cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+62254-376712
Journal Mail Official
teknika@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 1693024X     EISSN : 26544113     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/tjst
Core Subject : Engineering,
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi merupakan jurnal peer-reviewed dalam Bahasa Indonesia di bidang keteknikan, diantaranya bidang teknik sipil, bidang teknik mesin, bidang teknik industri, bidang teknik kimia, bidang teknik metalurgi, dan bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 318 Documents
Penggunaan critical path method (CPM) untuk evaluasi waktu dan biaya pelaksanaan proyek Adde Currie Siregar; Iffiginia Iffiginia
Jurnal Teknika Vol 15, No 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i2.6816

Abstract

Terjadinya cost over run menjadi bahan evaluasi terhadap berjalannya proyek. Evaluasi pekerjaan dilakukan pada minggu ke-1 sampai minggu ke-22, sehingga terdapat sisa waktu kontrak yaitu 7 minggu dari keseluruhan 29 minggu kalender. Realisasi pelaksanaan pembangunan proyek gedung ruang bersalin dan instalasi bedah sentral RSUD Ambarawa Tahun 2017 sampai minggu 22 mengalami keterlambatan sebesar 1,481% dari jadwal yang direncanakan. Dari segi biaya realisasi penggunaan dana sampai minggu 22 sebesar  Rp. 9.380.000.000,- dari perencanaan yang hanya menghabiskan biaya Rp.8.927.610.729,- yang berarti pengeluaran lebih besar dari anggaran (cost over run). Selanjutnya dilakukan pengendalian pekerjaan yang belum terealisasikan dengan metode percepatan (crashing) untuk mencari waktu paling optimal dan meminimalkan resiko keterlambatan pekerjaan. Setelah dilakukan penjadwalan ulang dan menggunakan percepatan pekerjaan didapat waktu optimum menjadi 28 minggu dan efisiensi biaya sebesar Rp. 12.560.000,- dari total nilai kontrak sebesar Rp. 12.356.444.708,- yang didapat pada percepatan pekerjaan finishing, elektrikal dan instalasi air.
Shielded Metal Arc Welding Cladding pada Shaft Wringer Roll Slamet Wiyono; Sunardi Sunardi; Widodo Widodo
Jurnal Teknika Vol 12, No 2 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i2.6601

Abstract

Cladding merupakan proses pelapisan logam dengan logam lainnya dengan cara pengerolan panas atau pengelasan. Tujuan dilakukan cladding adalah untuk memberikan tambahan lapisan luar pada permukaan material yang mengalami keausan untuk mendapatkan kembali dimensi awal. Pada prakteknya, proses cladding ini akan menyebabkan perubahan struktur pada material akibat proses pemanasan yang diberikan selama proses cladding berlangsung. Berdasarkan data histori perbaikan shaft wringer roll, perbaikan shaft wringer roll telah dilakukan dengan metode cladding menggunakan shielded metal arc welding [SMAW] namun belum diperoleh hasil yang optimal. Tutujuan penelitian ini adalah menentukan kombinasi dan level parameter yang sesuai untuk rekomendasi proses perbaikan selanjutnya. Shaft wringer roll yang digunakan sebagai sampel adalah milik salah satu perusahaan baja terbesar di Kota Cilegon. Material shaft tersebut adalah AFNOR 25CD4 [SAE 4130] dan elektorda Nikko Steel RD-18B yang memiliki karakteristik mirip dengan material shaft wringer roll. Proses cladding dilakukan menggunakan tiga parameter cladding yang dikelompokkan dalam dua level parameter, yaitu arus cladding (110 A dan 170 A), kecepatan cladding (3 mm/s dan 7 mm/s), dan perlakuan panas (tanpa preheating dan preheating pada 200 oC selama 1 jam). Melalui pendekatan full factorial design experiments didapatkan delapan kombinasi parameter proses cladding. Hasil penelitian diperoleh perubahan struktur mikro dan kekerasan material yang paling mendekati raw material adalah sampel dengan parameter cladding menggunakan arus las 110 A, kecepatan pengelasan 3 mm/s, dan diberikan pemanasan awal.
Karakteristik dinamik needle bearing pada camshaft dohc suzuki satria fu150 yang telah di modifikasi, dengan metode bump test Muhamad Farel Gulang; Zakky Danial Haq; Hilman Alpiyanto; Subekti Subekti
Jurnal Teknika Vol 16, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v16i2.8461

