cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Ilmu Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
Analisis Kebutuhan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Di TK Pertiwi 2 Sarangan Tahun Ajaran 2015/2016 Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur Priyanti, Iin
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.486 KB)

Abstract

Dalam pola asuh orang tua sangat menentukan pendidikan anak berikutnya. Anak usia dini merupakan usia keemasaan (golden age) dimana peran orang tua sangat berpengaruh dalam perkembangan anak. Jenis penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif dengan observasi dan studi dokumentasi. Dalam penggumpulan data menggunakan quesioner dengan skala likert dalam bentuk pilihan ganda dengan jumlah 15 pertanyaan. Dengan target populasi 14 wali murit dari TK a Pertiwi 2 Sarangan Tahun ajaran 2015/2016. Anlisis data menggunakan product moment dengan data statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan pendidikan anak. Karena, orang tua memiliki peran yang utama dalam lingkungan keluarga. Setelah itu anak akan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Selain itu, pola asuh orang tua dengan demokratis menunjukkan tingkat keberhasilan yang menunjang pendidikan bagi anak. Namun, pola asuh yang otoriter berakibat sebaliknya membuat anak menjadi tertekan dan tidak merasa di beri kesempatan untuk mengembangkan potensinya.            Solusi dengan situasi seperti itu, hendaknya orang tua lebih memahami dan mengetahui pola asuh anak sejak dini. Karena, tanpa disadari berpengaruh terhadap pendidikan anak. Selain itu, khususnya masyarakat pedesaan yang bermata pencaharian petani bahkan waktunya untku mengasuh anak sangat minim. Namun, sesibuk apapun orang tua dalam bekerja tidak ada alasan untuk mengasuh anak karena sudah merupakan suatu kewajiban. Orang tua harus mestimulasi, memotivasi serta memfasilitasi anak dalam pengasuhan agar pendidikan anak sesuai dengan harapan maupun tujuan yang direncanakan.
Pengaruh Metode Kata Lembaga Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Berkesulitan Belajar Melalui Inklusi Model Kluster Pull Out Widhiyanto, Yuhan Wahyu; Gunarhadi, Gunarhadi
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.356 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari metode kata lembaga terhadap kemampuan membaca permulaan bagi anak berkesulitan belajar melalui inklusi model kluster pull out di SDN 2 Semangkak Klaten tahun 2014.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan eksperimen One group pretest-posttest design, yaitu sekelompok subjek diberikan perlakuan pada sebuah jangka waktu, dan pengaruh dari perlakuan diukur melalui perbedaan antara pengukuran awal (pretest) dengan pengukuran akhir (posttest). Populasi dalam penelitian ini adalah anak berkesulitan belajar kelas 2 di SDN 2 Semangkak Klaten tahun ajaran 2013/2014. Sampel dalam penelitian ini adalah 6 anak berkesulitan belajar kelas 2 yang mengikuti program inklusi model kluster pull out. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, tes yang digunakan yaitu tes praktek untuk mengukur kemampuan membaca permulaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik non-parametrik, yaitu Wilcoxon Signed Rank Test (Tes Ranking Bertanda Wilcoxon) dengan bantuan aplikasi komputer SPSS versi 20.            Dari hasil analisis deskriptif dapat diperoleh nilai rata-rata posttest lebih besar 76,82 daripada nilai rata-rata pretest 60,57. Hasil analisis non parametric diperoleh nilai Z = -2,201 dengan P = 0,028. Dengan demikian hipotesis yang berbunyi ”Terdapat pengaruh yang signifikan metode kata lembaga terhadap kemampuan membaca permulaan anak berkesulitan belajar melalui inklusi model kluster pull out di SDN 2 Semangkak Klaten tahun ajaran 2013/2014” dapat diterima kebenarannya.Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa metode kata lembaga berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan anak berkesulitan belajar melalui inklusi model kluster pull out di SDN 2 Semangkak Klaten tahun ajaran 2013/2014
Pendidikan Untuk Semua Antara Harapan Dan Kenyataan (Studi Kasus Permasalahan Pendidikan Di Indonesia) Suyahman, Suyahman
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.663 KB)

