cover
Contact Name
Arum Budiastuti
Contact Email
arumbudi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
up2dfibunair@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Mozaik Humaniora
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 24428469     EISSN : 2442935X     DOI : -
Mozaik Humaniora is a journal that focuses on the scope of humanities and accepts articles on cultural studies, linguistic and literary studies, as well as philology and historical studies.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Lanskap Linguistik Nilai Budaya pada Rumah Makan Minang Oktavianus Oktavianus; Ike Revita; Khairil Anwar
MOZAIK HUMANIORA Vol. 19 No. 1 (2019): MOZAIK HUMANIORA VOL. 19 NO. 1
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.873 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v19i1.11717

Abstract

Salah satu aspek yang unik terkait dengan Rumah Makan Minang di Indonesia adalah nilai budaya yang terkandung pada nama, label dan simbol yang digunakan. Cara pengungkapan nilai budaya melalui aneka desain nama, label dan simbol disebut dengan lanskap linguistik nilai budaya. Penelitian ini merupakan suatu upaya untuk menelaah nilai budaya pada Rumah Makan Minang. Data yang dikumpulkan adalah nama, label dan simbol Rumah Makan Minang yang terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok dan Papua. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan diskusi kelompok secara terfokus. Kajian dilakukan dengan menggunakan pendekatan lanskap linguistik yaitu sebuah pendekatan yang digunakan untuk menelaah bentangan bahasa di ruang-ruang publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa nama, label, dan simbol yang terpampang pada Rumah Makan Minang mengandung nilai budaya yang beroreantasi pada nilai-nilai positif. Nilai-nilai positif itu tidak hanya nilai-nilai budaya Minang tetapi juga nilai-nilai yang bersifat universal dan nilai-nilai budaya lokal di mana Rumah Makan Minang itu berada.
Kesalahan Siswa dan Umpan Balik Korektif Guru pada Pengajaran Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris di SDN Wonorejo 274 Surabaya Saiko Rudi Kasenda; Yuni Sari Amalia; Viqi Ardaniah
MOZAIK HUMANIORA Vol. 19 No. 1 (2019): MOZAIK HUMANIORA VOL. 19 NO. 1
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.968 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v19i1.11459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kesalahan siswa serta penggunaan umpan balik oral korektif guru dalam pengajaran keterampilan berbicara Bahasa Inggris di SDN Wonorejo 274 Surabaya. Kesalahan siswa diteliti untuk mengetahui gambaran kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik dan penyebab terjadinya kesalahan-kesalahan tersebut sebagai rangkaian pemerolehan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Persepsi guru dan persepsi siswa terhadap umpan balik yang diberikan diangkat untuk mengetahui apabila sudut pandang guru dan siswa saling mendukung satu sama lain atau justru saling berkontradiksi. Teori analisis kesalahan dari Corder (1981) dan Luoma (2004) dan teori umpan balik korektif dari Lyster dan Ranta (1997) digunakan dalam penelitian ini. Melalui metode kualitatif, hasil penelitian menunjukkan (1) kesalahan siswa pada keterampilan berbicara Bahasa Inggris mereka banyak ditemukan di aspek kelancaran yang meliputi banyaknya jeda, pengulangan, kegagapan dan penggunaan fillers; (2) pada aspek akurasi, siswa-siswi SDN Wonorejo mengalami hambatan yang tercermin pada aspek omission, misaddition, misselection, misordering dan mispronunciation atau salah pengucapan; (3) kesalahan yang dibuat siswa dapat diargumentasikan berasal dari intervensi bahasa pertama dan belum sempurnanya penguasaan konsep dan aturan-aturan pada Bahasa Inggris sebagai bahasa sasaran; (4) Umpan balik eksplisit korektif merupakan satu-satunya tipe umpan balik yang digunakan guru karena guru menganggap tipe umpan balik ini paling efektif untuk meningkatkan akurasi dan kelancaran berbicara para peserta didik; (5) Baik siswa dan guru menganggap umpan balik korektif sebagai medium yang penting sebagai respons terhadap kesalahan yang dibuat dan untuk meningkatkan keterampilan berbicara. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman pada bidang pengajaran Bahasa Inggris dan pemerolehan bahasa kedua.
Konstruksi Keluarga oleh Tokoh Anak dalam Novel Di Tanah Lada Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie Usma Nur Dian Rosyidah
MOZAIK HUMANIORA Vol. 18 No. 2 (2018): MOZAIK HUMANIORA VOL. 18 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.95 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v18i2.9842