Abstract

Mekanis sebuah katup sepeda motor yang menggunakan double over head camshaft (DOHC) memiliki kelebihan performa mesin yang lebih ringan, terutama pada putaran tinggi. Suzuki Satria Fu 150 merupakah salah satu sepeda motor yang menggunakan DOHC. Penelitian ini menfokuskan pada karakteristik dinamik pada camshaft Suzuki Satria Fu 150 terhadap sebelum dan setelah pemasang needle bearing, dengan menggunakan metode bump test. Respon getaran diukur dengan menggunakan sensor accelerometer pada 48 titik, dengan rentang frekuensi adalah 1 – 20 kHz, yang dihubungkan dengan alat FFT analyzer. Hasil penelitian didapatkan modus getar global apabila posisi cover terpasang dan terlepas. Frekuensi pribadi yang terjadi pada 4 Hz, 8 Hz, 12 Hz, 16 Hz, 20 Hz, 24 Hz, 28 Hz, 40 Hz, 44 Hz, 52 Hz, 60 Hz, 68 Hz, 92 Hz, dan 100 Hz merupakan modus getar yang terjadi ketika cover terpasang, sedangkan modus global pada posisi cover terlepas diperoleh frekuensi pribadi sebesar 4 Hz, 8 Hz, 12 Hz, 16 Hz, 28 Hz, 32 Hz, 40 Hz, 44 Hz, 52 Hz, 68 Hz, 76 Hz, 84 Hz, dan 116 Hz. Selain itu, diperoleh adanya modus getar lokal pada frekuensi pribadi sebesar 111 Hz. Dengan metode FRF diketahui frekuensi pribadi pada poros camshaft, dimana hanya muncul satu kali, sedangkan frekuensi global merupakan frekuensi yang terjadi pada poros camshaft akan muncul permukaan dengan dan tanpa cover, baik dengan bearing atau tanpa bearing. Hal tersebut merupakan hal yang harus diperhatikan pada saat pengukuran karakteristik getaran ketika motor-torak dioperasikan. The mechanic of a motorcycle valve that uses a double over head camshaft (DOHC) has the advantage of lighter engine performance, especially at high rotation. Suzuki Satria Fu 150 is a motorcycle that uses DOHC. This research focuses on the dynamic characteristics of the Suzuki Satria Fu 150 camshaft before and after installing the needle bearing, using the bump test method. Vibration response is measured using an accelerometer sensor at 48 points, with a frequency range of 1 - 20 kHz, which is connected to the FFT analyzer. The results showed that the global vibration mode is when the cover is attached and detached. Personal frequencies that occur at 4 Hz, 8 Hz, 12 Hz, 16 Hz, 20 Hz, 24 Hz, 28 Hz, 40 Hz, 44 Hz, 52 Hz, 60 Hz, 68 Hz, 92 Hz, and 100 Hz are vibrating modes what happens when the cover is attached, while the global mode in the cover position is detached, the personal frequency is 4 Hz, 8 Hz, 12 Hz, 16 Hz, 28 Hz, 32 Hz, 40 Hz, 44 Hz, 52 Hz, 68 Hz, 76 Hz, 84 Hz, and 116 Hz. Besides, there is a local vibration mode at a personal frequency of 111 Hz. With the FRF method, it is known that the personal frequency on the camshaft shaft, which only appears once, while the global frequency is the frequency that occurs on the camshaft shaft surface with and without cover, either with a bearing or without a bearing. This is something that must be considered when measuring the vibration characteristics when the piston motor is operated.
Degradasi Senyawa Fenol dengan Metode Fotokatalitik di Reaktor Tabung Berbuffle Indar Kustiningsih; Jayanudin Jayanudin; Denni Kartika Sari
Jurnal Teknika Vol 12, No 1 (2016): Edisi Juni 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i1.6626

