cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR: KASUS MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA STKIP YDB LUBUK ALUNG Dwi Mutia Chan; Irawati Rahman
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 5 No. 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v5i1.8279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar pada mata kuliah Pengajaran Keterampilan membaca mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP YDB Lubuk Alung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebanyak 37 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas (independen) yaitu pengaruh gaya belajar dan variabel terikat (dependent) yaitu kemampuan membaca mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester VI. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan instrumen tes membaca. Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan statistik sederhana dan menggunakan persentase (%) untuk gaya belajar, sedangkan pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar dianalisis menggunakan regresi sederhana dan ANOVA melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  terdapat pengaruh yang signifikan gaya belajar terhadap mata kuliah keterampilan membaca mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia  STKIP YDB Lubuk Alung. Hasil analisis data, menunjukkan bahwa koofisien korelasi (ry) = 0,366 dengan . Jadi dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi bahwa gaya belajar mahasiswa berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa dapat diterima pada taraf kepercayaan 95%. Besaran pengaruh belajar mahasiswa terhadap hasil belajar mahasiswa 13,4%.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR LKS MENULIS PANTUN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SISWA KELAS VII SMP XAVERIUS TUGUMULYO Agung Nugroho; Dian Ramadan Lazuardi; Sri Murti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 5 No. 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v5i1.8352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses mendesain dan  mengembangkan bahan ajar Bahasa Indonesia pada pokok bahasan menulis pantun siswa kelas VII SMP Xaverius Tugumulyo (2) mendeskripsikan  bahan ajar menulis pantun kelas VII SMP Xaverius Tugumulyo yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini berdasarkan hasil observasi terhadap kendala yang dialami guru dan siswa di dalam penulisan pantun. Metode yang digunakan penelitian Research and Development (R&D) dan digunakan model Dick & Carey yang terdiri dari 10 tahap, namun dibatasi sampai 8 tahap yaitu: (1) analisis kebutuhan dan tujuan; (2) analisis pembelajaran; (3) analisis pembelajar (siswa) dan konteks; (4) merumuskan tujuan performansi; (5) mengembangkan instrumen; (6) mengembangkan strategi pembelajaran; (7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran; (8) merancang dan melakukan evaluasi formatif. Penelitian yang telah dilakukan ini menghasilakan produk baru berupa bahan ajar LKS menulis pantun. Dari hasil one to one diketahui tergolong baik dengan persentase 91,25%. Nilai postes thitung sebesar 31,465, selanjutnya mencari ttabel dengan tabel nilai-nilai dalam distribusi t. Taraf signifikan  = 0,05 dan derajat kebebasan (dk=df) 22, maka diketahui ttabel =2,074. Berdasarkan kriteria pengujiannya yaitu jika thitung ≥ ttabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima, begitupun sebaliknya jika thitung< ttabel berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan penghitungan di atas yaitu thitung ≥ ttabel (31,465 ≥ 2,074). Dengan Signifikan sebesar 0,0001 yang berarti lebih kecil dari 0,05, maka terjadi hubungan yang signifikan. Dengan demikian bahan ajar bisa menulis pantun telah, valid, praktis dan efektif.
Pendidikan karakter dalam film animasi Riko The Series produksi garis sepuluh Rizqy Dwi Rahmayanti; Yarno Yarno; R. Panji Hermoyo
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15139

Abstract

Penguatan karakter sangat penting bagi anak-anak karena ini merupakan peletakan pondasi karakter yang mampu membawa anak tumbuh dengan baik di masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis, dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam film animasi Riko The Series produksi Garis Sepuluh. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teknik analisis konten atau isi (content analysis). Sumber data dalam penelitian ini berupa film animasi Riko The Series Produksi Garis Sepuluh yang ditayangkan di platform Youtube. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat, dan adegan tokoh. Data dikumpulkan dengan teknik simak catat. Analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman dengan tiga tahap. Pertama, reduksi data yang meliputi langkah menyeleksi, meringkas, dan mengklasifikasi data. Kedua, penyajian data sesuai dengan klasifikasi fokus penelitian. Ketiga, pembuatan simpulan berdasarkan data yang telah dikumpulkan sesuai dengan fokus penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa Riko memiliki karakter unggul atau baik (good character). Karakter tersebut meliputi (1) religius, (2) rasa ingin tahu tinggi, (3) kerja keras, (4) kreatif, (5) mandiri, (6) menghargai prestasi, dan (7) tanggung jawab. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa karakter-karakter unggul tersebut bisa digunakan untuk penguatan pendidikan karakter bagi anak di masa pandemi Covid-19. Diperlukan proses panjang, pengetahuan, contoh, praktik, dan pembiasaan dalam proses penguatan karakter.
Developing weblog design in Indonesian creative writing material Siti Ansoriyah
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15391

