cover
Contact Name
Rizky Abdulah
Contact Email
r.abdulah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
editorial@ijcp.or.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Klinik Indonesia
ISSN : 23375701     EISSN : 2337 5701     DOI : -
Core Subject :
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy (IJCP) is a scientific publication on all aspect of clinical pharmacy. It published 4 times a year by Clinical Pharmacy Master Program Universitas Padjadjaran to provide a forum for clinicians, pharmacists, and other healthcare professionals to share best practice, encouraging networking and a more collaborative approach in patient care. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy is intended to feature quality research articles in clinical pharmacy to become scientific guide in fields related to clinical pharmacy. It is a peer-reviewed journal and publishes original research articles, review articles, case reports, commentaries, and brief research communications on all aspects of Clinical Pharmacy. It is also a media for publicizing meetings and news relating to advances in Clinical Pharmacy in the regions.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 4 (2022)" : 8 Documents clear
Perbandingan Efek Samping Antiplatelet Tunggal dan Ganda terhadap Gastrointestinal pada Pasien Strok Iskemik Sartika, Harni
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2022.11.4.283

Abstract

Antiplatelet merupakan terapi yang digunakan secara tunggal maupun ganda untuk strok iskemik. Namun, pengobatan antiplatelet dapat memberikan risiko efek samping terhadap gastrointestinal. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk membandingkan efek samping penggunaan antiplatelet tunggal (aspirin 80 mg) dan antiplatelet ganda (aspirin 80 mg + clopidogrel 75 mg) terhadap gejala klinis efek samping terhadap gastrointestinal pada pasien stroke iskemik. Desain dan subyek penelitian ini menggunakan uji klinik kohort observasional prospektik dilakukan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, sebanyak 78 pasien rawat inap dipilih secara consecutive sampling dan dibagi 2 kelompok masing-masing berjumlah 39 subjek. Pengobatan Aspirin 80 mg adalah kelompok 1 dan pengobatan Aspirin 80 mg + clopidogrel 75 mg adalah kelompok 2. Data risiko efek samping diambil berdasarkan gejala klinis, data objektif pada saat pre dan post pengobatan hingga timbulnya keluhan gejala klinis. Penelitian dihentikan jika pasien memiliki gejala klinis efek samping terus memburuk. Uji Mann-Whitney digunakan untuk melihat perbandingan data laboratorium antara kedua kelompok dan Uji Chi Square digunakan untuk melihat perbandingan risiko efek samping. Hasil uji menunjukkan penggunaan antiplatelet ganda memberikan risiko pada kejadian mual (p=0,007 ; OR=3,918, 95% Cl=1,396-10,998), muntah (p=0,008 ; OR=3,681, 95% Cl=1,365-9,998) dan nyeri ulu hati (p=0,007; OR=3,918 95% Cl=1,396-10,998) dibanding pada kelompok antiplatelet tunggal. Dapat disimpulkan bahwa terapi antiplatelet ganda memberikan risiko gejala klinis efek samping terhadap gastrointestinal lebih besar dibandingkan antiplatelet tunggal, sehingga penting dilakukan pemantauan terapi obat serta edukasi terhadap pasien jika gejala perdarahan timbul agar segera menghubungi tim medis.
Identifikasi Potentially Inappropriate Medication (PIM) Berdasarkan Beers Criteria Pada Pasien Covid-19 di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Adisaputra, Arya Dibyo; Rumi, Amelia; Tahir, Muhammad Tamrin; Zainal, Setiawati Fadhilah; Sulistiana, Sri; Andriani, Lilik
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2022.11.4.331