Abstract

Degradasi fenol menggunakan reaktor berbuffle telah dilakukan. Limbah yang digunakan adalah limbah fenol sintetik yang terbuat dari serbuk fenol (Merck Pro Analys). Fotokatalis yang digunakan adalah TiO2 Degussa 25. dengan variasi pengaruh penggunaan buffle dan pH. Konsentrasi awal limbah yang digunakan yaitu 10 ppm, 20 ppm dan 40 ppm, sedangkan loading katalisnya yaitu 0.5 gr/L, 1 gr/L dan 1.5 gr/L. Analisa konsentrasi fenol Spectrofotometer Hach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buffle mempunyai peranan penting dalam hal pengontakkan antara limbah, energi foton dan katalis lebih baik dibandingkan dengan tidak menggunakan buffle. Persen penyisihan dengan tidak menggunakan buffle diperoleh 50.1% dan untuk menggunakan buffle diperoleh persen penyisihan sebesar 79.07%. Sedangkan loading katalis optimum untuk mendegradasi senyawa fenol adalah sebesar 1gr/L dengan pH terbaik yaitu pada pH 7. Pada kondisi optimum ini, dengan konsentrasi awal limbah 10 ppm diperoleh konsentrasi akhir sebesar 2,022ppm setelah degradasi selama 5 jam.
ANALISIS NILAI INDEKS BULLWHIP EFFECT PADA SISTEM SUPPLY CHAIN DAN RANCANGAN PERBAIKAN DENGAN PENDEKATAN SIMULASI (Studi Kasus di PT.XYZ) Asep Ridwan; Muhammad Adha Ilhami; Intan Emeralda
Jurnal Teknika Vol 8, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i1.6681

Abstract

PT XYZ merupakan sebuah industri baja dengan sistem supply chain yang kompleks. Permasalahan yang terjadi adalah adanya pola pesan bahan baku bagian Direct Reduction Plant yang tidak pasti sehingga berpotensi terjadinya Bullwhip Effect. Dampaknya adalah kesalahan dalam memproduksi barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks Bullwhip Effect dan merancang perbaikan dengan simulasi powersim. Penelitian dimulai dengan menghitung indeks Bullwhip Effect seluruh plant kemudian menentukan penyebabnya dengan Fishbone Diagram dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) serta melakukan simulasi Powersim pada plant dengan indeks Bullwhip Effect kritis. Hasil penelitian menunjukkan indeks Bullwhip Effect pada Direct Reduction Plant = 4,05; Billet Steel Plant = 0,79; Slab Steel Plant 1 =1,14; Slab Steel Plant 2 =1,18; Hot Strip Mill = 1,04; Wire Rod Mill = 0,99; dan Cold Rolling Mill = 1,148. Penyebabnya adalah membeli bahan baku ketika harga murah sehingga terjadi penumpukan barang dan tidak melakukan pemesanan saat harga tinggi sehingga kekurangan bahan baku. Rancangan perbaikan yang diusulkan adalah melakukan kerja sama long term dengan pihak supplier sehingga harga relatif tetap dan berkelanjutan. Dengan simulasi yang diusulkan menunjukkan bahwa indeks Bullwhip Effect pada Direct Reduction Plant menurun dari 4,05 menjadi 1,00. Solusi ini untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan baku di gudang.
PENGARUH PENGGUNAAN CUTTING FLUID DAN PEMILIHAN FEED RATE TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DAN KEPRESISIAN MATERIAL ALUMINIUM MENGGUNAKAN MESIN MILLING CNC Widhaya Bastian Purnama
Jurnal Teknika Vol 13, No 2 (2017): Edisi November 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v13i2.4013

Abstract

There are many factor affecting the quality of product that are produced from milling machine process. The quality is mostly about surface roughness and precision. Those affecting factors are the selection of cutting parameter and use of cutting fluid. The research is done in order to know the effect of using cutting fluid and feed rate to aluminum on surface roughness and precision using Milling CNC machine. This research uses milling CNC Mitsubishi M70 machine. The free variables of feed rate are 20, 32, 45, 69, 108 mm/min. Each feed rate variations are given cutting fluid and no- cutting fluid treatment. The cutting fluid used is bromus oil which is mixed with water. The tests performed were surface roughness test, precision test. The result of this study shows that feed rate is in line with surface roughness. The use of cutting fluid affects surface roughness. The surface roughness score at feed rate variation using coolant treatment are 20, 32, 45, 69, 108 mm/min shows the surface roughness score of 0,442; 0,484; 0,553; 0,643; 0,797 μm. surface roughness score without cutting fluid treatment reveals the score of 0,470; 0,517; 0,582; 0;662; 0,847 μm. According to statistical analysis result using two way ANOVA, it can be concluded that the use of cutting fluid and feed rate affect precision at 95% trust rate. The measurement of A dimension using cutting fluid in the variation of feed rate 20, 32, 45, 69, 108 mm/min shows the precision rate of 99,999348; 99,99929; 99,999304; 99,999261; 99,9992 %. While, the variation without cutting fluid treatment reveals the precision rate at 99,999188 ; 99,999184; 99,999037; 99;998884; 99,998684 %
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK BAHAN BAKU DAN BARANG JADI PADA BAGIAN GUDANG DENGAN PENDEKATAN STORAGE/RETRIEVAL Lely Herlina; Evi Febianti; Nur Darmawati
Jurnal Teknika Vol 7, No 2 (2011): Edisi November 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i2.6714

