cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+62254-376712
Journal Mail Official
teknika@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 1693024X     EISSN : 26544113     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/tjst
Core Subject : Engineering,
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi merupakan jurnal peer-reviewed dalam Bahasa Indonesia di bidang keteknikan, diantaranya bidang teknik sipil, bidang teknik mesin, bidang teknik industri, bidang teknik kimia, bidang teknik metalurgi, dan bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 318 Documents
DESAIN MATERIAL SELECTION UNTUK FRAME SEPEDA LISTRIK HYBRID Dhimas Satria; Ipick Setiawan; Rina Lusiani; Yoga Pratama
Jurnal Teknika Vol 12, No 2 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i2.6606

Abstract

Pada umumnya, sepeda tersusun atas komponen-komponen seperti frame,roda, sistem transmisi, rem, sadel, dan stang. Frame merupakan bagian yang paling penting, karena semua komponen dipasang pada frame. Frame harus mampu menopang berat pengendara, mentranslasikan usaha pedal menjadi gerakan maju, mengarahkan roda sesuai arah yang dituju dan mengabsorbsi getaran jalan. Frame adalah “jiwa” dari sebuah sepeda dan haruslah menjadi fokus utama dalam pertimbangan untuk memilih sebuah sepeda.Dari sudut pandang keamanan, bahan yang digunakan untuk frame sepeda harus memiliki sifat mekanik yang sangat stabil dan dapat diandalkan,Pemilihan bahan yang tepat dan desain yang penting dapat mempengaruhi kualitas produk dalam pembuatan komponen.Oleh karena itu, pengakuan akan pentingnya pemilihan bahan dalam desain telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Penerapan metode concurrent engineering dalam desain dan manufaktur telah memperkuat fakta bahwa bahan dan manufaktur terkait erat dalam menentukan kinerja produk akhir. Semakin meningkatnya kemajuan teknologi modern ini mengakibatkan kebutuhan akan penelitian dan pengembangan dalam segala bidang semakin meningkat pesat, terutama dalam bidang material. Hal yang mendasarkan kemajuan teknologi ini adalah semakin dibutuhkannya material baru dan pemilihan material yang tepat guna menunjang bidang pembuatan frame sepeda. Pengembangan material terfokus untuk memilah material(material selection) untuk meningkatkan kualitas standar yang dibutuhkan untuk obyek yang kita rancang. Oleh sebab itu, penelitian ini lebih kearah pemilihan material yang tepat dengan material yang kuat menahan beban,ringan dan dengan harga yang relatif murah /terjangkau.
ANALISIS KEBIJAKAN TRANSPORTASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) Sirajuddin Sirajuddin; Nurul Ummi; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknika Vol 10, No 1 (2014): Edisi Juni 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i1.6631

Abstract

Permasalahan Transportasi khususnya transportasi darat di kota-kota besar di Indonesia selalu saja menyisahkan masalah. Kemacetan ada dimana-mana, tingginya angka kecelakaan kendaraan bermotor, ditambah lagi polusi udara yang semakin tinggi. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba untuk mengalisis penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas di Kota serang dan mencoba untuk memberikan alternatif kebijakan yang dapat diambil oleh Pemerintah Daerah Kota Serang dalam memecahkan persoalan transportasi di di Kota Serang. Dalam proses pengolahan data dan analisis pemecahan masalah, peneliti menggunakan metode analitic hirarcy process dengan alat bantu sofware expert choice 11. Metode ini digunakan untuk mencari prioritas masalah dan prioritas kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah dalam memecahkan persoalan transportasi di Kota serang. Dari hasil olahan AHP, didapatkan bahwa Sumber utama dari kepadatan dan kemacetan lalu lintas di Kota Serang adalah masih terbatasnya Sarana dan Prasarana Lalu lintas di Kota Serang. Kendala utama kemacetan di Kota Serang dari faktor terbatasnya sarana dan prasarana adalah sumber keuangan daerah yang terbatas. Prioritas utama untuk mengatasi persoalan transportasi dan kemacetan di Kota Serang adalah Peningkatan Sarana dan Prasarana Lalu Lintas dengan nilai 0,224, penataan kawasan penting dengan nilai 0,185, pengaturan trayek/penggantian moda dengan nilai 0,171, penegakan disiplin dengan nilai 0,164, transportasi massal/bussway dengan nilai 0,153, dan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Serang dengan nilai 0,103.
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG DENGAN PROSES ESTERIFIKASI-TRANSESTERIFIKASI DENGAN KATALIS ASAM BASA Rudi Hartono; Jayanudin Jayanudin; Endrian Harzuli; Devi Nuraini M
Jurnal Teknika Vol 8, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i1.6687

