cover
Contact Name
Sujarwo
Contact Email
sujarwo@ub.ac.id
Phone
+62341-551665
Journal Mail Official
agrise@ub.ac.id
Editorial Address
Socio-Economics/Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Brawijaya, Jl. Veteran Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRISE
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14121425     EISSN : 22526757     DOI : 10.21776/ub.agrise
AGRISE adalah Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian yang berada di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Jurnal ini diterbitkan pertama kali pada tahun 2001 oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian FPUB. Pada tahun 2011, Jurnal Agrise bekerjasama dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penerbitan. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Agrise diterbitkan tiga kali setahun (bulan Januari, Mei, dan Agustus). Frekuensi penerbitan akan ditambah bila diperlukan. ISSN cetak : 1412-1425 ISSN Elektronik : 2252-6757
Arjuna Subject : -
Articles 467 Documents
ANALISIS KELAYAKAN USAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI EMPING MELINJO SKALA RUMAH TANGGA DI DESA WATES KECAMATAN WATES KABUPATEN BLITAR Dwi Retno Andriani; Fransiska Dwi L.
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.789 KB)

Abstract

Emping melinjo di Desa Wates Kecamatan Wates Kabupaten Blitar merupakan industri kecil skala rumah tangga.Industri ini tergolong Agroindustri skala rumah tangga dan merupakan sentra industri emping melinjo sejak tahun 1970 an dan sampai sekarang masih bertahan. Kemunculannya dilatarbelakangi potensi wilayah yang banyak ditumbuhi pohon melinjo di daerah tersebut. Kendala dalam pengembangannya sering berkaitan dengan bahan baku yang bersifat musiman, modal terbatas, belum ada teknologi produksi, jangkauan pemasaran, tingkat pengetahuan tentang kualitas produk rendahm. Sehingga sasaran penelitian ini untuk mengetahui keuntungan, kelayakan usaha, dan kondisi lingkungan internal eksternal serta strategi pengembangan agroindustri emping melinjo. Keuntungan usaha dapat diketahui dengan menganalisis biaya dan penerimaan untuk mendukung analisis kelayakan usaha berdasarkan R/C ratio dan  Break Event Point.  Untuk analisis kondisi lingkungan internal eksternal menggunakan Matriks ALI, Matriks ALE, Matriks IE, Grand Strategy Matriks, matrik SWOT dan QSPM. Strategi yang dirumuskan adalah peningkatan kualitas, kuantitas, kontinuitas produk di pasar, peningkatan penjualan dan diversifikasi produk  dan dukungan pemerintah serta membentuk kelompok pengusaha dalam hal penyuluhan, modal, teknologi tepat guna, dan promosi.
ANALISIS EFISIENSI SALURAN PEMASARAN BAHAN OLAHAN KARET RAKYAT (BOKAR) LUMP MANGKOK DARI DESA KOMPAS RAYA KECAMATAN PINOH UTARA KABUPATEN MELAWI Fahrurrozi Fahrurrozi; Novira Kusrini; Komariyati Komariyati
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.015 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran yang paling efisien yang digunakan oleh petani karet lump mangkok di Desa Kompas Raya dan untuk mengetahui besarnya nilai keuntungan masing-masing lembaga pemasaran pada setiap saluran pemasaran. Metode penelitian untuk melihat efisiensi pemasaran digunakan analisis margin pemasaran, farmer’s share, dan Profitability Index. Penentuan responden dilakukan dengan acak sederhana dengan jumlah responden sebanyak 44 orang, yaitu petani karet 37 orang dan pedagang perantara 7 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran bokar lump mangkok paling efisien berdasarkan nilai marjin pemasaran, farmer’s share dan tingkat keuntungan (profitability index) yang diperoleh terdapat pada saluran pemasaran II dengan nilai marjin pemasaran, farmer’s share dan tingkat keuntungan masing-masing sebesar Rp. 2.331/kg, 68,92 dan 2,37 dengan keuntungan pemasaran Rp. 1.639.
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI DAN TINGKAT EFISIENSI TEKNIS PADI SAWAH DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Ahmad Riyadi; Slamet Hartono; Kuntoro Boga Andri
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 3 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.743 KB)

