cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Penentuan Kriteria Kualitatif Penentu Dalam Pemilihan Objek Audit Internal Menggunakan Metode Delphi (Studi Kasus: Dana Pensiun PT. X) Anjelika Zatar; Putiri B. Katili; Suparno Suparno
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.929 KB)

Abstract

Dana pensiun PT. X adalah lembaga hukum yang mengelola dan menjalankan  program pensiun bagi peserta yaitu karyawan yang telah habis masa kerjanya pada usia tertentu yang disebut pensiun. Dalam pengelolaan dana pensiun sangat diperlukan penerapan tata kelola dana pensiun yang baik. Penerapan tata kelola dana pensiun yang baik dapat diwujudkan dengan adanya pengendalian yang dilakukan oleh internal audit yang dijalankan oleh Satuan Pengawas Internal (SPI). Hingga saat ini Dana Pensiun PT.  X belum melaksanakan tahapan perencanaan audit dengan objektif dan sistematis, sehingga penelitian ini dilakukan pada tahapan perencanaan audit untuk menentukan kriteria kualitatif penentu dalam pemilihan objek audit internal. Adapun penelitian ini dilakukan dengan metode Delphi. Metode Delphi adalah metode sistematis dalam mengumpulkan pendapat dari sekelompok pakar melalui serangkaian kuesioner. Penentuan kriteria penentu dalam pemilihan objek audit dilakukan oleh para ahli di bidang internal audit yaitu internal auditor PT. X. Dari penelitian ini didapatkan riteria kualitatif penentu yang paling dominan yaitu nilai resiko17,9%, preferensi manajemen 14,3%, preferensi auditor 14,3%, laporan hasil audit terakhir 12,5%, Program Kerja Audit Tahunan (PKAT) 10,7%, dan kinerja divisi 8,9%.
Usulan Penjadwalan Produksi Pada Aliran Flow Shop dengan Algoritma Genetika untuk Meminimasi Makespan Latif Bayani; Lely Herlina; Evi Febianti
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.953 KB)

Abstract

CV. Serang Teknindo merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur. Sering terjadiketerlambatan pengiriman pada produk cuople menjadi alasan produk cuople perlu dilakukanpengurutan pekerjaan atau penjadwalan produksi. Penjadwalan adalah pengurutan pembuatan produksecara menyeluruh yang dikerjakan pada beberap buah mesin. Tujuan penelitian ini adalah menentukanurutan pekerjaan yang optimal di CV.Serang Teknindo agar diperoleh makespan minimum denganmenggunakan metode algoritma genetika dan untuk mengetahui nilai makespan minimum yangdihasilkan dari penjadwalan yang dilakukan. Pada perhitungan dengan pendekatan algoritma genetikaini, populasi awal dipilih dari hasil perhitungan algoritma CDS dengan memilih dua urutan yang lebihbaik. Selanjutnya dilakukan crossover dan mutasi untuk mendapatkan induk baru yang dipilih melaluiseleksi. Metode crossover yang dilakukan adalah Partially Mapped Croccover (PMX), metode mutasiyang dilakukan adalah Reciprocal Exchange Mutation (REM), sedangkan metode seleksi yang digunakanadalah Steady-state Selection. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, diperoleh urutan pekerjaanyang optimal dalam penjadwalan produksi pada aliran flow shop dengan menggunakan algoritmagenetika adalah 1-2-5-6-4-3 atau urutan job yang harus dikerjakan yaitu dimulai dari produk cuople segidua dalam, kemudian cuople segi tiiga dalam, kemudian cuople segi enam dalam, kemudian cuople segidelapan dalam, kemudian cuople segi empat dalam, kemudian job terakhir yang dikerjakan adalahcuople trapesium dan Makespan minimum yang dihasilkan dari penjadwalan yang telah dilakukanadalah sebesar 23252,24 menit.
Usulan Strategi Perawatan dengan Mempertimbangkan Reliability Block Diagram Pada Mesin Crane Ship Unloader (Studi Kasus di PT.XYZ) Auditia Yudha Jiwantoro; M. Adha Ilhami; Evi Febianti
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.126 KB)

