cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal
ISSN : 25285149     EISSN : 24607819     DOI : -
Core Subject : Science,
Journal of Business and Management Application (JABM) published articles in the field of business and management applications such as business strategy management, financial management, human resources and organization, business value chain and other issues in the field of business and management. This scientific journal is published by School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB) associated with Indonesian Alliance of Magister Management Program (APMMI). JABM began the publication in August 2015 with a frequency of three times a year. Starting in 2016, JABM will be published in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 687 Documents
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PROMOSI PEJABAT STRUKTURAL MELALUI DIKLAT KEPEMIMPINAN IV MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING STUDI KASUS DI PPPPTK BAHASA JAKARTA: DECISION SUPPORT SYSTEM OF STRUCTURAL POST PROMOTION THROUGH LEADERSHIP TRAINING AND EDUCATION IV BY USING MATCHING PROFILE METHOD A CASE STUDY IN PPPPTK BAHASA JAKARTA Yulia Purwaningsih; Raden Supriyanto
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.74

Abstract

This research attempted to develop an executive decision support system for structural promotion that precise, fast, and systematic; as well as to establish employee databases for performance assessment. The research employed 1) descriptive analyses to identify the promotion problem in PPPPTK Bahasa; 2) data analyses to explore the collected data from observation, questionnaire, and interview; and 3) waterfall model which is known as classical life cycle model and systematic approach in sequence to develop a software. The development design started with analyses, design, coding, testing, and maintenance. Results indicate that the executive decision support system for structural promotion was successfully developed to meet the objective, and the output can be used for decision and employee performance database. The study concluded that the decision support system for structural promotion increased effective and efficient decision making. This system was created on the data that followed human resources norms in PPPPTK Bahasa. The system provided a recommendation based on evaluation for employee promotion based on their performance ranks. Keywords: gap analysis, leadership training, profile matching, post promotion,decision support system Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah sistem penunjang keputusan dalam proses promosi jabatan struktural untuk membantu pimpinan dalam mengambil keputusan secara tepat, cepat, dan sistematis; dan membuat basis data (database) pegawai untuk sistem penilaian kinerja pegawai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) identifikasi masalah promosi jabatan pegawai PPPPTK Bahasa dengan menggunakan analisis deskriptif; 2) analisis data masukan dari proses observasi, data kuesioner dan hasil wawancara; dan 3) pengembangan perangkat lunak menggunakan model air terjun atau sering disebut dengan siklus kehidupan klasik, pendekatan yang sistematis dalam sekuensial. Pengembangan dimulai dari analisis, desain, kode, pengujian, dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendukung keputusan promosi jabatan struktural berhasil dikembangkan sesuai dengan tujuan dan hasil keluaran sistem yang dapat digunakan sebagai masukan bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan serta dapat disimpan sebagai basis data penilaian kinerja pegawai. Simpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah Sistem Pendukung Keputusan Promosi Jabatan Struktural mampu meningkatkan keefektifan dan efisiensi manajemen dalam pengambilan keputusan. Sistem ini dibuat berdasarkan data dan norma-norma sumber daya manusia (SDM) di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bahasa. Sistem penunjang keputusan yang mampu memberikan evaluasi kinerja pegawai yang akan dipromosikan berupa pemeringkatan pegawai sebagai rekomendasi bagi pimpinan untuk mengambil keputusan. Kata kunci: analisis gap, diklat kepemimpinan, profile matching, promosi jabatan, sistem penunjang keputusan
PERILAKU PENGGUNAAN INTERNET BANKING SEBAGAI ALAT TRANSAKSI FINANSIAL: BEHAVIORAL USAGE OF INTERNET BANKING AS FINANCIAL TRANSACTION TOOL Intan Ika Putri Heryani; Megawati Simanjuntak; Agus Maulana
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.86