Abstract

Potentially Inappropriate Medication (PIM) atau lebih dikenal dengan penggunaan terapi obat yang berpotensi tidak tepat ialah pengobatan berkaitan dengan risiko efek samping obat. Penelitian ini berfokus pada jumlah penggunaan terapi obat yang berpotensi tidak tepat terhadap pasien lansia (geriatri) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi seberapa besar angka kejadian Potentially Inappropriate Medication (PIM) berdasarkan Beers Criteria 2019 pada pasien geriatri di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Pengambilan data dilakukan di ruangan rekam medik RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah selama bulan Maret-April 2022. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat retrospektif dengan mengambil data rekam medik pasien sebanyak 93 rekam medik secara simple random sampling. Data kemudian dianalasis secara deskriptif dengan menggunakan data yang diperoleh dari catatan rekam medik meliputi karakteristik demografi, profil penggunaan obat selama proses pengobatan, dan Beers Criteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 93 sampel rekam medik yang diambil, terdapat 89 pasien yang teridentifikasi PIM dengan 203 angka kejadian PIM yang masuk ke dalam kategori Beers Criteria. Kategori 1 terdapat 166 kejadian (81,77%), kategori 2 terdapat 3 kejadian (1,48%), kategori 3 terdapat 16 kejadian (7,88%), kategori 4 terdapat 15 kejadian (7,39%), dan kategori 5 terdapat 3 kejadian (1,48%). Hal ini menunjukkan bahwa angka kejadian PIM berdasarkan Beers Criteria 2019 pada pasien geriatri yang terkonfirmasi Covid-19 di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah masih sangat tinggi.
Evaluasi Kuantitatif dan Total Biaya Penggunaan Antibiotik pada Periode Sebelum dan Selama Pandemi COVID-19 di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Silanas, Ilman; Alfian, Sofa Dewi; Parwati, Ida; Zakiyah, Neily
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2022.11.4.294

Abstract

Pandemi COVID-19 menuntut pengendalian pengunaan antibiotik yang lebih ketat. Temuan di beberapa negara menunjukkan adanya peningkatan terapi antibiotik empirik untuk  mengatasi koinfeksi bakterial pasien COVID-19 yang dapat mendorong semakin tingginya tingkat resistensi dan biaya penggunaan. Salah satu upaya pengendalian penggunaan antibiotik adalah melakukan evaluasi kuantitas dan besaran biaya penggunaan antibiotik pada periode waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kuantitas dan biaya penggunaan  antibiotik sebelum dan selama pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian repeated cross sectional, dengan pengambilan data secara retrospektif pada periode sebelum COVID 19 (Maret 2018-Februari 2020) dan periode selama pandemi COVID-19 (Maret 2020-Februari 2022) di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Data yang digunakan adalah antibiotik injeksi yang digunakan pasien dewasa pada bangsal rawat inap dan bangsal rawat intensif (ICU). Kuantitas penggunaan antibiotik ditampilkan dalam bentuk defined daily doses  per 100 hari rawat inap (DDD/100) dan drugs utilization 90% (DU90%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan nilai DDD/100 pada periode sebelum dan selama pandemi COVID-19 di seluruh bangsal (28,79-42,23; p-value = 0,001), bangsal rawat inap (22,27-30,22 ; p-value = 0,001), dan bangsal rawat intensif (6,52-11,91 ; p-value = 0,001). Seftriakson, levofloksasin, seftazidime, meropenem dan metronidazol adalah antibiotik yang selalu masuk pada kategori DU90% di setiap periode dan di setiap bangsal. Biaya penggunaan antibiotik mengalami peningkatan selama masa pandemi (Rp. 6.058.750.700 - Rp. 9.117.439.600). Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan penggunaan dan total biaya antibiotik saat pandemi COVID-19. Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah antibiotik dengan spektrum luas.
Translation, Cultural Adaptation, and Validation of the Multidimensional Scale of Perceived Social Support for Cancer Patients in Indonesia Setiawan, Didik; Muamala, Anisa; Juwita, Dina Ratna; As Suaidy, Bustanuddin; Perwitasari, Dyah Aryani; Lianawati, Lianawati
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2022.11.4.343

Abstract

The social support is increasingly accepted as an important factor that influences the wellness of a human being, particularly people with chronic diseases. This study translates and validates the quantitative questionnaire that has been developed and has been widely accepted across cultures, namely the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). The study was initially performed by translating the original questionnaire using forward and backward translation methods. Thirty cancer patients from Margono public hospital Purwokerto, Indonesia were conveniently included to evaluate the transleted questionmaire’s cconvergent, discriminant validity. Furthermore, 45 cancer patients were included in the main study which evaluate the level of social support among cancer patients. According to factor analysis, Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy showed that the results is valid (0.668) while the Bartlett’s Test of Sphericity also showed that the number of samples were adequate (0.668) and eligible for factor analysis. The Measures of Sampling adequacy from each question was considerably higher than 0.5 and therefore there were no translated question that has to be removed in the analysis. There were 3 out of 12 factors that was included with the total variance of 81.166%. The Pearson’s correlation and Cronbach Alpha tests showed that discriminant validity and reliability test of the translated questionnaire were valid (>0.400) and reliable (>0.700) questionnaire. The translated version of the MSPSS was considerably a valid and reliable questionnaire to evaluate the level of social support for cancer patients in Indonesia.
Penerapan Metode Workload Indicator Staffing Need untuk Evaluasi Kebutuhan Tenaga Kefarmasian: Studi Kasus di Depo Farmasi Rawat Jalan Peserta Asuransi Jaminan Kesehatan Nasional pada Sebuah Rumah Sakit Swasta di Kota Bandung Sombo, Patria Pari Agnes Ago Ana Sombo; Yohanes, David Christianto; Pradipta, Ivan Surya
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2022.11.4.352

