cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jinopfkip@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JINOP (Jurnal Inovasi Pembelajaran)
ISSN : 24431591     EISSN : 24600873     DOI : 10.2229.
Core Subject : Education,
JINoP acts as medium of publicating the result of research covering the learning innovation theme from the elementary to higher education level. The journal also acts as a medium of disseminating research thought conducted by teachers and lecturers. In substance, the articles published in the journal are projected to inspire circles of education in conducting innovation in teaching and learning process.
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
PEMBELAJARAN KLASIFIKASI KLADOGRAM DENGAN METODE TAKSIMETRI UNTUK MEMPELAJARI KEKERABATAN TANAMAN GENUS TILLANDSIA & NEOREGELIA Fendy Hardian Permana; Nurwidodo Nurwidodo; Lise Chamisijatin; Siti Zaenab; Yuni Pantiwati; Dwi Sulistiarini
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 6 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v6i1.7084

Abstract

ABSTRAKLingkungan SMAN 3 Malang memiliki konsep taman vertikal, sehingga cocok digunakan tempat pembelajaran outdoor learning dan pembelajaran langsung. Hasil observasi menunjukkan pemanfaatan tanaman untuk media pembelajaran belum optimal. Belum optimalnya disebabkan belum adanya informasi nama ilmiah, deskripsi, dan hubungan kekerabatan tumbuhan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan inovasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pembelajaran klasifikasi kladogram dengan metode taksimetri: 1) pemanfaatan tanaman tillandsia & neoregelia untuk sumber belajar klasifikasi & kladogram tanaman, 2) jumlah spesies tillandsia & neoregelia, 3) hubungan kekerabatan tanaman tillandsia & neoregelia. Penelitian ini merupakan deskriptif dengan metode survey, melalui pembelajaran klasifikasi & kladogram dengan taksimetri. Teknik analisis data secara deskriptif yaitu identifikasi jenis-jenis tumbuhan menggunakan gambar dan buku kunci determinasi (taksimetri). Hasil menunjukkan bahwa melalui pembelajaran klasifikasi kladogram dengan metode taksimetri diperoleh data sebagai berikut 1) pemanfaatan tanaman dengan ciri morfologi serta persamaan dan perbedaannya menjadi sumber belajar klasifikasi tumbuhan & pembuatan kladogram berlangsung dengan efektif dimana ditunjukkan dengan siswa terampil dalam melakukan klasifikasi tanaman yang ada di lingkungan sekolah dan terampil membuat kladogram dari kegiatan klasifikasi, 2) terdapat 2 spesies tillandsia yaitu Tillandsia lonantha & Tillandsia cyanea serta terdapat 1 spesies neoregelia yaitu Neoregelia spectabilis, 3) hubungan kekerabatannya tanaman tersebut satu family yaitu Bromeliaceae.     Kata Kunci: Kekerabatan Tillandsia & Neoregelia; Kladogram; Taksimetri; Pembelajaran Klasifikasi ABSTRACTThe environment of State Senior High School (SMAN) 3 Malang employed a concept of vertical garden, making the environment suitable for outdoor learning and direct learning. Observation results indicated the use of plants for learning media is not optimal due to the lack of information on scientific names, descriptions, and relationships of plants. Based on the observation, it was necessary to design a learning innovation. This research aimed to describe the application of Cladogram classification learning with the Asymmetric method: 1) the utilization of Tillandsia & Neoregelia plants for the source of plant classification & Cladogram learning, 2) the number of Tillandsia & Neoregelia species, 3) the relationship between Tillandsia & Neoregelia plants. This research employed a descriptive survey method through learning classification & Cladograms with Asymmetry. The descriptive data analysis technique defined the identification of plant types using pictures and key books of determination (asymmetry). The results showed that through the learning of cladogram classification with the asymmetry method, the following data were obtained: 1) the use of plants with morphological characteristics and similarities and differences became the source of learning for plant classification and making cladograms effectively indicated by students performance in doing the classification of plants in the school environment and making cladograms from classification activities, 2) there were two species of tillandsia namely Tillandsia lonantha & Tillandsia cyanea, and there were one neoregelia species namely Neoregelia spectabilis, 3) familial relationship of the plant is one family namely Bromeliaceae. Keywords: Cladogram; Kinship Tillandsia & Neoregelia; Taximetry; Classification Learning
PENGEMBANGAN LKPD BERORIENTASI METAKOGNISI DI SD MUHAMMADIYAH 5 BUMIAJI Delora Jantung Amelia; Ichsan Anshory A.M.; Setiya Yunus Saputra
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 6 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v6i1.7168