Abstract

Internet banking is one of the bank services to do financial and non-financial transactions via an internet network. Internet banking provides consumers’ benefits such as fast, safe, convenient, and inexpensive transactions. Moreover, the bank gains business expansion and customer loyalty as their own benefits. Internet banking usage is influenced by perceived usefulness, perceived ease of use, visibility, enjoyment, social influences, attitude toward using, behavioral intention, and actual usage. The study’s purpose was to analyze these variables and formulate managerial implications in developing internet banking for the future. The study approach used the Technology Acceptance Model (TAM), which was tested by Structural Equation Modeling (SEM). The results showed five-factor relationships. First, the perceived ease of use had a significant influence on perceived usefulness. Second, the perceived usefulness was a significant toward the behavioral intention. Third, visibility and enjoyment had significant influence on attitude toward using. Fourth, the attitude toward using had significantly influenced behavioral intention. Five, the behavioral intention had significant toward actual usage. While the variable of visibility and enjoyment indirectly affected the actual usage. Keywords: internet banking, perceived ease of use, perceived usefulness, behavioural intention, visibility Abstrak: Internet banking merupakan salah satu bentuk layanan perbankan kepada nasabah untuk melakukan transaksi perbankan seperti transaksi finansial dan nonfinansial melalui jaringan internet. Internat banking dapat memberikan keuntungan bagi nasabah berupa layanan perbankan yang cepat, aman, nyaman, dan murah, sementara dari segi perusahaan dapat memberikan manfaat seperti perluasan usah dan, kesetiaan pelanggan. Beberapa variabel yang mempengaruhi penggunaan internet banking diantaranya, yaitu perceived usefulness, perceived ease of use, visibility, enjoyment, social influent, attitude toward using, behavioral intention, dan actual usage. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variabel tersebut dan merumuskan implikasi manajerial yang dapat diterapkan dalam mengembangkan internet banking untuk perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dengan uji statistik menggunakan teknik Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan perceived ease of use berpengaruh signifikan terhadap perceived usefulness, perceived usefulness berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention, visibility dan enjoyment berpengaruh signifikan terhadap attitude toward using, attitude toward using berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention dan behavioral intenton berpengaruh signifikan terhadap actual usage. Variabel visibility dan enjoyment secara tidak langsung berpengaruh terhadap actual usage. Kata kunci: internet banking, perspektif kemudahan pengaplikasian, perspektif penggunaan, niat berperilaku, visibilitas
DAMPAK FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PERUSAHAAN MANUFAKTUR GO PUBLIC SUBSEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN TAHUN 2008-2017: EXTERNAL AND INTERNAL FACTORS IMPACT ON FINANCIAL DISTRESS OF PUBLIC COMPANIES IN THE FOOD AND BEVERAGE SUBSECTOR FOR YEAR 2008-2017 Raditya Arie Priadi; Bonar M Sinaga; Trias Andati
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.96

Abstract

The food and beverage sub-sector is a manufacturing sub-sector with the largest contribution and growth rate in Indonesia. This industry is important for the national economy. However, the business actors in this industry face difficulties due to a weak macroeconomic condition. Hence, public companies in the food and beverage sub-sector are vulnerable to financial distress. The research objective was to analyze external and internal factors impact on financial distress of public companies in the food and beverage subsector. The financial distress model used the form of a recursive equation system to evaluate the food and beverage sub-sector. We observed five companies that experienced financial difficulties such as AISA, CEKA, INDF, PSDN, and STTP. The results showed that a good external factor as a proxy for financial distress was not able to increase the debt service coverage ratio. We recommended that companies efficiency on the cost of goods sold, reduce operating expenses, increasing assets, and reduce external funding as the primary countermeasure to face difficulties. We concluded that paying attention to external factors and the ability to pay debts were the key to protect the external factor impact. Keywords: debt service coverage ratio, external and internal factors, financial distress, food and beverage firms, two stage least squares (2SLS) Abstrak: Sub-sektor makanan dan minuman adalah sub-sektor di sektor manufaktur dengan kontribusi dan tingkat pertumbuhan terbesar. Industri makanan dan minuman adalah salah satu sektor penting bagi perekonomian nasional. Pelaku usaha makanan dan minuman di Indonesia menghadapi tantangan bisnis ketika kondisi ekonomi makro melemah. Sehingga perusahaan sub sektor makanan dan minuman sangat rentan mengalami financial distress. Tujuan penelitian Menganalisis dampak perubahan faktor eksternal dan internal terhadap financial distress perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman. Model financial distress Keuangan Perusahan Sub-sektor Makanan dan Minuman yang menggunakan metode sistem persamaan recursive. Terdapat lima perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan dari PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA), Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Prashida Aneka Niaga Tbk (PSDN) dan PT Siantar Top Tbk (STTP). Hasil menunjukan kondisi faktor eksternal yang baik tidak cukup untuk meningkat kan rasio debt service coverage sebagai proxy financial distress disarankan perusahan untuk melakukan efisiensi terhadap harga pokok penjualan, menurunkan beban operasi, meningkat kan aset lancar serta menurunkan pendanaan eksternal. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa perusahaan perlu memperhatikan faktor eksternal dan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang. Kata kunci: debt service coverage ratio, faktor eksternal dan internal, financial distress, perusahaan makanan dan minuman, two stage least squares (2SLS)
STRATEGI STRUKTUR MODAL INDUSTRI KEUANGAN NON BANK PADA BISNIS MICROFINANCE (STUDI KASUS PADA PT. XYZ): CAPITAL STRUCTURE STRATEGY OF THE NON-BANK FINANCIAL INDUSTRY IN THE MICROFINANCE BUSINESS (CASE STUDY AT PT. XYZ) Epiet Dwi Anggoro; Nimmi Zulbainarni; Hendro Sasongko
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.106

