cover
Contact Name
Indah Wahyu Puji Utami
Contact Email
indahwpu@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsejum@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sejarah dan Budaya
ISSN : 19799993     EISSN : 25031147     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Terbit dua kali dalam satu volume yaitu Juni dan Desember; ISSN 1979-9993 berisi tulisan ilmiah tentang sejarah, budaya dan hubungannya dengan pengajaran, baik yang ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun asing. Tulisan yang dimuat berupa analisis, kajian dan aplikasi; hasil penelitian, dan pembahasan kepustakaan.
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
DIGITAL DIVIDE PEREMPUAN INDONESIA Neni Wahyuningtyas
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 10, No 1 (2016): JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA, JUNI 2016
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.031 KB) | DOI: 10.17977/sb.v10i1.5921

Abstract

Abstrak: Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi selama ini telah membawa perubahan bagi masyarakat. Hal itu membawa konsekuensi berupa masalah digital divide bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Selama ini peran perempuan dalam perkembangan teknologi informasi masih belum banyak jika dibandingkan dengan laki-laki. Ada beberapa faktor yang menyebabkan digital divide kaum perempuan yaitu tingkat ketrampilan dan pendidikan, masalah bahasa, keterbatasan waktu, adanya stereotipe seksi yang disematkan pada perempuan sehingga mudah dilecehkan, dan norma budaya serta sosial yang berkembang. Mengingat pentingnya masalah ini, sudah saatnya untuk melakukan tindakan guna memastikan bahwa perempuan di Indonesia dapat mengaktifkan dirinya di era informasi. Adapun upaya untuk mempersempit digital divide pada perempuan diantaranya literasi informasi, menghilangkan diskriminasi gender, membangun kebijakan dan budaya gender yang transformative, dan meningkatkan skill dan kompetensi dengan Bimtek TIK. Abstract: Information dan communication technology has bought changes in our society. Along with its development, many concequences occur in developing countries as well as Indonesia. Women role in the development of information and communication technology is lesser than men. There are many factor causing the digital divide of Indonesian women i.e. skill and education level, language problem, lack of time, sexist stereotype, social and cultural norms. Considering to this issue, it is important to take action to ensure women in Indonesia to be more active and involve in the development of information and communication technology. There are many ways to decrease the digital divide of Indonesian women i.e. information literacy, eliminating gender discrimination, transformative and gender responsive policy, increasing women skill and competency trough education and training.
PENGEMBANGAN APLIKASI RUANG KULIAH ANDROID (ARKA) UNTUK MATAKULIAH PENELITIAN PENDIDIKAN SEJARAH Aditya Nugroho Widiadi
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 10, No 1 (2016): JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA, JUNI 2016
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.693 KB) | DOI: 10.17977/sb.v10i1.5912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis aplikasi android yang dapat digunakan untuk matakuliah Penelitian Pendidikan Sejarah. Produk yang dihasilkan diberi nama Aplikasi Ruang Kuliah Android (ARKA). Penelitian ini menggunakan model pengembangan prosedural yang diadaptasi dari Gall, Gall & Borg (2003). Prosedur pengembangan tersebut meliputi sepuluh tahap: (1) research and information collecting, (2) planning, (3) develop preliminary form of product, (4) preliminary field testing, (5) main product revision, (6) main field testing, (7) operational product revision, (8) operational field testing, (9)  final product revision dan (10) dissemination and implementation. Adapun dalam penelitian pengembangan ini hanya dilakukan sampai tahap ketujuh, dengan pertimbangan bahwa produk cukup digunakan untuk kepentingan perkuliahan dan tidak untuk diproduksi massal. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa produk ARKA layak digunakan untuk matakuliah Penelitian Pendidikan Sejarah berdasar pada serangkaian uji coba yang telah dilaksanakan. Pertama, berdasar uji coba lapangan awal (preliminary field testing) kepada 12 subjek coba menunjukkan bahwa produk ARKA dinyatakan valid dan layak digunakan dengan persentase 82%. Kedua, berdasar uji coba lapangan (main field testing) pada satu kelas perlakuan (n=41) yang menyatakan bahwa produk ARKA cukup valid dan layak digunakan dengan persentase 79%. Ketiga, berdasar hasil uji beda antara hasil belajar kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol dengan menggunakan uji Mann-Whitney menghasilkan nilai p = 0,002 (< 0,05), sehingga terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar mahasiswa yang menggunakan media ARKA dengan mahasiswa yang tidak menggunakan media ARKA.This study aims to contribute to the learning media based on android application. This could be used to the module of Penelitian Pendidikan Sejarah (Research on History Education). The product is called by Aplikasi Ruang Kuliah Android (ARKA). This study uses the model of procedural development adopted from Gall, Gall & Borg (2003). The model consists of ten steps, dividing into: (1) research and information collecting, (2) planning, (3) develop preliminary form of product, (4) preliminary field testing, (5) main product revision, (6) main field testing, (7) operational product revision, (8) operational field testing, (9) final product revision, and (10) dissemination and implementation. Meanwhile, this study will work till the seventh step considering the produced product for the teaching and learning process and not for the mass production. The finding showed that the product of ARKA was appropriate to use for the module of Penelitian Pendidikan Sejarah based on some experiments. First, the researcher through using 12 subjects in the preliminary field testing showed that the ARKA was verified and proper-used with percentage of 82%. Second, the researcher through using the main field testing on the experimental class (n=41) showed that the ARKA was verified and proper-used with percentage of 79%. Third, considering the distinctive absorbed learning material between the experimental and control groups using the Mann-Whitney test producing the value p = 0,002 (<0,05), therefore this could be a significant distinction between the grade of students using the media of ARKA and between the grade of students who was not using the media of ARKA. 
PERJUANGAN PENDIDIKAN KARTINI VS RAHMAH EL YUNUSIYYAH BAGI PEREMPUAN INDONESIA: SEBUAH PENDEKATAN HISTORIS DAN KULTURAL Najmi Najmi; Ofianto Ofianto
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 10, No 1 (2016): JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA, JUNI 2016
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.679 KB) | DOI: 10.17977/sb.v10i1.5917

