cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24067489     EISSN : 24069337     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis (JITRO) adalah jurnal ilmiah mempublikasikan hasil penelitian dan review bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 471 Documents
Viabilitas Spermatozoa Sapi Bali Menggunakan Pengencer Andromed dengan Penambahan Konsentrasi Sari Wortel yang Berbeda Yendraliza Yendraliza; Muhammad Musyrifin; Elviriadi Elviriadi; Zumarni Zumarni; Muhammad Rodiallah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 2 (2019): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.781 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i2.5936

Abstract

ABSTRAK                                                                        Penggunaan andromed pada waktu tertentu sulit untuk didapatkan sehingga perlu alternatif lain untuk mengurangi penggunaan andromed. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh sari wortel sebagai bahan pengencer mengurangi penggunaan pengencer andromed pada semen sapi bali terhadap kualitas spermatozoa sapi bali. Penelitian ini menggunakan semen sapi bali dari Balai Inseminasi Buatan Tuah Sakato, Payakumbuh. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan pertama: 100% pengencer andromed (P0), sari wortel 5% + andromed 95% (P1), 10% sari wortel + 90% andromed (P2), 15% sari wortel + 85% andromed (P3). Peubah yang dievaluasi adalah persentase motilitas, persentase viabilitas, persentase abnormalitas dan persentase membran plasma utuh setelah pengenceran dan setelah thawing. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai motilitas dan membran plasma utuh semen sapi setelah pengenceran dan setelah thawing tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata pada nilai abnormalitas dan nilai viabilitas. Kesimpulan: Sari worteldapat mengurangi pemakaian andromed sampai 15% sebagai bahan pengencer pada semen sapi bali.Kata Kunci: membran plasma, motilitas, sapi bali, spermatozoa, viabilitasABSTRACTAndromed is difficult to obtain at any given time so we need other alternatives to reduce the use of andromed. The aim of this study was to understand the effect of carrot juice as a diluent to reduce the use of andromed diluents in bali cattle semen. This study used semen from bali cattle from the Artificial Insemination Center of Tuah Sakato, Payakumbuh. The design used was completely randomized design (CRD) with four treatments and five replications. The treatments consisted of  100% andromed (P0), 5% carrot juice + 95%andromed(P1),10% carrot juice + 90% andromed (P2), and 15% carrot juice + 85% andromed (P3). The variables measured were the percentage of motility, the percentage of viability, the percentage of abnormality and percentage of intact plasma membrane after dilution and after thawing. The results showed that the motility values and membrane values of the intact plasma membrane of cattle spermatozoa after dilution and post-thawing were not significantly different, but were significantly different in abnormality percentage and viability percentage. This study concluded that carrot juice could reduce the use of andromed up to 15% as a diluent in bali cattle semen.Keywords: bali cattle, motility, plasm membrane, viability, spermatozoa
Filogeni Beberapa Sapi Lokal Indonesia Menggunakan DNA Mitokondria COI (Cytochrome Oxidase Sub unit I) Anisa Wulandari; V.M. Ani Nurgiartiningsih; Kuswati Kuswati; Tri Eko Susilorini; Paskah Partogi Agung
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 2 (2019): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.833 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i2.6165