Abstract

PT. XYZ is the non-bank institutions with a special task in empowering UMKM that has different funding sources. Funding sources affect the capital structure and business activities. Thus, the development of the capital structure of PT. XYZ needs to be studied, along with the impact of the funding sources types on PT. XYZ strategy and sustainability. Financial reports and in-depth interviews of experts were collected. WACC, SWOT and QSPM used to analyze the capital structure and corporate strategic planning. The results showed that the capital structure of PT XYZ came from capital deposits and government programs, and it increased by getting loans from financial institutions and capital market instruments. The capital market instruments, as the optimal funding source, influenced profit parameters and development agents. PT XYZ's primary chosen strategy was business expansion. Keywords: microfinance, optimal capital structure, QSPM, strategic management, WACC Abstrak: PT. XYZ adalah salah satu lembaga keuangan non bank yang mendapat tugas khusus dalam pemberdayaan UMKM dan memiliki sumber pendanaan yang berbeda dimana akan mempengaruhi struktur modal dan kegiatan bisnis perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk menganalisa perkembangan capital structure PT. XYZ, pengaruh dan dampak dari jenis sumber-sumber pendanaan terhadap sustainable PT. XYZ, serta strategi perusahaan. Data laporan keuangan dan depth interview pakar diolah untuk menganalisis struktur modal dan perencanaan strategi perusahaan menggunakan Weighted Average Cost of Capital (WACC), SWOT (Strengths, Weakness, Opportunitiess, Threats) dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matriks). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal PT XYZ pada awalnya berasal dari setoran modal dan program pemerintah dan bertambah dengan pinjaman lembaga keuangan dan instrumen pasar modal seiring dengan pertumbuhan usaha. Penggunaan instrumen pasar modal sebagai sumber pendanaan optimal perusahaan memberikan pengaruh dan dampak yang positif pada parameter profit dan development agent. Strategi utama terpilih PT XYZ adalah ekspansi bisnis. Kata kunci: microfinance, struktur modal, QSPM, manajemen strategik, WACC
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KREDIT BERMASALAH BANK KONVENSIONAL DAN SYARIAH DI INDONESIA: FACTORS THAT INFLUENCE NON PERFORMING LOAN AND FINANCING IN INDONESIAN BANKING Risna Eka Pertiwi; Yusman Syaukat; Dwi Rachmina
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.118

