukkan calf crop 64,46 % dengan natural increase 26,20%. Selain itu, betina muda pada sistem semi-intensif menunjukkan ukuran morfometrik berbeda dibanding sistem pemeliharaan ekstensif, mengindikasikan pengaruh sistem pemeliharaan terhadap performa pertumbuhan awal. Secara keseluruhan, produktivitas induk Sapi Bali di Dompu masuk kategori baik, namun ketimpangan rasio pejantan-betina dan proporsi induk 35,75% masih berpotensi menahan ekspansi populasi. Rekomendasi mencakup peningkatan deteksi birahi, perbaikan manajemen pakan, optimalisasi inseminasi buatan, penataan rasio pejantan efektif, serta monitoring hasil perkawianan guna mendorong calf crop > 85% dan natural increase ≥ 30% pada peternakan rakyat di Kecamatan Woja dan Manggelewa.
Perbandingan Karakteristik Morfometrik Domba Ekor Tipis, Cross Texel dan Dorper di Wilayah Tropis Indonesia Pramujo, Muhammad; Maylinda, Sucik; Nurgiartiningsih, Veronica Margareta Ani; Susilorini, Tri Eko; Hamiyanti, Adelina Ari
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.01.6

Abstract

Domba Ekor Tipis (DET), Cross Texel, dan Dorper memiliki karakteristik dan daya adaptasi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan karakteristik morfometrik dari tiga ras domba tersebut sebagai indikator untuk mengevaluasi kapasitas adaptasinya terhadap lingkungan tropis. Metode yang digunakan meliputi pengukuran langsung di lapangan, termasuk berat badan (BB), lingkar dada (LD), tinggi badan (TB), dan panjang badan (PB). Data dianalisis menggunakan analisis korelasi, analisis regresi, dan ANOVA satu arah. Hasil analisis antara ukuran tubuh (LD, TB, dan PB) dengan BB pada ketiga ras domba menunjukkan hubungan yang sangat signifikan (P < 0,01). Persamaan regresi yang diperoleh dari hasil analisis untuk ketiga ras domba adalah: Domba DET: Y = -47,66 + 0,48X₁ + 0,29X₂ + 0,40X₃ dengan koefisien korelasi r = 0,91. Domba Cross Texel: Y = -19,43 + 0,42X₁ + 0,25X₂ + 0,12X₃ dengan koefisien korelasi r = 0,68. Domba Dorper: Y = -79,32 + 1,01X₁ + 0,27X₂ + 0,44X₃ dengan koefisien korelasi r = 0,88. Berat badan pada ketiga ras domba menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (P < 0,01). Rata-rata berat badan domba DET, Cross Texel, dan Dorper masing-masing adalah 27,09 ± 5,73 kg, 35,58 ± 5,95 kg, dan 68,13 ± 6,34 kg. Ukuran tubuh (LD, TB, dan PB) pada ketiga ras domba juga menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (P < 0,01), dengan domba Dorper memiliki ukuran tubuh terbesar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ukuran tubuh (LD, TB, dan PB) memiliki hubungan yang sangat kuat dengan berat badan. Ukuran tubuh (LD, TB, dan PB) dan berat badan pada ketiga ras domba berbeda secara signifikan (P < 0,01), di mana domba Dorper betina memiliki ukuran dan berat badan yang lebih besar dibandingkan domba DET dan Cross Texel meskipun dipelihara dalam lingkungan yang sama.
Kualitas Telur Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Pada Masa Awal Produksi Dengan Pakan Yang Menggunakan Hasil Samping Kacang Hijau Sebagai Substitusi Pakan Huda, Miftahul; Lisnanti, Ertika Fitri; Mukmin, Amiril
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh substitusi pakan pabrikan dengan hasil samping pengolahan kacang hijau (HSPKH) terhadap kualitas telur puyuh ( Coturnix coturnix japonica ) pada fase awal produksi. Kegiatan dilaksanakan di Kandang Puyuh Mitra Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian UNISKA, Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, melibatkan 200 ekor puyuh betina berumur 38 hari (8 ekor per unit percobaan). Perlakuan pakan adalah P0 (100 % pakan kontrol), P1 (95 % kontrol + 5 % HSPKH), P2 (90 % kontrol + 10 % HSPKH), P3 (85 % kontrol + 15 % HSPKH), dan P4 (80 % kontrol + 20 % HSPKH). Penelitian berlangsung selama delapan minggu, mencakup dua minggu masa adaptasi dan enam minggu periode pengambilan data. Pada minggu adaptasi pertama, puyuh diberi pakan pabrikan murni guna menstabilkan kondisi fisiologis, sedangkan pada minggu adaptasi kedua mulai diberikan pakan perlakuan. Parameter yang diamati—yakni indeks kuning telur, rasio kuning dan putih telur, ketebalan serta bobot cangkang, dan warna kuning telur—diukur sekali setiap minggu selama enam minggu perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA; apabila terdeteksi perbedaan nyata, analisis dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf signifikansi 5 %. Hasil menunjukkan bahwa substitusi HSPKH tidak memberikan pengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap sebagian besar parameter, kecuali ketebalan cangkang pada minggu ke‑4, bobot putih telur pada minggu ke‑3, persentase putih telur pada minggu pertama, skor warna kuning telur puyuh pada minggu pertama, dan rata‑rata skor warna kuning telur selama penelitian yang berbeda nyata (P < 0,05). Perlakuan P2 (10 % HSPKH) memberikan kinerja terbaik secara keseluruhan. Dengan demikian, HSPKH berpotensi menjadi bahan substitusi pakan pabrikan tanpa menurunkan kualitas telur puyuh.
Kualitas Susu Sapi Segar di Peternakan Sapi Perah Kota Batu Dameanti, Fidi Nur Aini; Amri, Indah Amalia; Kurniawati, Siti; Adrenalin, Sruti Listra; Erlinda, Tira; Masardhi, Bagus Aji; Dion, Nadia Ananda Prasetia; Nirmalasari, Na Young; Izofani, Safira; Yanestria, Sheila Marty; Khairullah, Aswin Rafif
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.3

