cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+62254-376712
Journal Mail Official
teknika@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 1693024X     EISSN : 26544113     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/tjst
Core Subject : Engineering,
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi merupakan jurnal peer-reviewed dalam Bahasa Indonesia di bidang keteknikan, diantaranya bidang teknik sipil, bidang teknik mesin, bidang teknik industri, bidang teknik kimia, bidang teknik metalurgi, dan bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 318 Documents
PERENCANAAN PERSEDIAAN BATUBARA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN BIAYA TRANSPORTASIMENGGUNAKAN MODEL P BACK ORDER DI PT. ABC Achmad Bahauddin; Ratna Ekawati; Mohammad Riza Hafidz
Jurnal Teknika Vol 10, No 1 (2014): Edisi Juni 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i1.6637

Abstract

PT. ABC adalah salah satu perusahaan yang menghasilkan listrik dengan bahan baku utama berupa batubara. Perencanaan inventori di PT. ABC dalam pengadaan batubara perlu dilakukan perbaikan karena perusahaan belum mampu memenuhi semua permintaan yang ada dengan optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan bahan baku batubara untuk 12 bulan berdasarkan peramalan, mengetahui waktu pemesanan barang yang optimal, mengetahui jumlah safety stock yang seharusnya disediakan untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan bahan baku batubara, dan menentukan total biaya inventori yang optimal dengan mempertimbangkan biaya transportasi. Untuk menyelesaikan penelitian ini, dilakukan peramalan permintaan bahan baku batubara menggunakan metode EWMA with seasonal correction. Kemudian dilakukan perencanaan inventori batubara menggunakan model P back order dengan mempertimbangkan biaya transportasi dan diselesaikan secara matematis menggunakan model Hadley-Within. Penelitian ini menghasilkan kebutuhan permintaan bahan baku batubara untuk 12 bulan dan waktu antar pemesanan sebesar 9 hari dengan jumlah safety stock sebesar 7.715,26 ton serta total biaya inventori sebesar Rp 303.613.051.566,05 untuk memperoleh hasil yang optimal. Dengan adanya usulan tersebut diharapkan perusahaan mampu memenuhi semua permintaan bahan baku batubara dan meningkatkan profit.
PENGGUNAAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM KAJIAN STRATEGI TRANSPORTATION DEMAND 124 MANAGEMENT (TDM) (Studi Kasus Kota Bandung) Fakhruriza Pradana
Jurnal Teknika Vol 8, No 2 (2012): Edisi November 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i2.6693

Abstract

Masalah kemacetan muncul seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di kota Bandung. Permasalahan transportasi ini terjadi karena tidak adanya keseimbangan antara prasarana transportasi (supply side) dengan pergerakan masyarakat (demand side). Oleh sebab itu, kebijakan pengembangan sistem prasarana transportasi perkotaan di Indonesia yang menggunakan pendekatan konvensional yaitu predict and provide harus ditinggalkan dan diganti dengan pendekatan baru yaitu predict and prevent. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan pengelolaan pada sisi demand yang dikenal dengan istilah Transportation Demand Management (TDM). Metode yang digunakan untuk memilih strategi TDM pada kota Bandung adalah Analytic Hierarchy Process (AHP). Struktur hirarki dirancang 3 tingkat, tingkat pertama adalah tujuan, tingkat kedua berisi kriteria yang akan dievaluasi, dan tingkat ketiga adalah alternatif strategi TDM yang akan dipilih untuk kota Bandung. Data diperoleh berdasarkan pengisian kuesioner terhadap 28 responden (pemerintah dan akademisi) yang dianggap memahami dan dapat mengambil kebijakan transportasi di kota Bandung. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan program microsoft excel dengan hasil urutan adalah sebagai berikut: Bus Rapid Transit (0,424), Nonmotorized Improvements (0,368) dan Alternatives Work Schedules (0,208). Ketiga program sangat tepat untuk diterapkan di Kota Bandung karena program tersebut sesuai dengan karakteristik Kota Bandung. Namun untuk lebih meningkatkan efektifitas dalam mengurangi tingkat kemacetan dan mendukung transportasi berkelanjutan, akan lebih baik jika ketiga program diimplementasikan secara bersamaan dan terintegrasi. Karena untuk menyelesaikan persoalan transportasi tidak ada satu solusi tunggal.
PENGARUH PENAMBAHAN SURFAKTAN TERHADAP KARAKTERISTIK MIKROKAPSUL MELAMIN UREA FORMALDEHID Retno Sulistyo Dhamar Lestari; Denni Kartika Sari
Jurnal Teknika Vol 13, No 1 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v13i1.5851

