cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat "Cendekia Utama" merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala dua kali dalam satu tahun. ISSN : 2252-8865
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
KORELASI LAMA MENDERITA HIPERTENSI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PENDERITA HIPERTENSI Fitri Suciana; Nur Wulan Agustina; Mifta Zakiatul
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v9i2.595

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Jumlah penyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi, dan setiap tahunnya 10,44 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya. Lama menderita hipertensi akan menyebabkan beberapa komplikasi seperti gagal jantung, gagal ginjal, stroke. Namun selain menimbulkan masalah fisik, hipertensi juga dapat menyebabkan masalah psikologis seperti kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adakah korelasi antara lama menderita hipertensi dengan tingkat kecemasan penderita hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskripsi analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 56 responden. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner HARS yang dianalisis dengan menggunakan uji kendall tau. Hasilnya adalah sebagian besar dengan hipertensi sedang dengan TD 160-180 mmHg sebanyak 28 responden , lama menderita hipertensi > 11 tahun sebanyak 24 responden, tingkat kecemasan penderita dengan tingkat kecemasan ringan sebanyak 31 responden. Nilai kendall’s tau antara lama menderita hipertensi dan tingkat kecemasan diketahui sebesar 0,417 dengan nilai signifikan 0,000 (< 0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya hubungan antara lama menderita hipertensi dengan tingkat kecemasan.
PENGALAMAN PASANGAN HIDUP DALAM MENDAMPINGI PENGOBATAN PASIEN MULTIDRUG RESISTANT TUBERCULOSIS (MDR TB) LIFE PARTNER'S EXPERIENCE IN ASSISTING TREATMENT OF MDR TB PATIENT Sakti Vivendi Rosa Widyastuti; Meira Erawati; Reni Sulung Utami; Nur Setiawati Dewi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v10i1.696

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: pasien Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR TB)  merupakan orang yang resisten terhadap obat isoniazid dan rifampisin. Dukungan keluarga terutama pasangan hidup diperlukan ketika pasien MDR TB menjalani pengobatan. Pasangan hidup mempunyai peran penting dalam keberhasilan pengobatan. Tujuan: mengeksplorasi pengalaman pasangan hidup dalam mendampingi pasien yang menjalani pengobatan MDR TB. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman pasangan hidup pasien MDR TB dalam mendampingi dan mendukung pasien yang menjalani pengobatan MDR TB. Partisipan: pemilihan partisipan menggunakan purposive sampling yaitu pasangan hidup yang aktif mendampingi pasien MDR TB dalam menjalani pengobatan. Jumlah partisipan pada penelitian ini adalah tiga orang. Hasil: penelitian ini dapat dikategorikan menjadi dua tema yaitu tantangan dalam merawat pasangan yang menderita MDR TB dan pasrah dalam menjalani hidup. Kesimpulan: pasangan hidup pasien MDR TB memiliki sikap dan perasaan khawatir terhadap kepatuhan pengobatan pasangan, kecemasan jika pengobatan MDR TB tidak berhasil dan terjadi kekambuhan pada pasangan.Kata Kunci:Tuberkulosis resisten obat, Pasangan Hidup, Pendampingan, Pengobatan
PENGETAHUAN STANDART LABELING TRIAGE DENGAN TINDAKAN KEGAWATAN BERDASARKAN STANDART LABELING TRIAGE Roihatul Zahroh; Ahmad Hasan Basri; Elok Kurniawati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v9i3.628

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan tentang standart labeling triase erat kaitannya dengan tindakan kegawatan berdasarkan standart labeling triase. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan tentang standart labeling triase dengan tindakan kegawatan berdasarkan standart labeling triase di  Instalasi Gawat Darurat. Metode yang digunakan adalah desain penelitian cross sectional dengan subyek penelitian sebanyak 24 orang dengan metode total sampling di Instalasi Gawat Darurat RSUD Bhakti Dharma Husada. Dengan variabel independen adalah pengetahuan tentang standart labeling triase dilihat dengan kuesioner dan variabel dependen tentang tindakan perawat berdasarkan standart labeling triase dilakukan dengan observasi. Selanjutnya data diolah menggunakan analisis spearman rank corelation dengan signifikasi < 0,05. Hasil penelitian dengan uji statistik spearman’s rho didapatkan nilai signifikan (2-tailed)= 0,002 yang berarti ada hubungan pengetahuan tentang triase. Sedangkan nilai kolerasi = 0,590 artinya ada derajat hubungan kuat antara pengetahuan tentang standart labeling triase dengan tindakan kegawatan berdasarkan standart labeling triase. Dari hasil penelitian ini diharapkan adanya gambaran bagi perawat bahwa begitu besarnya pengaruh pengetahuan dalam penangan penderita gawat darurat. Sehingga termotivasi untuk melakukan tindakan yang lebih baik dengan cara peningkatan pengetahuan dengan diskusi/seminar, pelatihan atau melanjutkan pendidikan formal. Kata Kunci: Pengetahuan, Tindakan Kegawatan, Standart Labeling Triase
Front Matter Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol. 9 No. 2 Tahun 2020 Eko Prasetyo
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v9i2.601