Abstract

The sentences spoken by the actors in the dialogue contained in the film “the Professor and the Madman” consist of a variety of structures that form a grammatical construction, so that the sentences can be understood and the dialogue can run well and smoothly. In the context of Charles J. Fillmore’s case grammar, the various structures that form a grammatical construction in a sentence are called modality and proposition. In a line with that background, the purposes of the research are: (1) to reveal the modality in film “the Professor and the Madman” based on the perspective of Charles J. Fillmore; (2) to describe the proposition in film “the Professor and the Madman” based on the perspective of Charles J. Fillmore. This research is qualitative, descriptive and literary research. The data source in this research is film “the Professor and the Madman” directed by P.B. Shemran. The data collection techniques in this research use watching, reading-listening and taking note. The data analysis techniques consist of three stages, namely: (1) choosing and classifying data based on modality and its forms; and proposition and its forms; (2) illustrating and writing down case grammar elements and their forms on the table, explaining them sequentially and interpreting them based on Charles J. Fillmore’s perspective; and (3) conducting the induction of interpretation summary to obtain substantive and formative conclusions. The results are: (1) modality has types, including tense: past, present and future; mode: desiderative, imperative, indicative, and interrogative; negation: no and not; adverb: frequency, manner, degree, quantity, and explanatory; (2) there are several types of proposition. They are agentive case (A): first personal pronoun, second pronoun, and third pronoun; experiential case (E): verb (basic) and verb (modal); instrumental case (I): noun and sense; objective case (O): human and thing; source case (S): noun phrase and noun; goal case (G): human and place; locative case (L): area, part of house, and office; time case (T): part of the day, year, and century; collateral case (C): with + noun; and benefactive case: for + noun. Based on the results of this research, it can be concluded that if a sentence is viewed from the case grammar theory, then it must have an inner structure consisting of modality and or proposition. Modality and proposition consist of types and each of types has the various forms.
Leksikon kegulmaan pada masyarakat Jawa di Perkebunan Fajar Agung, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai: Kajian ekolinguistik Wiradi Putra; Dwi Widayati; Dardanila Dardanila; Sharina Amanda
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15432

Abstract

Masyarakat Jawa Fajar Agung merupakan pekerja perkebunan yang sangat akrab dengan leksikon-leksikon kegulmaan. Keakraban ini dapat terlihat dari penggunaan leksikon yang masih bertahan sampai saat ini. Hal ini merupakan salah satu cara dalam pencegahan punahnya istilah Jawa dalam bentuk leksikon kegulmaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman masyarakat Jawa terhadap leksikon kegulmaan di Perkebunan Fajar Agung, serta menjelaskan faktor yang memengaruhi tingkat pemahaman masyarakat Jawa terhadap leksikon kegulmaan di Perkebunan Fajar Agung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung berupa perhitungan hasil respondensi secara kuantitatif. Data leksikon kegulmaan diperoleh melalui angket. Angket berisi data daftar leksikon kegulmaan yang sebelumnya diperoleh melalui wawancara kepada informan kunci. Adapun hasil penelitian ini, yaitu Leksikon kegulmaan pada masyarakat Jawa di Perkebunan Fajar Agung berjumlah 75 buah. Berdasarkan pada pembahasan pertama tingkat pemahaman T (tahu) kelompok usia I (25-45 Tahun) yaitu 83,53% dan kelompok usia II (46-60 Tahun) yaitu 83,15% sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat Jawa di Perkebunan Fajar Agung masih mengenal dan menggunakan leksikon-leksikon kegulmaan dalam bahasa Jawa. Berdasarkan pembahasan kedua, terdapat dua faktor kebertahanan yang memengaruhi tingkat pemahaman leksikon kegulmaan pada MJFA, yaitu yaitu faktor yang berkaitan dengan linguistik dan non-linguistik. Faktor linguistik yang memengaruhi kebertahanan leksikon kegulmaan pada MJFA, yaitu berhubungan dengan tendensi MJFA terhadap bahasa Jawa. Kemudian faktor non-linguistik, yaitu perilaku konservatif MJFA terhadap gulma, adaptasi fisiologi gulma terhadap herbisida, konsistensi penggunaan peralatan tradisional pengendalian dan pemberantasan gulma, kesejahteraan MJFA, pendidikan MJFA.
Mitos kecantikan dan fenomena hijrah dalam novel Metropop Belok Kiri Langsing karya Achi TM Tania Intan
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15614

