cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Dampak
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25975129     EISSN : 18296084     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Dampak merupakan publikasi bidang lingkungan hidup yang bersifat ilmiah, dapat berupa hasil penelitian, aplikasi teknologi tepat guna atau ide penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media lain, atau naskah sedang dalam proses review dan/atau menunggu untuk diterbitkan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
Kemampuan Unit Koagulasi-Flokulasi untuk Menurunkan Total Fosfat dan COD dalam Pengolahan Air Sungai Menggunakan Koagulan Fe2(SO4)3 dan Al2(SO4)3 Muhamad Ruby Syahputra
Dampak Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.22.2.147-155.2025

Abstract

Sungai merupakan salah satu sumber daya air yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Namun, meningkatnya pencemaran akibat limbah domestik, industri, dan pertanian telah menyebabkan penurunan kualitas air sungai, termasuk Sungai Jagir yang merupakan bagian dari Sungai Brantas di Kota Surabaya. Sungai Jagir yang termasuk dalam bagian DAS Kali Surabaya menampung beban pencemaran domestik di sepanjang kali sebesar 75.48 ton per hari. Salah satu parameter utama pencemaran adalah tingginya kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan total fosfat, yang berkontribusi terhadap fenomena eutrofikasi dan peningkatan beban pencemar organik disebabkan oleh dekomposisi alga yang menurunkan kadar oksigen dalam perairan. .Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas proses koagulasi-flokulasi dalam menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan total fosfat dengan koagulan ferri sulfat Fe2(SO4)3 dan aluminium sulfat Al2(SO4)3. Proses pengolahan dilakukan dengan susunan reaktor koagulasi-flokulasi, lalu ke bak sedimentasi untuk diendapkan. Data yang diuji dan dianalisis meliputi sumber air baku meliputi air baku musim panas dan air baku musim hujan, jenis koagulan meliputi koagulan ferri sulfat Fe2(SO4)3  dan aluminium sulfat Al2(SO4)3, dan gradien kecepatan pada unit koagulasi meliputi 802,2  dan 701,48  . Analisis sampel parameter COD menggunakan metode spektrofotometer uv-vis dan parameter total fosfat menggunakan pada EPHA Method 365.3. Hasil yang didapatkan pada persentase efisiensi penyisihan rata-rata pada parameter COD menggunakan air baku musim hujan, terdapat koagulan Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 701,48 , Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 802,2 , koagulan Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 701,48 , Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 802,2 , secara berturut-turut 22.03%, 30.51%, 60.7%, dan 68.4%. Kemudian pada air baku musim panas secara berturut-turut 65.40%, 70.48%, 83.3%, 88.1%. Hasil yang didapatkan pada persentase efisiensi penyisihan rata-rata pada parameter total fosfat menggunakan air baku musim hujan, terdapat koagulan Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 701,48 , Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 802,2 , koagulan Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 701,48 , Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 802,2 , secara berturut-turut 73.18%, 80.16%, 54.36%, dan 59.22%. Kemudian pada air baku musim panas secara berturut-turut 94.87%, 97.58%, 96.15%, 96.77%. Kata Kunci: Koagulasi-Flokulasi, Chemical Oxygen Demand, Total Fosfat, Koagulan Fe2(SO4)3, Koagulan Al2(SO4)3
Comparative analysis of Anaerobic Baffled Reactor ( ABR ) and Moving Bed Biofilm Reactor ( MBBR ) for Domestic and Laundry Wastewater Treatment : Technical, Economic, and Enviromental Performance Assessment in Lamongan, East Java, Indonesia Ramadhan, Iqbal
Dampak Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.22.2.134-146.2025

