cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Kesantunan dalam bergosip pedagang di pasar tradisional Andriyani, Anak Agung Ayu Dian
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i1.20340

Abstract

Kesantunan menjadi sebuah pakem dan aturan yang melekat pada komunikasi manusia, termasuk pada fenomena bergosip. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan pola kesantunan yang ada pada gosip di masyarakat dengan lokasi tuturan di pasar tradisional di Bali. Data primer berupa dialog dikumpulkan menggunakan metode observasi dengan teknik simak, catat dan wawancara dengan para pedagang yang berada di tiga pasar besar yang berada di Kota Denpasar, yaitu, Pasar Badung, Pasar Kreneng, dan Pasar Ketapian. Metode padan pragmatik dalam menganalisis setiap tuturan sebagai wujud dari penelitian kualitatif untuk mendeskrispikan tuturan pedagang yang mengandung strategi kesantunan berbahasa saat bergosip. Hasil penelitian menunjukkan pola kesantunan sangat ditentukan oleh konteks situasi tutur dengan topik gosip bertanya kabar. Adanya pergeseran strategi kesantunan pada dialog, diawali dengan strategi kesantunan positif, strategi negatif dan strategi secara tidak langsung, namun seiring dengan proses komunikasi ketika masuk pada isi dialog bergeser menjadi strategi bertutur tanpa basa-basi dan tetap menggunakan strategi positif sampai akhir dialog. Saat bertutur pembeli tidak memperhatikan jarak sosial, tingkat pembebanan maupun kekuasaan. Kalimat interogatif maupun kalimat deklaratif dominan digunakan saat berkomunikasi dengan topik permasalahan yang dibahas dalam gosip tidaklah hal yang berat, melainkan seputar kehidupan yang dialami oleh orang lain dengan mengambil dari isu-isu yang sedang beredar atau peristiwa terdekat serta didukung adanya percakapan yang saling menguatkan argumen satu dengan yang lain. Implikasi penelitian ini adalah menjadikan kita lebih bisa mengedepankan kesantunan positif meski saat bergosip agar tercipta komunikasi yang baik. Kontribusi dari penelitian ini menambah khasanah hasil penelitian dengan kajian kesantunan serta bagi pembelajar bahasa dapat dijadikan suatu referensi temuan bahwa kesantunan sangat erat dengan budaya yang mengikuti peserta tutur sehingga pola bergosip juga menggunakan strategi kesantunan agar terkesan sopan.
Analisis butir soal latihan penilaian akhir semester ganjil mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII SMPN 1 Bambanglipuro Bantul menggunakan program ITEMAN Himawan, Riswanda; Nurgiyantoro, Burhan
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i1.20530

