cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23030011     EISSN : 27150690     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
Analisis Hidrologi Untuk Penentuan Debit Banjir Rancangan di Bendungan Way Besai Nivitha, Mutya; Winarno, Dwi Joko; Kusumastuti, Dyah Indriana
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v6i1.791

Abstract

AbstractResource which is often used for energy source is water as hydro power plant. One of hydro power plant in Lampung province is Way Besai Hydro Power Plant. Considering the importance of this hydro power plant for people, extreme things on the hydro power plant like flood, certainly not desirable. Hydrologic analysis required for get result that was flood design as action anticipation.This study was conducted in Way Besai watershed, Sumber Jaya, West of Lampung. The data required of this study are rainfall data from five stations, flow Way Besai data from 1986 to 2000, and daily rainfall data from two station.From frequency analysis, obtained design flood for the largest single data group return period of 2 years is return period 5 years 131,00 m3/s, return period 10 years 178,42 m3/s, return period 25 years 253,71 m3/s, return period 50 years 322,66 m3/s, return period 100 years 403,45 m3/s, and 499,81 m3/s for return period 200 years. From HEC-HMS, the flood design for return period 2 years sebesar 71,2 m3/s, return period 5 years 90,6 m3/s, return period 10 years 105,7 m3/s, return period 25 years 128,6 m3/s, return period 50 years 156,6 m3/s, return period 100 years 190,8 m3/s and 233,7 m3/s for return period 200 years. Based on calibration result used RMSE, obtained RMSE value is 3,12. Keywords: watershed, design flood, Way Besai, HEC-HMS
Perbaikan daya dukung tanah dasar lempung yang distabilisasi dengan additive kapur dan matos terhadap kualitas lama waktu pemeraman Umar, Rizki Prinanda; Iswan, Iswan; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v6i1.792

Abstract

The subgrade is the base surface for placement of other pavement parts.  The strength and durability as well as the thickness of the pavement construction layer depend on the properties and carrying capacity of this basic soil.  There are many types of soil, one of the basic types of soil that can be said to be bad for a construction is a soil with clay type. The soil samples used were taken from Sidorejo village, Sidomulyo district, South Lampung, then in this study the soil samples were mixed with matos and lime with variations of 5, 8, 10 and 12%.  After obtaining the highest CBR value, soil samples were immersed with the duration of 7, 14, 21, and 28 days to be tested again its CBR value.Soil in this study belongs to the group A-7-5, with LL values 74.112%, PL 35.44% and PI 38.669%.  The dry weight value (γd) and the optimum water content (ωopt) increased as the amount of lime content added to the sample.  In the CBR test, the highest increase of CBR value occurred on a 12% lime mixture variation of 21.5%.  While for CBR testing after curing without immersion, the highest CBR value is found on 28 days of curing duration of 45%.  The addition of lime and matos proved to increase the value of CBR and soil bearing capacity. Keywords : Clay Soil, CBR, Matos, Lime
Study Perbandingan Antara Uji Proctor Modified Dengan Alat Tekan Pemadat Modifikasi Berdasarkan Tekanan Kontak pada Alat Berat Pemadat Tanah Situmeang, Tipo Putra; Setyanto, Setyanto; Adha, Idharmahadi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v6i1.797

Abstract

Pemadatan tanah merupakan salah satu pekerjaan penting dalam setiap proyek perkerasan jalan. Pemadatan tanah berfungsi untuk meningkatkan kekuatan tanah yang memberikan daya dukung kepada lapisan jalan di atasnya, serta juga berfungsi untuk mengurangin besar penurunan tanah yang tidak diinginkan. Dalam setiap pemadatan tanah diperlukan kadar air optimum untuk mencapai kepadatan maksimum yang dapat diketahui dengan uji proctor . Uji proctor yang masih manual dalam pemberian bebannya mengakibatkan membutuhkan tenaga manusia yang cukup besar dalam penggunaannya. Pada penelitian ini membandingkan uji proctor modified dengan pemodelan alat tekan pemadat modifikasi dengan menggunakan tekanan kontak alat berat pemadat tanah dalam usaha mengantikan uji proctor manual dengan alat modifikasi yang lebih praktis. Tanah yang digunakan adalah tanah timbunan pilihan, berasal dari Desa Gedung Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Pengujian alat tekan pemadat modifikasi ini terdiri dari 4 tekanan berbeda yaitu 1,667 Mpa; 6,2 Mpa; 7 MPa dan 8,4 MPa, menggunakan tiga sampel tanah pada masing-masing tekanan. Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa berat volume maksimum (γdmaks) sebesar 1,706 gr/cm3 pada pengujian metode proctor modified dengan hasil pada alat tekan pemadat modifikasi didapat nilai tekanan sebesar 8 MPa.
Menentukan Perbandingan Derajat Kepadatan Tanah Menggunakan Alat Uji Tekan Modifikasi Metode Standar dengan Alat Uji Proktor Standar Hidayatulloh, Anwar; Afriani, Lusmelia; setyanto, Setyanto
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v6i1.798