Abstract

Abstrak: Tokoh-tokoh perempuan dalam sejarah bangsa Indonesia adalah hal yang masih menarik untuk dituliskan. Berbagai pro-kontra munculnya tokoh-tokoh tersebut tidak menyurutkan para perempuan modern untuk menjadikan tokoh-tokoh tersebut menjadi sumber inspirasi mereka. Kartini misalnya, yang selalu menjadi tokoh utama perempuan dalam sejarah Indonesia dan dijadikan pahlawan bangsa. Berbagai pendapat mengenai Kartini memang tidak ada salahnya, namun hal tersebut harus diluruskan dengan berbagai pendekatan sejarah baik secara tekstual maupun kontekstual. Selain Kartini, tokoh perempuan yang nantinya akan dijadikan sebagai komparasi yaitu Rahmah El Yunusiyyah. Kartini yang berasal dari Jawa, hampir semua kalangan masyarakat mengenal beliau, berbeda dengan Rahmah El Yunusiyyah yang berasal dari Minangkabau (Sumatera Barat) mungkin tidak semua kalangan yang mengenal beliau serta kiprahnya dalam sejarah bangsa. Namun, dua tokoh ini bisa dikatakan memiliki tujuan yang sama dengan ideologi yang berbeda dan nuansa budaya pun jauh berbeda. Di sinilah keunikan dari dua tokoh ini yaitu memiliki cita-cita dan tujuan yang sama yaitu menaikkan derajat kaum perempuan melalui pendidikan namun dengan pandangan yang sangat berbeda.Kata-kata kunci: perempuan Jawa, Minangkabau,  pendidikan perempuanAbstract:. Women figures in the history of Indonesia is still attractive to be written. Various pros and cons of the emergence of these figures do not discourage the modern women to make these characters become their source of inspiration. Kartini, for example, which has always been a heroine in the history of Indonesia and as a hero. Some opinions on Kartini are not wrong, but it should be straightened with a variety of historical approaches both textual and contextual analyses. Besides Kartini, a female character which will be used as a comparison that is Rahmah El Yunusiyyah. Kartini from Java, almost all people know him, in contrast to Rahmah El Yunusiyyah originating from the Minangkabau (West Sumatra) may not all people who know him and his work in the nation's history. However, these two figures can be said to have the same goal with different ideologies and cultural nuances too much different. This is where the uniqueness of these two figures that have ideals and the common goal of raising the level of women through education, but with a very different view.Keywords: Javanese woman, Minangkabau, education for woman
TELAAH PENULISAN KARYA SASTRA SEJARAH SEBAGAI REFLEKSI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Nur Fahrul Khakim
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 10, No 1 (2016): JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA, JUNI 2016
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.084 KB) | DOI: 10.17977/sb.v10i1.5922