Abstract

Tes merupakan instrumen yang digunakan untuk melakukan evaluasi pembelajaran kepada peserta didik sesuai dengan materi yang diajarkan. Instrumen tes yang digunakan pun harus diuji kualitasnya. Selaras dengan pernyataan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas instrumen soal latihan Penilaian Akhir Semster Ganjil (Latihan PAS Ganjil) kelas VIII SMPN 1 Bambanglipuro Bantul tahun 2020/2021 serta mendeskripsikan hasil analisis butir soal berkaitan dengan validitas, reliabilitas, IDB, ITK dan keberfungsian pengecoh. Validitas isi dilakukan dengan memberikan angket kepada sejawat berkaitan dengan kesesuaian soal dengan ksis-kisi soal. Reliabilitas dilakukan dengan melihat skor Alpha yang diperoleh dari program ITEMAN. Analisis Indeks Daya Beda (IDB), Indeks Tingkat Kesulitan (ITK) dan keberfungsian pengecoh dihitung berdasarkan skor yang diperoleh dari program ITEMAN. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini. Tahap pertama yaitu memeroleh gambaran umum berkaitan dengan soal yang diujikan kepada peserta didik. Tahap kedua adalah pengumpulan data. Dalam tahapan ini dilakukan pengumpulan data dengan mendokumentasikan soal-soal yang diujikan oleh Guru kepada peserta didik. Tahap ketiga adalah pemeriksaan keabsahan data. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan terhadap butir-butir soal Latihan Penilaian Akhir Semester Ganjil (Latihan Akhir Semester Ganjil) dengan menganalisis validitas berdasarkan komentar teman sejawat dilanjutkan dengan menganalisis tingkat kesukaran, indeks daya beda, dan keberfungsian pengecoh. Masing-masing kriteria tersebut dihitung dengan menggunakan bantuan komputer melalui program Item and Test Analysis (ITEMAN). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 40 soal yang dianalisis validitas dan reliabilitasnya. Hasil validitas menujukkan seluruh soal yang dianalisis valid. Berkaitan dengan uji reliabilitas diperoleh skor Alpha 0.820 dengan kategori sangat tinggi. Analisis butir soal berkaitan dengan ITK, IDB dan distraktor dilihat dari skor yang diperoleh berdasarkan hasil analisis ITEMAN. Berdasarkan hasil analisis ITEMAN dapat diketahui bahwa analisis IDB menunjukkan 20 soal yang layak untuk diujikan, 4 butir soal dengan kategori sedang, 8 soal dengan kategori cukup, dan 8 soal dengan kategori gugur atau tidak layak untuk diujikan. Hasil analisis soal berkaitan dengan ITK, dapat disimpulkan bahwa terdapat 6 butir soal dengan kategori ITK sangat mudah, 17 butir soal dengan ITK mudah, 8 butir soal dengan Indeks tingkat kesulitan sedang, 9 soal dengan Indeks tingkat kesulitan sukar atau tinggi. Dari hasil analisis keberfungsian pengecoh, dapat disimpulkan bahwa terdapat 31 butir soal dengan keberfungsian pengecoh baik, 9 butir soal dengan memiliki pengecoh yang tidak berfungsi. Berdasarkan hasil analisis butir soal tersebut, soal-soal yang dianggap tidak layak, kemudian direvisi dan diperbaiki. Sehingga memeroleh soal yang berkualitas dan dapat mengukur tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran.
Representasi maskulinitas laki-laki dalam cerita rakyat nusantara Sugiarti, Sugiarti; Andalas, Eggy Fajar; Bhakti, Aditya Dwi Putra
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i1.18245

Abstract

Nusantara memiliki ratusan cerita rakyat yang tersebar dalam beragam etnis. Berbagai cerita rakyat tersebut diwariskan antargenerasi sebagai bentuk kekayaan budaya masyarakat. Meskipun begitu, cerita rakyat sebagai hasil konstruksi manusia mengandung nilai-nilai dan pandangan dunia yang dianggap ideal oleh masyarakat pemilik cerita. Hal ini salah satunya berkaitan dengan konstruksi maskulinitas. Penelitian ini berupaya mengetahui bagaimana representasi maskulinitas dalam Cerita Rakyat Nusantara. Penelitian ini bersifat tekstual dengan metode close reading. Teori yang digunakan untuk membentuk interpretasi adalah teori representasi Stuart Hall. Penelitian