Abstract

Education for all merupakan suatu konsep yang idealistik dalam konteks pendidikan, mengapa karena tidaklah mungkin untuk dapat diwujudkan secara sempurna dan maksimal. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya diantaranya faktor budaya, faktor kesadaran masyrakat, faktor teknologi dan sebagainyaSebenarnya Pendidikan untuk semua di indonesia merupakan suatu upaya untuk mewujudkan amanah para pendiri negara yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 alinea Iv yang kemudian ditindaklanjuti dengan pasal 31 UUD 1945 dan UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.Fenomena yang terjadi saat ini adalah terjadinya perlakuan diskriminatif antara anak-anak kaya dengan miskin, anak-anak normal dengan anak berkebutuhan khusus, sehingga yang tercipta adalah bukan pendidikan untuk semua kan tatapi pendidikan untuk yang pembeda dan pendidikan untuk si kaya. Namun demikian sumbang pemikiran, ide dan gagasan untuk mewujudkan konsepsi pendidikan untuk semua tetap diperlukan , sehingga dapat meminimalisir fenomena-fenomena yang bertentangan dengan substansi pendidikan untuk semua.
Teknologi Pendidikan Sebagai Pembelajaran Kompetitif Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa: Studi Kasus Di Salah Satu SMA Di Salatiga Padmini, Kristiana Hesti; Atika, Brigitta Putri
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.933 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara atau metode yang tepat guna meningkatkan prestasi belajar siswa di salah satu SMA di Salatiga dengan menggunakan teknologi sebagai  sarana perbaikan proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan deskriptif analisis dengan menggunakan instrument angket yang dibagikan secara acak kepada 64 siswa SMA “X”di Salatiga. Teknologi pendidikan merupakan suatu perangkat bantu untuk memfasilitasi proses belajar mengajar supaya lebih efektif, menarik dan efisien, serta dapat membantu guru ataupun siswa untuk mendapatkan materi dengan cepat dan dapat belajar secara mandiri. Teknologi pendidikan dapat berupa audio, visual dan audio visual. Teknologi dalam pendidikan ini dapat digunakan untuk meningkatkan hasil prestasi siswa dan mutu pendidikan yang ada serta menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif, inovatif, menarik dan menantang. Penelitian ini memiliki manfaat yaitu untuk mendapatkan metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan prestasi siswa, sehingga mutu pendidikan di SMA “X”Salatiga dapat meningkat. Hasil penelitian menunjukan bahwa prestasi belajar (nilai rata-rata siswa) dipengaruhi oleh motivasi dan keuletan siswa dalam belajar, sehinngga metode pembelajaran yang tepat adalah dengan metode pembelajaran yang kompetitif. Dalam penelitian ini didapat beberapa saran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui metode pembelajaran yang kompetitif dan menggunakan teknologi pendidikan sebagai media pembelajaran. Beberapa cara yang dapat dilakukan diantaranya dengan membuat film, membuat poster dengan menggunakan software yang ada, pembelajaran dengan menggunakan skype atau guru membuat online game yang sesuai dengan materi yang diajarkan.
Pengaruh Musik Dangdut Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Di TK Dharma Wanita Madiun 2014/2015 Pangastuti, Dewi
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.196 KB)