Abstract

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN GROBOGAN Yuwanti Yuwanti; Festy Mahanani Mulyaningrum; Meity Mulya Susanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v10i1.704

Abstract

ABSTRAK Stunting pada anak  merupakan masalah gizi yang menjadi masalah nasional, hal ini dikarenakan stunting berdampak negatif terhadap sumber daya manusia di masa yang akan datang. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan prevalensi stunting masih sejumlah 37, 2%. Sirkesnas tahun 2016 mencatat bahwa prevalensi stunting mencapai 33,6 %, hal ini menjadi masalah kesehatan yang penting dikarenakan masalah stunting berada diatas ambang batas 20 %. Sedangkan Stunting pada anak balita disebabkan oleh multifaktor seperti konsumsi gizi selama hamil, pengetahuan ibu tentang gizi, akses pelayanan yang terbatas, akses sanitasi dan kebersihan air yang kurang memadai. Dampak stunting yaitu penurunan kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menghambat pertumbuhan ekonomi dan produktifitas kerja dan memperburuk kesenjangan. Stunting pada balita dimana tinggi badan lebih pendek dari usia pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Kabupaten Grobogan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross – sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh kasus stunting pada balita di wilayah Kabupaten Grobogan. Pengambilan sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling. Data penelitian di analisa menggunakan SPSS for window, untuk analisa data bivariat menggunakan uji Chi Square, sedangkan data multivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian diketahui bahwa status gizi, masalah kesehatan pada anak, kebiasaan makan makanan instan, dan tinggi badan ibu berhubungan dengan stunting pada balita dengan nilai p value < 0,05. Pantang makanan, riwayat konsumsi tablet besi, riwayat antenatal care, riwayat penyakit penyerta dalam kehamilan, riwayat pemberian ASI ekslusif, sanitasi air bersih, lingkungan perokok dan kondisi ekonomi tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita dengan p value = > 0,05. Status gizi, tinggi badan ibu, dan kebiasaan makan makanan instan secara bersama- sama sebagai faktor resiko kejadian stunting pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu status gizi, masalah kesehatan pada anak, kebiasaan makan makanan instan, dan tinggi badan ibu berhubungan dengan stunting pada balita Kata Kunci: Stunting, balita, gizi 
FORMULASI KRIM EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI SEDIAAN PELINDUNG SINAR ULTRAVIOLET Dessy Erliani Mugitasari; Bela Rahmawati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v9i2.591

Abstract

Tabir surya merupakan suatu zat material yang dapat melindungi kulit atau radiasi sinar UV. Senyawa fenolik yang terdapat pada daun mengkudu berfungsi melindungi jaringan tubuh terhadap kerusakan akibat radiasi sinar matahari. Senyawa fenolik khususnya golongan flavonoid mempunyai potensi sebagai tabir surya karena adanya gugus kromofor yang mampu menyerap sinar UV. Pengukuran aktivitas tabir surya dilakukan secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan menentukan nilai SPF dari ektrak daun mengkudu dan krim ekstrak daun mengkudu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sedian krim ekstrak daun mengkudu yang baik dengan melakukan uji ekstrak daun mengkudu yang mempunyai aktivitas SPF dan uji parameter sifat fisik yang baik (daya lekat, daya sebar, organoleptis, pH, dan viskositas). Jenis penelitian yang dilakukan  ini adalah penelitian kualitatif yang dilakukan secara eksperimental. Pembuatan krim ekstrak daun mengkudu dilakukan dengan menggunakan menggunakan basis vanishing cream. Krim diformulasikan menjadi tiga variasi konsentrasi yaitu 10%, 15% dan 20%. Uji yang di lakukan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji pH. Dari hasil penelitiaan didapatkan hasil pada uji skrinning fitokimia kualitatif ekstrak daun mengkudu adalah positif menggandung flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil uji SPF pada variasi konsentrasi ekstrak daun mengkudu 10%, 15%, dan 20% secara berturut-turut sebesar 22.435, 22.397, dan 22.678. Sedangkan nilai SPF pada krim ekstrak daun mengkudu 10%, 15%, dan 20% berturut-turut sebesar 29.902, 29.818, 29.916. Nilai SPF yang paling optimal ditunjukkan pada variasi konsentrasi 20% krim ekstrak daun mengkudu dengan nilai SPF 29,916 yang termasuk dalam kategori proteksi ultra karena range lebih dari 15.
PENGALAMAN NARAPIDANA WANITA DALAM MENGHADAPI PRE MENSTRUAL SYNDROME (PMS) DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Sri Hindriyastuti; Anita Dyah Listyarini
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v10i1.710