Abstract

Artikel ini bertujuan mengungkap makna keluarga dalam novel Di Tanah Lada. Penelitian ini memanfaatkan teori struktural dari Tzvetan Todorov. Untukmengungkap makna keluarga yang terdapat dalam struktur novel ini, analisis terfokus pada salah satu unsur struktur novel, yaitu sudut pandang. Melalui analisis terhadap sudut pandang tersebut, peneliti memaparkan pandangan Salva mengenai tokoh-tokoh terhadap keluarga. Analisis dilanjutkan dengan mengungkap makna keluarga dalam novel Di TanahLada. Makna novelDi Tanah Lada berbentuk kritik terhadap kehidupan orang-orangdewasa yang terlalu sibuk mengejar kebahagiaan dan justru mengabaikan keluarga kecil mereka. Sesuai judulnya, Di Tanah Ladaadalah keluarga yang tumbuh subur dalam naungan kebahagiaan dengan jalinan kasih yang utuh. Sebuah keluarga yang menjelma ruang patibrata praharsa. Keluarga yang sehidup semati bahagia.
Pendidikan Domestik: Konstruksi Peran Perempuan Indian Amerika Inferior Dalam Karya-Karya Zitkala-Sa, The School Days of an Indian Girl dan The Wide Spread Enigma of Blue Star Woman Olga Anneke Rorintulus
MOZAIK HUMANIORA Vol. 18 No. 2 (2018): MOZAIK HUMANIORA VOL. 18 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.814 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v18i2.9285

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan konstruksi peran perempuan Indian Amerika inferior dalam masyarakat kulit putih  melalui pendidikan domestik bagi anak-anak perempuan Indian Amerika di akhir abad ke-19  sampai awal abad ke-20 seperti terefleksi dalam karya sastra Zitkala-Sa, The School Days of an Indian Girl and The Widespread Enigma of Blue Start Woman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengumpulkan data-data kualitatif melalui tehnik penelitian kepustakaan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan sastra feminisme yang mengaplikasikan teori feminisme liberal tentang gender. Hasil analisa menunjukkan bahwa pendidikan domestik bagi anak-anak perempuan Indian Amerika merupakan suatu konstruksi gender yang menanamkan budaya patriarki masyarakat kulit putih yang memposisikan peran perepuan Indian Amerika inferior dalam masyarakat kulit putih Amerika di akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20 seperti terefleksi dalam karya-karya Zitkala-Sa.
Pengaruh Lintas Budaya Tingkat Tutur Hormat Keigo melalui Media Sosial antara Driver Guide dan Wisatawan Jepang di Bali Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Djatmika Djatmika; Sumarlam Sumarlam; Ely Triasih Rahayu
MOZAIK HUMANIORA Vol. 19 No. 1 (2019): MOZAIK HUMANIORA VOL. 19 NO. 1
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.382 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v19i1.11976