ini juga menggunakan konsep tujuh area maskulinitas milik Janet Saltzman Chafetz. Objek dari penelitian ini adalah 233 tokoh laki-laki dari 33 cerita rakyat yang dipilih secara purposive pada website ceritarakyatnusantara.com. Teknik Analisis data yang digunakan merupakan model analisis Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tujuh area maskulinitas Janet Saltzman Chafetz terepresentasikan di dalam Cerita Rakyat Nusantara. Maskulinitas di dalam Cerita Rakyat Nusantara direpresentasikan memiliki fisik yang kuat, gagah, dan tampan. Berkaitan dengan konsep maskulinitas fungsional, mayoritas direpresentasikan memiliki fungsional yang positif seperti penolong, bertanggung jawab, dan berperan sebagai tulang punggung keluarga. Konsep maskulinitas pada tokoh laki-laki berkaitan dengan agresi seksual secara jumlah direpresentasikan secara berimbang. Konsep maskulinitas emosi mayoritas merepresentasikan tokoh laki-laki sebagai tokoh yang pemarah. Konsep maskulinitas intelektual, mayoritas tokoh laki-laki direpresentasikan sebagai suatu hal yang positif seperti cerdik, cerdas, dan sakti. Tiga representasi maskulinitas interpersonal yang paling menonjol adalah bijaksana, baik hati, dan rendah hati. Terakhir, pada konsep maskulinitas karakter personal lainnya tergambarkan secara berimbang dari segi sifat positif dan negatifnya.
Tuturan yang berdampak hukum ditinjau dari elemen dan fungsi konteks kultural di media sosial Tik-Tok Indonesia Ardhianti, Mimas; Indayani, Indayani
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i1.19235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tuturan yang berdampak hukum ditinjau dari elemen dan fungsi kultural di media sosial Tik-Tok Indonesia. Sesuai dengan tujuan tersebut, penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dalam kerangka cyberpragmatic. Penelitian dilakukan di media sosial Tik-Tok Indonesia. Pengambilan data dilakukan melalui tahap-tahap atau langkah-langkah, yakni (1) mengumpulkan data berupa konten-konten di aplikasi Tik-Tok, (2) memilah teks yang terdapat bahasa yang berdampak hukum sesuai dengan data yang dibutuhkan seperti pencemaran nama baik, penghinaan, dan SARA, (3) menyeleksi data dengan berdasar pada fokus permasalahan yang sudah ditentukan, (4) melakukan penyandian terhadap konten-konten yang ada di aplikasi Tik-Tok, (5) mendeskripsikan konteks kultural pada bahasa yang berdampak hukum di Tik-Tok, dan (6) menyimpulkan konteks kultural pada bahasa yang berdampak hukum di Tik-Tok. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik penganalisisan penelitian ini adalah analisis isi, dengan cara melakukan analisis konteks kultural pada teks di aplikasi Tik-Tok yang berdampak pada hukum. Temuan dari penelitian ini adalah adanya elemen konteks kultural yang muncul pergeseran apabila diterapkan untuk menganalisis tuturan dalam jaringan meliputi (1) situation, (2) partisipan, (3) ends, (4) addressee, (5) keys, (6) instruments, dan (7) genre. Sementara itu, fungsi konteks kultural yang muncul meliputi (1) fungsi konteks memberikan keterangan setting dan kondisi peserta tutur, (2) fungsi konteks memberikan keterangan atau informasi pengetahuan peserta tutur, (3) fungsi konteks memberikan keterangan atau informasi sebelum tuturan terjadi, dan (4) memiliki fungsi konteks memberikan informasi tambahan mengenai peserta tutur. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat agar lebih memperhatikan penggunaan diksi yang digunakan dalam menulis maupun bertutur di media sosial. Bagi pendidikan bahasa Indonesia, penelitian ini dapat dijadikan sumbangsih dalam studi cyberpragmatics yang digunakan untuk mengaji permasalahan tuturan yang diduga berdampak hukum.
The trans-national framework and global culture for teachable American literature in Islamic higher education institutions Didik Murwantono; Nailil Muna
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.19741