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konstruksi pohon filogeni berdasarkan keragaman DNA Mitokondria khususnya COI (Cytochrome Oxidase Sub unit I). Sampel yang digunakan yakni darah sapi PO, DNA sapi SO, sapi pesisir, sapi bali, sapi madura dan sapi pasundan masing-masing 12 sampel. Sekuen COI dianalisis menggunakan MEGA 7.0 software dengan metode bootstrapped Neighboor-Joining (NJ) 1000 kali pengulangan berdasarkan between group untuk merekonstruksi pohon filogeni. Hasil penelitian menunjukkan sapi pesisir dekat dengan sapi SO, sapi madura dan sapi pasundan tidak memiliki kekerabatan dengan sapi lokal Indonesia lainnya sehingga membentuk garis tersendiri dan sapi PO dekat dengan sapi bali.Kata Kunci: COI, DNA mitokondria, filogeni sapi lokal indonesiaABSTRACTThe purpose of this study was to obtain the construction of phylogeny trees based on the diversity of Mitochondrial DNA especially COI. The samples used were PO cattle blood, SO cow DNA, Coastal cattle, bali cattle, madura cattle, and pasundan cattle every 12 samples. COI sequences were analyzed using MEGA 7.0 software with the bootstrapped Neighbor-Joining (NJ) method 1000 repetitions based on the between groups to reconstruct the phylogeny tree. The results showed that boastal cattle close to SO cattle, madura cattle, and pasundan cattle did not have a kinship with other local Indonesian cows to form a separate line and PO cattle close to bali cattle.Keywords: mitochondrial DNA, coi, indonesian local cow, phylogeny
PENGARUH KETEPATAN WAKTU INSEMINASI BUATAN TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN KEBUNTINGAN DI KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Enike Dwi Kusumawati; Syam Rahadi; Fendi Sudianata; Dyah Lestari Yulianti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 2 (2018): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.693 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v5i2.6966

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang-Sub Dinas Unit Pelaksana Teknis IB Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Malang sebagai salah satu sentra peternakan rakyat sangat bergantung pada teknik Inseminasi Buatan tersebut. Dengan teknik ini sangat dimungkinkan untuk menghasilkan keturunan sapi yang memiliki daging unggul dengan harga jual yang lebih tinggi daripada sapi lokal, keadaan ini pada akhirnya akan membantu peningkatan ekonomi peternak. Selama pelaksanaan penelitian, input data berupa hari pelaksanaan IB, waktu birahi sapi betina dan waktu pelaksanaan IB. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan IB ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian evaluasi pelaksanaan IB di Kecamatan Gedangan menunjukkan bahwa IB yang dilakukan pada awal birahi memiliki tingkat keberhasilan sebesar 51,3%, pelaksanaan IB pada rentang waktu pertengahan birahi memiliki tingkat keberhasilan 100%, sedangkan pada  tahap akhir birahi memiliki kemungkinan terjadinya konsepsi sebesar 30%. Setelah dilakukan analisa dan penghitungan presentase, maka angka keberhasilan IB di Kecamatan Gedangan adalah 57,37% dan angka ketidakberhasilan IB mencapai 42,63%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat pengaruh  ketepatan waktu IB terhadap tingkat keberhasilan kebuntingan di Kecamatan Gedangan  Kabupaten Malang. Faktor-faktor penentu keberhasilan IB dalam hubungannya dengan ketepatan waktu IB adalah: kelainan anatomi saluran reproduksi, kelainan ovulasi, sel telur yang abnormal, sperma yang abnormal, dan kesalahan pengelolaan reproduksi.Keywords: artificial insemination, conception rate, estrus, standing heat
Kadar NPK Feses Domba Garut yang Diberi Ransum Mengandung Silase Daun Rami (Boehmeria nivea) Budi Ayuningsih; Ana Rochana; Iman Hernaman; Rahmat Hidayat; Tidi Dhalika
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 2 (2019): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.281 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i2.7106