Abstract

This study evaluates the treatment performance of Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) and Anaerobic Baffled Reactor (ABR) systems in treating domestic laundry wastewater in a tropical environment. Both reactors were operated for 90 days under optimized conditions, with MBBR achieving higher removal efficiencies for biochemical oxygen demand (BOD) and chemical oxygen demand (COD) at 94.6% and 95.2%, respectively, compared to ABR’s 92.6% and 91.7%. Nutrient removal was more effective in MBBR, particularly for ammonia (89%) and phosphate (96%). ABR demonstrated potential for biogas production, generating 126 m³/month, suggesting its viability as a sustainable energy source. However, both systems required post-treatment disinfection to reduce pathogenic bacteria to acceptable limits. Economic analysis indicated MBBR’s lower operational costs, while ABR offered advantages in energy recovery. This comparative study informs sustainable domestic wastewater management strategies in Lamongan, East Java, Indonesia. Keyword: Wastewater Treatment, Moving Bed Biofilm Reactor, Anaerobic Baffled Reactor, Domestic Laundry Wastewater, Biogas.
Kajian Pengolahan Sampah Makanan Menggunakan Larva Black Soldier Fly di Kampus Universitas Andalas Ruslinda, Yenni; Nur, Ansiha; Mardatillah, Regina; Rahayu, Resti; Dawne Ayesha Rizal, Pinkan; Ash Shalih, Shubhiy
Dampak Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.22.2.9-19.2025

Abstract

Pengolahan sampah makanan belum dilakukan di Pusat Pengolahan Sampah Terpadu (PPST) Kampus Universitas Andalas Limau Manis. Untuk itu dilakukan kajian terhadap pengolahan sampah makanan menggunakan Larva BSF dari aspek teknis, ekonomi dan lingkungan. Kajian aspek teknis dilakukan dengan menganalisis timbulan, komposisi, karakteristik sampah makanan yang berasal dari kantin dan Instalasi Gizi Rumah Sakit Universitas Andalas serta menganalisis kebutuhan lahan dan fasilitas. Kajian aspek ekonomi dilakukan dengan menghitung biaya investasi dan operasional, biaya pendapatan dari penjualan produk dan menganalisis kelayakan investasi. Kajian aspek lingkungan dilakukan dengan penilaian dampak lingkungan yang dilakukan responden yang terdiri dari tenaga peneliti dan praktisi dalam pengolahan sampah makanan dengan Larva BSF. Dari hasil kajian aspek teknis, ekonomi dan lingkungan diperoleh pengolahan sampah makanan menggunakan Larva BSF layak diterapkan di PPST Universitas Andalas dengan kapasitas pengolahan sebesar 112 kg/h dan kebutuhan lahan 9 m2. Biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp13.117.000 dengan biaya operasional Rp38.006.400. Pendapatan dari penjualan produk diperkirakan sebesar Rp62.186.880. Hasil kelayakan investasi diperoleh nilai NPV Rp88.739.978, BCR 1,512, IRR 183%, dan PP 1 tahun 6 bulan.  Dari kuisioner diperoleh penilaian untuk dampak positif lebih besar dibandingkan penilaian untuk dampak negatif. Untuk itu direkomendasikan adanya kegiatan pemilahan sampah makanan di sumber, penyediaan parasarana dan sarana, peningkatan kadar air sampah makanan serta kerjasama dalam pemasaran produk yang dihasilkan. Kata Kunci: larva Black Soldier Fly, kajian teknis, kajian ekonomi, kajian lingkungan, sampah makanan
Potensi Pengolahan Sampah Domestik Kota Sawahlunto Menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) Rusyadi, Mughni Alvin; Bagastyo, Arseto Yekti; Goembira, Fadjar
Dampak Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.22.2.42-49.2025