Abstract

Krisis energi dunia yang terjadi pada dekade terakhir ini mendorong pengembangan energi alternatif dengan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan (rewenable resources). Bentuk energi alternatif yang mulai dikembangkan adalah biofuel yang mempunyai tingkat kelayakan teknologi cukup tinggi dimana dapat berupa bioethanol untuk menggantikan bensin, biodiesel menggantikan solar atau minyak bakar. Indonesia merupakan Negara agraris yang kaya akan bahan baku biodiesel dan bioethanol sebagai energi terbarukan. Tujuan penelitian ini adalah mencari kondisi operasi optimum dalam pembuatan biodiesel dari minyak nyamplung dengan menggunakan katalis asam-basa. Dalam proses pembuatan biodiesel dari Minyak nyamplung melewati tahapan proses, yaitu proses esterifikasi dan transesterifikasi. Variasi katalis yang di gunakan sebanyak 1.5%, 2% dan 2.5% dengan lama waktu reaksi 30 menit, 60 menit, dan 75 menit, temperature reaksi 60C. Kondisi maksimum penelitian ini berdasarkan kualitas biodiesel yang memenuhi standar SNI adalah menggunakan katalis NaOH 2,5% waktu reaksi 75 menit dengan Cetane number 53.32 ,bilangan asam 0.72mg NaOH/g sampel ,viskositas 5.78 cSt ,densitas 0.88g/ml, dan rendemen 66.5% .
Pengaruh Suhu Pembakaran dan Laju Alir Limbah Cair Terhadap Emisi Gas Karbon Monoksida Pada Incinerator di PT. Bayer Material Science Indonesia Ahmad Arifandi
Jurnal Teknika Vol 13, No 2 (2017): Edisi November 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v13i2.4018

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari industri dibakar dalam sebuah alat yang disebut incinerator. Limbah harus terbakar dengan sempurna di dalam incinerator sehingga proses pembakaran tidak menghasilkan gas karbon monoksida (CO), karena bersifat racun. Dalam rangka pelestarian lingkungan, pemerintah menjalankan sebuah program yang dinamakan Proper yang berfungsi untuk mengontrol dan mengurangi polusi dari industry. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan suhu pembakaran dan laju alir limbah cair yang optimal pada incinerator untuk memenuhi baku mutu emisi sesuai KEP. 03/BAPEDAL/09/1995 tentang persyaratan teknis pengolahan limbah berbahaya dan beracun. Variasi suhu pembakaran yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu 550ºC, 600ºC, 650ºC, 700ºC, 750ºC, 800ºC, dan 850ºC. Variasi laju alir limbah cair yaitu 100 L/ h, 200 L/h, 300 L/h, 400 L/h, 500 L/h, 600 L/h, dan 700 L/h. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil yaitu suhu pembakaran yang optimal yaitu 700 0C, laju alir limbah cair yang optimal yaitu 300 L/h, emisi gas CO yang dihasilkan yaitu 87 mg/Nm3, pemakaian natural gas pada incinerator dalam 1 hari yaitu 3448,8 m3, dan efisiensi pembakaran yaitu 99,71 %.
Penilaian risiko penyimpanan produk bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan pendekatan HIRA, FTA, dan 6S Asep Ridwan; Fatah Sulaiman; Dyah Lintang Trenggonowati; Jessica Dewi Marbun
Jurnal Teknika Vol 15, No 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i2.6449

