cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 289 Documents
PELUANG PENGGUNAAN KONSTRUKSI BAJA UNTUK JEMBATAN BENTANG PANJANG DAN TEROWONGAN BAWAH LAUT Muchlis, Basuki
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i1.9063.17-26

Abstract

Abstract Steel material has an important role in the development of construction technology. High tensile strength, durable, and lighter than concrete, makes steel structures widely used in the construction of transportation infrastructure, especially for long-span bridges and underwater tunnels. In this study, the opportunities for using steel construction for use in the construction of long-span bridges, namely cable stayed bridges or cable suspension bridges, and in underwater tunnels are examined. This study shows that the choice of long-span bridge type or technology is largely determined by local conditions and the planned bridge span length. The use of steel tubes for underwater tunnel construction can be an alternative for use in the construction of underwater tunnels to be built in the new capital city of Indonesia. Keywords: steel; long span bridges; cable stayed bridge; cable suspension bridge; underwater tunnel Abstrak Material baja memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi konstruksi. Kuat tarik tinggi, tahan lama, dan lebih ringan dibandingkan dengan beton, membuat struktur baja digunakan secara luas dalam pembangunan infrastruktur transportasi, khususnya untuk jembatan bentang panjang dan terowongan bawah laut. Pada studi ini dikaji peluang penggunaan konstruksi baja untuk digunakan pada konstruksi jembatan bentang panjang, yaitu jembatan pancang atau jembatan gantung, dan pada terowongan bawah laut. Studi ini menunjukkan bahwa pemilihan tipe atau teknologi jembatan bentang panjang sangat ditentukan oleh kondisi setempat dan panjang bentang jembatan yang direncanakan. Penggunaan tabung baja untuk konstruksi terowongan bawah laut dapat menjadi salah satu alternatif untuk digunakan dalam pembangunan terowongan bawah laut yang akan dibangun di Ibu Kota Nusantara. Kata-kata kunci: baja; jembatan bentang panjang; jembatan pancang; jembatan gantung; saluran bawah laut
PEMODELAN TRANSPORTASI MAKRO PADA RENCANA PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN DI PROVINSI JAWA BARAT Wasanta, Tilaka; Nainggolan, Fransiskus Ferdinand; Hadi, Prayoga Luthfil; Santosa, Wimpy
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i1.9064.27-38

Abstract

Abstract Along with economic growth, the mobility of transportation of people and goods to various regions has also increased. This is where the transportation sector plays a very important role to smooth the wheels of the economy and serve the need for transportation services for people and goods within cities, between cities, and throughout the country. Therefore, a macrosimulation transportation model is needed in order to have a well-connected road network system throughout the region. The study approach is based on road performance analysis using the PKJI 2023 method and macro modeling using the four-stage modeling method. By adding road network plans from Tatrawil, RUJJN, and RTRW documents to the do-something scenario, the road network of west java province has better performance. This shows that the road network plan developed in the previous documents can overcome future traffic problems. This is indicated by more road sections performing well in 2040 and 2045 compared to the do-nothing scenario. Keywords: road performance; modeling; road network; traffic Abstrak Seiring dengan pertumbuhan perekonomian, mobilitas angkutan orang dan barang ke berbagai wilayah juga turut meningkat. Di sinilah sektor transportasi memegang peranan yang sangat penting untuk memperlancar roda perekonomian dan melayani kebutuhan akan jasa angkutan orang dan barang di dalam kota, antarkota, dan keseluruh pelosok tanah air. Oleh karena itu diperlukan pemodelan transportasi makro dalam rencana pengembangan jaringan jalan yang terkoneksi dengan baik ke seluruh wilayah. Pendekatan kajian didasari oleh analisis kinerja jalan dengan metode PKJI 2023 dan pemodelan makro dengan metode pemodelan empat tahap. Dengan menambahkan rencana jaringan jalan dari dokumen Tatrawil, RUJJN, dan RTRW pada skenario do something menyebabkan jaringan jalan Provinsi Jawa Barat memiliki kinerja yang lebih baik. Ini menunjukkan bahwa rencana jaringan jalan yang sudah disusun pada dokumen terdahulu dapat mengatasi masalah lalu lintas di masa mendatang. Hal ini ditunjukkan dengan lebih banyaknya ruas jalan berkinerja baik di tahun 2040 dan 2045 dibandingkan dengan skenario do nothing. Kata-kata kunci: kinerja jalan; pemodelan transportasi; jaringan jalan; lalu lintas
PENGARUH SUBSTITUSI LIMBAH KACA TERHADAP TENSILE STRENGTH RATIO CAMPURAN BERASPAL ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE Syaripin; Suparma, Latif Budi; Mulyono, Agus Taufik; Alawy, Gholiqul Amrodh; Ardiansyah, Ahmad Farid; Septiandri, Rohmahillah Aviskanasya
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i1.9065.39-48