Abstract

In recent years, innovative approaches in teaching American literature focused on the trans-national mind have been actualized in the teaching and learning proses. From this perspective, the main reason for this research is to examine the perceptions of the American mind toward Islamic students studying in the American literature class. Forty (N=40) undergraduate students contributed to this research. It was under mixed-method research by separating both quantitative and qualitative. The technique of data analysis was by simple numeric of SPSS 23 along with phenomenological exploratory analysis. The primary data were from the semi-structured online interviews and questionnaires of the students from September to November 2021. This research results that the trans-national framework has significant contributions, meanwhile global culture has a positive impact on undergraduate students in understanding American literature class. Secondly, undergraduate students in Islamic Higher Education successfully can open their perspectives to see the phenomena of the world in understanding the profound meaning of both perception and interpretation of literary works through the transnational framework. The conducted research proves that the integration of this type of transnational framework and global culture into the content of teaching American literature is not only possible but also promising. It helps to become successful lecturers for teaching American literature in the future.
Pergeseran ekoleksikon nama orang Bali: Studi kasus kajian ekolinguistik I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri; I Gusti Bagus Wahyu Nugraha Putra; Ida Bagus Putra Yadnya
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21196

Abstract

Sistem penamaan manusia memiliki hubungan yang erat dengan budaya dan kebiasaan. Budaya masyarakat akan memengaruhi sistem penamaan manusia dari masa ke masa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nama orang Bali dari generasi ke generasi yang dianalisis menggunakan kajian Ekolinguistik. Tata cara pemberian nama seseorang dalam setiap budaya memiliki keunikan masing-masing. Keunikan teresebut ditemui pada sistem penamaan orang Bali. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menerapkan teknik rekam dan catat. Data penelitian ini merupakan nama-nama orang Bali yang dikumpulkan dalam satu banjar yaitu di Br. Sari, Desa Talibeng Kec. Sidemen Kab. Karangasem. Data diperoleh dengan mendata dan mencatat nama warga melalui kelian adat (ketua adat). Subjek penelitian ini adalah informan utama yaitu kelian adat (ketua adat) dan kelian dinas (ketua urusan luar adat atau kedinasan). Berdasarkan hasil analisis data maka ditemukan bahwa variasi leksikon yang digunakan sebagai nama orang Bali pada kelahiran tahun 1920an didominasi dengan nama yang berhubungan dengan lingkungan. Sebanyak 43% masyarakat menggunakan leksikon yang berhubungan dengan lingkungan sebagai nama anak, diikuti dengan kata sifat sebanyak 34%, beberapa variasi leksikon lainnya yang digunakan sebagai nama anak yaitu kata kerja sebanyak 10%, nama hari sebanyak 9% dan nama tokoh sebanyak 9%. Pada kelahiran tahun 1960an, nama orang Bali bergeser menjadi nama-nama tokoh pewayangan, nama hari, nama tokoh dewa-dewi. Pada kelahiran tahun 1980an sampai sekarang nama orang Bali dipengaruhi oleh bahasa asing. Faktor-faktor utama yang memengaruhi pergeseran ekoleksikon nama orang Bali di generasi kelahiran tahun 1960an adalah karena masuknya informasi-informasi baru tentang keagamaan dan kesusastraan yang sering disajikan dalam bentuk hiburan rakyat. Faktor-faktor penyebab pergeseran ekoleksikon nama orang Bali pada kelahiran 1980an adalah karena adanya faktor urbanisasi, ekploitasi alam, dan faktor globalisasi. Berdesakan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pergeseran leksikon nama orang Bali merupakan salah satu bentuk pergeseran budaya, gaya hidup dan lingkungan masyarakat yang berubah dari masa ke masa.
Competency achievement indicators in Indonesian high school electronic school books: Overview of the development of creative-innovative thinking aspects Imam Safi'i; Wini Tarmini; Ade Hikmat; Prima Gusti Yanti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21304

Abstract

Creative-innovative thinking is an important competency to be developed in students so that they can be equipped in solving various challenges they face. One of the efforts to increase student competence can be done through the provision of textbooks. The purpose of writing this article is to explain the results of research on creative-innovative aspects which are indicators of competency development in high school electronic school books. The method used is content analysis, namely through excavation and in-depth meaning of various data on creative-innovative aspects in indicators of achievement of Indonesian high school electronic schoolbook competencies. The source of the data in this study was the Indonesian language electronic school book for SMA class X, XI, and XII published by the Ministry of Education and Culture. Based on the research that has been done, data is obtained, that in general the development of indicators of competency achievement has been associated with various creative-innovative aspects. However, there are still some creative-innovative aspects that have not been developed optimally, namely expressing creative ideas conceptually and practically, using failure as learning, and adapting and contributing to new situations. Each of these aspects is only 2.5%, 1.0%, and 0.5% of the total competency development indicators in the Indonesian high school electronic school book. The results of this study can be used as a basis for further development of creative-innovative aspects in Indonesian language textbooks.
Implementasi evaluasi CIPP untuk pembelajaran daring teknik kepewaraan: Studi kasus di IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tati Sri Uswati; Antonius Nesi; Wagiran
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21314

Abstract

Penelitian ini dilatari oleh adanya praktik pembelajaran Teknik Kepewaraan yang dilaksanakan secara daring selama masa pandemi Covid-19. Sebagai mata kuliah keterampilan berbicara, perkuliahan Teknik Kepewaraan yang dilaksanakan secara daring itu perlu dievaluasi untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang keberhasilan pembelajaran. Sejalan dengan itu, tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan evaluasi CIPP untuk pembelajaran daring Teknik Kepewaraan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Peneliti menggunakan teknik studi dokumen dan kuesioner untuk mengumpulan data. Peneliti membedakan dua jenis data di dalam analisis data, yakni data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif yang diperoleh dari studi dokumen dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan, reduksi, verifikasi, dan penyimpulan hasil analisis. Data kuantitatif diperoleh dari kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini dideskripsikan sebagai berikut. Pertama, pada evaluasi aspek konteks dan proses yang didasarkan pada indikator-indikator yang telah ditetapkan peneliti ditemukan bahwa ada kesesuaian antara RPS, bahan ajar, dan dokumen-dokumen pendukung lainnya dengan hasil analisis kuesioner. Kedua, pada aspek evaluasi proses dan produk, ada kesejajaran antara hasil studi dokumen dengan kuesioner. Artinya, indikator-indikator yang dievaluasi pada dokumen sesuai dengan hasil kuesioner dari mahasiswa. Penyempurnaan dokumen seperti RPS dan bahan ajar serta lampiran-lampirannya menjadi hal penting untuk dipertimbangkan ke depan melalui adaptasi konteks, input, proses, dan produk.
Pengembangan instrumen menulis puisi melalui aplikasi ‘PAP’ berbasis android Ari Kartini; Diah Eka Sari; Fitra Youpika; Syihabuddin; Vismaia Damaianti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21337