Abstract

Ideologi patriarki mengintimidasi perempuan dengan jalan yang terorganisir melalui berbagai bidang kehidupan, termasuk cara mendefinisikan konsep ‘cantik’. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk mitos kecantikan, cara kerja, dan dampaknya pada perempuan, serta fenomena hijrah, sebagai tema sekunder, yang ditampilkan di dalam novel metropop Belok Kiri Langsing (2020) karya Achi TM. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah kritik sastra feminis. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dikumpulkan dengan teknik simak catat setelah melalui pembacaan tertutup. Data selanjutnya dikategorisasi, diinterpretasi, dan dianalisis dengan teori-teori yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos kecantikan diciptakan oleh patriarki untuk mengontrol tubuh perempuan. Mitos kecantikan dapat menguat dalam masyarakat, selain karena selalu disosialisasikan, juga karena ambivalensi karakter perempuan yang tidak puas dengan tubuhnya. Mitos kecantikan pun membawa dampak pada imaji ideal perempuan, pelecehan tubuh, dan kompetisi intraseksual, yang membuatnya terus menerus terdiskriminasi dan terobsesi pada tubuh. Sementara itu, fenomena hijrah secara tidak langsung melahirkan mitos kecantikan baru berupa standar ‘perempuan islami’. Dari penelitian ini, terungkap adanya persepsi masyarakat patriarkis yang tidak utuh tentang idealisasi perempuan dan tubuhnya. Kecantikan fisik berupa tubuh langsing yang disosialisasikan sebagai sesuatu yang ideal tidak seharusnya mengikat dan menyudutkan perempuan.
Konflik sosial dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto berdasarkan perspektif George Simmel Devi Laila Maghfiroh; Moh. Zawawi
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15634

Abstract

Konflik sosial merupakan bentuk dasar interaksi yang terjadi secara alamiyah. Konflik sosial adalah entitas dan realitas dalam kehidupan bermasyarakat. George Simmel mengkonsepkan gagasan konflik sosial sebagai tindakan permusuhan timbal balik, yang dipicu oleh benturan sifat-sifat manusia konfliktis dan sifat alamiah manusia feeling of hostility. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk dan penyebab konflik sosial dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto berdasarkan perspektif George Simmel; (2) mendeskripsikan penyelesaian konflik sosial dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto berdasarkan perspektif George Simmel. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan studi pustaka (library research). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Analisis data mengacu pada model Miles Huberman, yaitu melalui tahapan reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik soial dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto berdasarkan perspektif George Simmel terdiri dari: (1) tiga bentuk konflik sosial yaitu: a. konflik kepentingan dengan satu wujud konflik sosial, yaitu adu mulut; b. konflik antar pribadi dengan empat wujud konflik sosial: adu mulut, sindiran, pengeroyokan, dan ketegangan; c. konflik dalam hubungan intim dengan dua wujud konflik sosial: adu mulut dan ketegangan; (2) empat penyelesaian konflik yaitu koersi, mediasi, toleransi, dan konversi.
Benefits and challenges of doing task-based language teaching in Indonesia: Teachers’ perception Aninda Nidhomil Hima; Teguh Hadi Saputro; Rafika Rabba Farah
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15805

Abstract

Task-based language teaching (TBLT) has received significant attention from both researchers and practitioners of second language learning. This approach has been reported to be effective in various contexts. Studies on the teachers’ perception on TBLT have also been conducted. The results inform the perceived benefits and challenges of using TBLT in teaching context. However, very few studies have investigated the teachers’ perception in Indonesian context. To investigate the perception, a qualitative research design was employed. Three female English teachers of a vocational school in Malang, East Java, Indonesia were the participants of the study. Before the study was conducted, these three participants were asked to attend a training or coaching on TBLT. At the end of the training or coaching, they had to design a TBLT lesson plan which later were used in their real teaching to their students. After the whole training or coaching was finished, their perceptions about the perceived benefits and challenges about TBLT were investigated through focus-group-discussion (FGD) and individual interviews. The data were analyzed qualitatively and resulted in findings that fell into two categories, namely benefits and challenges. The benefits were this method (1) was considered to be the ‘right’ approach, (2) actively engaged the learners in their learning, (3) was relevant to the current curriculum, (4) increased the learners’ motivation and (5) provided “scaffolding” method for leaners’ use of the language and accomplish the tasks. Meanwhile, its challenges were (1) its time-consuming preparation, (2) complicated and confusing features of a task, (3) complicated implementation of the scaffolding process, (4) doubts or questions about “get-it-right-at-the-end approach” and (5) irrelevance of this method to the exam preparation.
Features and themes of poetry in KOPI (komunitas puisi Indonesia) facebook group Sugeng Santoso; I Wayan Artika; Ni Made Sania Indri Wahyuni
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15845

Abstract

Going along with the development of technology, literary disciplines also have been developing. Cyber literature becomes popular in this digitalization era which explores the existence of the internet as the medium. One of the large cyber literary communities on Facebook is KOPI (Komunitas Puisi Indonesia) with 64 thousand members. Due to the insufficient research analyzing poetry in the Facebook group, this research analyzed the features of poetry and the themes of poetry in KOPI (Komunitas Puisi Indonesia). Descriptive and qualitative approaches were used in this research. Observation and documentation were used as the techniques in data collecting. The observation was done by reviewing the group’s situation and the documentation is done by reviewing the poetry collections that had been uploaded in this research from the beginning until the middle of February 2021. The data analysis techniques used Miles and Huberman techniques which include: (1) data reduction, (2) data serving, and (3) conclusion/verification withdrawal. The results of this research showed that the dominant poetry features were image illustration and the themes that were used by KOPI group members in writing poetry included the physical themes, moral themes, social themes, egoic themes, divine themes. Physical theme with the most widely used type of love. It can be concluded that the physical theme with the type of “love” is the choice of the theme that the author most favors.
Struktur kalimat interogatif bahasa Jawa pada film “Tilik” karya Wahyu Agung Prasetyo: Analisis X-Bar Habib Rois Habib; Regita Sekar Arrum; Jemima Jannah Darla Putri; Sumarlam Sumarlam
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15935

Abstract

Kalimat interogatif bertujuan untuk mengharapkan adanya jawaban secara verbal. Penerapan interogatif dalam bahasa Jawa (BJ) bersifat umum, namun struktur sintaksisnya berbeda dengan bahasa lain. Konsep yang ditekankan dalam BJ adalah perubahan peran dan adanya komplemen dalam bentuk strukturalnya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menyusun struktur kalimat tanya dengan teori X-Bar. Data yang digunakan berupa tuturan interogatif tokoh dalam film pendek berjudul “Tilik” karya Wahyu Agung Prasetyo. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan catat. Data diidentifikasi dan diklasifikasikan ke dalam jenis kalimat interogatif dan dianalisis dengan menerapkan teori X-Bar. Hasil penelitian menunjukkan (1) pertanyaan ya-tidak dan pertanyaan penyugguhan memiliki karakter total dengan pola FI absolut. Hal ini disebabkan karena jenis pertanyaan ya-tidak dan pertanyaan aktual memiliki kesamaan yaitu meminta pembenaran dari mitra tutur. (2) Jenis interogatif meminta jawaban suatu unsur, menanyakan alasan, dan meminta pendapat tersebar sebagian dengan pola pendistribusian pada FPm dan FI. Secara mutlak interogatif meminta pendapat berada pada pola FPm dengan ciri FPm Spesifier FP berada di awal kalimat. Ketiga jenis pertanyaan tersebut memiliki karakter parsial disebabkan karena penutur hanya menekankan pada bagian yang penting namun dapat mewakili keseluruhan pertanyaan. Berdasarkan hasil temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan interogatif dalam film “Tilik” terdiri dari bentuk parsial dan total yang terdistribusikan dengan pola X-Bar FPm+Spes+I+Komp dan I+Spes+Komp.