Abstract

Abstract Hot asphalt mixtures require aggregate as the constituent material. In this study, the potential for glass waste to be used as an aggregate substitute is examined. For this reason, a mixture design was determined to obtain the Optimum Asphalt Content of the Asphalt Concrete-Binder Course mixtures using glass waste as a substitute for fine aggregate. The glass waste used is glass waste that passes through sieve No. 50 and retained on sieve No.100. The proportion of glass waste substitution is 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% to the amount of fine aggregate in the mixture. The asphalt mixture in this study was made using the Marshall mixture design method. From this design, the Optimum Asphalt Content is obtained at 5.9% (0% glass waste), 5.4% (25% glass waste), 5.2% (50% glass waste), 5.1% (75% glass waste), and 4.9% (100% glass waste). Next, test spe-cimens were made for Indirect Tensile Strength testing, and carried out for testing in dry and wet conditions, and the Tensile Strength Ratio of the test specimens was determined. The Tensile Strength Ratio of the asphalt mixture decreases with increasing proportion of glass waste and decreasing asphalt content. Overall, this research shows that glass waste can be used as a substitute for fine aggregate. Keywords: hot mix asphalt; aggregate; glass waste; Marshall Method; Tensile Strength Ratio Abstrak Campuran beraspal panas memerlukan agregat sebagai material penyusunnya. Pada studi ini dikaji potensi limbah kaca untuk dimanfaatkan sebagai substitusi agregat. Untuk itu ditentukan rancangan campuran dengan untuk mendapatkan Kadar Aspal Optimum pada campuran beraspal jenis Asphalt Concrete-Binder Course dengan menggunakan limbah kaca sebagai substitusi agregat halus. Limbah kaca yang digunakan adalah limbah kaca yang lolos ayakan No. 50 dan tertahan ayakan No.100. Proporsi substitusi limbah kaca adalah 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% terhadap jumlah agregat halus dalam campuran. Campuran beraspal pada studi ini dibuat dengan menggunakan metode perancangan campuran Marshall. Dari perancangan tersebut diperoleh Kadar Aspal Optimum sebesar 5,9% (limbah kaca 0%), 5,4% (limbah kaca 25%), 5,2% (limbah kaca 50%), 5,1% (limbah kaca 75%), dan 4,9% (limbah kaca 100%). Selanjutnya dibuat benda-benda uji untuk pengujian Indirect Tensile Strength, dan dilakukan untuk pengujian dengan kondisi telah dilakukan pengkondisian kering dan kondisi basah, serta ditentukan Tensile Strength Ratio benda-benda uji. Tensile Strength Ratio campuran beraspal mengecil dengan bertambahnya proporsi limbah kaca dan berkurangnya kadar aspal. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa limbah kaca dapat dimanfaatkan sebagai substitusi agregat halus. Kata-kata kunci: campuran beraspal panas; agregat; limbah kaca; Metode Marshall; Tensile Strength Ratio
KOMPARASI EFISIENSI METODE PERAKITAN JEMBATAN PANEL RANGKA BAJA PADA PRESERVASI JEMBATAN Budi, Adityo; Primaswari, Gitaning; Andani, Rikal
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i1.9066.49-62