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan instrumen menulis puisi dengan bantuan teknologi berupa Aplikasi Apresiasi Puisi (PAP). Aplikasi PAP berbasis android ini merupakan media yang menyediakan fitur hasil karya siswa dan fitur penilaian apresiasi puisi serta deklamasi yang dapat digunakan oleh guru secara langsung. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validasi pengembangan alat evaluasi menulis puisi melalui aplikasi PAP berbasis android. Metode penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation or Delivery, and Evaluation), akan tetapi pada kajian artikel ini baru pada tahap implementation uji validasi ahli. Proses validasi dilakukan secara berulang mulai dari komunikasi secara daring melalui zoom meeting dan penyebaran angket. Hasil validasi ahli media menunjukkan bahwa pada aspek rekayasa perangkat diperoleh persentase sebesar 92% pada kategori sangat layak dan pada aspek tampilan visual diperoleh persentase sebesar 93,3% pada kategori sangat layak. Selanjutnya, penilaian dari ahli bahasa dan sastra berkenaan dengan konteks instrumen, diperoleh hasil sebagai berikut. Aspek kelayakan isi 88% pada kategori sangat layak, kebahasaan 86,7% pada kategori sangat layak, dan aspek penulisan 88% pada kategori sangat layak. Dilihat dari hasil validasi ahli media dan ahli bahasa dan sastra dapat disimpulkan bahwa aplikasi PAP memiliki tingkat validasi yang tinggi baik pada aspek media maupun aspek instrumen, sehingga dapat ditindaklanjuti dan dipraktikkan pada tahap uji coba terbatas dan meluas. Namun, walaupun hasilnya baik, ada beberapa masukan
Analisis makna, pesan, dan retorika dalam iklan Kitabisa.com Ni Luh Eka Candra Yulika; I Wayan Budiarta; I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21340

Abstract

Berdonasi merupakan kegiatan yang sudah dikenal masyarakat sejak berpuluh tahun lalu. Kitabisa.com merupakan salah satu platform donasi yang dikenal luas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna, pesan, tanda, dan jenis retorika pada iklan Kitabisa.com. Pendekatan kualitatif dan teknik analisis deskriptif menggunakan metode simak dan teknik catat dalam pengumpulan data. Sumber data penelitian ini diambil dari website resmi Kitabisa.com yaitu www.Kitabisa.com. Data yang digunakan adalah lima belas data iklan dari masing-masing lima belas kategori donasi dan dipublikasi pada tahun 2021. Penelitian ini menemukan pemetaan yang khas dari segi makna, pesan, tanda, dan jenis retorika dalam iklan Kitabisa.com. Pertama, tanda dapat ditemukan baik pada gambar maupun bahasa yang digunakan dalam iklan yang menyiratkan suatu makna. Kedua, makna denotasi dalam iklan Kitabisa.com merupakan makna ajakan untuk berdonasi, sedangkan makna konotasi dalam iklan Kitabisa.com merupakan makna tersirat dan tidak langsung. Menilik dari segi pesan dan tanda ditemukan bahwa mitos memiliki kaitan yang erat dengan masyarakat karena lahir di dalam masyarakat itu sendiri. Ketiga, dari lima belas jenis teori retorika yang digunakan dalam penelitian ini ditemukan penggunaan sembilan jenis retorika pada lima belas data iklan yaitu (1) homonym pada empat iklan (2) rhetorical question, rhyme, dan parison, ditemukan pada dua iklan (3) anaphora, hyperbole, antanaclasis, alliteration, dan anadiplosis pada satu iklan. Hasil penelitian dapat berkontribusi pada pola penyajian makna, pesan, tanda, dan jenis retorika untuk meningkatkan kepedulian sosial, sehingga tujuan iklan untuk mengajak berdonasi dapat efektif dan mencapai sasaran yang diinginkan. Penerapan diksi bersifat persuasif menjadi nilai lebih yang menimbulkan niat orang untuk berdonasi.