Abstract

Kelancaran proses pembongkaran kapal pada pelabuhan industri menjadi salah satu kunci dari kualitas pelayanan pelabuhan, guna memperkecil kemungkinan keterlambatan proses pembongkaran kapal maka dari itu PT.XYZ perlu berupaya meningkatkan keandalan sistem pembongkaran sebagai bentuk palayanan yang prima, Keandalan adalah probabilitas komponen, peralatan, mesin, atau sistem tetap beroperasi dengan baik sesuai dengan fungsi yang diharapkan dalam interval waktu dan kondisi tertentu. Semakin handal suatu sistem maka semakin kecil peluang kerusakan yang mungkin terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen-komponen critical pada mesin crane ship unloader, mengetahui keandalan komponen, mengetahui keandalan sistem, dan mengetahui berapa lama periode waktu perbaikan yang dapat mempertahankan keandalan mesin crane ship unloader pada angka 85% handal. RBD (Reliability Block Diagram) merupakan metode yang tepat digunakan untuk mengetahui keandalan suatu sistem, dengan mengetahui pola distribusi kerusakan pada masing-masing komponen dan parameter-parameternya maka dapat dirancang suatu jadwal perawatan terpadu guna menjaga tingkat keandalan sistem pembongkaran kapal pada kondisi 85% handal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komponen Trolley System memiliki keandalan 23 % dengan periode perwatan usulan setiap 10 hari, Trolley Mechanical system memiliki keandalan 24 % dengan periode perwatan usulan setiap 30 hari, Hold System memiliki keandalan 31 % dengan periode perwatan usulan setiap 30 hari, Close System memiliki keandalan 17 % dengan periode perwatan usulan setiap 30 hari, Gantry memiliki keandalan 37 % dengan periode perwatan usulan setiap 20 hari, Belt Feeder memiliki keandalan 36 % dengan periode perwatan usulan setiap 50 hari, Lighting System 1 Flood Light memiliki keandalan 45 % dengan periode perwatan usulan setiap 30 hari, DC Motor SU3 memiliki keandalan 44 % dengan periode perwatan usulan setiap 30 hari, Cooling Fan AC Motor memiliki keandalan 45 % dengan periode perwatan usulan setiap 20 hari, Slip Ring AC Motor memiliki keandalan 37 % dengan periode perwatan usulan setiap 90 hari, Crane Control General Function memiliki keandalan 37 % dengan periode perwatan usulan setiap 10 hari, Hopper Construction memiliki keandalan 37 % dengan periode perwatan usulan setiap 40 hari, dan DC Converter memiliki keandalan 37 % dengan periode perwatan usulan setiap 50 hari. Dengan Reliability System nyata sebesar 61,91% dan Reliability System simulasi usulan dengan penerapan preventive maintenance mencapai 85% handal.
Identifikasi Waste Menggunakan Waste Assessment Model (WAM) Pada Lini Produksi PT. KHI Pipe Industries Andi Rahayu Putri; Lely Herlina; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.361 KB)