Abstract

Abstract Deterioration of bridge conditions can be caused by material durability, traffic volume and load, environmental conditions, or natural disasters. For this reason, bridge rehabilitation activities are needed. The bridge rehabili-tation process often results in road access being cut off and the handling process takes quite a long time. To prevent isolated areas to happen, it is necessary to build emergency bridges, which are usually called steel frame panel bridges or also known as Bailey Bridges. The construction of steel frame panel bridges can use several installation methods, namely full-span, shoring, balanced cantilever, and semi-balanced cantilever. This research aims to compare the effectiveness and efficiency of steel frame panel bridge erection methods. For this reason, field observations and interviews were carried out related to the assembly of steel frame panel bridges. Data analysis was carried out quantitatively and qualitatively by comparing the cost, time and level of ease of installing steel frame panel bridges. This study shows that the installation of a steel frame panel bridge using the semi balanced cantilever method is the easiest installation, requiring installation time of only 13 days for a span of 30 m, and with the lowest cost. Keywords: bridge; steel frame panel bridges; bridge assembly; semi balanced cantilever Abstrak Penurunan kondisi jembatan dapat disebabkan oleh durabilitas material, volume lalu lintas dan beban, kondisi lingkungan, atau adanya bencana alam. Untuk itu diperlukan kegiatan rehabilitasi jembatan. Proses rehabilitasi jembatan seringkali membuat akses jalan terputus dan proses penanganannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk mencegah adanya daerah yang terisolir, diperlukan pembangunan jembatan darurat, yang biasa disebut dengan jembatan panel rangka baja atau biasa disebut juga sebagai jembatan Bailey. Pembangunan jembatan panel rangka baja dapat menggunakan beberapa metode pemasangan, yaitu full-span, shoring, balanced cantilever, dan semi balanced cantilever. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dan efisiensi metode erection jembatan panel rangka baja. Untuk itu, dilakukan observasi lapangan dan wawan-cara yang terkait dengan perakitan jembatan panel rangka baja. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan secara kualitatif dengan membandingkan biaya, waktu, dan tingkat kemudahan pemasangan jembatan panel rangka baja. Studi ini menunjukkan bahwa pemasangan jembatan panel rangka baja yang menggunakan metode semi balanced cantilever merupakan pemasangan yang paling mudah, membutuhkan waktu pemasangan hanya 13 hari untuk bentang 30 m, dan dengan biaya yang paling murah. Kata-kata kunci: jembatan; jembatan panel rangka baja; perakitan jembatan; semi balanced cantilever
PERAN MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN JALAN Sekaryadi, Yudi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i1.9067.63-74