Abstract

Studi Awal Pengolahan Sampah kota Sebagai Energi Baru Terbarukan Dengan Anaerobic Biodigester Ni Ketut Caturwati; Mekro Permana Pinem; Angga Angga
Jurnal Teknika Vol 11, No 1 (2015): Edisi Juni 2015
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v11i1.6967

Abstract

Sampah merupakan hasil samping kegiatan manusia yang sering kali dikesampingkan karena dianggap tidak berguna dan menjadi sumber pencemaran lingkungan. Sebaliknya dunia saat ini mengalami krisis energi akibat cadangan energi fosil yang semakin menipis. Hal ini menuntut dilakukannya pengembangan teknologi pengolahan sampah sebagai sumber energi seperti teknologi anaerobic biodigester. Paper ini menampilkan hasil eksperimen pengolahan sampah organic dengan anaerobic biodigester dengan starter kotoran sapi, kotoran kambing dan air lindi. Hasil penelitian menunjukkan biogas yang dihasilkan dari starter kotoran kambing memiliki kadar gas metana sebesar 64.3 % . Nilai ini sangat baik mendekati nilai maksimal standar biogas menurut Energi Resources Development series No. 19 Esca, Bangkok dengan kisaran kandungan metana sebesar 55 – 65 %
PENGARUH EKSTRAKSI BERBANTU GELOMBANG ULTRASONIK DAN VARIASI PENGERINGAN TERHADAP SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK Denni Kartika Sari; Retnosulistyo Dhamar Lestari; Indar Kustiningsih
Jurnal Teknika Vol 12, No 2 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i2.6603

Abstract

Nanopartikel perak memiliki karakteristik yang unik dan dapat diaplikasikan pada berbagai bidang seperti obat,katalisis,industry tekstil maupun pada bidang pengolahan limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah biosintesis hijau dari nanopartikel perak menggunakan rumput laut Kappahycus alvarezi/Eucheuma Cottonii. Biosintesis nanopartikel dari bahan natural dari AgNPs memiliki banyak keuntungan diantaranya biosintesis AgNPs dari bahan alam lebih stabil, dan dapat mengurangi ion perak dalam pembentukan nanopartikel perak. Penggunaan gelombang ultrasonik diharapkan dapat meningkatkan yield dan mempersingkat waktu ekstraksi, penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan tahap pertama ekstraksi rumput laut dengan pengeringan oven adalah memvariasikan waktu 2,4,6, dan 8 menit, rasio ekstrak rumput laut dan AgNO3 1:10,1:151:20 , tahap kedua ekstraksi rumput laut dengan pengeringan sinar matahari memvariasikan waktu 2,4,6, dan 8 menit, rasio ekstrak rumput laut dan AgNO3 1:10,1:151:20. Tahap ketiga selanjutnya sebagai pembanding adalah sintesis nanopartikel perak dengan maserasi dan pemanasan dengan perbandingan 1:10,1:15 dan 1:20 . hasil menunjukan pada keseluruhan tahapan dan variasi menunjukkan terbentuknya ion perak dengan range panjang gelombang antara 210 hingga 310 nm. Namun belum membuktikan keberadaan nanopartikel perak. Hasil pengujian (Scanning Electron Microscopy) SEM menunjukkan ukuran partikel mencapai 20µm setelah dicoating. Hasil uji kandungan total fenolik terbaik pada pengeringan berbantu sinar matahari dengan lama ekstraksi berbantu ultrasonic selama 15 menit 0,02302 mg GAE/ekstrak.
Sintesis dan karakterisasi plastik biodegradable berbasis pati nasi aking dan kitosan cangkang udang Nia Sasria; Asrilsyah Asrilsyah; Muthia Putri Darsini Lubis; Ainun Zulfikar; Rifqi Aulia Tanjung
Jurnal Teknika Vol 16, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v16i2.8700

