cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
EL-HIKMAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Siswa Kelas VIII SMPN 1 Mataram Tahun Pelajaran 2013/2014 Faizah, Husnul
EL-HIKMAH Vol 7, No 1 (2013): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia memiliki kemampuan untuk meningkatkan kehidupannya, baik untuk meningkatkan pengetahuan, maupun untuk mengembangkan kepribadian dan keterampilannya. Pendidikan, terutama Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan besar dalam pembentukkan karakter peserta didik menjadi insan yang lebih baik . Manusia yang telah mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam bisa digambarkan sebagai sosok individu yang memiliki keimanan, komitmen, ritual dan sosial pada tingkat yang diharapkan. Menerima tanpa keraguan sedikit pun akan keberadaan ajaran Islam, bersedia untuk berperilaku atau memperlakukan objek keagamaan secara positif, melakukan perilaku ritual dan sosial keagamaan secara positif, sebagaimana yang digariskan dalam ajaran Islam. Sosok pribadi yang demikian itulah yang diinginkan oleh setiap guru, supaya dimiliki oleh siswa sebagai anak didiknya. Untuk itu, SMPN 1 Mataram mengadakan program IMTAQ dan upaya kontributif lainnya.
SPIRITUALISASI ILMU: Sebuah Upaya Menyibak Jalur Integrasi Ilmu dan Agama Fuadi, Abdulloh
EL-HIKMAH Vol 7, No 2 (2013): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan mengelaborasi tiga hal: pertama, latar belakang munculnya pemikiran perlunya pengintegrasian ilmu dan agama; kedua, ambiguitas yang dialami oleh praktisi pendidikan dalam mempraktekkan integrasi ilmu dan agama; ketiga, jalur baru yang mungkin bisa dilalui sebagai arah kebijakan para praktisi pendidikan. Upaya spiritualisasi ilmu tidak bisa hanya lewat tulisan di atas kertas atau media pidato, ceramah, sarasehan, seminar dan sejenisnya. Ia membutuhkan tindakan nyata dan konkrit. Aktifitas perpustakaan dan masjid harus bersinergi mendukung pembentukan cendekiawan Muslim yang berkarakter. Tindakan nyata itu membutuhkan totalitas penuh dari semua stakeholder di sebuah institusi pendidikan.
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL: Belajar pada Pondok Pesantren Al-Raisiyah Sekarbela Fattah, Abdul
EL-HIKMAH Vol 8, No 2 (2014): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola manajemen kurikulum di Pondok Pesantren Al-Raisiyah Sekarbela dapat diklasifikasi menjadi empat aspek, yaitu: perencanaan kurikulum, organisasi kurikulum, pelaksanaan kurikulum dan pengawasan atau evaluasi kurikulum.Di Pondok Pesantren Al-Raisiyah Sekarbela berlaku dua jenis kurikulum, yaitu: Kurikulum Umum Kementerian Agama (KTSP) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ada, dan Kurikulum takhassus (khusus) sebagai kurikulum khas Pondok Pesantren Al-Raisiyah yang ditekankan pada keterampilan penguasaan ilmu nahwu.
PENDIDIKAN ISLAM; TRADISI DAN MODERNISASI DI TENGAH TANTANGAN MILENIUM III Alidrus, Ali Jadid
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam dalam menghadapi millinium ke III atau abad 21 harus segera berbenah, tidak lagi hanya membangga-banggakan sejarah keemasan masa lalu, namun juga menpersiapkan (merencanakan) kehidupan di masa sekaranag untuk memperoleh harapan (masa depan) yang lebih baik. Hal ini bisa terjadi dengan memodernisasikan lembaga-lembaga pendidikan, serta mengintregrasikan keilmuan (Islamisasi keilmuan) serta meninggalkan dikotomi keilmuan yang selama ini mengganggu umat Islam. Modernisasi dilakukan untuk memiliki daya saing yang didasari dengan budaya mutu berbasis komitmen kerja yang diilhami oleh nilai-nilai islami.
Peran Guru dalam Membina Kerukunan Umat Beragama (Studi Pengembangan Kompetensi Sosial Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 1 Pemenang Lombok Utara) Azkar, Muh.
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Guru adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya tidak bisa terlepas dari kehidupan sosial. Di tengah masyarakat yang plural baik dari segi agama ras, dan suku, maka guru sebagai tokoh harus terlibat dalam membina hubungan antarkelompok tersebut sebagaimana yang dilakukannya di sekolah pada peserta didik. Nilai-nilai pluralisme dan sikap toleransi yang diajarkan pada peserta didik di sekolah harus mampu ditransformasikan ke lingkungan masyarakat. Artikel ini menguraikan tentang pengembangan kompetensi sosial guru PAI SMAN 1 Pemenang Lombok Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI mampu berinteraksi dan menjalin kerjasama yang baik dengan masyarakat. Ini dibuktikan melaui kedudukan dan peran yang diberikan oleh masyarakat baik dalam bidang keagamaan maupun dalam bidang sosial kemasyarakatan. Sebagai tokoh agama, ia membimbing dan mendidik umat sesuai dengan tuntutan ajaran agama. Sedangkan sebagai tokoh masyarakat, ia adalah pengayom dan pelindung masyarakat.