Abstract

PT. KHI Pipe Industries merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pembuatan pipa baja las terbesar di Indonesia. Berdasarkan report pembuatan pipa gas spiral pada periode sebelumnya, terdapat bebrapa jenis waste seperti overproduction yang berasal dari jumlah pipa reject sebanyak 57 dari 885 pipa yang diproduksi, yang menyebabkan produksi pipa harus dilebihkan 57 buah untuk mengganti produk pipa yang reject, hal ini pula yang menyebabkan adanya waktu menunggu untuk pipa dapat dilakukan proses berikutnya, dari report produksi yang sama ditemukan juga 1290 defect dari 11 jenis defect pengelasan y. Identifikasi waste dilakukan pada work order berikutnya dengan menggunakan waste assessment model dan didapat nilai persentase akhir untuk masing-masing waste adalah 27% untuk defects, 18% untuk overproduction, 14 untuk inventory, 13 untuk motion, 11% untuk transportation, 8% untuk process dan 8% untuk waiting. Defect merupakan waste terbesar yang didapat dari perhitungan hasil kuisioner WAM, maka Value Sream Mapping Tools (VALSAT) yang digunakan adalah quality filter mapping. Akar permasalahan dari defect yang ada diketahui dengan menggunakan Fault Tree Analysis (FTA), dan dari akar permasalahan yang ada dibuat usulan perbaikan dengan menggunakan tools 5W1H, seperti memberikan pelatihan on the job training untuk operator, maintenance mesin yang rutin, pergantian suku cadang berkala, perbaikan bagian penyimpanan serta pemilihan material yang lebih baik.
Optimalisasi Tingkat Keuntungan Dengan Pengembangan Model Jadwal Panen Tomat Menggunakan Metode MILP Dengan Pendekatan Rolling Scheduling (Study kasus : BUMP Karya Tani) Alfian Kello; Lely Herlina; M. Adha Ilhami
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.868 KB)

Abstract

BUMP Karya Tani merupakan badan usaha milik petani yang membudidayakan tanaman holtikultura salah satunya adalah tanaman tomat. Adanya tambahan saluran tomat ke perusahaan saus pada tahun 2014 membuat permintaan dan saluran permintaan semakin bertambah. Permintaan ke perusahaan saus mensyaratkan kematangan 95% dan memerlukan aktivitas pasca panen yang terdiri dari pencucian, sortasi dan pengemasan. Keuntungan ke perusahaan saus lebih tinggi, sehingga panen kematangan 95% harus diperhitungkan dengan tepat. Dalam pemenuhan permintaan dari perusahaan saus, sering terjadinya kekurangan dan kelebihan volume yang sesuai dengan kualitas yang disyaratkan perusahaan saus pada setiap jadwal pengiriman. Jika terjadi kekurangan, maka BUMP karya Tani akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. Jika terjadi kelebihan, walaupun dapat disimpan tetapi waktunya sangat terbatas dan memerlukan biaya simpan. Untuk itu perlu merancang formula matematis untuk penjadwalan panen tomat dengan tiga variasi tingkat kematangan untuk menghasilkan keuntungan maksimal. Agar permasalahan yang diselesaikan memperoleh hasil yang optimum maka metode yang digunakan adalah metode Linear Progamming, karena model yang dibuat terdapat variabel integer biner dan variabel continous maka metode yang tepat digunakan adalah metode Mix Integer Linear Progaming. Dari hasil penelitian diperoleh perancangan formula matematis untuk penjadwalan panen tomat dengan tiga variasi kematangan ditentukan dengan menggunakan metode Mix Interger Linear Progamming karena mampu menghasilkan keuntugan yang maksimal sesuai dengan permintaan pasar.
Identifikasi Potensi Bahaya Dengan Metode Hazard And Operability Study (HAZOP) Di Area Boiler PT. XYZ Euis Jamilah; Yayan Harry Yadi; Ani Umyati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.051 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri gula rafinasi di Banten. Pemenuhan kebutuhan energi listrik dari seluruh kegiatan perusahaan berasal dari sumber tenaga listrik oleh tenaga uap boiler. Area boiler merupakan bagian dari perusahaan yang memiliki kemungkinan potensi bahaya tinggi. Peningkatan jumlah kecelakaan kerja terjadi pada tahun 2013 di PT. XYZ dengan korban sebanyak 53% berasal dari area boiler. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan identifikasi bahaya untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di area boiler dengan metode HAZOP. Proses identifikasi dilakukan oleh tim yang dibentuk pada awal tahapan HAZOP. Berdasarkan identifikasi didapatkan 10 node, yaitu FDF, IDF, grate, coal, drum, deaerator, condensate, water, steam, dan furnace. Penilaian risiko terdapat 3 kategori tingkat risiko, yaitu risiko sedang, rendah, dan tinggi. Risiko terbesar yaitu tinggi terdapat pada node steam parameter pressure dan node furnace parameter pressure. Rekomendasi yang diberikan adalah dengan pemberian APD berupa masker, monitoring parameter, pengontrolan parameter dengan checklist, pengontrolan elemen air dan peralatan, maintenance, pemasangan safety alarm, penggunaan peralatan economizer, dan SOP penanganan trouble akibat deviasi.
Identifikasi Penyebab Kecelakaan Kerja dengan Metode 5W + H di Area Continous Casting Divisi SSP Roni Sahroji; Ade Sri Mariawati; Ani Ani Umyati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.519 KB)