Abstract

Penggunaan tingkat tutur hormat keigo wajib digunakan dalam bisnis Jepang, salah satunya domain pariwisata, ketika berkomunikasi melalui media online, yaitu media sosial. Penelitian ini berfokus pada penggunaan keigo dari driver guide ketika berkomunikasi dengan wisatawan Jepang melalui media sosial. Penelitian kualitatif ini dilakukan di Kabupaten Badung dan Gianyar karena mempertimbangkan intensitas kunjungan wisatawan Jepang lebih tinggi dibandingkan kabupaten lainnya di Bali, sehingga banyak masyarakat bekerja dalam domain pariwisata, salah satunya berprofesi sebagai driver guide. Teknik pengumpulan data yaitu menyimak, mencatat interaksi driver guide, serta didukung teknik wawancara mendalam. Data dalam bentuk tertulis melalui media sosial, yaitu Whatshapp, Line, dan Instagram. Berdasarkan analisis domain, taksonomi, komponensial, dan analisis tema budaya, dengan mempertimbangkan kekuasaan, jarak sosial, tingkat pembebanan, dan situasi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan keigo dari driver guide tidak konsisiten karena ditemukan kekeliruan dalam menggunaan keigo dan bentuk futsuugo pada bahasa tulis di media sosial. Driver guide masih belum memahami pola interaksi melalui media online yang berbeda dengan komunikasi lisan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor lintas budaya pada bahasa, sistem kelompok berdasarkan pada konsep uchisoto, sistem komunikasi dan struktur kalimat yang berbeda dengan bahasa Indonesia. Namun, meskipun kemampuan berbahasa Jepang secara tertulis sangat kurang, driver guide mampu memberikan pelayanan informasi secara positif melalui media online sebagai bentuk layanan jasa serta sikap ramah ketika merespons pertanyaan melalui media sosial yang digunakan sebagai alat komunikasi, sehingga komunikasi dapat berjalan baik. Temuan ini dapat dijadikan evaluasi bagi driver guide untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang, khususnya berkomunikasi menggunakan bahasa tulis melalui penyuluhan dari Dinas Pariwisata Bali.
Abstraksi dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia Ilmiah dan Implikasinya bagi Penulisan Artikel Berbahasa Inggris Ni Ketut Mirahayuni
MOZAIK HUMANIORA Vol. 18 No. 2 (2018): MOZAIK HUMANIORA VOL. 18 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mozaik.v18i2.9429

Abstract

Ragam bahasa Inggris ilmiah tulis bercirikan tingkatan abstraksi tinggi sebagai sarana kebahasaan untuk membangun teori. Abstraksi ditandai dengan fenomena penominalan yang mengubah pembahasaan pengalaman yang kongruen menjadi suatu entitas abstrak sehingga dapat diklasifikasi sebagai suatu objek. Studi ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik abstraksi dalam bahasa Indonesia ilmiah tulis melalui analisa struktur frasa nomina kompleks dalam teks ilmiah berbahasa Inggris dan padanannya dalam bahasa Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan berfokus pada struktur frasa nomina kompleks dalam bahasa Inggris dan padanannya dalam bahasa Indonesia. Studi ini melibatkan 35 kalimat dalam bahasa Inggris yang memiliki struktur frasa nomina kompleks dan padanannya dalam bahasa Indonesia, yang diseleksi secara purposive dari teks ilmiah berbahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Dalam studi ini ditemukan beberapa strategi membangun dan mempertahankan tingkatan abstraksi dalam bahasa Indonesia, antara lain dengan mempertahankan struktur frasa dalam bahasa Inggris dan menggunakan bentuk nomina pinjaman. Menariknya, studi ini juga menemukan bahwa sebagian besar data menunjukkan penurunan tingkatan abstraksi dalam kalimat-kalimat bahasa Indonesia, artinya, (sebagian) struktur frasa nomina kompleks diuraikan menjadi klausa. Implikasi bagi penulisan ilmiah dalam bahasa Inggris adalah bahwa  penulisan dan/atau penerjemahan teks ilmah dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris perlu mempertimbangkan peningkatan taraf abstraksi demi mencapai dan memenuhi konvensi kebahasaan dalam bahasa Inggris ilmiah tulis. English scientific language is characterized with high abstraction as a linguistic device to theorizing. Abstraction is identified with nominalization that shifts language expressions of congruent experiences into abstract entities, as objects capable of classification. This study aims at identifying characteristics of abstraction in Indonesian scientific language, and is conducted by comparing written scientific English sentences and their translation into Indonesian. This study adopts descriptive qualitative approach focusing on complex noun phrase structures in English and their Indonesian equivalents. This study involves 35 English sentences containing complex noun phrases and their Indonesian equivalents that were purposively selected from an English scientific text and its translation in Indonesian. This study found some strategies to construct and maintain abstraction level in the Indonesian texts, including maintenance the same phrase structures and use of loan words. However, the study has also found lower abstraction level in the Indonesian sentences that complex noun phrases in English are broken down into clauses in Indonesian. The implication of the finding on different abstraction levels into writing of English scientific texts is that writers and/or translators of Indonesian scientific texts need to put such differences into consideration when producing scientific texts in English in order to achieve and conform to linguistic convention in English scientific writing.
Studi Etnografi tentang Nilai-Nilai dan Simbolisasi Tradisi Seblang Olehsari untuk Mencegah Kerawanan Pangan Meirina - Hapsah
MOZAIK HUMANIORA Vol. 18 No. 2 (2018): MOZAIK HUMANIORA VOL. 18 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.636 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v18i2.8922

