cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal
ISSN : 25285149     EISSN : 24607819     DOI : -
Core Subject : Science,
Journal of Business and Management Application (JABM) published articles in the field of business and management applications such as business strategy management, financial management, human resources and organization, business value chain and other issues in the field of business and management. This scientific journal is published by School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB) associated with Indonesian Alliance of Magister Management Program (APMMI). JABM began the publication in August 2015 with a frequency of three times a year. Starting in 2016, JABM will be published in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 687 Documents
Strategi Pengembangan Bisnis CV. MSA di Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Muhammad Devrian Adi Putra; Heny K Suwarsinah; Tanti Novianti
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 5 No. 3 (2019): JABM Vol. 5 No. 3, September 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.3.478

Abstract

Textiles industry are one of the largest non-oil and gas commodities produced for export markets segment in Indonesia, these industries create more jobs availability in Indonesia. West Java province is home for many textile industries, Majalaya, one of West Java region well-known for its textile industry products. CV MSA factory located in Majalaya is textile company that specifically produces semi-finished woven fabrics. It is necessary for CV MSA company currently to develop new strategies to increase its capabilities related to increasing productivity and expanding its market segments. Business Model Canvas used as a basis to identify the business model. This research conducted for three months from August until October 2018 by using several internal company data, and summarized into nine business elements in business model canvas (BMC), then break it down into SWOT analysis. Data gathering conducted by observation, in-depth interviews, surveys, FGD, and literature studies. The research sample method was purposive sampling. This research used BMC to identify the business condition and finding internal & external factors. SWOT analysis used for every business model canvas element. All elements used to design the business model canvas for the future business model. Based on elements of business in CV MSA, the managerial implications resulted in six alternative strategies. Keywords: business model canvas, swot, textiles, wovenAbstrak: Industri tekstil di Indonesia adalah salah satu penghasil komoditas ekspor non- migas terbesar Indonesia, industri ini mendorong meningkatnya ketersediaan lapangan kerja di Indonesia. Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki banyak industri tekstil, Majalaya salah satu dari wilayah di Jawa Barat yang dikenal sebagai penghasil produk tekstil.CV MSA yang berlokasi di Majalaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang tekstil yang secara spesifik mengolah benang menjadi kain tenun setengah jadi. Perusahaan membutuhkan pengembangan usaha yang terkait dengan peningkatan efektifitas perusahaan dan penambahan segmen pasar.Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi model bisnis CV MSA menggunakan BMC. Penelitian ini menggunakan data yang dirangkum dalam sembilan elemen bisnis yang terdapat pada model bisnis kanvas yang selanjutnya di jabarkan pada analisis SWOT, data yang diambil dalam rentang waktu tiga bulan dari bulan Agustus hingga bulan Oktober 2018. Hasil penelitian yang dihasilkan melalui model bisnis kanvas perbaikan menunjukkan perusahaaan mampu mengembangkan segmen pasar serta melakukan diversifikasi dalam implementasi operasional yang mampu menghasilkan laba bagi perusahaan.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan sembilan elemen dalam bisnis model kanvas CV MSA, implikasi manajerial yang dapat dilakukan oleh manajemen terdiri dari enam macam alternatif strategi. Kata kunci: bisnis model kanvas, swot, tekstil, tenun
Strategi Pengembangan Pengelolaan Pasar Oleh Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya: Pendekatan Bisnis Model Kanvas Khairunnisa Khairunnisa; Arief Daryanto; Kirbrandoko Kirbrandoko
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 5 No. 3 (2019): JABM Vol. 5 No. 3, September 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.3.501