Abstract

Kota Cilegon merupakan pusat industri petrokimia terbesar di Indonesia. Produk akhir yang diproduksi oleh industri petrokimia tersebut tentu banyak mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Dalam penyimpanan produk jenis B3 di setiap industri, peluang terjadinya potensi bahaya seperti kebakaran, ledakan, keracunan, iritasi, dan sebagainya, dapat membahayakan para pekerja di industri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian risiko dalam penyimpanan produk B3 dengan pendekatan HIRA (Hazard Identification and Risk Assesment), FTA (Fault Tree Analysis) dan 6S (Sort, Set in Order, Shine, Standardize, Sustain, Safety). Studi kasus dilakukan pada industri kimia dan petrokimia yang memproduksi B3 di Kota Cilegon. Penelitian ini dilakukan dengan teknik penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi langsung di industri. Hasil penilaian risiko dengan pendekatn HIRA menunjukkan ada 5 industri dengan nilai risiko tinggi dengan sebaran: zona I terdapat 1 industri; zona II terdapat 3 industri; dan zona II terdapat 1 industri. Ada 4 industri dengan produk B3 berupa gas mendapat nilai risiko sebesar 60 dan 1 industri dengan produk B3 berupa Metanol mendapat nilai risiko sebesar 50. Berdasarkan FTA, faktor penyebab kegagalan gas dan Metanol berupa kebakaran dari ledakan tabungnya karena adanya korosi ekternal pada tabung, pekerja lalai, dan tabung terpapar panas yang tinggi. Strategi mitigasi risiko dengan 6S untuk penyimpanan produk B3 berupa gas Metano diantaranya: menjaga suhu dan kelembaban udara gudang penyimpanan gas dan Metanol; membersihkan tabung gas dan Metanol dan lantai gudang penyimpanan; pelatihan K3 bagi pekerja secara rutin dan intensif; dan sebagainya.
Perbandingan Nilai Kekerasan Baja Karbon Rendah pada Proses Pack Carburizing dengan Media Arang Sekam Padi dan Arang Tempurung Kelapa Anwar Nurharyanto; Dimas Ardiansyah Halim; Eko Surojo
Jurnal Teknika Vol 15, No 1 (2019): Edisi Juni 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i1.6009

Abstract

Pemodelan dan simulasi kontrol proporsional integral pada proses pembuatan pupuk kandang Eka Zulia Agustin; Irianto Irianto; Hendik Eko Hadi Suharyanto
Jurnal Teknika Vol 16, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v16i2.8492

Abstract

Dalam proses dekomposisi (pembusukan) pupuk kandang dari kotoran kambing, faktor suhu sangat berpengaruh pada tingkat kematangan pupuk kandang. Suhu untuk melakukan proses pembusukan pada kotoran kambing sebesar 50oC karena mikroorganisme yang berperan dalam proses dekomposisi dapat bekerja secara optimal. Secara konvensional, pengamatan suhu pada proses pembusukan dilakukan di bawah sinar matahari yang bergantung dengan perubahan cuaca, sehingga waktu pengeringan lama dan tidak efisien. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengontrol suhu pada kotoran kambing menggunakan heater yang bersumber dari AC-AC voltage controller. Dengan adanya sistem pengontrol suhu dalam proses dekomposisi (pembusukan), suhu kotoran kambing akan konstan sebesar 50oC. Pada penelitian ini, teknik pengontrol suhu pada kotoran kambing dimodelkan dan disimulasikan menggunakan kontrol PI (proporsional integral). Kontrol PI dimodelkan untuk menentukan nilai Kp dan Ki serta disimulasikan untuk mengatur tegangan keluaran konverter yang mengontrol tegangan AC yang disebut dengan AC-AC voltage controller. Untuk mendapatkan nilai parameter Kp dan Ki, diperlukan pengujian open-loop dengan beban kotoran kambing sebesar 5000 gram sehingga mendapatkan suhu dalam kondisi steady. Tegangan 170 V digunakan sebagai setting point tegangan pada simulasi kontrol AC-AC voltage controller karena setara dengan nilai setting point suhu pada proses dekomposisi pupuk kandang sebesar 50o RMSC dengan berat 5000 gram sehingga diperoleh nilai Kp sebesar 2,9162814587 dan nilai Ki sebesar 1,7462763226. Waktu yang diperlukan respon untuk mencapai kondisi steady sebesar 12 menit dengan error steady state sebesar 0,3%. Dengan pengontrol suhu menggunakan kontrol PI ini waktu pengeringan kotoran kambing hingga menjadi pupuk kandang lebih cepat dan efisien. In the process of manure decomposition (decay) from goat dung, the temperature factor is very influential in the maturity level of manure. The temperature for the decay process in goat dung is 50oC because micro-organisms that play a role in the decomposition process can work optimally. Conventionally, the observation of temperature in the decay process is carried out under the sunlight depending on the weather changes, so that the drying time is long and inefficient. Therefore, a temperature control system in goat dung is needed, using a heater sourced from AC-AC Voltage Controller. With the temperature control system in the process of decomposition (decay), the temperature of goat dung will be constant by 50oC. In this study, the temperature control technique of goat manure is modeled and simulated using the PI (proportional integral) controls. The PI control is modeled to determine the value of Kp and Ki and is simulated to regulate the output voltage of the converter that controls the AC voltage called the AC-AC Voltage Controller. To obtain the value of the Kp and Ki parameters, an open-loop test is required with a goat load of 5000 grams so that the temperature is in steady condition. 170 VRMS voltage used as a voltage set point in the AC-AC Voltage Controller Control simulation because of the equivalent temperature point setting value in the manure decomposition process of 50oC with a weight of 5000 grams so that the value of Kp for 2,9162814587 and Ki value amounting to 1,7462763226. The time required to reach a steady condition is 12 minutes with a steady state error of 0,3%. With this PI control, the drying time of goat dung to become manure is faster and more efficient. 
PENGARUH AKTIVATOR KIMIA PADA PERFORMASI BIOADSORBEN DARI KARBON TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PENJERNIH AIR SUMUR Anton Irawan; Rahmayetty Rahmayetty; Nadia Kartika Sari; Sri Utami
Jurnal Teknika Vol 12, No 1 (2016): Edisi Juni 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i1.6620

