cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+62254-376712
Journal Mail Official
teknika@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 1693024X     EISSN : 26544113     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/tjst
Core Subject : Engineering,
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi merupakan jurnal peer-reviewed dalam Bahasa Indonesia di bidang keteknikan, diantaranya bidang teknik sipil, bidang teknik mesin, bidang teknik industri, bidang teknik kimia, bidang teknik metalurgi, dan bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 318 Documents
Comparative analysis of increasing CBR value of soil with adding bamboo leaf ash Woelandari Fathonah; Dwi Esti Intari; Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Eryani Siti Maryam
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.13009

Abstract

Consider the importance of the subgrade strength in road building since its strength impacts the soil's performance in absorbing the load on it. One of the efforts to improve the subgrade, which has a low bearing capacity, is by stabilizing the soil using bamboo leaf ash. This study aims to analyze the increase in CBR value with the addition of bamboo leaf ash. The analysis results showed that bamboo leaf ash from the furnace combustion process with a temperature range of 800oC-1000oC produced a higher CBR strength value than bamboo leaf ash from ordinary combustion without a furnace. The result is the higher silica content in the bamboo leaf ash from the furnace combustion process. This silica has pozzolanic and self-cementing properties, namely the ability to harden and increase strength when reacted with water. The addition of bamboo leaf ash with ordinary burning resulted in the optimum CBR value at seven days of curing of 13.1% at 10% bamboo leaf ash variation. At the same time, bamboo leaf ash with Furnace combustion resulted in optimum CBR values of 34.99% and 38.21% at 6% variation of bamboo leaf ash. Dalam konstruksi jalan mempertimbangkan nilai kekuatan tanah dasar, karena nilai kekuatan tanah dasar mempengaruhi performa tanah dalam menerima beban di atasnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tanah dasar yang memiliki daya dukung rendah yaitu dengan cara stabilisasi tanah menggunakan abu daun bambu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa peningkatan nilai CBR dengan penambahan abu daun bambu. Hasil analisa menunjukkan bahwa abu daun bambu dari proses pembakaran furnace dengan range suhu 800oC-1000oC menghasilkan nilai kekuatan CBR lebih besar dibandingkan dengan abu daun bambu dari pembakaran biasa tanpa furnace. Hal ini disebabkan karena adanya kandungan silika yang lebih tinggi yang ada pada abu daun bambu dari proses pembakaran furnace. Silika ini memiliki sifat pozzolanic dan self cementing yaitu kemampuan untuk mengeras dan meningkatkan kekuatan jika bereaksi dengan air. Penambahan abu daun bambu dengan pembakaran biasa  menghasilkan nilai CBR optimum pada pemeraman 7 hari sebesar 13,1% pada variasi abu daun bambu 10%. sedangkan abu daun bambu dengan pembakaran Furnace menghasilkan nilai CBR optimum sebesar 34,99% dan 38,21% pada variasi abu daun bambu 6%.
Monitoring and assembly of internet of things-based solar power plants Ikhsan Romli; Muhammad Arif Hidayat; Candra Naya
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.12358