Abstract

ABSTRAK                                                                        Penelitian bertujuan mengevaluasi ransum mengandung silase daun rami (Boehmeria nivea) terhadap kandungan BK dan NPK feses domba garut. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu R1 = 100% rumput R2 = 60%   rumput + 40% konsentrat, R3 = 30% silase daun rami + 30% rumput + 40%  konsentrat, R4 = 60% silase daun rami +40% konsentrat. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali. Data hasil penelitian dianalisis ragam dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan silase daun rami sampai tingkat 60%  dalam ransum domba garut nyata mempengaruhi BK, kadar abu dan K (P<0,05), tetapi tidak mempengaruhi kandungan N dan P feses domba. Pemberian silase daun rami sebanyak 60% dalam ransum menghasilkan kandungan abu feses tertinggi (25,49%) serta menghasilkan 33,55-40,89% BK, 2,27-2,53% N, 0,57-0,67% P dan 0,21-0,34% K. Kesimpulan, penggunaan silase daun rami sampai tingkat 60% berpotensi sebagai pupuk organik dalam menyediakan unsur N,P, dan K bagi tanaman.Kata Kunci : domba garut, daun rami, feses, NPK, silaseABSTRACTThe study aimed to evaluate the ration containing silage of Boehmeria nivea leaf on the dry matter (DM) and N, P, K content of garut sheep feces. The study used a completely randomized design (CRD) with four treatment, namely R1 = 100% grass; R2 = 60% grass + 40% concentrate; R3 = 30% silage of Boehmeria nivea leaf + 30% grass + 40% concentrate; and R4 = 60% silage of Boehmeria nivea leaf + 40% concentrate. Each treatment was repeated five times. The data obtained were analyzed by variance of analysis and continued with Duncan's multiple range test. The results showed that the use of Boehmeria nivea leaf silage up to 60% in garut sheep ration significantly affected the dry matter (DM), ash, and K content (P <0.05), but did not affect the N and P content of sheep feces. Giving silage of Boehmeria nivea leaf up to 60% in the ration produced the highest fecal ash content (25.49%), 33.55-40.89% DM, 2.27-2.53% N,0.57-0.67% N and 0.21-0.34% K. This research concludes that the use of Boehmeria nivea leaves silage up to 60% has the potential as an organic fertilizer in providing N, P, and K elements for plants.Keywords: Boehmeria nivea leaves, feces, garut sheep, NPK, silage
Review: Peluang Pengembangan Imbuhan Pakan Fitogenik Sebagai Pengganti Antibiotika dalam Ransum Ayam Pedaging di Indonesia Cecep Hidayat; Rahman Rahman
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 2 (2019): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.19 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i2.7139

Abstract

ABSTRAK                                                            Seiring dengan telah dilarangnya penggunaan antibiotic growth promotor (AGP) dalam pakan oleh pemerintah Indonesia, maka pencarian pengganti AGP mejadi penting saat ini. Imbuhan pakan fitogenik menjadi salah satu pengganti AGP potensial. Makalah ini ditulis untuk mengungkap peluang pengembangan imbuhan pakan fitogenik sebagai pengganti AGP dalam ransum ayam pedaging di Indonesia. Metode penulisan makalah dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahapan pertama, tahap persiapan, dilakukan dengan mengumpulkan dan membaca jurnal, makalah prosiding, buku yang diperoleh dari hasil dari pencarian  pada internet. Dilanjutkan dengan memilih dan menentukan jurnal hasil penelitian, makalah ilmiah pada prosiding, buku terkait dengan topik yang sudah ditentukan. Tahapan ke dua, penyusunan outline makalah yang akan ditulis, dimana pada tahapan ini untuk menentukan skema berfikir penulis terkait dengan topik yang akan di bahas. Tahapan ke tiga, mengembangkan kerangka makalah dengan menggunakan literatur ilmiah, teori, hasil penelitian yang sudah diperoleh. Tahapan ke empat, pemeriksaan terhadap isi makalah yang sudah ditulis, baik secara substansi maupun redaksional. Berdasarkan studi pustaka yang dilakukan disimpulkan bahwa imbuhan pakan fitogenik dari berbagai jenis tanaman potensial digunakan sebagai pengganti AGP dalam pakan ayam pedaging. Kebutuhan akan daging ayam nasional yang semakin tinggi setiap tahunnya, menjadi peluang betapa besarnya pasar akan kebutuhan pengganti AGP di Indonesia. Sinergisme antara lembaga penelitian-perguruan tinggi dengan pelaku industri pakan dan imbuhan pakan menjadi penopang utama dalam pengembangan imbuhan pakan fitogenik di Indonesia.Kata Kunci: imbuhan pakan fitogenik, ayam pedagingABSTRACTKeywords: pytogenic feed additive, broiler chicken The use of antibiotic growth promoter (AGP) in feed has been banned by the Indonesian government. Therefore, the search for alternative AGP continues to be carried out. The addition of phytogenic is one of the potential alternatives because it has the same ability as AGP. This paper was written to reveal the opportunities for developing phytogenic feed additives as a substitute for antibiotics in broiler diet in Indonesia. The method of writing this paper was done in several stages. The first stage, the preparation, is done by searching and reading journals, proceedings, books obtained from the internet. The second method is the preparation of the outline of the paper to be written, to determine the author's thinking scheme related to the topic to be discussed. The third method is developing a framework of thought by using scientific literature obtained and read before. Fourth method is examination of the contents of papers that have been written, both substantially and editorially. Based on the literature study, it was concluded that the phytogenic feed additives from various types of plants should be considered as a substitute for AGP in broiler diet.  The need for national chicken meat which is getting higher every year becomes an opportunity for how big the market will be for AGP's replacement in Indonesia. Synergism between university-research institutions and feed industry is the main support in developing phytogenic feed additives in Indonesia.Keywords: pytogenic feed additive, broiler chicken
Keragaan Ukuran Dimensi Tubuh Hasil Persilangan Ayam Petelur dan Bangkok pada Fase Starter Muhammad Amrullah Pagala; La Ode Nafiu; Sri Maharani
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 2 (2019): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.874 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i2.7140