Abstract

Gudang merupakan tempat penyimpanan bahan baku, barang setengah jadi maupun barang jadi sebelum didistribusikan ke konsumen. Keberadaan gudang dapat mendukung proses produksi, sehingga pengaturan barang yang baik di dalam gudang dapat meningkatkan utilisasi dan memperpendek jarak transportasi. PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang zat warna. Masalah pergudangan yang ada di PT. XYZ adalah tempat penyimpanan bahan baku dan barang jadi belum tertata dengan baik, sehingga proses pencarian suatu material akan lama sebagai akibat dari sulitnya mengidentifikasi lokasi suatu material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak perjalanan total yang minimum untuk bahan baku dan barang jadi, juga merancang tata letak bahan baku dan barang jadi sehingga dapat mempermudah proses penyimpanan dan pengambilan material. Pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah pada penelitian ini adalah Storage/Retrieval yaitu suatu metode untuk menyusun satu atau beberapa produk dalam satu lokasi penyimpanan yang fix. Data diolah dengan memperhitungkan space requirement, throughput dan penempatan produk. Penempatan produk dilakukan dengan cara menempatkan produk berdasarkan nilai perbandingan throughput dan kebutuhan ruang terbesar pada jarak terkecil terhadap titik I/O. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak perjalanan total yang minimum dari hasil pergerakan forklift untuk bahan baku adalah sebesar 1716,73 m dan untuk bahan jadi sebesar 1439,52 m.
PEMBUATAN LEM LATEKS DARI LIMBAH STYROFOAM YANG DIGUNAKAN UNTUK KEMASAN MAKANAN Yeyen Maryani; Nufus Kanani; Rusdi Rusdi
Jurnal Teknika Vol 14, No 2 (2018): Edisi November 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v14i2.5873

Abstract

Optimalisasi sumber daya di UKM Batik Banten Mukarnas Center Dyah Lintang Trenggonowati; Asep Ridwan; Ade Irman; Ani Umyati
Jurnal Teknika Vol 16, No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v16i1.7799