Abstract

Teknologi memberikan peran dalam rangka peningkatan produktivitas nasional yang tidak semata-mata pada meningkatnya daya hasil per hektar tetapi juga disebabkan oleh terciptanya stabilitas dan kepastian hasil, terkendalinya hama penyakit tanaman, adanya penurunan kesenjangan produktivitas, perbaikan kualitas hasil dan pengurangan kehilangan hasil panen. Fungsi produksi frontier akan digunakan dalam penelitian ini yang juga akan digunakan dalam mengukur efisiensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi petani padi sawah di Kabupaten Polewali Mandar dan untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis petani padi sawah di Kabupaten Polewali Mandar.  Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berpengaruh positif terhadap produksi usahatani padi sawah adalah penggunaan jumlah benih dan penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (Integrated Crops Management). Efisiensi dalam menggunakan input dengan nilai rata-rata efisiensi teknis sebesar 0.91.
ANALISIS SIKAP PETANI TERHADAP PENGGUNAAN BENIH PADI VARIETAS UNGGUL DI KABUPATEN SUBANG JAWA BARAT Siti Syamsiah; Rita Nurmalia; Anna Fariyanti
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 3 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.314 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap petani dalam menggunakan benih padi varietas unggul. Padi merupakan komoditas strategis dalam mengembangkan pertanian di Indonesia. Peningkatan produksi padi nasional dapat dicapai dengan meningkatkan produktivitas, luas tanam dan penggunaan varietas unggul. Faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan benih padi varietas unggul adalah sikap petani untuk memilih dan menggunakan benih yang tepat. Penggunaan padi varietas unggul adalah cara alternatif untuk meningkatkan produksi padi di Kabupaten Subang Jawa Barat. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer yang diperoleh dengan metode wawancara dengan menggunakan kuesioner. Responden pada penelitian ini berjumlah 100 petani padi (pernah menggunakan varietas Ciherang, IR64, dan IR42). Analisis Sikap Multiatribut Fishbein digunakan untuk menganalisis sikap petani terhadap penggunaan benih padi varietas unggul. Hasil analisis sikap Fishbein menunjukkan bahwa sikap petani lebih baik terhadap benih padi varietas IR 42 dibandingkan Ciherang dan IR 64. Alasan utama mereka karena IR 42 mempunyai  harga gabah, produktivitas, tahan terhadap hama dan penyakit serta kemudahan menjual gabah (pasar yang tersedia) lebih tinggi dibandingkan Ciherang dan IR64.
ANALISIS RANTAI NILAI (VALUE CHAIN) USAHATANI SAYURAN ORGANIK (STUDI KASUS PADA KOMUNITAS ORGANIK BRENJONK, DESA PENANGGUNGAN KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO JAWA TIMUR) Romadhoni Hidayatulloh; Djoko Koestiono; Budi Setiawan
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.458 KB)