Abstract

Anak usia dini secara umum adalah anak-anak yang berusia dibawah 6 tahun. Jadi mulai dari anak-anak itu lahir hingga ia mencapai usia 6 tahun ia akan dikategorikan sebagai anak usia dini. Beberapa orang menyebut fase ini sebagai golden age, karna dimasa ini sangat menentukan seperti apa kelak jika dewasa baik dari segi fisik maupun kecerdasan anak. Disinilah orang tua dituntut untuk lebih waspada terhadap perkembangan bahasa anak karna kita tau anak usia dini mudah untuk menyerap informasi yang dia dapat dan mulai mengikuti, dan anak belum mengerti arti dari kata tersebut. Kita ambil Contoh musik dangdut tanpa disadari orang tua saat mendengarkan lagu dangdut anak juga ikut mendengarkan padahal yang kita tau lagu dangdut yang kita dengar kata-katanya banyak tidak layak untuk anak kecil.Seiring perkembangan zaman bahasa anak kecil seolah-olah lebih menyerupai bahasa orang dewasa, disekitar kita banyak dijumpai anak-anak yang berbicara dengan gaya orang dewasa, anak-anak juga mulai berperilaku tak selayaknya anak-anak dan mereka seringkali bergaul dengan orang yang lebih dewasa yang tidak mengetahui dampak jika anak sering mendengar kata-kata jorok yang saat dilontarkan bersama anak-anak. Kita ketahui juga ada beberapa anak yang lebih suka bermain dengan orang yang lebih dewasa ketimbang bermain dengan teman-teman sebayanya.
Penulisan karya Tulis Ilmiah Widyahening, Evy
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.984 KB)

Abstract

Penulisan karya Tulis Ilmiah
Implementasi Pakem Melalui Model Pembelajaran Aktif Dalam Perkuliahan Konsep Dasar IPS SD Berbasis Pendidikan Kecakapan Hidup Wardani, Naniek Sulistya
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.009 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara mengimplementasikan  Pakem  melalui model pembelajaran  aktif dalam  perkuliahan Konsep Dasar IPS SD berbasis pendidikan kecakapan hidup pada mahasiswa S1 PGSD FKIP UKSW pada Semester 1 Tahun 2014-2015’. Hasil implementasi pakem dalam model pembelajaran IK, jigsaw dan  TPS dengan mengembangkan pendidikan kecakapan hidup menunjukkan hasil capaian mahasiswa dengan  skor tertinggi yang dicapai mahasiswa 90 dan skor terendah 70. Kompetensi dosen Konsep Dasar IPS dalam menerapkan pakem cukup memadai. Cara penerapan pakem nampak dalam silabus dan RPP, yakni dengan langkah yang berbeda untuk model pembelajaran IK, jigsaw dan TPS. Langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok (IK) yakni pemilihan topik;  perencanaan kooperatif; implementasi; analisis dan sintesis; presentasi hasil final; dan evaluasi.  Langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah mahasiswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim, tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda, tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan, anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka, setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh, tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi, dosen memberi evaluasi dan penutup. Langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe pendekatan struktural (PS) yaitu Think-Pair-Share (TPS) adalah dosen menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai, mahasiswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan dosen, mahasiswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing, dosen memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya, berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para mahasiswa, dosen memberi kesimpulan dan penutup.
Gaya Belajar Siswa Unggul Di SDN Cemara 2 Surakarta Wiliyanto, Dian Atnantomi; Pranata, Sony Abdian; Yusuf, Munawir
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.408 KB)

Abstract

Penelitian ini tentang gaya belajar siswa unggul di SDN Cemara 2 surakarta yang merupakan sekolah dasar unggulan di Surakarta. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gaya belajar yang disukai siswa unggul dengan menggunakan 13 indikator gaya belajar yang disusun oleh Rogers (2000) meliputi: (1) tugas menantang, (2) ceramah, (3) diskusi, (4) pembelajaran berpasangan, (5) latihan dan pengulangan, (6) project, (7) belajar mandiri, (8) intruksi mandiri, (9) permainan kompetisi, (10) pembelajaran kelompok, (11) pembelajaran mandiri, (12) pembelajaran baru, (13) pembelajaran lama. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel data melibatkkan siswa Kelas V di SDN Cemara 2 Surakarta yang diambil sampel sebanyak 63 siswa. Data diperoleh dari angket dengan instrument yang dikembangkan oleh Karen B. Rogers. Angket diisi oleh siswa unggul di SDN Cemara 2 Surakarta dengan panduan peneliti dan guru kelas.Hasil penelitian ini menunjukkan skor skala rata - rata (1) tugas menantang 3,78, (2) ceramah dengan,93, (3) diskusi 3,88, (4) pembelajaran berpasangan 3,93, (5) latihan dan pengulangan 3,99, (6) project 3,79, (7) belajar mandiri 3,90, (8) intruksi mandiri 3,75, (9) permainan kompetisi 3,86, (10) pembelajaran kelompok 3,88, (11) pembelajaran mandir 3,77, (12) pembelajaran baru 3,88, (13) pembelajaran lama 3,94. Dari hasil yang didapat terdapat skor rata-rata gaya belajar yang diminati siswa unggul adalah latihan dan pengulangan dengan skor rata-rata 3,99, meskipun belum merupakan pilihan gaya belajar yang kuat tetapi sudah bisa menjadi gambaran pilihan gaya belajar untuk siswa unggul.
Pematangan Gerak Dan Iringan Wayang Topeng Desa Soneyan Sebagai Usaha Pelestarian Kesenian Tradisi Cahyadi, Fajar
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.233 KB)