Abstract

Peningkatan timbulan sampah seiring dengan pertumbuhan populasi dan konsumsi masyarakat menimbulkan tantangan besar dalam pengelolaannya, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan energi. Upaya menghadapi tantangan tersebut dapat dilakukan dengan pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Sumber energi yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah energi yang berasal dari biomassa seperti sampah (waste to energy). Refuse Derived Fuel (RDF) menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menanggulangi permasalahan peningkatan timbulan sampah dan peningkatan kebutuhan energi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis potensi pengolahan sampah domestik Kota Sawahlunto menjadi RDF berdasarkan kelayakan aspek teknis dan nonteknis, serta memberikan rekomendasi strategi pengelolaannya. Data menunjukkan timbulan sampah domestic Kota Sawahlunto sebesar 1,24 kg/orang/hari dengan densitas 3,07 L/orang/hari. Komposisi dari sampah domestik yang dihasilkan berturut-turut adalah sampah sisa makanan sebesar 42,12%; sampah plastik 26,37%; sampah kertas 18,69%; sampah kayu/daun 6,93%; residu 3,11%; sampah tekstil 2,21%; dan sampah karet/kulit 0,57%. Analisis karakteristik sampah domestik sebagai bahan baku RDF mengungkapkan: kadar air (10,66%), zat mudah menguap (32,26%), kadar abu (4,98%), dan nilai kalor (16,74 MJ/kg). Hasil analisis ini memenuhi persyaratan teknis SNI 8966:2021 sebagai bahan baku RDF, kecuali pada beberapa komponen yang memerlukan pretreatment.   Kata Kunci: RDF, Kota Sawahlunto, sampah domestik, energi
Tingkat Kesadaran Lingkungan Mahasiswa sebagai Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Edwin, Tivany; Khairul, Ujang; Nur, Ansiha; Mardatillah, Regina; Arif Satria, Muhammad
Dampak Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.22.2.96-103.2025

Abstract

University students are key agents in promoting environmental sustainability, making it essential to assess their level of knowledge, attitudes, and actions regarding environmental awareness. This study aims to evaluate environmental awareness among university students through a structured questionnaire survey. The instrument was distributed to 71 students across different academic levels at a university in West Sumatra Province. The results indicate that while most students possess a basic understanding of environmental issues, their ability to analyze, synthesize, and evaluate such issues remains limited. In terms of attitudes, students generally demonstrate positive dispositions, although further development is needed to foster active participation and social responsibility. Regarding environmentally conscious actions, students have not yet consistently adopted sustainable behaviors, particularly at the level of habitual and innovative practices. Key behaviors that require improvement include waste separation, refusal to use plastic bags, the use of reusable food containers, and recycling practices. These findings highlight the need for more practical and reflective environmental education at the higher education level. Keyword: university students, knowledge, attitude, action, environment
Characteristics of Fly Ash and Bottom Ash from Incinerators at Landfill Sites Azhra Amanda, Tiffany; Chaerul, Mochammad; Sukandar, Sukandar
Dampak Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.22.2.1-8.2025

Abstract

Waste management in Indonesia, especially in big cities, faces a big challenge as the volume of waste continues to increase every year. One of the technologies used to address this problem is incineration, which is the process of burning waste to reduce its volume and generate energy. However, this process produces residues in the form of fly ash and bottom ash (FABA), which contain harmful heavy metals such as Zn, Cu, Cr, Ba, and Ni. If not managed properly, these residues can pollute the environment because they are difficult to decompose and are potentially harmful to human health and ecosystems. This study aims to analyze the physical and chemical properties of FABA to determine its potential utilization. The results showed that fly ash has a finer particle size with a higher density than bottom ash which has coarser and larger particles. Based on ASTM C618 standard, FABA belongs to class C category, which shows SiO2 + Al2O3 + Fe2O3 > 50% content > 50%, and CaO content > 15%. FABA has the potential to be utilized in construction, where fly ash can be used as a partial substitute for cement, while bottom ash can replace sand. The utilization of FABA enables the production of environmentally friendly construction materials, such as rosters, bricks, and paving blocks, which are the result of recycling residues. Thus, the utilization of FABA also reduces the amount of residue generated by the incineration process and reduces dependence on natural raw materials, supporting the creation of a more sustainable construction industry. Keyword: fly ash, bottom ash, physical, chemical, recycling
Analisis dan Pemetaan Tingkat Kebisingan di Kawasan Kampus Universitas Sumatera Utara Adi Rahayu, Silda; Khair AM, Hafizhul; Nurfahasdi, Meutia; Novita Nainggolan, Ita
Dampak Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.21.2.41-48.2024