Abstract

Electricity is a major need in the industrial era 4.0, where almost all human activities use electricity both at home and in companies. Not all of the electricity needs can be met by the state electricity company. Therefore, alternative energy sources are needed to be used as power plants to meet the huge demand for electricity by paying attention to safety. Because it is located in the tropics, the potential for solar energy in Indonesia is very large, in the range of 4.8KWh/m2 equivalent to 112,000 GWp which can be used as an alternative energy source for electricity generation using solar panels. Meanwhile, the security system for solar power plants can utilize internet of things technology so that it can be monitored anytime and anywhere by accessing a website that has been created using the codeigniter framework. The tools used as a monitoring system include Arduino uno R3, nodeMCU ESP8266, voltage sensors, acs712 sensors, and so on. While the software used is Arduino IDE which has been installed on a computer or laptop and uses a web browser. The method used in this study is the prototyping method. Starting from determining which tools are needed, which is then made into a prototype tool with a small capacity and continued to make a monitoring system for security in the form of tools and websites. Listrik merupakan kebutuhan utama di era industri 4.0, dimana hampir semua aktivitas manusia menggunakan listrik baik dirumah maupun di perusahaan. Kebutuhan listrik tersebut belum semuanya dapat dipenuhi oleh perusahaan listrik negara. Oleh karena itu diperlukan sumber energi alternatif untuk dijadikan sebagai pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik yang sangat banyak dengan memperhatikan keamanannya. Karena terletak di daerah tropis, potensi energi surya yang ada di Indonesia sangatlah besar, yaitu kisaran 4,8 KWh/m2 setara 112.000 GWp yang dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif pembangkit listrik dengan menggunakan panel surya. Sedangkan dalam sistem keamanan pembangkit listrik tenaga surya dapat memanfaatkan teknologi internet of things sehingga dapat di awasi kapanpun dan dimanapun dengan mengakses website yang telah dibuat menggunakan framework codeigniter. Alat-alat yang digunakan sebagai sistem monitoring diantaranya yaitu Arduino uno R3, nodeMCU ESP8266, sensor tegangan, sensor acs712, dan lain sebagainya. Sedangkan software yang digunakan yaitu Arduino IDE yang sudah di install pada komputer atau laptop dan menggunakan web browser. Metode yang gunakan pada penelitian ini yaitu metode prototyping. Dimulai dari penentuan alat sesuai dengan yang dibutuhkan, yang kemudian dibuat menjadi prototype alat dengan kapasitas kecil dan dilanjutkan membuat sistem monitoring untuk keamanan berupa alat dan websitenya.
The effect of composition and shape variations on compressive strength slag depressant Bening Nurul Hidayah Kambuna; Soesaptri Oediyani; Della Izzaty Salman; Kusnadi Kusnadi
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.12371

Abstract

The steel-making process begins with a reduction process carried out in a blast furnace (BF) then continues with the refining process in the converter. In the refining process, there is a slag foam formed from the reaction of oxygen with hot metal. An additive called a slag depressant is needed to reduce foam formation in the slag. Slag depressants are made using paper mill waste, limestone, and slag blast furnaces. This study aims to increase the compressive strength of the slag depressant by varying the composition and shape variations. Variations in the composition used were with and without the addition of BF slag, while variations in the shapes used were cylinder, round, and cube. Making slag depressants begins with the stages of mixing, compacting, and drying. Slag depressant drying is carried out in the sun for ± eight days. The slag depressant raw material was analyzed using the XRF method to see the chemical composition of the raw material. The resulting slag depressant was then analyzed for proximate analysis, compression test, drop test, and porosity test. In this study, the best quality slag depressant with high compressive strength and low porosity values is the slag depressant in a cylindrical shape, and the ratio of paper waste to limestone is 80:20%. The resulting compressive strength value is 1207.5 N/cm2 and has a porosity of 34.7%. The addition of BF slag in this study was proven to affect the compressive strength of the slag depressant. The highest compressive strength value was achieved by adding 10% slag blast furnace to 10%, which was 862.08 N/cm2. Proses pembuatan baja diawali dengan proses reduksi yang dilakukan dalam blast furnace (BF) kemudian dilanjutkan dengan proses pemurnian dalam converter. Dalam proses pemurnian, terdapat gelembung/busa slag (slag foam) yang terbentuk dari reaksi oksigen dengan hot metal. Untuk mengurangi pembentukan busa pada slag maka diperlukan bahan aditif yang disebut dengan slag depressant. Slag depressant dibuat dengan menggunakan limbah pabrik kertas, batu kapur dan slag blast furnace. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan tekan slag depressant dengan melakukan variasi komposisi dan variasi bentuk. Variasi komposisi yang digunakan yaitu dengan dan tanpa penambahan slag BF sedangkan variasi bentuk yang digunakan yaitu silinder, bulat dan kubus. Proses pembuatan slag depressant diawali dengan tahapan mixing, kompaksi dan pengeringan. Pengeringan slag depressant dilakukan di bawah sinar matahari ±8 hari. Bahan baku slag depressant dianalisis dengan metode XRF untuk melihat komposisi kimia bahan baku tersebut. Slag depressant yang dihasilkan kemudian dilakukan analisis proksimat, uji tekan, uji jatuh dan uji porositas. Pada penelitian ini didapatkan slag depressant dengan kualitas paling baik dengan nilai kuat tekan tinggi dan porositas rendah yaitu pada slag depressant bentuk silinder dan perbandingan limbah kertas dengan batu kapur sebesar 80: 20 %. Nilai kuat tekan yang dihasilkan sebesar 1207,5 N/cm2 dan porositas sebesar 34,7%. Penambahan slag BF dalam penelitian ini terbukti mempengaruhi kuat tekan slag depressant. Nilai kuat tekan tertinggi dicapai pada penambahan 10% slag blast furnace 10% yaitu sebesar 862,08 N/cm2.
Planning and controlling raw materials using the material requirements planning method Ira Silfiani; Deasy Kartika Rahayu Kuncoro; Farida Djumiati Sitania
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.12054