Abstract

Kesenian tradisi merupakan salah satu kekayaan dan ciri khas suatu Bangsa.Kesenian tradisi merupakan cerminan dari kehidupan masyarakatnya. Akan tetapi yang terjadi saat ini justru banyak kesenian tradisi yang kehilangan eksistensinya, dan tidak sedikit kelompok kesenian tradisi yang pecah dan memilih untuk menjadi pengamen di jalanan kota besar, seperti yang bisa dilihat di jalanan kota Semarang. Wayang Topeng Desa Soneyan adalah salah satu kesenian tradisi yang merupakan kekayaan Bangsa Indonesia.Keadaan Wayang Topeng Desa Soneyan semakin terpinggir dan terdesak, sehingga sangat membutuhkan sentuhan dan pendampingan agar kesenian Wayang Topeng tetap dapat mempertahankan eksistensinya.Berdasarkan keadaan Wayang Topeng yang demikian, maka diperlukan sebuah sarana untuk berekspresi lebih ringkas sehingga dapat dinikmati sebagai pertunjukan yang menarik minat masyarakat untuk menikmati pertunjukan Wayang Topeng. Dengan pelatihan yang dilakukan, dapat memberikan pengalaman lebih kepada para anggota kelompok kesenian untuk berekspresi dan meningkatkan kualitas gerak tari serta meningkatkan kemampuan musikalitas. Kemampuan anggota kelompok kesenian Wayang Topeng Desa Soneyan dalam hal gerak tari maupun musikalitas sangat menentukan kualitas dari pertunjukan. Dengan kualitas yang lebih baik dan durasi yang lebih padat, diharapkan Wayang Topeng Desa Soneyan dapat lebih diminati oleh masyarakat, tidak hanya sebagai hiburan wajib saat upacara Sedekah Bumi. Dengan demikian, eksistensi kesenian Wayang Topeng dan keutuhan kelompok kesenian Wayang Topeng dapat tetap terjaga.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Ips Melalui Model STAD Berbantuan Media LKS Siswa Kelas 4 SDN Kopeng 03 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014 Susiyanto, Susiyanto
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.261 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas 4 SD Negeri  kopeng 03  Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang semester II tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan dua siklus dengan langkah-langkah  perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model STAD melalui media LKS dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPS. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas 4 SD Negeri Kopeng 03 Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang Semester II Tahun pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi, observasi, dan tes. Teknilk analisis yang digunakan adalah deskriptif komparatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model STAD berbantuan media LKS dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas 4 SD Negeri kopeng 03 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014.  Hal ini terlihat pada kondisi awal pra siklus yang menunjukan bahwa hasil belajar IPS siswa masih 13 anak yang belum tuntas dengan persentase 56,53%, kemudian meningkat pada siklus 1 menjadi 86,95%, Selanjutnya pada siklus 2 peningkatan menjadi 100%. Siklus 2 sudah memenuhi indikator kinerja yaitu 90%.

Filter by Year

0000


Filter By Issues
All Issue