Abstract

Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) is the company that manages the traditional market in the city of Bogor. The presence of the modern retail industry, the existence of society's stigma, and various problems have stalled the development of traditional markets. PDPPJ needs the right business model to achieve its vision and mission and develop its future business. An approach that suitable to evaluate PDPPJ’s problem is the business model canvas. The approach will be able to evaluate the existing PDPPJ business model. The objective of the study is to identify and map the current PDPPJ canvas business model, evaluate elements of business models with strength, weakness, opportunity, and threat (SWOT) analysis, and design the development of canvas business models. In addition, the research was conducted based on the traders’ and buyers’ perspectives concerning the services provided by PDPPJ. Another evaluation method was benchmarking analysis. The results of the two analyses were used as supporting data to develop the strategy based on the canvas business model at PDPPJ. The results of the study show that PDPPJ needed to give special attention to each element of its business model. PDPPJ might take advantage of existing opportunities to improve the quality of its services according to customer needs.Keywords: benchmarking, BMC, customer perception, SWOT, traditional marketAbstrak: Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) merupakan pengelola pasar tradisional di Kota Bogor. Hadirnya industri ritel modern, stigma masyarakat, serta berbagai permasalahan menyebabkan sulitnya pasar tradisional untuk berkembang. Agar dapat berkembang, PDPPJ membutuhkan model bisnis yang tepat guna mencapai visi dan misi perusahaan. Salah satunya dengan menggunakan pendekatan business model canvas (BMC) untuk mengetahui mengevaluasi model bisnis yang dijalankan oleh perusahaan agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan model bisnis kanvas PDPPJ saat ini, mengevaluasi elemen model bisnis dengan analisis strength, weakness, opportunity, dan threat (SWOT), serta membuat desain pengembangan model bisnis kanvas. Selain itu, dilakukan penelitian pandangan pedagang dan pembeli terhadap layanan yang diberikan oleh PDPPJ, serta analisis benchmarking. Hasil kedua analisis tersebut digunakan sebagai data pendukung dalam membuat desain strategi pengembangan model bisnis kanvas di PDPPJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDPPJ perlu memberikan perhatian khusus pada tiap-tiap elemen model bisnisnya, terutama pada elemen key activities dan key resources. PDPPJ dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan kualitas layanannya sesuai dengan kebutuhan pelanggan.Kata kunci: benchmark, model bisnis kanvas, pasar tradisional, persepsi pelanggan, model bisnis kanvas
NETWORK DESIGN DECISION IN A CLOSED LOOP SYSTEM: LESSON LEARNED FROM ELECTRICITY DISTRIBUTION POLICY IN INDONESIA Hidajat Hendarsjah; Wisnu Untoro; Reza Rahardian
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.218

Abstract

The article described the difficulty to spot specific suppliers that feed the targeted customers in a closed-loop supply chain. When managers had difficulties in identifying the role of suppliers in a supply chain network, several possible situations might appear, such as redundant supply that led to both over and undersupply situations. The article also portrayed a course of an evaluative process underlies the network design decisions in a closed-loop electricity supply system. The case research, as presented in the article, was based on an archival data examination, literature review, structured interviews, and observations on the field operations of the electricity distribution system in Indonesia’s main islands. The research findings revealed that the distribution network within the closed-loop supply chain system was suggested to implement two stages decisions; started with local optimization analysis and followed by unified solution among all local optimal solutions. Such an approach arguably would reduce redundant supply as well as minimizing both over and undersupply in the system. For practical implications the article demonstrated the possibility of drawing the false conclusion when transmission costs were ignored in the supply chain-design decision analysis, as exhibited in the Indonesia electricity supply network. Keywords: case research, closed loop supply chain, distribution channel, supply chain management, supply network Abstrak: Artikel ini menjabarkan kompleksitas yang dihadapi oleh para manajer ketika menetapkan konfigurasi pemasok yang dapat memenuhi permintaan konsumen dalam suatu sistem rantai pasokan tertutup. Masalah spesifik yang dihadapi oleh para manajer pada situasi tersebut adalah urusan pasokan berlebih maupun pasokan yang defisit. Untuk mengendalikan masalah-masalah tersebut artikel ini juga mendeskripsikan perlunya proses evaluatif dalam pengambilan keputusan pada sistem rantai pasokan tertutup. Demi mendapatkan solusi tersebut, penelitian berbasis kasus digunakan untuk mengelaborasi proses pengambilan keputusan yang dapat menghasilkan luaran yang efektif secara sistemik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan dua tahap, yang diawali dengan optimasi di wilayah-wilayah regional dan diikuti dengan penyatuan optimasi untuk seluruh sistem rantai pasokan tertutup dapat mengurangi terjadinya pasokan berlebih maupun pasokan yang defisit. Pada tataran implikasi praktis, artikel ini juga mengulas terdapatnya peluang bagi para manajer untuk salah menyimpulkan tentang kualitas kinerja suatu sistem rantai pasokan tertutup, ketika mereka mengabaikan biaya transmisi, sebagaimana dihadapi pada jaringan distribusi listrik di Indonesia. Kata kunci: case research, closed loop supply chain, distribution channel, supply chain management, supply network
THE INFLUENCE OF TECHNOLOGY READINESS ON BEHAVIORAL INTENTION (CASE STUDY OF ONLINE TRANSPORTATION IN INDONESIA AND THAILAND) Ribka Cynthia Munthe; Jono M Munandar; Muhammad Syamsun
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.207