Abstract

Bahan plastik memiliki sifat yang sulit terurai, sehingga diperlukan jenis plastik baru yaitu plastik biodegradable yang dapat didaur ulang secara biologis karena terbuat dari bahan organik seperti kitosan dari limbah cangkang udang dan amilosa dari pati. Cangkang udang digunakan sebagai bahan dasar karena mengandung kitosan yang memiliki beberapa sifat menguntungkan yakni biocompatibility, biodegradabillity, hydrophilicity dan antibacterial. Sedangkan limbah nasi aking juga dapat diolah menjadi plastik biodegradable karena kandungan polimernya yakni amilosa dan amilopektin yang bisa membentuk lapisan tipis. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis dan mengkarakterisasi plastik biodegradable berbasis pati beras aking dan kitosan cangkang udang. Kedua bahan tersebut dicampur menggunakan plasticizer gliserol agar menghasilkan lapisan plastik yang elastis melalui sistem solution casting. Variabel yang digunakan berupa komposisi kitosan 2, 1.5 dan 1 gr serta konsentrasi gliserol 1%, 1.5% dan 2%. Dalam penelitian ini diperoleh hasil struktur mikro pada variasi kitosan 1 gr : 1% gliserol yang memiliki nilai persentase degradasi paling besar terdapat lekukan dan sedikit gelembung udara (pinhole) dibandingkan dengan struktur mikro dari plastik biodegradable dengan variasi kitosan 2 gr : 2% gliserol. Hal ini menandakan bahwa spesimen plastik dengan variasi kitosan 1 gr : 1% gliserol memiliki sifat fisik yang lebih baik untuk diaplikasikan sebagai plastik konvensional. The plastic material has properties that are difficult to decompose, so a new type of plastic is needed, namely biodegradable plastic that can be recycled biologically because it is made from organic materials such as chitosan from shrimp shell and amylose from starch. Shrimp shells are used as basic ingredients because they contain chitosan which has several beneficial properties namely biocompatibility, biodegradability, hydrophilicity and antibacterial. Meanwhile, aking rice waste can also be processed into biodegradable plastic because of its polymer content, namely amylose and amylopectin, which can form a thin layer. The purpose of this research is to synthesize and characterize biodegradable plastics based on aking rice starch and shrimp shell chitosan. Both materials are mixed using a glycerol plasticizer to produce an elastic-plastic layer through a solution casting system. The variables used were the composition of chitosan 2, 1.5 and 1 g and the glycerol concentration of 1%, 1.5% and 2%. In this study, the results of the microstructure of the chitosan variation of 1 gr: 1% glycerol with the greatest percentage degradation value were indentations and a few air bubbles (pinhole) compared to the microstructure of biodegradable plastic with a variation of chitosan 2 gr: 2% glycerol. This indicates that plastic specimens with a variation of 1 gr: 1% glycerol chitosan have better physical properties to be applied as conventional plastics.
Rancang Bangun Kinetic Energy Recovery System pada Sepeda Listrik Hybrid Dengan Menggunakan Fly Wheel Dhimas Satria; Erny Listijorini; Tommy Yosua
Jurnal Teknika Vol 12, No 1 (2016): Edisi Juni 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i1.6628

Abstract

Di zaman yang semakin modern ini banyak kebutuhan yang semakin meningkat, salah satunya adalah energi. Energi fosil yang digunakan pada mesin-mesin sebagai bahan bakar utama telah banyak digunakan. Pemanfaatan energi yang dilakukan secara berlebihan semakin menurunkan ketersediaan energi fosil tersebut. Untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang pembentukannya sangat lama dan cepat habis, maka dari itu dibutuhkan adanya pemanfaatan energi alternatifyang lebih ramah lingkungan dan mudah didapat.Penggunaan sepeda sebagai moda transportasi yang mudah dan bermanfaat menjadi salah satu pilihan. Memanfaatkan putaran roda untuk memutar alternerator yang nantinya akan menghasilkan listrik, kemudian energi listrik tersebut disimpan pada akumulator. Pada saat akan digunakan maka energi listrik pada akumulator disalurkan pada mesin saat berfungsi sebagai motor listrik untuk memutar roda belakang. Proses dalam menghasilkan energi listrik ini yang dimanfaatkan sebagai energi terbarukan pada penggunaan sepeda. Selain memanfaatkan putaran pada roda belakang yang disambungkan pada alternerator, bisa juga dengan memanfaatkan fly wheel yang disambungkan dengan transmisi rantai pada sepeda. Fly wheel tersebut dimanfaatkan putarannya pada saat sepeda berhenti atau melakukan pengereman. Beban berat pada fly wheel membuatnya bisa berputar terus dan membutukan waktu yang cukup lama untuk berhenti walaupun sumber tenaga pemutar telah berhenti. Hal ini yang dimanfaatkan dalamKinetic Energy Recovery System (KERS) pada mobil formula one dan diaplikasikan pada pengereman sepeda sebagai penghasil energi untuk memutar alternerator, agar pengisian akumulatortetap bisa dilakukan pada saat mengerem dan berhenti dari kecepatan tinggi. Dari hasil perhitungan, Dengan daya 1801 W pada kecepatan 25 km/jam energi kinetik flywheel sebesar 101,2 joule dan dapat menghasilkan arus listrik sebesar 0,78 amper pada putaran alternator 1661,83 rpm. Dengan menggunakan panjang rantai 1,49 meter pada roda belakang menuju flywheel dan 0,67 meter pada flywheel menuju alternator
PEMANFAATAN LIMBAH DAPUR LISTRIK FINES PELLET UNTUK PEMBUATAN BESI SPONS Erlina Yustanti
Jurnal Teknika Vol 8, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i1.6683

