cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2023)" : 15 Documents clear
PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN LA TANSA GONTOR DEPARTMENT STORE Utomo, Bambang Setyo; Tajuddin, Irfan; Qorib, Fathul; Muliyati, Muliyati
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2690

Abstract

Communication in an organization is very important because it will indirectly shape the organizational communication climate that will affect employee performance. The purpose of this study was to determine the effect of organizational communication climate on employee performance at La Tansa Gontor Department Store. This research is associative quantitative research with the survey method. The samples in this study were 50 employees. Data were collected through questionnaires which were distributed directly to respondents. The questionnaire was measured using a Likert scale. The results showed that there was a positive influence between organizational communication climate on employee performance with a correlation coefficient of rcount rtable of (0.822 0.279). Based on the correlation coefficient guidelines, the influence of organizational communication climate on employee performance in this study is included in the very strong category. The results of the coefficient of determination test show a value (r2) of 0.676 at a significance level of = 0.05 which means that the organizational communication climate affects employee performance by 67.6%, and the remaining 32.4% is influenced by other factors not examined by researchers. This study recommends La Tansa Department Store to improve the organizational communication climate on attention to high-performance goals.Komunikasi dalam suatu organisasi sangatlah penting, karena secara tidak langsung akan membentuk iklim komunikasi organisasi yang akan mempengaruhi terhadap kinerja karyawan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan di La Tansa Gontor Department Store. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif dengan metode survey. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang karyawan yang terdiri dari 41 laki-laki dan 9 perempuan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Kuesioner diukur menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif antara iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan dengan koefisien korelasi rhitung rtabel sebesar (0,822 0,279). Berdasarkan pedoman koefisien korelasi, pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan pada penelitian ini termasuk dalam kategori yang sangat kuat. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai (r2) sebesar 0,676 pada taraf signifikansi α=0,05 yang berarti bahwa iklim komunikasi organisasi mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 67,6%, dan sisanya sebesar 32,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Penelitian ini merekomendasikan kepada La Tansa Department Store untuk meningkatkan iklim komunikasi organisasi pada perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi.
SRATEGI KOMUNIKASI PENGENALAN APLIKASI CIRCLE OLEH DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN SIDOARJO Ardiningsih, Richa Dwi; Aesthetika, Nur Maghfira
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2625

Abstract

Strategi komunikasi dapat diartikan sebagai perencanaan dalam penyampaian pesan melalui kombinasi dari berbagai unsur komunikasi. Dalam sosialisasi pengenalan aplikasi circle maka diperlukan strategi komunikasi yang baik dengan memperhatikan berbagai unsur – unsur komunikasi. Oleh karenanya penelitian ini dilakukan untuk meneliti mengenai strategi komunikasi pengenalan aplikasi circle oleh DISPERINDAG Kabupaten Sidoarjo dengan menganalisa juga unsur – unsur strategi komunikasi menggunakan teori Harold D Laswell. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif dimana metode ini digunakan untuk mendeskripsikan mengenai strategi komunikasi pengenalan aplikasi circle. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dimana informan yang dipilih merupakan informan yang dianggap mengerti mengenai tema penelitian yang sedang diangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi telah dilaksanakan pada kedua pasar di Kabupaten Sidoarjo yakni pasar larangan dan pasar porong. Adapun berdasarkan pemetaan dengan menggunakan teori onong maka didapatkan bahwa dalam pelaksanaan sosialiasi ini masih belum menggunakan media komunikasi sehingga kedepan diperlukan penggunaan media komunikasi.
JARINGAN SOSIAL PENDERES KARET DALAM PENJUALAN LEM KUKUT Syahrani, Dinda; Gunawan, Gunawan
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2658