Abstract

ABSTRAKMetakognisi merupakan kompetensi inti yang harus dicapai pada kurikulum 2013 dengan adanya soal yang terintegrasi pada LKPD dapat mengarahkan siswa untuk menyadari pentingnya kemampuan memahami suatu materi, melatih kemandirian untuk belajar serta menyadari kekurangan dan  kelebihannaya sehingga dapat melakukan kontrol terhadap pengetahuannya. Akan  tetapi LKPD yang digunakan  siswa selama ini belum mencakup semua rangkaian kegiatan metakognisi yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD yang berorientasi metakognisi. Model pada pengembangan ini menggunkan Model Dick dan Carey yang terdiri dari 10 langkah, (1) mengidentifikasi tujuan khusus, (2) menganalisis pembelajaran yang akan dilakukan, (3) menganalisis pembelajar dan konteks, (4) merumuskan tujuan khusus mengembangan suatu produk, (5) mengembangkan instrumen penilaian yang sesuai dengan kebutuhan, (6) mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, (7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran yang akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, (8) merancang  dan  melaksanakan  evaluasi formatif  pembelajaran,  (9) merevisi  pembelajaran ketika tidak sesuai,  dan (10) mendesain dan melakukan evaluasi sumatif. Hasil penelitian pengembangan ini memperoleh hasil validasi dari ahli materi dengan kriteria sangat valid (96,5%), hasil validasi desain memperoleh hasil 73,02% dengan kreteria perlu revisi, untuk uji coba kelompok kecil 86,67% dengan kreteria sangat menarik,dan uji coba lapang memperoleh hasil 85 % dengan kreteria baik.
Meningkatkan keaktifan siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan pendekatan saintifik dalam kegiatan lesson study Arif Setiawan; Gigit Mujianto; Fauzan Fauzan
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 6 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v6i2.7177

Abstract

Mata pelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang sering diremehkan oleh para siswa. Akan tetapi, kenyataannya pada evaluasi akhir banyak ditemukan nilai terendah yang diperoleh siswa berasal dari mata pelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 06 Dau Malang. Program lesson study ini dilakukan dalam 4 siklus dengan menerapkan pendekatan saintifik yang diimplementasikan melalui strategi pembelajaran inkuiri. Strategi tersebut berimplikasi pada pemakaian metode inkuiri, diskusi, dan kunjung kelompok. Hasil penelitian menunjukkan keatifan siswa dapat ditingkatkan. Peningkatan keaktifan siswa tersebut beriringan dengan tujuan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifk yang meliputi (1) menanya/menjawab teks prosedur, (2) menerapkan penulisan teks prosedur, dan (3) mengomunikasikan menanggapi teks prosedur. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan pemakaian pendekatan saintifik dalam kegiatan lesson study dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.   Kata kunci: keaktifan siswa, lesson study, pendekatan saintifik   Abstract Bahasa Indonesia subject is one of the subjects that is often underestimated by students. However, it was found that the lowest scores obtained by students came from Indonesian subjects in the final evaluation. This research aimed to increase student activeness in Indonesian subjects by analyzing 27 research subjects on grade VII students of SMP Muhammadiyah 06 Dau Malang. This lesson study program was carried out in 4 cycles by applying a scientific approach through an inquiry learning strategy. This strategy implied the use of inquiry, discussion, and group visits methods. The results showed that student's activity could be improved. Increasing the activeness of students goes parallel with the learning objectives by using a scientific approach which includes (1) asking / answering procedure texts, (2) applying procedural text writing, and (3) communicating responding to procedural texts. Based on the result, it can be concluded that the use of a scientific approach in lesson study activities can increase student activeness in Bahasa Indonesia subjects.   Keywords: student activity, lesson study, scientific approach
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN MENULIS SURAT LAMARAN PEKERJAAN MELALUI METODE SIBOMBER BERBANTUAN KUIS INTERAKTIF PADA PESERTA DIDIK KELAS I-4 SMA NEGERI 3 MALANG Binti Ngafifatul Maidah; Sugiarti Sugiarti; Basuki Agus Priyana Putra
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 6 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v6i1.8011