Abstract

One of the popular technology-based services is online transportation. The company provides transportation services that can be accessed through an application on a smartphone. Therefore, the technology readiness of consumers needs to estimate the perception and behavior of the consumer. This research compared online transportation in Indonesia and Thailand by identifying the characteristics and technology readiness of online transportation consumers and the influence of technology readiness towards behavioral intention. This research was conducted in Indonesia and Thailand by a survey on 500 university students who were the online transportation consumers. The study used descriptive analysis and Partial Least Squares (PLS) analysis. Data processing used Mirosoft Excel 2010 software and SMART PLS. The results showed that consumer’s perception in Indonesia and Thailand was no different. In hypothesis test found that two accepted hypotheses, H1: optimism affected behavioral intention, and H5: favorableness affected behavioral intention. Keywords: behavioral intention, favorableness, online transportation, SEM PLS, technolgy readiness Abstrak: Salah satu layanan berbasis teknologi yang populer adalah transportasi online. Perusahaan menyediakan layanan transportasi yang dapat diakses melalui aplikasi pada smartphone. Oleh karena itu, kesiapan teknologi konsumen perlu dilihat untuk memperkirakan persepsi dan perilaku konsumen. Penelitian ini akan menganalisis perbandingan transportasi online di Indonesia dan Thailand, di mana tujuannya adalah untuk mengidentifikasi karakteristik dan kesiapan teknologi transportasi online konsumen di Indonesia dan Thailand dan untuk menganalisis pengaruh kesiapan teknologi terhadap niat perilaku pada konsumen transportasi online. Penelitian ini dilakukan di Indonesia dan Thailand dengan menggunakan kuesioner kepada 500 mahasiswa yang merupakan konsumen transportasi online. Metode yang adalah analisis deskriptif dan analisis Partial Least Squares (PLS). Pemrosesan data menggunakan bantuan perangkat lunak Mirosoft Excel 2010 dan SMART PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi konsumen di Indonesia dan Thailand memiliki hasil yang tidak jauh berbeda. Dalam pengujian hipotesis ditemukan dua hipotesis yang diterima, H1 yang menyatakan bahwa optimisme berpengaruh pada niat perilaku dan H5 yang menyatakan bahwa kesukaan berpengaruh pada niat perilaku. Kata kunci: behavioral intention, favorableness, online transportation, SEM PLS, technolgy readiness
MENGUJI KEPUASAN DAN LOYALITAS PASIEN RSIA BUDI KEMULIAAN MENGGUNAKAN BAURAN PEMASARAN: SATISFACTION AND LOYALTY TEST ON RSIA BUDI KEMULIAAN PATIENTS USING MARKETING MIX Ridha Rianti Mahyardiani; Hartoyo; Diah Krisnatuti
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.1

Abstract

Budi Kemuliaan Hospital for Women and Children (RSIA) faced a problem in their patients’ satisfaction and loyalty. A study was needed to find a solution that increases the patients’ satisfaction and loyalty by using the marketing mix strategy. The purposes of this study were to 1) analyze the effect of the marketing mix (7P) on the elderly patients’ satisfaction of RSIA Budi Kemuliaan; 2) analyze the effect of the elderly satisfaction on their loyalty; 3) analyze the elderly patients’ satisfaction and loyalty level at Budi Kemuliaan Hospital for Women and Children; and 4) analyze the managerial implications to increase customer satisfaction and loyalty towards Budi Kemuliaan Hospital for Women and Children. Data analysis used SEM LISREL. The results showed that the elderly patients’ satisfaction and loyalty were affected by marketing mix variables, namely price, person, process, and physical evidence. Other results found that elderly patients’ satisfaction influenced patient loyalty. The managerial implications implied that Budi Kemuliaan Hospital for Women and Children needed to improve the overall service tariff rate; Administrative services; Suitability of patient waiting time; and Complete facilities (wi-fi, AC, TV, etc.) to increase their patients’ satisfaction and loyalty with regards to the marketing mix. Keywords: marketing mix, patient satisfaction, patient loyalty, rsia budi kemuliaan Abstrak: Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Budi Kemuliaan menghadapi masalah penurunan kepuasan dan loyalitas pasien. Oleh karena itu, diperlukan analisis strategi bauran pemasaran yang tepat untuk mendorong peningkatan kepuasan dan loyalitas pasien RSIA Budi Kemuliaan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menganalisis pengaruh bauran pemasaran (7P) terhadap kepuasan pasien lama di RSIA Budi Kemuliaan; 2) Menganalisis pengaruh kepuasan terhadap loyalitas pasien lama di RSIA Budi Kemuliaan; 3) Merumuskan implikasi manajerial yang dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen terhadap RSIA Budi Kemuliaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode survei dengan pengambilan data menggunakan kuesioner berbentuk skala likert. Jumlah sampel diambil dengan teknik convenience sampling sebesar 225 responden. Analisis data yang digunakan adalah SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bauran pemasaran yang memengaruhi kepuasan dan loyalitas pasien adalah harga (price), orang/pelaku (people), proses (process), dan bukti fisik (physicalevidence). Hasil lain menyatakan bahwa kepuasan pasien memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pasien RSIA Budi Kemuliaan. Implikasi manajerial dari penelitian ini menyatakan bahwa RSIA Budi Kemuliaan perlu menekankan perbaikan pada indikator besarnya tarif pelayanan secara keseluruhan; Pelayanan petugas administrasi; Kesesuaian waktu tunggu pasien; dan Kelengkapan fasilitas (wi-fi, AC, TV, dll) untuk dapat mendorong peningkatan pengaruh bauran pemasaran terhadap kepuasan dan loyalitas pasien. Kata kunci: bauran pemasaran, kepuasan pasien, loyalitas pasien, rsia budi kemuliaan
PENGEMBANGAN STRATEGI LABORATORIUM UJI PT XYZ : STRATEGY DEVELOPMENT FOR TEST LABORATORY OF PT XYZ Adi Mulyadi; Kirbrandoko; Sahara
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.14