Abstract

Tanah memegang peranan penting dalam infrastruktur untuk mencapai infrastruktur yang kokoh, tanah di sumatera memiliki dataran yang tidak rata, sehingga membutuhkan tanah untuk timbunan agar mendapatkan ketinggian tanah yang direncanakan. Timbunan memerlukan pemadatan tanah agar dapat benar-benar kuat dan stabil terhadap beban struktur maupun beban non struktur. Pada  penelitian ini adalah menentukan perbandingan derajad kepadatan tanah menggunakan alat uji tekan modifikasi dengan alat uji standar proctor. Penelitian ini menggunakan sampel tanah yang berasal dari daerah Gedung Agung Kec. Jati Agung, Lampung Selatan. Pelaksanaan pengujian alat tekan pemadat modifikasi dengan menggunakan empat sampel tanah pada masing-masing tekanan, tekanan yang digunakan yaitu 1,66 MPa, 6,2 MPa, 7 MPa dan 8,4 MPa.Berdasarkan hasil dari pengujian sifat-fisik dan mekanis, tanah digolongkan sebagai kelompok tanah A-2-4 yaitu tanah pasir berlempung. Pengujian dari uji pemadatan tanah menggunakan standard proctor didapatkan nilai 1,62 gr/cm3 dan nilai berat volume kering menggunakan uji alat tekan modifikasi didapatkan hasil 1,6234 gr/cm3, sehingga dengan hasil yang didapatkan alat uji tekan modifikasi dapat dipakai untuk menggunakan pengujian  uji pemadatan di laboratorium.
Pengaruh Jumlah Lapisan Tanah Terhadap Derajat Kepadatan Tanah Berdasarkan Metode Tekanan Rulya, Annisa Tiara; Adha, Idharmahadi; Afriani, Lusmeilia
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v6i1.799

Abstract

Pemadatan tanah merupakan salah satu pekerjaan penting dalam setiap proyek konstruksi, tanggul, waduk dan konstruksi sipil lainnya, tanah yang belum padat atau masih kondisi gembur harus dipadatkan untuk meningkatkan untuk meningkatkan kekuatan tanah, sehingga dengan demikian meningkatkan daya dukung pondasi di atasnya, serta juga berfungsi untuk mengurangi besarnya penurunan tanah yang tidak diinginkan. Untuk itu, dalam penelitian ini akan dilakukan pemadatan tanah dengan menggunakan metode standard proctor di laboratorium dan menggunakan pemodelan alat uji tekan pemadat modifikasi untuk mengetahui pengaruh jumlah lapisan terhadap derajat kepadatan tanah. Tanah yang digunakan berasal dari Tirtayasa, Bandar Lampung. Pengujian proctor menggunakan beberapa lapisan yaitu lapisan 2, 3, 4, dan 5. Sedangkan alat tekan pemadat modifikasi menggunakan tekanan 5 MPa, 10 MPa, 15 MPa. Lapisan yang digunakan yaitu lapisan 2, 4, dan 6 pada setiap tekanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat volume maksimum (γdmaks) sebesar 1,49 gr/cm3 pada pengujian metode standard proctor dengan hasil pada alat tekan pemadat modifikasi didapat nilai (γdmaks) sebesar 1,66 gr/cm3.
Perencanaan Dinding Penahan Sebagai Alternatif Pencegah Bahaya Longsor Pada Konstruksi Pangkal Jembatan Fardilla, Hatwan; Adha, Idharmahadi; Arifaini, Nur
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v6i1.800