Abstract

PT. Krakatau Steel merupakan suatu perusahaan yang memproduksi baja, yang berpotensi mengandung bahaya atau kecelakaan yang tinggi. PT. Krakatau Steel terdiri dari beberapa divisi, yang salah satunya yaitu divisi SSP I (Slab Steel Plant). yang mana proses produksinya pembuatan baja slab yang hasil akhirnya akan diproses didivisi CRM (cold rolling mill) dan HSM (hot strip mill). Pada bulan Desember 2013 telah terjadi kecelakaan kerja yaitu kebakaran pada area Countinous Casting Machine SSP I. Hal ini disebabkan pada saat proses continous casting terjadi masalah yaitu pada slide gate tidak berfungsinya naik turun dikarenakan adanya kebocoran pada shroud sehingga tidak bisa ditutup pada saat baja memuai akibatnya baja cair yang ada pada leadel tidak tertampung lagi pada moul sehingga mengakibatkan kebakaran pada area tersebut. Dari kejadian kebakaran tersebut telah memakan korban 3 orang yaitu 2 orang meninggal dalam suatu ruangan spare part yang lokasinya tidak jauh dari tempat kebakaran terjadi. Kedua korban meninggal diduga akibat kehabisan oksigen untuk bernapas dan 1 orang mengalami patah tulang kaki pada mata kaki pada saat melakukan evakuasi penyelamatan diri. Dari kejadian ini banyak kerugian di terima karyawan maupun yang di tanggung perusahaan yaitu terhentinya proses produksi yang begitu lama, manusia, mesin, dan alat-alat produksi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja,menghitung nilai ratio kekerapan,keparahan kerja dan Membuat penjadwalan pengecekan slide gate,Peneliti melakukan identifikasi penyebab terjadi kecelakaan dengan menggunakan fishbone serta melakukan usulan metode 5W+H untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan serta melakukan usulan perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian setelah di identifikasi serta di analisa perlu adanya pembuatan jadwal pengecekan slide gate dan pergantian shroud setiap 3x proses.
Penjadwalan Produksi Flow Shop Menggunakan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) dan Nawaz Enscore Ham (NEH) Roy Khrisman; Evi Febrianti; Lely Herlina
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.526 KB)

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur yang memproduksi berbagai jenis cup insole. Sistem penjadwalan perusahaan saat ini menggunakan metode First Come First Serve (FCFS). Dalam hal ini perusahaan sering mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan konsumen secara tepat waktu. Masalah ketidaktepatan jadwal pengiriman pesanan tersebut disebabkan oleh jadwal produksi yang tidak tepat atau sistem penjadwalan produksi yang belum optimal. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk meminimasi makespan dengan mengakomodasi sistem yang ada di PT. Putri Riwayu Jaya. Dalam penelitian ini menggunakan metode penjadwalan produksi Campbell, Dudek, Smith dan metode penjadwalan Nawaz, Enscore, Ham yang bertujuan menentukan urutan produksi optimal untuk meminimumkan makespan pada perusahaan dengan pola lantai produksi flow shop. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode CDS, terdapat urutan job dengan total makespan terkecil yaitu sebesar 6828,375 menit. Dengan urutan prioritas job 3-2-4-1-5-6 yang di peroleh dari K2, K4 dan K6. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode NEH, terdapat urutan job dengan total makespan terkecil yaitu sebesar 6828,375 menit. Dengan urutan 3-2-4-1-5-6 (Sand). Penjadwalan produksi dengan metode CDS dapat meminimumkan makespan sebesar 371,625 menit.
Perancangan Sistem Penilaian Kinerja Karywan PKWT di PT Agung Mandalika dengan Metode Analytical Hierarchi Process & Fuzzy Simple Additive Weighted Alfian Nugraha Saefulloh; Putiri Bhuana Katili; Suparno -
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.777 KB)