Abstract

Analisis dan pemetaan tingkat kebisingan dilakukan pada Kampus Universitas Sumatera Utara (USU). Pengukuran kebisingan dilakukan pada 19 titik yang mewakili hari kerja dan hari libur dengan menggunakan Sound Level Meter (SLM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan, pemetaan pola sebaran tingkat kebisingan serta menentukan upaya pengendalian yang dapat dilakukan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai kebisingan pada Kampus USU menunjukkan nilai 30,98 – 76,54 dB(A). Jika dibandingkan dengan baku mutu, tingkat kebisingan Kampus USU telah melebihi batas kebisingan kawasan institusi pendidikan, yaitu 58 dB(A). Peta pola sebaran tingkat kebisingan menunjukkan bahwa kebisingan di Kampus USU didominasi oleh zona merah. Zona merah menunjukkan bahwa intensitas kebisingan Kampus USU cukup tinggi. Upaya pengendalian kebisingan yang direncanakan adalah pemasangan media penghantar berupa pemasangan pagar batako dan penanaman tanaman yang dapat mereduksi kebisingan hingga 25 dB(A). Kata Kunci: Kampus USU, kebisingan, pemetaan, pengendalian kebisingan
Pemanfaatan Proses Anaerobik untuk Pengolahan Air Limbah Indusri Gula: Studi Variasi Inokulum dan pH Jamil Osman, Zadariana; Primasari, Budhi; Ahmad, Zulkifli
Dampak Vol. 22 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.22.1.68-78.2025

Abstract

Air limbah proses pengolahan gula yang dikumpulkan berasal dari pabrik gula X dari di Selangor. Inokulum mikroba diperoleh dari mikroflora yang terdapat dalam lumpur sedimentasi pada instalasi pengolahan air limbah. Proses pengolahan dilakukan dalam kondisi gelap, dengan parameter operasi utama meliputi pH, ukuran inokulum, dan suhu temperatur. Parameter yang diamati mencakup kebutuhan oksigen kimiawi (COD), total padatan tersuspensi (TSS), pH, dan produksi biogas. Inokulum diinkubasi selama dua hari menggunakan substrat berupa air limbah pengolahan gula, dengan pH disesuaikan menjadi 5,0 untuk menghambat aktivitas bakteri metanogenik. Pengolahan dilakukan dalam vial tertutup dengan volume kerja sebesar 10 mL. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa waktu optimum pengolahan adalah 60 jam, berdasarkan efisiensi penurunan COD dan volume biogas yang dihasilkan. Dalam eksperimen utama, parameter operasi divariasikan, yaitu ukuran inokulum (10%, 20%, 30%) dan temperatur (30°C, 35°C, 40°C). Proses ini mampu menurunkan COD hingga 82%, serta mikroflora yang digunakan menunjukkan kemampuan menghasilkan biogas hingga 1,6 mL per 10 mL limbah. Penurunan pH selama proses pengolahan diamati sebagai akibat aktivitas bakteri penghasil asam (asidogenik). Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada TSS, dengan kenaikan maksimum mencapai 460%, yang mengindikasikan pertumbuhan mikroba dan akumulasi biomassa. Kata Kunci: air limbah pabrik gula, microflora, pengolahan anaerobik, penyisihan COD, ukuran inoculum,
Uji Toksisitas Akut Logam Timbal (Pb), Krom (Cr) dan Kobalt (Co) terhadap Daphnia Magna Edwin, Tivany; Ihsan, Taufiq; Pratiwi, Windy
Dampak Vol. 14 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.1.33-40.2017