Abstract

Abstract This study was conducted in Sidamulya Village, Jalaksana District, Kuningan Regency, in West Java Province. Sidamulya village is traversed by the Cirebon–Kuningan provincial road which is in good and moderate condition, the Jalaksana–Simpang Pejambon district road which is in moderate condition and slightly damaged, and several village roads are in moderate condition, lightly damaged, and heavily damaged. The road maintenance program in the Sidamulya Village environment is implemented based on the results of road condition surveys. Maintenance of the Cirebon-Kuningan Road Section is proposed using a routine maintenance program, while maintenance of the Jalaksana-Simpang Pejambon Road Section is proposed using a periodic maintenance program. Meanwhile, maintenance of village roads is proposed with a periodic maintenance and rehabilitation program. Implementation of road maintenance can be carried out by including village community participation through the Type IV self-management method, where planning is carried out by the government or community, while implementation and supervision are carried out by the community. The types of work that can be done by village communities are simple jobs and do not require high-tech equipment. Keywords: road conditions; community participation; road maintenance; road planning; self-management Abstrak Studi ini dilakukan di Desa Sidamulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, di Provinsi Jawa Barat. Desa Sidamulya dilewati oleh jalan provinsi Cirebon–Kuningan yang berkondisi baik dan sedang, jalan kabupaten Jalaksana–Simpang Pejambon yang berkondisi sedang dan rusak ringan, dan beberapa jalan desa berkondisi sedang, rusak ringan, dan rusak berat. Program pemeliharaan jalan di lingkungan Desa Sidamulya dilaksanakan berdasarkan hasil survei kondisi jalan. Pemeliharaan ruas jalan Cirebon–Kuningan diusulkan menggunakan program pemeliharaan rutin, sedangkan pemeliharaan ruas jalan Jalaksana– Simpang Pejambon diusulkan dengan program pemeliharaan berkala. Sementara itu, pemeliharaan jalan desa diusulkan dengan program pemeliharaan berkala dan rehabilitasi. Pelaksanaan pemeliharaan jalan dapat dilakukan dengan me-nyertakan partisipasi masyarakat desa melalui metode swakelola Tipe IV, yang mana perencanaan dilakukan oleh pemerintah atau masyarakat, sedangkan pelaksanaan dan pengawasan dilakukan oleh masyarakat. Jenis pekerjaan yang dapat dilakukan oleh masyarakat desa adalah pekerjaan yang sederhana dan tidak memerlukan peralatan berteknologi tinggi. Kata-kata kunci: kondisi jalan; partisipasi masyarakat; pemeliharaan jalan; perencanaan jalan; swakelola
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI WILAYAH HUKUM POLRES SUBANG Ningsih, Lis Diana; Rizky, Ajeng Meiliana; Hadi, Prayoga Luthfil; Santosa, Wimpy
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i1.9068.75-82

Abstract

Abstract Traffic accidents are in the top 5 causes of death in the world. Therefore, it is important to study the factors that cause traffic accidents. This study uses law enforcement theory and criminal responsibility theory with an empirical juridical approach and analytical descriptive nature. Data was collected through literature study to obtain primary, secondary and tertiary legal materials, which were analyzed qualitatively. This study shows that the main factor causing traffic accidents is human negligence, followed by unfit vehicles, poor road con-ditions, and environmental or weather factors. Criminal liability for negligent drivers involves a legal process, from investigation, prosecution, to trial. In practice, traffic accident cases are often resolved through conciliation at the investigation stage, although dissatisfied parties can take the case to court. Keywords: traffic accident; law enforcement; driver negligence; legal process Abstrak Kecelakaan lalu lintas menempati 5 besar penyebab kematian di dunia. Karena itu, penting dilakukan kajian terhadap faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Studi ini menggunakan teori penegakan hukum dan teori pertanggungjawaban pidana dengan pendekatan yuridis empiris dan sifat deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan untuk memperoleh bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas adalah kelalaian manusia, diikuti oleh kendaraan yang tidak layak, kondisi jalan yang buruk, serta faktor lingkungan atau cuaca. Pertanggungjawaban pidana terhadap pengemudi yang lalai melibatkan proses hukum, mulai dari penyidikan, penuntutan, hingga persidangan. Dalam praktiknya, kasus kecelakaan lalu lintas sering diselesaikan melalui perdamaian pada tahap penyidikan, meskipun pihak yang tidak puas dapat melanjutkan perkara hingga ke pengadilan. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas; penegakan hukum; kelalaian pengemudi; proses hukum
TOLL ROAD TARIFF AND TOLL COLLECTION INTEGRATION POLICY IN INDONESIA: ADVANCING TOWARDS AN EFFICIENT, FAIR, AND SUSTAINABLE SYSTEM Muljono , Slamet; Daramita , Ratu Intan Febry
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i2.9513.%p