Abstract

Pemerintah Indonesia telah menyediakan Jaminan Kesehatan Nasional untuk meningkatkan akses masyarakat ke fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit. Diperlukan penilaian sumber daya manusia yang memadai di setiap unit rumah sakit untuk dapat memberikan layanan terbaik kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah pekerja yang dibutuhkan di pelayanan depo farmasi rawat jalan peserta asuransi jaminan kesehatan nasional pada sebuah rumah sakit swasta di Kota Bandung dengan menggunakan metode Workload Indicator Staffing Need (WISN). Penelitian observasional deskriptif dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2022 di sebuah rumah sakit swasta tipe B di Kota Bandung dengan metode WISN. Data diambil dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan analisis data rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan waktu kerja tersedia untuk tenaga kefarmasian sebesar 109.440 menit dengan nilai standar kelonggaran 0,0625. Beban kerja dihitung dari jumlah resep harian yang dilayani yaitu 5 resep racikan dan 100 resep non-racikan sehingga didapatkan standar beban kerja untuk resep racikan dan non-racikan berturut-turut sebesar 1.824 dan 3.648. Data tersebut digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja dan diidentifikasi bahwa rumah sakit tempat penelitian membutuhkan 7 orang tenaga kerja. Rasio WISN menunjukkan adanya rasio sebesar 0,57. Studi ini mengindikasi adanya kekurangan jumlah tenaga kerja yang berimplikasi pada peningkatan beban kerja. Perlu adanya evaluasi secara komprehesif terhadap penyediaan tenaga kefarmasian untuk meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di rumah sakit tempat penelitian berlangsung.
Senyawa Kalkon dan turunannya serta Potensinya sebagai Antikanker : Literatur Review Almattin, Bilqis Na'ilah; Aulifa, Diah Lia; Al Shofwan, Adnan Aly
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2022.11.4.360

Abstract

Salah satu senyawa yang memiliki potensi sebagai antikanker adalah Kalkon. Senyawa kalkon (1,3-difenil-2-propena-1-on) memiliki satu atom karbon a,ß-tak jenuh. Pada cincin A terdapat gugus metil, etil atau alkil sedangkan pada cincin B terdapat gugus halogen, siano dan nitro yang juga dapat meningkatkan aktivitas farmakologi. Dalam telaah pustaka ini, kami mengumpulkan informasi dari 25 penelitian terbaru selama 10 tahun terakhir untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang    potensi senyawa kalkon. Kami mengidentifikasi bahwa penelitian in silico dan in vitro telah memberikan wawasan penting tentang interaksi kalkon dengan reseptor kanker dan aktivitasnya terhadap berbagai jenis sel kanker. Temuan ini dapat memberikan kontribusi signifikan pada pengembangan terapi antikanker yang efektif. Pencarian pustaka melalui basis data elektronik Google Scholar dan PubMed pada bulan Juni 2022 – Desember 2023 dengan kata kunci “Senyawa Kalkon”, “Potensi”,“Antikanker”, “Chalcone and Its Potential as Anticancer” dan “Kalkon dan Potensinya sebagai Antikanker” memperoleh total 25 penelitian, yaitu sebanyak 7 penelitian tentang in silico dan 18 penelitian in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa kalkon dan turunannya memiliki potensi sebagai agen antikanker. Penelitian in silico mengungkapkan interaksi yang kuat antara kalkon dan reseptor kanker, sementara penelitian in vitro mengkonfirmasi aktivitas antikanker pada berbagai jenis sel, termasuk sel kanker payudara, prostat, dan leukemia. Hasil uji aktivitas antikanker juga mencakup senyawa dengan turunan kalkon seperti metoksi hidroksi kalkon dan naftalen kalkon. Studi ini memberikan kontribusi signifikan dalam pemahaman potensi senyawa kalkon sebagai kandidat obat antikanker dan mendorong pengembangan lebih lanjut dalam bidang ini.
Pola Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Dewasa di Instalasi Rawat Inap RSUD Provinsi NTB Sugiani, Lina; Harahap, Herpan S.; Puspitasari, Candra E.
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2022.11.4.309