Abstract

Saat ini cukup banyak pelaku usaha batik di Indonesia khususnya di Banten yang giat untuk meningkatkan daya saingnya. Dalam upaya untuk dapat selalu berada di posisi yang stabil dan dapat terus meningkatkan penjualan diperlukan kinerja yang baik dan tepat di usaha yang dilakukan sehingga dapat mencapai target pasar. UKM Batik Banten Mukarnas Center merupakan salah satu industri kelas menengah yang bergerak di bidang produksi garmen. Dalam memenuhi permintaan, UKM Batik Banten Mukarnas Center belum cukup mampu mengoptimalkan sumber daya pada proses produksinya. Terbukti masih banyak dijumpai pemborosan (waste) dalam hal pemanfaatan sumber daya (terutama bahan baku kain batik) sebagai akibat adanya aktivitas yang kurang efisien dan atau tidak mempunyai nilai tambah (non-value added). Kondisi ini berdampak pada produktivitas dan atau keuntungan menjadi kurang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan efektivitas dan efisiensi kinerja untuk mengoptimalkan proses produksi di UKM Batik Banten Mukarnas Center. Usulan perbaikan dilakukan dengan membuat pemodelan sistem dan disimulasikan dengan menggunakan software Powersim. Hasilnya, pada kondisi eksisting waktu untuk memproduksi satu kain batik adalah selama 92.5 menit dengan jumlah kain batik yang dihasilkan sebanyak 30.35 kain batik per 7 hari. Setelah dilakukan perbaikan dan disimulasikan pada software Powersim didapatkan usulan ketiga sebagai usulan terbaik, yaitu memodifikasi ukuran cap batik dan menambahkan penggunaan mesin pengering pada proses pengeringan kain batik, dimana waktu untuk memproduksi satu kain batik adalah selama 69.7 menit dengan jumlah kain batik yang dihasilkan sebanyak 61.63 kain batik per 7 hari. At the moment, there are quite a several batik entrepreneurs in Indonesia, especially in Banten, who are active in increasing their competitiveness. To be able always to be able to continue to increase sales a good and appropriate performance is needed in the business carried out to reach the target market. UKM Batik Banten Mukarnas Center is one of the middle-class industries engaged in garment production. In meeting its demands, the UKM Batik Banten Mukarnas Center has not optimized its resources in its production process. There are still much wastes (waste) in terms of resource utilization (mainly raw materials of batik cloth) as a result of activities that are less efficient and or have no added value (non-value added). This condition has an impact on productivity and or profit being less than optimal. This study uses an effectiveness and efficiency approach to optimize the production process at UKM Batik Banten Mukarnas Center. Proposed improvements are made by modeling the system and simulated using Powersim software. As a result, in the existing condition, the time to produce one batik cloth was 92.5 minutes with the amount of batik cloth produced as much as 30.35 batik fabrics per 7 days. After being improved and simulated on the Powersim software, the third proposal was obtained as the best proposal, that is modifying the size of the batik stamp and adding the use of a drying machine in the drying process of batik cloth, where the time to produce one batik cloth was 69.7 minutes with the number of batik cloth produced 61.63 batik cloth per 7 days.
Eksplorasi bakteri penyerap logam Pb dari air Sungai Ciujung Fajri Ikhsan; Herayati Herayati; Syarif Abdullah; Yazid Rukmayadi
Jurnal Teknika Vol 16, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v16i2.9338

Abstract

Logam Pb merupakan logam berat pencemar lingkungan yang bersifat racun dan dapat menyebabkan berbagai penyakit diantaranya anemia, keterbelakangan mental, gangguan ginjal, dan beberapa penyakit kardiovaskular. Oleh sebab itu, diperlukan adanya agen penyerap logam Pb dari lingkungan yang tercemar. Salah satu agen alternatif penyerapan logam berat dari lingkungan yang tercemar adalah bakteri. Pada penelitian ini dilakukan eksplorasi bakteri penyerap logam Pb dari air Sungai Ciujung, Serang, Banten. Eksplorasi tersebut dilakukan dengan cara mengisolasi bakteri-bakteri yang mempunyai daya tahan terhadap logam Pb dari sampel air Sungai Ciujung. Isolasi dimulai dengan penapisan bakteri dari sampel air yang dilakukan pada medium padat nutrient agar (NA) yang mengandung 10 ppm logam Pb dengan metode spread plate. Beberapa koloni bakteri yang berhasil tumbuh pada tahap penapisan, diisolasi dan dimurnikan dengan metode streaking pada medium NA padat + 10 ppm Pb berdasarkan morfologinya. Tahap isolasi dan purifikasi tersebut menghasilkan 7 isolat bakteri yang diketahui mempunyai daya tahan terhadap logam Pb dan dinamai sebagai isolat IA2, IA3, IA4, IA3, dan IA4. Lead (Pb) is a kind of heavy-metal pollutant which has toxic characteristic. Acute exposure of lead induces anemia, down syndrome, kidney damage, and some of cardiovascular diseases. Adsorption agent is required to adsorb lead (Pb) from lead-polluted environment. The suggested-alternative agent is bacteria. In this research, the lead (Pb) resistant bacteria have been isolated and purified from the water of Ciujung river, Serang, Banten. The isolation is started with screening the bacteria from the water sample on NA agar plate supplemented with lead (Pb) 10 ppm by spread plate method. The bacteria that could grow in the screening stage are isolated and purified on other NA agar plate supplemented with lead (Pb) 10 ppm by streaking method. This research resulted 7 bacteria named as IA2, IA3, IA4, IA21, IA4 isolate.

Page 3 of 32 | Total Record : 318