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan kemampuan menulis surat lamaran pekerjaan melalui metode sibomber berbantuan kuis interaktif pada peserta didik kelas I-4 SMA Negeri 3 Malang. Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari dua siklus dengan indikator ketuntasan klasikal 80%. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas I-4 SMAN 3 Malang sejumlah 20 peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penerapan metode sibomber berbantuan kuis interaktif dalam pembelajaran menulis surat lamaran pekerjaan mengalami peningkatan. Pada siklus I diperoleh rata-rata keseluruhan aktivitas pendidik sebesar 72,61% menjadi 86,9% pada siklus II. Hasil peningkatan yang diperoleh mencapai 14,29%. (2) Aktivitas peserta didik berdasarkan rata-rata keseluruhan aktivitas belajar yang muncul sesuai indikator mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 66,14% menjadi 81,49% pada siklus II. Hasil peningkatan aktivitas belajar mencapai 15,35%. (3) Peningkatan kemampuan menulis surat lamaran pekerjaan ditunjukkan dengan rata-rata nilai pada siklus I sebesar 77 menjadi 87,8 pada siklus II. Hasil peningkatan yang diperoleh mencapai 10,8. Hasil belajar klasikal pada siklus I sebesar 70% menjadi 100% pada siklus II sehingga meningkat sebesar 30%. 
Peningkatan kemampuan berdebat melalui model pembelajaran learning cycle 5E dengan bantuan peta konsep siswa G-2 Mahftyn Amalia Sintawati; Sugiarti Sugiarti; Ranggi Ramadhani Ilminisa
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 6 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v6i2.8024

Abstract

Model pembelajaran Learning Cycle 5E sangat cocok untuk memacu dan mendorong siswa agar aktif menyampaikan ide/gagasan dalam praktik berdebat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berdebat melalui model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan bantuan peta konsep siswa G-2 SMA Negeri 3 Malang. Pemilihan Bantuan media peta konsep diharapkan dapat membantu siswa agar lebih terarah dalam pemahaman konsep serta penyampaikan ide/gagasan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas G-2 SMA Negeri 3 Malang pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 32 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan rancangan yang bersifat kolaboratif. menggunakan 2 siklus dalam penerapannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penilitian ini adalah observasi, praktik, dan, wawancara. Kemampuan berdebat siswa kelas G-2 SMAN 3 Malang melalui penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan bantuan peta konsep mengalami peningkatan dari prasiklus, siklus I, dan siklus II. Pada nilai rata-rata hasil praktik berdebat pada siklus I yaitu 78,3 dengan jumlah ketuntasan sebanyak 24 siswa atau (75%) . Pada pembelajaran siklus II nilai rata-rata praktik berdebat siswa yaitu 83,8 % dengan jumlah ketuntasan sebanyak 30 siswa atau (93,7%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan bantuan peta konsep mampu meningkatkan kemampuan berdebat siswa.   Kata Kunci: kemampuan berdebat, model learning Cycle 5E, peta konsep   The 5E Learning Cycle learning model is valid for stimulating and encouraging students to actively convey ideas/ideas in debating practice. This research aimed to improve debating skills through the 5E Learning Cycle learning model with the help of concept maps for G-2 students of SMA Negeri 3 Malang. Selection of concept map media assistance is expected to help students to be more focused in understanding concepts and conveying ideas. The research employed 32 students of G-2 class SMA Negeri 3 Malang in the even semester of the 2018/2019 academic year as the research subject. This research employed a classroom action research (CAR) with a collaborative design using 2 cycles in its application. The data collection techniques used in this research were observation, practice, and interviews. The debating ability of G-2 class students of SMAN 3 Malang through the application of the Learning Cycle 5E learning model with the help of concept maps has increased from pre-cycle, cycle I, and cycle II. The average value of the results of debating practice in cycle I was 78.3 with 24 students or (75%) completeness. In the second cycle of learning the average value of students' arguing practice was 83.8% with the total completeness of 30 students or (93.7%). The conclusion of the research shows that the application of the 5E Learning Cycle learning model with the help of concept maps can improve students' arguing skills. Keywords: debating ability, 5E Cycle learning model, concept map
Pengembangan media board game untuk pembelajaran tematik di sekolah dasar Wahyu Candra Dwi Safitri
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 6 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v6i2.8186