Abstract

Limbah industri fines pellet yang dimiliki oleh PT. X sekitar 75.000 ton pertahun, dengan kandungan Fe sekitar 65-69%. Oleh karenanya maka perlu dilakukan penelitian guna memanfaatkan limbah industri ini untuk dijadikan bahan baku pembuatan besi spons. Parameter yang berpengaruh terhadap kinetika reaksi diantaranya adalah ukuran butir dan temperatur reduksi. Variasi ukuran butir fines pellet yang digunakan antara 130,97 sampai dengan 3700 μm yang dicampur dengan batubara lignit sebagai reduktor dengan komposisi 50:50 wt% Proses reduksi dilakukan dengan tube furnace pada temperatur 900C dan 1000oC dengan waktu tahan selama 90 menit. Hasil penelitian menunjukkan pada ukuran butir 130,97 μm dan temperatur 1000oC memiliki nilai persen metalisasi 89,23% dan persen reduksi 93,08%. Sedangkan energi aktivasi terendah dicapai pada ukuran butir 130,97 μm dengan nilai energi aktivasi sebesar 13,70 kkal/mol. Nilai persen metalisasi dan persen reduksi meningkat seiring dengan kenaikan temperatur reduksi dan berbanding terbalik terhadap ukuran butir fines pellet. Pada ukuran terkecil 130,97 μm memiliki nilai persen metalisasi dan persen reduksi maksimal dikarenakan dengan ukuran butir paling kecil memiliki luas permukaan kontak saat reduksi dengan reduktor gas CO memiliki peluang terbesar sehingga proses reduksi berjalan optimal.
The 433 Mhz Radio Assessment for Periodic Monitoring Image Delivery RAHMAD FAUZI
Jurnal Teknika Vol 13, No 2 (2017): Edisi November 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v13i2.4015

Abstract

Radio 433 MHz bekerja pada frekuensi Industri, Sains dan Medis (ISM) dan populer untuk banyak aplikasi karena memiliki karakteristik pelemahan sinyal yang rendah dan tidak sensitif terhadap interferensi. Tulisan ini menguji penggunaan radio tersebut untuk aplikasi monitoring dengan pengambilan gambar periodik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa radio dapat mengirimkan gambar dengan kehilangan paket lebih rendah dari 6% dan menghasilkan periode pengambilan gambar 40 s untuk bit rate 100 kbps.
OPTIMASI PARAMETER PEMESINAN END MILL MATERIAL BAJA KARBON RENDAH MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHOD (RMS) Faula Arina; Muhammad Adha Ilhami; Dian Friana Hidayat
Jurnal Teknika Vol 7, No 2 (2011): Edisi November 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i2.6716

Abstract

Setiap komponen mesin, umumnya dibuat dari logam yang memiliki bentuk beraneka ragam. melalui proses pemesinan sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Di dalam proses, pengaturan parameter pemesinan yaitu kecepatan potong (cutting speed), kecepatan pemakanan (federate) dan kedalaman potong (depth of cut) penting untuk dilakukan karena tingkat kekasaran permukaan yang tinggi dapat berpengaruh pada permukaan logam yang tidak bercahaya/buram serta kasar. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah meminimumkan kekasaran permukaan (surface roughness) logam baja rendah dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) pada proses pemotongan oleh mesin CNC milling 3-axis. RSM terdiri dari dua tahap yaitu percobaan orde pertama dan orde dua. Pada orde pertama percobaan dilakukan sebanyak tiga kali yaitu untuk penyaringan faktor (screening factor) menggunakan factorial desain, steepest descent dan percobaan ketiga untuk menguji kesesuaian model orde satu. Sedangkan pada orde keduadilakukan percobaan sekali yaitu untuk central composite design. Pada penelitian ini factor awal yang diduga berpengaruh yaitu kecepatan potong (cutting speed), kecepatan pemakanan (feedrate) dan kedalaman potong (depth of cut) dengan masing-masing level faktor yaitu 70 dan 90 m/min, 0,1 dan 0,25 mm/min dan 0,22 dan 0,5 mm. Hasil dari penelitian ini yaitu percobaan dari orde satu diperoleh prediksi persamaan model y = 1,1447-0,158 x1 + 0,064 x2 dengan faktor yang berpengaruh secara signifikan adalah kecepatan potong dan kecepatan pemakanan dengan respon tingkat kekasaran permukaan. Hasil proses pemotongan CNC milling 3-axis yang optimum diperoleh sebesar 0,9227 µm dengan level factor untuk kecepatan potong dan kecepatan pemakanan adalah 110 m/min dan 0,225 mm/min.

Page 11 of 32 | Total Record : 318