Abstract

This study aimed to analyze the LC50 value of metallic lead (Pb), chromium (Cr), and cobalt (Co) contained in the printing industry wastewater to Daphnia magna and analyze the relationship of these metals to the LC50 value. The measurement results konsnetrasi Pb and Cr do not exceed the quality standards established, but the metals Co exceeds quality standards. Toxicity of Pb, Cr, and Co were tested in static test using artificial solution of Pb, Cr, and Co in accordance with the concentration measured in the wastewater. Tests carried out consisted of two stages: a preliminary test and test base. Daphnia magna mortality data were analyzed using Probit method with the EPA program Probit Analysis Program Version 1.5. 24-hour LC50 value of Pb, Cr, and Co to Daphnia magna is 1.052% and the LC50 values of Pb, Cr, and Co are respectively 0.003 mg / l, 0.008 mg / l and 0.009 mg / l. All three metals have included the category of very toxic to Dahnia magna.Keywords: Pb, Cr, Co, Daphnia magna, LC50 Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai LC50 logam timbal (Pb), Krom (Cr), dan Kobalt (Co) yang terdapat pada limbah cair industri percetakan terhadap Daphnia magna serta menganalisis hubungan logam tersebut terhadap nilai LC50. Hasil pengukuran konsnetrasi logam Pb dan Cr tidak melebihi baku mutu yang ditetapkan, namun logam Co melebihi baku mutu. Toksisitas logam Pb, Cr, dan Co diuji dalam static test menggunakan larutan artifisial logam Pb, Cr, dan Co sesuai dengan konsentrasi terukur pada limbah cair. Pengujian dilakukan terdiri dari 2 tahap yaitu uji pendahuluan dan uji dasar. Data kematian Daphnia magna dianalisis menggunakan Metode Probit dengan program EPA Probit Analysis Program Version 1.5. Nilai LC50 24 jam logam Pb, Cr, dan Co terhadap Daphnia magna adalah 1,052% dan nilai LC50 logam Pb, Cr, dan Co berturut-turut adalah 0,003 mg/l, 0,008 mg/l, dan 0,009 mg/l. Ketiga logam ini termasuk kategori sangat toksik terhadap Dahnia magna.Kata Kunci: Pb, Cr, Co, Daphnia magna, LC50
Potensi Jasa Lingkungan Penyerap Karbon dan Penyedia Oksigen Hutan Lindung Mangunan, Yogyakarta Putra, Ghalbi Mahendra; Utama, Pramudya Bagas; Suryatmojo, Hatma; Kusumandari, Ambar Kusumandari
Dampak Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.20.2.49-53.2023

Abstract

Forests have multifunction ecology, one of which is environmental services as a CO2 absorber and and O2 producer. The fact is that until now the magnitude of the potential for environmental services as carbon sinks and oxygen producers in the Mangunan Protection Forest is not known, so it is important to research it. The focus of this research is to determine the potential for environmental services in the form of biomass potential, carbon potential, carbon sinks, oxygen providers and their economic value. Carbon data collection in the field by measuring DBH and height of woody vegetation. Calculations using the 2011 BSNI standard and analyzed descriptively. The biomass potential of the Mangunan Protected Forest is 52.83 tons/ha and has threats in the form of trees and fires, so it needs to be preserved. Mangunan Protected Forest Environmental Services in the form of CO2 absorbers of 193.87 tons/ha/year and O2 producers of 141.53 tons/ha/year. The environmental services, if translated properly, are worth Rp. 2,122,640,368. Keywords: environment, sustainability, climate, biomass, vegetation  ABSTRAK Hutan memiliki multifungsi ekologi, salah satunya adalah jasa lingkungan sebagai penyerap CO2 dan penghasil O2. Faktanya sampai saat ini belum diketahui besarnya potensi jasa lingkungan sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen di Hutan Lindung Mangunan, sehingga penting untuk diteliti. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi jasa lingkungan berupa potensi biomassa, potensi karbon, penyerap karbon, penyedia oksigen dan nilai ekonominya. Pengumpulan data karbon di lapangan dengan mengukur DBH dan tinggi vegetasi berkayu. Perhitungan menggunakan standar BSNI 2011 dan dianalisis secara deskriptif. Potensi biomassa Hutan Lindung Mangunan sebesar 52,83 ton/ha dan memiliki ancaman berupa pohon dan kebakaran sehingga perlu dilestarikan. Jasa Lingkungan Hutan Lindung Mangunan berupa penyerap CO2 sebesar 193,87 ton/ha/tahun dan penghasil O2 sebesar 141,53 ton/ha/tahun. Jasa lingkungan tersebut, jika diterjemahkan dengan baik, bernilai Rp. 2.122.640.368. Kata kunci: lingkungan, kelestarian, iklim, biomassa, vegetasi     Â