UPAYA GURU UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA MELALUI METODE DISKUSI PADA BIDANG STUDI AQIDAH AKHLAK DI KELAS VII A MTs. AN-NAJAH SESELA GUNUNGSARI TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Munawir, Munawir
EL-HIKMAH Vol 6, No 2 (2012): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu wadah untuk melahirkan generasi yang berkualitas dan mandiri. Oleh karena itu, pendidikan juga dituntut memiliki kualitas yang baik. Perbaikan mutu pendidikan dan pengajaran senantiasa harus tetap diupayakan dan dilaksanakan dengan jalan meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengalaman membuktikan bahwa kegagalan pengajaran salah satunya disebabkan oleh pemilihan metode yang kurang tepat. Kelas yang kurang kondusif dan kondisi siswa yang kurang kreatif dikarenakan penentuan metode yang kurang sesuai dengan sifat bahan dan tidak sesuai dengan tujuan pengajaran. Model pembelajaran aktif merupakan jawaban atas permasalahan tentang rendahnya mutu atau kualitas pembelajaran di beberapa sekolah salah satunya MTs. An-Najah Sesela. Kendala apa saja yang dihadapi oleh guru?; dan bagaimana pula upaya guru untuk meningkatkan kreativitas siswa pada bidang studi Aqidah Akhlak di Kelas VII A MTs An-Najah Sesela Kecamatan Gunungsari Tahun Pelajaran 2011/2012?
MERETAS KEBEKUAN DAN KEBUNTUAN REFORMASI PARADIGMA KAJIAN KEISLAMAN DI INDONESIA Fattah, Abdul
EL-HIKMAH Vol 7, No 2 (2013): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui karya akademik ini ingin ditegaskan bahwa memahami konteks pendidikan Islam di Indonesia tidak cukup hanya dengan melihat bahwa pendidikan Islam merupakan subsistem dari pendidikan nasional. Namun, pendidikan Islam juga sekaligus sebagai entitas tersendiri yang memiliki budaya akademik yang berbeda dengan karakteristik pendidikan pada umumnya. Dalam himbauan penulis, pendidikan Islam tidak boleh berjalan stagnan. Pendidikan Islam seyogyanya selalu meningkatkan kualitas dan berkembang secara dinamis. Sebagaimana salah satu misi Kementeriaan Agama untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam, mulai dari raudhatul athfal (TK), madrasah, hingga Perguruan Tinggi Agama, pendidikan agama, dan pendidikan keagamaan.
PENERAPAN METODE ROLE PLAYING PADA PEMBELAJARAN SKI KELAS III DI MTs IKHLASIYAH PARAMPUAN Asyari, Akhmad
EL-HIKMAH Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses belajar-mengajar, penerapan metode yang tepat memiliki andil yang besar dalam proses penciptaan suasana belajar yang efektif dan bermakna. Pemilihan dan penerapan metode yang kurang tepat akan berdampak kurang positif dan hasil proses belajar-mengajar yang kurang maksimal. Didasarkan atas sistem pendekatan dari berbagai disiplin keilmuan, suatu metode pendidikan baru dapat diterapkan secara efektif, manakala perkembangan anak didik dipandang dari berbagai aspek perkembangan kehidupannya. Artikel ini berupaya meneropong penerapan metode role playing pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas III MTs Ikhlasiyah Parampuan. Penerapan metode yang tergolong baru ini ternyata mampu meningkatkan aktivitas dan antusias siswa dalam belajar, khususnya mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.
DIFERENSIASI DAN DIVERSIFIKASI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA ERA GLOBALISASI Al Idrus, Ali Jadid
EL-HIKMAH Vol 8, No 2 (2014): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi menimbulkan perubahan penting dalam berbagai aspek. Secara kelembagaan dapat mendorong terjadinya proses otonomisasi, devolusi, dan privatisasi pendidikan. Pendidikan Islam sebagai bagian dari satuan pendidikan dituntut untuk senantiasa merevitalisasi strateginya guna menjamin kesesuaian tututan lingkungan dan persaingan dengan kekuatan internal yang dimilikinya. Ketidakmampuan suatu satuan pendidikan dalam merespons peluang dan ancaman eksternal akan mengakibatkan menurunnya daya saing dan atau terhambatnya pencapaian kinerja satuan pendidikan itu. Selain penguasaan atas sains dan teknologi, pendidikan Islam juga perlu melakukan langkah-langkah strategis sebagai upaya pengembangan pendidikannya dalam menghadapi pendidikan global.
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA BIDANG STUDI PAI DI KELAS VIII SMPN 1 LABUAPI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Aziz, Abdul
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi tidak hanya membawa perubahan positif bagi peradaban manusia, tapi lebih dari itu telah mengacaukan kemanusiaan manusia sehingga gesekan demi gesekan yang bernuansa negatif tak dapat dihindarkan. Potret kemanusiaan yang demikian telah menyadarkan para pemerhati pendidikan untuk menerapkan kembali pendidikan karakter untuk menyemai aspek-aspek rasa, simpati, dan empati bagi peserta didik. Dalam Undang-undang Pendidikan No. 14 Tahun 2005 misalnya, lembaga pendidikan diberikan amanat untuk mengembangkan serta mewujudkan kompetensi anak didik bukan dalam pencapaian prestasi kognitif saja, tapi lebih luas yaitu pendidikan dan pembelajaran pada semua mata pelajaran khususnya PAI agar anak didik mempunyai karakter berkepribadian luhur. Mata pelajaran PAI merupakan pelajaran yang erat kaitanya dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Berdasarkan hal ini, penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana; pertama, penerapan Pendidikan Karakter Pada Bidang Studi PAI di Kelas VIII SMPN 1 Labuapi Tahun Pelajaran 2012/2013; kedua, kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan pendidikan berkarakter di kelas VIII SMPN 1 Labuapi pada bidang studi PAI Tahun Pelajaran 2012/2013; dan ketiga, upaya-upaya yang dilakukan guru terkait kendala-kendala yang dihadapi dalam menerapkan pendidikan karakter di kelas VIII SMPN 1 Labuapi pada bidang studi PAI Tahun Pelajaran 2012/2013.