Abstract

Pembelajaran tematik di sekolah dasar sangat penting untuk memperkuat karakter siswa, salah satunya dengan media board game. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media board game pada pembelajaran tematik di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D dengan desain ADDIE yang meliputi lima tahap, yakni 1) analysis (analisis), 2) design (perancangan), 3) development (pengembangan), 4) implementation (implementasi), dan 5) evaluation (evaluasi). Kevalidan produk diperoleh melalui uji pakar dengan instrumen validasi pakar. Kepraktisan produk diperoleh melalui uji coba terbatas 8 siswa dan pemberian angket untuk melihat respon siswa setelah menggunakan media board game. Keefektifan produk diperoleh melalui uji coba satu kelas dengan one grup pretest-posttest design yang hasilnya diuji menggunakan Paired Samples t-Test dengan SPSS 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media board game dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada pembelajaran tematik di sekolah dasar. Media pembelajaran dinyatakan valid berdasarkan hasil uji pakar media, pakar materi, dan pakar pembelajaran yang rata-ratanya mencapai 74.3% (tinggi). Media pembelajaran dinyatakan praktis berdasarkan hasil angket respon siswa mencapai 94% (praktis). Media pembelajaran juga dinyatakan efektif berdasarkan rata-rata hasil pretes dan postes serta uji Paired Samples T Test pretest-posttest dengan menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sama dengan 0,000.   Kata kunci: Media pembelajaran; Board Game; Pemecahan Masalah; Siswa Sekolah Dasar.   ABSTRACT This study aimed to develop and test the validity, practicality, and effectiveness of game board media on thematic learning in elementary schools. It employed Research and Development (R&D) method with ADDIE design, including 1) analysis, 2) design, 3) development, 4) implementation and 5) evaluation. The product validity was obtained through expert tests using expert validation instruments. The product practicality was verified after limited trials to 8 students. Questionnaires were given to see student responses after using the game board media. The product effectiveness was validated by a one-class trial with one group pretest-posttest design, tested using Paired Samples t-test in SPSS 20.0. Results showed that board game media improved elementary school students’ problem-solving skills in thematic learning. The learning media is valid based on the test results of media experts, material experts, and learning experts. It is also practical based on the results of the student response questionnaire. The learning media is effective based on the results of the average pretest and posttest and the Paired Samples t-test pretest-posttest test results by showing the Sig. (2-tailed) equal to 0,000.   Keywords: Learning Media; Board Game; Problem Solving; Elementary students.
PENGGUNAAN INSTRUMEN DIAGNOSTIK TWO-TIER UNTUK MENGANALISIS MISKONSEPSI ASAM BASA SISWA SMA DAN MA Achmad Yandi Rahmatul Fajri; Salamah Agung; Nanda Saridewi
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 6 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v6i1.8445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan miskonsepsi siswa SMA dan MA di kota Serang pada materi asam basa. Data diperolah dari instrumen yang terdiri dari 16 butir soal dan melibatkan 456 siswa kelas XI dari 5 Sekolah Menengah Atas dan 2 Madrasah Aliyah di Kota Serang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi terjadi pada setiap konsep yang ada pada materi Asam Basa, dengan persentase umum rata-rata persentase siswa kategori miskonsepsi sebanyak 36% siswa, termasuk kriteria sedikit siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi yang ditemukan umumnya karena kurang memahami materi konseptual yang dipelajari di sekolah, menggunakan satu teori untuk semua sifat reaksi asam basa, terjadi pemahaman yang terpisah antara konseptual dengan pemahaman algoritma (perhitungan) dan tidak dapat menghubungkan konsep yang dipelajari dengan keadaan lingkingan sekitar.
Model evaluasi ketercapaian kompetensi dasar qur’an hadits berbasis kognitif pada pembelajaran pendidikan agama islam Uus Herman; Chaerul Rochman; Maslani Maslani
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 6 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v6i2.8575