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris mempunyai peluang besar dalam pengembangan pada dunia pertanian khususnya pada bidang tanaman hortikultura. Analisis Value Chain memandang perusahaan sebagai salah satu bagian dari rantai nilai produk. Rantai nilai ini mencakup aktivitas yang terjadi karena hubungan dengan pemasok (Supplier Linkages), dan hubungan dengan konsumen (Consumer Linkages). (Porter dalam Widarsono, 2010). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis manajemen rantai nilai pemasaran sayuran organik pada Komunitas Organik Brenjonk, (2) menganalisis keterikatan hubungan pemasaran sayuran organik antara Komunitas Organik Brenjonk dengan pelanggannya. Lokasi pada penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) di Komunitas Organik Brenjonk Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel responden adalah Non-Probability sampling. Penentuan sampel dilakukan berdasarkan metode judgement sampling. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis kepercayaan dan komitmen dan korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan manajemen rantai nilai usahatani sayuran organik terbagi menjadi dua bagian yaitu antara Komunitas Organik Brenjonk dengan para petani dan antara Komunitas Organik Brenjonk dengan para pelanggan. Dari 4 pelanggan Komunitas Organik Brenjonk dengan analisis kepercayaan dan komitmen, D’Natural memiliki nilai hubungan pemasaran yang paling tinggi dengan skor 4.15. Selanjutnya Kinagro dengan skor 4.05. Pelanggan yang ketiga adalah Flores dengan skor 4.01. Pelanggan MIK dengan skor 3.15.
ANALISIS STABILITAS KEMITRAAN ANTARA PERUSAHAAN PEMBENIHAN JAGUNG DENGAN PETANI JAGUNG DI KABUPATEN MALANG “DALAM PERSPEKTIF PETANI” (STUDI KASUS PADA PT PIONEER-DUPONT INDONESIA) Tunggal Afrilia; Surachman Surachman; Rofiaty Rofiaty
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.369 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kewenangan, kepercayaan dan komitmen, kinerja kemitraan terhadap stabilitas kemitraan antara perusahaan dan petani. Penelitian ini menggunakan model  persamaan  struktural  (SEM). Dari hasil penelitian  kewenangan berpengaruh signifikan pada kepercayaan dan komitmen. Sedangkan kepercayaan tidak berpengaruh komitmen dan kinerja kemitraan. Komitmen berpengaruh signifikan pada kinerja kemitraan dan stabilitas kemitraan.
INDIKATOR DAN PENILAIAN TINGKAT KERAWANAN PANGAN KELURAHAN UNTUK DAERAH PERKOTAAN Nuhfil Hanani; Sujarwo Sujarwo; Rosihan Asmara
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.665 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun indikator kerawanan pangan tingkat kelurahan. Kegiatan penelitian terdiri dari 2 tahap, yaitu: (1) menyusun indikator kerawanan pangan daerah perkotaan tingkat kelurahan, dan (2) menilai tingkat kerawanan pangan kelurahan. Penelitian dilakukan di Jawa Timur dengan mengambil sampel kota Malang, Pasuruan dan Batu. Seleksi indikator kerawanan pangan tingkat kelurahan dilakukan menggunaan Analisis Faktor dengan metode ekstraksi Principal Components Analysis (PCA). Analisis kerawanan pangan menggunakan indeks komposit  dari seluruh indikator  dengan menggunakan References Based Analysis (RBA). Indikator kerawanan pangan yang sesuai dan tersedia untuk menganalisis kerawanan  pangan kelurahan adalah: konsumsi dan ketersediaan  pangan domestik  (%), keberadaan toko-toko pracangan/klontong, rata-rata ukuran rumah tangga (%), penduduk tidak bekerja/pengangguran (%), penduduk miskin (%), kematian bayi (IMR)  (perseribu), penduduk tidak akses air bersih (%), balita gizi kurang (%), penduduk dengan pendidikan kurang dari SD (%). Tidak ada kota yang memiliki kelurahan dengan kategori rawan atau sangat rawan, yang ada adalah agak rawan. Indikator yang menjadi penyebab rendahnya status ketahanan pangan tingkat kelurahan adalah jumlah pengangguran, kemiskinan dan IMR.
ANALISIS NERACA BAHAN MAKANAN (NBM) DAN POLA PANGAN HARAPAN (PPH) KABUPATEN SIDOARJO Fahriyah Fahriyah; Anfendita Azmi R.; Condro Puspo Nugroho
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 3 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.003 KB)