Abstract

PT. Agung Mandalika adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa konstruksi pada bidang elektrikal, mekanikal, dan sipil. Perusahaan yang sebagian besar karyawanya adalah pekerja PKWT ini, memiliki masalah dengan proses perekrutan karyawan yang akan diperpanjang kontraknya serta acuan dalam pemberian gaji. Penelitian ini bertujuan untuk Membuat tools penilaian kinerja karyawan PKWT yang nantinya dijadikan acuan untuk sistem pengontrakan kemabali serta bisa dijadikan penentuan upah karyawan PKWT. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tools yang dibuat menggunakan metode analytical hierarchi process & fuzzy simple additve weighted dengan tahapan awal pentuan bobot kriteria, kriteria yang di jadikan acuan adalah: hasil kerja dengan bobot 0,252, tanggung jawab kerja 0,214, taat k3 0,196, disiplin kerja 0,187, dan kemampuan individu 0,151, dari bobot tersebut penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan skala linkert dimana pekerja dinilai sesuai kriteria. Hasil penilaian kinerja serta perangkingan yang di dapat dari 16 karyawan PKWT adalah sebagai berikut: Syamsul 0.956, Nanang 0,938, Kamsin 0,923, Yanto 0,903, Handayadi 0,879, Rifki 0,865, Kadut 0,867, Arifin 0,866, Rohman 0,834, Dendi 0,827, Niko 0,815, Anto 0,811, Bahrudin 0,807, Mastari 0,805, Subari 0,804, dan Misro 0,791. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa seluruh karyawan memiliki kinerja “Sangat Baik” dan diusulkan dikontrak kembali dengan usulan kenaikan gaji sebesar 0.37% dari gaji sebelumnya, dimana nilai tersebut didapat dari rata-rata perubahan inflasi selasa satu tahun.
Analisis Sistem Pengendalian Biaya Produksi dengan Metode Target Costing Pada Industri Air Minum Dalam Kemasan Ferry Adi Komara; Shanti Anggraeni; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.156 KB)

Abstract

Perusahaan sebaiknya lebih meningkatkan pengawasan terhadap pengeluaran biaya-biaya produksi dan nonproduksi sehingga pengeluaran biaya perusahaan lebih efisien. Harga target yang dihitung dengan menggunakan informasi dari pelanggan dan pesaing menjadi dasar untuk menghitung biaya target costing, sehingga dapat dijadikan tolak ukur dimana perusahaan dapat dengan mudah melihat sejauh mana perusahaan menentukan standarisasi harga dan kualitas produk. Tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan dengan menerapkan target costing adalah untuk menurunkan total biaya dari total biaya sebelumnya sehingga perusahaan bisa mendapatkan laba yang maksimal tanpa harus menaikan harga jualnya. Target Costing adalah Penentuan biaya yang diharapkan untuk suatu produk berdasarkan harga yang kompetitif, sehingga produk tersebut akan dapat memperoleh laba yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan mempertimbangkan seluruh biaya produk atau jasa dalam siklus hidup produk dan menurunkan biaya total sebuah produk atau jasa.PT. Krakatau Daya Tirta adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan air air minum dalam kemasancup 240ml.salah satu kendala yang kerap dikeluhkan oleh perusahaan yaitu biaya proses produksi yang masih tinggi, perhitunganbiayaproduksiolehperusahaansebesar Rp.390.867.463 per bulansedangkanbiayaproduksi yang didapatdariperhitungan target costing yaitusebesarRp. 357.769.010,- per bulandenganselisih Rp.33.098.453 per bulan.