Abstract

Abstract Toll tariff integration in Indonesia represents a significant reform in transportation policy, aimed at enhancing efficiency, equity and sustainability. This paper explores the integration process from policy, technical, to institutional perspectives, using case studies from Greater Jakarta, Greater Surabaya, and Greater Medan regions. Findings show that integration improves average travel speed (up to 9% in Greater Jakarta region), reduces toll gate congestion, and enhances logistics cost efficiency. Nevertheless, key challenges persist, including infrastructure readiness, equitable revenue sharing among operators, and public acceptance. This study recommends a phased implementation strategy, tariff simulations based on users’ Ability to Pay and Willingness to Pay, and strengthened inter-stakeholder coordination to ensure the success of toll road inte-gration policies. Keywords: tariff integration; transportation efficiency; sustainability; Willingness to Pay; Ability to Pay Abstrak Integrasi tarif tol di Indonesia merupakan reformasi yang signifikan dalam kebijakan transportasi, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, kesetaraan, dan keberlanjutan. Makalah ini mengeksplorasi proses integrasi mulai dari perspektif kebijakan, teknis, hingga kelembagaan, menggunakan studi kasus di wilayah-wilayah Jabodetabek, Surabaya Raya, dan Medan Raya. Temuan yang diperoleh menunjukkan bahwa integrasi meningkatkan kecepatan perjalanan rata-rata (hingga 9% di Jabodetabek), mengurangi kemacetan di gerbang tol, dan meningkatkan efisiensi biaya logistik. Namun demikian, tantangan utama tetap ada, termasuk kesiapan infrastruktur, pembagian pendapatan yang adil di antara para operator, dan penerimaan publik. Studi ini merekomendasikan strategi implementasi bertahap, simulasi tarif berdasarkan Kemampuan untuk Membayar dan Kesediaan untuk Membayar pengguna, dan penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan untuk memastikan keberhasilan kebijakan integrasi jalan tol. Kata-kata kunci: integrasi tarif; efisiensi transportasi; keberlanjutan; Kesediaan untuk Membayar; Kemam-puan untuk Membayar
AUDIT KESELAMATAN JALAN DI KAWASAN SOREANG KABUPATEN BANDUNG Prastiyo , Imam Budy
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i2.9514.95-102

Abstract

Abstract The Soreang area is a strategic location in Bandung Regency, with high mobility from government and office activities. This area experiences increased traffic and requires a Road Safety Audit to prevent traffic accidents. This study conducted an audit of 8 road sections in Soreang. The audit process used a Road Safety Audit form for the operational stage and compared road conditions with technical standards. This study indicates that Road Section 7 (Soreang Cipatik) has the highest potential for traffic accidents, requiring mitigation measures to reduce the potential risk of traffic accidents on this road. Keywords: traffic; Road Safety Audit; Traffic Accidents; roads Abstrak Kawasan Soreang merupakan suatu kawasan yang strategis di Kabupaten Bandung, dengan mobilitas yang tinggi yang berasal dari kegiatan pemerintahan dan perkantoran. Kawasan ini mengalami peningkatan lalu lintas dan memerlukan Audit Keselamatan Jalan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Pada studi ini dilakukan audit terhadap 8 ruas jalan di Soreang. Proses audit dilakukan dengan menggunakan formulir Audit Keselamatan Jalan untuk tahap operasional dan membandingkan kondisi jalan dengan standar teknis. Studi ini menunjukkan bahwa Ruas Jalan 7 (Soreang Cipatik) memiliki potensi kecelakaan lalu lintas tertinggi, sehingga diperlukan upaya penanganan untuk mengurangi potensi risiko kecelakaan lalu lintas di jalan tersebut. Kata-kata kunci: lalu lintas; Audit Keselamatan Jalan; Kecelakaan Lalu Lintas; jalan
KAJIAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI JALAN DIPONEGORO KOTA SINGKAWANG Boediono, Boediono; Mayuni , Siti; Said, Said
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i2.9515.103-112