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ukuran dimensi tubuh hasil persilangan resiprokal ayam petelur dan bangkok fase starter. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 120 ekor ayam yang terdiri atas 60 ekor ayam PB (jantan petelur x betina bangkok) dan 60 ekor ayam BP (jantan bangkok x betina petelur). Data pengukuran ditabulasi, dianalisis secara deskriptif dan menggunakan Uji T. Parameter yang diamati adalah bobot badan, panjang badan, panjang rentang sayap, pertumbuhan dan lingkar dada. Hasil penelitian diperoleh secara umum pertambahan bobot badan, panjang badan, panjang shank, panjang rentang sayap, lingkar dada dan pertumbuhan ayam BP lebih besar dibandingkan ayam PB.Kata Kunci: ayam bangkok,.ayam petelur, resiprokal, ukuran tubuhABSTRACTThis study aimed to determine the characteristics of chicken body sizes resulted from reciprocal crossbreeding of laying hens and bangkok chicken on starter phase. The materials were 120 chickens including 60 chickens PB (male layer chicken x female bangkok chicken) and 60 BP chickens (bangkok rooster x female layer chicken). Measurement data were tabulated, analyzed descriptively and T-Student.  The parameters observed were body weight, body weight, body length, chest circumference, beak length, and wing pan length. The result showed that generally, body weight, body length, shank length, length of wing span, chest circumference and body weight gain of BP (bangkok rooster x female layer chicken) were greater than PB (layer chicken rooster x bangkok female).Keywords: bangkok chicken, body size, laying chicken, reciprocal
Motilitas dan Vabilitas Spermatozoa Ayam Kampung pada Suhu 5°C Menggunakan Pengencer dan Lama Simpan yang Berbeda Enike Dwi Kusumawati; Selvinus Lawu Woli; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Waluyo Edi Susanto; Syam Rahadi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 3 (2018): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.209 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v5i3.7242