Abstract

Peningkatan permintaan susu nasional setiap tahunnya menunjukkan konsumsi susu nasional meningkat sehingga diperlukan upaya dalam peningkatan produksi susu melalui peningkatan kesehatan sapi perah yang dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas susu. Faktor genetik, kesehatan, lingkungan, dan manajemen pakan perlu diperhatikan dalam pemeliharaan sapi perah. Penelitian dilakukan dengan 58 sampel susu dari peternak di Kota Batu dengan tujuan melakukan evaluasi kualitas susu sapi di Kota Batu. Analisis kualitas susu dilakukan menggunakan lactoscan untuk menilai kadar lemak, bahan kering tanpa lemak, berat jenis, laktosa, mineral, protein, penambahan air, suhu, dan titik beku pada susu. Hasil analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil uji pada lacoscan terdapat 75,86% tidak sesuai SNI 3141: 2011 pada parameter density, 77,58% pada freeze point, 43,10% pada protein, 41,37% pada temperature, 27,58% pada add water, 15,51% pada lemak, 13,79% pada lactose, dan 3,44% pada solid non fat. Berdasarkan hasil uji perlu dilakukan evaluasi dalam manajemen pemeliharaan ternak.
Respon Performans Pertumbuhan Ternak Babi Terhadap Penambahan Tepung Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Dalam Ransum Basal Dalle, Nautus Stivano; Kantur, Yohanes Monterio
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) sebagai feed additive terhadap konsumsi pakan, Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH), Feed Conversion Ratio (FCR), dan kecernaan bahan kering (KcBK) pada ternak babi peranakan Landrace fase starter dengan rataan umur 3 bulan, sebanyak enam ekor babi jantan kastrasi dengan bobot awal 10–20 kg digunakan dalam penelitian ini, yang dibagi ke dalam dua perlakuan ransum: R0 (ransum basal tanpa tepung daun mengkudu) dan R1 (ransum basal dengan penambahan 6% tepung daun mengkudu), masing-masing dengan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan uji t (independent sample t-test) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun mengkudu meningkatkan konsumsi pakan dari 1,195 menjadi 1,277 kg/ekor/hari (P > 0,05) dan secara signifikan meningkatkan PBBH dari 0,458 menjadi 0,536 kg/ekor/hari (P < 0,05). Nilai konversi pakan meningkat dari 2,852 menjadi 3,247 (P > 0,05), sedangkan kecernaan bahan kering juga mengalami peningkatan dari 86,77% menjadi 87,69% (P > 0,05). Suplementasi tepung daun mengkudu pada level 6% dalam ransum babi fase starter mampu memperbaiki performa pertumbuhan tanpa menurunkan palatabilitas maupun efisiensi fisiologis ternak. Ketersediaan daun mengkudu yang melimpah, tidak bersaing dengan kebutuhan manusia serta kandungan bioaktif yang bermanfaat, tepung daun mengkudu berpotensi sebagai feed additive alami yang berdaya saing untuk mendukung sistem peternakan babi berkelanjutan di wilayah tropis.
Profil Resistansi Antibiotik Escherichia coli yang Diisolasi Dari Air Minum dan Ambing Sapi Perah di Desa Kabawetan, Kecamatan Kepahiang, Provinsi Bengkulu Damhuri, Dedi; Yatno
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.2