Abstract

The practice of selling lem kukut or rubber latex residue in the PTPN IX plantation of Kebon Ndowo Village takes place systematically so as to form a network within it. The wholesale rubber farmers sell the lem kukut they get from the company's plantations to middlemen. The buying and selling of lem kukut have been going on for a long time and are known by PTPN IX to be illegal. The purpose of this research is to analyze the social network that is formed in the selling system of lem kukut and the reasons for wholesale rubber farmers selling the remaining rubber latex to middlemen. The basis of this research uses Granovetter's attachment theory. This research was analyzed using qualitative methods. Data search techniques used are observation and in-depth interviews or deep interviews. The results showed that the social networks formed in the lem kukut sales system involved wholesale rubber farmers, PTPN IX, and middlemen. The reason for wholesale rubber farmers selling the remaining rubber latex or lem kukut to middlemen is that the weekly income they receive from PTPN IX is not enough to make ends meet.Praktik penjualan lem kukut atau sisa getah karet di perkebunan PTPN IX Desa Kebon Ndowo berlangsung secara sistematis sehingga membentuk sebuah jaringan di dalamnya. Penderes borongan menjual lem kukut yang didapatkan dari kebun perusahaan kepada tengkulak. Kegiatan jual beli lem kukut telah berlangsung lama dan diketahui oleh pihak PTPN IX sebagai tindakan ilegal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jaringan sosial yang terbentuk dalam sistem penjualan lem kukut dan alasan penderes borongan menjual sisa getah karet kepada tengkulak. Landasan penelitian ini menggunakan teori keterlekatan Granovetter. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode kualitatif. Teknik pencarian data yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam atau deep interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sosial yang terbentuk dalam sistem penjualan lem kukut melibatkan penderes borongan, PTPN IX, dan tengkulak. Alasan penderes borongan menjual sisa getah karet atau lem kukut pada tengkulak karena penghasilan mingguan yang mereka terima dari perusahaan PTPN IX tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERLUASAN KEPESERTAAN BPJS KETENAGAKERJAAN CABANG SURABAYA KARIMUN JAWA DI KOTA SURABAYA Mahmudah, Istiqomah; Hertati, Diana
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2737

Abstract

The city of Surabaya is the center of economic activity in East Java and its surroundings. There are various industrial companies both large and small and shopping centers. Being the center of the economy, causing many people to urbanize and seek work in the city of Surabaya. This large workforce requires social protection for various risks that may be experienced by workers while carrying out their work. However, the situation on the ground shows that there are still many people who do not understand BPJS Employment, so it is necessary to expand membership so that all workers can be protected by employment social security. Considering that the program run by BPJS Ketenagakerjaan is a program that prioritizes the welfare of workers and their families, their rights as formal and non-formal workers are highly prioritized. The purpose of this research is to find out and describe collaborative governance in expanding the membership of the Surabaya Karimunjawa BPJS Ketenagakerjaan branch in the city of Surabaya. By using a qualitative approach through observation, interviews, and documentation. Focusing on: (1) Initial Conditions; (2) Institutional Design; (3) Facilitative Leadership; and (4) Collaboration Process. The results of this study indicate that collaboration involves the government, the private sector, and the community. It is carried out in accordance with applicable regulations and the collaboration process in expanding BPJS Ketenagakerjaan membership has been carried out well.Kota Surabaya menjadi pusat kegiatan perekonomian di Jawa Timur dan sekitarnya. Terdapat berbagai perusahaan industri baik besar maupun kecil dan pusat perbelanjaan. Menjadi pusat perekonomian, menyebabkan banyaknya masyarakat yang melakukan urbanisasi dan mencari pekerjaan di Kota Surabaya. Banyaknya tenaga kerja ini memerlukan perlindungan sosial atas berbagai resiko yang mungkin dialami oleh pekerja selama menjalankan pekerjaannya. Tetapi keadaan dilapangan menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami terkait BPJS Ketenagakerjaan, sehingga, perlu adanya perluasan kepesertaan agar semua tenaga kerja dapat terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan. Mengingat program yang dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah program yang mengutamakan kesejahteraan para tenaga kerja beserta keluarganya, maka hak-hak sebagai pekerja formal maupun non formal sangat di prioritaskan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan collaborative governance dalam perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Karimunjawa di Kota Surabaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berfokus pada: (1) Kondisi Awal; (2) Desain Kelembagaan; (3) Kepemimpinan Fasilitatif; dan (4) Proses Kolaborasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku dan proses kolaborasi dalam perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan telah terlaksana dengan baik.
ANALISIS KONTEN KOMUNIKASI PEMASARAN MEDIA SOSIAL (STUDI KASUS TIKTOK QUEEN SECRET COFFEE) Nuni, Nuni; Rachmad, Teguh Hidayatul
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2620