Abstract

Pneumonia merupakan peradangan akut pada paru yang sebagian besar disebabkan oleh bakteri dan merupakan penyebab kematian terbesar terutama di negara berkembang. Terapi utama pneumonia dengan penyebab bakteri adalah antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dewasa berdasarkan profil kuman di instalasi rawat inap RSUD Provinsi NTB.Metode pengambilan sampel yaitu total sampling dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh secara retrospektif berdasarkan rekam medis pasien dan dilakukan uji chi square untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian antibiotik (monoterapi atau kombinasi) dan jenis antibiotik dengan lama waktu perawatan. Sampel  pada penelitian ini sebanyak 154 orang dengan sebaran pasien berusia >65 tahun (32,5%) dimana jenis kelamin laki-laki mendominasi (56,5%),dan lama perawatan terbanyak adalah 1-7 hari (68,2%). Penggunaan antibiotik monoterapi didominasi oleh golongan sefalosporin generasi III (55,6%) dan kombinasi yaitu golongan sefalosporin generasi III-flourokuinolon (45,9%). Profil kuman penyebab pneumonia antara lain Klebsiella pneumoniae, E coli, Staphylococcus haemolyticus, dan pseudomonas aeroginosa. Hasil analisis menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara pola pemberian antibiotik dengan lama rawat inap dan tidak terdapat hubungan bermakna antara pemberian antibiotik monoterapi dengan lama waktu perawatan, akan tetapi terdapat hubungan bermakna pada pemberian antibiotik kombinasi. Sebagian besar pasien pneumonia dewasa yang dirawat di RSUD Provinsi NTB mendapatkan terapi antibiotik monoterapi.
Analisis Utilitas Biaya Annual Population-Based Screening Dibandingkan dengan Opportunistic Screening Diabetes Melitus di Indonesia Menggunakan Markov Model Budiawan, Erick; Suwantika, Auliya Abdurrohim; Zakiyah, Neily
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2022.11.4.320

Abstract

Prevelensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun dan berdampak pada tingginya biaya perawatan. Salah satu upaya pencegahan DM yang dapat dilakukan adalah melalui deteksi dini atau skrining. Saat ini di Indonesia menerapakan oportunistic screening dan tidak menerapkan population-based screening. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan efektivitas biaya oportunistic screening dan population-based screening DM di Indonesia serta menganalisis faktor yang paling berpengaruh terhadap nilai incremental cost-effectiveness ratio (ICER). Penelitian ini dilakukan di Universitas Padjadjaran pada november 2020 hingga maret 2021. Nilai efektivitas biaya dihitung berdasarkan Markov model dengan siklus 1 tahun dalam time horizon 19 tahun.  Data yang digunakan sebagai input parameter adalah data epidemiologi, biaya (payer perspective) dan utilitas (QALYs). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan mempertimbangkan probabilitas transisi antar health states. Hasil ICER akan dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) perkapita sebagai cost-effectiveness threshold. Population-based screening memiliki estimasi total biaya Rp8.530.479 per 13,768 QALYs dan oportunistic screening memiliki estimasi total biaya Rp7.115.974 per 13,743 QALYs. Nilai ICER adalah Rp79.502.211 dan nilai PDB perkapita adalah Rp56.938.723. Dapat disimpulkan bahwa population-based screening DM di Indonesia masih cost-effective apabila menggunakan cost-effectiveness treshold 1-3 PDB perkapita. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa biaya skrining, kualitas hidup pasien DM komplikasi dengan early maupun late treatment merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap nilai ICER.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025) Vol 14, No 2 (2025) Vol 14, No 1 (2025) Vol 13, No 3 (2024) Vol 13, No 2 (2024) Vol 13, No 1 (2024) Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 4 (2021) Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 4 (2020) Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 4 (2017) Vol 6, No 4 (2017) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 4 (2016) Vol 5, No 4 (2016) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 4 (2015) Vol 4, No 4 (2015) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 4 (2014) Vol 3, No 4 (2014) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 4 (2012) Vol 1, No 4 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue