Articles
279 Documents
Aktivitas antibakteri ekstrak n-heksana dan etanol biji anggur terhadap Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes
Vilya Syafriana;
Fathin Hamida;
Elsa Vera Nanda;
Nurul Laili;
Aslamiyah Putri
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/psb.v6i1.15224
Biji anggur diketahui mengandung senyawa fenolik yang tinggi. Kandungan senyawa tersebut berpotensi sebagai antibakteri. Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes merupakan bakteri komensal pada kulit manusia yang dapat bersifat oportunistik. Kedua bakteri tersebut tergolong bakteri Gram positif yang dapat menyebabkan jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan n-heksana dari biji anggur terhadap bakteri S. epidermidis dan P.acnes. Biji anggur diperoleh dari buah anggur segar yang dibeli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Ekstrak biji anggur dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana dan etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana biji anggur dapat menghambat pertumbuhan S. epidermidis dan P. acnes pada konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40%. Nilai Diameter Daya Hambat (DDH) dari esktrak etanol 70% biji anggur memiliki daya hambat yang lebih besar dibandingkan dengan ekstrak n-heksana, baik pada S. epidermidis ataupun P. acnes.
Otomatisasi penyusunan kunci identifikasi dengan delta-system: suatu contoh untuk flora pohon dari hutan montana Bedugul-Bali
Arief Priyadi
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/psb.v6i1.15804
Data inventarisasi menjadi dasar dalam manajemen kekayaan flora Indonesia. Identifikasi merupakan hal mendasar untuk mendapatkan identitas suatu spesimen tumbuhan, terkait dengan banyak aspek botani selanjutnya. Dokumen inventarisasi flora pada umunya dilengkapi dengan kunci identifikasi dan deskripsi. Identifikator dituntut untuk memiliki dasar pengetahuan yang kuat terkait istilah-istilah identifikasi tumbuhan untuk dapat menggunakannya. Sayangnya, dewasa ini identifikator tumbuhan semakin terbatas dan minat generasi muda dalam bidang ini semakin berkurang. Komputerisasi kunci identifikasi dan deskripsi dapat menjadi solusi untuk bermacam permasalahan tersebut. Dalam artikel ini, penulis memberikan contoh otomatisasi penyusunan kunci identifikasi (konvensional dan interaktif) sekaligus deskripsi tiap takson (level genus). Daftar takson yang digunakan ialah daftar jenis pohon dari hutan montana Bedugul—Bali, dan daftar karakter diekstrak dari sebuah buku tentang karakter morfologi tumbuhan. Komputerisasi kunci identifikasi tumbuhan dan deskripsi takson dilakukan dengan perangkat lunak Delta System, terdiri atas Delta Editor untuk editing matriks takson dan karakter serta Delta Intkey untuk menampilkan kunci identifikasi interaktif. Sebanyak 53 genus berhasil disajikan sebagai terminal takson pada kunci identifikasi bertakik (konvensional) dengan memanfaatkan 17 karakter morfologi. Pada tampilan kunci identifikasi interaktif, daftar karakter dapat diurutkan berdasarkan nilai koefisien separasi. Hasil studi ini mendemostrasikan bahwa komputerisasi penyusunan kunci identifikasi dan deskripsi memungkinkan pengguna untuk fokus pada daftar takson dan karakter, untuk selanjutnya komputer yang akan mengerjakan tampilan keluarannya.
Dry Leave Cremation Processor (alat pengolah sampah organik berbasis krematorium penghasil abu biokompos organik bebas asap)
Chyntia Silvi Yanti Hasan;
Intania Novanti Hutama;
Dahliatul Qosimah
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/psb.v6i1.16828
Dry Leaves Cremation Processor (DLCP) adalah inovasi tempat pembakaran sampah yang aman terhadap lingkungan. Tempat mengolah ini dirancang sedemikian rupa untuk menampung dan memproses pembakaran sampah berjenis organik di Universitas Brawijaya. Sampah yang telah dibakar akan menjadi abu. Asap yang dihasilkan dari pembakaran disalurkan ke penampungan asap yang dilengkapi penyaringan dari pasir penyerap asap sehingga akan mengurangi emisi gas buang. Abu yang didapat dari sisa pembakaran digunakan sebagai campuran kompos atau yang bisa disebut pupuk abu biokompos organik. Pengelolaan tersebut kemudian diujikan ke tanaman pertanian yang menjadi ikon perguruan tinggi Malang, yaitu bayam merah. Uji atas keefektifan pupuk abu biokompos organik melalui pertumbuhan dari bibit bayam merah. Dua tindakan tersebut melalui DLCP mampu mengolah sampah organik dan mereduksi volume sampah. Sehingga, kondisi tempat penampungan sampah sementara di Universitas Brawijaya tidak akan mengalami penimbunan volume sampah yang dapat menyebabkan terganggunya aktivitas belajar mengajar. DLCP juga mendukung Program Perguruan Tinggi Adiwiyata. Kefektifan DLCP akan menunjang manajemen pengolahan sampah di Universitas Brawijaya.
