cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
EL-HIKMAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
PENGARUH PENGELOLAAN ORGANISASI TERHADAP PERWUJUDAN SIKAP MENTAL KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH Musari, Musari
EL-HIKMAH Vol 9, No 1 (2015): JUNI
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesuksesan seorang pemimpin salah satunya dapat dilihat dari kemampuannya mengelola organisasinya, yakni ketika ia mampu mengarahkan orang untuk bekerja sesuai dengan yang diinginkan atau diinstruksikan. Pengelolaan organisasi dipengaruhi oleh dua hal, yaitu faktor dari dalam individu dan dari luar individu. Faktor dari dalam individu bertalian erat dengan pengelolaan organisasi, sedangkan faktor dari luar individu bertalian erat dengan sikap moral. Oleh karenanya, kedua faktor ini penting mendapat perhatian khusus. Artikel ini mendiskripsikan pengaruh pengelolaan organisasi terhadap perwujudan sikap mental kepemimpinan kepala madrasah, dan rekomendasi hasil pengelolaan sistem organisasi terhadap perwujudan sikap mental kepemimpinan kepala madrasah.
REVITALISASI SPIRIT PENDIDIKAN ISLAM: Menginovasikan Tradisi dan Menorehkan Prestasi Fattah, Abdul
EL-HIKMAH Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada enam bagian besar yang dibahas. Bagian yang dimaksud yaitu; (1) Keimanan dan toleransi, terutama menawarkan pembumian nilai Islam dalam keutuhan wadah kebangsaan; (2) Agama dan tradisi masyarakat Indonesia, yang menghadirkan fenomena keagamaan berbagai agama, yaitu turath Islam, perayaan Imlek, perayaan Paskah, dan seni sakral keagamaan Hindu; (3) Menjadikan agama sebagai benteng moral, yang mengulas agama sebagai dasar moral dan etika serta mengutamakan akhlak bagi pendidikan anak bangsa; (4) Menggerakkan tradisi pesantren, yang memotret pesantren sebagai katalisator budaya dan petanya dalam konstalasi sosial politik, serta munculnya fenomena ―Ma‘had Aly‖ sebagai lembaga Par Excellence Kaderisasi Ulama; (5) Menggali potensi anak bangsa: kreasi dan inovasi dari madrasah hingga perguruan tinggi, terutama menghadirkan kajian universitas Islam di tengah konstalasi perguruan tinggi lainnya di Nusantara; serta (6) Bersama tokoh dan pahlawan bangsa, yang mengkaji nilai-nilai kearifan yang tersari dari ketokohan dan perjuangan KH.A. Wahid Hasyim, KHR. Abdul Karim, Guru Haji Muhir bin Foan-Hajjah Ma‘ani binti Salim, Habib Salim Idrus bin Salim al-Jufri, KH. Badri Masduki, dan Syarifuddin Prawiranegara.
KOMPARASI PRESTASI BELAJAR SISWA ASAL SD DAN MI PADA BIDANG STUDI FIQIH DI MTS AN-NAJAH SESELA, GUNUNGSARI, LOMBOK BARAT Hilmiati, Hilmiati
EL-HIKMAH Vol 8, No 2 (2014): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi belajar seringkali dipengaruhi oleh siswa itu sendiri, diantaranya adalah faktor intelegensi, faktor psikologis disaat menerima pelajaran, atau pun perbedaan latar pendidikan (sekolah umum atau agama). Perbedaan latar pendidikan pada masing-masing siswa memberikan tingkat prestasi belajar yang berbeda. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa siswa asal sekolah agama lebih banyak mempelajari materi agama dibanding siswa asal sekolah umum. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa kelas VIII asal SD dan MI pada bidang studi Fiqih di MTs An-Najah Desa Sesela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Pendekatan penelitian secara kuantitatif menggunakan analisis statistik komparatif t-test. Temuan penelitian menunjukkan pada taraf kesalahan 5% nilai t-hitung 2,941 lebih besar dari t-tabel 2,22 yang berarti ada perbedaan prestasi belajar siswa asal SD dan MI pada bidang studi Fiqih.