Abstract

The water treatment plant (IPAM) in Kampung Damai is one of nine water treatment plants owned by PDAM Tirta Manggar, Balikpapan City. In carrying out clean water treatment, IPAM Kp Damai requires water purification raw materials in alum, lime, and chlorine. Companies often experience shortages or accumulation of raw materials from the rest of the previous production, so that it has an impact on inventory and storage costs. Therefore, we need planning and control of raw materials to optimize the total cost of inventory. The method used in this study is the lot technique in material requirements planning, namely lot for lot and periodic order quantity. The type of data used is primary data and secondary data where the research was conducted. The data collection technique used is secondary data (historical data). The analysis technique used is plotting past demand data, forecasting, and material requirements planning. From the results of the study, it can be concluded that the application of the lot for lot method for each raw material for water purification at IPAM Kp. Damai PDAM Kota Balikpapan can minimize the total cost of inventory compared to the periodic order quantity method. Instalasi pengolahan air minum (IPAM) Kampung Damai merupakan salah satu dari sembilan instalasi pengolahan air minum yang dimiliki oleh PDAM Tirta Manggar Kota Balikpapan. Dalam melakukan pengolahan air bersih, IPAM Kp Damai membutuhkan bahan baku penjernih air berupa alum, kapur, dan kaporit. Perusahaan kerap mengalami kekurangan maupun penumpukan bahan baku dari sisa produksi sebelumnya, hal ini berdampak terhadap biaya persediaan dan penyimpanan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu perencanaan dan pengendalian bahan baku agar total biaya persediaan dapat dioptimalkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik lot dalam material requirement planning yaitu lot for lot dan periodic order quantity. Jenis data  yang digunakan adalah data primer dan data sekunder tempat penelitian dilakukan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah data sekunder (data historis). Teknik analisis yang dilakukan adalah memplot data permintaan di masa lalu, peramalan, dan material requirement planning. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan metode lot for lot untuk setiap bahan baku penjernih air pada IPAM Kp. Damai PDAM Kota Balikpapan dapat meminimumkan biaya total persediaan dibandingkan dengan metode periodic order quantity.
Optimization of supply and demand of bread sales as an over production solution in Hani Cake and Bakery Riska Dwi Oktalia; Hanif Awandani; Magister Alfatah Kalijaga
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.12407