Abstract

ABSTRAK Sebagai populasi minor dalam Lembaga Pemasyarakatan (lapas), wanita memiliki kebutuhan akan pelayanan kesehatan pada umumnya. Narapidana wanita juga mengalami siklus hamil, melahirkan menyusui dan menstruasi. Premenstrual syndrome (PMS) merupakan gejala tidak nyaman yang dirasakan oleh wanita usia reproduktif menjelang menstruasi atau beberapa hari di awal menstruasi. Ketika di Lembaga Pemasyarakatan, narapidana dengan banyak stressore yang memiliki riwayat pre menstrual syndrome ini tentu memiliki ragam pengalaman dalam berkompensasi dengan yang dialami sehingga penting untuk menggali lebih dalam pengalaman yang dialami dan dirasakan oleh para narapidana wanita dalam menghadapi PMS tersebut. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan online in depth interview kepada empat Narapidana wanita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengalaman narapidana wanita dalam menghadapi Pre Mentrual Syndrom (PMS) selama di lembaga pemasyarakatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi PMS, para narapidana mengalami perasaan yang destruktif seperti cemas, tidak nyaman. Selain itu, narapidana membutuhkan support tenaga kesehatan di lembaga pemaysrakatan. Dalam kaitannya dengan penurunan intensitas nyeri PMS, narapidana merasa bahwa latihan aktifitas fisik yang diadakan oleh Lapas bisa membantu meringankan PMS yang dialami. Dengan demikian, pemberian dukungan secara fisik dan mental sangat diperlukan oleh narapidana menghadapi PMS selama masa tahanan mereka. Kata Kunci: Narapidana Wanita, Lembaga Pemasyarakatan, Pre Mentrual Syndrom (PMS),  
ANALISIS HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGEMPLAK UNDAAN KUDUS Yayuk Fatmawati; Biyanti Dwi Winarsih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v9i3.629

Abstract

ABSTRAK Air susu ibu (ASI) merupakan makanan pertama, utama dan terbaik bagi bayi yang bersifat alamiah.  ASI yang diberikan dua tahun pertama akan berdampak pada kesehatan bayi kedepannya, pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Gangguan kekurangan gizi yang terjadi pada periode ini akan sulit untuk dipulihkan meskipun kebutuhan gizi berikutnya terpenuhi. Pemberian ASI eksklusif serta pemberian ASI yang benar merupakan sarana yang dapat diandalkan untuk membangun SDM yang berkualitas. Kendala yang dialami pada pemberian ASI eksklusif terutama pada ibu bekerja antara lain adalah sarana dan prasarana pendukung seperti dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di wilayah kerja Puskesmas Ngemplak Undaan Kudus. Penelitian ini dilakukan pada ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan, pada 102 responden di wilayah kerja Puskesmas Ngemplak Kecamatan Undaan Kab.Kudus pada bulan Agustus – September 2020 dengan tehnik purposive sampling dengan metode analitik korelatif dengan pendekatan crossectional dimana variabel indepedennya adalah dukungan keluarga. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan nilai r table 0.361 dan didapatkan r hitung 0.414-0.968 dan nilai koefisien korelasi 0.853. Usia responden terbesar adalah 20-35 tahun 83.3% (85), latar belakang pendidikan terbayak pendidikan menengah 44.1% (45), pekerjaan terbanyak adalah buruh 53.9% (55). Dukungan keluarga terbesar yang diterima responden pada penelitian ini adalah dukungan keluarga baik 52%(53) dan pemberian ASI eksklusif sebesar 88.2% (90%) dan pemberian ASI eksklusif tidak berhubungan siknifikan dengan dukungan keluarga dengan nilai p : 0,672. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. Kata Kunci: ASI, Eksklusif, Dukungan, Keluarga
ANALISIS KEPATUHAN TERHADAP EFEK TERAPI PADA PASIEN HIPERTENSI DI POLI RAWAT JALAN RSUD dr.R.SOETRASNO REMBANG Heni Setyoningsih; Farika Zaini
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v9i2.597