Abstract

ABSTRAK Pesantren berkonstribusi besar dalam merealisasikan tujuan pendidikan nasional serta mencerdaskan kehidupan bangsa, salah satunya melalui model evaluasi ketercapaian kompetensi dasar (KD). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ketercapaian KD qur’an-hadis berbasis kognitif pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Satuan Pendidikan Muadalah TMI Pondok Pesantren Darussalam Sindangsari Kersamanah Garut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melalui analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan  Dari gambar diatas diketahui bahwa persentase  ketercapaian nilai kompetensi dasar qur’an-hadis berbasis kognitif dapat diungkapkan bahwa rata-rata ketercapaian kompetensi dasar  pemahaman ayat alqur’an adalah 21,21 %; hafalan ayat alqur’an adalah 20,20 %; pemahaman hukum-hukum tajwid adalah 19,19 %; pemahaman hadis adalah 21,21 %; dan rata-rata ketercapaian kompetensi dasar  no. 5 yang berkenaan dengan hafalan hadis adalah 19,19 %. Berdasarkan analisis ketercapaian KD qur’an-hadis maka dapat disimpulkan bahwa, capaian KD mata pelajaran Qur’an-Hadits belum merata. KD qur’an-hadis penjadi prioritas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) Pondok Pesantren Darussalam. Oleh karena itu, proses pembelajaran seharusnya memprioritaskan tercapainya KD sebagai bahan evaluasi hasil pembelajaran. Kata Kunci: Analisis ketercapaian; Kompetensi Dasar; Qur’an-Hadis; Kognitif. Islamic boarding schools contributed in realizing the goals of national education and enrich the life of a nation with evaluation model for the achievement of basic competencies (KD) as example. The purpose of this research was to analyze the achievement of cognitive-based KD quran-hadith in Islamic religious education lesson at the Muadalah Education Unit of the Darussalam Sindangsari Kersamanah Islamic Boarding School, Garut. The research employed descriptive method by collecting data through interviews, observation and documentation. The data were analyzed through descriptive analysis. The research results showed the achievement of the basic competency values of the cognitive-based quran-hadiths revealed that the average achievement of the basic competence of 21.21% understanding the verses of the alquran; 20.20% memorization of the verse alquran; 19.19% understanding of the laws of recitation; 21.21% understanding of hadith; and the average achievement of basic competencies no. 5 which is 19.19% related to the hadith memorization. It can be concluded that the KD achievements in the Qur'an-Hadith subjects are not evenly distributed. KD quran-hadith is a priority in the learning of Islamic Religious Education and Muadalah Education Unit (SPM) Pondok Pesantren Darussalam. Therefore, the learning process should prioritize the achievement of KD as material for evaluating learning outcomes. Keywords: Achievement Analysis; Basic Competence; Qur'an-Hadith; Cognitive.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN REACT DAN TINJAUANNYA TERHADAP KEMAMPUAN KOLABORATIF MAHASISWA Marhan Taufik; Siti Khoiruli Ummah; Alfiani Athma Putri Rosyadi
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 6 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v6i1.10036