Abstract

Monte Carlo simulations are used to model the probability of different outcomes in a process that cannot easily be predicted due to the intervention of random variables. In this case, Monte Carlo develops several policies used to optimize income costs at Hani Cake and Bakery. Hani Cake and Bakery have a problem with bread demand. Sometimes, demand is low that will pile up bread stock while causing the remaining bread to expire, and sometimes the demand is high, causing the bread stock not to meet customer demand. These problems will have an impact on income costs. In this simulation, the input data needed are cake supply data, demand data, and sweetbread return data in Hani Cake and Bakery, which will later determine the expired rate. The simulation obtained 30 replications with an expiration rate of 119 bread with an inventory cost of Rp. 413.000. The next policy will be determined by making a new policy in scenarios 1 and 2 by reducing the supply level by 20% and 35%. These results obtained a policy that can be applied to Hani Cake and Bakery with a benchmark of income costs. Simulasi Monte Carlo digunakan untuk memodelkan unsur probabilitas dari data yang berbeda dalam  proses yang tidak dapat diprediksi hasilnya  karena menggunakan  variabel dan data  acak. Dalam kasus ini, Monte Carlo digunakan untuk mengembangkan beberapa kebijakan yang digunakan untuk mengoptimalkan biaya pendapatan pada Hani Cake and Bakery. Hani Cake and Bakery memiliki rmasalah dengan permintaan roti. Dimana terkadang permintaan rendah dan membuat  stok roti menumpuk sehingga menyebabkan roti kedaluwarsa dan terkadang permintaan tinggi sehingga menyebabkan stok roti tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan. Masalah-masalah tersebut akan berdampak pada biaya pendapatan. Dalam simulasi ini, data input yang dibutuhkan adalah data persediaan kue, data permintaan, dan data retur roti manis di Hani Cake and Bakery yang nantinya akan digunakan untuk menentukan tingkat kadaluwarsa. Dari hasil simulasi yang telah dilakukan diperoleh 30 replikasi dengan tingkat kadaluwarsa 119 roti menghasilkan biaya persediaan Rp.413.000. Penetapan kebijakan selanjutnya akan ditentukan dengan membuat kebijakan baru pada skenario 1 dan 2 dengan menurunkan tingkat rantai pasok sebesar 20% dan 35%. Dari hasil tersebut akan diperoleh kebijakan yang dapat diterapkan pada Hani Cake and Bakery dengan tolak ukur biaya pendapatan.
Utilization of sawdust on the compressive strength of concrete with variations of cement Zulmahdi Darwis; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Axel Xavier Delpiero
Jurnal Teknika Vol 18, No 1 (2022): Available Online in June 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v18i1.12555

Abstract

The construction process requires building materials so that the buildings made can last a long time and cannot be planned. Concrete is the most widely used material in the manufacture of buildings; therefore, a strong and quality concrete material can produce strong concrete according to the plan. As a replacement for each kind of cement, this research aimed to see how bayur sawdust affected concrete strength and find out which amount of sawdust, ranging from 0% to 2.0% of the cement weight, had the maximum compressive strength. The test object is a cylinder with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm with 54 specimens. The cement used in this research is 2 (two) Indonesian Cement Manufacturers and 1 (one) Chinese Cement Manufacturer. The results of research conducted from the use of sawdust fibre concrete as much as 0%, 1.0%, and 2.0% of the weight of each (brand) cement, namely the average compressive strength value of Cement Manufacturing Indonesia 1, which is 21.14 MPa, 17.90 MPa, and 22.40 MPa. The average compressive strength of Cement Manufacturer Indonesia 2 is 20.63 MPa, 17.53 MPa, and 21.36 MPa. The average compressive strength of Cement Manufacturers in China is 21.72 MPa, 19.50 MPa, and 23.01 MPa. This study's compressive strength test data showed that the composition between China Factory Cement and 2% sawdust had the most optimal value because it produced the largest compressed concrete, which was 23.01 MPa. Proses konstruksi bangunan memerlukan bahan bangunan yang kokoh agar bangunan yang dibuat dapat bertahan lama dan dapat memikul beban yang telah direncanakan. Beton merupakan bahan yang paling banyak dipakai dalam pembuatan bangunan, oleh sebab itu material penyusun beton yang kuat dan berkualitas dapat menghasilkan kuat tekan beton yang sesuai dengan rencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serbuk kayu bayur sebagai bahan pengganti sebagian dari variasi setiap semen terhadap kuat tekan beton dan mengetahui nilai kuat tekan beton terbesar dari variasi serbuk kayu sebesar 0%, 1.0%, dan 2.0% terhadap berat setiap variasi semen yang digunakan. Benda uji berbentuk silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan benda uji sebanyak 54 buah. Semen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 2 (dua) Semen Pabrikan Indonesia dan 1 (satu) Semen Pabrikan China. Hasil penelitian yang dilakukan dari penggunaan beton serat serbuk kayu sebanyak 0%, 1.0%, dan 2.0% dari berat setiap (merk) semen yaitu didapat nilai kuat tekan rata-rata dari Semen Pabrikan Indonesia 1 yaitu 21.14 MPa, 17.90 MPa, dan 22.40 MPa. Hasil rata-rata kuat tekan dari Semen Pabrikan Indonesia 2 yaitu 20.63 MPa, 17.53 MPa, dan 21.36 MPa. Hasil rata-rata kuat tekan dari Semen Pabrikan China yaitu 21.72 MPa, 19.50 MPa, dan 23.01 MPa. Data pengujian kuat tekan beton pada penelitian ini menunjukkan komposisi antara Semen Pabrikan China dengan serbuk kayu 2% memiliki nilai yang paling optimal karena menghasilkan kuat tekan beton terbesar yakni 23.01 MPa.
The application of fuzzy FMEA and TOPSIS methods in agricultural supply chain risk management (Case Study: Kabupaten Paser) Ninda Nur Sabila; Anggriani Profita; Yudi Sukmono
Jurnal Teknika Vol 18, No 1 (2022): Available Online in June 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v18i1.14260