Abstract

Resistansi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) pada Escherichia coli merupakan isu global yang berdampak pada kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Escherichia coli dari air minum ternak dan ambing sapi perah di Desa Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, serta mengevaluasi profil resistansi antibiotiknya. Penelitian dilaksanakan pada April hingga Juni 2024 dengan menggunakan rancangan deskriptif–eksploratif. Sampel terdiri atas air minum ternak (wadah, sumur, dan sumber irigasi) serta usap ambing dari 15 ekor sapi. Identifikasi dilakukan melalui kultur pada media MacConkey dan Eosin Methylene Blue Agar (EMB) agar, pewarnaan Gram, serta uji biokimia (Indole, Methyl Red (MR), Voges–Proskauer (VP), Citrate, Triple Sugar Iron Agar (TSIA), dan Sulfida Indol Motilitas (SIM)). Uji kepekaan antibiotik dilakukan menggunakan metode difusi cakram Kirby–Bauer terhadap 14 jenis antibiotik, dengan interpretasi hasil berdasarkan CLSI (2022). Dari 18 isolat yang diperoleh, sebagian besar menunjukkan karakteristik khas Escherichia coli (Indole positif, MR positif, VP negatif, Citrate negatif, koloni berkilau hijau metalik pada EMB). Hasil pengujian resistansi menunjukkan tingkat resistansi tinggi terhadap β-laktam klasik (ampisilin, amoksisilin, oksasilin), sulfonamida, asam nalidiksat, dan streptomisin; resistansi sedang terhadap tetrasiklin dan fluorokuinolon; serta masih memiliki kepekaan yang relatif baik terhadap sefotaksim, seftriakson, ciprofloksasin (parsial), dan gentamisin. Sebanyak 72% isolat dikategorikan sebagai multidrug resistant (MDR). Temuan ini menunjukkan bahwa ambing sapi perah dan air minum ternak dapat berperan sebagai reservoir Escherichia coli resisten multidrug (MDR) di wilayah Bengkulu. Informasi ini penting untuk pengendalian mastitis, peningkatan sanitasi air, serta penggunaan antibiotik yang bijak dalam kerangka pendekatan One Health.
Evaluasi Efektivitas Cuka Apel Sebagai Desinfektan Ramah Lingkungan Terhadap Indeks Telur, Susut Tetas Dan Mortalitas DOD Pada Penetasan Itik Mojosari Nurwahyuni, Eka; Nursita, Ita Wahju; Saputra, Agtus Pratama; Kiroh, Laila Tadz; Astuti, Natasya Ika
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.6

Abstract

Sanitasi telur tetas itik Mojosari merupakan langkah penting untuk mencegah kontaminasi mikroba dan meningkatkan keberhasilan penetasan. Penggunaan desinfektan alami  yang ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan dapat digunakan sebagai pengganti desinfektan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji indeks bentuk telur, susut tetas dan mortalitas Day Old Duck sebagai respon terhadap pengggunaan desinfektan alami untuk sanitasi berupa cuka apel yang berperan sebagai alternatif bahan pengganti desinfetan kimia. Penelitian ini menggunakan 300 butir telur itik Mojosari yang telah di seleksi berdasarkan grade telur, bobot telur dan indeks telur. Perlakuan yang diterapkan terdiri atas P0 (kontrol), serta cuka apel P1 (1,5%), P2 (2,5%), P3 (4%), dan P4 (5%). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, dan pada setiap ulangan digunakan 12 butir telur. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui pengaruh penggunaan desinfektan kimia dan desinfektan cuka apel terhadap variabel yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata indeks telur itik Mojosari sebesar 78,61%. Rata-rata susut tetas sebesar 11,84 ± 1,19% hingga 14,05 ± 1,98%. Penggunaan desinfektan alami cuka apel tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap mortalitas dan susut tetas Day Old Duck. Temuan ini mengindikasikan bahwa desinfektan alami cuka apel dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengganti densifektan kimia dalam proses penetasan telur tetas itik Mojosari.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue