cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2018)" : 14 Documents clear
PKM KOMISI PEMUDA DAN KOMISI REMAJA UNTUK PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI JEMAAT GMIM EL’ELYON MALALAYANG KOTA MANADO ., Fatimawali; Manampiring, Aaltje E.; Engka, Joice Nancy
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat pada komisi pemuda dan komisi remaja GMIM El’Elyon Malalayang adalah merupakan Program Kemitraan Masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dewasa ini makin banyak permasalahan yang terjadi di masyarakat khususnya para remaja yang memberi dampak buruk bagi kehidupan remaja itu sendiri. Permasalahan remaja tersebut berkaitan dengan kesehatan reproduksi, sering kali berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi. Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural.(IDAI) Hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut seperti pemahaman mengenai perlunya pemeliharaan kebersihan alat reproduksi, pemahaman mengenai proses-proses reproduksi serta dampak dari perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti kehamilan tak diinginkan, aborsi, penularan penyakit menular seksual termasuk HIV. Perilaku reproduksi yang tidak sehat akan memunculkan permasalahan, salah satunya yaitu penyakit menular seksual (PMS). Ruang lingkup pelayanan kesehatan repoduksi menurut International Conference Population and Development (ICPD) tahun 1994 di Kairo terdiri dari kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, pencegahan dan penanganan infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan dan penanganan komplikasi aborsi, pencegahan dan penanganan infertilitas, kesehatan reproduksi usia lanjut, deteksi dini kanker saluran reproduksi serta kesehatan reproduksi lainnya seperti kekerasan seksual, sunat perempuan dan sebagainya. Cakupan materi penyuluhan kesehatan reproduksi yaitu (1) Memahami definisi kesehatan reproduksi dengan benar, (2) Memahami organ serta fungsi organ reproduksi laki-laki dan perempuan, (3) Memahami tentang menstruasi, pubertas, masa subur, dorongan seksual, kehamilan, dan resiko reproduksi, (4) Memahami macam-macam penyakit menular seksual dan kelainan yang terkait dengan reproduksi, (5) Memahami tentang kebersihan dan kesehatan reproduksi. Ini diharapkan akan menambah pengetahuan kelompok Mitra tentang pentingnya kesehatan reproduksi.____________________________________________________________________Kata kunci: kesehatan reproduksi
SISTEM PEMASARAN OPTIMAL MEUBEL KAYU KELAPA BERDASARKAN SEGMENTASI PASAR, SEGMENTASI SPASIAL, DAN PEMBERDAYAAN PENGRAJIN LOKAL DALAM USAHA MANUFAKTUR BERSKALA MENENGAH Talumingan, Celcius; Ruauw, Eyverson; Tangkere, Ellen Grace; Maweikere, Audrey Julia Maria
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meubel kayu kelapa merupakan produk olahan penting pertanian Sulawesi Utara, sebab kapasitas produksi kelapa tinggi dan potensi pasar mencapai mancanegara. Namun sistem pemasarannya belum banyak dipelajari sehingga pengembangan usaha manufaktur yang ada terbatas. Selain itu, pemberdayaan pengrajin lokal dalam upaya pemasaran hampir tidak pernah diinvestigasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sistem pemasaran kayu kelapa berdasarkan segmentasi pasar, segmentasi spasial, dan pemberdayaan pengrajin lokal dalam suatu usaha manufaktur meubel kayu kelapa berskala menengah. Pelaksanaannya bertempat di Balai Latihan Pendidikan Teknik GMIM Kaaten, Tomohon. Variabel yang diteliti mencakup angka penjualan selang Januari 2016 – Juni 2018 sebagai outcome; kategori pembeli (perorangan vs institusi/kantor), jenis meubel (meja, kursi, lemari, atau lainnya), dan cara pengiriman (dikirim vs ambil sendiri) sebagai variabel-variabel segmentasi pasar; wilayah geografi (Tomohon, Manado, Minahasa, atau lainnya) dan jarak alamat pengiriman selaku variabel-variabel segmentasi spasial; dan, jumlah pekerja lokal serta rasionya terhadap lama hari pengerjaan merepresentasikan pemberdayaan pengrajin lokal. Dari perspekstif sistem, variabel-variabel ini dianggap mewakili unsur input, proses, dan output. Analisis multivariat dari determinan angka penjualan dilakukan dengan regresi Poisson generalized linear model. Optimasi model menggunakan pendekatan iteratif berbasis maximum likelihood estimation. Hasil analisis terhadap 285 transaksi penjualan selang periode acuan menunjukkan bahwa jenis meubel meja (vs lainnya), pemasaran via pengiriman (vs ambil sendiri) dan peningkatan jumlah pengrajin lokal cenderung meningkatkan angka penjualan. Sebaliknya, kenaikan rasio pekerja terhadap lama hari dan pemasaran produk pada wilayah geografi tertentu (Tomohon vs daerah lain) kelihatannya justru menurunkan angka penjualan meubel kayu kelapa. Rekomendasi langkah selanjutnya didiskusikan dalam laporan ini. Kata Kunci: meubel kayu kelapa, sistem pemasaran, Sulawesi Utara, regresi Poisson GLM
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN KELOMPOK TANI TERHADAP PENGOLAHAN BAKSO DI DESA PICUAN SATU KECAMATAN MOTOLING TIMUR KABUPATEN MINAHASA SELATAN 1 Rumondor, Delly; Tamasoleng, Moureen; Lontaan, Nova; Rotinsulu, Merri; Ponto, Wisye
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat pengetahuan dari kelompok tani tentang pengolahan bakso daging ayam pada kelompok tani Reidap dan Suka Maju di Desa Picuan Satu Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan. Analisis peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan bakso pada kelompok tani di Desa Picuan Satu dilakukan dengan metode deskriptif. Dari hasil penyuluhan didapatkan data pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah melalui angket yang dijawab oleh responden. Data yang diperoleh ini kemudian di analisa dengan uji T berpasangan (paired sampel t test ), Data tingkat pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan dianalisa dengan menggunakan statistik analitik dengan uji perbandingan rata-rata dua variabel dalam satu group menggunakan paired t-test (uji-t berpasangan). Analisa menggunakan Statistical Products and Solution Services version SPSS versi 24. Berdasarkan permasalahan yang ada di kelompok tani Suka Maju dan Reidap di desa Picuan satu Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan, maka diperlukan pendampingan kepada anggota kelompok tani untuk menerapkan Iptek mengenai pengolahan industri produk peternakan. Sebab pembuatan bakso daging ayam berpeluang untuk meningkatkan industri rumah tangga yang berdampak posistif terhadap pendapatan keluarga, namun belum ada yang mengerti tentang cara pembuatan bakso. Pengetahuan tentang wirausaha untuk memasarkan produk hasil ternak. Hal ini akan dilakukan dengan pelatihan wirausaha. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan dari kelompok tani di Desa Picuan Satu Kecamatan Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan setelah dilakukan pelatihan dan penyuluhan meningkat sebesar 60.40%._____________________________________________________________________________Kata Kunci: Bakso, kelompok tani,pengolahan
PKM PARTISIPASI KELOMPOK TERNAK LEBAH MADU Apis cerana DESA KUMELEMBUAI UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN Rompas, Joice J.I.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Survey di lapangan dan hasil diskusi dengan anggota kelompok dan pemerintah setempat, maka dapat dirumuskan masalah prioritas yang perlu ditangani oleh anggota kelompok dengan pendamping dari perguruan tinggi adalah sbb: Meningkatkan kemampuan anggota kelompok agar dapat mengadopsi teknologi tepat guna untuk pengembangan lebah madu sesuai standar kebutuhan sehingga produktivitasnya meningkat. Mengadopsi teknologi untuk menurunkan tingkat mortalitas dengan menggunakan pakan buatan. Metode queen rearing untuk menghasilkan lebah madu yang produktivitasnya tinggi serta dapat melakukan teknologi pasca panen apabila produk yang dihasilkan cukup banyak. Solusi yang ditawarkan adalah mengadakan penyuluhan. Penyuluhan dilakukan terhadap anggota kelompok yaitu kelompok tani ternak ―Paesaan‖ dan ―Imanuel‖ dengan tujuan untuk mengubah perilaku sumberdaya anggota kelompok kearah yang lebih baik. Penyuluhan pada dasarnya adalah proses pendidikan untuk orang dewasa yang bersifat non formal. Materi penyuluhan menyangkut: bagaimana mengembangkan teknik tatalaksana yang tepat, murah dan mudah serta mengembangkan lebah madu Apis cerana, masalah inilah yang akan diinformasikan kepada peternak lebah madu di desa kumelembuai. Upaya peningkatan reproduksi dan produktivitas lebah, aplikasi teknologi alternatif mencakup seleksi bibit unggul serta penggunaan /pengoperasian mesin ekstraktor dalam upaya peningkatan produktivitas lebah dengan tiang penyangganya sehingga terhindar dari hama, bagaimana memformulasi pakan ternak lebah madu yang murah, mudah didapat dan tersedia di desa tersebut sesuai kebutuhan ternak. Setelah dilakukan penyuluhan selanjutnya dilakukan pelatihan terhadap kedua kelompok tersebut dengan memanfaatkan beberapa orang mahasiswa S1 seperti Pembuatan kotak koloni dengan tiang penyangganya sehingga terhindar dari hama dan penyakit lebah madu Apis cerana.___________________________________________________________________________Kata kunci: Lebah Apis cerana, Kesejahteraan Masyarakat Desa Kumelembuai
SOSIALISASI PEMANFAATAN TANAMAN BITUNG Bartingtonia assiatica SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALIAN HAMA TANAMAN PADI DI DESA POOPO UTARA DAN POOPO BARAT Baideng, Eva L.; Pelealu, Johanis J.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi merupakan tanaman pangan penting yang ditanam mayoritas petani di Desa Poopo Utara dan Poopo Barat. Dalam pengendalian hama, petani masih mengandalkan penggunaan pestisida sintetis. Kegiatan yang rutin dilakukan ini dapat membawa dampak negatif karena residu yang ditimbulkan dapat mencemari lingkungan air, tanah, udara dan dapat menghilangkan musuh alami hama. Produk akhir tanaman juga mengandung bahan yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Petani juga dihadapkan dengan kondisi semakin naiknya harga pestisida sintetik yang berakibat naiknya biaya produksi. Tujuan program ini memberikan edukasi akan pentingnya pengendalian hama yang ramah lingkungan dengan menggunakan pestisida berbahan alami dan bahannya mudah ditemukan di alam. Tahapan kegiatan dengan melakukan penyuluhan, dan demonstrasi pembuatan pestisida. Transfer  ipteks yang diterapkan adalah sebagai berikut: 1) Pembuatan bioinsektisida ekstrak Tanaman biji bitung (Barringtonia assiatica). 2) kegiatan monitoring pengendalian hama, dimana pemberian bioinsektisida berdasarkan monitoring populasi hama._____________________________________________________________________________Kata kunci: tanaman padi, hama, pestisida alami, tanaman bitung, penyuluhan, demontrasi
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN MANURE HASIL DEGRADASI (MHD) LARVA Hermetia illucens L SEBAGAI PAKAN AYAM BURAS PETELUR PADA KELOMPOK TANI PETERNAK DI DESA RUMOONG ATAS DUA KECAMATAN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Manangkot, Heidy J.; Rotinsulu, Merri; Kawatu, Martha; Tumewu, Judy
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dari kelompok tani peternak tentang pengolahan manure hasil degradasi (MHD) larva lalat hitam sebagai pakan ayam buras petelur pada kelompok tani peternak Cemara dan Wulan di Desa Rumoong Atas Dua Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Kajian penerapan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan manure hasil degradasi larva lalat hitam dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil penyuluhan dan penerapan yang didapatkan pada masyarakat sebelum dan sesudah melalui kosioner yang dijawab oleh masyarakat sebagai responden. Hasil yang diperoleh kemudian di analisa dengan uji T berpasangan biasa disebut paired sampel t test, hasil tanya jawab pada masyarakat sebelum dan sesudah penyuluhan telah dilakukan analisa dengan menggunakan smetode analisa dengan uji perbandingan rata-rata dua variabel dalam satu kelompok yang menggunakan paired t-test/uji-t berpasangan. Analisa menggunakan Statistical Products and Solution Servics version SPSS versi 24. Berdasarkan permasalahan yang ada di kelompok tani petternak Cemara dan Wulan di Desa Rumoong Atas Dua Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan maka diperlukan pendampingan kepada anggota kelompok tani peternak untuk menerapkan teknologi pengolahan industri produk peternakan. Pengolahan manure hasil degradasi larva lalat hitam merupakan bahan pakan alternatif sebagai pakan ayam buras petelur dapat meningkatkan sumber daya manusia dan berdampak posistif bagi pendapatan keluarga dan usaha peternakan sebagai usaha mikro maupun makro untuk dijadikan salah satu wirausaha. Pengetahuan tentang wirausaha untuk memasarkan produk hasil ternak, hal ini harus dilakukan dengan pelatihan untuk menuju salah satu wirausaha. Kesimpulan dari kajian penerapan teknologi ini bahwa tingkat pengetahuan dari kelompok tani di Desa Rumoong Atas Dua Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan setelah dilakukan pelatihan dan penyuluhan meningkat sebesar 60.40%. wirausaha, ayam buras petelur, MHD____________________________________________________________________________________Kata Kunci: wirausaha, ayam buras petelur, MHD
HILIRISASI TEKNIK HANDLING IKAN MAS HIDUP SISTEM KERING KEPADA MASYARAKAT PERIKANAN DI PEDESAAN Aplication Handling Technology of Life Carp with dry system to fisheries community in villages Suwetja, I Ketut; Pongoh, Jenki; Suwetja, I Gede Prabawa
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi teknik handling ikan mas hidup system kering kepada masyarakat perikanan di pedesaan telah dilakukan. Teknik pemingsanan yang diaplikasikan ialah dengan suhu 8°C dan 8°C + 0,02 % minyak cengkeh. Dilanjutkan dengan penyimpanan dilakukan pada media sekam padi dingin dengan suhu 10-15°C. Pekerjaan selanjutnya ialah penyadaran ikan. Ikan disadarkan pada air habitat  dilengkapi dengan aerator kapasitas 3 volt dan kemudian dilanjutkan dengan menghitung tingkat mortalitas ikan._____________________________________________________________________________Kata Kunci : Hilirisasi, teknik handling, system kering, aerator, sekam padi, mortalitas.
PKM PENGOLAH TERIPANG ASAP DI DESA MARIRI BARU KECAMATAN POIGAR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW PROVINSI SULAWESI UTARA Salindeho, Netty; Rumengan, Inneke F.M.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra sasaran program ini berlokasi di Desa mariri Baru Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow yang secara geografis terletak di pesisir pantai dengan potensi perikanan laut yang potensial untuk dikembangkan. Desa ini dikategorikan sebagai desa dengan mayoritas masyarakat sebagai nelayan, yang sekitar 60% tergolong keluarga miskin. Nelayan-nelayan di desa ini terdiri dari nelayan penangkap dan pengolah hasil tangkapan. Dari kelompok pengolah hasil tangkapan, ada beberapa nelayan yang membentuk kelompok usaha kecil pengolah ikan asap dan juga teripang asap dengan jenis ikan dan teripang olahan tergantung hasil tangkapan yang berlebih salah satu di antaranya ikan jenis cakalang yang merupakan salah satu produk olahan yang digemari oleh masyarakat sekitar dan pemasaran sebagian tersebar pada pasaran lokal. Untuk teripang asap diasap dan dijual ke Manado sedangkan ikan asap di jual di pasar Poigar. Tujuan program ini yaitu meningkatkan produksi, pemasaran dan keuangan pada pengusaha kecil pengolah teripang asap di desa Mariri Baru, target agar trampil dan mandiri secara ekonomi. Target khusus kegiatan ini menghasilkan produk teripang asap yang unggul dari segi rasa, sanitasi dan higiene, daya awet dan penggunaan bahan baku kayu asap yang ramah lingkungan serta memberikan kelangsungan usaha dan manajemen yang tangguh. Adapun metode pelaksanaan yang akan diterapkan pada program ini yaitu 1) Permasalahan kelompok yang disepakati yaitu produksi, pemasaran dan keuangan; 2) Metode pendekatan yang akan ditawarkan untuk mengatasi persoalan kelompok yakni penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi; 3) Prosedur kerja untuk mendukung ke-3 aspek permasalahan, berturut-turut yaitu survey, penyuluhan, pelatihan, evaluasi, luaran, pelaporan.______________________________________________________________________Kata kunci : Pengasapan, Mariri Baru, Teripang Asap, Bolaang Mongow.
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMANFAATAN ZEOLIT PADA TERNAK BABI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN PETERNAKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN Pontoh, Cherly Joula; Lapian, Mien Theodora Rossesthellinda
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ternak babi adalah ternak yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat dikecamatan Sonder. Pada umumnya kelompok peternak babi yang ada merupakan peternakan rakyat. Dan pemeliharaannya pada umumnya belum memenuhi standar kebutuhan pakan yang sesuai dengan kebutuhan setiap fase pemeliharaan. Area peternakan pada umumnya  berdekatan dengan pemukiman penduduk , Akibanya selain produksi belum optimal juga baunya sangat mengganggu lingkungan penduduk. Produksi ternak babi tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik, akan tetapi faktor manajemen dan lingkungan seperti makanan dan  perkandangan, guna mendapatkan tampilan produk yang layak .Untuk itu melalui program kemitraan pada masyarakat dilakukan introduksi penerapan teknologi tepat guna , salah satu penggunaan zeolit. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan dalam rangka peningkatan produksi ternak babi dan salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut adalah penggunaan zeolit dalam ransum. Zeolit dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan nitrogen dalam pakan, mengendalikan kandungan air dan amonia dalam kotoran ternak. Zeolit berkemampuan untuk pertukaran ion dan penyerapan. Metode pelaksanaan yang dilakukan berdasarkan permasalahan prioritas kelompok peternak Mekarapi maka diperlukan pemberdayaan terhadap kelompok tersebut untuk menangani beberapa masalah prioritas dilakukan dengan dua metode penyuluhan dan pelatihan. Kepakaran dibidang peternakan sangat dibutuhkan dalam kegiatan PKM untuk pemberdayaan kelompok peternak untuk usaha ternak babi meningkatkan produksi ternak babi melalui efisiensi penggunaan pakan juga membuat ternak nyaman dalam kandang dan mengurangi uapan amonia yang menyebabkan bau kandang yang sering menggangu lingkungan penduduk, juga ternak babi itu sendiri sehingga dapat tercipta peternakan yang ramah lingkungan.____________________________________________________________________________Kata Kunci : Pemberdayaan, Kelompok peternak, Ternak Babi , zeolite
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN KARAME LINKUNGAN. 1 DAN 2 KEC. SINGKIL KOTA MANADO Rimper, Joice R. T. S. L .; Warouw, Veibe; Harikedua, Silvana D.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Mayarakat (PKM) bertujuan untuk menghasilkan masyarakat yang mampu mengelola sampah rumah tangga dengan baik, masyarakat yang mau menjaga daerah aliran sungai tempat mereka hidup, bersihnya daerah perairan teluk Manado dari sampah rumah tangga (termasuk sampah plastik), pelestarian biota laut khusunya plankton. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Kelurahan Karame lingkungan 1 dan 2, Kec. Singkil, Kota Manado yang memang sangat memiliki masalah terkait dengan sampah. Kelurahan Karame berbatasan langsung dengan daerah aliran sungai Tondano dan lokasinya juga merupakan tempat berkumpulnya air dari Tondano maupun Sawangan. Walaupun hampir selalu mendapat bencana banjir, sampai saat ini masyarakat Kelurahan Karame belum memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan. Sampah rumah tangga seperti sisa-sisa bahan makanan, sisa-sisa plastik pembungkus makanan ataupun limbah perikanan (insang, jeroan ikan) masih saja terlihat di selokan besar yang ada di Kelurahan Karame ling.1 maupun ling. 2. Dalam mengatasi masalah tersebut, tim telah mengadakan kegiatan berupa penyuluhan tentang “Sampah dan Dampaknya bagi Lingkungan dan Kesehatan”. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat sadar bahwa sampah akan menjadi masalah bila tidak ditangani dengan benar (dibuang ke DAS Tondano), dan masyarakat khususnya ibu-ibu juga diminta untuk memilah sampah/mendaur ulang sampah sehingga bisa menguntungkan (contohnya mengumpulkan botol aqua untuk dijual). Kegiatan PKM ini akan berlangsung selama 4 bulan (Agustus – November 2018). Berdasarkan kegiatan penyuluhan tersebut, nampak bahwa warga lebih termotivasi untuk mulai memilah sampah organik dan non-organik yang bernilai ekonomis sebagai potensi usaha yang ramah lingkungan.___________________________________________________________________________Kata Kunci: Sampah, Karame, Pemberdayaan Masyarakat, Pengelolaan Sampah

Page 1 of 2 | Total Record : 14