Abstract

Abstrak. Sejarah pada umumnya ditulis dalam bentuk buku ilmiah yang sulit dipahami. Seiring dengan perkembangan teknologi, sejarah juga diungkap dalam bentuk buku menjadi bentuk bacaan lain seperti karya sastra sejarah, baik berupa puisi, cerpen, dan novel. Sudah bukan hal baru saat sejarah menjadi sumber ide karya sastra. Sebenarnya ada hal yang menarik dalam mengamati maraknya karya sastra berlatar sejarah. Karena karya sastra berlatar sejarah harus menggunakan riset yang mendalam untuk memperkuat suasana sejarah dalam ceritanya. Hal ini juga penting untuk memperkuat fakta sejarah sehingga latar sejarah yang digunakan dalam karya sastra tersebut valid dan tidak berdasarkan imajinasi penulis saja. Bagaimana pun juga, ini adalah karya sastra berlatar sejarah jadi perlu disusun berdasarkan kaidah penulisan sejarah. Abstract. History is generally written in the form of scientific book which is difficult. In the development of technology, history is formed in the other form of historical works. Those works are literary works comprising poetry, short story, and novel. History should be interpreted as a narrative work. However, the literary works using historical background need a depth research to enforce the sense of history in its story. This is important to enforce the historical fact therefore the used historical background in its literary work is reliable and is not based on the author’s imagination. The literary work based on historical background needs to be arranged by following the guidance of historical writing.
MODEL PEMANFAATAN CAGAR BUDAYA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT STUDI KASUS EVENT MALANG KEMBALI Blasius Suprapta
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 10, No 1 (2016): JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA, JUNI 2016
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.924 KB) | DOI: 10.17977/sb.v10i1.5913

Abstract

Abstrak: Perhelatan akbar Malang Kembali dapat dijadikan model tentang pemanfaatan bangunan cagar budaya untuk kesejahteraan masyarakat berbasis pada pelestarian serta penanaman kesadaran sejarah daerah. Langkah-langkah yang ditempuh yaitu melakukan kajian  mendalam tentang bangunan-bangunan cagar budaya untuk mengungkap nilai sejarah, arsitektur dan kemudian mengkaitkannya dengan tradisi budaya yang masih berlanjut. Nilai-nilai sejarah dan arsitektur bangunan cagar budaya tersebut dikemas dalam kegiatan even hari jadi kota atau daerah yang berbasis pada pelestarian cagar budaya dan untuk membangkitkan emage pariwisata budaya. Untuk menunjang hal itu maka perlunya membangun museum daerah dan guide book pariwisata  lintasan sejarah kota atau daerah.Abstract. The glorification of Malang Kembali can be used as a model on the utilization of heritage buildings for public welfare based on the preservation and cultivation of awareness of the area's history. Steps to be taken of deepest conduct studies on cultural heritage buildings to reveal the value of history, architecture and then link it to the cultural tradition that still continues. The values of the historical and architectural heritage building is packaged in activities even days so a city or area based on the preservation of cultural heritage and cultural tourism to generate emage. To support it, the necessity of building a regional museum and tourist guide book trajectories city or region.
MENULIS SEJARAH SEBAGAIMANA PEREMPUAN: PENDEKATAN FILSAFAT SEJARAH PEREMPUAN Ruth Indiah Rahayu
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 10, No 1 (2016): JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA, JUNI 2016
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.307 KB) | DOI: 10.17977/sb.v10i1.5918

Abstract

Abstrak. Penulisan sejarah perempuan mengharuskan adanya pemaknaan baru mengenai konsep spatio-temporal yang khas perempuan. Waktu perempuan mengikuti siklus biologisnya (kosmis) yang terintegrasi dengan siklus kosmos. Tetapi waktu perempuan itu kontradiktif dengan waktu sejarah pada umumnya, sehingga menulis sejarah perempuan dengan mendasarkan pada waktu perempuan menghadapi kendala yang berasal dari pengujian kebenaran (truth). Pengujian kebenaran dalam tradisi ilmu-ilmu sosial beorientasi pada obyektivitas, maka penulisan sejarah perempuan yang subyektif dipandang seperti fiksi dari masa lalu ketimbang historiografi. Maka dari itu diperlukan strategi feminis untuk dapat mengguncang arus besar historigorafi IndonesiaKata-kata kunci: feminisme, sejarah, filsafatAbstrak. the writing of women history should have the new paradigm on the concept of women in space and time. The time of women follow the integrated cycle  between cosmic and cosmos. However the time of women face the distinctive position with the time of history. Therefore, the writing of women history based on the time of women faces the restriction coming from the truth verification. The truth verification in the tradtion of social sciences is based on the objectivity. Therefore, the writing of women history which is subjective needs feminist strategy to deconstruct the wave of Indonesian historiography.Keywords: feminism, history, philosophy
KUASA PEREMPUAN DALAM SEJARAH INDONESIA KUNA Ufi Saraswati
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 10, No 1 (2016): JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA, JUNI 2016
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.825 KB) | DOI: 10.17977/sb.v10i1.5923