Abstract

The preliminary research stated that there were several mayoral risks that occur in Paser Regency such as, process risks, legal and bureaucracy regulatory risks, demand risks, supply risks, and environmental risk that need to be carried out for further research. This purpose was to analyze the priorities for supply chain activities in XYZ Village, Paser Regency, with the Fuzzy FMEA method using Matlab 2009a software to obtain FRPN values, and carried out mitigation strategies to determine alternative of risk priority for supply chain activities using TOPSIS method to get preference value. The priority risk of the Farmer supply chain was the risk with the F17 code, namely drought which has an impact on land drought with an FRPN value of 749, the Processors supply chain player was the risk with the F30 code, namely Experiencing the destruction of the rice grains during the milling process with an FRPN value of 356, the Distributor supply chain player was a risk with the code F37, namely Uncertainty in the amount of market demand with an FRPN value of 364. The results of the mitigation strategy from the TOPSIS method were for farmers supply chain players, namely Participating in the Rice Farming Business Insurance Program (AUTP) (A1) with first ranking which had a value preference (Vi) of 0.7236, for Processors supply chain players, namely carried out Routine Machine Maintenance (A1) with a first ranking which had a preference value (Vi) of 0.6226, and for Distributor supply chain players, namely doing Forecasting of holes (A3 ) with first rating which had a preference level (Vi) of 0.6425. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa terdapat beberapa risiko mayor yang terjadi di Kabupaten Paser seperti risiko proses, risiko regulasi hukum dan birokrasi, risiko permintaan, risiko pasokan, dan risiko lingkungan yang perlu dilakukan penelitian lanjutan. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis risiko prioritas pada aktivitas rantai pasok pertanian yang ada di Desa XYZ, Kabupaten Paser, dengan Metode Fuzzy FMEA yang menggunakan bantuan software Matlab 2009a untuk mendapatkan nilai FRPN, dan melakukan strategi mitigasi untuk menentukan alternatif risiko prioritas pada aktivitas rantai pasok pertanian dengan menggunakan Metode TOPSIS untuk mendapatkan nilai preferensi. Risiko prioritas pemain rantai pasok Petani adalah risiko dengan kode F17 yaitu Kemarau yang berdampak pada kekeringan lahan dengan nilai FRPN sebesar 749, pada pemain rantai pasok Penggiling Padi adalah risiko dengan kode F30 yaitu Mengalami kehancuran pada bulir padi saat proses penggilingan dengan nilai FRPN sebesar 356, pada pemain rantai pasok Distributor adalah risiko dengan kode F37 yaitu Ketidakpastian jumlah permintaan pasar dengan nilai FRPN sebesar 364. Hasil strategi mitigasi dari metode TOPSIS adalah pada pemain rantai pasok Petani yaitu Mengikuti Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) (A1) dengan peringkat 1 yang memiliki nilai preferensi (Vi) sebesar 0.7236, pada pemain rantai pasok Penggiling Padi yaitu Melakukan Perawatan Mesin Secara Rutin (A1) dengan peringkat 1 yang memiliki nilai preferensi (Vi) sebesar 0.6226, dan pada pemain rantai pasok Distributor yaitu Melakukan peramalan permintaan (A3) dengan peringkat 1 yang memiliki nilai preferensi (Vi) sebesar 0.6425.
Key success factors for lean six sigma implementation on Light Rail Transit Station construction project Ulfa Soraya; Albert Eddy Husin; Bernadette Detty Kussumardianadewi; I Putu Indra Prabawa
Jurnal Teknika Vol 18, No 1 (2022): Available Online in June 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v18i1.15632