Abstract

Credit risk is the risk that occurs when the borrower cannot pay an installment in the bank, both principle and interest. A bank’s credit risk can be reflected in the value of the non-performing loan (NPL) in a conventional bank and the non-performing financing (NPF) in an Islamic bank. The study purposes were to analyze the influence of macroeconomic factors and the bank’s internal factors to NPL and NPF. The data collected were quarterly data from 2008 to 2017 from 9 conventional banks and 3 Islamic banks. This study employed a panel data method. The results showed interest rate, growth of GDP and LDR that had a probability value of < 0.05 against NPL, where at NPF only interest rate, exchange rate, growth of GDP had a probability value < 0.05. We concluded that interest rate, growth of GDP and LDR had a significant effect on NPL while interest rate, exchange rate and growth of GDP factors significantly influenced NPF. Keywords: NPL, NPF, interest rate, growth of GDP, panel data Abstrak: Risiko Kredit adalah risiko yang terjadi saat nasabah gagal memenuhi kewajibannya kepada bank, baik pokok maupun bunga. Risiko kredit bank tergambarkan dalam non performing loan (NPL) pada bank konvensional dan non performing financing (NPF) pada bank syariah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh faktor makroekonomi dan internal bank terhadap NPL dan NPF. Sampel penelitian ini adalah 9 bank konvensional dan 3 bank syariah, dimana data yang digunakan adalah data triwulan dari tahun 2008 hingga 2017. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode data panel. Hasil dari penelitian ini adalah hanya variabel suku bunga, pertumbuhan GDP dan LDR yang memiliki nilai probality < 0,05 terhadap NPL, dimana pada NPF hanya suku bunga, nilai tukar dan pertumbuhan GDP yang memiliki nilai probality > 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa suku bunga, pertumbuhan GDP dan LDR berpengaruh signifikan terhadap NPL, sedangkan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap NPF adalah suku bunga, nilai tukar dan pertumbuhan GDP. Kata kunci: NPL, NPF, suku bunga, pertumbuhan GDP, data panel
DETERMINAN FINANCIAL DISTRESS PERUSAHAAN SUBSEKTOR RITEL DI BURSA EFEK INDONESIA: DETERMINANT OF FINANCIAL DISTRESS ON THE RETAIL SUBSECTOR PUBLIC COMPANIES IN INDONESIA STOCK EXCHANGE Dony Firman Santosa; Lukytawati Anggraeni; Koes Pranowo
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.128

Abstract

The purpose of this study were (1) To analyze financial health conditions of retail companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2013 to 2017, (2) To analyze the relationship between financial health conditions with companies’ status based on an integral process of financial distress using Pearson correlation and (3) To analyze what factors (financial ratios and macroeconomics) which affected to financial distress using panel data regression. Fourteen retail companies were selected as samples based on purposive sampling. The results showed that retail companies in telecommunication devices, building materials, convenience store models and minimarkets had more potential to experience financial distress. The results of the Pearson correlation showed that there was a weak and negative correlation between DSCR as a proxy of financial distress with deterioration performance and cash flow problem. The financial ratio variables such as, the current ratio and return on equity, had a positive and significant effect on DSCR. Whereas, the debt to equity ratio had a negative and significant effect on DSCR. Meanwhile, significant macroeconomic variables were gross domestic product and interest rate. Gross domestic product had a positive effect on DSCR, while interest rates had a negative effect on DSCR. Keywords: financial distress (debt service coverage ratio), financial ratios, macroeconomic, panel data regression, retail companies Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis kondisi kesehatan keuangan perusahaan subsektor ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2013 sampai 2017, (2) Menganalisis hubungan kondisi kesehatan keuangan dengan status perusahaan berdasarkan proses integral financial distress menggunakan analisis korelasi pearson dan (3) Menganalisis faktor-faktor keuangan dan makroekonomi yang berpengaruh terhadap financial distress menggunakan analisis regresi data panel. Sebanyak 14 perusahaan ritel dipilih sebagai sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa perusahaan ritel yang bergerak dalam bidang usaha perangkat telekomunikasi, bahan bangunan, model conveience store dan minimarket lebih berpotensi mengalami financial distress. Hasil analisis korelasi pearson menunjukan terdapat korelasi negatif yang lemah antara DSCR sebagai proxy financial distress dengan deterioration performance dan cash flow problem. Variabel rasio keuangan seperti current ratio dan return on equity berpengaruh positif dan signifikan terhadap DSCR, sedangkan debt to equity ratio memiliki pengaruh negatif dan signifkan terhadap DSCR. Sementara itu, variabel makroekonomi yang signifikan adalah gross domestic product dan interest rate. Gross domestic product berpengaruh positif terhadap DSCR sedangkan interest rate memiliki pengaruh negatif terhadap DSCR. Kata kunci: kesulitan keuangan (DSCR), rasio keuangan, makroekonomi, regresi data panel, perusahaan ritel
ANALISIS BEBAN KERJA DAN GAP KOMPETENSI UNTUK PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA TENAGA KEPENDIDIKAN: WORKLOAD ANALYSIS AND COMPETENCE GAP FOR HUMAN RESOURCES PLANNING IN EDUCATION Susanti; M Syamsul Maarif; Mukhamad Najib
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.142

Abstract

The study’s purpose was to analyze the workload and tendency competency gaps in Faculty A of XYZ University, and to recommend HR planning of academic staff at Faculty A in XZY University. The workload analysis and competency gaps analysis used to determine the ideal number of academic staff that needed as well the competencies. The results were expected to be used in planning academic staff in Faculty A. The results showed that the released ideal number of academic staff by the Directorate of Human Resources of the University of XYZ in 2012 to 2030 was no longer relevant for use. Currently, there were 97 academic staff exist in Faculty A. It was higher than an ideal of 81 persons from the workload analysis findings. There were competency gaps in both core and managerial. The findings suggested policies to reduce academic staff, especially non-civil servants, by continuing to prioritize applicable regulations. Keywords: competency, competency gap Analysis, HR planning, workload, workload analysis Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis beban kerja dan gap kompetensi tendik pada Fakultas A Universitas XYZ, dan merekomendasikan perencanaan SDM tendik di Fakultas A Universitas XZY. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis beban kerja untuk menentukan kesesuaian jumlah ideal tendik yang dibutuhkan serta analisis gap kompetensi untuk mengetahui kesesuaian kompetensi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan landasan dalam perencanaan tendik di Fakultas A. Hasil analisis menunjukan bahwa jumlah tendik ideal yang dirilis Direktorat SDM Universitas XYZ tahun 2012–2030 sudah tidak relevan lagi untuk digunakan namun keberadaan tendik eksisting saat ini sebanyak 97 orang yang dimiliki oleh Fakultas A. Hal tersebut sudah terlalu banyak, bila dibandingkan dengan hasil analisis beban kerja yang sebanyak 81 orang. Hasil penelitian juga menunjukan masih ada gap baik pada kompetensi inti maupun kompetensi manajerial. Berdasarkan hasil direkomendasikan kebijakan pengurangan tendik terutama non PNS tentu dengan tetap mengedepankan peraturan yang berlaku. Kata kunci: kompetensi, analisis gap kompetensi, perencanaan SDM, beban kerja, analisis beban kerja
STRATEGI KEBIJAKAN PENINGKATAN JUMLAH MAHASISWA DALAM MEMUTUSKAN MEMILIH PROGRAM PASCASARJANA DI DEPARTEMEN ESL FEM IPB: POLICY STRATEGY INCREASES THE NUMBER OF STUDENTS IN CHOOSING POSTGRADUATE PROGRAM IN THE ESL DEPARTMENT FEM IPB Mahmudah; Lukman Mohammad Baga; Siti Amanah
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.154