Abstract

Walaupun pembangunan di Indonesia mengalami peningkatan, masih ada wilayah di Indonesia yang tergolong dalam status rawan pangan atau waspada rawan pangan. Ketersediaan bahan pangan, keterbatasan akses dan penggunaan bahan pangan menjadi tiga faktor penyebab kerawanan pangan. Salah satu faktor tersebut mungkin berakar dari budaya masyarakat yang tidak mendukung. Namun sebaliknya, mungkin juga terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam budaya yang dapat dikembangkan untuk mencegah kerawanan pangan. Tradisi Seblang Olehsari di Banyuwangi dikenal sebagai tradisi yang dilaksanakan untuk mensyukuri hilangnya penyakit, gagal panen dan kerawanan pangan yang pernah terjadi di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis simbolisasi dan nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Seblang Olehsari yang dapat digunakan dalam upaya pencegahan kerawanan pangan di kawasan ini ataupun di wilayah lain di Indonesia yang memiliki budaya serupa. Penelitian ini menggunakan motode etnografi dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi. Wawancara mendalam dilakukan pada 12 informan kunci yang terdiri dari pelaku tradisi seblang, warga desa (petani dan ibu rumah tangga), dan budayawan tradisi Seblang. Hasil penelitian berupa informasi mengenai cara pandang masyarakat melihat seblang Olehsari dan Simbolisasi di dalam seblang olehsari yang berhubungan dengan kerawanan pangan. Terdapat 4 simbolisasi utama dalam ritual Seblang yang berhubungan dengan kerawanan pangan, yaitu anjuran bercocok tanam, kesuburan, perlindungan dan keanekaragaman pangan. Berbagai simbolisasi yang berhubungan dengan kerawanan pangan dapat menjadi pesan penting untuk intervensi pencegahan kerawanan pangan, misalnya menggiatkan bercocok tanam, melindungi dan merawat tanaman dan dorongan untuk mendiversifikasi pangan dan mengkonsumsi bahan pangan non-beras seperti yang digelar pada ritual Seblang.
Selling Sacredness: Representation of Sedekah Gunung Ritual in Lencoh Village, Boyolali in New Media Julianne Indah Rachmawati
MOZAIK HUMANIORA Vol. 18 No. 2 (2018): MOZAIK HUMANIORA VOL. 18 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.742 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v18i2.9660