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam kampung pada suhu 5oC menggunakan pengencer dan lama simpan yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan pengencer ringer lactat solution, air kelapa dan tanpa pengencer serta lama simpan 0, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, masing-masing diulang 10 kali. Variabel yang diamati yaitu motilitas dan viabilitas spermatozoa. Analisa data yang digunakan adalah analisis varian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa motilitas dan viabilitas spermatozoa menggunakan pengencer ringer lactat solution lebih tinggi (P<0,01) serta dapat bertahan sampai lama simpan 24 jam dibandingkan air kelapa dan tanpa pengencer. Adapun nilai motilitas ringer lactat solution, air kelapa dan tanpa pengencer pada lama simpan 24 jam masing-masing sebesar 43,5±17,17%; 8±4,83%; 6,5±2,4%, sedangkan nilai viabilitasnya sebesar 83,2±7,25%; 64,6±3,20%; dan 63,1±2,33%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ringer lactat solution lebih baik dibandingkan air kelapa dan tanpa pengencer dalam mempertahankan kualitas semen ayam kampung pada suhu simpan 5oC sampai lama simpan 24 jam.Kata Kunci : air kelapa, ayam kampung, motilitas, spermatozoa, viabilitas  ABSTRACTThis study was conducted to determine the motility and viability of spermatozoa of Native chickens at 5oC using different diluents and time storage. The method used in this study was laboratory research using Factorial Completely Randomized Design with ringer lactate solution, coconut water and without diluent at 0, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30 hours of time storage each repeated 10 times. The variables observed were motility and viability of sperm. Data analysis used is variance analysis. The results of data analysis showed that the motility and viability of spermatozoa using ringer lactate solution diluents was higher (P <0.05) than coconut water and without diluents. The motility values of ringer lactat solution, coconut water and without diluents were 43,5±17,17%; 8±4,83%; 6,5±2,4% respectively, while the viability values were 83,2±7,25%; 64,6±3,20% and 63,1±2,33%. The conclusion of this study is that ringer lactat solution is better than coconut water an without diluents in maintaining the quality of Native chicken semen at a storage temperature of 5oC until 24 hours.Keywords: coconut water, motility, native chicken, sperm, viability
Integrasi Pertanian, Kehutanan, dan Peternakan (Agrosilvopastural) di Wilayah DAS Laeya Kabupaten Konawe Selatan Deki Zulkarnain; Kahirun Kahirun; Mukhtar Mukhtar; Abdi Abdi; La Ode Jabuddin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 1 (2019): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.88 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i1.6967

Abstract

 ABSTRAK Konsep agrosilvopastural merupakan salah satu komponen dari konsep agroforestri, yakni pengkombinasian antara komponen pertanian dengan kehutanan dan peternakan/hewan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi  jenis usaha agrosilvopastural, (2) menganalisis karakteristik pelaku usaha agrosilvopastural dan (3) menganalisis keragaan usaha agrosilvopastural di wilayah sekitar DAS Laeya. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat yang bermukim di wilayah hulu dan hilir DAS Laeya dengan jumlah 51 rumah tangga. Analisis yang digunakan dalam kajian ini analisis deskriptif, pendapatan, analisis R/C-ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Jenis usaha agrosilvopastural di wilayah sekitar DAS Laeya Kabupaten Konawe Selatan meliputi; (a) Tanaman pangan, palawija, dan hortikultura (semusim), yang terdiri dari;  padi ladang, padi sawah, jagung, cabai, serta jenis sayur-sayuran dan buah-buahan, (b) Tanaman perkebunan (tahunan) yang terdiri dari; jambu mete, lada, dan kelapa sawit, (c) Tanaman kehutanan yang terdiri dari; jati lokal, jati putih, jabon, dan kayu biti, dan (d) Peternakan yang terdiri dari; sapi bali, unggas lokal, dan kambing. Berdasarkan hasil analisis R/C ratio dan B/C ratio, bahwa usaha agrosilvopastural di wilayah hulu dan hilir DAS Laeya Kabupaten Konawe Selatan layak untuk dijadikan sebagai objek pengembangan usaha agrosivopastural, dengan rata-rata nilai R/C ratio sebesar 4,02 dan B/C ratio sebesar 3,02.Kata kunci:  integrasi pertanian, kehutanan, peternakanABSTRACTThe agrosilvopastural concept is one component of the concept of agroforestry, namely the combination of agricultural components with forestry and livestock / animal. This study aims to: (1) identify the type of agrosilvopastural business, (2) analyze the characteristics of agrosilvopastural business actors and (3) analyze the performance of agrosilvopastural businesses in the area around the Laeya watershed. Respondents in this study were people living in the upstream and downstream areas of the Laeya watershed with a total of 51 households. The analysis used in this study was descriptive analysis, income, R/C-ratio analysis. The results showed that: Types of agrosilvopastural businesses in the area around the Laeya watershed in South Konawe Regency include; (a) Food crops, secondary crops and horticulture (annuals), which consist of; field rice, paddy rice, corn, chili, and types of vegetables and fruits, (b) Plantation crops (annual) consisting of; cashew, pepper, and oil palm, (c) Forestry plants consisting of; local teak, white teak, jabon, and biti wood, and (d) Livestock consisting of; Bali cattle, local poultry, and goats. Based on the results of the  /C ratio and B/C ratio, that the agrosilvopastural effort in the upstream and downstream areas of the Laeya watershed in Konawe Selatan Regency is feasible to be used as an object of developing agro-ventricural enterprises, with an average R / C ratio of 4.02 and B / C ratio of 3.02.Keywords: integration of agriculture, forestry. livestock
Karakteristik Tanaman Sorghum Green Fodder (SGF) Hasil Penanaman Secara Hidroponik yang Dipanen Pada Umur yang Berbeda Teguh Wahyono; Husnul Khotimah; Widhi Kurniawan; Dedi Ansori; Anna Muawanah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 2 (2019): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.939 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i2.5722