Abstract

Limbah tempurung kelapa merupakan material organik yang sangat potensial sebagai sumber karbon. Karbon dari tempurung kelapa akan mempunyai nilai guna lebih tinggi dengan perlakuan lebih lanjut menjadi karbon aktif. Karbon aktif dapat digunakan sebagai adsorben penjernih air. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari kondisi optimum aktifasi karbon tempurung kelapa, agar dapat diaplikasikan untuk penjernihan air sumur. Dalam penelitian ini, limbah tempurung kelapa diproses secara pirolisis menghasilkan karbon tempurung kelapa. Kemudian karbon di aktivasi menggunakan metode aktivasi kimia dengan HCL dan NaOH sebagai aktivator. Pemilihan asam dan basa bertujuan untuk mempelajari efektivitas asam dan basa sebagai bioadsorben penjernih air. Kondisi optimum diaplikasikan sebagai penjernih air pada kolom adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan kondisi terbaik diperoleh pada arang aktif dengan aktifator HCl 3N dengan lama perendaman 16 jam dan ukuran -100+118 mesh. Bilangan iodin yang dihasilkan adalah 853,25 mg/g, kadar air 0,09%, dan kadar zat mudah terbang 8,496%. Hasil Penjernihan air karbon aktif dapat mereduksi kadar besi (Fe) 64,36 %, kadar klorida 8,89%, TDS 8,51%, silika 4,67% dan kesadahan 18,58% dari kandungan air sumur sebelum proses adsorpsi.
BACK MATTER (Subject Index, Author Index, Acknowledgment) Ahmad Shulhany
Jurnal Teknika Vol 16, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v16i2.10265

Abstract

PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PYROLISIS TERHADAP NILAI KALOR BRIKET TEMPURUNG KELAPA SAWIT Ni Ketut Caturwati; Endang Suhendi; Eko Prasetyo
Jurnal Teknika Vol 10, No 2 (2014): Edisi November 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i2.6677

Abstract

Sumber energi utama yang selama ini dipergunakan dalam kehidupan manusia merupakan sumber energi yang berasal dari bahan bakar fosil, dimana harga bahan bakar ini semakin mahal akibat cadangan energi yang kian terbatas. Untuk itu berbagai upaya dilakukan dalam mencari energi alternative yang mungkin dapat dipergunakan sebagai pengganti energi fosil. Pemanfaatan limbah seperti tempurung kelapa sawit telah mulai dilakukan dengan membuatnya menjadi briket sehingga memiliki nilai kalor yang cukup besar sebagai bahan bakar alternatif pengganti batubara atau bahan bakar lain seperti minyak dan gas. Dalam penelitian ini dilakukan proses pyrolisis terhadap tempurung kelapa sawit dengan variasi temperatur pirolisis : 200 °C, 300 °C, 350 °C dan 400 °C dengan waktu pirolisis selama : 1 jam, 1,5 jam dan 2 Jam. Padatan (Char) hasil pyrolisis dibuat sebagai bahan baku briket. Dilakukan pengujian nilai kalor dari briket yang dihasilkan melalui proses pyrolisis dengan variasi temperatur dan waktu proses. Hasil pengujian nilai kalor briket menunjukkan proses pyrolisis dengan temperatur 400 °C serta waktu proses 1 jam menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 7070 cal/gram. Nilai ini mendekati nilai kalor batubara berkualitas (antrasit) yang memiliki nilai kalor 31 kJ/gr atau setara dengan 7405 cal/gram.

Page 5 of 32 | Total Record : 318