Abstract

Increasing population, human welfare, awareness of product safety in order to meet the regulation requires a reliable test laboratory. Competition among service-laboratory made PT XYZ as a test laboratory faces competition with other laboratories. This research aimed to analyze the strategy development of PT XYZ in order to 1) analyze the company’s internal and external factors in the service laboratory industry, 2) determine company alternative strategies, 3) recommend the best strategy from these alternatives. The study used IFAS (Internal Factor Analysis Summary), and EFAS (External Factor Analysis Summary), IE (Internal External), and SWOT (Strengths Weakness Opportunities Threats) matrix. The internal analysis found five factors respectively, for strengths and weaknesses, while the external factor found five factors, respectively for opportunities and threats. The scores from IFAS and EFAS matrix analysis were of 2,785 and 2,583, respectively. These scores represented the company’s position in the IE matrix, which was on cell V. Thus, the related strategy was hold and maintain. The formulated alternative strategies were market penetration, product development, and service differentiation. Keywords: alternative strategies, EFAS, IE, IFAS, service laboratory, SWOT Abstrak: Populasi yang meningkat, kesejahteraan, kesadaran akan produk yang aman, dan untuk memenuhi kebutuhan regulasi diperlukan suatu laboratorium uji yang handal. Persaingan di bidang laboratorium layanan menjadikan PT XYZ sebagai laboratorium penguji harus mampu bersaing dengan laboratorium lain. Penelitian ini bertujuan 1) menganalisis faktor internal dan eksternal perusahaan dalam industri laboratorium jasa, 2) menentukan strategi alternatif yang dapat dilakukan oleh perusahaan, 3) merekomendasikan strategi terbaik dari berbagai alternatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary), IE (Internal External), dan matriks SWOT (Strengths Weakness Opportunity Threaths). Analisis internal menunjukkan 5 faktor kekuatan dan 5 faktor kelemahan, sedangkan faktor eksternal menunjukkan 5 faktor peluang dan 5 faktor ancaman. Analisis matriks IFAS dan EFAS menunjukkan skor 2,785 dan 2,583. Skor ini menunjukkan bahwa posisi perusahaan pada matriks IE berada di sel V. Strategi yang tepat dalam kuadran ini adalah menjaga dan mempertahankan. Strategi alternatif yang dirumuskan untuk perusahaan adalah penetrasi pasar, pengembangan produk dan strategi diferensiasi layanan. Kata kunci: alternatif strategi, IFAS, IE, EFAS, laboratorium jasa, SWOT
ANALISIS NON PERFORMING FINANCING (NPF) SECARA UMUM DAN SEGMEN MIKRO PADA TIGA BANK SYARIAH NASIONAL DI INDONESIA: NON PERFORMING FINANCING ANALYSIS WITH REGARD TO A GENERAL AND MICRO SEGMENT ON THREE NATIONAL SHARIA BANKS IN INDONESIA Wulandari Kuswahariani; Hermanto Siregar; Ferry Syarifuddin
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.26

Abstract

Non-Performing Financing (NPF) is one of the indicators in evaluating the performance of sharia banks. The high NPF level indicates the low performance of sharia banks that shows many financing problems. The research objective was to identify the factors that influence NPF with regard to general and micro-segment. NPF value influenced by several factors, both internally and externally, such as Financing to Deposit Ratio (FDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Operating Margin (NOM), Return On Equity (ROE), inflation, exchange rate, and Gross Domestic Product (GDP). The study used quarterly data from three sharia banks, namely BNI Syariah, BRI Syariah, dan BSM. The methods employed were descriptive analysis and panel data regression. The results showed that FDR, NOM, and ROE were the NPF influencing factors for the general segment. Meanwhile, CAR, NOM, ROA, BOPO, and GDP were the NPF influencing factors for the micro-segment. Keywords: financing, micro segment NPF, NPF, sharia bank Abstrak: Non Performing Financing (NPF) merupakan salah satu indikator dalam menilai kinerja bank syariah. Tingkat NPF yang tinggi menunjukkan kinerja bank syariah yang rendah karena banyak terjadi pembiayaan bermasalah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang memengaruhi NPF baik pada segmen mikro dan NPF secara umum. Nilai NPF dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain baik dari sisi internal dan eksternal seperti Financing to Deposit Ratio (FDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Operating Margin (NOM), Return On Equity (ROE), Inflasi, Nilai tukar dan Gross Domestic Product (GDP). Data uang digunakan data triwulan dari 3 bank syariah yaitu BNI Syariah, BRI Syariah dan BSM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan regresi data panel. Berdasarkan hasil analisis, variabel FDR, NOM dan ROE memiliki pengaruh signfikan negatif terhadap NPF secara umum. Pada NPF segmen mikro, variabel CAR, ROA dan BOPO memiliki pengaruh positif dan signifikan, sedangkan variabel NOM dan GDP memiliki pengaruh negatif dan signifikan. Kata kunci: bank syariah, NPF, NPF segmen mikro, pembiayaan
STRATEGI INDUSTRI KECIL MENENGAH KOMPONEN OTOMOTIF (STUDI KASUS PT PQR): INDUSTRIAL STRATEGY FOR SMALL MEDIUM ENTERPRISES IN AUTOMOTIVE COMPONENTS INDUSTRY (CASE STUDY IN PT PQR) Dian Rinaldy; Alla Asmara; Muhammad Findi
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.37