Abstract

Jembatan adalah prasarana sipil yang membentang di atas aliran sungai dan secara topografi tidak rata. Perbedaan elavasi dari daratan yang dilewati sungai ini membentuk suatu lereng. Bencana yang sering terjadi pada permukaan tanah yang tidak rata atau curam adalah longsor. Kondisi lereng dengan kemiringan yang curam dan menahan beban yang besar dapat mengakibatkan longsor. Oleh karena itu diperlukan dinding penahan untuk menjaga kestabilan lereng agar tidak terjadi penurunan sehingga jembatan tetp aman dari bahaya longsor. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dinding penahan dalam perlindungan pangkal jembatan dari bahaya longsor.Dalam penelitian ini letak dinding penahan sesuai dengan data gambar rencana. Kemudian dilakukan analisis geoteknik dengan dimensi dinding yang direncakan, dari data tanah dan data beban dapat diperoleh tekanan tanah yang terjdai. Melalui analisis geoteknik didapatkan nilai stabilitas dinding penahan tanah berupa nilai keamanan terhadap guling,geser dan daya dukung tanah hingga dimensi yang dipakai aman. Selanjutnya dilakukan perhitungan struktur penulangan dinding penahan tanah dan diperoleh gambar rencana dari dinding penahan tanah. Dimensi dinding penahan tanah yang direncakan adalah sebesar 0,3 m untuk lebar mercu, panjang kaki 2,4 m, tebal kaki 0,5 m dengan tinggi dinding 5 m. Berdasarkan analisis stabilitas dinding yang dilakukan, disimpulkan dinding aman dari bahaya guling, geser, serta aman dalam perhitungan daya dukung tanah sehingga dinding mampu menjadi salah satu alternatif upaya pencegah bahaya longsor.
THE INFLUENCE OF THE ADDITION OF RICE HUSK ADDITIVES AND MATOS TO THE VALUE OF CBR (CALIFORNIA BEARING RATIO) OF CLAY SOIL IN TERMS OF CURING TIME Sampurna, Sindu Abadi; Iswan, Iswan; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 5 No. 2 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v5i2.801

Abstract

Soils have different types and different carrying capacity. One of them is clay soil that has the low carrying capacity. Viewed from the rapid development of infrastructure in Indonesia, does not rule out the possibility that the infrastructure built in areas with clay soil types. Given the small carrying capacity of the clay, the soil should be improved in order to support the development of a construction.soil improvement with an additional mixture of rice husk ash and matos as stabilizer can improve soil quality. This research was conducted with rice husk ash mixture of 6%, 8%, 10%, and 12% and matos with level 3,3898% gr. Then, curing for 7 days, 14 days, 21 days, and 28 days without immersion. Soil that used in research is from Sidomulyo, South Lampung is a type of clay soil that belongs to the A-7-5 group based on the AASTHO classification. Research in laboratory showed that 28 days of curing with 12% rice husk ash mixture had the highest CBR value from other curing durations. Soil clay CBR value increased from 7.3% to 31.8%. This shows that the ash mixture of rice husk and matos is quite effective in increasing the carrying capacity of clay soil. Keywords : Matos, CBR, Rice Husk Ash
Pengaruh Penambahan Zat Additive Abu Sekam Padi dan Matos Terhadap Nilai CBR (California Bearing Ratio) Tanah Lempung Sampurna, Sindu Abadi; Iswan, Iswan; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v6i1.805

Abstract

Soils have different types and different carrying capacity. One of them is clay soil that has the low carrying capacity. Viewed from the rapid development of infrastructure in Indonesia, does not rule out the possibility that the infrastructure built in areas with clay soil types. Given the small carrying capacity of the clay, the soil should be improved in order to support the development of a construction.soil improvement with an additional mixture of rice husk ash and matos as stabilizer can improve soil quality. This research was conducted with rice husk ash mixture of 6%, 8%, 10%, and 12% and matos with level 3,3898% gr. Then curing for 7 days, 14 days, 21 days, and 28 days without immersion.Soil that used in research is from Sidomulyo, South Lampung is a type of clay soil that belongs to the A-7-5 group based on the AASTHO classification. Research in laboratory showed that 28 days of curing with 12% rice husk ash mixture had the highest CBR value from other curing durations. Soil clay CBR value increased from 7.3% to 31.8%. This shows that the ash mixture of rice husk and matos is quite effective in increasing the carrying capacity of clay soil. 
Stabilisasi Tanah Lempung yang Dicampur Zat Additive Kapur dan Matos Dtinjau Dari Waktu Perendaman Herdiana, I Komang Tri; Iswan, Iswan; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v6i1.806