PENDIDIKAN KARAKTER & PENDIDIKAN AKHLAK: SEBUAH TINJAUAN HISTORIS, NORMATIF-FILOSOFIS Gani, Abdul
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan akhlak. Tujuannya adalah untuk membentuk pribadi anak supaya menjadi manusia yang baik, yaitu warga negara dan masyarakat yang baik. Istilah pendidikan karakter dalam sejarah bangsa Indonesia, bukan merupakan sesuatu yang baru. Pada masa penjajahan muncul sosok penggiat pendidikan karakter semisal R.A. Kartini, Ki hajar Dewantara, Soekarno, Hatta, Tan Malaka, dan Moh. Natsir. Sebenarnya dalam tradisi pendidikan di Indonesia, terdapat beberapa mata pelajaran dalam silabus yang diterapkan di sekolah khususnya Madrasah yang mengarah kepada pembentukan karakter bangsa, yakni Pendidikan Akidah Akhlak untuk membentuk insan yang berakhlak karimah dan civic education/kewarganegaraan untuk menumbuhkan semangat kebangsaan. Hanya saja dalam implementasi di wilayah mikro (lembaga pendidikan), mata pelajaran tersebut ternyata belum optimal untuk menjadikan output pendidikan formal menjadi pribadi yang berakhlakul karimah atau pribadi yang mengetahui, memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan. Tulisan berikut ini akan memaparkan tinjauan historis-filosofis-normatif dari pendidikan karakter di Indonesia.
Implementasi Manajemen Mutu Terpadu Lembaga Pendidikan Islam: Sebuah Alternatif Solusi Filsafat Sulhan, Ahmad
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini Pendidikan Nasional tengah menghadapi isu krusial. Isu yang paling sensitif terkait dengan mutu pendidikan, relevansi pendidikan, akuntabilitas, professionalisme, efisiensi, debirokrasi dan prilaku pemimpin pendidikan. Untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada di lingkungan pendidikan tersebut terletak pada Manajemen Mutu Terpadu yang akan memberi solusi para professional pendidikan untuk menjawab tantangan masa kini dan masa depan. Karena Manajemen Mutu Terpadu dapat digunakan untuk membangun aliansi antara pendidikan, bisnis, dan pemerintah. Manajemen Mutu Terpadu dapat membentuk masyarakat responsive terhadap perubahan tuntutan masyarakat di era globalisasi ini. Manajemen Mutu Terpadu juga dapat membentuk sekolah yang tanggap dan mampu merespon perubahan yang terjadi dalam bidang pendidikan demi memberikan kepuasan pada stakeholders. 
DAMPAK POLIGAMI TERHADAP KEBERLANGSUNGAN PENDIDIKAN ANAK DI DESA MONTONG TEREP KECAMATAN PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Astriana, Baiq Ety
EL-HIKMAH Vol 6, No 2 (2012): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengembangkan potensi anak, peranan orang tua sangatlah penting, karena berhasil atau tidaknya pendidikan anak tergantung dari bagaimana perhatian orang tua terhadap anaknya dan pendidikan dalam keluarga merupakan tanggungjawab orang tua, karena itu orang tua hendaknya selalu menanamkan nilai-nilai yang baik sejak dini terhadap anak-anaknya sehingga anak-anak itu nantinya akan menjadi anak yang berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsa serta agama sesuai dengan tujuan perkawinan dan pendidikan. Kenyataan yang masih terlihat dalam dunia poligami adalah ketika sang ayah melakukan poligami, sang ayah cenderung tidak menghiraukan pendapat anak, maka bisa saja akan berdampak negatif pada proses tumbuh kembangnya dan akan mengganggu emosi anak. Poligami tidak hanya berdampak pada psikologis anak akan tetapi bisa juga berpengaruh pada fisik dan minat belajarnya. Persoalan tersebut di atas juga terjadi di Desa Montong Terep Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah. Berangkat dari masalah-masalah yang banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat dan menyangkut pendidikan dan masa depan anak-anak, baik dari segi perkembangan jasmani maupun rohani, pada khususnya yang menyangkut pendidikan, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul, “Dampak Poligami Terhadap Pendidikan Anak dalam Keluarga di Desa Montong Terep Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah”.
PROBLEMA GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS VIII DI MTs. NURUL ANWAR NW BUG-BUG KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Raiman, Raiman
EL-HIKMAH Vol 7, No 2 (2013): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah Kebudayaan Islam merupakan pelajaran penting sebagai upaya untuk  membentuk  watak  dan  kepribadian  umat.  Dengan  mempelajari  sejarah, generasi muda akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari perjalanan suatu tokoh atau generasi terdahulu. Dari proses itu dapat diambil banyak pelajaran, sisi- sisi mana yang perlu dikembangkan dan sisi-sisi mana yang tidak perlu dikembangkan namun dalam realitasnya sering kurang disadari nilai urgensi yang terkandung di dalamnya, sehingga mata pelajaran sejarah khususnya Sejarah Kebudayaan Islam kurang diminati. Padahal dengan mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam itu kita dapat mengetahui betapa umat Islam pernah mencapai suatu kejayaan yang diakui oleh dunia internasional, dan melalui sejarah pula manusia dapat mengambil banyak pelajaran dari proses kehidupan suatu umat, bangsa, negara dan sebagainya. Oleh karna itu, dalam tulisan ini akan dikaji beberapa permasalahan, yaitu: 1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di madrasah?. 2. Apa saja problema guru dalam proses pembelajaran sejarah kebudayaan Islam?. 3. Bagaiamana usaha yang dilakukan untuk menanggulangi problema guru dalam proses pembelajaran sejarah kebudayaan islam?