Abstract

Abstrak. Tulisan-tulisan tentang perempuan pada masa Jawa Kuna pada umumnya bersifat fragmentaris, sehingga dapat disampaikan bahwa sampai saat ini belum banyak dijumpai adanya tulisan yang mengaji perempuan secara mendalam dan komprehensif, khususnya yang membahas kuasa mereka dalam perannya sebagai perempuan. Kesetaraan kedudukan dan peranan perempuan dalam masyarakat Jawa Kuna hampir mencakup dalam pelbagai aspek kehidupan. Data tekstual maupun artefaktual di bidang politik, dapat diketahui bahwa perempuan dapat menduduki jabatan mulai dari jabatan pada struktur birokrasi yang paling rendah di pedesaan sampai kepada jabatan tertinggi. Meskipun dari segi kuantitas tidak sebanyak laki-laki, namun berdasarkan fakta yang tersampaikan dari kedua jenis data tersebut dapat disimpulkan bahwa laki-laki maupun perempuan pada masa Jawa Kuna mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih jabatan publik.Kaum perempuan pada masa Jawa Kuna dalam bidang sosial sudah terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial, baik sebagai pendamping suami maupun sebagai diri sendiri. Data tekstual maupun artefaktual menggambarkan adanya istri-istri yang mendampingi suaminya berkaitan dengan kedudukan dan peranannya sebagai istri, terutama di kalangan bangsawan dimana kaum perempuan mempersiapkan dirinya untuk mendapatkan suami yang sesuai melalui pendidikan etika, seni, satra dan bahasa, seperti tercermin dalam teks-teks sastra pada masa Jawa Kuna.Kata-kata kunci: kuasa perempuan, data tekstual & konstektual, Indonesia kunaAbstract. The works on woman in the ancient period are generally fragmentaric works. Therefore, there is no paper which could elaborate the women history in-depth and comprehensively, especially discussing their power in the role as the women. The egality of position and role in the ancient Javanese society is almost comprising all aspects of life. Based on textual and contextual data in political aspect, it could be known that women could reach the position started from the lowest bureaucracy in village to the highest position like a queen. However, the men are more than women in term of quantity but based on the facts, between men and women have the same opportunity to gain political position. Women in the ancient Javanese in social aspect have already engaged in the social activities. Between textual and contextual data describe that the women accompany their husbands related to the position and role as the wifes, mainly in the aristocratic class when the women preparing themselves to gain the proper husband through th ethical, art, literature, and language education; as reflected in the textual soucres in the ancient Javanese.  Keywords: the power of women, textual and contextual data, ancient Indonesia
Tantangan Penulisan Sejarah Lokal Warto Warto
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Sejarah dan Budaya, Juni 2017
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.722 KB) | DOI: 10.17977/sb.v11i1.9129

Abstract

Sejarah lokal selalu menarik diperbincangan karena dua hal. Pertama, batasan “lokal” cukup problematis karena selalu mengalami perubahan cakupan dan maknanya. Istilah lokal seringkali dihadapkan atau dipertentangkan dengan supra-lokal (regional, nasional, global). Makna lokalpun tidak statis dan tunggal tetapi selalu berubah sesuai konteks zaman. Oleh karena itu, penulisan sejarah lokal, seperti penulisan unit sejarah lainnya, dihadapkan bukan hanya persoalan kepastian historis yang menuntut tersedianya sumber yang lengkap dan valid, tetapi juga persoalan penjelasan sejarah yang menuntut pendekatan multidimensional dengan kerangka teoritik dan metodologi yang relevan. Di luar persoalan kepastian dan pemaknaan historis, penulisan sejarah lokal juga dihadapkan pada unsur kewajaran sejarah (fairness) yang bersifat non-akademik. Berbagai kepentingan, orientasi filosofis, prasangka ideologis, seringkali menyelinap dengan sengaja ke dalam proses penulisan sejarah lokal. Dengan mengesampingkan persoalan yang disebutkan terakhir ini, penulisan sejarah lokal ke depan harus tetap bertumpu pada prinsip-prinsip teori dan metodologi sejarah  kritis agar dapat memberi kontribusi positif bagi pengembangan penulisan  sejarah nasional yang bercorak indonesiasentrisme.  local history is attracting to be discussed because of two reasons. Firstly, the limitation of local creates some problems. This is caused by the change of scope and meaning. The term of localis also faced with the antonym term of regional, national, or global. The meaning of local is flexiblebut changes based on the spirit of age. Therefore, the writing of local history faces not only thescarcity of historical sources but also the need of multidimentional approach and relevant theoreticalframework and methodology. In addition, the matter of historical fairness contributes to thecomplexity of historical study. Some interests, philosophical orientation, and ideological prejudiceare often to shape the local historiography. Local history writing should be directed into the base oftheoretical principles and methodology in order to give positive contribution for develping the writingofnationalhistorybasedonIndonesiacentrismperspective.
Pembelajaran Sejarah Berbasis Re-Enacment Dalam Komunitas Penggiat Sejarah Roodebrug Soerabaia Rintahani Johan Pradana
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Sejarah dan Budaya, Juni 2017
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/sb.v11i1.9120