Abstract

This study analyzed PT PQR's external conditions and strategic factors that arose, analyzed PT PQR's internal conditions, formulated alternative strategies for PT PQR, and determined strategic priorities for PT PQR. The strategic planning phase began with an external analysis that developed with a PEST analysis and Porter's Five Forces. Later on, we performed an internal analysis. The strategic business planning performed I-E and TOWS matrices and the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The external analysis results identified growth, customer loyalty, and ATPM competition as opportunities, while exchange rate fluctuations, import policies, and newcomer meetings were the challenges. The internal analysis results found product quality, competitive selling prices, and production capacity as the strengths, while low productivity, workplace accidents, and the quality of human resources were identified as weaknesses. The IE matrix combined IFE value of 2,346 and EFE value of 2,178 to position PT PQR in quadrant V. Therefore, the strategy was to hold and maintain. The eight alternative strategies for PT PQR were product development strategy, market development, improvement in production management, HR development, Quality management implementation, development of higher capacity machines, inventory management, and improvement of Production Operation Standards (SOP). Market development strategies with new ATPM market development and product development strategies with diversified furniture products were two priority strategies that were complemented by short and long term action plans in implementing these strategies. Keywords: PEST analysis, IKM, EFE, IFE, Matriks IE, Matriks TOWS, QSPM Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksternal PT PQR dan faktor strategis yang timbul, menganalisis kondisi internal PT PQR, merumuskan alternatif strategi bagi PT PQR, serta menentukan prioritas strategi bagi PT PQR. Tahap perencanaan strategis diawali dengan analisis eksternal yang dikembangkan dengan analisis PEST dan analisis industri menggunakan Lima Kekuatan Porter lalu diikuti analisis internal. Sementara untuk merancang strategi bisnis digunakan matriks I-E dan matriks TOWS dengan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil analisis eksternal mengidentifikasi pertumbuhan permintaan, loyalitas pelanggan, dan persaingan ATPM sebagai peluang sementara fluktuasi nilai tukar, kebijakan impor, dan kehadiran pendatang baru adalah ancaman utama. Hasil analisis internal mengidentifikasi kualitas produk, harga jual yang kompetitif, dan kapasitas produksi adalah kekuatan utama, sementara produktivitas rendah, kecelakaan di tempat kerja, dan kualitas sumber daya manusia sebagai kelemahan. Matriks IE memadukan IFE 2,346 dan EFE 2,178 untuk memposisikan PT PQR dalam kuadran V dan rekomendasi strategisnya adalah pertahankan dan pelihara. Delapan alternatif strategi bagi PT PQR adalah strategi pengembangan produk, pengembangan pasar, perbaikan dalam manajemen produksi, pengembangan SDM, penerapan manajemen Mutu, investasi mesin berkapasitas lebih tinggi, pengelolaan inventori, dan peningkatan Standar Operasi Produksi (SOP). Strategi pengembangan pasar dengan memasuki pasar ATPM baru dan strategi pengembangan produk dengan diversifikasi produk furnitur adalah dua strategi prioritas yang dilengkapi dengan rencana tindakan dalam jangka pendek dan panjang untuk mengimplementasikan strategi-strategi tersebut. Kata kunci: Analisis PEST, IKM, EFE, IFE, Matriks IE, Matriks TOWS, QSPM
PENGARUH ORIENTASI PASAR TERHADAP KINERJA USAHA DI SENTRA PRODUKSI IKAN HIAS AIR TAWAR JAWA BARAT: THE MARKET ORIENTATION EFFECT ON BUSINESS PERFORMANCE OF FRESH WATER ORNAMENTAL FISH PRODUCTION CENTER IN WEST JAVA Popong Nurhayati; Yosini Deliana; Tuhpawana Priatna Sendjaja; Rita Nurmalina
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.50