Abstract

Tanaman sorgum yang dibudidayakan secara hidroponik dapat disebut dengan sorghum green fodder (SGF). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi performa pertumbuhan, profil nutrisi dan kecernaan in vitro tanaman sorgum hasil budidaya hidroponik yang dipanen pada umur yang berbeda. Perlakuan penelitian meliputi SGF yang dipanen pada hari ke 7, 8, 9 dan 10. Pada pengamatan kecernaan in vitro, keempat perlakuan SGF dibandingkan dengan rumput lapangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat pengulangan. Parameter yang diamati adalah performa pertumbuhan, profil nutrisi, produksi gas dan produk fermentasi rumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SGF 10 menghasilkan tinggi tanaman dan berat segar tertinggi (P<0,05) namun tidak berbeda nyata dengan SGF 9. Kandungan protein kasar SGF lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P<0,05). SGF menghasilkan produksi gas total yang lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P<0,05). Akan tetapi, SGF 10 menghasilkan produksi CH4 yang tinggi. Nilai energi termetabolis (EM) dan kecernaan bahan organik (KcBO) keempat perlakuan SGF terlihat lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola pertumbuhan, profil nutrisi dan kecernaan in vitro SGF semakin meningkat seiiring dengan meningkatnya umur pemanenan. Umur panen SGF yang terbaik adalah pada hari ke-9.
Review: Hidrogen Sianida dan Implikasinya pada Ternak Yanuartono Yanuartono; Soedarmanto Indarjulianto; Alfarisa Nururrozi; Hary Purnamaningsih
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 2 (2019): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.088 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i2.5638

Abstract

ABSTRAK                                                            Sejumlah besar tanaman hijauan banyak mengandung glikosida sianogenik dandapat  dirombak menjadi hidrogen sianida (HCN) yang bersifat toksik. Hidrogen sianida dapat menyebabkan keracunan pada manusia dan hewan.Konsentrasi HCN dalam hijauan dapat diturunkan melalui beberapa metode pengolahan seperti pengupasan, pengeringan, fermentasi, pemotongan dan penyimpanan.Gejala klinis keracunan HCN pada ruminansia dapat berupa peningkatan pulsus, sesak nafas, lemas, tremor, dilatasi pupil, kembung dan dapat menyebabkan kematian. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian sodium nitrit dan sodium tiosulfat melalui injeksi intravena.Kata Kunci : glikosida sianogenik, keracunan klinis, intravenaABSTRACTA large number of forage contains cyanogenic glycosides which will be degraded into hydrogen cyanide (HCN) which are toxic. Hydrogen cyanide can cause poisoning in both animals and humans. Hydrogen cyanide concentration in the forage can be reduced through several methods of feed processing. The processing includes stripping, drying, fermentation, soaking, chopping, and storing. Clinical symptoms of HCN poisoning in ruminants are increased pulse, difficulty of breathing, weakness, tremors, pupil dilatation, bloating, and can lead to death. Treatments can be performed by administering sodium nitrite and sodium thiosulfate by intravenous injection.Keywords: cyanogenic glycosides, clinical poisoning, intravenous