Uji pendahuluan perbaikan kadar hidrasi kulit dengan intervensi krim plasenta domba pada lansia
Yohanes Firmansyah;
Sukmawati Tansil Tan
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/psb.v6i1.15760
Meningkatnya angka harapan hidup berdampak terhadap peningkatan permasalahan kesehatan salah satunya adalah permasalahan kulit kering. Salah satu alternatif modern dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah menggunakan krim ekstrak plasenta domba yang kaya akan bahan aktif untuk memperbaiki integrasi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan efektivitas krim plasenta domba terhadap perbaikan kadar hidrasi kulit khususnya pada kelompok lansia. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental, dengan metode pengambilan sampel berupa total sampling. Penelitian dilakukan di Panti STW RIA Pembangunan Cibubur pada periode September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 responden pertama yang mengikuti penelitian eksperimental ini diketahui mengalami peningkatan kadar hidrasi kulit (90%) antara awal intervensi dengan akhir intervensi sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pelembab dari ekstrak plasenta domba terbukti dapat meningkatkan kadar hidrasi kulit lansia setelah pemakaian selama 3 minggu.
Pengaruh tata guna lahan, tipe vegetasi riparian, dan sumber pencemar terhadap kualitas air Sungai Winongo di Daerah Istimewa Yogyakarta
Runchly Kudubun;
Kisworo Kisworo;
Djoko Rahardjo
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/psb.v6i1.15902
Sungai Winongo merupakan salah satu sungai yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sungai ini memiliki peran secara ekologis, biologis dan ekonomis yang sangat berpengaruh bagi manusia. Vegetasi riparian merupakan vegetasi yang tumbuh di sempadan sungai dengan memiliki fungsi untuk menjaga kualitas air, konservasi alami dan sebagai tempat berlindung habitat sungai. Tata guna lahan di sekitar Sungai Winongo dapat memberikan dampak buruk terhadap vegetasi riparian dan dapat memengaruhi kualitas air sungai. Dampak dari tata guna lahan yang tidak tepat guna yaitu banyak ditemukan saluran pembuangan limbah yang menjadi sumber pencemar disekitar sungai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tata guna lahan, tipe vegetasi riparian dan sumber pencemar terhadap kualitas air Sungai Winongo. Diketahui bahwa tipe vegetasi riparian di Sungai Winongo di dominasi oleh Famili Poaceae. Kualitas air Sungai Winongo pada parameter nitrat dan fosfat telah melebihi standar baku mutu berdasarkan pada Pergub DIY No. 20 tahun 2008. Hasil perhitungan indeks pencemar menunjukan kualitas air Sungai Winongo termasuk dalam kategori cemaran ringan. Secara kualitatif tata guna lahan dan sumber pencemar memiliki pengaruh secara langsung terhadap kualitas air. Tipe vegetasi riparian memiliki hubungan yang kuat (sig < 0,05) dengan pola korelasi negatif terhadap parameter debit air, suhu, kekeruhan, pH, DO dan nitrat. Kemudian untuk parameter kedalaman, kecerahan, TDS, TSS dan fosfat memiliki hubungan yang sangat kuat (sig < 0,01) dengan pola korelasi negatif terhadap tipe vegetasi riparian.
Keanekaragaman mangrove sejati di pulau Timor dan Rote Nusa Tenggara Timur
Jamaludin Jamaludin;
Andi Ernawati;
Irwan Irwan;
Syahribulan Syahribulan
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/psb.v6i1.15571
Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran vital baik secara ekologis maupun ekonomis. Inventarisasi jenis mangrove sejati dilakukan di empat lokasi yaitu di kawasan pesisir Kakuluk Mesak dan Teluk Gurita Kabupaten Belu, kawasan pesisir Kecamatan Insana Utara Kabupaten TTU serta kawasan pesisir Desa Ba’adale Kabupaten Rote Ndao. Inventarisasi dilakukan dengan metode eksploratif (jelajah). Pengawetan sampel dilakukan dengan metode kering semi-basah. Dokumentsi foto diambil secara close up pada bagian tanaman yang menjadi kunci identifikasi. Hasil inventarisasi diperoleh 24 jenis mangrove sejati dari empat lokasi penelitian.
Kemampuan klinis neutrophil lymphocyte ratio (NLR) pada kehamilan sebagai prediktor preeklamsia
Rendy Singgih;
Yohanes Firmansyah;
Andriana Kumala Dewi
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/psb.v6i1.15886
Preeklamsia adalah bagian dari spektrum hipertensi yang terjadi selama dalam periode kehamilan terutama ketika usia kehamilan 20 minggu atau lebih. Preeklamsia memiliki dampak yang luas tidak hanya bagi wanita hamil, namun juga kepada janin yang dikandungnya. Dikatakan bahwa pada preeklamsia terjadi peningkatan stimulasi inflamasi dan respon imun abnormal sehingga nilai darah rutin meningkat. Nilai NLR dilaporkan pada beberapa penelitian meningkat terutama pada kejadian preeklamsia. Dilakukan studi analisis observasional potong lintang yang melibatkan 924 responden wanita hamil dari periode Januari-Desember 2019 di RSUD Cimacan, Cianjur. Analisis uji statistik perbedaan rerata antara dua kelompok dan uji prediksi nilai NLR antara kelompok wanita hamil normal sebanyak 838 orang dibandingkan dengan kelompok wanita hamil dengan preeklamsia sebanyak 86 orang. Dari hasil uji statistik mengenai perbedaan rerata 2 kelompok, didapatkan nilai NLR bermakna (p: 0,004). Kemudian nilai NLR diuji kembali dengan metode ROC Cuve, hasil AUC pada nilai variabel tersebut didapatkah hasil berupa (AUC: 0,595/nilai p: 0,035). Meskipun terdapat perbedaan rerata NLR pada kedua kelompok, namun kemampuan NLR dalam memprediksi kejadian kehamilan dengan preeklamsia sangatlah rendah.