Abstract

In order to obtain a good, strong and sturdy foundation layer, good soil carrying capacity is required.  In addition, the soil also serves to support the foundation of a civil construction such as buildings and pavement. Therefore it is necessary to do soil improvement for soil types that have low carrying capacity. In this final project, a research on high plasticity clay soil is taken from Sidorejo area, Sidomulyo district, South Lampung to find CBR value with variation of immersion time.  From this research, we can see the change of CBR value with immersion variations that have been done for 4, 5, 14, and 28 days.From the research conducted in the Laboratory of Soil Mechanics of Lampung University , it is known that the soil originating from Sidorejo area, Sidomulyo District Southern Lampung is classified into A-7-5 clay soil which has a soil bearing capacity value of 7%.  After the improvement of soil with lime additive substances with optimum content of 12% and 3,472 gr of matos stabilizer which is then done with immersion test with a duration of 4, 5, 14 and 28 days, the value of CBR is 24% at 4 days, 22% at 5 days, 15.6% at 14 days and 9% at 28 days.  The value of CBR obtained tends to decrease as the duration of immersion is increased, so it can be concluded the duration of immersion greatly affects the size of soil bearing capacity.
Evaluasi Kapasitas Parkir Unila Berdasarkan Kebutuhan Satuan Ruang Parkir (SRP) Tri Pambudi, Hariadi; Junaedi, Tasan; Purba, Aleksander
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v6i1.808

Abstract

Universitas Lampung adalah universitas negeri pertama di propinsi Lampung dan termasuk universitas favorit di Indonesia; jumlah mahasiswa cenderung naik setiap tahunnya. Kenaikan jumlah mahasiswa berpengaruh kepada kenaikan jumlah pengguna kendaraan bermotor yang berimplikasi naiknya kebutuhan petak parkir. Parkir terpadu merupakan sebuah kebijakan jangka panjang Universitas Lampung untuk menata perparkiran menjadi lebih tertib dan teratur.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase pengguna kendaraan bermotor/transportasi umum, karakteristik parkir dan perbandingan perhitungan kebutuhan petak parkir penelitian dengan siteplan parkir terpadu Universitas Lampung. Data primer digunakan untuk menghitung persentase pengguna kendaraan bermotor dan karakteristik parkir diperoleh dengan membagikan 990 lembar kuisioner. Sedangkan kebutuhan petak parkir diperoleh dari data sekunder, yakni jumlah mahasiswa serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Universitas Lampung tahun 2013-2016.Dari hasil perhitungan diperoleh persentase pengguna kendaraan sebesar 15% mobil, 65% motor dan 20% angkutan umum/sepeda/jalan kaki. Selanjutnya kebutuhan Satuan Ruang Parkir untuk mobil 279 petak dan motor 1256 petak. Perbandingan kebutuhan petak parkir antara perhitungan dan siteplan parkir terpadu Universitas Lampung sebesar 897 petak mobil dan 1550 petak motormaka tidak perlu dilakukan penambahan petak parkir rencana. Analisis karakteristik parkir diperoleh nilai indeks parkir maksimum mobil 61,08% dan motor 97,79%.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023 Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022 Vol. 10 No. 3 (2022): Edisi September 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021 Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol. 9 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 8 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol. 8 No. 3 (2020): Edisi September 2020 Vol. 8 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol. 7 No. 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol. 7 No. 3 (2019): Edisi September 2019 Vol. 7 No. 2 (2019): Edisi Juni 2019 Vol. 7 No. 1 (2019): Edisi Maret 2019 Vol. 6 No. 4 (2018): Edisi Desember 2018 Vol. 6 No. 3 (2018): Edisi September 2018 Vol. 6 No. 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol. 5 No. 4 (2017): Edisi Desember 2017 Vol. 5 No. 3 (2017): Edisi September 2017 Vol. 5 No. 2 (2017): Edisi Juni 2017 Vol. 5 No. 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol. 4 No. 4 (2016): Edisi Desember 2016 Vol. 4 No. 3 (2016): Edisi September 2016 Vol. 4 No. 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol. 4 No. 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol. 3 No. 3 (2015): Edisi September 2015 Vol. 3 No. 2 (2015): Edisi Juni 2015 Vol. 3 No. 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol. 1 No. 1 (2013): Edisi Maret 2013 More Issue