Abstract

Transportation is essentially designed to meet the requirements of the movement or movement of a person or an item from one place to another. Transportation has an important role and strategy in achieving goals, including recognizing that transportation is a method of facilitating the wheels of the economy and strengthening unity and integrity in national development. Transportation has an important role and strategy in achieving goals, including recognizing that transportation is a method of facilitating the wheels of the economy and strengthening unity and integrity in national development. In the implementation of the LRT Station construction project, good the timeliness, cost, and quality of a project's overall completion are all influenced by scheduling and quality control. Project delays are common in the process of implementing construction projects. This as a result, the quality is low and does not meet technical criteria. At long last, it caused a project's failure. This study analyzes the key success factor for lean six sigma implementation on Light Rail Transit Station Construction Project. The conclusion of this study is that there is a significant key success factor for lean six sigma implementation on Light Rail Transit Station Construction Project. Based on the outcomes, of the study, ten (10) factors that affect cost performance using Lean Six Sigma include: cost reduction, evaluating quality, ceiling, productivity, waste management, lack of leadership understanding of the project, drawing, design changes, defect rate in work process, variability reduction. The control phase is carried out by the coordinator each division to reduce or eliminate errors in construction application. Control work is carried out regularly and in an organized manner. Transportasi pada hakikatnya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan memindahkan atau memindahkan seseorang atau benda dari satu tempat ke tempat lain. Transportasi memiliki peran dan strategi penting untuk mencapai tujuan, termasuk dalam pembangunan negara. Dalam pelaksanaan proyek pembangunan Stasiun LRT, baik ketepatan waktu, biaya, dan kualitas penyelesaian suatu proyek secara keseluruhan dipengaruhi oleh penjadwalan dan pengendalian mutu. Keterlambatan proyek sering terjadi dalam proses pelaksanaan proyek konstruksi. Akibatnya, kualitasnya rendah dan tidak memenuhi kriteria teknis. Akhirnya, itu menyebabkan kerugian proyek. Studi ini menganalisis faktor kunci sukses dalam proyek Lean Six Sigma di LRT. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat key success factor yang signifikan dari Lean Six Sigma pada stasiun LRT. Hasil penelitian mengungkapkan 10 faktor mempengaruhi kinerja biaya Lean Six Sigma meliputi: pengurangan biaya, evaluasi kualitas, plafon, produktivitas, pengelolaan limbah, Kurangnya pemahaman kepemimpinan proyek, gambar, perubahan desain, tingkat cacat dalam proses kerja, dan pengurangan variabilitas. Tahap pengendalian dilakukan oleh koordinator masing-masing divisi untuk mengurangi atau menghilangkan kesalahan dalam aplikasi konstruksi. Pekerjaan pengendalian dilakukan secara teratur dan terorganisir.
The effect of ceramic shards waste material with the addition of variations of coconut fiber on compressive strength and UPV test in fiber concrete Yolanda Oktovina Nurul Huda; Pintor Tua Simatupang
Jurnal Teknika Vol 18, No 1 (2022): Available Online in June 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v18i1.15053