Abstract

Abstract Pedestrian comfort is a key factor in creating a livable urban environment. Singkawang City, located in West Kalimantan Province, faces sidewalk problems on Jalan Diponegoro, including insufficient width, surface damage, illegal parking, a large number of street vendors, and frequent use by motorcycles. This study aims to analyze the compliance of existing sidewalk conditions with technical standards, analyze user satisfaction levels with various aspects of pedestrian facilities, and formulate solutions to any discrepancies identified. Data were obtained through direct observation and interviews with sidewalk users. This study shows that, in terms of technical standards, only the safety aspect meets standards, while comfort, accessibility, aesthetics, connec-tivity, and supporting facilities remain below standard. However, based on user perceptions, 5 of the 6 aspects, safety, comfort, accessibility, aesthetics, and connectivity, have a user satisfaction level greater than 50%. Only the supporting facilities aspect has a user satisfaction level below 50%. Sidewalk improvements need to be carried out not only based on meeting technical standards but also considering user perceptions and needs. Keywords: pedestrian; sidewalk; accessibility; comfort; user satisfaction; safety Abstrak Kenyamanan pejalan kaki merupakan suatu faktor utama dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang layak huni. Kota Singkawang, yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat, menghadapi permasalahan trotoar di Jalan Diponegoro, yang meliputi lebar trotoar yang kurang, permukaan rusak, parkir ilegal, banyaknya pedagang kaki lima, serta dilalui oleh sepeda motor. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian kondisi eksisting trotoar terhadap standar teknis, menganalisis tingkat kepuasan pengguna terhadap berbagai aspek fasilitas pejalan kaki, serta merumuskan solusi atas ketidaksesuaian yang ditemukan.. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan pengguna trotoar. Studi ini menunjukkan bahwa, dari sisi standar teknis, hanya aspek keamanan yang memenuhi standar, sementara aspek-aspek kenyamanan, aksesibilitas, estetika, konektivitas, dan fasilitas penunjang masih belum memenuhi standar. Namun, berdasarkan persepsi pengguna, 5 dari 6 aspek, yaitu keamanan, kenyamanan, aksesibilitas, estetika, dan konektivitas memiliki tingkat kepuasan pengguna lebih besar daripada 50%. Hanya aspek fasilitas penunjang memiliki tingkat kepuasan pengguna kurang daripada 50%. Perbaikan trotoar perlu dilakukan tidak hanya berdasarkan pemenuhan standar teknis, tetapi juga mempertimbangkan persepsi dan kebutuhan pengguna. Kata-kata kunci: pejalan kaki; trotoar; aksesibilitas; kenyamanan; kepuasan pengguna; keselamatan
STUDI KELAYAKAN JALAN PENGHUBUNG PELAWAN DAN BIATAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Wasanta , Tilaka; Tridamayanti, Alfina; Hadi, Prayoga Luthfil; Santosa, Wimpy
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i2.9516.113-126

Abstract

Abstract Road infrastructure development plays a crucial role in driving economic growth and equitable development. One effort to strengthen interregional connectivity in East Kalimantan Province is the construction of a connecting road between Pelawan (Nibung Bridge) and Biatan (Simpang KM. 46). This paper presents a feasibility study of the proposed connecting road, including a review of technical, economic, and spatial planning aspects. Three alternative routes are examined in this study. Furthermore, the study includes an analysis of the initial road design, including geometric and pavement design. This study indicates that alternative 2 is the best alternative and is recommended for designation as the selected route. Keywords: road infrastructure; feasibility study; connecting road; road route Abstrak Pembangunan infrastruktur jalan memegang peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan. Suatu upaya untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Kalimantan Timur adalah melaksanakan pembangunan jalan penghubung antara Pelawan (Jembatan Nibung) dan Biatan (Simpang KM. 46) di Provinsi Kalimantan Timur. Pada makalah ini dilakukan studi kelayakan terhadap ren-cana pembangunan jalan penghubung tersebut, yang mencakup tinjauan terhadap aspek-aspek teknis, ekonomi, dan kesesuaian tata ruang. Terdapat 3 trase alternatif yang dikaji pada studi ini. Selain itu, studi ini juga memuat analisis terhadap desain awal jalan, yang meliputi desain geometrik dan desain perkerasan Jalan. Studi ini menunjukkan bahwa alternatif 2 merupakan alternatif terbaik dan direkomendasikan untuk ditetapkan sebagai trase terpilih. Kata-kata kunci: infrastruktur jalan; studi kelayakan; jalan penghubung; trase jalan