Abstract

ABSTRAKPembelajaran untuk mata kuliah pendidikan matematika yang meliputi teori belajar, perkembangan peserta didik, profesi keguruan. Selama dua tahun berturut-turut pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah, diskusi kelompok dan penugasan berupa pengerjaan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM). Metode ini mengakibatkan mahasiswa jarang melakukan kerja sama untuk mengingat serta memaknai dan mengimplementasikan materi melalui kegiatan microteaching. Inovasi model pembelajaran diperlukan agar mahasiswa mampu berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan serta mengimplementasikan materi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan hasil implementasi model pembelajaran REACT dan tinjauannya terhadap kemampuan kolaboratif mahasiswa melalui kegiatan observasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu dengan data kualitatif berupa hasil implementasi model pembelajaran yang dilaksanakan sebanyak 8 kali pertemuan pada kelas Strategi Pembelajaran Matematika untuk mahasiswa Semester Kedua di Universitas Muhammadiyah Malang serta adanya peningkatan kemampuan kolaboratif mahasiswa. Kemampuan kolaboratif terlihat dari pengerjaan LKM secara berkelompok dan kerja sama dalam pembuatan desain pembelajaran matematika. Kolaborasi juga dapat terlihat dari kontribusi ide penyelesaian masalah, saran, gagasan, serta pertanyaan yang bersifat konfirmasi. Selain itu, simulasi desain pembelajaran juga merupakan bentuk kolaborasi anggota tim. Kemampuan kolaboratif terlihat paling jelas ketika tahap Experiencing, Cooperating, dan Transfering. Tahap experiencing menunjukkan mahasiswa mampu menjawab pertanyaan yang didasarkan pada pengalaman pribadi. Tahap cooperating menunjukkan mahasiswa berdiskusi aktif menyelesaikan LKM secara berkelompok. Tahap transferring menunjukkan mahasiswa bekerja sama membuat desain pembelajaran serta mensimulasikan. Dengan demikian, melalui implementasi model pembelajaran REACT, mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan kolaboratif. Kata-Kunci:  Model Pembelajaran REACT; Kemampuan Kolaboratif; Pendidikan Matematika. ABSTRACTLearning on mathematics courses education that includes learning theory, students’ development, and the teaching profession, was performed for two years in a row by using the method of lectures, group discussions, and assignments in the form of a worksheet. The methods caused the students rarely to do work together to memorize, interpret, and implement the material through the activities of microteaching. The innovation learning model was necessary so that students could collaborate to solve problems and implement the material. This research aimed to describe the results of the implementation of the REACT learning model and its review on the students’ ability to collaborate through the activities of observation. The research method employed descriptive with qualitative data in the form of the results of the implementation of the learning model implemented on 8 meetings on the class of Strategies of Learning Mathematics for the students of the Second Semester in Universitas Muhammadiyah Malang as well as an increase in the ability of collaborative students. The students’ collaborative learning can also be seen from the students’ contribution to problem solving, suggestions, ideas, and questions in the form of confirmation. The design and simulation of the learning design were in the form of collaboration from team members. Students’ ability to collaborative learning was clear on the stage of Experiencing, Cooperating, and Transferring. The stage of experiencing showed that students were able to answer questions based on personal experience, the stage of cooperating showed that students actively conducted discussion to complete the worksheet in groups, and the stage of transferring showed that students were working together to make learning design and its simulation. Thus, through the implementation of the REACT learning model, students could improve the ability of collaborative learning. Keyword: REACT Learning Model; Collaborative Ability; Mathematics Education
MEMBANGUN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PRAKTEK POLA ASUH ORANG TUA BERDASARKAN GENETIC PERSONALITY Karnawi Kamar; Masduki Asbari; Agus Purwanto; Wakhida Nurhayati; Eva Agistiawati; Rachma Nadhila Sudiyono
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 6 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v6i1.10196

Abstract

Pendidikan karakter penting untuk menjadi mainstream pokok pendidikan di Indonesia baik di ranah formal, nonformal maupun informal. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pengembangan karakter anak, di antaranya adalah pola asuh di keluarga (parenting style) dan genetic personality. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parenting style dan genetic personality terhadap pengembangan karakter anak. Jenis penelitian adalah korelasional menggunakan metode survei dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi sekaligus sample penelitian ini adalah orang tua siswa Taman Kanak-kanak di Tangerang sebanyak 90 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket) yang disusun berdasarkan skala Likert. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pola asuh parenting style merupakan hasil modifikasi dari Parenting Style Questionnaire (PSQ) (Robinson et al., 1995) dan (Roman et al., 2015). Instrumen untuk mengukur genetic personality diadaptasi dari (Poniman & Mangussara, 2013), sedangkan untuk mengukur pengembangan karakter anak menggunakan adaptasi dari (Poniman, 2014). Analisis pada penelitian ini menggunakan SEM (Structural Equation Model) dengan software SmartPLS versi 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parenting style dan genetic personality berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan karakter anak.