ESENSI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF ISLAM Syukri, Syukri
EL-HIKMAH Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter identik dengan pendidikan akhlak. Keduanya memiliki kesamaan tujuan yaitu membentuk watak atau sifat manusia. Dalam Islam, esensi pendidikan karakter dilakukan pada masa kanak-kanak yaitu antara 0 sampai 10 tahun. Usia ini merupakan usia penentu pembentukan karakter baik dan buruk manusia, sebagai peletak dasar bagi pembiasaan karakter yang akan dijalani selama hidupnya. Usia remaja dan dewasa hanya membiasakan karakter yang sudah terbentuk sejak masa kanak-kanak. Bagi Islam, tujuan utama pembentukan dan pendidikan manusia yaitu memahami etika kehidupan sebagai bekal hidup berdampingan dengan sesama manusia dan makhluk lain di alam raya dan terbiasa menyembah Allah dengan segala aturannya. Dua karakter utama yang hendak dibentuk perspektif Islam adalah manusia muslim yang senantiasa berzikir beribadah kepada Allah dan berbudi pekerti mulia terhadap semua makhluk ciptaan Allah di langit dan di bumi baik alam nyata maupun alam gaib.
Implementasi Pendidikan Karakter di MTsN 3 Mataram dan SMPN 1 Labuapi Tahun Pelajaran 2014/2015 Fitriatunnisa, Fitriatunnisa
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan suatu konsep yang ditawarkan oleh bangsa Indonesia untuk menanggulangi krisis moral akhir-akhir ini. Dalam penyelenggaraannya disekolah, pendidikan karakter dilakukan secara terpadu melalui tiga jalur, yaitu: pembelajaran, manajemen sekolah, dan ekstrakulikuler. Artikel ini menguraikan implementasi pendidikan karakter dua lembaga pendidikan yang berbeda, yakni di sekolah berbasis keagamaan (MTsN 3 Mataram) dan sekolah umum (SMPN 1 Labuapi) untuk membandingkan sisi implementasinya pada tiga jalur tersebut. Hasil temuan menunjukkan, bahwa dalam menanamkan nilai-nilai karakter yakni disiplin, toleransi dan peduli lingkungan antara MTsN 3 Mataram dan SMPN 1 Labuapi memiliki dasar atau alasan berbeda. MTsN 3 Mataram selaku sekolah agama lebih condong menanamkan nilai karakter kepada peserta didiknya dengan alasan nilai keagamaan itu sendiri. Sedangkan, SMPN 1 Labuapi selaku sekolah umum, dalam menanamkan nilai karakter kepada peserta didiknya dilandaskan pada falsafah kebangsaan itu sendiri. Kata Kunci:
PSIKOLOGI ISLAMI: Cara Baru Memahami Eksistensi Manusia dalam Pendidikan Islam Basyuni, Helmi
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu pengetahuan dan agama secara klasik sering diamati sebagai dua pandangan yang terpisah secara eksklusif. Tidak ada bagian ilmu yang dapat dijelaskan agama dan sebaliknya, tidak ada perintah agama melalui wahyu yang dapat dijelaskan secara obyektif oleh logika ilmu pengetahuan. Pertemuan antara ilmu dan agama merupakan suatu khayalan yang mustahil dapat dihadirkan secara nyata, sehingga sia-sia bila ada yang berupaya untuk mempertemukannya baik dalam taraf substansi kajian, cara mencari kebenarannya, maupun fungsi terapannya. Setelah tahun 1950, keyakinan tentang eksklusivitas agama dan ilmu pengetahuan mulai meluntur. Artinya agama dan pengetahuan manusuia dapat dikawin-mawinkan untuk merumuskan jalan bagi pemaknaan manusia dan paradigma positivistik-sekular mulai diragukan eksistensinya dalam menjawab eksistensi diri manusia. Dan kekosongan inilah yang hendak dijawab oleh Islam dengan paradigm Psikologi Islaminya. Pemahaman-pemahaman tingkah laku dengan rujukan Islam merupakan sebuah paradigma yang khas, bila tidak dikatakan baru. Terdapat sebuah definisi umum yang menggambarkan kekhasan psikologi Islami, yaitu ilmu yang berbicara tentang manusia, terutama masalah kepribadian manusia, yang berisi filsafat, teori, metodologi dan pendekatan problem dengan didasari sumber-sumber formal Islam, akal, indra, dan intuisi. Dan tulisan berikut ini akan mewacanakan postur dari Psikologi Islami dan konsekuensinya bagi gagasan kependidikan Islam.