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi yang memerlukan perawatan primer karena hipertensi menjadi faktor pemicu terjadinya infark miokard, stroke, gagal ginjal akut dan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani dengan tepat. Pasien dengan diagnosis hipertensi memerlukan kombinasi obat antihipertensi untuk mencapai target tekanah darah seperti Angiotensin Converting Enzym Inhibitor (ACEI), Angiotensin Reseptor Blocker (ARB), Calcium Channel Bloker (CCB), dan diuretik sehingga pasien harus minum lebih dari 2 macam obat (polifarmasi) hal ini merupakan salah satu faktor penyebab pasien cenderung tidak patuh dalam minum obat. Kepatuhan merupakan salah satu  Drug Related Problems (DRPs) yang paling sering terjadi sehingga mengakibatkan kegagalan efek terapi. Kepatuhan minum obat bagi pasien penyakit kronis seperti hipertensi sangat penting karena dengan minum obat secara teratur dapat mengkontrol tekanan darah pasien, mengurangi resiko kerusakan organ akibat peningkatan tekanan darah dan munculnya penyakit komplikasi yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien hipertensi serta hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat terhadap efek terapi di RSUD dr.R. Soetrasno Rembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross sectional. Data diperoleh dari rekam medik pasien meliputi data demografi pasien, data pengobatan pasien dan kepatuhan berdasarkan kuisioner MMAS-8(Morisky Medication Adherance Scale-8 ). Hasil yang diperoleh selanjutnya diolah menggunakan Chi square test SPSS.16. Hasil penelitian menunjukkan pasien yang mengalami interaksi obat dengan obat sebanyak 75,6%. Pasien yang termasuk kategori tidak patuh 34,1%, patuh rendah 34,1%, patuh sedang 21,9% dan patuh tinggi 9,9%. Berdasarkan hasil statistik di peroleh hasil P = 0.021 (P ? 0.05) maka dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan pencapaian efek terapi yang di harapkan.
EFEKTIFITAS TERAPI DEKAPAN IBU TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA BAYI YANG MENJALANI IMUNISASI Fiki Wijayanti; Natalia Devi Oktarina
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v10i1.697

Abstract

ABSTRAK Imunisasi merupakan salah satu cara memberikan kekebalan tubuh pada anak untuk mencegah penyakit. Pemberian imunisasi melalui suntikan dapat menimbulkan efek secara langsung yaitu rasa nyeri pada anak. Nyeri yang disebabkan oleh suntikan imunisasi jika tidak dikelola akan mengakibatkan dampak negatif pada aspek emosional pada anak seperti menangis dan ketakutan. Salah satu intervensi yang dapat dikembangkan dalam menerapkan perawatan atraumatik saat pemberian imunisasi pada anak adalah terapi dekapan ibu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas terapi dekapan ibu terhadap nyeri pada bayi yang dilakukan imunisasi di Puskesmas Lerep. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Preeksperimen design dengan rancangan pretest-post test control group design. Metode Pengambilan sampling menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel pada kelompok kontrol sejumlah 30 bayi dan kelompok intervensi 30 bayi. Dalam penelitian ini ada 2 variabel yang diukur yaitu variabel Nyeri dan pemberian terapi dekapan ibu. Variabel nyeri diukur menggunakan instrument FLACC Pain Assessment Tools. Sedangkan variabel terapi dekapan ibu diukur dengan melakukan observasi saat pemberian imunisai. Uji statistik yang digunakan adalah dengan  t test-independent. Hasil yang didapatkan adalah  p value 0,0001. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa ada perbedaan selisih rata-rata nyeri pada kelompok intervensi dan kontrol (p<0,05). Diharapakan Tenaga Kesehatan di Puskesmas menerapkan tindakan atraumatic care pada bayi yang akan dilakukan imunisasi dengan cara mengikutsertakan ibu dalam kegiatan imunisasi yaitu dengan dekapan ibu. Kata Kunci : Nyeri, Bayi, imunisasi dan dekapan ibu

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 1 (Maret 2020) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 2 (Oktober 2018) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 4, No 2 (2015): Edisi Oktober 2015 Vol 4, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 2 (2014): Edisi Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014 Vol 2, No 2 (2013): Edisi Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Oktober 2012 More Issue