Abstract

This research aims to understand how marketing communication content carried out by Queen Secret Coffee on the Tiktok social media platform can increase awareness and improve product sales. Queen Secret Coffee is an herbal product that is useful for improving hormones and regulating menstrual cycles and is one of many brands that utilize information technology to market their products through Tiktok. This study uses the Hypodermic Needle Theory to examine how media strongly influences audiences using a case study method. According to the study findings, Queen Secret Coffee utilizes all the features available on social media, changes banned words by the Tiktok community so that the content created is not taken down by Tiktok, and unconsciously engages in Word of Mouth marketing through their activities. These are the factors that assist Queen Secret Coffee in producing effective marketing communication content on Tiktok.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konten komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Queen Secret Coffee pada media sosial Tiktok untuk dapat meningkatkan awernest hingga meningkatkan penjualan produk. Queen Secret Coffee merupakan produk herbal yang berguna untuk memperbaiki hormone dan melancarkan datang bulan dan salah satu dari sekian banyak merek yang memanfaatkan teknologi informasi dalam memasarkan produknya melalui media sosial Tiktok. Penelitian ini menggunakan  teori jarum suntik atau teori peluru (Hypodermic Needle Theory) melihat bagaimana media sangat berpengaruh pada khalayak dengan menggunkaan metode studi kasus. Menurut temukan studi tersebut Queen Secret Coffee memanfaatkan seluruh fitur yang ada dalam sosial media, mengganti kata-kata yang dilarang komunitas Tiktok agar konten yang dibuat tidak diturunkan oleh Tiktok, serta tanpa sadar melakukan Word of Mouth dari kegiatan yang dilakukan. Hal-hal tersebut yang membantu Queen Secret Coffee untuk dapat memproduksi konten komunikasi pemasaran yang dilakukan di Tiktok.
KOMUNIKASI PEMASARAN DESA WISATA TEGALALANG DALAM MENCIPTAKAN BRAND EQUITY MELALUI TEGALLALANG LASCARYA FESTIVAL Anggreswari, Ni Putu Yunita; Parasari, Nyoman Sri Manik; Pramesti, I Gusti Ayu Ratna
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2622

Abstract

Tegallalang Lascarya Festival is an event that combines art and charity. This festival is held in an effort to create brand equity in the Tegallalang village, Gianyar. In establishing brand equity, marketing communication is needed which includes as well as steps in creating brand equity. This research uses qualitative research methods with descriptive research type. The result of this research is that the holding of the Tegallalang Lascarya Festival departs from the anxiety of the Tegallalang village youth forum organization which wants to introduce Tegallalang as a tourist village. The establishment of brand equity in Tegallalang village uses three marketing communication methods which include defining the communications objectives to be accomplished, determining the specific strategies and tasks needed to attain them, and estimating the costs associated with the performance of these strategies and tasks. In creating brand equity in Tegallalang village, it is carried out through four stages which include brand identity, brand meaning, brand response, and brand relationship. There are several advantages or values possessed by the village of Tegallalang, where Tegallalang is known as a village that offers beautiful natural panoramas, with a touch of culture, spirituality, and art.Tegallalang Lascarya Festival merupakan sebuah acara yang menggabungkan seni dan charity. Festival ini diselenggarakan sebagai upaya menciptakan brand equity pada desa Tegallalang, Gianyar. Dalam membentuk brand equity diperlukan komunikasi pemasaran yang meliputi serta langkah-langkah dalam menciptakan brand equity itu sendiri. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Adapaun hasil dari penelitian ini adalah bahwa diselenggarakannya Tegallalang Lascarya Festival berangkat dari kegelisahan organisasi forum pemuda desa Tegallalang yang ingin memperkenalkan Tegallalang sebagai desa wisata. Dibentuknya brand equity pada desa Tegallalang menggunakan tiga metode komunikasi pemasaran yang meliputi menentukan tujuan komunikasi pemasaran, menentukan strategi dan pembagian tugas, serta merumuskan pembiayaan yang akan dihabiskan. Sementara itu dalam menciptakan brand equity pada desa Tegallalang, dilaksanakan melalui empat tahap yang meliputi brand identity, brand meaning, brand response, dan brand relationship. Terdapat beberapa keunggulan atau nilai yang dimiliki oleh desa Tegallalang, dimana Tegallalang dikenal dengan desa yang menawarkan panorama alam yang indah, dengan sentuhan budaya, spiritual dan seni.
KETEPATAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 4 TAHUN 2016 (PASAL 13 TENTANG PENANGANAN SAMPAH) Abiyyu, Rainaldi Naufal; Yuniningsih, Tri; Afrizal, Teuku
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2619