Abstract

Waste of coconut fiber (coco fiber) and ceramic shards has the potential that has not been maximally utilized. Using waste as a building material for concrete, can contribute to environmental sustainability and make buildings that are environmentally friendly (green building concepts) and economical. The study aimed to determine the effect of compressive strength and UPV test values produced by waste by ceramic shards of 25% as a substitute for coarse aggregate and coconut fiber as added concrete with variations of 0%, 0.50%, 1.0%, and 1.50% and good variations of concrete. The research method obtained from the results of testing of coarse aggregate, fine aggregate, cement, water, ceramic waste, and coconut fibers are used to determine the calculation of the concrete mix design, then make concrete samples. Based on the test results, the highest compressive strength at the age of 28 days was found in the 4th variation concrete (1.50% with 25% ceramic shard) of 32.95 MPa. From the results of the UPV test, the average velocity of the concrete was 3.5-4.5 m/s. From the results of the study, it was found that the result of the larger test was the UPV test because it looked at the density (velocity). Based on two test methods, the results obtained are increasing the compressive strength of concrete. Variations in the addition of coconut fiber and ceramic shard waste, it has an impact on the quality of the concrete that can achieve the quality of the concrete and the density between the aggregates binds to each other. Limbah serat sabut kelapa (coco fiber) dan pecahan keramik memiliki potensi yang belum maksimal digunakan. Dengan mempergunakan limbah sebagai material penyusun beton maka hal ini dapat berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dan menjadikan bangunan yang ramah lingkungan (green building concept) dan ekonomis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai kuat tekan dan tes UPV yang dihasilkan limbah oleh pecahan keramik sebesar 25% sebagai substitusi agregat kasar dan serat sabut kelapa sebagai bahan tambah beton dengan variasi 0%, 0.50%, 1.0% serta 1.50% dan variasi beton yang baik. Metode penelitian yang diperoleh dari hasil pengujian agregat kasar, agregat halus, semen, air, limbah keramik, dan serat serabut kelapa digunakan untuk menentukan perhitungan mix design beton, kemudian dilakukan pembuatan sampel beton. Berdasarkan hasil pengujian hasil kuat tekan tertinggi pada umur 28 hari terdapat pada beton variasi ke-4 (1.50% dengan 25% pecahan keramik) sebesar 32.95 MPa. Dari hasil tes UPV didapatkan rata-rata hasil velocity beton 3.5-4.5 m/s. Dari Hasil penelitian didapatkan bahwa hasil pengujjian yang lebih besar yaitu tes UPV dikarenakan melihat dari kerapatan (velocity). Berdasarkan dua metode pengujian, didapatkan hasil meningkatkan kuat tekan beton. Dengan variasi penambahan serat serabut kelapa dan limbah pecahan keramik memberikan dampak kualitas mutu beton yang dapat mencapai mutu beton dan kerapatan antar agregatnya saling mengikat satu sama lain.
The effect of mild steel immersion time on synergistic corrosion inhibitor ability of terminalia catappa leaves extract Arief Rafik; Sri Agustina; Marta Pramudita
Jurnal Teknika Vol 18, No 1 (2022): Available Online in June 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v18i1.13296

Abstract

Inhibitors from natural materials are safe for the environment to replace chemical inhibitors in inhibiting corrosion. The tannin compounds contained in the Terminalia Catappa leaves extract have the ability to inhibit the corrosion rate. This study aims to determine the ability of Terminalia Catappa leaves extract and its synergism with KI in inhibiting the corrosion rate of mild steel metal. Mild steel that has been sanded and cleaned is then immersed in demineralized water. The immersion time was carried out in 3 variations which were 1, 3, and 5 hours. The weight-loss method is used to calculate the corrosion rate. The lowest corrosion rate was obtained at 0.0018 mmpy at immersion for an hour, and the concentration of inhibitor was 1250 ppm. The highest inhibition efficiency was obtained at 90% in immersion for an hour with a 1250 ppm inhibitor concentration. Inhibitor dari bahan alam digunakan karena aman bagi lingkungan untuk menggantikan inhibitor bahan kimia dalam menghambat laju korosi. Senyawa tanin yang terkandung pada ekstrak daun ketapang memiliki kemampuan untuk menghambat laju korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun ketapang dan sinergisitas dengan KI dalam menghambat laju korosi pada logam mild steel. Mild steel yang telah diamplas dan dibersihkan kemudian direndam ke dalam media korosif yaitu air demineralisasi. Waktu perendaman dilakukan pada 3 variasi waktu yaitu, 1, 3, dan 5 jam. Metode weight loss digunakan untuk menghitung laju korosi. Laju korosi terendah didapatkan sebesar 0.0018 mmpy pada perendaman selama 1 jam dan konsentrasi inhibitor 1250 ppm. Efisensi inhibisi tertinggi didapatkan sebesar 90% pada perendaman selama 1 jam dengan konsentrasi inhibitor 1250 ppm.