Abstract

Kekurangan pangan dan gizi dapat dicegah dengan terjaminnya akses pangan bagi setiap individu masyarakat.  Pangan akan lebih mudah terakses salah satunya apabila pangan  tersedia dalam jumlah dan kualitas  yang  mencukupi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis ketersediaan pangan di Kabupaten Sidoarjo. Analisis yang digunakan adalah menggunakan neraca bahan makanan  dan  Pola Pangan Harapan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ketersediaan pangan di Kabupaten Sidoarjo dari sisi kuantitas masih belum terpenuhi. Capaian ketersediaan kalori dan protein terhadap angka kecukupan energi dan protein yang distandarkan  masing-masing adalah  55.6% dan 70.78%.  Kualitas ketersediaan pangan yang diukur dari capaian skor PPH juga menunjukkan hal yang sama. Skor PPH ketersediaan Kabupaten Sidoarjo mencapai 48.13. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan pangan adalah melalui perbaikan distribusi dan  perdagangan pangan
PERILAKU PETANI PELAKU BACKWARD BENDING SUPPLY DALAM BERUSAHATANI Erna Haryanti K; Rahmawiliyanti Rahmawiliyanti
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.367 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab terjadinya backward bending supply dan perilaku berusahataninya pada petani padi-palawija sebagai pelaku backward bending supply di Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Backward bending supply memiliki makna adanya hubungan negatif antara upah dengan besarnya curahan waktu kerja, yaitu peningkatan upah direspon dengan menurunmya curahan waktu kerja yang ditawarkan. Lokasi penelitian dipilih secara purposive di Desa Sepanyul karena desa tersebut merupakan desa yang petaninya merupakan pelaku backward bending supply.Metode analisis yang digunakan menggunakan tahapan pengumpulan data, reduksi data, menampilkan data dan membuat kesimpulan. Data diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) dari tiga responden yang terdiri dari seorang petani padi-palawija berlahan sempit, seorang petani berlahan sedang dan seorang petani berlahan luas.Hasil analisis yang diperoleh adalah bahwa terjadinya backward bending supply disebabkan karena petani padi-palawija di Desa Sepanyul bersifat subsisten dalam berusahatani padi atau berperilaku sebagai produsen yang sekaligus konsumen. Perilaku subsisten petani didasarkan pada prinsip safety first (mendahulukan selamat) dan enggan beresiko. Perilaku petani berlahan sempit, sedang dan luas dalam berusahatani didasarkan pada ilmu yang diperoleh dari orang tua mereka, pengalaman pribadi dan penyuluh pertanian dengan teknik budidaya padi dan jagung yang sama. Perilaku permintaan tenaga kerja yang dicerminkan dalam curahan waktu kerja pada kegiatan usahatani baik pada petani berlahan sempit, sedang dan luas hanya diperankan oleh kepala keluarga. Tidak terdapat hubungan patron-klien antara petani berlahan luas dengan buruh tani. Terdapat self-exploitation atau memaksimalkan energi yang dimiliki untuk berkegiatan di luar usahatani baik pada keluarga petani berlahan sempit maupun keluarga petani berlahan sedang, namun tidak terjadi pada keluarga petani berlahan luas.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN MAJALENGKA Lola Rahmadona; Anna Fariyanti; Burhanuddin Burhanuddin
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.893 KB)

Abstract

Penelitin ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani bawang merah di Kabupaten Majalengka. Penelitian ini dilaksanakan di satu Kabupaten sentra produksi bawang merah di Jawa Barat selama tiga musim tanam. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari data penelitian komoditas bawang merah Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB tahun 2015. Pengumpulan data yang dilakukan oleh PKHT dilakukan melalui metode survei dan wawancara langsung dengan responden petani bawang merah dengan bantuan kuesioner. Responden petani bawang merah ditentukan secara purposive. Jumlah data responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 37 petani bawang merah di Kabupaten Majalengka. Analisis data yang digunakan adalah deskriftif, analisis pendapatan serta analisis R/C rasio. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan usahatani bawang merah disetiap Musim (Musim Hujan, Musim Kemarau I dan Musim Kemarau II) di Kabupaten Majalengka, pendapatan usahatani atas biaya tunai maupun biaya total lebih besar dari nol. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani bawang merah dengan tingkat efisiensi teknis yang ada mampu memberikan keuntungan bagi petani. Hasil analisis R/C rasio juga menunjukkan bahwa usahatani di ketiga Musim menguntungkan untuk diusahakan karena nilai R/C rasio atas biaya tunai maupun atas biaya total lebih besar dari satu.  

Filter by Year

2008 2024