Abstract

This research aimed to: (1) measure the level of market orientation of freshwater ornamental fish cultivators in West Java production centers, (2) analyze turnover and profits as an indicator of the performance of freshwater ornamental fish aquaculture business in West Java production centers, and (3) analyze the effect of market orientation of fish cultivators on the performance of freshwater ornamental fish aquaculture business in West Java production centers. Primary data were collected through observation and interviews with 240 samples of freshwater ornamental fish cultivators in West Java production centers. Research samples determined by multistage sampling methods. The descriptive analysis and profit and loss analysis were employed to analyze the collected data. Research hypotheses were tested by Spearman correlation. The results showed that the market orientation level of ornamental fish cultivators in West Java production centers was categorized as high. Thus, data mode showed that in 2018 the business made a turnover of Rp216,000,000 and a profit of Rp33,971,333. Market orientation and each of market orientation indicators (market knowledge, consumer orientation, competitor orientation, coordination with labor, and marketing implementation) had a significant and positive relationship to business performance. Consumer orientation was the highest market orientation indicator in the relationship between market orientation and business performance.. Keywords: freshwater ornamental fish aquaculture, market orientation, business performance Abstrak: Penelitian bertujuan (1) Mengukur tingkat orietasi pasar pembudidaya ikan hias air tawar di sentra produksi Jawa Barat, (2) Menganalisis omset dan keuntungan sebagai indikator kinerja usaha budidaya ikan hias air tawar di sentra produksi Jawa Barat, dan (3) Menganalisis pengaruh orietasi pasar pembudidaya ikan terhadap kinerja usaha budidaya ikan hias air tawar di sentra produksi Jawa Barat. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara kepada 240 sampel pembudidaya ikan hias air tawar di sentra produksi Jawa Barat. Penentuan sample penelitian menggunakan multistage sampling. Metode analisis berupa analisis deskriptif dan analisis rugi laba. Pengujian terhadap hipotesis penelitian dilakukan menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat orientasi pasar pembudidaya ikan hias di sentra produksi Jawa Barat terkategori tinggi, sehingga pada tahun 2018 mampu menghasilkan modus omset usaha Rp216 juta dan modus keuntungan usaha Rp33.971.333. Orientasi pasar dan masing-masing indikator orientasi pasar (pengetahuan pasar, orientasi konsumen, orientasi pesaing, koordinasi dengan tenaga kerja dan pelaksanaan pemasaran) memiliki hubungan yang signifikan dan positif terhadap kinerja usaha. Orientasi konsumen merupakan indikator orientasi pasar yang tertinggi dalam hubungan antara orientasi pasar dengan kinerja usaha. Kata kunci: budi daya ikan hias air tawar, orientasi pasar, kinerja usaha
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN NASABAH DENGAN POST PURCHASE BEHAVIOR STUDI EMPIRIS DI BSM DEPOK: CORRELATION BETWEEN CUSTOMER SATISFACTION WITH POST PURCHASE BEHAVIOUR: EMPIRICAL STUDY IN BSM DEPOK Reny Fitriana Kaban
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.63