Abstract

Wonosobo one of the regions in Central Java that is experiencing a waste emergency. The lack of public awareness of in managing waste before disposal has an impact on the burden that must be received by the environment to accommodate the waste generated by the community. This research uses a descriptive analysis method with a qualitative approach. The purpose of this study is to see how the Accuracy of Policy Implementation Wonosobo District Regional Regulation Number 4 of 2016 (Article 13 Concerning Solid Management) with 5 accuracy theory according to Riant Nugroho, as well as describe supporting and inhibiting factors through Van Meter and Van Horn theories. The results showed that the implementation of this waste management policy has not been right policy, the right target, and the right process. Factors that are considered to hinder the implementation of solid waste management policy are resources, structure and objectives, social, economic and political conditions. Recommendations that can be given for the Wonosobo Environmental Agency to be more massive in socializing waste management policies, improving the quality and quantity of supporting facilities in waste management, improving waste processing facilities and infrastructure, and collaborating with the private sector.Kabupaten Wonosobo saat ini menjadi salah satu wilayah di Jawa Tengah yang mengalami darurat sampah. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sebelum dibuang berdampak pada beban yang harus diterima oleh lingkungan untuk menampung sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Ketepatan Implementasi Kebijakan Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 4 Tahun 2016 (Pasal 13 Tentang Penanganan Sampah) dengan teori 5 ketepatan menurut Riant Nugroho, serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat melalui teori Van Meter dan Van Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penanganan sampah ini belum tepat kebijakan, tepat target, dan tepat proses. Faktor yang dianggap menghambat implementasi kebijakan penanganan sampah yaitu sumber daya, struktur dan sasaran, kondisi sosial, ekonomi dan politik. Rekomendasi yang dapat diberikan yaitu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo lebih masif dalam mensosialisasikan kebijakan penanganan sampah, meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas penunjang dalam pengelolaan sampah, memperbaiki sarana dan prasarana pengolahan sampah, dan melakukan kerjasama dengan pihak swasta. 
DAMPAK AFFORDABLE CARE ACT (ACA) DAN KELALAIAN TRUMP DALAM MENGATASI PANDEMI COVID-19 DI AMERIKA SERIKAT Rachmadiniyah, Bidriyah Anzella; Fahadayna, Adhi Cahya
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2742

Abstract

In this article, the author seeks to describe the Covid-19 pandemic that has attacked the global world, especially the United States which is the country with the most Covid-19 cases in the world. The United States is considered slow in dealing with Covid-19 which has made this country devastated by this virus. This downturn was further exacerbated by the policies of the country’s leader, namely Donald Trump at the time. The Affordable Care Act (ACA) as a law above health insurance that aims to increase health equity among all Americans in the United States is considered to have no effect and further exacerbated the situation which was eventually revoked by Trump. This research uses qualitative methods through literature studies. This study uses the concept of health equity to analyze the impact of the Affordable Care Act (ACA) in overcoming Covid-19 in the United States. The results of this study indicate that there is no impact or settlement caused by the Affordable Care Act (ACA) in overcoming the Covid-19 pandemic in the United States.Dalam artikel ini, penulis berusaha untuk menguraikan pandemi Covid-19 yang menyerang dunia global khususnya Amerika Serikat yang menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia. Amerika Serikat dianggap lambat dalam menangani Covid-19 yang membuat negara ini terpuruk dengan adanya pandemi virus ini. Keterpurukan tersebut semakin diperparah oleh kebijakan pemimpin negara yakni Donald Trump pada kala itu. Affordable Care Act (ACA) sebagai undang-undang di atas asuransi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesetaraan kesehatan di antara seluruh masyarakat Amerika Serikat dianggap tidak berpengaruh dan semakin memperburuk keadaan yang akhirnya dicabut izinnya oleh Trump. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur. Penelitian ini menggunakan konsep health equity untuk menganalisis dampak Affordable Care Act (ACA) dalam mengatasi Covid-19 di Amerika Serikat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak adanya dampak atau penyelesaian yang disebabkan oleh Affordable Care Act (ACA) dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Amerika Serikat.
KETERLIBATAN SELEBRITI SEBAGAI POLITISI: PENGUATAN PARTAI POLITIK ATAU PENGGALANGAN SUARA Khamimiya, Aza Rifda; Fauzi, Agus Machfud; Affandi, Mochamad Arif
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2608