Abstract

Sedekah Gunung Ritual is a selametan ceremony which becomes a tradition of the people in Lencoh village, Selo, Boyolali region. This ritual is done as an expression of gratitude and requests to be kept away from danger especially since the eruption of Mount Merapi. Sacred rituals become a tourist attraction or experience commodification. This process requires media space so that the message, information, and knowledge that is constructed can be accepted by the audience. There are three issues discussed. (1) What is the form of the ritual Sedekah Gunung representation? (2) How is the ritual charity representation function? (3) What is the meaning of ritual charity mountain representation? The method used is interpretative qualitative data analysis with observation and interview data collection methods. Research shows that the form of ritual representation of ritual Sedekah Gunung is presented in various articles, news, and videos in new media spaces. Its function is the promotion of alternative tourism in Selo region especially Lencoh village, inviting tourists, and increasing economy-income from the tourism sector. Its meaning is the construction of knowledge disseminated as an attraction in the context of alternative tourism to attract local and foreign tourists. A shift in ritual values from sacred to commodities.
NARASI SUBJEK PEREMPUAN DALAM GADIS KOLOT (1939) KARYA SOE LIE PIET Dwi Susanto
MOZAIK HUMANIORA Vol. 19 No. 2 (2019): MOZAIK HUMANIORA VOL. 19 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mozaik.v19i2.13890

Abstract

Karya sastra di era kolonial yang ditulis laki-laki menunjukkan sebuah gagasan tentang narasi subjek perempuan. Hal itu salah satunya muncul dalam teks Gadis Kolot (1939) karya Soe Lie Piet. Tujuan atau permasalahan dalam tulisan ini adalah (1) seperti apa teks Gadis Kolot (1939) menarasikan konstruksi identitas perempuan dan (2) mengapa pengarang sebagai wakil kelompok menghadirkan konstruksi perempuan. Sudut pandang yang digunakan adalah feminis pascakolonial, terutama konsep pembentukan identitas perempuan. Data penelitian ini diantaranya adalah isi karya, gagasan, konteks wacana kolonial dan perempuan, sosiologis pengarang, konteks sosial, dan lain-lain. Teknik interpretasi data dilakukan dengan pembongkaran gagasan teks dan menghubungakn pembacaan tekstual dengan wacana kolonial. Hasil penelitian adalah, pertama, konstruksi subjek perempuan diwujudkan dengan identitas perempuan yang resisten terhadap wacana kolonial, terutama gagasan dan pemikiran materialisme (liberalisme) Barat atas kelompok terjajah. Perempuan menjadi citra, simbol, sarana, dan tempat persembunyian laki-laki terjajah. Kedua, konstruski subjek perempuan merupakan konstruksi kelompok etnis dan golongan moderat dalam mempromosikan nilai tradisi atau leluhur. Dengan demuikian, perempuan tidak mampu dan tidak diberi kesemptaan untuk menyuarakan narasinyakata kunci: wacana kolonial, peranakan Tionghoa, subjek perempuan.
THE MOUSEDEER: THE SIMBOL OF LOWER CLASS’ RESISTANCE AGAINTS THE RULING GROUP LABANIA - -
MOZAIK HUMANIORA Vol. 19 No. 2 (2019): MOZAIK HUMANIORA VOL. 19 NO. 2
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mozaik.v19i2.12488

Abstract

This studi aims to reveal the constructed values in the story of the mousedeer through a social class approach. This study analyzes three types of the mousedeer stories considered to contain any social symbols that could lead to the representation of certain social groups. This study is based on Stuart Hall’s theory of Representation and Karl Marx’s theory of Social Class. The result of the analysis shows that the mousedeer stories contain the representation of class structures as there occured in people’s social relations. The stories contain conflict between social classes or class struggle caused by inequality in the ownership of power, where there are the opposing parties acting as the owner of this power and the mousedeer as the representation of parties without power. Here, the mousedeer who always be able to get away by tricking his strong opponents is a symbol of resistance against them, the onces who owns the power, the authority. These mousedeer stories also has a potential to indicate the psychological turmoil or expression of the lower society who tries to oppose the ruling repression in their era.

Page 9 of 20 | Total Record : 200