Abstract

This research aimed to analyze the relationship between customer satisfaction with post-purchase behavior for a marketing strategy development in Bank Syariah Mandiri (BSM) branch Depok. This research was conducted by interview using questionnaires to the customers who made a transaction in BSM branch Depok during the year time before this study. The obtained data on customer satisfaction and post-purchase behavior were formed on a Likert scale. The data were classified by cross-tabulation and analyzed by (χ²) Chi-Square test. The results show that there was a correlation between customer satisfaction and post-purchase behavior on loyalty, in the forms of saying positive things about sharia bank to other people, recommending sharia bank to others, remaining loyal to sharia bank, and keep doing business with Syariah bank. Another post-purchase behavior that correlated with customer satisfaction was moving, such as switching to competitors due to better prices, and two external responses. such as negative statements to the other customers and complaining to external agencies. Although, in general, the customers’ rate satisfies on service quality delivered by BSM branch Depok and agree to be loyal and pay more, it is strongly suggested that the bank keep maintaining and improving its service quality and respond to the complaints of unsatisfied customers. Increasing the speed of service, providing facilities to support customer convenience, and strengthening the brand or image of the bank are some things that need to be considered more seriously by bank management. Keywords: customer satisfaction, post purchase behavior, service quality, chi square test, syariah bank Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar hubungan kepuasan nasabah dengan post purchase behavior sebagai dasar penetapan strategi pemasaran dan pengembangan Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Cabang Depok. Data yang diperoleh berupa peringkat kepuasan nasabah dan post purchase behavior dibentuk dalam skala Likert. Data yang diperoleh selanjutnya diklasifikasikan dan dianalisis dengan uji Chi Square (χ²) dan tabulasi silang. Hasil penelitian menujukkan ada kecenderungan hubungan yang cukup kuat antara kepuasan nasabah dengan post purchase behavior yang berbentuk loyalitas seperti membicarakan hal-hal positif kualitas pelayanan bank syariah kepada orang lain, merekomendasikan jasa bank syariah kepada orang lain, tetap loyal dengan bank syariah dan melakukan bisnis lebih banyak dengan bank syariah. Perilaku post purchase behavior lainnya yang memiliki hubungan cukup kuat dengan kepuasan nasabah yakni pindah dalam bentuk mengalihkan bisnis kepada kompetitor karena harga yang lebih baik dan dua bentuk respon eksternal, yakni mengeluh kepada nasabah lain dan mengeluh kepada pihak ketiga. Kendati secara umum nasabah telah menilai puas atas kualitas pelayanan yang diberikan BSM Kantor Cabang Depok dan menyatakan setuju untuk loyalitas dan bayar lebih, disarankan kepada pihak bank untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya serta memperhatikan keluhan nasabah yang merasa tidak puas. Meningkatkan kecepatan pelayanan, pengadaan fasilitas penunjang kenyamanan nasabah serta memperkuat brand atau citra bank adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan lebih serius oleh manajemen bank. Kata kunci: kepuasan nasabah, post purchase behavior, kualitas pelayanan, uji Chi Square, bank syariah

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): JABM Vol. 11 No. 3, September 2025 Vol. 11 No. 2 (2025): JABM Vol. 11 No. 2, May 2025 Vol. 11 No. 1 (2024): JABM, Vol. 11 No. 1, Januari 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): JABM, Vol. 10 No. 3, September 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): JABM, Vol. 10 No. 2, Mei 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): JABM, Vol. 10 No. 1, Januari 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): JABM Vol. 9 No. 3, September 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): JABM Vol. 9 No. 2, Mei 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): JABM Vol. 9 No. 1, Januari 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): JABM, Vol. 9 No. 1, Januari 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): JABM Vol. 8 No. 3, September 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): JABM Vol. 8 No. 2, Mei 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): JABM Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol. 7 No. 3 (2021): JABM Vol. 7 No. 3, September 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): JABM Vol. 7 No. 2, Mei 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): JABM Vol. 7 No. 1, Januari 2021 Vol. 6 No. 3 (2020): JABM Vol. 6 No. 3, September 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): JABM Vol. 6 No. 2, Mei 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020 Vol. 5 No. 3 (2019): JABM Vol. 5 No. 3, September 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): JABM Vol. 5 No. 2, Mei 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019 Vol. 4 No. 3 (2018): JABM Vol. 4 No. 3, September 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): JABM Vol. 4 No. 1, Januari 2018 Vol. 3 No. 3 (2017): JABM Vol. 3 No. 3, September 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): JABM Vol. 3 No. 2, Mei 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): JABM Vol. 3 No. 1, Januari 2017 Vol. 2 No. 3 (2016): JABM Vol. 2 No. 3, September 2016 Vol. 2 No. 2 (2016): JABM Vol. 2 No. 2, Mei 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JABM Vol. 2 No. 1, Januari 2016 Vol. 1 No. 2 (2015): JABM Vol. 1 No. 2 Desember 2015 Vol. 1 No. 1 (2015): JABM Vol 1. No 1, Agustus 2015 More Issue