Abstract

Ahead of the general election, there are more and more celebrities to enter politics. This phenomenon becomes a social reality in society when the democratic party takes place. This research seeks to discuss the rationality of parties determining celebrities as candidates for legislation and to find out the existence of celebrities in political party institutions. This research method is descriptive qualitative with case study method. The research subject is Verrell Bramasta's membership in the National Mandate Party. The data were obtained through document studies from online news and also audio-visual recordings from Narasi Newsroom and Metro Tv. To complete the data obtained by library research through e-books, and journals relevant to research. To strengthen this research, the researcher uses an analytical knife with Max Weber's theory of rationality and Bourdue's capital. The results obtained show that the National Mandate Party is cooperating with celebrities because of social capital ownership. Party rationality makes candidates for legislators based on electoral figures. Celebrities are believed to have influence, power, popularity which can influence the party in increasing the electability of the party. Through empowering this capital, it is the main goal of the National Mandate Party to be able to defend the acquisition of parliamentary seats in the 2024 election contestation later, not because of strengthening political party institutions because the joining of celebrities is nothing but because of the persona they have.Menjelang pemilihan umum kian marak selebriti untuk terjun ke dunia politik. Fenomena ini menjadi sebuah realitas sosial di tengah masyarakat ketika pesta demokrasi berlangsung. Penelitian ini berupaya untuk membahas mengenai rasionalitas partai menentukan selebriti sebagai calon legislasi dan untuk mengetahui keberadaan artis pada kelembagaan partai pilitik. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah ketergabungan Verrell Bramasta pada Partai Amanat Nasional. Data diperoleh melalui studi dokumen dari berita online dan juga audio-visual rekaman dari Narasi Newsroom dan Metro Tv. Untuk melengkapi data diperoleh dengan studi kepustakan melalui e-buku, dan jurnal relavan dengan penelitian. Untuk memperkuat penelitian ini, peneliti menggunakan pisau analisis dengan teori rasionalitas Max Weber dan modal milik Bourdue. Hasil yang diperoleh bahwa Partai Amanat Nasional mengandeng selebriti tidak lain karena kepemilikan modal sosial. Rasionalitas partai menjadikan calon legislator berdasarkan electoral figure. Selebriti diyakini memiliki pengaruh, kekuasaan, popularitas yang dapat menginfluancer partai dalam meningkatkan elektabilitas partai. Melalui pemberdayaan modal tersebut menjadi tujuan utama Partai Amanat Nasional untuk dapat mempertahakan perolehan kursi parlemen pada kontestasi pemilu 2024 nanti bukan karena memperkuat kelembagaan partai politik sebab gabungnya selebriti tidak lain karena persona yang dimiliki.
ANALISIS PENGARUH BRAND AMBASSADOR BLACKPINK TERHADAP MINAT BELI PRODUK OREO Malihah, Lola; Meilania, Gusti Tasya
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2612

Abstract

Each company carries out various strategies to market its products, including companies that produce food and beverages. One of the trending food products is wafers of various types. In order to attract consumers, the company uses the services of a brand ambassador who plays a role in helping the smooth marketing activities of the products offered.  Promotion using brand ambassadors is considered to be able to attract the attention of consumers. This study aims to determine the influence of Blackpink brand ambassadors on the interest in buying Oreo products. There are two variables in this study, namely the Brand Ambassador variable (X) and the Product Buying Interest variable (Y). This study used a quantitative approach by involving 36 respondents, namely santriwati Pondok Pesantren Salafiyah Darussalam Martapura as samples collected using purposive sampling techniques, where the criteria were students who had purchased Oreo Balckpink products. The analysis methods used are validity, reliability, classical assumption tests and simple linear regression analysis. In this study, the results were obtained that the Black Pink brand ambassador had a significant and positive influence on the interest in buying Oreo products. With the value R = 0.914., so it can be said that the relationship of independent and dependent variables in this study is very strong. This shows that the ambassador brand has a big role in increasing buying interest so that sales volume will also increase.Setiap perusahaan melakukan berbagai strategi untuk memasarkan produk-produknya, termasuk perusahaan yang memproduksi makanan dan minuman. Salah satu produk makanan yang menjadi tren yaitu wafer dengan berbagai jenis. Agar menarik minat konsumen perusahaan menggunakan jasa brand ambassador yang berperan dalam membantu kelancaran aktivitas pemasaran produk yang ditawarkan.  Promosi dengan menggunakan brand ambassador dianggap mampu menarik perhatian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand ambassador Blackpink terhadap minat beli produk Oreo. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel Brand Ambassador (X) dan variabel Minat Beli Produk (Y). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 36 responden yaitu santriwati Pondok Pesantren Salafiyah Darussalam Martapura sebagai sampel yang dikumpulkan dengan teknik purposive sampling, dimana yang menjadi kriteria adalah santriwati yang telah membeli produk Oreo Balckpink.. Metode analisis yang digunakan berupa uji validitias, reliabilitas, uji asumsi klasik dan analisis regresi linear sederhana. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa brand ambassador Black Pink memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap minat beli produk Oreo. Dengan nilai R = 0,914., sehingga dapat dikatakan bahwa hubungan variabel independen dan dependen dalam penelitian ini sangat kuat. Hal ini menunjukkan bahwa brand ambassador memilki peran besar dalam meningkatkan minat beli sehingga volume penjualan juga akan meningkat. 

Page 1 of 2 | Total Record : 15