Abstract

Department of Resources and Environmental Economics (ESL Department) is one of the departments under the Faculty of Economics and Management, IPB University and running the Postgraduate program. This research aimed to formulate alternatives policy based on the factors that influence students’ decision to choose a postgraduate program in the ESL department FEM IPB. The research was carried out by using Analytical Hierarchy Process (AHP). The data were collected by interviews with 14 respondents namely the Dean of the Graduate School IPB, the Dean of the Faculty of Economics and Management, The Head of the ESL Department FEM IPB, three Heads of Study Program in the ESL Department FEM IPB, two lectures, four active students of the Postgraduate Program, and two alumni of the Postgraduate program at the ESL Department FEM IPB. The results of the AHP analysis showed that the main factor was the product. The priority actor was the head of the study program. The overall priority strategy to increase the student number was to offer collaboration to several institutions both in domestic and abroad. Keywords: ESL department students, postgraduate programs, AHP Abstrak: Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (Departemen ESL) merupakan salah satu Departemen yang berada di bawah Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor dan sebagai salah satu unit pengelola program pascasarjana. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan alternatif kebijakan dari faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih program pascasarjana di Departemen ESL FEM IPB dalam upaya meningkatkan jumlah mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Teknik pengumpulan data dengan wawancara aktor dan pengisian kuesioner oleh 14 responden yaitu Dekan Sekolah Pascasarjana IPB, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Ketua Departemen ESL FEM IPB, tiga orang Ketua Program Studi di lingkungan Departemen ESL FEM IPB, dua orang Dosen, empat orang mahasiswa Program Pascasarjana yang masih aktif, dan dua orang alumni Program Pascsarajana di Departemen ESL FEM IPB. Hasil analisis AHP memperlihatkan bahwa faktor yang menjadi prioritas secara keseluruhan adalah produk. Aktor yang menjadi prioritas secara keseluruhan yaitu Ketua Program Studi. Strategi prioritas dalam upaya meningkatkan jumlah mahasiswa adalah menawarkan kerjasama ke beberapa lembaga baik di dalam maupun di luar negeri. Kata kunci: departemen ESL, program pascasarjana, AHP
ANALISIS DETERMINAN STRUKTUR MODAL INDUSTRI TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA: DETERMINANT ANALYSIS OF CAPITAL STRUCTURE OF THE TELECOMMUNICATION INDUSTRY IN INDONESIA Risty Kartika Febrianty; Tanti Novianti; Arief Tri Hardiyanto
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.168

Abstract

This paper aimed to investigate the determinants of the capital structure of the telecommunication industry in Indonesia. The data covered the years of 2011-2017. The sample was the listed-telecommunication companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The partial adjustment model used to identify the impact of determinant factors, namely profitability, age, risk, size, and growth on capital structure decision. The dynamic regression found that profitability, age, risk, and growth had a significant effect on TLKM capital structure. The profitability, age and size had a significant effect on ISAT capital structure. The age, risk and size had significant effect on EXCL capital structure While, no variables had a significant effect on FREN capital structure. Those factors were important to the executives in restructuring capitals or other financial decisions. This study provided insight for the potential investors and banks in evaluating risks associated with investment and loan in telecommunication companies. Keywords: capital structure, partial adjustment model, telecommunication Abstrak: Penelitian ini bertujuan menginvestigasi determinan struktur modal industri telekomunikasi di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah selama periode tahun 2011-2017. Sampel yang digunakan adalah perusahaan telekomunikasi yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Analisis menggunakan partial adjustment model untuk mengidentifikasi faktor profitabilitas, usia, ukuran, risiko dan pertumbuhan terhadap struktur modal. Hasil analisis regresi dinamis menunjukan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap perusahaan telekomunikasi berbeda-beda antar perusahaan. Profitabilitas, usia, risiko dan pertumbuhan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal TLKM, sementara profitabilitas, usia dan ukuran berpengaruh signifikan terhadap struktur modal ISAT, usia, risiko dan ukuran berpengaruh signifikan terhadap struktur modal EXCL dan tidak ditemukan variabel yang berpengaruh signifikan pada FREN. Hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan bagi manajer perusahaan telekomunikasi di Indonesia untuk mempertimbangkan faktor determinan tersebut saat melakukan perubahan dalam pemodalan atau keputusan finansial lainnya. Hasil penelitian juga memberikan infomasi bagi investor dan perbankan terkait risiko investasi dan peminjaman bagi perusahaan telekomunikasi. Kata kunci: partial adjustment model, struktur modal, telekomunikasi
STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK MADU (STUDI KASUS: PT MADU PRAMUKA): COMPETITIVENESS STRATEGY FOR HONEY PRODUCT(CASE STUDY: PT MADU PRAMUKA) Sandy Ardiananda Pratama; Anas Miftah Fauzi; Sukardi
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.179