Abstract

Abstrak: Pendirian komunitas penggiat sejarah sebagai respon pada potensi se-jarah lokal. Re-enactment menjadi salah satu cara komunitas ini dalammemperkenalkan sejarah lokal pada masyarakat. Penelitian ini berupaya meng-gambarkan kembali peristiwa  sejarah oleh komunitas roodeburg Soerabaia.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa Surabaya memiliki potensi sejarah lokal yang sangat bagusdengan dukungan perlindungan terhadap situs sejarah dan bangunan cagarbudaya melalui peraturan perundang-undangan. Hal ini juga disambut  denganrespon masyarakat, melalui komunitas penggiat sejarah dan salah satunya adalahRoodebrug Soerabaia. Abstract: The establishment of historical activist-community as a response to lo-cal history potential. Re-enacment becomes a way in introducing local history tosociety. This study tends to re-enact the historical events by the Roodeburg Soe-rabaia. This study used descriptive-qualitative method. The results showed thatSurabaya has the potential of local history which was very nice with the supportof the protection of historical sites and heritage buildings through legislation. Italso welcomed the response of the community, through  historical activist-community and one of them is Roodebrug Soerabaia.
KOLONIALISME DAN IDENTITAS KEBANGSAAN NEGARA-NEGARA ASIA TENGGARA Heri Susanto
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 10, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.082 KB) | DOI: 10.17977/sb.v10i2.7667

Abstract

Abstrak. Nasionalisme dapat dikategorikan menjadi civic nationalism dan ethnic nationalism. Ethnic nationalism didefinisikan dalam konteks etnis dan keturunan dari generasi sebelumnya. Hal ini juga mencakup gagasan budaya bersama antara anggota kelompok, dan biasanya juga mencakup bahasa yang sama. Sedangkan, civic nationalism adalah bentuk nasionalisme yang berasal dari legitimasi politik dari keikutsertaan aktif masyarakat, yang mana hal tersebut merupakan “the will of people”. Ethnic nationalism misalnya ditunjukkan oleh Thailand, sedangkan civic nationalism misalnya ditunjukkan oleh Philipina dan Indonesia. Dalam tinjauan ini Malaysia dapat dikatakan mengalami kedua tipe identifikasi ini, ditengah upaya mengukuhkan identitas ke-Melayu-an, Malaysia juga harus mampu mengakoomodir keinginan warga negara lain non Melayu. Meskipun demikian, bila dilihat dari sisi identitas nasional nation state, maka Indonesia dapat dikatakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang secara tegas menggunakan terminologi multikultural dalam penamaan negara. Ditinjau dari sejarah kawasan sangat jelas bahwa nasionalisme Indonesia tidak dibangun atas dasar budaya majemuk, akan tetapi keinginan bersama yang disebut civic nationalism murni.Kata-kata kunci: kolonialisme, nasionalisme, identitas kebangsaan, Asia TenggaraAbstract. Nationalism could be categorized by civic nationalism and ethnic nationalism. Ethnic nationalism is defined in the ethnical and descendant context. This will also cover the idea of collective culture between a member of group and commonly consists of the same language. Civiv nationalism is a form of nationalism derived from the political legitimation of social participation, as called the will of people. Ethnic nationalism, for example, is showed by Thailand and civic nationalism is represented by Philipina and Indonesia. This study places Malaysia as both nationalism. They accommodate the non-Malay citizens in the term of nation-state. Indonesia could be one of Southeast Asian countries using a multicultral perspective in naming a state. Based on the area history, Indonesian nationalisms are not shaped by multiculture, but the will to live together or the pure civic nationalism.Keywords: colonialism, nationalism, national identity Southeast Asia

Page 10 of 12 | Total Record : 120