Keanekaragaman genus bambu (Poaceace: Bambusoideae) di Indonesia
Alin Liana
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/psb.v6i1.15539
Bambu merupakan tanaman yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang sangat strategis bagi masyarakat. Hal ini sebanding dengan keanekaragamannya yang melimpah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan data keanekaragaman genus bambu yang terdapat di Indonesia berdasarkan hasil penelitian para ahli. Data diperoleh melalui studi literatur dengan membatasi pada artikel ataupun buku yang terbit antara tahun 2000 sampai 2020. Hasil penelusuran pustaka diketahui terdapat 22 genus bambu yang tersebar luas di wilayah Indonesia. Genus dengan spesies terbanyak berturut-turut adalah Gigantochloa, Dinochloa, Bambusa, dan Schizostachyum. Wilayah Indonesia dengan sebaran genus terbanyak adalah Pulau Jawa, Bali, Sulawesi, dan Kepulauan Sunda Kecil. Jika dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya, terdapat peningkatan jumlah genus bambu sebanyak 12 genus.
Pengaruh kitosan terhadap produksi saponin kultur kalus daun ginseng jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.)
Rizki Wijaya;
Ratih Restiani;
Dwi Aditiyarini
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/psb.v6i1.15858
Ginseng jawa (Talinum paniculatum) potensial untuk dikembangkan sebagai bahan obat karena mengandung saponin ginsenosida yang mirip dengan ginseng korea (Panax ginseng). Penerapan elisitasi pada kultur in vitro merupakan salah satu teknologi yang mumpuni untuk meningkatkan produktivitas saponin T. paniculatum secara efisien. Kitosan merupakan elisitor biotik yang sering digunakan dalam elisitasi karena mampu meningkatkan produksi metabolit sekunder langsung pada enzim kunci terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kitosan dan waktu inkubasi terhadap biomassa kalus dan produksi saponin kultur kalus T. paniculatum. Produksi kalus T. paniculatum dilakukan pada media MS dengan kombinasi 2,4-D 2 mg/L dan kinetin 3 mg/L. Elisitasi dilakukan pada kalus yang telah memasuki fase stasioner dengan variasi interkasi perlakuan konsentrasi kitosan 0, 50, 100, dan 150 mg/L dan waktu inkubasi 0, 3, 5, dan 7 hari (n = 3). Kalus kering hasil elisitasi diekstraksi dengan etanol 96% dan diuji secara semi-kuantitatif menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT). Biomassa kalus terelisitasi pada berbagai variasi konsentrasi kitosan dan waktu inkubasi (0,056-0,072) tidak berbeda signifikan dibandingkan kontrol (0,054). Luas noda saponin KLT terbesar (0,495 cm2) dihasilkan pada perlakuan konsentrasi kitosan 50 dan 100 mg/L selama 7 hari. Melalui penelitian ini, diketahui bahwa perlakuan elisitasi kitosan dan waktu inkubasi tidak mempengaruhi pertumbuhan kalus daun T. paniculatum. Produksi saponin tertinggi dihasilkan pada perlakuan elisitasi kitosan 100 mg/L selama 7 hari. Penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam peningkatan produksi saponin T. paniculatum
Salmonella typhi bakteri penyebab demam tifoid
Fairuza Imara
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/psb.v6i1.14264
Salmonella typhi adalah salah satu bakteri Gram negatif yang menyebabkan demam tifoid. Demam tifoid sangat endemik di Indonesia. Hal ini terjadi terus menerus di seluruh daerah dengan angka morbiditas 157/100.000 penduduk di daerah semiperkotaan. S. typhi mempunyai keanekaragaman genetik yang dapat ditunjukkan dengan adanya perbedaan sensitivitas terhadap antibiotik yang menggambarkan adanya perbedaan profil plasmid, demikian pula dengan adanya perbedaan ribotyping dari setiap strain yang berasal dari daerah yang berbeda. Dengan diketahuinya keanekaragaman genetik strain bakteri S.typhi dapat digunakan sebagai dasar untuk melacak epidemiologi dari kasus demam tifoid. Di samping itu dengan adanya keunikan-keunikan sifat yang dimiliki oleh strain bakteri tersebut dapat digunakan sebagai dasar identifikasi dan klasifikasinya.