Abstract

Honey is a non-timber forest product commodity that has the potential to be developed by PT Madu Pramuka. The honey business requires high competitiveness so that the company can be sustainable. The study’s purpose was to examine the current conditions and factors that affecting competitiveness in PT Madu Pramuka in order to formulate a competitiveness strategy. This study used Porter’s Diamond and Analytical Hierarchy Process (AHP). The Porter’s Diamond analysis results showed PT Madu Pramuka competitors were Madu Mutiara Ibu, Madu Nusantara, Madurasa and Madu TJ. The PT Madu Pramuka disadvantage was the final products’ water content has the same level as the harvested honey. The AHP results showed that the competitiveness of PT Madu Pramuka's honey products was determined by quality, cost and delivery factors. In order to improve the quality, the best alternative strategy was to reduce water level content using a dehumidifier. The government, as the most important actor, played a role in facilitating infrastructure in product quality tests. The recommended managerial implication was to improve the quality of PT Madu Pramuka products. Keywords: AHP, competitiveness, diamond porter, honey industry, PT Madu Pramuka Abstrak: Madu merupakan komoditas hasil hutan bukan kayu yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan PT Madu Pramuka adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bisnis madu. Bisnis madu memerlukan daya saing yang tinggi agar perusahaan dapat berkesinambungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kondisi terkini dan faktor yang mempengaruhi daya saing pada PT Madu Pramuka serta merumuskan strategi peningkatan daya saing dan implikasi manajerialnya. Penelitian ini menggunakan analisa deskriptif menggunakan berlian Porter dan Analytical Hierachy Process (AHP). Hasil analisis berlian porter, saat ini PT Madu Pramuka bersaing dengan Madu Mutiara Ibu, Madu Nusantara, Madurasa dan Madu TJ. Kekurangan dari PT Madu Pramuka adalah produk yang dijual dipasaran memiliki kadar air yang masih sama dengan kadar air ketika dipanen. Hasil AHP menunjukkan bahwa faktor penentu daya saing produk madu PT Madu Pramuka adalah quality, diikuti oleh faktor cost dan delivery. Alternatif strategi yang terbaik untuk diterapkan adalah meningkatkan kualitas produk dengan cara mengurangi kadar air antara lain menggunakan dehumidifier. Pemerintah sebagai aktor terpenting memiliki peran untuk memfasilitasi infrastruktur dalam pengujian mutu produk. Implikasi manajerial yang direkomendasikan adalah untuk fokus pada peningkatan kualitas produk PT Madu Pramuka. Kata kunci: AHP, berlian porter, daya saing, industri madu, PT Madu Pramuka

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): JABM Vol. 11 No. 3, September 2025 Vol. 11 No. 2 (2025): JABM Vol. 11 No. 2, May 2025 Vol. 11 No. 1 (2024): JABM, Vol. 11 No. 1, Januari 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): JABM, Vol. 10 No. 3, September 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): JABM, Vol. 10 No. 2, Mei 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): JABM, Vol. 10 No. 1, Januari 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): JABM Vol. 9 No. 3, September 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): JABM Vol. 9 No. 2, Mei 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): JABM Vol. 9 No. 1, Januari 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): JABM, Vol. 9 No. 1, Januari 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): JABM Vol. 8 No. 3, September 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): JABM Vol. 8 No. 2, Mei 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): JABM Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol. 7 No. 3 (2021): JABM Vol. 7 No. 3, September 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): JABM Vol. 7 No. 2, Mei 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): JABM Vol. 7 No. 1, Januari 2021 Vol. 6 No. 3 (2020): JABM Vol. 6 No. 3, September 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): JABM Vol. 6 No. 2, Mei 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020 Vol. 5 No. 3 (2019): JABM Vol. 5 No. 3, September 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): JABM Vol. 5 No. 2, Mei 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019 Vol. 4 No. 3 (2018): JABM Vol. 4 No. 3, September 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): JABM Vol. 4 No. 1, Januari 2018 Vol. 3 No. 3 (2017): JABM Vol. 3 No. 3, September 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): JABM Vol. 3 No. 2, Mei 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): JABM Vol. 3 No. 1, Januari 2017 Vol. 2 No. 3 (2016): JABM Vol. 2 No. 3, September 2016 Vol. 2 No. 2 (2016): JABM Vol. 2 No. 2, Mei 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JABM Vol. 2 No. 1, Januari 2016 Vol. 1 No. 2 (2015): JABM Vol. 1 No. 2 Desember 2015 Vol. 1 No. 1 (2015): JABM Vol 1. No 1, Agustus 2015 More Issue